Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Character Building pada Pekerja Seks Komersial dan Orang dengan HIV AIDS melalui Pelatihan Kewirausahaan dan Penanaman Nilai-Nilai Agama
Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membantu PSK dan ODHA dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan kewirausahaan mereka. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai hal seperti manajemen keuangan, pemasaran, pengelolaan usaha, serta kemampuan untuk berkomunikasi dan bernegosiasi dengan konsumen. Program dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Hasil dan manfaat yang diperoleh dalam proses pelaksanaan program antara lain peserta dapat mengalami perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka. Mereka mulai menerapkan etika, keadilan, dan kepedulian dalam interaksi sehari-hari, memungkinkan mereka untuk lebih terlibat dalam masyarakat dan menghadapi stigma dengan lebih kuat. Disamping itu, peserta mendapatkan gambaran mengenai peluang usaha dengan modal yang kecil walaupun dengan prospek keuntungan yang tidak terlalu besar melalui pengenalan platform e-commerce yang memberikan inspirasi bagi peserta dalam memulai usaha secara online.
Character Building for Commercial Sex Workers and People Living with HIV AIDS through Entrepreneurship Training and Religious Values Inculcation
This Community Service aims to help prostitutes and PLWHA improve their entrepreneurial skills and abilities. In this training, participants will learn various things such as financial management, marketing, business management, as well as the ability to communicate and negotiate with consumers. The program is implemented in several stages using various interactive and participatory learning methods. The results and benefits obtained in the program implementation process include participants being able to experience positive changes in their attitudes and behavior. They begin to apply ethics, fairness, and caring in their daily interactions, allowing them to become more involved in society and confront stigma more strongly. Apart from that, participants got an idea of business opportunities with small capital even though the profit prospects are not too big through the introduction of an e-commerce platform which provides inspiration for participants in starting an online busines
Penguatan Literasi Elektronik Siswa Melalui Pelatihan Kodifikasi Elektronik Tanaman Berbasis QR Code Di SMKN 1 Narmada
memaksimalkan penguasaan teknologi sebagai upaya penguatan literasi digital siswa melalui kodifikasi elektronik tanaman berbasis QR Code. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode couching/pelatihan dengan bentuk kegiatan ceramah, tanya jawab & praktik. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa core pertanian SMKN 1 Narmada sebanyak 20 orang dan 2 orang guru sebagai pendamping. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dan lancar, serta berhasil menunjukkan bahwa para siswa menjadi terampil dalam mendesain template informasi tanaman dan menyandi url google drive melalui platform penyedia QR Code. Disamping itu, hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa terhadap kodifikasi tanaman berbasis QR Code dimana perolehan skor pretest memberikan nilai rata-rata sebesar 48,2 kemudian meningkat menjadi 85,4 untuk rata-rata skor posttest. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank juga menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman sebelum pelatihan dengan setelah pelatihan. Metode pengabdian yang serupa diharapkan dapat ditindaklanjuti ke skala yang lebih luas yaitu pada dunia usaha dunia industri atau bekerjasama dengan dinas pertanian dan dinas kehutanan sebagai upaya penguatan literasi digital pada masyarakat.
Strengthening Students' Elektronik Literacy Through QR Code-Based Plant Electronic Codification Training at SMKN 1 Narmada
The aim of this service activity is to produce a QR Code-based electronic codification system and maximize mastery of technology in an effort to strengthen students' elektronik literacy through QR Code-based electronic plant codification. The method used in service activities is the couching/training method in the form of lectures, questions and answers, and practice activities. The target partners in this activity are 20 core agricultural students at SMKN 1 Narmada and 2 teachers as assistants. This service activity was carried out well and smoothly and succeeded in showing that the students became skilled in designing plant seed templates and encoding Google Drive URLs via the QR Code provider platform. Apart from that, the results of the evaluation of the implementation of this training showed that there was an increase in students' understanding of QR Code-based plant codification, where the pretest score gave an average score of 48.2, which then increased to 85.4 for the average posttest score. Test results using the Wilcoxon signed rank method also show a p-value of 0.001. These results show that there is an increase in elektronik literacy before and after the training. It is hoped that similar service methods can be followed up on a wider scale, namely in the business world of industry or in collaboration with agricultural and forestry services, as an effort to strengthen digital literacy in society
Pemanfaatan LMS Molearn Bagi Guru SMK Pawiyatan Surabaya Sebagai Sarana Pembelajaran Hybrid Learning
Meskipun pandemi sudah mulai mereda, namun proses belajar mengajar di sekolah belum sepenuhnya dapat pulih seperti sebelumnya. Di saat masa normal baru, dibutuhkan suatu Learning Management System (LMS) yang mampu mewadahi pembelajaran campuran (hybrid learning). MoLearn, sebuah LMS yang dibuat khusus agar pendidik mempunyai wadah yang memudahkan dalam menyajikan materi, memberikan tugas, serta melakukan penilaian dari tugas dan ujian yang dibuat oleh peserta didik. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang hybrid learning, serta workshop pelatihan penggunaan MoLearn, dan pendampingan penggunaannya. Metode yang digunakan adalah metode KSA (Knowledge, Skill, Attitude) transfer yang diwujudkan dalam seminar, workshop dan pendampingan pada saat pelaksanaan. Di samping penyediaan LMS, guru juga dibekali dengan cara membuat materi yang lebih menarik dengan teknologi informasi. Hasil yang didapat dari pelatihan adalah guru mampu meningkatkan diri baik dari penyajian materi maupun sarana pendistribusian materi melalui LMS.
Utilization of LMS Molearn for Teachers of SMK Pawiyatan Surabaya as a Hybrid Learning Facility
Although the pandemic has begun to subside, school teaching and learning have not fully recovered as before. During the new normal, a Learning Management System (LMS) is needed that can accommodate hybrid learning. MoLearn, an LMS that was made specifically so that educators have a place that makes it easier to present material, give assignments, and conduct assessments of assignments and exams made by students. The purpose of this service is to provide an understanding of hybrid learning, and training workshops on the use of MoLearn,, and assistance in its use. The method used is the KSA (Knowledge, Skill, Attitude) transfer method which is realized in seminars, workshops, and mentoring during implementation. In addition to providing LMS, teachers are also provided with ways to make a material more interesting with information technology. The results obtained from the training are teachers can improve themselves both from the presentation of the material and the means of distributing material through the LMS.
Pelatihan Pembuatan Eco enzyme sebagai Handsanitizer dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Lembah Damai
Saat sekarang ini sampah sudah mulai dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Pengolahan sampah menjadi produk yang lebih berguna mulai aktif dilakukan seperti menjadikan sampah untuk energi, kompos, pupuk atau sebagai bahan baku dalam industri. Sampah organik dapat diolah menjadi Eco enzyme yang memiliki manfaat ganda. Cairan Eco enzyme ini multifungsi dan aplikasinya dapat meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Program ini bertujuan menjadi solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih (Zero Waste) sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Kegiatan ini mengenalkan inovasi alat fermentor eco enzyme yang dapat digunakan lebih efektif. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan pelatihan yang dilakukan secara langsung dan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan eco enzyme dengan menggunakan eco fermentor dan pembuatan handsanitizer. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman mitra dalam produksi handsanitizer. Handsanitizer yang dihasilkan selanjutnya diuji efektivitasnya dalam membunuh bakteri. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh mitra Bank sampah dalam memproduksi handsanitizer sehingga dapat meningkatkan ekonomi.
Workshop on the production of Eco enzyme as a Hand Sanitizer in Improving the Economy of the Village Community of Lembah Damai
Abstract
Nowadays, waste has begun to be seen as a resource that has economic value. Processing waste into more valuable products has started to be actively carried out, such as making waste for energy, compost, fertilizer, or as raw material in the industry. Organic waste can be processed into Eco enzyme, which has multiple benefits. This Eco enzyme liquid is multifunctional, and its applications can include households, agriculture, and livestock. This program aims to be a solution to create a clean environment (Zero Waste) as well as to improve the economy of the surrounding community. This activity introduces an innovative eco-enzyme fermenter that can be used more effectively. The method of implementing the action is through training which is carried out directly and followed by assistance in making eco enzymes using an eco fermenter and hand sanitizer. This activity resulted in an increased understanding of partners in the production of hand sanitizer. The hand sanitizer produced is then tested for its effectiveness in killing bacteria. This activity is expected to be continued by Waste Bank partners in creating hand sanitizer to improve the econom
Pelatihan Pembuatan Storyjumper dengan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Kelompok Kerja Guru Gugus Kuin Utara
Storyjumper merupakan web tool animated audio book yang dapat memfasilitasi penyampaian materi dan memotivasi siswa untuk belajar dengan fitur khusus seperti voice, images, dan teks yang dapat dibuat oleh guru. Untuk memaksimalkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan melatih 67 guru sekolah dasar dalam Kelompok Kerja Guru Gugus Kuin Utara dalam membuat Storyjumper pada tanggal 27 Mei - 4 Juni 2022 secara tatap muka dan dalam jaringan. PkM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan yang diuraikan dalam tujuh tahapan yaitu analisa situasi masyarakat, identifikasi masalah, menentukan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan. Instrumen yang digunakan yaitu angket yang memuat lima aspek diantaranya integasi teknologi dalam pembelajaran, kemampuan dalam membuat Storyjumper, manfaat Storyjumper, pelaksanaan pelatihan, dan kemampuan tim PkM. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebanyak 29 peserta (43%) mampu membuat Storyjumper sampai akhir dan 54 peserta (81%) menunjukkan respon baik pada kelima aspek ini. Peserta menyatakan bahwa mereka mampu menambahkan teks, gambar, dan voice serta membuat desain Storyjumper yang nantinya akan digunakan di dalam kelas untuk mengajar sebagai upaya menyampaikan materi dengan menarik. Pelaksanaan PkM secara hybrid ini sangat membantu memaksimalkan luaran hasil PkM karena guru-guru memiliki waktu yang cukup menyelesaikan satu animated audio book..
Training on Making Storyjumpers with Local Wisdom to Improve Student Motivation in Gugus Kuin Utara Teacher Working Group
Storyjumper is an animated audio book web tool that can facilitate the delivery of material and motivate students to learn with special features such as voice, images, and texts created by the teacher. To maximize the ability of teachers to use technology in learning, this Community Service aims to train 67 elementary school teachers in Gugus Kuin Utara Teacher Working Group in making Storyjumpers on 27 May - 4 June 2022 face-to-face and online. It was conducted by using workshop method. The method used was done in seven stages, namely analyzing the community situation, identifying problems, determining work objectives, problem solving plans, social approaches, implementing activities, and evaluating the implementation. The instrument used was a questionnaire that contains five aspects including technology integration in learning, the ability to make Storyjumpers, the benefits of Storyjumpers, training implementation, and the ability of the PkM team. The results of the training showed that as many as 29 participants (43%) were able to make Storyjumpers to the end and 54 participants (81%) showed good responses to these five aspects. The participants stated that they were able to add texts, images, and voice as well as create Storyjumper designs which would later be used in the classroom to teach as an effort to convey material in an interesting way. This hybrid PkM implementation helps maximize the PkM outcomes because the teachers have enough time to complete an animated audio book
Pelatihan Pengolahan Limbah Usaha Kecil Mengah Menjadi Bahan Makanan Yang Bernilai Ekonomi Di Desa Mulawarman Tenggarong Sebrang Kutai Kartanegara
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat desa Mulawarman bagaimana pengolahan limbah dari usaha kecil menengah menjadi makanan yang bernilai ekonomi di desa Mulawarman, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat desa Mulawarman melalui pengolahan limbah dari usaha kecil menengah menjadi makanan. Jenis penelitian ini adalah pengabdian kegiatan masyarakat. Adapaun prosedur dalam penelitian ini yaitu Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Peserta dalam pelatihan ini sebanyak 52 peserta yang terdiri dari ibu PKK masyarakat tenggarong sebrang samarinda yang telah memiliki UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh beberapa hasil limbah yang dijadikan sebagai bahan pangan bernilai ekonomi yaitu limbah air kelapa melalui beberapa proses menjadi starter, limbah kulit pisang melalui beberapa tahap proses menjadi nata de banana, kulit singkong melalui beberpa proses menjadi keripik kulit singkong, dan limbah jerami nangka melalui beberapa proses menjadi abon. Selain itu manfaat pelatihan pengolahan limbah UKM bagi Masyarakat di desa Mulawarman antara lain dapat membantu mengurangi limbah yang dihasilkan oleh kegiatan UKM, memberikan keterampilan dalam pengolahan limbah menjadi bahan pangan yang bernilai ekonomis, membuka kesempatan bagi masyarakat tenggarong sebrang dalam berbisnis.
Training Of Waste Processing From Smss Into Economic Value Food Materials In Mulawarman Village Tenggarong Sebrang Kutai Kartanegara
This study aims to provide training to the people of Mulawarman village how small waste processing becomes economically feasible in Mulawarman village. This type of research is community service . The procedures in this study are: Discovery, Dream, Design, and Destiny. Participants in this training were 52 participants consiting of the PKK women from the Tenggarong community across Samarinda who already have SMEs. The results showed that some waste products that were used as food with economic value were coconut water waste through several processes to become a starter, banana peel waste through several stages of processing into nata de banana, cassava peels through several processes into cassava peel chips, and straw waste. jackfruit goes through several processes to become shredded. In addition, the benefits of SME waste management training for the community in Mulawarman village, among others, can help reduce waste generated by SME activities, provide skills in processing waste into food that has economic value, open opportunities for the Tenggarong Sebrang community in doing business
Penyuluhan Sertifikasi Produk dan Legalitas Usaha Bagi Pelaku Usaha Pada Sentra Industri Tahu dan Tempe di Kabupaten Konawe Selatan
Tujuan kegiatan pengabdian yaitu meningkatnya pemahaman dan minat pelaku usaha tentang urgensi sertifikasi produk pangan industri rumah tangga dan legalitas usaha. Peserta terdiri dari 16 pelaku usaha Industri Rumah Tangga produk tahu dan tempe di Desa Lambusa, Kabupaten Konawe Selatan. Metode pelaksanaan melalui penyuluhan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dari aspek legalitas usaha dan jaminan keamanan produk. Evaluasi program menggunakan kuisioner pre-post kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian masyarakat telah efektif dilaksanakan yang ditunjukkan dengan peningkatan pemahaman peserta tentang urgensi dan prosedur sertifikasi produk dan legalitas usaha. Minat peserta untuk memiliki sertifikat produk pangan berada pada kategori tinggi, sementara minat peserta untuk memiliki legalitas usaha berada pada kategori sangat tinggi. Rekomendasi yang diajukan berupa upaya instansi terkait guna membuka akses yang lebih luas bagi pendaftaran legalitas usaha maupun sertifikasi produk pangan.
Counseling on Certification and Business Legality at Tofu and Tempe Industry Centers in South Konawe Regency
The purpose of service activities is to increase understanding and interest of business actors regarding the urgency of the certification of household industry food products and business legality. Participants consisted of 16 household industry Tofu and Tempe products in Lambusa Village, South Konawe Regency. Implementation method through counseling. Service activities are carried out from the aspect of business legality and product safety guarantees. Program evaluation using the pre-post questionnaire activities. Based on the results of the evaluation, community service activities have been effectively implemented by increasing participants' understanding of the urgency and procedures of product certification and business legality. The interest of participants to have a food product certificate is in the high category, while the interest of participants to have business legality is in a very high category. Recommendations submitted in the form of relevant agencies' efforts to open wider access for registration of business legality and food product certificatio
Pelatihan Industri Kreatif Melalui Sablon Manual Bagi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Uinversitas Indo Global Mandiri Palembang
Pelatihan industri kreatif melalui sablon melibatkan mahasiswa DKV UIGM sebagai mitra pengabdian. Adapun jumlah anggota mitra yang terlibat sebanyak 32 orang mahasiswa. Pelatihan ini berangkat dari permasalahan dasar yaitu masih kurangnya keterampilan yang dimilki oleh mahasiswa DKV tentang sablon kaos manual. Sementara mahasiswa memilki minat yang tinggi untuk dapat menguasai teknik sablon manual sehingga mahasiswa dapat mengekspresikan ide kreatifnya sebagai seorang DKV. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan jenis-jenis alat dan bahan sablon (plastisol) agar mahasiswa dapat menguasai teknik sablon manual sehingga dapat diterapkan sebagai peluang usaha mandiri di bidang industri kreatif. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan sablon adalah sosialisasi, demonstrasi, praktikum, bimbingan dan metode evaluasi. Adapun hasil kegiatan pelatihan sablon bagi mahasiswa DKV UIGM diantaranya adalah menghasilkan produk fisik sablon baju kaos, peserta mendapatkan ilmu pengetahuan tentang jenis-jenis alat dan bahan sablon, mahasiswa dapat mempraktikkan cetak sablon secara langsung serta dapat memahami proses pembuatan desain menjadi film sablon. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa DKV UIGM selama pelatihan sablon manual, tentunya menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri di bidang industri kreatif.
Creative Industry Training Through Manual Screen Printing for Visual Communication Design Students at Indo Global Mandiri University Palembang
Creative industry training through screen printing for DKV UIGM students departs from a basic problem, namely the lack of skills possessed by DKV students regarding manual t-shirt screen printing. While students have a high interest in being able to master the manual screen printing technique so that students can express their creative ideas as DKV. This training aims to introduce the types of screen printing tools and materials (plastisol) so that students can master manual screen printing techniques so that they can be applied as independent business opportunities in the creative industry sector. The methods used in screen printing training activities are socialization, demonstrations, practicum, guidance and evaluation methods. The results of screen printing training activities for DKV UIGM students include producing physical products for screen printing t-shirts, participants gain knowledge about the types of screen printing tools and materials, students can practice screen printing directly and can understand the process of making designs into screen printing films. The knowledge and experience gained by UIGM DKV students during manual screen printing training is of course a valuable asset to open an independent business in the creative industry
Pelatihan Branding Dan Pembuatan Merk kepada IREMA Baiturrahman Kelurahan Kebun Bunga Palembang
Kegiatan pelatihan branding di IREMA Baiturrahman merupakan respon dari pihak terkait. Di tengah kondisi pandemi ini, pemerintah Indonesia terus menggalakkan industri kreatif. Akibat pandemi, masyarakat Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu online karena masyarakat masih bisa menjalankan aktivitas kesehariannya, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati hiburan online. Universitas Indo Global Mandiri Palembang, berkomitmen untuk selalu berusaha melakukan pengabdian kepada masyarakat secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian civitas akademika untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indo Global Mandiri Palembang bermaksud menjalin kerjasama dengan IREMA Baiturrahman dengan skema pelayanan internal yaitu: 1) Memberikan wawasan Branding dan cara membuatnya, 2) Memberikan keterampilan branding kepada peserta pelatihan, 3) Meningkatkan keterampilan bagi peserta yang sudah memiliki landasan Seni Rupa, dan 4) Memberikan motivasi dan tips bagi peserta untuk menjadi individu yang mandiri dan mampu menghasilkan Brand secara berkala. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan Branding ini adalah Metode Sosialisasi dan Ceramah, Metode Demonstrasi & Bimbingan & Metode Partisipatif. Kegiatan pelatihan branding di IREMA,para pesertadapat membuat Merk dan sebagian dapat membuat maskot dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda.
Branding Training and Branding Workshop for IREMA Baiturrahman, Kebun Bunga Village, Palembang
Branding Training for IREMA Baiturrahman, Kebun Bunga Village, Palembang. Branding training activities at IREMA Baiturrahman are a response from related parties. In the midst of this pandemic condition, the Indonesian government continues to promote the creative industry. As a result of the pandemic, Indonesians spend more time online because people can still carry out their activities everyday life, from work, study to enjoying online entertainment. Indo Global Mandiri University Palembang, committed to always trying to do community service continuously as a form of concern for academics to improve the quality of life of the community. Therefore The Indo Global Mandiri University Community Service Team, Palembang, intends to establish partnership with IREMA Baiturrahman with an internal service scheme, namely 1) Giving insight into Branding and how to make it. 2) Give branding skills to the trainees. 3) Improve skills for participants who already have foundation in Fine Arts. 4) Provide motivation and tips for participants to become individuals independent and able to produce Brands on a regular basis. The methods used in this Branding training activity are the Socialization and Lecture Method, the Demonstration Method & Guidance & Participatory Methods. Branding training activities at IREMA, participants can make brands and some can make mascots with different levels of abilit
Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Di Vila Quran Fathul Mubiin
Yayasan Fathul Mubiin merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Yayasan ini menyelenggarakan Pondok Pesantren Tahfid Quran. Yayasan ini menyediakan asrama putra dan putri yang terdiri atas anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa serta masyarakat umum. Jumlah santri yang bermukim di pondok sekitar 75 orang santri terdiri dari santri putra dan putri dengan rerata usia mulai dari 9 -20 tahun. Kegiatan rutin yang dilakukan adalah melalukan hafalan quran yang merupakan kegiatan utama di vila quran ini. Hasil Studi pendahuluan terdapat beberapa informasi terkait masalah kesehatan seperti santri yang mengeluh gatal-gatal, pusing, pegal-pegal, selain itu juga pihak pengelola mengharapkan adanya penyampaian informasi kesehatan bagi para santrinya. Untuk itu, kami perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat di vila quran ini, terkait prilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi para santri serta mengubah perilaku kesehatan sehingga dapat megoptimalkan kesehatan bagi para santri. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi kesehatan. Pertama edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja putra dan putri dengan media UTARI (Ular Tangga Kesehatan reproduksi), kegiatan berikutnya yaitu tentang edukasi penguatan protokol kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat dengan pemberian materi diskusi serta praktik mencuci tangan, serta para santri diajarkan untuk melakukan kegiatan senam sehat ceria. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, selain peningkatan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dan PHBS, juga perubahan perilaku hidup sehat serta terbentuknya pojok literasi kesehatan sebagai wadah untuk menginisiasikan kesehatan melalui pengetahuan kesehatan.
Providing Health Education Through The Use Of Learning Media In An Effort To Improve Health At Vila Quran Fathul Mubiin
Fathul Mubiin Foundation is a foundation engaged in social and educational fields. This foundation organizes the Tahfid Quran Islamic Boarding School. The foundation provides male and female dormitories consisting of orphans, orphans, and the poor as well as the general public. The number of students living in the cottage is around 75 students consisting of male and female students with an average age ranging from 9-20 years. The routine activity carried out is to memorize the Quran which is the main activity in this quran villa. The results of the preliminary study contained some information related to health problems such as students complaining of itching, dizziness, aches, besides that the manager also expects the delivery of health information for their students. For this reason, we need to do community service in this quran villa, related to clean and healthy living behaviors and providing information about reproductive health for adolescents. This is to increase knowledge for students and change health behaviors so that they can optimize health for students. The core activity carried out is the provision of health education. First, education about reproductive health for young men and women with UTARI (Reproductive Health Snakes and Ladders) media, the next activity is about education on strengthening health protocols, clean and healthy living behaviors by providing discussion materials and hand washing practices, and students are taught to do cheerful healthy gymnastics activities. The results obtained from this community service activity, in addition to increasing knowledge related to reproductive health and PHBS, also changes in healthy living behaviors and the formation of a health literacy corner as a forum for initiating health through health knowledge