Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pendampingan Masyarakat dalam Pembentukan Desa Wisata Mandiri di Desa Kasian Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Jawa Timur

    No full text
    Kabupaten Pacitan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang sedang berbenah di bidang sektor pariwisata, seiring digalakkannya pembangunan infrastruktur pendukung wisata. Namun demikian, pengembangan potensi wisata masih terbatas dan hanyanmengandalkan wisata alam yaitu goa dan pantai. Oleh karena itu, perlu mengangkat potensi wisata lokal berbasis desa wisata mandiri, khususnya bentang alam dan menambahkan inovasi-inovasi di bidang pariwisata. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan hasil pengabdian kepada masyarakat berupa Pembentukan Desa Wisata Mandiri di Desa Kasian Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan. Metode yang dilakukan adalah adalah FGD dan praktik langsung: analisis pontensi, pendampingan penyusunan struktur kelembagaan wisata, dan penyusunan renstra. Pada kegiatan ini  dilakukan pengembangan desa wisata mandiri, artinya akan dilakukan berbagai kegiatan dalam hal tanaman hias, tanaman produksi dan peternakan yang layak dikunjungi. Namun demikian semua kegiatan tersebut akan menghasilkan pemasukan, sehingga pendapatan tidak semata-mata berasal dari konstribusi pengunjung. Indikator keberhasilan program ini adalah terwujudnya semua target yang ditetapkan (100%). Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: (1) telah terbentuknya struktur kelembagaan yang mengelola desa wisata; (2) teridentifikasinya potensi desa yang mendukung desa wisata; dan (3) tersusunnya rencana dan strategi pengembangan desa wisata mandiri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembentukan desa wisata mandiri sebagai upaya mengangkat potensi wisata lokal di Desa Kasian Kabupaten Pacitan berhasil dilakukan sesuai target yang telah ditetapkan.  Community assistance in the formation of an independent tourism village in Kasian Village, Tegalombo District, Pacitan Regency, East Java Pacitan Regency is one of the regencies in East Java which is currently improving in the tourism sector, in line with the development of supporting infrastructure for tourism. However, the development of tourism potential is still limited and only relies on natural tourism, namely caves and beaches. Therefore, it is necessary to raise local tourism potential based on independent tourism villages, especially landscapes and add innovations in the field of tourism. This article aims to describe the results of community service in the form of the Formation of an Independent Tourism Village in Kasian Village, Tegalombo District, Pacitan Regency. The method used is FGD and direct practice: potential analysis, assistance in the preparation of tourism institutional structures, and preparation of strategic plans. In this activity, the development of an independent tourism village is carried out, meaning that various activities will be carried out in terms of ornamental plants, production plants and farms that are worth visiting. However, all of these activities will generate income, so that income does not solely come from visitor contributions. The indicator of the success of this program is the realization of all targets set (100%). The results of this community service activity are: (1) an institutional structure that manages tourism villages has been formed; (2) identification of village potentials that support tourism villages; and (3) the formulation of plans and strategies for the development of independent tourism villages. Thus, it can be concluded that the formation of an independent tourism village as an effort to raise local tourism potential in Kasian Village, Pacitan Regency was successfully carried out according to the targets se

    Pendampingan Budidaya Tanaman Anggur di Daerah Kering pada Kelompok Tani “Patuh Bersama” di Desa Penyangga Sukadana, KEK Mandalika, Lombok Tengah

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi dan memberikan pengalaman kepada masyarakat tani di daerah Montong Tekot, Desa Sukadana dalam membudidayakan tanaman anggur di lahan kering yang tak produktif. Rangkaian kegiatan pendampingan ini meliputi koordinasi dengan mitra, persiapan dan pengolahan media tanam, persiapan bibit, penanaman, pemupukan, perawatan, dan evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan 10 anggota kelompok tani “Patuh Bersama”. Sebanyak 9 dari 10 sangat antusias dan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan pendampingan dan menerima kunjungan dari tim pengabdian masyarakat Universitas Mataram. Melalui observasi dan evaluasi, sekitar 90% peserta tergolong puas dengan pengalaman pendampingan budidaya tanaman anggur yang diberikan. Sangat penting pula diketahui bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman anggur tumbuh dengan baik yang ditandai dengan bertambah tingginya tanaman dengan rata-rata lebih dari 50 cm dan berkembangnya sulur tanaman dalam waktu sekitar 1 bulan. Diharapkan program budidaya tanaman anggur ini menjadi salah satu program strategis jangka panjang berkelanjutan karena sangat potensial dikembangkan di daerah beriklim kering yang mendukung kebutuhan kawasan pariwisata KEK Mandalika. Coaching of Grape Cultivation in Semi-Arid Areas to the Farmer Group “Patuh Bersama” in Desa Penyangga Sukadana, Mandalika Special Economic Zone, Central Lombok  This community service aims to assist and provide experience to the farmer community in the Montong Tekot area, Sukadana Village in cultivating grapes on dry, unproductive land. This series of coaching activities includes coordination with partners, preparation and processing of planting media, seed preparation, planting, fertilizing, maintenance and evaluation of activities. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA) which involved 10 members of the "Patuh Bersama" farmer group. As many as 9 out of 10 were very enthusiastic and played an active role in participating in coaching activities and receiving visits from the Mataram University community service team. Through observation and evaluation, around 90% of participants were satisfied with the grape cultivation assistance experience provided. It is also very important to know that the vegetative growth of grape plants is growing well, which is indicated by the increase in plant height by an average of more than 50 cm and the development of plant tendrils in about 1 month. It is hoped that this grape cultivation program will become one of the long-term sustainable strategic programs because it has great potential to be developed in dry climate areas that support the needs of the Mandalika SEZ tourism area.

    Penyuluhan di Sekolah Luar Biasa Yayasan Amal Mulia Indonesia untuk Meraih Mimpi Membangun Prestasi Bersama

    No full text
    Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang secara signifikan mengalami perbedaan dalam pertumbuhan dan perkembangannya baik dalam bentuk kekurangan ataupun kelebihan yang dapat diketahui secara psikis, emosional, fisik, intelektual maupun sosial. Permasalahan yang sering terjadi pada anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah kurangnya motivasi serta semangat untuk mengejar impian. Program Studi Teknik Lingkungan bekerjasama dengan Departemen Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina terpanggil untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan semangat bagi anak berkebutuhan khusus. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan potensi dan semangat anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa (SLB) dalam mengejar mimpi, meningkatkan semangat mewujudkan mimpi anak berkebutuhan khusus melalui pengajaran yang inovatif dan menyenangkan, serta edukasi lingkungan dan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok yang diisi lewat berbagi cerita dan pengetahuan tentang cita-cita Selain itu, dilakukan juga pembiasaan hidup sehat seperti bagaimana mencuci tangan, menggosok gigi dengan baik, dan senam pagi untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Kegiatan diakhiri dengan mewarnai yang hasilnya dipajang di kelas  Counseling at Special Schools (SLB) Yayasan Amal Mulia Indonesia to Achieve Dreams Building Achievements Together  Children with special needs (ABK) are children who experience significant differences in their growth and development either in the form of deficiencies or advantages that can be identified psychologically, emotionally, physically, intellectually and socially. The problem that often occurs in children with special needs (ABK) is the lack of motivation and enthusiasm to pursue dreams. The Environmental Engineering Study Program in collaboration with the Department of Social Community Environmental Engineering Student Association of Pertamina University is called to take an active role in increasing enthusiasm for children with special needs. The purpose of this activity is to develop the potential and enthusiasm of children with special needs in special schools (SLB) in pursuing their dreams, to increase the spirit of realizing the dreams of children with special needs through innovative and fun teaching, as well as environmental and health education. The activity was carried out through group discussions filled with sharing stories and knowledge about goals. In addition, healthy living habits were also carried out such as how to wash hands, brushing teeth well, and doing morning exercises to improve body fitness. The activity ended with coloring, the results of which were displayed in class

    Pelatihan Kerajinan Bambu sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan dan Ekonomi Keluarga Di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin

    No full text
    Pengabdian kepada Masyarakat pelatihan kerajinan bambu di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyu Asin bertujuan untuk memberikan keterampilan dasar, pengetahuan desain produk kerajinan, dan manajemen produksi kerajinan bambu. Adapun mitra yang terlibat dalam kegiatan terdiri dari Desa Berlian Makmur, Desa Bukit Jaya, Desa Panca Tunggal. Masing-masing peserta dari setiap desa berjumlah 20 orang. Selain dapat membuat produk kerajinan bambu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang pemanfaatan media sosial sebagai media promosi dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan kerajinan bambu dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu; tahap analisa situasi mitra, tahap identifikasi masalah, tahap pemecahan masalah, tahap pelaksanaan terdiri sosialisasi penyampaian materi secara teoriti, pembuatan desain produk kerajinan bambu, pelaksanaan praktik praktik, evaluasi kegiatan. Adapun hasil kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yakni peserta mampu membuat desain produk kerajinan, peserta dapat membuat produk kerajinan lampu hias dari bambu, peserta mampu mengimplementasikan manajemen produksi kerajinan lampu hias dari bambu, peserta dapat mengenali bahan bambu yang baik, peserta dapat menerapkan tekhnik ukiran pada bambu, penggunaan alat ukiran dan alat-alat mesin sehingga pesrta pelatihan dapat memiliki ketrampilan dalam mengolah kerjainan bambu.   Bamboo Craft Training as an Effort to Improve Family Skills and Economy in Sungai Lilin District, Musi Banyu Asin Regency Community service training on bamboo crafts in Sungai Lilin District, Musi Banyu Asin Regency aims to provide basic skills, knowledge of craft product design, and management of bamboo handicraft production. The partners involved in the activity consisted of Berlian Makmur Village, Bukit Jaya Village, and Panca Tunggal Village. There were 20 participants from each village. Besides being able to make bamboo handicraft products, participants were also given knowledge about the use of social media as a medium for product promotion and marketing. The method of implementing bamboo craft training activities is carried out in several stages, namely; partner situation analysis stage, problem identification stage, problem solving stage, implementation stage consists of socializing theoretical material delivery, making bamboo craft product designs, implementing practical practices, evaluating activities. The results of community service implementation activities are that participants are able to design craft products, participants can make decorative lighting craft products from bamboo, participants are able to implement production management of decorative lamps from bamboo, participants can recognize good bamboo materials, participants can apply carving techniques on bamboo, the use of carving tools and machine tools so that training participants can have skills in processing bamboo work

    Bimbingan Teknis Pengolahan Jerami Padi Menjadi Pakan Sapi Potong pada Musim Kemarau di Lahan Kering

    No full text
    Tujuan kegiatan bimbingan teknis pengolahan jerami padi menjadi pakan sapi potong pada musim kemarau di lahan kering untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan merubah sikap milenial calon pengusaha sapi potong peserta bimbingan teknis agar mau dan mampu mengolah jerami padi sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan penyediaan pakan sapi potong yang terbatas pada musim kemarau di lahan kering. Metode bimbingan teknis yang digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah kombinasi metode penyuluhan gelar teknologi (showcase technology), tatap muka langsung dan penyebaran lembaran informasi (liptan). Hasil kajian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta bintek pada kelima indikator penilaian teknologi pembuatan hay rata-rata 26,91%; pembuatan amoniasi basah meningkat 29,31% dan pembuatan amoniasi kering meningkat 25,47%. Simpulannya kegiatan bimbingan teknis pengolahan jerami padi menjadi pakan sapi potong dengan metode gelar teknologi pembuatan hay, amoniasi basah dan amoniasi kering mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta merubah sikap peserta bimbingan teknis dalam menyebarluaskan hasil binteknya kepada peternak lainnya, sehingga dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan penyedian pakan sapi potong pada musim kemarau di lahan kering. Technical Guidance for Processing Rice Straw into Beef Cattle Feed during the Dry Season on Dry Land  The aims of the technical guidance activity for processing rice straw into beef cattle feed in the dry season on dry land is to increase knowledge, and skills and change the attitude of millennial prospective beef cattle entrepreneurs participating in technical guidance so that they are willing and able to process rice straw as a solution to overcome difficulties in providing beef cattle feed that limited to the dry season on dry land. The technical guidance method used to solve the problem is a combination of face-to-face counseling methods with showcase technology and the distribution of information sheets. The results of this study showed an average increase in knowledge, skills, and attitudes of the participants in the five indicators of haymaking technology assessment of 26.91%; the manufacture of wet ammonia increased by 29.31%, and the manufacture of dry ammonia by 25.47%. In conclusion, the technology guidance activities for rice straw processing with the showcase technology method of making hay, wet ammonia, and dry ammonia can be used as a solution to overcome the difficulties of providing beef cattle feed in the dry season on dry land because it can increase knowledge and skills and change the attitude of participants in technical guidance in disseminating the results of their technical guidance to other farmers

    Diseminasi Aplikasi Teknologi SODIS (Solar Water Disinfection) dalam Pengolahan Air Bersih Menjadi Air Minum bagi Masyarakat Karangploso Kabupaten Malang

    No full text
    Salah satu cara untuk memusnahkan mikroba dalam air konsumsi adalah dengan menggunakan teknologi sederhana, yang dapat dilakukan pada hampir setiap rumah tangga, yaitu Solar Water Disinfection (SODIS). SODIS merupakan teknologi untuk memperoleh air minum  dengan memanfaatkan panas matahari secara langsung. Tujuan pengabdian ini adalah mendiseminasikan teknologi SODIS dalam mengolah air mentah menjadi air minum yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah–tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan adalah (a) Memberikan penyuluhan tentang: (1)  kualitas air bersih dan air minum, (2) peranan air bersih berkaitan dengan dengan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat, (3) definisi, peranan, ruang lingkup, peranan  secara ekonomis, teknologi, dampak positif, dan cara penerapan SODIS secara sederhana; (b) Memberikan pelatihan dalam bentuk demontrasi dan praktek tentang pembuatan air minum dengan teknologi SODIS, dan (c) Mengevaluasi hasil penyuluhan dan pelatihan tentang penerapan teknologi SODIS. Hasil yang diperoleh adalah cara-cara diseminasi teknologi SODIS adalah (a) dengan memberikan penyuluhan tentang: (1)  kualitas air bersih dan air minum, (2) peranan air bersih berkaitan dengan dengan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat, (3) teknologi definisi, peranan, ruang lingkup, peranan  secara ekonomis, teknologi, dampak positif SODIS, dan cara penerapannya secara sederhana; (b) Memberikan pelatihan, dalam bentuk demontrasi dan praktek langsung tentang pembuatan air minum dengan teknologi SODIS. Dapat disimpulkan bahwa diseminasi teknologi SODIS dalam mengolah air mentah menjadi air minum yang siap dikonsumsi oleh masyarakat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Dissemination of Solar Water Disinfection (SODIS) Applications in Drinking Water Treatment for the Karangploso Community, Malang Regency One way to destroy microbes in drinking water is to use a simple technology, which can be done in almost every household, namely Solar Water Disinfection (SODIS). SODIS is a technology to obtain drinking water by utilizing direct sunlight. The purpose of this service is to disseminate SODIS technology in processing raw water into drinking water that is ready for consumption by the community. The methods used in this service are lectures – questions and answers, demonstrations, and hands-on practice. The materials provided are (a) Providing counseling about: (1) the quality of clean water and drinking water, (2) the role of clean water in relation to the health of individuals, families, and communities, (3) the definition, role, scope, role in general. economy, technology, positive impact, and simple way of implementing SODIS; (b) Provide training in the form of demonstrations and practice on the manufacture of drinking water with SODIS technology, and (c) Evaluate the results of counseling and training on the application of SODIS technology. The results obtained are ways to disseminate SODIS technology are (a) by providing counseling on: (1) the quality of clean water and drinking water, (2) the role of clean water in relation to the health of individuals, families, and communities, (3) technology definition, role, scope, role economically, technologically, the positive impact of SODIS, and how to apply it in a simple way; (b) Provide training, in the form of demonstrations and hands-on practice on the manufacture of drinking water using SODIS technology. It can be concluded that the dissemination of SODIS technology in processing raw water into drinking water that is ready to be consumed by the community is going well and is beneficial for the community

    Pelatihan Penyusunan Dimensi-Indikator Kinerja Pegawai di Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kota Kupang

    No full text
    Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menyusun konsep dimensi kinerja ASN berdasarkan kebutuhan organisasi. Ragamnya indikator kinerja yang ada selama ini mempengaruhi penentuan dimensi kinerja organisasi yang kadangkala tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi. Untuk hal tersebut maka diperlukan sebuah pelatihan penyusunan konsep dimensi organisasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau kemampuan organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara maksimal. Permasalahan mitra tersebut menjadi dasar dilakukannya pelatihan penyusunan konsep dimensi indikator kinerja berdasarkan kemampuan manajerial sumber daya manusia. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan menggunakan focus group discussion (FGD) mengikut sertakan seluruh ASN yang berada di Kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Kupang yang berjumlah 39 ASN. Setiap peserta diminta untuk menginventarisir prediktor (faktor) yang menjadi dimensi dan indikator yang mempengaruhi kinerja berdasarkan persepsi. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh 30 faktor yang dianggap sesuai dengan kinerja organisasi. Setelah itu, diuji SPSS menggunakan analisis faktorial untuk menentukan determinasi dari ragam faktor yang ada. Hasilnya, mitra mampu menentukan dimensi dan indikator kinerja yang sesuai dengan lingkungan kerjanya yang terdiri atas 12, yaitu (1) fisibilitas; (2) komprehensif; (3) ekonomi; (4) perhatian; (5) relevansi; (6) efisiensi; (7) kontrolabilitas; (8) produktivitas; (9) akuntabilitas; (10) ketangguhan; (11) responsibilitas; dan (12) sarana prasarana. Training on the Compilation of Employee Performance Dimensions at National Unity Agency, Politics and Community Protection Kupang City Government Abstract The purpose of this training is to improve the ability of the State Civil Apparatus (Acronym in Indonesia: ASN) in identifying, analyzing, and drafting the concept of ASN performance dimensions based on organizational needs. The variety of performance indicators that exist so far affect the determination of organizational performance dimensions and indicators which are sometimes not in accordance with the needs of the organization. For this reason, training in the preparation of the concept of organizational dimensions is needed in accordance with the needs of the organization or the ability of the organization to achieve organizational goals to the fullest. The partner's problems became the basis for training on the drafting of the concept of performance indicator dimensions based on the managerial ability of human resources. The method of service implementation is carried out using focus group discussions (FGD) involving all ASN in the Office of the Badan Kesatuan Bangsa, Politik and Perlindungan Masyarakat of Kupang City, totaling 39 ASN. Each participant was asked to make an inventory of the predictors (factors) that became the dimensions and indicators that affect performance based on perceptions. Based on this, obtained 30 factors are considered in organizational performance. After that, SPSS was tested using factorial analysis to determine the determination of the various existing factors. As a result, partners can determine dimensions and performance indicators that are to their work environment which consists of 12, namely (1) feasibility; (2) comprehensive; (3) economy; (4) attention; (5) relevance; (6) efficiency; (7) controllability; (8) productivity; (9) accountability; (10) toughness; (11) responsibility; and (12) infrastructure

    Penyuluhan Strategi Komunikasi Pemasaran Berbasis Teknologi Digitalisasi 4.0. DPC Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia Lampung Barat

    No full text
    Ternak kambing atau sering juga dikenal sebagai ternak ruminansia kecil, merupakan ternak herbivora yang sangat popular di kalangan petani di Indonesia, selain ternak kambing ini mudah dipelihara, ternak kambing ini dapat memanfaatkan limbah dan hasil ikutan pertanian dan industri, mudah dikembangbiakkan, dan pasarnya selalu tersedia setiap saat serta tidak memerlukan modal yang relatif tinggi untuk pengembangannya. Ditinjau dari aspek pengembangannya ternak kambing sangat potensial bila diusahakan secara komersial, hal ini disebabkan ternak kambing memiliki beberapa kelebihan dan potensi ekonomi antara lain tubuhnya relatif kecil, cepat mencapai dewasa kelamin, pemeliharaannya relatif mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, investasi modal relatif kecil, mudah dipasarkan sehingga modal usaha cepat berputar. Strategi komunikasi pemasaran merupakan salah satu cara mengenalkan produk pada konsumen dan mendapatkan keuntungan yang banyak dari usaha yang dijalankan. Setiap strategi komunikasi pemasaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan maka dari itu kami ingin memberikan penyuluhan berupa edukasi mengenai strategi komunikasi pemasaran berbasis teknologi digitalisasi 4.0. bagi peternak domba kambing yang terhimpun dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Peternakan Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Lampung Barat yang lokasi penyuluhannya berada di Desa Cipta Mulya Kecamatan Way Tebu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi bagaimana memasarkan produk olahan kambing dan domba di era teknologi digitalisasi 4.0. kepada peternak kambing dan domba. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, dan diskusi tanya jawab. Digestion Technology-Based Marketing Communication Strategy Extension 4.0. DPC Indonesian Sheep-Goat Breeders Association, West Lampung Abstract Goats or often also known as small ruminants, are herbivorous livestock that are very popular among farmers in Indonesia, besides these goats are easy to maintain, these goats can take advantage of waste and agricultural and industrial by-products, are easy to breed, and the market is always available. at any time and does not require relatively high capital for its development. Judging from the aspect of development, goats are very potential when cultivated commercially, this is because goats have several advantages and economic potential, including relatively small bodies, quickly reaching sexual maturity, relatively easy maintenance, does not require large land, relatively small capital investment, easy to market so that business capital rotates quickly. Marketing communication strategy is one way to introduce products to consumers and get a lot of benefits from the business being run. Each marketing communication strategy has its own advantages and disadvantages. Based on the formulation of the problem described, therefore we want to provide counseling in the form of education regarding marketing communication strategies based on digitalization 4.0 technology. for sheep and goat breeders who are included in the Branch Management Board (DPC) of the Indonesian Sheep and Goat Farming Association (HPDKI) West Lampung Regency whose counseling location is in Cipta Mulya Village, Way Tebu District. This activity aims to provide education and information on how to market processed goat and sheep products in the era of digitalization technology 4.0. to goat and sheep breeders. The method used is counseling, and question and answer discussion

    Pelatihan Produksi Video Bahan Ajar Dalam Menjawab Tantangan Pembelajaran Di Era Vuca

    No full text
    Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yang dihadapi peserta didik saat ini perlu dijawab melalui pendidikan yang secara sengaja distruktur untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah kemampuan pendidik dalam memproduksi video sebagai bahan ajar yang tertata, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pelatihan ini berbeda dengan pelatihan tentang tools untuk membuat video pembelajaran yang lebih menekankan pada pengoperasian tools, namun pelatihan ini akan memberikan konsep dasar dalam memproses video pembelajaran. Hal ini penting dilakukan mengingat penguasan tools menjadi tidak berarti jika konsep dasar pemrosesan video tidak dikuasai. Dengan metode ceramah dan diskusi, workshop dan evaluasi terhadap  42 guru yang tergabung dalam MGMP Biologi Jawa Timur secara umum menunjukkan hasil bahwa 1) hasil pelatihan pembuatan video pembelajaran yang dihasilkan oleh peserta, dinilai sangat baik sebesar 29%, dan baik sebanyak 44%. Ini berarti hasil pelatihan sudah dapat dikatakan cukup berhasil. 2) proses pelaksanaan pelatihan dinilai sangat baik dan baik, meskipun ada yang dinilai kurang baik sebesar 5 %.  Teaching Material Video Production Training In Responding To Learning Challenges In The Vuca Era The era of VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) faced by students today needs to be answered through deliberately structured education to make it happen. One of them is the ability of educators to produce videos as ordered teaching materials, taking into account the learning objectives to be achieved. This training is different from training on tools for making learning videos which emphasizes the operation of tools, but this training will provide basic concepts in processing learning videos. It is essential because the mastery of tools becomes meaningless if the basic concepts of video processing are not mastered. With lecture and discussion methods, workshops, and evaluations of 42 teachers who are members of the East Java Biology MGMP, in general, the results show that; 1) the results of the training on making learning videos produced by the participants were rated very good by 29%, and good by 44%. This means that the results of the training can be said to be quite successful. 2) the process of implementing the training is considered very good and good, although some are considered less good by 5%

    Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Untuk Memfasilitasi Publikasi Anggota Mgmp Fisika Kota Surabaya

    No full text
    Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi Birokrasi  Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya,  salah satu persyaratan kenaikan pangkat dan golongan guru adalah membuat karya tulis ilmiah/artikel ilmiah. Disisi lain, mayoritas guru sudah pernah melakukan penelitian Tindakan kelas (PTK) namun hanya sebagian kecil dari mereka yang memiliki pengalaman mengubah laporan PTK-nya menjadi sebuah artikel yang dipublikasikan dalam sebuah jurnal ilmiah. Masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam penulisan artikel ilmiah, khususnya para guru Fisika yang tergabung dalam satuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika Kota Surabaya. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Fisika FMIPA Unesa mengadakan kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk memfasilitasi publikasi anggota MGMP Fisika Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah penyampaian materi, pengadaan contoh dan pendampingan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam pelatihan antara lain penyampaian materi dan pengadaan contoh artikel ilmiah, penulisan draft artikel ilmiah, evaluasi hasil draft artikel ilmiah, pendampingan penulisan artikel ilmiah dan pendampingan submit artikel. Hasil dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai hal-hal penting dalam penulisan artikel ilmiah sebesar 84%. Kegiatan pelatihan juga mendapatkan respon baik dari para peserta yang dapat dilihat dari penilaian tinggi pada angket evaluasi kegiatan. Draft artikel ilmiah dari peserta yang terkumpul mendapatkan nilai rata-rata sebesar 76 dari 100 yang menunjukkan kemampuan peserta sudah cukup baik. Selanjutnya, kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada anggota MGMP Fisika kota Surabaya terutama dalam peningkatan artikel ilmiah baik dalam segi kualitas dan kuantitas Scientific Article Writing Training to Facilitate Publication of MGMP Physics Surabaya Members Based on the Regulation of the Minister of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform Number 16 of 2009 concerning Teacher Functional Positions and Credit Scores, one of the requirements for promotion and class of teachers is to write scientific papers/scientific articles. On the other hand, most teachers have conducted classroom action research (CAR). Still, only a small number of them have experience turning their CAR reports into articles published in a scientific journal. Many teachers still find it challenging to write scientific articles, especially Physics teachers who are members of the Subject Teacher Consultation (MGMP) Physics Surabaya. The Community Service Team (PKM) from the Physics Department of FMIPA Unesa held a scientific article writing training activity to facilitate the publication of Physics MGMP members in Surabaya. The workshop method is material presentation, procuring samples, and mentoring. The stages of training include delivering material and providing examples of scientific articles, writing drafts of scientific articles, evaluating the results of scientific articles manuscript, assisting in writing scientific articles, and assisting in submitting articles. The result of the workshop activities is the increase in participants' understanding of necessary matters in writing scientific articles by 84%. The training activities also received a good response from the participants, which can be seen from the high ratings on the activity evaluation questionnaire. The scientific articles manuscript from the collected participants received an average score of 76 out of 100, which showed that the participants' abilities were quite good. Furthermore, this PKM activity is expected to have a positive impact on members of the Surabaya City Physics MGMP, especially in increasing scientific articles both in terms of quality and quantity

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇