Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman Melalui Tekonologi Akuaponik Untuk Meningkatkan Ekonomi Di Dusun III Sri Pengantin

    No full text
    Dusun III Sri Pengantin merupakan salah satu desa terisolir dari desa lainnya yang berada di Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas, dimana untuk mencapai dusun tersebut harus menggunakan transportasi khusus yang dikenal dengan “ketek” selama 45 menit hingga 1 jam. Dusun yang terisolir juga diperparah dengan ketiadaan sumber listrik, tingkat pendidikan yang minim, serta fasilitas sarana prasarana yang sangat memprihatinkan. Hal ini berdampak pada ekonomi masyarakatnya yang hanya mengandalkan hasil kebun yang letaknya jauh dari rumah asli penduduk dan umumnya mendapatkan barang umumnya masyarakat saling menggunakan sistem barter. Padahal, dusun ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, seperti sungai, bukit, ikan, dan lahan yang luas. Oleh karena itu, dengan daya dukung sumber daya alam yang ada, salah satu usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat adalah dengan menerapkan teknologi akuaponik dimana hasil yang didapatkan tidak hanya ikan, tetapi juga sayur-sayuran. &nbsp

    Pelatihan Kewirausahaan Dosen Hindu Indonesia,Untuk Mencetak Startup Baru Ditengah Pandemi Covid 19

    No full text
    Banyaknya perusahaan terutama UMKM yang mengalami kebangkrutan akibat Pandemi covid 19, mendorong penulis turut berpartisipasi dalam pelatihan kewirausahaan ini, mendukung pencapaian tujuan 8 SDGs : “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua”. Pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan penyusunan rencana bisnis kepada calon wira usaha dalam rangka mencetak startup baru ditengah pandemi covid 19. Mitra dalam kegiatan ini adalah Dosen Hindu Indonesia (DHI), Organisasi Dosen beragama Hindu di seluruh Indonesia, berbadan hukum perkumpulan. Dengan menerapkan metode pelatihan, pengabdian ini memberi pengetahuan dan melatih peserta untuk menyusun rencana bisnis. Pelatihan dimulai dari brainstorming peserta untuk menggali ide-ide baru dari peserta yang layak diteruskan menjadi usaha, keunikan produk dan profil calon pelanggannya. Presentasi materi pelatihan dan konsultasi penyusunan rencana bisinis dilakukan setelah masing-masing peserta memiliki gambaran tentang produk atau usaha yang akan dibuat. Setelah paparan materi, peserta ditugaskan untuk membuat Rencana Bisnis sesuai dengan Ide yang dimiliki, dilanjutkan dengan presentasi rencana bisnis sesuai dengan rentang waktu penyusunan yang telah ditentukan. Pelatihan yang diikuti oleh 17 (tujubelas) peserta dari seluruh Indonesia ini, menghasilkan 9 (sembilan) rencana bisnis yang layak untuk ditindak lanjuti. Setelah melalui proses penilaian, peserta yang rencana bisnisnya dianggap layak dipertemukan dengan calon investor yang telah berkomitmen untuk mendanai realisasi dari rencana bisnis tersebut Entrepreneurship Training of Indonesian Hindu Lecturers, To Create A New Startup In The Covid-19 Pandemic  The number of companies, especially MSMEs that have gone bankrupt due to the COVID-19 pandemic, encourages the authors to participate in this entrepreneurship training, supporting the achievement of the 8 SDGs goals: "Increasing inclusive and sustainable economic growth, productive and comprehensive job opportunities, and decent work for all". The training aims to provide knowledge on the preparation of business plans to prospective entrepreneurs in order to create new startups in the covid 19 pandemic. Partners in this activity are Indonesian Hindu Lecturers (DHI), Hindu Lecturers Organizations throughout Indonesia, incorporated as associations. By applying training methods, this service provides knowledge and trains participants to develop business plans. The training starts with participants' brainstorming to explore new ideas from participants that are worthy of being continued in businesses, product uniqueness, and profiles of potential customers. Presentation of training materials and consultation on the preparation of a business plan is carried out after each participant has an idea of ??the product or business that will be created. After the presentation of the material, participants are assigned to make a Business Plan according to the idea they have, followed by the presentation of a business plan according to the predetermined time frame. The training, which was attended by 17 (seventeen) participants from all over Indonesia, resulted in 9 (nine) business plans that deserve to be followed up. After going through the assessment process, participants whose business plans are deemed worthy are met with potential investors who have committed to funding the realization of the business plan

    Strategi Marketing Melalui Store Atmoesfer dan Media Sosial Di Rumah Batik Tresna Art

    No full text
    Galeri Seni Batik Tresna mengalami kesulitan penjualan., sehingga penjualan menurun dan keuntungan sangat minim. Kondisi ini sepertinya disebabkan karena kurangnya promosi mengingat saat ini Batik lagi di produksi di banyak daerah sehingga persaingan sangat ketat baik secara online maupun offline, sehingga upaya untuk menjual secara online tidak bisa di tinggalkan. Penjualan online bisa dilakukan melalui social media, akan tetapi membuat pelanggan offline juga harus diperhatikan antara lain dengan menata store atmosfer. Untuk itu dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini perlu memberikan pendampingan dalam melaksanakan strategi pemasaran di rumah Batik Tresna Art yaitu melalui Social media dengan Instagram dan Website sebagai media promosi Rumah Batik Tresna Art bagi pelanggan online, sedangkan untuk pelangan offline maka dilakukan dengan mengatur atmosfer Rumah Batik Tresna Art sehingga pengunjung yang akan membeli di galeri batik merasa nyaman. Setelah dilakukan pembenahan atmosfer di Rumah batik Trisna Art dan dilakukan promosi secara online di social media dan website yang di miliki ternyata pengunjung dan pembeli Batik Trisna Art dapat meningkat sebanyak 30%, dan selanjutnya diharapkan penjualan akan mencapai peningkatan sebanyak 100%.  Marketing Strategy Through Atmoesphere Store And Social Media At Rumah Batik Tresna Art Tresna Art Batik Gallery is experiencing difficulties in selling, so sales are declining and profits are minimal. This condition seems to be caused by a lack of promotion considering that currently Batik is being produced in many areas so that competition is very tight both online and offline, so that efforts to sell online cannot be abandoned. Online sales can be done through social media, but making offline customers must also be considered, among others, by setting up a store atmosphere. For this reason, this community service activity is carried out by providing assistance in implementing marketing strategies at the Tresna Art Batik house, namely through Social media with Instagram and the Website as a promotional medium for the Tresna Art Batik House for online customers, while for offline customers it is done by adjusting the atmosphere of the Batik House. Tresna Art so that visitors who will buy at the batik gallery feel comfortable. After revamping the atmosphere at the Trisna Art Batik House and conducting online promotions on social media and websites that are owned, it turns out that visitors and buyers of Batik Trisna Art can increase by 30%, and then it is hoped that sales will increase by 100%.

    Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web bagi Guru-Guru SMA di Kabupaten Konawe

    No full text
    Telah dilakukan Pengabdian Pada Masyarakat melalui Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru-Guru SMA di Kabupaten Konawe. Sasaran dari pelatihan ini adalah Guru-Guru SMA/Sederajat Se Kabupaten Konawe. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah melatih guru SMA di Kabupaten Konawe dalam menyusun bahan ajar berbasis web. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi model pembelajaran, materi E-Learning  berbasis Web secara ringkas, kemudian diikuti dengan diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas mandiri kepada setiap peserta. Hasil Pengabdian yang dilakukan diperoleh bahwa Bahan ajar Interaktif Model e-Learning Berbasis Web memenuhi kelayakan dengan deskripsi untuk tampilan media web bahan ajar masuk dalam kategori Baik (dengan rata-rata persentase 78,39%), untuk bahan ajar masuk dalam kategori Baik (dengan rata-rata persentase 88,47%), dan untuk persepsi siswa terhadap bahan ajar masuk dalam kategori Cukup Baik (dengan rata-rata persentase 66,84%). Hasil pengabdian ini dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe untuk mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif dan perangkat pembelajaran model E-learning berbasis Web tersebut pada sekolah lain yang ada di Kabupaten Konawe. Training of Web-Based Teaching Materials for High School Teachers in Konawe District Abstract Community Service has been conducted through Training on the Preparation of Web-Based Teaching Materials for High School Teachers in Konawe Regency. The target of this training is a high school/equivalent teachers throughout Konawe Regency. The purpose of this activity is to train high school teachers in Konawe Regency in compiling web-based teaching materials. The method used includes the presentation of learning model material, Web-based E-Learning material briefly, then followed by discussion, question and answer, and giving independent assignments to each participant. The results of the service carried out showed that the interactive teaching materials of the Web-Based e-Learning Model met the eligibility with a description for displaying web media, teaching materials were in the Good category (with an average percentage of 78.39%), for teaching materials were in the Good category (with an average percentage of 78.39%), the average percentage is 88.47%). Students' perceptions of teaching materials are in the Good Enough category (with an average percentage of 66.84%). The results of this service can be used as the basis for policy-making for the Konawe Regency Education and Culture Office to try to apply innovative learning models and Web-based E-learning models to other schools in Konawe Regenc

    Empowerment Public Branch Village 2 Amban District In Process Results Agriculture Sweet potato bitch Become processed Which Worth Economical And Highly Nutritious

    No full text
    Generally the farmers in the branch village 2 , Amban District, destination own results enough farming _ many of them is sweet potato creep , dive This This sweet potato only for sale raw and utilized as one _ food addition . Capabilities and skills possessed by farmers in process sweet potato bitch This in a manner general Not yet Not yet Lots so that activity planned training  important For done. Activity community service this is For practice farmer sweet potato in process sweet potato become processed worth economical and nutritious. Partner in activitiesa This is inhabitant the people of village 2 in the Amban district . The implementation of community service PKM uses the Participatory Rapid Appraisal (PRA) approach with the stages of activities, namely 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. kindly general activity devotion done with Good with indicator participation partners during activity reached 100%, an increase understanding and skills reach 90% and response partners to activity training reach 100%. activity dedication This Still need done in a manner sustainable especially in packaging and marketing from the products that are produce

    Pengabdian Pada Ibu Hamil Untuk Deteksi Dini

    No full text
    Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementrian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebesar 4.221 kematian sehingga masih dibawah dari target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Tujuan pengabdin ini untuk mendeteksi tanda bahaya pada ibu hamil, selain itu akan diamati juga dari factor pengetahuan ibu tentang tanda bahaya Selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam pengadian ini adalah Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan jumlah sempel 24 ibu hamil. Devotion to Pregnant Women for Early Detection  The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still quite high. The number of maternal deaths compiled from the recording of family health programs at the Ministry of Health in 2020 shows 4,627 deaths in Indonesia. This number shows an increase compared to 2019 of 4,221 deaths so that it is still below the target for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). Efforts to accelerate the decline in MMR can be done by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, such as health services for pregnant women, delivery assistance by trained health workers in health care facilities, post-natal care for mothers and babies, special care and referrals if they occur. complications, and family planning services including postnatal family planning. The purpose of this service is to detect danger signs in pregnant women, besides that it will also be observed from the mother's knowledge about danger signs during pregnancy. The method used in this study is the type of research used in this study is descriptive, with a sample of 24 pregnant women

    Pelatihan Strategi Pemasaran Pelayanan Konsumen dan English for Tourism and Business bagi Pelaku Usaha Desa Wisata Pangandaran

    No full text
    Pelaku usaha di Desa Wisata Pangandaran menjadi salah satu SDM wisata yang terdampak pandemi Covid 19. Ketidaksiapan akan krisis dan pandemi ini merupakan hasil dari rendahnya kecerdasan emosional para pelaku usaha sehingga menurunkan kinerja mereka dalam melakukan strategi pemasaran dan pelayanan konsumen. Disamping itu karena tidak adanya wisatawan asing yang berkunjung ke Desa Wisata Pangandaran selama dua tahun terakhir membuat para pelaku usaha lupa dan canggung dalam menggunakan bahasa Inggris dan hal ini akan sangat merugikan mereka. Merujuk pada permasalahan tersebut maka tujuan pelatihan strategi pemasaran, pelayanan konsumen, dan English for Tourism and English for Business ialah untuk melatih kemampuan pelaku usaha dalam memahami informasi tentang prilaku konsumen dan mengidentifikasi tahapan pemasaran, meningkatkan kualitas pemasaran dan pelayanan, serta kualitas bahasa Inggris para pelaku usaha, dan menginisiasi pembuatan Klinik Bisnis bagi pelaku usaha di Desa Wisata Pangandaran yang akan difasilitasi oleh laboratorium bisnis Program Studi Manajemen dan laboratorium Bahasa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 8 pertemuan. Hasil kegiatan ini diantaranya adanya peningkatan pemahaman para pelaku usaha tentang EQ dalam berwirausaha, berubahnya mindset para pelaku usaha dalam melakukan pemasaran dan pelayanan konsumen, dan meningkatknya kemampuan berbahasa Inggris untuk wisata dan bisnis bagi para pelaku usaha. Marketing Strategy, Consumer Service, and English for Tourism and Business Training for Pangandaran Business Actor Business actors in Pangandaran are one of the great sources of increasing income and expanding job opportunities for the community there. However, their low emotional intelligence and unpreparedness for the crisis and pandemic of Covid-19 caused an increase in unemployment and bankruptcy. The pandemic also decreases their performance in implementing marketing and customer service strategies. In addition, the absence of international visiting Pangandaran for the past two years has made them forget and doubt in using English. Referring to these problems, the training on ESQ, marketing strategy assistance and customer service, and ESP are needed. The training aims to increase participants' understanding and ability about consumer behaviour, marketing stages, marketing and service, and English. The training was held in 8 meetings. The results of these activities showed that 1) their understanding of EQ in entrepreneurship is increasing, 2) their mindset in marketing and customer service is changing, and 3) their English for tourism and business ability has improved.

    Pelatihan dan Sosialisasi Fermentasi Limbah Kulit Buah Nanas Menjadi Eco-enzyme sebagai Implementasi dari Slogan Reuse Reduce dan Recycle

    No full text
    Salah satu komoditas unggulan Kalimantan Barat di bidang holtikultura adalah buah Nanas dengan jumlah produksi sebesar 76.400 ton pada tahun 2019. Buah Nanas dijual dalam kondisi segar maupun berbagai jenis olahan. Pengembangan hasil olahan Nanas berpotensi memberikan kontribusi pada peningkatan volume sampah organik di Kalimantan Barat. Sampah menjadi isu global yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan manusia apabila tidak dikelola dengan baik. Hingga saat ini, penanganan sampah masih menjadi problematika yang belum terselesaikan. Slogan Reuse, Reduce dan Recycle (3R) telah menginspirasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menerapkan pemahaman dan meningkatkan skill sejak dini dalam pengelolaan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi lingkungan. Sampah limbah Nanas dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada September 2022 dengan peserta siswa SMUN 3 Pontianak sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan praktek membuat eco-enzyme. Sedangkan, evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui kuis pada saat pre-test dan post-test, serta evaluasi keterampilan siswa dalam mempersiapkan proses fermentasi. Hasil penelitian yaitu pembuatan ekoenzim dilakukan dengan pencampuran bahan dengan perbandingan limbah kulit Nanas : gula aren : air sebesar 3 : 1 : 10. Fermentasi dilakukan ± 3 bulan. Kegiatan mandiri ini menunjukkan antusiasme dan semangat dari peserta mengikuti seluruh proses kegiatan. Selain itu, peserta menjadi lebih terampil dalam mengolah limbah menjadi larutan ekoenzim. Training and Socialization of Pineapple Peel Waste Fermentation to Eco-enzyme as the Implementation of the Slogan Reuse, Reduce dan Recycle  One of the featured commodities of West Kalimantan in the horticulture sector is Pineapple with a total production of 76,400 tons in 2019. Pineapple is sold in the form of fresh or in various types of processing. The development of processed pineapple has the potential to contribute to increasing the volume of organic waste in West Kalimantan. Garbage is a global issue that cause environmental pollution and human health problems if not managed properly. Until now, waste management is still an unresolved problem. The slogan Reuse, Reduce and Recycle (3R) has inspired the community to carry out waste management systematically and sustainably. This community services aimed to apply understanding and improve skills in managing organic waste into useful products to the environment. Pineapple waste can be processed into products that have an added value and useful. The community service activity was carried out in September 2022 with participants from SMUN 3 Pontianak as many as 40 students. Activities were carried out with the lecture method and practice of making eco-enzymes. Meanwhile, evaluation was done through quizzes during the pre-test and post-test, as well as evaluating students' skills in preparing for the fermentation process. The result showed that the production of eco-enzymes was done by mixing the ingredients with a ratio of pineapple waste: palm sugar: water of 3 : 1 : 10. Fermentation was carried out for ± 3 months. This activity showed the enthusiasm of the participants to attend in the whole process of this activity. In addition, the skill of the participants was increased in processing organic waste into an eco-enzyme

    Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi Melalui Program Kampus Mengajar

    No full text
    Program Kampus Mengajar (KM) adalah salah satu solusi dalam permasalahan yang dialami dunia pendidikan selama pandemic covid 19, diprogramkan untuk semua sekolah khususnya sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia dalam usaha mengefektifkan proses pembelajaran. Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 15 Segedong Kabupaten Bengkayang adalah salah satu sekolah dengan status belum terakreditasi, mendapatkan jatah penempatan peserta Kampus Mengajar 2 (KM2) sebanyak 4 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu terselenggaranya layanan pendidikan dalam usaha meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan teknologi dari siswa di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu proses pembelajaran, adaptasi teknologi dan penertiban administrasi sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama 20 minggu efektif, dimulai dari awal Agustus-20 Desember 2022. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas sekolah, dari yang belum akreditasi menjadi terakreditasi C, selain itu semangat dan motivasi siswa dalam belajar juga semakin tinggi. Increasing Numeral Literacy and Technology Adaptation Through the Teaching Campus Program  The Teaching Campus Program (KM) is one solution to the problems experienced by the world of education during the COVID-19 pandemic, programmed for all schools, especially elementary and secondary schools throughout Indonesia in an effort to streamline the learning process. State Elementary School (SDN) No. 15 Segedong, Bengkayang Regency is one of the schools with an unaccredited status, receiving 4 participants from Teaching Campus 2 (KM2). The purpose of this activity is to assist the implementation of educational services in an effort to improve the literacy, numeracy and technology skills of students at the school. The implementation of this activity is divided into several stages, namely the learning process, adapting technology and controlling school administration. The activity was carried out for 20 effective weeks, starting from the beginning of August-20 December 2022. The results of the activity showed an increase in the quality of schools, from those that have not been accredited to become accredited C, besides that the enthusiasm and motivation of students in learning is also getting higher

    Peningkatan Jiwa Entrepreneur Melalui Pelatihan Pemanfaatan POC (Pupuk Organik Cair) Air Cucian Beras

    No full text
    Limbah air cucian beras yang dihasilkan sebuah keluarga dapat menghasilkan setidaknya 1 liter setiap harinya. Limbah air cucian air beras tersebut jika difermentasi, limbah tersebut memiliki kandungan bakteri serta unsur hara N, P, K serta Mg yang bermanfaat bagi tanaman. Ibu-ibu PKK Desa Bulang Kecamatan Gending merupakan ibu-ibu yang memang menyukai tanaman serta menaman tanaman di sekitar halaman rumah. Pengetahuan dan pemanfaatan penggunaan limbah cucian beras sangat minim. Untuk itu pada kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan baku air cucian beras. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh ibu-ibu PKK desa bulang Kecamatan Gending sejumlah 20 peserta. Pada pelaksanaanya dilakukan tiga sesi meliputi sesi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Pengabdian memberikan dampak adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK sebesar 70% dan keahlian juga meningkat sebesar 30 %. Increasing Entrepreneurial Spirit Through Training On The Use of Rice Washing Water POC  Waste rice washing water produced by a family can produce at least 1 liter every day. The waste water washing rice water if fermented, the waste contains bacteria and nutrients N, P, K and Mg which are beneficial to plants. PKK mothers in Bulang Village, Gending District, are mothers who really like plants and plant plants around the yard. Knowledge and utilization of the use of rice laundry waste is minimal. For this reason, in community service activities, socialization and training on making liquid organic fertilizer made from rice washing water are carried out. This community service activity was attended by PKK mothers in Bulang Village, Gending District, a total of 20 participants. In its implementation, three sessions were carried out including socialization sessions, training and mentoring. Service has an impact on increasing the knowledge of PKK mothers by 70% and expertise also increased by 30%

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇