Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pendampingan Kompetensi Penulisan Karya Ilmiah Guru Sebagai Upaya Penguatan Prestasi Guru

    No full text
    Era revolusi industri 4.0 mendorong berkembangnya pengetahuan menjadi lebih pesat. Perkembangan pengetahuan akan berdampak pula pada dunia pendidikan. Guru adalah orang terdepan di pendidikan karena guru adalah orang yang berinteraksi langsung menanamkan kompetensi pada peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada empat guru di SMP Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan bahwa guru memang sering melakukan penelitian- penelitian, tetapi guru mengalami beberapa kendala ketika hasil penelitian tersebut diubah menjadi artikel dan makalah. Kendala guru salah satunya adalah guru kesulitan mengikuti gaya penulisan setiap jurnal yang memiliki gaya penulisan artikel yang berbeda-beda. Guru di sekolah juga perlu banyak motivasi dan dorongan untuk mengikuti kegiatan berupa lomba-lomba karya ilmiah. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepad a guru untuk mendampingi guru dalam membuat karya ilmiah dan publikasi ilmiah. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan dilakukan diskusi, sosialisasi, praktek, dan evaluasi. Hasil yang didapat adalah kegiatan pendampingan kompetensi penulisan karya ilmiah guru menjadi sebuah upaya untuk guru dalam memberikan penguatan pada prestasi. Hal tersebut terbukti dengan dihasilkannya artikel dan makalah Bapak Ibu Guru dari hasil pendampingan ini. Kedepannya mungkin perlu dilakukan pendampingan kompetensi penulisan karya ilmiah untuk siswa. Mentoring Competency in Writing Teacher Scientific Work as an Effort to Strengthen Teacher Achievement The era of the industrial revolution 4.0 encourages the development of knowledge to be more rapid. The development of knowledge will also have an impact on the world of education. The teacher is the foremost person in education because the teacher is the person who interacts directly, instilling competence in students. The results of observations and interviews with four teachers at Muhammadiyah 1 Malang Junior High School show that teachers often do research but experience some problems when the research results are converted into articles and papers. One of the teacher's obstacles is that the teacher has difficulty following the writing style of each journal which has a different style of writing articles. Teachers in schools also need a lot of motivation and encouragement to take part in activities in the form of scientific work competitions. Based on this, it is necessary to carry out community service activities to assist teachers in making scientific works and publications. The method used in achieving these goals is through discussion, socialization, practice, and evaluation. The results obtained are the activities of mentoring the competence of writing teacher scientific papers in an effort for teachers to reinforce achievement. This is proven by the production of articles and papers by Mr. Guru from the results of this mentoring. In the future, it may be necessary to assist in writing scientific papers for students

    Workshop Pembuatan Pelet Ikan Berbasis Black Soldier Fly Larva di PT Kharisma Inti Usaha

    No full text
    Black soldier fly larva merupakan salah satu agen pendegradasi limbah organik. PT KIU merupakan salah satu industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. Salah satu limbah yang dihasilkan adalah solid decanter. Solid decanter dapat menjadi subtract yang tepat untuk black soldier fly larva (BSFL). Selain dapat emngurangi limbah organik, BSFL juga mengahasilkan biomassa dengan kandungan protein yang tinggi. Salah stau produk yang dapat diproduksi dari biomassa BSFL adalah pelet ikan. Produksi pelet ikan dirasa mampu mendukung sirkular ekonomi di PT KIU. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karywanan di PT KIU dalam mengelola pelet ikan berbasis BSFL. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karwayan PT KIU. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis permasalahan, perumusan masalah, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Pada proses pelaksanaan di lakukan kegiatan workshop dan pelatihan pembuatan pelet berbasis BSFL. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan karyawan PT KIU di bidang pemanfaatan BSFL sebagai pelet. Disamping itu juga dilakukan pembuatan scenario peningkatan pendapatan. Diestimasikan terdapat penambahan pendapatan sekitar 318.260 per bulan, atau sekitar Rp. 3.819.120/tahun untuk setiap pekerja dalam  kelompok yang terdiri dari 10 pekerja. Black Soldier Fly Larva Based Fish Pellet Making Workshop at PT Kharisma Inti Usaha Black soldier fly larva was one of the organic waste degrading agents. PT KIU was one of the palm oil plantation and processing industries. One of the wastes generated was a solid decanter. Solid decanters can be used as the substrate of black soldier fly larvae (BSFL). Besides BSFL reduced organic waste, BSFL also produces biomass with high protein content. One of the products that can be produced from BSFL biomass is fish pellets. The production of fish pellets could support the circular economy at PT KIU. The goal of this program was to increase the knowledge and skills of employees at PT KIU in managing BSFL-based fish pellets. In addition, this activity also aimed to improve the welfare of PT KIU employees. Activities are carried out through several stages: problem analysis, problem-solving, implementation, mentoring, and evaluation.  Workshops and training about how to make pellet was the main process. The results show that the knowledge and skills of PT KIU employees about the pellets production process are incresing. Besides that, a scenario for increasing revenue is also carried out. It is estimated that there will be an additional income of around 318,260 per month, or around Rp. 3,819,120/year for each worker in a group of 10 worker

    Pelatihan Digital Marketing Produk UMKM Dengan Mengoptimalkan Media Sosial Dan Adsense di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo

    No full text
    Kota Ponorogo, yang terletak di Jawa Timur, memiliki populasi hampir mencapai 1 juta jiwa, menciptakan potensi yang besar untuk pengembangan produk UMKM. Namun, meskipun demikian, produk-produk UMKM di Ponorogo belum sepenuhnya terserap dengan baik di pasar. Data dari pemerintah daerah Ponorogo menunjukkan bahwa hanya sekitar 5,5% dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mampu berkembang. Salah satu contoh nyata dapat ditemukan di Desa Duri, yang terletak di kecamatan Slahung Ponorogo, dimana mayoritas penduduknya berprofesi atau bergerak dalam sektor UMKM. Hasil wawancara di Desa Duri menunjukkan bahwa pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam mempromosikan produk mereka, yang kemudian berdampak pada penurunan pendapatan mereka. Kurangnya pengetahuan teknologi juga menjadi hambatan, terutama dalam menjual produk melalui platform marketplace. Untuk meningkatkan taraf UMKM di Desa Duri, kami, sebagai tim pengabdi, berupaya untuk memberikan pelatihan guna meningkatkan kualitas produk UMKM tersebut. Salah satu cara yang kami terapkan adalah dengan memberikan pelatihan dalam pengoptimalan Digital Marketing. Penggunaan Digital Marketing diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dengan meningkatkan penjualan produk UMKM dan pada gilirannya, dapat menjadi pendorong ekonomi masyarakat Ponorogo, khususnya di Desa Duri, Slahung Ponorogo. Digital Marketing Training for MSME Products by Optimizing Social Media and Adsense in Slahung District, Ponorogo Regency The city of Ponorogo, which is located in East Java, has a population of almost 1 million people, creating great potential for developing MSME products. However, despite this, MSME products in Ponorogo have not been fully absorbed in the market. Data from the Ponorogo regional government shows that only around 5.5% of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are able to develop. One concrete example can be found in Duri Village, which is located in the Slahung sub-district, Ponorogo, where the majority of the population work or are engaged in the MSME sector. The results of interviews in Duri Village show that MSMEs face difficulties in promoting their products, which then results in a decrease in their income. Lack of technological knowledge is also an obstacle, especially in selling products through marketplace platforms. To improve the level of MSMEs in Duri Village, we, as a service team, are trying to provide training to improve the quality of these MSME products. One way that we implement is by providing training in Digital Marketing optimization. It is hoped that the use of Digital Marketing can provide great benefits by increasing sales of MSME products and, in turn, can become an economic driver for the people of Ponorogo, especially in Duri Village, Slahung Ponorogo..

    Pelatihan Bioteknologi dan Aplikasinya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Erenos

    No full text
    Sekolah Menegah Atas (SMA) Erenos memiliki visi yaitu membangun manusia seutuhnya dengan fokus pada Kristus sehingga menghasilkan lulusan yang beriman, berilmu dan memiliki karakter Kristiani serta mendatangkan damai sejahtera bagi diri sendiri dan sesama manusia. Salah satu misi dari SMA Erenos yaitu menumbuh kembangkan budaya ingin tahu, gemar belajar, menganalisis, kerja keras, melakukan percobaan dan kreatif. Permasalahan yang muncul adalah SMA Erenos ingin Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Erenos bertujuan agar para siswa mampu menjelaskan konsep dasar bioteknologi dengan benar dikaitkan dengan peran manusia sebagai mahkota ciptaan Allah serta memahami contoh penerapan bioteknologi dalam bidang pangan/pertanian dan lingkungan dengan tepat. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah secara online dengan menggunakan aplikasi zoom. Hasil kegiatan PkM menunjukkan bahwa 86.34% siswa dapat memahami dengan mudah konsep dasar Bioteknologi, 81.95% mengatakan bahwa contoh atau aplikasi dari penerapan Bioteknologi juga disampaikan dengan baik oleh narasumber. Dari segi keterkaitan ilmu, 71.95% mengatakan bahwa penyampaian keterkaitan Bioteknologi, Genetika, dan Mikrobiologi tersampaikan dengan jelas. Kemudian 84,88% siswa mengatakan bahwa mereka mendapatkan pengetahuan baru terkait teknologi dari materi yang dipaparkan, dan 80% siswa semakin memahami mengenai peran manusia sebagai mahkota ciptaan dalam menjalankan mandat budaya, secara khusus pada bidang Bioteknologi. Training About Biotechnology and Its Applications in the Erenos Middle High School Erenos High School (SMA) has a vision that is to build a complete human being with a focus on Christ so as to produce graduates who are faithful, knowledgeable, and have Christian character and bring peace to themselves and fellow human beings. One of the missions of SMA Erenos is to cultivate a culture of curiosity, love of learning, analysis, hard work, experimentation, and creativity. The problem that arises is that Erenos High School wants to foster a culture of curiosity and love for learning for high school students. Erenos High School wants to realize learning that can open up students’ insight in depth to overcome the lack of connection between the topics discussed in class and their connection with the latest scientific developments, especially regarding biotechnology. Community Service at Erenos High School aims to enable students to be able to properly explain the basic concepts of biotechnology related to the role of humans as the crown of God’s creation and to understand examples of the application of biotechnology in the field of food/agriculture and the environment correctly. This activity is carried out by means of lectures online using the zoom app followed by a question and answer session. The activity was held on Monday, December 6, 2021, at 08:00-09.00 WIB with a total of 47 participants. The results of the PkM activity showed that 86.34% of students could easily understand the basic concepts of Biotechnology, and 81.95% said that examples or applications of the application of Biotechnology were also delivered well by the speakers. In terms of the relevance of science, 71.95% said that the delivery of the linkage of Biotechnology, Genetics, and Microbiology was conveyed clearly. Then 84.88% of students said that they got new knowledge related to technology from the material presented, and 80% of students increasingly understood the role of humans as the crown of creation in carrying out cultural mandates, specifically in the field of Biotechnology.    

    Budidaya Lele Mutiara (Mutu Tinggi Tiada Tara) berbasis Shipon Termodifikasi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat

    No full text
    Permasalahan yang dijumpai di mitra yaitu modal usaha KWT, pengalaman budidaya lele Mutiara, pemeliharaan lele Mutiara, pengelolaan limbah ikan, penyakit ikan, pengobatan penyakit ikan, pemasaran dan pengolahan pasca panen. Solusi yang ditawarkan berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang terdapat di mitra yaitu melalui budidaya ikan lele Mutiara dengan metode Shipon termodifikasi. Metode Siphon sangat bermanfaat untuk mengurangi endapan ammonia di dasar kolam lele yang bersumber dari kotoran ikan dan sisa pakan. Kadar ammonia dalam air akan sangat menentukan kesehatan ikan, jika dapat diturunkan maka kualitas air juga akan lebih sehat untuk ikan lele. Tujuan dari PkM yaitu meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga masyarakat khususnya KWT Mekar Jannah dan  pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan yang produktif. Tahapan kegiatan PkM dibagi menjadi empat yaitu persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan pemasaran. Teknik pengumpulan data yaitu melalui kuesioner dengan instrumen berupa angket. Jumlah responden yaitu 30 anggota KWT Mekar Jannah. Hasil pengukuran keberdayaan yaitu  warga sasaran memberikan penilaian sangat baik pada semua aspek meliputi: kejelasan perolehan transfer teknologi (93%), keunggulan metode shipon dibanding metode konvensional (91,67%), peningkatan pengetahuan mitra (92,50%), peningkatan kemampuan mitra (80,83%), manfaat yang diperoleh (89,17%), komitmen peserta (96,67%), transfer keterampilan (95,83%), meningkatkan pendapatan warga (95,83%). Berdasarkan hasil angket tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PkM telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, dan warga sasaran memiliki komitmen terkait keberlanjutan program. Modified Shipon-based Pearl Catfish Cultivation as an Effort to Improve Community Economy Abstract The problems partners encounter are KWT business capital, the experience of pearl catfish cultivation, maintenance of pearl catfish, fish waste management, fish diseases, treatment of fish diseases, marketing, and post-harvest processing. The solution offered is based on analyzing the situation and problems found in partners, namely through Pearl catfish cultivation with the modified Shipon method. The Siphon method is beneficial for reducing ammonia deposits at the bottom of catfish ponds sourced from fish waste and leftover feed. Ammonia levels in the water will significantly determine the health of fish, and if they can be lower, the water quality will also be healthier for catfish. The purpose of the PkM is to improve food security and the community's economy, especially KWT Mekar Jannah, and limit land use for productive activities. The stages of PkM activities are divided into preparation, implementation, maintenance, and marketing. The data collection technique is through a questionnaire with an instrument in the form of a questionnaire. The number of respondents is 30 members of the Mekar Jannah KWT. The results of the empowerment measurement are that the target citizens gave an excellent assessment on all aspects, including clarity of technology transfer acquisition (93%), the superiority of the Shipon method compared to conventional methods (91.67%), increased partner knowledge (92.50%), increased partner capabilities (80.83%), the benefits obtained (89.17%), the commitment of the participants (96.67%), the transfer of skills (95.83%), increasing the income of the residents (95.83%). The questionnaire results show that PkM activities have achieved the predetermined success indicators, and the target residents are committed to the program's sustainability

    Coaching Teknologi Manajemen Pemasaran Tepat Guna Pada Industri Kecil Kerupuk Kelompok Persaudaraan Perempuan Pengolah Hasil Perikanan (P3HP)

    No full text
    Tujuan dari coaching teknologi manajemen pemasaran tepat guna pada pengelola industry kecil kerupuk kelompok Persaudaraan Perempuan Pengolah Hasil Perikanan (P3HP) yaitu: 1) Bersaing dalam penjualan Online E-Commerce berbasis Sistem Android, 2) Meningkatkan SDM dalam menghitung dan pencatatan sesuai Standard SAK EMKM Indonesia terbaru dengan menggunakan metode penghitungan dan pencatatan berbasis sistem android. 3) Mengoperasikan Alat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat meningkatkan volume produksi dan meningkatkan kualitas produk yang telah dihasilkan Mitra dapat membuat rencana bisnis untuk Tahun 2023 sesuai dengan target – target yang diharapkan. Hasil dalam penelitian ini masyarakat kelompok Persaudaraan Perempuan Pengolah Hasil Perikanan (P3HP) mampu bersaing dalam penjualan Online E-Commerce berbasis sitem android, SDM dalam menghitung dan pencacatan telah sesuai SAK EMKM. Mampu mengoprasikan alat produksi sesuai kebutuhan untuk meningkatkan volume. Adanya keterbatasan dalam penelitian ini maka di rekomendasikan untuk kegiatan pengabdian yang akan melakukan kegiatan pengabdian lebih lanjut di Desa Pangkah Kulon Ujung Pangkah Kabupaten Gresik agar melakukan promosi tempat pembuatan krupuk hasil olahan ikan, dengan adanya promosi tersebut maka akan menarik minat pengunjung untuk membeli produk krupuk tersebut sehingga akan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Coaching on Appropriate Marketing Management Technology in the Cracker Small Industry, Fishery Product Processing Women's Fraternity Group (P3HP) The objectives of coaching appropriate marketing management technology for small cracker industry managers in the Fisheries Product Processing Women's Group (P3HP), namely: 1) Compete in Android System-based E-Commerce Online sales, 2) Improve human resources in calculating and recording according to Indonesian EMKM SAK Standards the latest by using the method of counting and recording based on the Android system. 3) Operate tools according to needs so as to increase production volume and improve the quality of products that have been produced. Partners can make a business plan for 2023 in accordance with the expected targets. The results in this study were that the community of the Fisheries Product Processing Women's Fraternity (P3HP) were able to compete in online e-commerce sales based on the Android system, human resources in calculating and recording were in accordance with SAK EMKM. Able to operate production equipment as needed to increase volume. There are limitations in this study, it is recommended for community service activities that will carry out further community service activities in Pangkah Kulon Ujung Pangkah Village, Gresik Regency to carry out promotions for places where processed fish crackers are made, with this promotion it will attract visitors to buy these cracker products so that it will be increasingly recognized by the people of Indonesia and abroa

    Pengabdian pada Masyarakat: Trainer Board Mikrokontroler Berbasis Arduino sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 2 Pamekasan

    No full text
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah instansi pendidikan formal yang bertujuan untuk dapat mencetak siswa sebagai sumberdaya yang dapat bersaing di dalam bidang keahlian tertentu. Diharapkan dengan adanya SMK dapat mencetak sumberdaya manusia yang siap memasuki dunia kerja atau dunia industri bahkan dunia usaha yang produktif dan dapat menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Dengan adanya harapan dan tujuan tersebut diharapkan SMK di Indonesia dapat membekali para siswanya untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan jurusan masing-masing sesuai kebutuhan industri. Untuk menumbuhkan serta meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa di SMK, dibutuhkan kegiatan pembelajaran yang optimal. Sebagai sekolah kejuruan, SMK diharapkan memiliki media-media pembelajaran yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensi siswa. Sebagai contoh, untuk mencetak sumberdaya yang dapat bersaing di dunia teknologi elektronik, robotika dan otomasi, diharapkan setiap sekolah memiliki media pembelajaran yang lengkap dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Salah satu contoh media pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran di bidang elektronik, robotika dan otomasi adalah trainer mikrokontroler berbasis Arduino. Media ini diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan kompetensi serta kemampuan berbpikir kritis siswa dalam dunia industri. Melalui pengabdian masyarakat ini telah dibuat 6 unit trainer mikrokontroler berbasis Arduino sebagai media pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran di Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 2 Pamekasan. Community Service: Arduino Based Microcontroller Trainer Board as Learning Media in Department of Electronics Engineering State Vocational High School 2 Pamekasan Vocational High School (SMK) is a formal educational institution that aims to produce students as resources who can compete in certain areas of expertise. It is hoped that the existence of Vocational High Schools can produce human resources who are ready to enter the world of work or the industrial world and even the productive business world and can answer the challenges of the Industrial Revolution 4.0. With these hopes and objectives, it is hoped that Vocational Schools in Indonesia can equip their students to have competencies that are in accordance with their respective majors according to industry needs. To grow and improve the competencies possessed by students in SMK, optimal learning activities are needed. As a vocational school, SMK is expected to have complete learning media to meet learning needs in developing and improving student competencies. For example, to print resources that can compete in the world of electronic technology, robotics and automation, it is hoped that every school has complete learning media to support learning activities. One example of learning media to support learning activities in the fields of electronics, robotics and automation is an Arduino-based microcontroller trainer. This media is expected to improve and develop students' competence and critical thinking skills in the industrial world. Through this community service, 6 Arduino-based microcontroller trainer units have been created as learning media to support learning activities in the Department of Electronics Engineering at SMK Negeri 2 Pamekasan

    Pelatihan Mengolah Limbah Kayu Menjadi Produk Kerajinan Di Bukit Selabu Kabupaten Musi Banyuasin Menuju Industri Kreatif

    No full text
    Kerajinan merupakan kegiatan kreatif yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan dalam menciptakan suatu karya yang memiliki nilai fungsi dan estetis. Dalam perkembangannya saat ini, kerajinan bisa dijadikan salah satu alternatif usaha yang cukup menjanjikan karena tidak membutuhkan modal yang besar, cukup dengan mengolah dan mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan kita sudah mampu menjalankan jenis usaha ini. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan rangsangan atau stimulus kepada warga Desa Bukit Selabu Kecamatan Batang hari Leko sebagai mitra utama untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam memproduksi produk kerajinan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, banyak sekali sisa-sisa kayu yang tidak digunakan lagi, kemudian dibuang dan dibakar. Sisa atau limbah kayu yang sudah diolah tersebut belum bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal menjadi produk-produk kreatif berupa kerajinan. Temuan ini tentu menjadi pokok permasalahan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan. Maka dari itu, diperlukan suatu upaya untuk mengembangkan kreatifitas dan keterampilan warga melalui kegiatan pelatihan mengolah limbah kayu menjadi produk kerajinan berupa loster rumah, gantungan kunci, asbak, pot bunga hias, gagang golok, stand handphone (HP) yang memiliki nilai estetis dan nilai jual. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah transfer of knowledge melalui workshop dan sosialisasi. Capaian target yang telah dirumuskan oleh tim pengabdian sudah terlihat dari keseluruhan proses kegiatan pelatihan, hal ini ditandai dengan produk-produk kerajinan yang dihasilkan oleh peserta selama kegiatan pelatihan. Total dari 10 peserta pelatihan, 8 di antaranya sudah bisa membuat dan mengembangkan produk kerajinan yang memiliki nilai fungsi dan estetis.   Training on Processing Wood Waste into Handicraft Products in Bukit Selabu, Musi Banyuasin Regency Towards Creative Industries Craft is a creative activity that requires the ability and skill to create a work that has functional and aesthetic values. In its current development, handicrafts can be used as an adequate alternative because they do not require large capital, it is enough to optimize and optimize the natural resources available in our environment to be able to run this type of business. This activity aims to provide stimulation or stimulus to the residents of Bukit Selabu Village, Batang Hari Leko District as the main partner to develop skills and knowledge in producing handicraft products. Based on the observations that have been made, there are a lot of wood remnants that are no longer used, then thrown away and burned. The remaining or processed wood waste cannot be utilized and developed optimally into creative products in the form of crafts. This finding is certainly the main problem of the implementation of the service activities carried out. Therefore, an effort is needed to develop the creativity and skills of residents through training to process wood waste from handicraft products in the form of house losers, key chains, ashtrays, decorative flower pots, machete handles, cellphone stands that have aesthetic value and selling value. The method used in this training activity is the transfer of knowledge through workshops and socialization. The target achievement that has been stated by the service team has been seen from the entire training process, this is indicated by the handicraft products produced by the participants during the activity. A total of 10 trainees, 8 of whom have been able to make and develop handicraft products that have functional and aesthetic values

    Pelatiahan Musik Tradisional Gendang Beleq Bagi Siswa Kelas VII di SMPN 1 Batu Layar Kabupaten Lombok Barat

    No full text
    Gendang Beleq banyak berkembang dan dikenal di Pulau Lombok. Bentuk kesenian ini merupakan hasil kolaborasi antara alat musik gendang beleq dengan alat musik ritmis dan melodis yang terbuat dari kuningan. Pertunjukan gendang beleq di Pulau Lombok Kususnya di SMPN 1 Batu Layar Lombok Barat menyajikan gending- gending tradisional Pulau Lombok yang disajikan dengan alat musik gamelan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara memainkan alat musik tradisional Suku Sasak di Pulau Lombok Khususnya siswa kelas VII di SMPN 1 Batu Layar Lombok Barat. Mitra ddalam kegitan ini adalah SMP Negeri 1 Batu layer. Langkah-langkah pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evalusi. Adapun hasil kegitan pengabdian secara umum dapat dinyatakan terlaksana dengan baik. Ini terlihat dari indikator respon peserta yakni nilai rata-rata repon sebelum pembelajaran mencapai 40% sedangkan setelah kegitan pelatihan mencapai 93 % dengan rata-rata peningkatan 53%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan musk tradisional dapat dinyatakan berhasil. Keberhasialn kegitan ini tidak terlevas dari rasa ingin tahu dan motivasi peserta selama kegiatan pelatihan. kegiatan-kegitan pengenalan dan pelatihan penting untuk digalakkan karena menjad bagian melestarkan budaya. Gendang Beleq Traditional Music Training for the SMPN 1 Batu Layar, West Lombok Regency The Beleq drum has developed and is well known on the island of Lombok. This art form is the result of a collaboration between the beleq drum and rhythmic and melodic musical instruments made of brass. Beleq gendang performances on Lombok Island. Especially at SMPN 1 Batu Layar, West Lombok, present traditional Lombok Island songs which are presented with gamelan instruments. The purpose of this service is to provide knowledge on how to play traditional musical instruments of the Sasak tribe on Lombok Island, especially for class VII students at SMPN 1 Batu Layar, West Lombok. The partner in this activity is SMP Negeri 1 Batulayer. Implementation steps include preparation, implementation, evaluation. As for the results of community service activities in general, it can be stated that it has been carried out well. This can be seen from the participant response indicators, namely the average response value before learning reached 40%, while after the training activities it reached 93% with an average increase of 53%. This shows that traditional musk training activities can be declared successful. The success of this activity is inseparable from the curiosity and motivation of the participants during the training activities. Introduction activities and training are important to be encouraged because they are part of preserving culture

    Workshop dan Bimbingan Teknis Penyusunan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal pada Guru IPA Biologi Sekolah Menengah Se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    No full text
    Pembelajaran kontekstual sangat diharapkan pada perkembangan Pendidikan di abad 21 ini, dimana menuntut guru untuk lebih kreatif dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, diantaranya bahan ajar. Pemanfaatan bahan ajar yang berbasis lingkungan terutama pada pembelajaran biologi, erat kaitanya dengan lingkungan, dimana ini dapat dijadikan sebagai objek pendukung pembelajaran yang dilakukan, dengan tujuan agar pemahaman dan pengetahuan tentang materi pembelajaran dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti siswa. Peningkatan keterampilan guru sebagar tenaga pendidik harus selalu ditingkatkan, salah satunya dengan mengikuti berbagai pelatihan dan workshop tentang perangkat pembelajaran, salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan dengan tema “Workshop dan Bimbingan Teknis Penyusunan Bahan Ajar Biologi Berbasis Potensi Lokal pada Guru IPA-Biologi Sekolah Menengah Se-Kabupaten  Hulu Sungai Tengah (HST). Penulisan ini dilakukan dengan metode deskripsi yaitu hasil validasi terhadap bahan ajar yang disusun oleh peserta kegiatan meliputi validasi oleh pakar, yaitu Narasumber pada PK mini. Hasil yang didapatkan pada kegiatan PKM yang dilaksanakan yaitu mengukur validasi terhadap bahan ajar yang disusun guru-guru IPA-Biologi Sekolah Menengah se-kabupaten HST. Adapun yang di ukur meliputi beberapa aspek; beberapa kelayakan yaitu Isi, Bahasa, Penyajian dan Navigasi. Setelah dilakukan penilaian terhadap bahan ajar didapatkan data rata-rata aspek sebagai berikut: untuk aspek isi nilai sebesai 71,7 (valid); kelayakan Bahasa sebesar 78,7 (valid); kelayakan penyajian sebesar 75,6 (valid) dan kelayakan navigasi sebesar 82,0 (sangat valid). Secara garis besar untuk persentasi  peserta yang menyusun bahan ajar dapat diketahui dalam penyusunan bahan ajar bahwa 17% (sangat valid) dan 83% (valid) sehingga dapat dilanjutkan untuk digunakan pada prosespembelajaran di kelas. Dengan demikian bahan ajar yang disusun guru-guru IPA-Biologi pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berbasis potensi lokal, dapat diketaui bahwa sudah menghasilkan bahan ajar yang valid, dimana sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan, baik sistematik, isi, kebahasaan dan pengaturan letak atau desain sudah memenuhi syarat sebagai bahan ajar yang ditentukan sesuai aturan. Validation of Teaching Materials Based on Local Potential of Middle School Teachers in HST District in Community Service Activities Contextual learning is highly expected in the development of education in the 21st century, which requires teachers to be more creative in developing learning tools, including teaching materials. The use of environmental-based teaching materials, especially in biology learning, is closely related to the environment, where this can be used as an object to support learning carried out, with the aim that understanding and knowledge of learning materials can be easily understood and understood by students. Improving the skills of teachers as educators must always be improved, one of which is by participating in various trainings and workshops on learning tools, one of which is through Community Service (PKM) activities carried out with the theme "Workshops and Technical Guidance on Preparation of Biology Teaching Materials Based on Local Potential for Teachers. Science-Biology Middle Schools in Hulu Sungai Tengah (HST). This writing was carried out using the description method, namely the validation results of teaching materials compiled by activity participants including validation by experts, namely resource persons on mini PK. The results obtained in the PKM activities carried out were measuring the validation of teaching materials prepared by Middle School Science-Biology teachers throughout the HST district. As for what is measured includes several aspects; several eligibility, namely Content, Language, Presentation and Navigation. After an assessment of the teaching materials, the average data for the aspects are obtained as follows: for the content aspect the score is 71.7 (valid); Language eligibility is 78.7 (valid); presentation feasibility is 75.6 (valid) and navigation feasibility is 82.0 (very valid), based on Pratiwi (2015). In general, the percentage of participants who compose teaching materials can be seen in the preparation of teaching materials that 17% (very valid) and 83% (valid). Thus, the teaching materials prepared by Biology-Science teachers in Community Service (PKM) activities based on local potential, it can be seen that they have produced valid teaching materials, which have met the established criteria, both systematic, content, linguistic and regulatory. the location or design has met the requirements as teaching materials determined according to the rules.

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇