Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Peningkatan literasi digital remaja dalam masa PPKM level 4
Literasi digital saat ini menjadi topik yang tengah menghangat diperbincangkan. Sayangnya banyak lapisan masyarakat yang belum mendapat pencerahan mengenai literasi digital, khususnya mereka yang berada di bawah lembaga keagamaan yang bersifat non-formal. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman literasi digital kepada siswa TPA dan Majlis Ta’lim Faizul Haq, Ciputat, Tangerang, di masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4. Metode penelitian yang digunakan adalah community-based research yang menekankan pada peningkatan atau perubahan positif mengenai literasi digital di masyarakat; dalam hal ini anggota majlis ta’lim dan TPA. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan literasi digital pada remaja anggota majlis taklim dan TPA di masa PPKM level 4. Selain itu, para remaja ini juga menunjukkan respon yang positif terhadap proses pengenalan literasi digital dalam bentuk pengabdian pada masyarakat ini. Karenanya, kegiatan pengenalan lebih lanjut mengenai literasi digital seyogyanya dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka membekali remaja menghadapi era yang serba digital ini.
Promoting Adolescent Digital Literacy in PPKM Level 4
Digital literacy is currently a trending topic of discussion. However, many levels of society have not received enlightenment regarding digital literacy, especially those who are under non-formal religious institutions. The purpose of this community service is to introduce and promote understanding of digital literacy to TPA and Majlis Ta'lim Faizul Haq students, Ciputat, Tangerang, during PPKM (Implementation of Restrictions on Social Activities) level 4. The research method employed is community-based research that emphasizes improvement or positive change. regarding digital literacy in society; in this case, the members of the ta'lim council and the TPA. The results of this study indicate that there is an increase in digital literacy among teenage members of the majlis taklim and TPA during PPKM level 4. In addition, these teenagers also show a positive response to the process of introducing digital literacy in the form of community service. Therefore, further introduction activities regarding digital literacy should be carried out continuously in order to equip teenagers to face this all-digital era
Pelatihan Penelusuran Referensi Berskala Nasional dan Internasional dalam Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UHO
Perkembangan dunia Pendidikan, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif terutama dalam penulisan karya ilmiah lebih khusus dalam hal mencari referensi yang terkini dan penulisan karya ilmiah dengan cara dan kualitas terbaru. Sehingga mahasiswa perlunya memiliki kemampuan dalam menulis karya ilmiah. Salah satu permasalahan mahasiswa di jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universias Halu Oleo Kendari yaitu masih sulit memperoleh referensi yang rerbaru untuk menunjang penulisan karya ilmiah berupa tugas akhir. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa dalam Penelusuran reverensi baik berskala nasional maupun berskala internasional. Metode pelaksanaan terbagi atas tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahapan evaluasi kegiatan. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 47 mahasiswa. Setelah pelatihan penelusuran referensi mahasiswa dapat mengoperasikan dan mengaplikasikah sehingga lebih mudah mencari referensi untuk kelengkapan penulisan karya ilmiah mahasiswa. Metode pelatihan ini dilakukan dengan cara pemberian materi dan praktek dan Tanya jawab. Program Kemitraan ini selain berguna bagi mahasiswa juga berguna bagi mahasiswa yang nantinya akan menjadi guru, selain itu juga berguna bagi mahasiswa, guru, maupun dosen lain apabila mengakses tulisan ini di jurnal.
Training for Tracing National and International Scale References in Scientific Writing for Students of History Education FKIP UHO
The development of the world of education, students to be more active and creative, especially in writing scientific papers, more specifically in terms of finding the latest references and writing scientific papers in the latest way and quality. So that students need to have the ability to write scientific papers. One of the problems for students in the Department of History Education, Faculty of Education, Halu Oleo University, Kendari, is that it is still difficult to obtain new references to help write scientific papers in the form of final assignments. For this reason, the author provides a solution by conducting national and international reference training as an effort to make it easier to find references both as learning materials, writing scientific papers in the form of student final assignments, namely writing thesis and journals. The number of training participants was 47 students. After searching for references, students can operate and apply them so that it is easier to find references for the completeness of writing student scientific papers. This method is done by presenting material and exercises and asking questions. This Partnership Program is not only useful for students but also useful for students who will later become teachers, besides that it is also useful for students, teachers, and others when accessing this paper in journal
Pengolahan Ikan Patin Sebagai Makanan Tambahan Dalam Pencegahan Stunting
Stunting merupakan isu kesehatan prioritas nasional. Diberbagai daerah pencegahan stunting telah melibatkan peran aktif masyarakat, peran aktif rumah tangga, orang tua yang memiliki anak. Rokan Hulu merupakan kabupaten dengan daftar 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting) dengan prevalensi jumlah balita stunting sebesar 59,01% pada tahun 2013. Sedangkan Kecamatan Rambah samo termasuk 7 kecamatan yang memiliki desa dengan lokus stunting pada tahun 2022 dan 2023. Salah satunya desa Karya Mulya yang menjadi desa lokus Stunting. Persoalan ini perlu penangganan serius tidak hanya menghandalkan program dari pemerintah tetapi juga melibatkan perguruan tinggi dan peran aktif ibu rumah tangga. Dalam rangka mencegah atau meminimalisir stunting Tim Kuliah kerja nyata Universitas Riau Desa karya Mulya melaksanakan program kerja Pemberian Makanan Tambahan yaitu Bubur Ikan patin yang bekerja sama dengan Kader Posyandu Desa Karya Mulya dan melibatkan 4 anak sebagai percobaan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode observasi, sosialisasi dan pemberian PMT. Inovasi yang dilakukan adalah mengolah ikan patin menjadi bubur yang sebelumnya bahkan belum pernah dibuat di desa Karya Mulya. Bubur diberikan kepada empat balita selama 9 hari. Hasilnya pada balita satu mengalami kenaikan berat badan 0,8 g, balita dua mengalami kenaikan berat badan 0,2 g, balita tiga mengalami penurunan berat badan 0,1 g, dan balita empat juga mengalami penurunan berat badan 0,1 g. Mengingat bahwa stunting merupakan permasalahan kesehatan yang sangat serius maka program ini hendaknya dilanjutkan dalam bentuk dukungan dari Pemerintah Desa Karya Mulya mengenalkan budidaya ikan patin ke masyarakat serta berbagai olahan berbahan dasar ikan patin.
Catfish Processing As Additional Food In Stunting Prevention
Stunting is a national priority health issue. In various areas stunting prevention has involved the active role of the community, the active role of households, parents with children. Rokan Hulu is a district with a list of 100 priority districts/cities for stunting interventions with a prevalence while the number of stunting under-fives was 59.01% in 2013. Rambah samo sub-district includes 7 sub-districts that have villages with stunting loci in 2022 and 2023. One of them is the village of Karya Mulya which is the village of the Stunting locus. This problem needs serious handling, not only relying on programs from the government but also involving universities and the active role of housewives. In order to prevent or minimize stunting, the University of Riau Desa Karya Mulya Real Work Lecture Team carried out a Supplementary Food Provision program, namely Catfish Porridge in collaboration with Posyandu Cadres in Karya Mulya Village and involved 4 children as an experiment. This activity was carried out using the method of observation, socialization and giving PMT. The innovation made is to process catfish into porridge which has never been made in Karya Mulya village before. Porridge was given to four toddlers for 9 days. As a result, toddlers one experienced a weight gain of 0.8 grams, toddler two experienced a weight loss of 0.2 grams, toddler three experienced a weight loss of 0.1 grams, and toddler four also experienced a weight loss of 0.1 grams. that stunting is a very serious health problem, this program is considered in the form of support from the Karya Mulya Village Government in introducing catfish cultivation to the community and various preparations made from catfish
Edukasi Masyarakat Tentang Pewujudan ODHIV Bebas Stigma Dalam Rangka Peringatan Hari AIDS di Kabupaten Tulungagung Tahun 2022
Masih terus bertambahnya jumlah penderita HIV harus memerlukan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV yang efektif, Stigma dan diskriminasi merupakan hambatan terbesar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat tentang pewujudan ODHIV bebas stigma dalam rangka peringatan hari AIDS di Kabupaten Tulungagung tahun 2022. Pengabdian masyarakat ini ditujukan bagi masyarakat Tulungagung. Sasaran edukasi ini adalah seluruh masyarakat di Tulungagung. Jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang. Tahapan yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini terbagi dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pre dan post test. Penilaian stigma terhadap ODHIV mengalami perubahan, sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan sebagian besar (69,9%) masyarakat memiliki stigma (negatif) yang tinggi terhadap ODHIV. Setelah dilakukan edukasi kesehatan, stigma (negatif) masyarakat menurun menjadi 47,2%. Terlihat bahwa stigma masyarakat terhadap ODHIV yang berkategori rendah mengalami peningkatan sebesar 22,7%. Hasil menunjukkan bahwa peserta yang telah menerima edukasi ada peningkatan pengetahuan mengenai HIV dan stigma negative masyarakat terhadap ODHIV menurun. Kegiatan edukasi dan sosialisasi ini memberikan pengetahuan mengenai HIV dan pemahaman masyarakat tentang status kesehatan yang baik. Kegiatan sosialisasi ini memberikan efek positif kepada masyarakat guna keberlangsungan hidup ODHIV yang berkaitan dengan stigma.
Community Education about the realization of stigma-free PLHIV in commemoration of AIDS Day in Tulungagung District in 2022
The continuing increase in the number of people living with HIV requires effective HIV prevention and control efforts. Stigma and discrimination are the biggest obstacles in efforts to prevent and control HIV/AIDS. This activity aims to educate the public about the realization of stigma-free PLHIV in commemoration of AIDS Day in Tulungagung District in 2022. This community service is intended for the community in Tulungagung. The number of people involved in this activity was 30 people. The target of this education is the entire community in Tulungagung. The stages applied in the implementation of this service are divided into preparation, implementation and evaluation. Methods of data collection is done by pre and post test. The stigma assessment of PLHIV has changed, before the implementation of health education most (69.9%) of the community had a high (negative) stigma against PLHIV. After health education was carried out, the community's (negative) stigma decreased to 47.2%. Thus, it can be seen that the community's stigma towards PLHIV, which is in the low category, has increased by 22.7%. The results show that participants who have received education have increased knowledge about HIV and the community's negative stigma towards PLHIV has decreased. This educational and outreach activity provides knowledge about HIV and community understanding of good health status. This socialization activity has a positive effect on the community for the survival of PLHIV related to stigm
Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi Covid-19 di SD Islam Khairu Ummah Makassar
Pengabdian ini dilatarbelakangi sebab Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan I sebagai wujud penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbentuk bantuan mengajar dalam menguatkan mahasiswa untuk membantu sistem pembelajaran dengan terjun di lapangan dengan beragam kondisi sekolah dasar di Indonesia. Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdepan dalam mengedepankan karakter. Tujuan dilaksanakannya program Kampus Mengajar Angkatan I ini yaitu untuk memberi peluang pada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam mengajar, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui aktivitas dan kreativitas di luar lingkup perkuliahan agar menciptakan peserta didik yang kritis, kreatif, dan kolaboratif, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengelaborasikan diri lewat aktivitas di luar kelas perkuliahan, membantu sekolah dalam memberi bantuan pendidikan yang terbaik terhadap semua siswa pada tingkatan SD dalam situasi terbatas dan darurat selama pandemi, serta untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran dan menjadi cikal bakal dalam menggerakkan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah dasar sekitar desa atau kota tempat tinggalnya agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Metode pelaksanaan yang dipakai dalam pengabdian ini berbentuk pengajaran secara langsung dengan membantu siswa dan sekolah sasaran dalam Mengajar, Administrasi Sekolah dan Adaptasi Teknologi. Hasil pengabdian dari kegiatan ini berupa penanaman empati kepada mahasiswa menunjukkan jika implementasi kampus mengajar ini sangat membantu guru-guru di sekolah sasaran, khususunya dalam pembelajaran literasi dan numerasi.
Implementation of Campus Teaching Programs in Improving Literacy and Numeracy During The Covid-19 Pandemic at Khairu Ummah Elementary School Makassar
This dedication is motivated because the Teaching Campus Activities Batch I as a form of implementation of the Independent Learning Campus Merdeka (MBKM) is in the form of teaching assistance in strengthening students to assist the learning system by engaging in the field with various elementary school conditions in Indonesia. Merdeka Learning Campus Merdeka is a policy of the Minister of Education and Culture to form Human Resources (HR) who are at the forefront of promoting character. The purpose of implementing this Class I Teaching Campus program is to provide opportunities for students to be directly involved in teaching, provide opportunities for students to develop themselves through activities and creativity outside the scope of lectures in order to create critical, creative, and collaborative students, provide opportunities for students to learn and elaborate through activities outside of class lectures, assist schools in providing the best educational assistance to all students at the elementary level in limited and emergency situations during the pandemic, as well as to empower students in assisting the learning process and become the forerunner in driving learning literacy and numeracy in elementary schools around the village or city where he lives in order to improve the quality of education in Indonesia. The implementation method used in this service is in the form of direct teaching by helping students and target schools in Teaching, School Administration, and Technology Adaptation. The results of the dedication of this activity in the form of instilling empathy for students show that the implementation of this teaching campus is very helpful for teachers in target schools, especially in learning literacy and numeracy
Workshop Editing Video Pembelajaran Pada SMP Negeri 30 Palembang
Proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan teknologi guna mengurangi kontak fisik yang dianggap sebagai salah satu penyebab cepat tersebarnya virus covid-19. Oleh karena itu, perlunya pemahaman terkait pemanfaatan teknologi dalam menciptakan media pembelajaran yang dapat membantu proses penyampaian materi ajar secara efektif. Salah satu media pembelajaran yang digunakan berupa video pembelajaran yang dapat diputar berulang – ulang oleh siswa dirumah sampai materi tersebut dipahami. Video pembelajaran diharapkan berisikan materi yang telah diringkas sehingga durasinya tidak terlalu lama, memiliki kualitas audio yang jelas, serta transisi atau dapat ditambahi dengan musik agar lebih menarik dan tidak membosankan. SMP Negeri 30 Palembang selaku mitra ingin meningkatkan kreativitas sekaligus kompetensi guru mata pelajaran dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik khususnya dalam bentuk video pembelajaran Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan editing video yaitu Shotcut. Aplikasi ini dianggap paling relevan untuk digunakan karena selain memiliki fitur-fitur yang lengkap, mudah dipahami, tidak berbayar dan video hasil editing tidak dibubuhi watermark layaknya aplikasi editing video gratis lainnya. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan berupa workshop yang diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran. Setelah kegiatan terlaksana diperoleh hasil bahwa seluruh peserta telah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat video pembelajaran sedangkan untuk pengetahuan dan keterampilan editing video menggunakan Shotcut telah dikuasai oleh 70% peserta. Hasil tersebut diperoleh karena fasilitas yang diperlukan belum memadai, sehingga direkomendasikan kepada mitra untuk melakukan pengadaan fasilitas yang dapat digunakan secara bersama bagi guru mata pelajaran dalam membuat media pembelajaran.
The Learning Video Editing in SMP Negeri 30 Palembang
Abstract
The learning process is carried out with the help of technology to reduce physical contact, which is considered one of the causes of the rapid spread of the covid-19 virus. Therefore, it is necessary to understand the use of technology in creating learning media that can help deliver teaching materials effectively. One learning media used is a video that students can rewind at home until they understand the materials. Learning video is expected to contain summarized materials so that the duration is not too long, the audio quality is clear, and there is a transition or music to make the video more interesting and fun. SMP Negeri 30 Palembang, as a partner, wanted to increase the creativity and the competence of teachers in compiling and developing interesting learning media, especially learning videos. One of the applications that could be used to edit videos was Shotcut. Shotcut is considered the most relevant application because it not only has complete features but is also easy to understand and free. Besides, the edited video is not watermarked like other free video editing applications. Implementing the Community Partnership Program was carried out through a workshop that all teachers attended. After the activity was carried out, it was found that all participants had acquired the knowledge and skills to make a learning video. Knowledge and skill of video editing using shortcuts had also been mastered by 70% of the participants. These results were obtained because the required facilities were not adequate. Because of that reason, SMP Negeri 30 Palembang needs to have some facilities which teachers can use in making learning media in the future
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Ekonomi Kreatif Produk Abon Bawang Goreng Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo
Masyarakat Desa Randupitu lebih banyak berprofesi sebagai seorang buruh tani dikarenakan desa ini memiliki potensi wilayah yang bagus dalam menanam tanaman khususnya bawang merah. Akan tetapi banyaknya hasil pertanian bawang merah ini tidak diimbangi oleh pengelolaan bawang merah yang lebih kreatif dan inovatif. Desa Randupitu memiliki potensi unggulan berupa petani bawang merah, yang dimana bawang merah ini bisa menjadi inovasi baru dengan mengolah bawang merah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan adanya ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa, dengan adanya ekonomi kreatif diharapkan akan lahir sebuah ide cemerlang untu membuat sesuatu yang baru yang dapat bernilai jual yang tinggi. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan dalam bidang ekonomi di Desa Randupitu dengan memberikan program sosialisasi dan implementasi ekonomi kreatifpada tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif desriptif. Hasil dari kegiatan ini adalah produk abon bawang goreng diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Randupitu untuk dijual sebagai produk dengan ciri khas Desa Randupitu.
Community Empowerment Through Optimizing the Creative Economy of Fried Shredded Onion Products in Randupitu Village, Gending District, Probolinggo Regency
Abstract
The people of Randupitu Village mostly work as farm laborers because this village has good regional potential in growing crops, especially shallots. However, many of the results of this shallot farming are not supported by creative and innovative shallots. Randupitu Village has excellent potential in the form of shallot farmers, where shallots can be a new innovation by processing shallots into creative products that have high selling value. With the creative economy, it can be a strategy to increase village economic growth, with the creative economy, it is hoped that a bright idea will be born to make something new and worth selling high. Real Work Lecture (KKN) students provide innovation in solving economic problems in Randupitu Village by providing a socialization program and implementation of the creative economy in 2022. The method used in this study is a descriptive qualitative research method. The result of this activity is that the fried onion shredded product is expected to be used by the people of Randupitu Village to be sold as a product with the characteristics of Randupitu Village
Pendampingan Perencanaan Pembelajaran IPA Berpendekatan STEM di Wilayah Kota Banjarmasin
STEM merupakan perpaduan 4 disiplin ilmu yang berkaitan satu sama lain. Sains melibatkan matematika sebagai alat dalam mengolah data, sedangkan teknologi dan teknik merupakan aplikasi dari sains. Berdasarkan survey yang dilakukan kepada guru IPA pada lingkup MGMP di kota Banjarmasin sudah mengenal pembelajaran STEM, namun diantaranya masih kesulitan dalam merencanakan dan mengintegarasikan STEM pada pembelajaran IPA di kelas terutama dengan menggunakan sumber belajar disekitar lingkungannya. Adapun pendampingan dilakukan pada seluruh guru IPA yang termasuk dalam MGMP IPA dengan jumlah 35 orang. Metode pengabdian dilakukan sebagai berikut : (1) melaksanakan focus group discussion pada beberapa guru pada perwakilan MGMP untuk menggali pembelajaran IPA di SMP atau sederajatnya. (2) melaksanakan bimbingan teknis mengenai STEM yang diikuti oleh seluruh anggota (3) merencanakan pembelajaran IPA berbasis STEM dalam bentuk RPP (4) mengevaluasi dan (5) revisi hasil RPP yang dikembangkan oleh guru selama program berlangsung. RPP yang dihasilkan sudah memenuhi aspek dalam indikator, namun pada kelompok guru yang lain belum memenuhi kriteria yang ditetapkan terutama pada aspek penilaian STEM dan lingkungan sehingga perlu dilakukan perbaikan pada aspek yang belum maksimal. Pada kelompok guru terkategori sangat baik pada RPP yang dikembangkan hal ini terlihat rerata 85.5% sedangkan 5 kelompok lainnya yakni tergolong Baik. Hasil pengembangan yang dilakukan dapat dijadikan prototype dalam pembelajaran STEM.
Assistance Planning Science Learning With A Stem Approach In Banjarmasin
STEM is science, technology, engineering, and mathematics. STEM is a combination of 4 disciplines that are related to each other. Science involves mathematics as a tool in processing data, while technology and engineering are applications of science. Based on survey conducted to science teachers community in Banjarmasin. The teacher already know about with STEM learning, but they still have difficulty planning and integrating STEM in science learning in the classroom, especially by using learning resources around their environment. The method of service is carried out as follows: (1) carrying out focus group discussions on several teachers at MGMP representatives to find science learning in junior high schools or the equivalent. (2) implementation STEM followed by all members teacher science community (3) planning STEM-based science learning in the form of lesson plans (4) developing and (5) revision of lesson plans developed by teachers during the program. The result showed that lesson plan has all aspects in the indikators, but a group is classified enough because of STEM and environmental assessment aspects. The other group is categorized as very good in the developed lesson plan on an average of 85.5%. Thus 5 groups are classified as good for their lesson plan
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Simulasi Elektronika Untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru SMK Di Kota Payakumbuh
Sekolah Menengah Kejuruan memiliki tujuan untuk mempersiapkan lulusannya agar siap bekerja. Lulusan yang siap kerja adalah lulusan yang memiliki kompetensi yang menjadi tuntutan industri atau dunia kerja. Hal ini menjadi tanggung jawab guru untuk mempersiapkan lulusannya dengan kompetesni yang dibutuhkan dunia kerja. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pelatihan aplikasi simulasi elektronika yaitu proteus kepada guru SMK di kota Payakumbuh guna memenuhi tuntutan dunia kerja saat ini yaitu memiliki kompetensi literasi digital yang mumpuni. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMK Negeri 2 Payakumbuh . Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek . Dari hasil evaluasi dketahui bahwa guru-guru yang mengikuti kegitan ini 90% berhasil menggunakan aplikasi ini dengan kategori baik. Sedangkan evaluasi pada proses kegiatan dinilai baik dan masih perlu perbaikan untuk ke depannya.
Training on the Use of Electronic Simulation Applications to Increase Digital Literacy for Vocational School Teachers in Payakumbuh City
Vocational High School has a goal to prepare its graduates to be ready to work. Graduates who are ready to work are graduates who have competencies demanded by industry or the world of work. It is the teacher's responsibility to prepare graduates with the competencies needed by the world of work. The purpose of this training is to provide training on electronics simulation applications, namely Proteus, to vocational teachers in the city of Payakumbuh in order to meet the demands of the current world of work, namely having qualified digital literacy competencies. Partners in this activity is SMK Negeri 2 Payakumbuh. This training activity is carried out using lecture and practice methods. From the evaluation results it is known that the teachers who participated in this activity were 90% successful in using this application in the very good category. While the evaluation of the activity process is considered good and still needs improvement in the future
Penyuluhan Penanganan Penyakit Degeneratif dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Desa Banjarsari, Tulungagung
Penyakit degeneratif menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan kesakitan, dan terhambantnya aktivitas. Penyakit ini cenderung meningkat seiring bertambahnya usia sehingga lebih banyak dialami oleh lansia, sehingga diperlukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan para lansia. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan cek keseahatan kepada masyarakat Desa Banjarsari, Kabupaten Tulungagung. Metode pelaksanaan kegiatan PkM adalah dengan pendampingan dan penyuluhan. Peserta penyuluhan adalah masyarakat, kader, dan kepala dusun. Hasil kegiatan PkM ini adalah tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penyakit degeneratif dan pencegahan serta deteksi dini meningkat. Dari kegiatan PkM ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat, valid, serta terpercaya terkait teknik penanganan penyakit degeneratif yang diderita.
Counseling on Handling Degenerative Diseases and Free Health Examination in Banjarsari Village, Tulungagung
Degenerative diseases cause tissues or organs to deteriorate over time, causing pain and inhibition of activity. This disease tends to increase with age so that it is more experienced by the elderly, so counseling is needed to increase the knowledge of the elderly. This community service aims to provide knowledge and health checks to the people of Banjarsari village, Tulungagung. The method of implementing community service activities is by mentoring and counseling. The extension participants were the community, cadres, and hamlet heads. The result of this community service activity is that the level of public knowledge about degenerative diseases and their prevention and early detection has increased. From this community service activity, the public can obtain appropriate, valid, and reliable information regarding techniques for treating degenerative diseases