Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Magang Industri di Orchid Nursery sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Mahasiswa Menghadapi Persaingan Dunia Kerja
Persiapan menghadapi persaingan dunia kerja penting bagi mahasiswa, salah satunya melalui magang kerja industri berbasis CoE MBKM. Tujuan pengabdian ini adalah implementasi magang industri di orchid nursery sebagai upaya peningkatan kualitas mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja. Metode yang digunakan adalah praktik langsung, yang dilakukan oleh tim pengabdian bersama dengan mitra, yaitu mahasiswa magang dan pemilik orchid nursery. Terdapat 4 orang mahasiswa yang menjadi mitra sekaligus pelaksana lapangan. Sementara mitra pembudidaya anggrek yang merupakan representasi dari DUDI adalah owner DD’ Orchid Nursery dan seorang staf yang bertugas. Kegiatan ini dipusatkan di DD’ Orchid Nursery, selama 10 bulan. Kegiatan berjalan 100% yang diwujudkan dengan kegiatan berupa inisiasi Kerjasama dengan DUDI, penyepakatan MoU, dan penyelesaian modul, rekrutmen mahasiswa yang akan magang, pelaksanaan magang, monitoring evaluasi, pelaporan, dan publikasi program. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian telah berjalan sesuai dengan target. Kegiatan ini perlu diperpanjang, berupa menjadikan DD’ Orchid Nurcery salah satu mitra untuk lokasi sekolah unggulan anggrek Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM.
Industrial Internship at Orchid Nursery as an Effort to Improve Student Quality in the Face of Workplace Competition
Preparation for the competitive world of work is important for students, one of which is through MBKM-based industrial internships. The purpose of this service is the implementation of industrial internships at the orchid nursery as an effort to improve the quality of students facing the competition in the world of work. The method used is direct practice, which is carried out by the service team together with partners, namely interns and orchid nursery owners. There are 4 students who are partners as well as field implementers. Meanwhile, the orchid cultivator partners who represent DUDI are the owner of DD' Orchid Nursery and a staff member on duty. This activity is centered at DD' Orchid Nursery, for 10 months. Activities run 100% which are manifested by activities in the form of initiation of Cooperation with DUDI, agreement of MoU, and completion of modules, recruitment of students who will do internships, implementation of internships, monitoring evaluations, reporting, and publication of programs. It can be concluded that the service activities have been running according to the target. This activity needs to be extended, in the form of making DD' Orchid Nurcery one of the partners for the location of the flagship orchid school for the Biology Education Study Program, FKIP UMM
Pengukuran Pemahaman Kelistrikan Masyarakat Daerah Rawan Banjir Desa Dringu Menggunakan Metode System Usability Scale
Tiga bahaya yang diakibatkan oleh listrik, yaitu kesetrum (sengatan listrik), ledakan, dan panas atau kebakaran. Tidak jarang masyarakat cenderung lalai akan antisipasi bahaya yang disebabkan oleh listrik. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang kelistrikan, khususnya penanganan listrik ketika terjadi bencana. Konsleting listrik merupakan hal nyata yang akan dihadapi saat banjir terjadi. Di mana banjir yang terjadi di Desa Dringu beberapa tahun terakhir ini menjadi perhatian khusus. Karenanya, dibutuhkan kesigapan serta kerjasama antar warga dan pemerintah serta PLN sebagai perusahaan penyedia listrik. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Panca Marga Probolinggo mengadakan kegiatan sosialisasi kelistrikan. Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh RT, RW, dan Kader PKK Desa Dringu dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekitar tentang pemasangan instalasi listrik rumah tangga dengan prosedur pemasangan yang benar sesuai standar SNI dan PUIL, dan pencegahan serta penanganannya agar meminimalisir kecelakaan dan dampak yang dapat ditumbulkan pra dan pasca bencana banjir terjadi. Melalui kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pemahaman masyarakat menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Didapatkan hasil yaitu sebelum dilakukan penyuluhan, rata rata tingkat pemahaman masyarakat sebesar 63,6 dan dapat dikategorikan kurang paham dan kurang tanggap. Sedangkan hasil pengukuran pasca penyuluhan, rata-rata tingkat pemahaman masyarakat meningkat menjadi 94,5.
Kata Kunci: Banjir, Konsleting, Keamanan Listrik, System Usability Scale (SUS)
The Measurement of Electricity Understanding for Flood Prone Area Society in Dringu Village Using System Usability Scale Method
Three hazards caused by electricity, namely electrocuted (electric shock), explosion, and heat or fire. Not infrequently people tend to ignore the anticipation of the dangers caused by electricity. This is due to the public's lack of understanding about electricity, especially handling electricity when a disaster occurs. Electrical short circuit is a real thing that will be faced when a flood occurs. Wherein the flood that occurred in Dringu Village in the last few years has received particular concern. Therefore, it takes alertness and cooperation between citizens and the government as well as PLN as an electricity supply company. Through Kuliah Kerja Nyata (KKN) activities, the student of Panca Marga University of Probolinggo has held electricity socialization program. The program was attended by RT, RW, and PKK Cadres of Dringu Village with total 25 participants. This program is expected to be able to educate the surrounding community about the installation of household electrical installations in accordance with the correct procedures according to SNI and PUIL, and prevention as well its handling in order to minimize the accident and the impact that can be caused before and after the flood disaster occurs. This program also measuring the level of public understanding using System Usability Scale (SUS) method. The result obtained that before the socialization was carried out, the average level of public understanding was 63,6 and could be categorized as less understanding and less responsive. While after the socialization, the average level of public understanding increased to 94,5.
Pembangunan Mental Dan Spirit Kewirausahaan Melalui Penyuluhan Kewirausahaan Pada Wirausahawan Desa Permanu Kabupaten Malang
Wirausaha dikenal memiliki mental yang baja dan spirit yang tak pernah padam, namun hingga sampai pada titik tersebut tidak ada wirausaha yang tanpa melalui proses jatuh dan bangun. Proses berat dialami oleh pelaku usaha Desa Permanu Kabupaten Malang khususnya bagi mereka yang memiliki usaha dalam skala kecil ketika pandemic covid-19. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membangun mental dan spirit kewirausahaan dalam bentuk penyuluhan pada wirausahawan Desa Permanu Kabupaten Malang yang berjumlah 10 bidang usaha binaan sejumlah 40 mitra usaha. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan, talkshow interaktif, FGD yang dilengkapi dengan screening pre-counseling dan evaluasi pasca- counselling. Hasil screening pre-counseling pada partisipan diperoleh identifikasi beberapa permasalahan yakni kurangnya minat bertahan dalam berwirausaha dan belum memiliki dorongan untuk mengembangkan dan membesarkan usaha yang dilakukan. Hasil evaluasi pasca-counseling diperoleh peningkatan minat untuk bertahan dalam berwirausaha dengan dibuktikan dengan munculnya beberapa ide bisnis berbasis kearifan lokal yang dapat digali lebih lanjut. Selain itu dalam sesi FGD, ide bisnis baru bahkan yang tengah dijalankan telah dipandu dalam menyusun analisa SWOT yang berguna dalam rencana pengembangan atau bahkan strategi scale-up.
Development Of Mental And Spirit Entrepreneurship Through Entrepreneurship Counseling To Entrepreneurs In Permanu Village, Malang Regency
Entrepreneurs are known to have a strong mental and spirit that never goes out, but up to that point there is no entrepreneur without going through the process of falling and getting up. The hard process was experienced by business actors in Permanu Village, Malang Regency, especially for those who have small-scale businesses during the COVID-19 pandemic. This Community Service Program aims to build an entrepreneurial mentality and spirit in the form of counseling for entrepreneurs in Permanu Village, Malang Regency, totaling 10 business fields under the guidance of 40 business partners. Activities are packaged in the form of counseling in the form of presentations, interactive talk shows, FGDs equipped with pre-counseling screening and post-counseling evaluations. The results of the pre-counseling screening of participants identified several problems, namely the lack of interest in surviving in entrepreneurship and not having the drive to develop and enlarge the business being carried out. The results of the post-counseling evaluation showed an increase in interest in surviving in entrepreneurship as evidenced by the emergence of several business ideas based on local wisdom that could be explored further. In addition, in the FGD sessions, new business ideas and even those that are being implemented have been guided in preparing a SWOT analysis that is useful in development plans or even scale-up strategiesAbstrak: Wirausaha dikenal memiliki mental yang baja dan spirit yang tak pernah padam, namun hingga sampai pada titik tersebut tidak ada wirausaha yang tanpa melalui proses jatuh dan bangun. Proses berat dialami oleh pelaku usaha Desa Permanu Kabupaten Malang khususnya bagi mereka yang memiliki usaha dalam skala kecil ketika pandemic covid-19. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan membangun mental dan spirit kewirausahaan dalam bentuk penyuluhan. Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan berupa pemaparan, talkshow interaktif, FGD yang dilengkapi dengan screening pre-counseling dan evaluasi pasca- counselling. Hasil screening pre-counseling pada partisipan diperoleh identifikasi beberapa permasalahan yakni kurangnya minat bertahan dalam berwirausaha dan belum memiliki dorongan untuk mengembangkan dan membesarkan usaha yang dilakukan. Hasil evaluasi pasca-counseling diperoleh peningkatan minat untuk bertahan dalam berwirausaha dengan dibuktikan dengan munculnya beberapa ide bisnis berbasis kearifan lokal yang dapat digali lebih lanjut. Selain itu dalam sesi FGD, ide bisnis baru bahkan yang tengah dijalankan telah dipandu dalam menyusun analisa SWOT yang berguna dalam rencana pengembangan atau bahkan strategi scale-up
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Edmodo Di SMP Karuna Dipa Palu Sebagai Alternatif Pembelajaran Di Masa Pandemi
Masa Pandemi melanda Indonesia yang menuntut pembelajaran menjadi online. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru mengenai aplikasi Edmodo yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan online dan ofline. Metode pengabdian menggunakan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari. Tahap pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah guru dan siswa SMP Karuna Dipa. Jumlah responden sebanyak 35 orang yang terdiri dari 20 guru dan 15 orang siswa. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik. Dengan program pelatihan penggunaan edmodo guru dan siswa mengetahui cara menggunakan aplikasi edmodo sebagai alternatif dalam pembelajaran di masa Pandemi. Berdasarkan hasil penilaian kuisioner diperoleh bahwa rerata guru memperoleh 93,7% dan siswa 98,8% telah memahami dan mampu menggunakan aplikasi edmodo dalam proses pembelajaran. Guru dapat membuat konten materi pelajaran, video, kuis dan menggelolah diskusi dalam grub kelas. Selain itu, siswa juga dapat membuat akun siswa dan masuk kedalam grub class setiap matapelajaran
Training on the Use of Edmodo Applications at Karuna Dipa Middle School in Palu as an Alternative for Learning During a Pandemic
The Pandemic period hit Indonesia which demanded learning to be online. Therefore, we need a means so that learning continues to run well. This service program aims to provide knowledge and skills to teachers regarding the Edmodo application used in the online and offline learning process. The method of devotion uses training. The training was carried out for 3 days. The implementation stage of the service includes preparation, implementation and evaluation. The targets of this service are teachers and students of Karuna Dipa Middle School. The number of respondents as many as 35 people consisting of 20 teachers and 15 students. Community service program activities that have been carried out can be carried out well. With the training program on the use of Edmodo, teachers and students know how to use the Edmodo application as an alternative in learning during the Pandemic. Based on the results of the questionnaire assessment, it was found that the average teacher obtained 93.7% and 98.8% of students had understood and were able to use the Edmodo application in the learning process. Teachers can create subject matter content, videos, quizzes and manage discussions in class groups. In addition, students can also create student accounts and enter the group class for each subject.
Pelatihan PTK dengan Model Pembelajaran Proyek dan Blended Learning untuk Percepatan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Peningkatan Kinerja Guru
Pelatihan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas pada tanggal 15-16 Oktober 2022 di sekretariat MGMP IPA Lombok Barat, SMPN 4 Gerung telah terselenggara melalui Kerjasama Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIKMA dengan MGMP IPA Lombok Barat. Keberhasilan kegiatan pelatihan dievaluasi menggunakan angket yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatiahan. Respon peserta pelatiahan menunjukkan hasil bahwa pelatihan dapat meningkatakan pemahaman guru tentang PTK dengan Model Pembelajaran Proyek Penguatan Karater Profil Pelajar Pancasila, penerapan Blended Learning, pelaksanaan PTK dan publikasi hasil PTK dengan N-Gain 0,82 pada kategori tinggi. Pelatihan ini diharapkan akan dapat mempercepat impelementasi kurikulum merdeka/kurikulum prototipe di sekolah dan peningkatan kinerja guru IPA dikabupaten Lombok Barat. Rekomendasi dari kegiatan pelatihan ini yakni harus ada tindaklanjut melalui pendampingan; Pihak dinas Pendidikan kabupaten, MGMP, atau Satuan Pendidikan sebaiknya menginisasi dan memperbanyak Kerjasama dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan guru; dan Perlu ada kebijakan yang memberikan jaminan peluang dan daya dukung bagi Satuan Pendidikan dan Guru untuk melakukan inovasi kurikulum, kerjasama inovasi kurikulum, dan layanan pengembangan kompetensi dan kinerja Guru untuk percepatan penerapan inovasi kurikulum, diseminasi hasil riset dan peningkatan kinerja guru.
Training of Classroom Action Research with Project Base and Blended Model of Learning to Accelerate the Implementation of the Merdeka Curriculum and Improve Science Teacher Performance
Training on the implementation of Classroom Action Research (CAR) on October 15-16, 2022 at secretariat of MGMP IPA Lombok Barat, SMPN 4 Gerung has been held through the UNDIKMA Community Service Team Collaboration with the West Lombok IPA MGMP. The success of the training activities was evaluated using questionnaires given before (pretest) and after (posttest) the training. The response of the participants showed that the training could increase teachers' understanding of CAR though Pancasila Student Profile Strengthening Project Learning Model, the application of Blended Learning, the implementation of PTK and the publication of CAR results, by N-Gain 0.82 in the high category. This training is expected to be able to accelerate the implementation of kurikulum merdeka / prototype curriculum in schools and improve the performance of science teachers in West Lombok. The recommendations of this training activity are that there must be follow-up through mentoring; The district education office, MGMP, or School should initiate and increase cooperation with universities that provide teacher education; and there needs to be a policy that guarantees opportunities and carrying capacity for education and teacher units to carry out curriculum innovation, curriculum innovation cooperation, and teacher competency and performance development services to accelerate implementation curriculum innovation, dissemination of research results and improvement of teacher performanc
Usaha Pencegahan Penularan Penyakit Malaria melalui Sosialisasi Bersih Lingkungan Ekowisata Mangrove Kuala Mempawah
Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium yang kemudian ditularkan oleh nyamuk anopheles. Kegiatan PKM ini dilaksanakan mengingat masih ditemukannya beberapa pasien penderita malaria di wilayah Mempawah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang usaha preventif penularan penyakit malaria melalui giat bersih lingkungan di wilayah Ekowisata mangrove Kuala Mempawah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi langsung dalam mengklasifikasikan sampah berdasarkan jenis sampah organik dan an organik, kemudian sampah an organik seperti kaca dan plastik dipisahkan, dan sisanya dibakar bersama dengan sampah ranting kayu dan daun mangrove kering, dilanjutkan dengan penutupan tong-tong air dan genangan air di jalanan yang bisa menjadi sumber berkembangbiaknya nyamuk anopheles sebagai vektor penularan malaria dari manusia ke manusia lainnya. Giat bersih ini diikuti oleh 30 warga yang terdiri dari remaja dan dibantu oleh mahasiswa yang turun mengambil peran dalam pembersihan wilayah ekowisata tersebut. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang kegiatan melalu pengamatan aktivitas peserta kegiatan dalam giat bersih dan diskusi yang melibatkan semua peserta. Dari hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan wilayah sekitar ekowisata bersih dari genangan air dan tumpukan sampah, serta kegiatan pembersihan lokasi masyarakat secara periodik sudah dilakukan setiap 2 minggu.
Efforts to Prevent Malaria Transmission through Clean Socialization of the Kuala Mempawah Mangrove Ecotourism Environment
Malaria is caused by Plasmodium which is then transmitted by the Anopheles mosquito. This PKM activity was carried out bearing in mind that several patients with malaria were still found in the Mempawah area. This activity aims to socialize efforts to prevent the transmission of malaria through environmental cleaning activities in the Kuala Mempawah mangrove Ecotourism area. This activity was carried out using the lecture method and direct demonstrations in classifying waste based on the type of organic and inorganic waste, then the inorganic waste such as glass and plastic was separated, and the remainder was burned together with wood twigs and dry mangrove leaves, followed by closing the water barrels. and stagnant water on the streets which can be a breeding ground for Anopheles mosquitoes as vectors of human-to-human transmission of malaria. This clean activity was attended by 30 residents consisting of teenagers and assisted by students who took part in cleaning up the ecotourism area. Monitoring and evaluation is carried out throughout the activity through observing the activities of activity participants in clean activities and discussions involving all participants. From the results of the implementation of the activity, it shows that the area around ecotourism is clean from puddles and piles of garbage, and periodic cleaning of community sites has been carried out every 2 weeks.Keywords: Ecotourism, Kuala Mempawah, malaria, mangrov
pengabdian Pelatihan Membuat Video Ajar Malalui Aplikasi Capcut Dan Az Screen Sebagai Media Pembelajaran Di SMP 30 Palembang
Pada era teknologi informasi saat ini proses pembelajaran sudah mulai menerapkan inovasi yang menarik. Proses pembelajaran tidak hanya melalui komunikasi langsung atau tatap muka dengan metode ceramah yang menimbulkan rasa kejenuhan pada siswa. Pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 merubah seluruh tatanan kehidupan manusia mulai dari ekonomi, sosial, agama hingga sistem pendidikan. Selama pandemi Covid-19, sebagian dari guru di sekolah belum siap melaksanakan proses pembelajaran melalui media-media interaktif seperti video pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran dari rumah. Melalui media pembelajaran yang menarik dan efektif mampu meningkatkan motivasi dan kemauan belajar siswa. Target serta tujuan yang diusung melalui pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru SMP 30 Kota Palembang agar bisa menguasai aplikasi capcut dan az screen dalam membuat video ajar melalui smartphone atau perangkat komputer untuk menunjang sistem pembelajaran dari rumah baik berupa daring atau luring yang dicanangkan oleh Kemendikbud selama masa pandemi Covid-19. Solusi dari permasalahan tersebut diperlukan suatu metode yang tepat, adapun metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi, bimbingan dan demonstrasi, serta evaluasi.
Training on Making Teaching Videos through Capcut and Az Screen Applications as Learning Media at SMP 30 Palembang
In the current era of information technology, the learning process has begun to implement interesting innovations. The learning process is not only through direct or face-to-face communication with the lecture method which creates a sense of saturation in students. The Covid-19 pandemic that occurred in 2020 changed the entire order of human life, from the economy, social, religion to the education system. During the Covid-19 pandemic, some of the teachers in schools were not ready to carry out the learning process through interactive media such as learning videos to support the learning process from home. Through interesting and effective learning media, it can increase students' motivation and willingness to learn. The targets and objectives carried out through this training are to provide knowledge and skills to SMP 30 Palembang City teachers so that they can master the cap cut and az screen applications in making teaching videos via smartphones or computer devices to support the learning system from home either online or offline launched by Ministry of Education and Culture during the Covid-19 pandemic. The solution to these problems requires an appropriate method, while the methods used are lecture and discussion methods, guidance and demonstrations, and evaluatio
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Rintisan Kawasan Rumah Pangan Lestari
Permasalahan pangan menjadi di masa depan sulit dihindari, banyaknya lahan pertanian menjadi lahan pemukiman, kawasan industri berpotensi menurunnya produksi lahan pertanian. Solusi untuk mengatasi krisis pangan adalah mengoptimalkan lahan pekarangan setiap rumah untuk lebih produktif. Permasalahannya adalah banyak lahan pekarangan yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Kondisi ini dapat yang menjadi alasan mengapa kegiatan pengabdian ini dilaksanakan. Adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih memahami bagaimana mengoptimalkan lahan pekarangan bernilai ekonomi sehingga dapat menjadi rintisan kawasan rumah pangan lestari. Kegiatan ini melibatkan 1 kelompok wanita tani yaitu KWT Tunas makmur. Kegiatan pengabdian dilaksanakan bulan Maret-Mei 2022. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi materi, pendampingan dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat 33 jenis tanaman yang dibudidayakan. Masyarakat memiliki pemahaman yang baik terkait budidaya tanaman dalam pot, vertikultur, dan KRPL.
Empowerment of Women Farmers Groups in Using Yard Land as a Pilot Area for Sustainable Food Houses
Food problems are difficult to avoid in the future, many agricultural lands become settlements, and industrial areas may decrease agricultural land production. The solution to overcome the food crisis is to optimize the yard of each house to be more productive. The problem is that many yards have not been optimized for use. This condition can be the reason why this service activity is carried out. Some activities are expected by the community to better understand how to optimize their yards that have economic value so that they can become pioneers of sustainable food house areas. This activity involved 1 group of women farmers, namely KWT Tunas prosperous. Service activities are carried out in March-May 2022. Activities carried out in community service are material socialization, mentoring and monitoring, and evaluation. The results of the activity showed that there were 33 types of plants cultivated. The community has a good understanding of potted plant cultivation, viticulture, and KRPL Keywords: KWT, KRP
Pelatihan Pengelolaan Pajak Bagi Bendahara Rumah Sakit
Tujuan dari kegitan pengabdian ini adalah sosialisasi dan pelatihan kepada bendaharawan dan para pengelola keuangan di rumah sakit yang menyangkut pengelolaan pajak. Pengabdian bermitra dengan Rumah Sakit Universitas Mataram. Metode pelaksanaan dengan sosialisasi dan pelatihan, ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pihak rumah sakit terkait pengelolaan pajak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 8 bulan antara bulan Maret hingga November 2021 di rumah sakit Universitas Mataram. Penyajian materi perpajakan telah dilakukan secara sistematis dengan mengutamakan persentasi, diskusi dan tanya jawab. Tiap permasalahan yang dihadapi dalam konteks pengelolaan pajak menjadi materi diskusi antara penyaji (pemateri kegiatan pelatihan) dengan peserta. Selanjutnya, pelatihan berkesinambungan dilakukan secara dinamis dimana peserta melakukan konsultasi pada tiap-tiap permasalahan yang dihadapi dalam implementasi pajak rumah sakit, bentuk konsultasi melalui pertemuan langsung, maupun menggunakan perangkat komunikasi seperti telfon. Hasil kegiatan secara umum (kualitatif) adalah peserta pelatihan terutama bendaharawan sebagai faktor kunci pengelolaan pajak rumah sakit telah sepenuhnya memahami pengelolaan pajak. Akhirnya, pemahaman terkait pengelolaan pajak ini dapat diplikasi sebagai pedoman dalam pengelolaan pajak rumah sakit.
Tax Management Training for Hospital Treasurers
The purpose of this service activity is to socialize and train treasurers and financial managers in hospitals regarding tax management. Devotion partnered with Mataram University Hospital. The implementation method with socialization and training aims to provide understanding to the hospital regarding tax management. This community service activity was carried out for 8 months between March and November 2021 at the Mataram University Hospital. The presentation of tax material has been carried out systematically by prioritizing presentations, discussions and questions and answers. Each problem faced in the context of tax management becomes a subject of discussion between the presenters (the presenters of training activities) and the participants. Furthermore, continuous training is carried out dynamically where participants conduct consultations on any problems encountered in the implementation of hospital taxes, in the form of consultations through face-to-face meetings, or using communication devices such as telephones. The result of the activity in general (qualitative) is that the training participants, especially the treasurer as a key factor in hospital tax management, have fully understood tax management. Finally, this understanding of tax management can be applied as a guide in hospital tax management
Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kalangan HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo
Pengembangan nilai tambah suatu barang melalui kreativitas dan inovasi untuk menggerakkan ekonomi melalui penerapan ekonomi kreatif. Pemanfaatan sampah yang merupakan barang yang semula tidak memiliki manfaat, akan bernilai jika digunakan kembali dalam bentuk daur ulang yang memiliki nilai guna serta bermanfaat secara ekonomi. HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, merupakan sararan kegiatan penyuluhan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Pada kegiatan pengmas yang dilajukan oleh dosen Universitas Panca Marga probolinggo kepada kelompok HIMPAUDI Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, diikuti 15 orang peserta. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan serta kreatifitas dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota HIMPAUDI melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas untuk menumbuhkan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang disertai dengan sosialisasi, demonstrasi dan praktek langsung pembuatan kerajinan. Hasil dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan bekal kepada anggota HIMPAUDI untuk mampu memiliki keterampilan mengelola barang bekas menjadi barang bernilai ekonomi serta menumbuhkan ekonomi kreatif sehingga membantu mengurangi adanya sampah serta meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga
Training on The Use of Used Goods to Grow Creative Economy Among "HIMPAUDI" Kanigaran District Probolinggo City
Development of added value of an item through creativity and innovation to drive the economy through the application of the creative economy. The use of waste, which is an item that originally had no benefits, will be valuable if reused in the form of recycling which has use value and is economically beneficial. HIMPAUDI, Kanigaran District, Probolinggo City, is a series of extension activities to grow the creative economy. In the community service activity carried out by lecturers of Panca Marga University in Probolinggo to the HIMPAUDI group, Kanigaran District, Probolinggo City, 15 participants were attended. The purpose of this activity is to provide knowledge and skills as well as creativity in fostering the entrepreneurial spirit of HIMPAUDI members through training on the use of used goods to grow the creative economy. The method used is training accompanied by socialization, demonstration and direct practice of craft making. The result of this training is to provide provisions for HIMPAUDI members to be able to have the skills to manage used goods into goods of economic value and grow the creative economy so as to help reduce waste and increase family economic incom