Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Pemberian Vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan Pemasangan Ear Tag Kolaborasi bersama UPT Peternakan dan Pertanian Praya Tengah
Wilayah Desa Dakung terletak di tengah-tengah pulau Lombok, tepatnya di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Dakung merupakan daerah yang terletak pada dataran yang cukup tinggi, secara wilayah desa dakung berada di kecamatan Praya Tengah, dimana wilayah kecamatan Praya Tengah terdiri atas 9 desa, dan salah satu diantaranya desa Dakung. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini sedang banyak melanda ternak di Indonesia, penyakit PMK disebabkan oleh infeksi dari virus yang dapat terjadi karena adanya kontaminasi virus pada petugas, kendaraan, pakan ternak dan produk ternak berupa susu, daging, jeroan, tulang, darah, semen, embrio dan feses dari hewan sakit. Permasalalahan yang kedua adalah soal pemahaman masyarakat di Desa Dakung tentang perawatan hewan ternak masih kurang, terutama dalam kondisi penyebaran virius PMK yang sedang marak terjadi di Indonesia dan khususnya di desa Dakung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat peternak sapi di Desa Dakung Kecamaan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.akan pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak terhadap insfeksi virus PMK dan upaya pencegahannya serta pemberian eartag pada sapi untuk mempermudah pendataan kesehatan hewan ternak. Dalam pengabdian masyarakat di Desa Dakung ini diperoleh hasil pengetahuan masyarakat meningkat tentang cara menjaga kebersihan kandang sapi miliknya sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi virus PMK, masyarakat dapat memahami tentang pentingnya memberikan vaksinasi PMK sebagai upaya memberikan kekebalan ternak sapi terhadap infeksi virus PMK dan masyarakat mengetahui pentingnya pemberian tanda pengenal “Eartag” pada sapi untuk mempermudah mengontrol pertumbuhan dan kesehatan ternak sapinya.
Collaboration of UPT Farming and Praya Tengah Agricultural Departement on Dissemination of Foot and Mouth Disease Vaccination and Ear Tagging Event
The Dakung Village area is located in the middle of the island of Lombok, to be precise in Praya Tengah District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Dakung Village is an area located on a fairly high plateau, regionally the Dakung village is in the Praya Tengah sub-district, where the Praya Tengah sub-district consists of 9 villages, and one of them is the Dakung village. Foot and Mouth Disease (FMD) is currently affecting livestock in Indonesia, FMD is caused by infection from a virus which can occur due to virus contamination in workers, vehicles, animal feed and livestock products in the form of milk, meat, offal, bone, blood, semen, embryos and faeces from sick animals. The second problem is the lack of understanding of the people in Dakung Village about caring for livestock, especially in the context of the spread of the FMD virus which is currently rife in Indonesia and especially in Dakung Village. This community service aims to provide awareness and knowledge to the cattle farming community in Dakung Village, Praya Tengah Subdistrict, Central Lombok Regency, about the importance of maintaining livestock health against FMD virus infection and prevention efforts as well as giving eartags to cattle to facilitate livestock health data collection. Community servicethat been held in Dakung Village, show that there was an increasing towards cow”s stall hygiene, as one of the mouth and food disease protection. Community also more aware to FMD vaccination as an effort to reach immunization towards FMD infection. This program also spreading the information about ear tag as a control tools towards cattle development and healt
Pemanfaatan Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Edukatif pada Siswa Sekolah Dasar
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk mengetahui pemanfaatan olahraga tradisional sebagai media pembelajaran edukatif pada siswa sekolah dasar. Siswa sekolah dasar mempunyai banyak kendala di era modern ini banyak siswa yang sudah tidak paham dengan olahraga tradisional bagaimana bentuk dan cara pelaksanaannya, jadi tim pengabdian memanfaatkan olahraga tersebut sebagai media untuk pembelajaran edukatif, dengan menggunakan alat-alat permainan bersifat tradisional, sehingga akan menimbulkan kegembiraan dan jiwa sosial anak, meningkatkan kemampuan motorik, menjalin kekompakan, mengasah mental dan yang paling utama meningkatkan kondisi fisik, sehingga dapat mencapai kebugaran jasmani siswa untuk terus semangat dalam belajar dan beraktivitas. The process of implementing community service activities uses socialization and demonstration methods which are directly directed by the service team explaining and exemplifying one by one the easy games, namely terompah panjang and lari balok, as well as difficult games, namely egrang for the use of traditional sports in learning through traditional games, as well procedures for the rules of the game or its implementation. Setelah siswa paham dengan teknik yang akan dipraktikkan tim peneliti membagi beberapa kelompok dari siswa yaitu kelompok yang mempraktikkan terompah panjang, egrang maupun lari balok. kegiatan yang dilaksanakan siswa akan lebih paham tentang olahraga tradisional dan akan meningkatkan kekompakkan, keseimbangan, kelincahan, kecepatan dan koordinasi. Kemudian siswa dapat langsung mempraktikkan secara mandiri dan di awasi oleh tim pengabdian. Tahap evaluasi yaitu mengadakan perlombaan yang diikuti oleh beberapa kelompok siswa yang dilakukan dengan penuh kegembiraan, dan tim yang menang akan mendapatkan hadiah atau bingkisan dari tim pengabdian. Berdasarkan hasil pengabdian siswa sangat antusias dalam pelaksanaan olahraga tradisional.
Utilization of Traditional Games as Educative Learning Media for Elementary School Students
The aims of community service is to find out the use of traditional games as an educational learning medium for elementary school students. Elementary school students have many obstacles in this modern era, many students are no longer familiar with traditional sports how they are formed and implemented, so the service team uses the sport as a medium for educational learning, using traditional game tools, so that it will cause joy and social spirit of children, improve motor skills, establish cohesion, hone mentally and most importantly improve the condition physical, so as to achieve physical fitness of students to continue to be enthusiastic in learning and activities. The process of implementing service activities uses socialization and demonstration methods which are directly directed by the service team to explain and exemplify one by one for the use of traditional sports in learning terompah panjang, egrang and lari balok, as well as procedures for game rules or implementation. After the students understood the techniques to be practiced, the research team divided several groups of students, namely the group that practiced terompah, egrang and block running. The activities carried out by students will understand more about traditional sports and will create cohesiveness, balance, agility, speed and improve coordination and. Then students can directly practice independently and be supervised by the service team. The evaluation stage is to hold a competition that is attended by several groups of students which is carried out with happines and the winner team in the competition the service team provides gifts to the participants as prizes from winning. Based on the results of the service, students are very enthusiastic in implementing traditional sports
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Literasi melalui Pendampingan Lesson Study di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terintegrasi dengan literasi dapat dikembangkan di sekolah melalui implementasi program lesson study. Namun, hal ini belum berjalan di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu Jawa Timur. Pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan penguatan pendidikan karakter berbasis literasi melalui lesson study di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu.. Metode pelaksanaan pengabdian terdiri dari 2 kegiatan yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan Pendampingan lesson study. Teknis pelaksanaan FGD adalah: a. Membentuk Tim FGD (Moderator, Asisten Moderator/Co-fasilitator, Pencatat Proses/Notulen, Penghubung Peserta, Logistik dan Dokumentasi. b. Pelaksanaan FGD secara daring menggunakan Zoom meet, selama 2 jam. Peserta kegiatan adalah semua guru SMP Muhammadiyah 02 Batu yang berjumlah 16 orang dan Kepala Sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah dilaksanakan kegiatan FGD dengan baik, dan pendampingan lesson study sebanyak tiga siklus. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendampingan dengan model Lesson study dalam pengembangan PPK berbasis literasi di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu telah dilaksanakan dengan lancar (sesuai target yang telah ditetapkan). Adapun rekomendasi yang dapat diberikan adalah sebaiknya kegiatan lesson study terus dilanjutkan dan dijadikan sebagai program unggulan sekolah. Untuk meningkatkan keberhasilan program, maka kerjasama dalam bentuk pendampingan yang berkesinambungan dengan perguruan tinggi perlu dilaksanakan.
Strengthening Literacy-Based Character Education through Lesson Study Assistance at SMP Muhammadiyah 02 Batu City
Strengthening Character Education integrated with literacy can be developed in schools through the implementation of lesson study programs. However, this has not yet been implemented at SMP Muhammadiyah 02 Batu City, East Java. Therefore, this service aims to implement a mentoring model through lesson study in developing literacy-based character education strengthening at Muhammadiyah 02 SMP, Batu City. The method of implementing this service consists of 2 major activities, namely Focus Group Discussion (FGD) and Lesson Study Assistance. The technical implementation of the FGD is a. Forming an FGD Team (Moderator, Assistant Moderator/Co-facilitator, Process Recorder/Minutes, Participant Liaison, Logistics, and Documentation. b. Implementation of the online FGD using Zoom meeting, for 2 hours. Participants in the activity are all teachers of SMP Muhammadiyah 02 Batu, totaling 16 people and the principal. Good practice Lesson study is carried out by science teachers, and good practice is the implementation of PPK learning based on science teacher literacy. The results of the activity show that FGD activities have been carried out well, and lesson study assistance is in three cycles. Thus, it can be concluded that mentoring with the Lesson study model in the development of literacy-based KDP at SMP Muhammadiyah 02 Batu City has been carried out smoothly (according to the set targets). The recommendations that can be given are that lesson study activities should be continued and made as to the school's flagship program. will have an impact on improving the quality of lessons implemented. To increase the success of the program, collaboration in the form of continuous mentoring with universities needs to be implemented.
Edukasi Covid-19 terhadap Orang Dengan HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung dalam Rangka peringatan Hari AIDS Sedunia
Covid-19 saat ini tengah melanda di seluruh dunia. Dengan adanya kasus Covid-19 ini seakan berita mengenai kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) tenggelam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Tulungagung dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia terkait dengan bahaya Covid-19. Pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi ODHA di Tulungagung. Sasaran edukasi ini adalah sejumlah 32 peserta. Tahapan yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini terbagi dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pre dan post test. Hasil menunjukkan bahwa peserta yang telah menerima edukasi ada peningkatan pengetahuan mengenai covid-19 terhadap orang dengan HIV/AIDS. Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini memberikan pengetahuan mengenai Covid-19 dan pemahaman masyarakat tentang status kesehatan yang baik. Kegiatan sosialisasi ini memberikan efek positif kepada ODHA di masa pandemi Covid-19 ini.
Covid-19 Education for People With HIV/AIDS in Tulungagung Regency in Commemoration of World AIDS Day
Covid-19 is currently sweeping across the world. With the Covid-19 case, it seems as if the news about the Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) case has sunk. This activity aims to educate People Living with HIV/AIDS (PLWHA) in Tulungagung Regency in commemoration of World AIDS Day related to the dangers of Covid-19. This community service is intended for PLWHA in Tulungagung. The target of this education is a total of 32 participants. The stages applied in the implementation of this service are divided into preparation, implementation, and evaluation. The method of data collection is done by pre and post-test. The results show that participants who have received education have increased knowledge about COVID-19 for people with HIV/AIDS. These educational and outreach activities provide knowledge about Covid-19 and public understanding will provide good health status. This socialization activity has a positive effect on PLWHA during the Covid-19 pandemi
Science and Technology Transmission for Society: Training on Development of Learning Tools for Teachers to Train Students' Critical Thinking Skills
The Science and Technology Transmission for Society (STTS) activity is a community service activity that aims to improve the ability of Madrasah Aliyah teachers in developing learning tools (RPP) and teaching materials (textbooks and worksheets) to train students' critical thinking skills. Partners in this activity, namely the Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sengkol and Madrasah Aliyah (MA) NW Remajun teacher groups. Both schools are located in Central Lombok district, NTB. Members of the partner groups in both schools consisted of teachers of Mathematics and Natural Sciences (Physics and Chemistry). This STTS activity has been carried out with a series of In Service Training (IST), On Service Training (OST) activities, as well as the implementation and measurement of students' critical thinking skills. IST activities provide education and training to the two partners on learning analysis, the concept of learning tools which include lesson plans and teaching materials (textbooks and worksheets), the concept of developing learning tools that can train students' critical thinking skills, and critical thinking ability test instruments. OST activities are carried out by providing assistance to the two partner groups in preparing lesson plans and teaching materials (textbooks and worksheets) that can train students' critical thinking skills, as well as preparing critical thinking ability test instruments. Implementation is carried out to ensure that the learning tools developed can train students' critical thinking skills. Furthermore, the measurement of students' critical thinking skills was carried out using the critical thinking skills test instrument that was developed previously. The results of STTS activities in general are that teachers in partner schools have the competence to develop learning tools to train students' critical thinking skills
Socialization and Practice of Processing Coconut Cooking Oil based on SNI 3741:2013 Quality Standard for Residents in Gondoruso Village, Pasirian Lumajang
Gondoruso village, Pasirian Lumajang has many coconut trees. However, the coconuts were only harvested and sold in the local market at a price of IDR 2,000-3,000/fruit. Some local residents had initiated efforts to process coconuts into cooking oil, but the resulting oil smelled rancid so they stopped it. This paper reported the results of our community service activities in assisting Gondoruso Village residents to proceed coconut into cooking oil that meets the SNI 3741:2013 quality standard. The aim was to train the residents’ skills in producing qualified coconut cooking oil so they could earn extra family income. Eight old coconuts were grated, and thick coconut milk was taken. The coconut milk was left overnight in the refrigerator to produce lumps of coconut milk. The lumps of coconut milk were taken and cooked over low heat. About 10 minutes later, the oil started to come out, and the cooking process continued for 40-45 minutes until all the oil-came out, and 550 ml of cooking oil was produced. The SNI 3741:2013 quality test revealed that the cooking oil was of very good quality because the values of 6-SNI parameters met the standard, i.e., organoleptic is liquid, clear yellow, sweet coconut, and tasteless; moisture content=0.13% w/w; acid number=0.06% w/w; peroxides number=0; the pelican oil=negative, and the linoleic acid=0.13%. The production and market analyses stated that the production cost of 550 ml of coconut oil=IDR 27,600, while the selling price in the market=IDR 80,000/500 ml
Penanaman Mangrove di Pantai By Pass Kolaka untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan Pesisir dan Pantai Mahasiswa
Lingkungan pesisir dan pantai terjaga dengan adanya tanaman mangrove. Abrasi yang mengenai jalan by pass Kolaka yang berhadapan dengan Teluk Bone dapat direduksi oleh mangrove sebagai tanggul alami. Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi FKIP USN Kolaka perlu mempraktekkan upaya penanaman mangrove sebagai upaya untuk untuk meningkatkan kepedulian lingkungan pesisir dan pantai. Pelaksanaan penanaman melibatkan 15 mahasiswa, 5 instruktur, dan 12 panitia yang merupakan tim pengabdian kepada masyarakat penanaman pohon mangrove. Kegiatan dilaksanakan dengan membersihkan lingkungan pesisir dan pantai dari sampah, menanam, dan merawat 200 pohon mangrove. Mahasiswa merasakan manfaat dalam hal mengasah karakter peduli lingkungan pesisir dan pantai dengan melakukan praktek langsung dan mengkaitkan dengan mata kuliah terkait. Kegiatan dapat dijadikan role model dan kegiatan rutin bagi perusahaan yang memiliki dampak kepada lingkungan sekitar.
Mangrove Planting in The Kolaka By Pass Beach for Construct Students Coastal and Beach Environment Awareness
Abstact
The coastal and coastal environment is maintained by the presence of mangrove plants. Abrasion on the Kolaka by-pass road facing Bone Bay can be reduced by mangroves as natural embankments. S1 students of Geography Education FKIP USN Kolaka need to practice mangrove planting efforts to increase awareness of the coastal and beach environment. The implementation of the planting involved 15 students, five instructors, and 12 committees who were a community service team for planting mangrove trees. Activities carried out by cleaning the coastal and beach environment from garbage, planting, and caring for 200 mangrove trees. Students feel the benefits of honing the character of caring for the coastal and beach environment by doing direct practice and linking it with related courses. Activities can be used as role models and routine activities for companies that impact the surrounding environment
Pelatihan Industri Kerajinan Batok Kelapa Di Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Sumpat Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan
Sektor industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang dianggap mampu dan memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Pengetahuan dan keterampilan harus dimiliki oleh masyarakat desa agar mampu mengolah sumber daya alam yang ada menjadi produk kerajinan. Pelatihan industri kerajinan di desa Gajah Mati merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan stimulus kepada masyarakat desa dalam mengolah potensi alam mereka menjadi produk kerajinan. Salah satu potensi alam yang terdapat di desa ini adalah batok kelapa, sejauh ini belum ada suatu upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengolah batok kelapa menjadi produk kerajinan. Permasalahannya adalah minimnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki warga desa. Di samping itu, potensi bahan batok kelapa seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung program utama pemerintah desa Gajah Mati dalam membangun dan mengembangkan destinasi wisata alam Embung Senja. Kegiatan pelatihan ini bersifat stimulus yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan dasar bagi peserta pelatihan dengan menggunakan metode survei dan wawancara, ceramah atau diskusi, praktik dan demonstrasi, serta evaluasi. Melalui pelatihan ini masyarakat desa Gajah Mati sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah batok kelapa menjadi produk kerajinan. Di samping itu, masyarakat desa juga sudah bisa menggunakan peralatan mesin baik dari segi cara kerja, fungsi dan kegunaannya. Berdasarkan bentuk dan fungsi dari produk kerajinan yang dihasilkan sudah cukup layak untuk dipasarkan dan dijadikan souvenir atau cinderamata objek wisata alam Embung Senja.
Coconut Shell Craft Industry Training in Gajah Mati Village, Babat Sumpat District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra
The handicraft industry sector is one sector that is considered capable and has the potential to improve the economy of rural communities. Knowledge and skills must be possessed by rural communities in order to be able to process existing natural resources into handicraft products. The handicraft industry training in Gajah Mati village is an effort made to provide a stimulus to the village community in processing their natural potential into handicraft products. One of the natural potentials found in this village is coconut shells, so far there has been no effort made by the community in processing coconut shells into handicraft products. The problem is the lack of knowledge and skills of the villagers. In addition, the potential of coconut shell materials must be utilized as well as possible to support the main program of the Gajah Mati village government in building and developing the natural tourist destination of Embung Senja. This training activity is a stimulus that aims to provide basic knowledge and skills for training participants using survey and interview methods, lectures or discussions, practice and demonstrations, and evaluation. Through this, the people of Gajah Mati village already have training and skills in processing coconut shells into handicraft products. In addition, the village community is also able to use machine tools both in terms of how they work, their functions and uses. Based on the form and function of the craft products produced, they are worthy enough to be marketed and used as souvenirs or natural attractions for Embung Senja souvenirs.
Pelatihan Pencatatan Informasi Keuangan berbasis SI APIK untuk UMKM Karawaci Kota Tangerang
Pemahamanan para pelaku UMKM mengenai laporan keuangan saat ini masih terbilang minim dan konvensional. Alih-alih menyusun laporan keuangan, para pelaku UMKM lebih disibukkan dengan penjualan dan produk. Hal ini dikarenakan, menyusun laporan keuangan membutuhkan proses yang rumit dan panjang, terlebih lagi perlu pemahaman mengenai akuntansi dan menguasai komputer. Padahal tidak semua para pelaku UMKM memiliki pengetahuan mengenai hal itu. Untuk itu pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM untuk menggunakan Aplikasi SIAPIK dalam membuat laporan keuangan. Adapun Peserta dalam kegiatan ini antara lain UMKM dari kelurahan Bojong Jaya, UMKM Kelurahan Cimone, UMKM Kelurahan Karawaci, UMKM Kelurahan Karawaci baru. Jumlah peserta adalah 80 peserta. Metode yang digunakan antara lain: (1) metode pengajaran tentang teori dasar akuntansi dan laporan keuangan, (2) metode simulasi studi kasus 3 jenis perusahaan UMKM jasa, dagang dan manufaktur. Hasil dari pelatihan ini sebanyak 93% dari 80 peserta sudah mampu menjalankan aplikasi SIAPIK. Untuk memperlancar penggunaan sebaiknya peserta membiasakan diri setiap hari menggunakan aplikasi SIAPIK agar lebih lancar dalam penggunaannya serta didampingi oleh tim dan sumber referensi yang lain.
SI APIK-based Financial Information Recording Training for UMKM Karawaci Tangerang City
The understanding of UMKM actors regarding financial reports is currently still minimal and conventional. Instead of compiling financial reports, UMKM actors are more preoccupied with sales and products. This is because, compiling financial reports requires a complicated and lengthy process, moreover it requires an understanding of accounting and mastering computers. Even though not all UMKM actors have knowledge about it. For this reason, this training is intended to provide education to UMKM actors to use the SIAPIK application in making financial reports. The participants in this activity include UMKM from the Bojong Jaya village, UMKM from Cimone Village, UMKM from Karawaci Village, UMKM from the new Karawaci Village. The number of participants is 80 participants. The methods used include (1) teaching methods on the basic theory of accounting and financial reports, (2) case study simulation methods for 3 types of service, trade, and manufacturing UMKM companies. The results of this training were 93% of the 80 participants were able to run the SIAPIK application. To facilitate use, participants should familiarize themselves with using the SIAPIK application every day to make it smoother in use and accompanied by a team and other reference sources.
Pelatihan Penerapan Instrumen Penilaian Praktik Kerja Lapangan Seni Kriya bagi Dosen Seni Rupa dan Pengrajin
Penilaian hasil Praktik Kerja Lapangan bukan hanya terfokus pada laporan dalam bentuk karya tulis ilmiah hasil Praktik Kerja Lapangan, tetapi juga karya kriya mahasiswa selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan. Oleh sebab itu perlu diketahui instrumen penilaian dan penerapannya untuk menilai hasil Praktik Kerja Lapangan bidang seni kriya. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dosen dan pengrajin tentang penilaian Praktik Kerja Lapangan Seni Kriya. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan disusun kisi-kisi instrumen seni kriya yang terdiri indikator dan deskriptor. Pada tahap pelaksanaan para peserta melakukan praktek penerapan instrumen penilaian. Tahap evaluasi bertujuan untuk melihat apakah pelatihan yang dilaksanakan sesuai tujuan dan standar pencapaian. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan penerapan instrumen penilaian Praktik Kerja Lapangan Seni Kriya dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini dapat: 1) meningkatkan pengetahuan dosen dan pengrajin dalam menilai hasil Praktik Kerja Lapangan bidang Seni Kriya; 2) pengetahuan dan keterampilan dosen dan pengrajin dalam menerapkan instrumen penilaian hasil Praktik Kerja Lapangan bidang Seni Kriya dikategorikan baik (Rerata 7,85); 3) program studi Seni Rupa FBMB Undikma memiliki instrumen penilaian Praktik Kerja Lapangan bidang Seni Kriya.
Assessment Instrument Application Training Craft Art Practical Work for Fine Arts Lecturers and Craftsmen
Assessment of practical work is not only focused on scientific papers as a report of practical work results but also on students’ craft work during practical work. Therefore, it needs to know the assessment instruments and its application to assess the result of craft art practical work. This community service aimed to increase the knowledge of lecturers and craftsmen about the assessment of craft art practical work through training. The method of Community Service is divided into three steps namely preparation, implementation, and evaluation. In the preparation step, the community service team made an instrument grid that consisted of indicators and descriptor. In the implementation step, the participants practiced applying the assessment instrument. The evaluation step aimed to know whether training was carried out according to its purpose or achievement standard. Based on the result of the training, it can be concluded that the training of applying assessment instrument of craft art practical work can 1) increase the knowledge of lecturer and craftsmen in assessing the result of craft art practical work; 2) knowledge and skills of lecturers and craftsmen in assessing the result of craft art practical work can be categorized good (mean score 7.85); 3) fine arts study program has craft art practical work instrument