Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Penerapan IPTEK Untuk Peningkatan Produksi dan Pengelolaan Manajemen Keuangan Pada Petani Jambu Biji

    No full text
    Desa Petang merupakan salah satu desa yang memiliki pertanian cukup baik berkat kondisi tanah dan iklim yang mendukung. Mayoritas perkebunan di daerah tersebut menanam jambu biji sebagai sumber penghasilan utama. Data menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Desa Petang berprofesi sebagai petani. Salah satu mitra kegiatan pengabdian di desa ini adalah Bapak I Kadek Eka Diana, yang memiliki perkebunan jambu biji dan memanen buah jambu biji sebanyak 1 Ton setiap minggunya. Mitra ini rata-rata memperoleh penghasilan sebesar 3 juta per minggu. Namun, terdapat beberapa permasalahan dalam aspek produksi mitra. Salah satunya adalah keterbatasan alat semprot obat untuk tanaman, yang menjadi penyebab gagal panen karena penyemprotan harus dilakukan dengan cepat di musim hujan untuk mencegah kerusakan buah dan tanaman akibat hama. Selain itu, keterbatasan alat produksi berupa plastik pembungkus buah juga menyebabkan beberapa buah rusak dan tidak dapat dijual karena tidak terlindungi dari gigitan kelelawar dan serangga. Masalah lain terletak pada aspek manajemen keuangan mitra, yang saat ini tidak mencatat secara baik dan jelas pemasukan dan pengeluaran.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi yang diusulkan adalah penambahan alat produksi berupa alat semprot obat dan plastik pembungkus buah. Alat semprot obat berteknologi elektrik dengan kapasitas 16 L akan membantu meningkatkan efisiensi dalam melawan hama. Sementara itu, penggunaan plastik pembungkus buah akan melindungi buah dari serangan hama, seperti kelelawar dan serangga. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan hasil pertanian jambu biji dengan memberikan bantuan alat semprot elektrik dan plastik pembungkus buah kepada mitra. Selain itu, mitra juga diberikan pelatihan dalam penggunaan aplikasi manajemen keuangan untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah adanya penambahan alat produksi dan pelatihan manajemen keuangan, waktu yang dibutuhkan untuk penyemprotan hama berkurang 1 hari, dan jumlah tanaman yang dapat dikerjakan dalam 1 hari meningkat 3 kali lipat. Pelatihan manajemen keuangan telah dilaksanakan dan tercatat bahwa 80% mitra telah mengikutinya.Dengan adanya dukungan ini, diharapkan hasil panen jambu biji mitra dapat meningkat dan membawa dampak positif pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Desa Petang.  Application of Science and Technology to Increase Production and Management of Financial Management in Guava Farmers  Petang Village is one of the villages that has quite good agriculture thanks to the favorable soil and climate conditions. The majority of plantations in the area grow guava as their main source of income. The data shows that most of the residents of Petang Village work as farmers. One of the community service partners in this village is Mr. I Kadek Eka Diana, who owns a guava plantation and harvests 1 ton of guava fruit every week. These partners earn an average of 3 million per week. However, there are several problems in the partner production aspect. One of them is the limitation of medicinal spray equipment for plants, which is the cause of crop failure because spraying must be done quickly in the rainy season to prevent fruit and plant damage due to pests. In addition, the limited production equipment in the form of plastic fruit wrapping also caused some fruit to be damaged and unable to be sold because it was not protected from biting by bats and insects. Another problem lies in the partner's financial management aspect, which currently does not properly and clearly record income and expenses. To overcome this problem, the proposed solution is the addition of production equipment in the form of a medicine sprayer and fruit wrapping plastic. An electric-tech medicine sprayer with a capacity of 16 L will help improve efficiency in fighting pests. Meanwhile, using fruit plastic wrap will protect the fruit from attack by pests, such as bats and insects. The purpose of this service activity is to increase the yield of guava farming by providing assistance with electric sprayers and plastic fruit wrappers to partners. In addition, partners are also given training in using financial management applications to increase their understanding of managing income and expenses. The evaluation results show that after the addition of production equipment and financial management training, the time required for spraying pests is reduced by 1 day, and the number of plants that can be cultivated in 1 day has increased 3-fold. Financial management training has been carried out and it is noted that 80% of the partners have participated. With this support, it is hoped that the partners' guava yields can increase and have a positive impact on the economy and welfare of the people of Petang Village.

    Pemberdayaan UMKM Gula Bali Di Desa Les Tejakula Buleleng

    No full text
    Gula aren di Desa Les, Banjar Dinas Selonding, Tejakula, Buleleng, berpotensi jika dikelola dan dipasarkan dengan baik. Usaha Gula Bali milik I Made Karmawan telah berdiri selama 26 tahun sejak 1996. Mereka menggunakan metode tradisional dalam pembuatan gula, dimana tuak atau nira dimasak dengan kayu bakar selama 3-4 jam. Tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan pada tenaga fisik, penggunaan alat tradisional, absennya label usaha, pemasaran offline, dan kurangnya pencatatan keuangan.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mendampingi mitra dalam proses peningkatan produksi serta manajemen agar usahanya lebih berkembang. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari empat tahapan yaitu persiapan, pengadaan teknologi tepat guna, pelatihan dan evaluasi. Pemberian teknologi tepat guna berupa mesin pengaduk gula serta kompor gas merupakan solusi terhadap masalah produksi. Beberapa pelatihan diberikan untuk menjadi solusi permasalahan manajemen seperti pelatihan pengemasan dan labelling, media online untuk pemasaran serta manajemen keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan adanya percepatan waktu produksi sebanyak 50% dan peningkatan kuantitas produksi sebanyak 50% pula, 100% produk mitra dikemas dengan label, serta 1 orang mitra dapat melakukan pencatatan keuangan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk mitra adalah penggunaan media online sebagai media pemasaran harus terus diimplementasikan karena dapat memperluas pasar. Empowerment of Bali Sugar UMKM in Les Village, Tejakula, Buleleng  Palm sugar in Les Village, Banjar Dinas Selonding, Tejakula, Buleleng, has potential if managed and marketed well. I Made Karmawan's Bali Sugar Business has been established for 26 years since 1996. They use traditional methods in making sugar, where palm wine is cooked over firewood for 3-4 hours. The challenges faced are dependence on physical labor, use of traditional tools, absence of business labels, offline marketing, and lack of financial records. The aim of this service activity is to accompany partners in the process of increasing production and management so that their businesses can develop further. The activity implementation method consists of four stages, namely preparation, procurement of appropriate technology, training and evaluation. Providing appropriate technology in the form of sugar kneading machines and gas stoves is a solution to production problems. Several trainings are provided to provide solutions to management problems such as packaging and labeling training, online media for marketing and financial management. Based on the results of the evaluation carried out, there was an acceleration of production time by 50% and an increase in production quantity by 50%, 100% of partner products were packaged with labels, and 1 partner was able to carry out financial records. The recommendation that can be given to partners is that the use of online media as a marketing medium must continue to be implemented because it can expand the market

    Pelatihan Aplikasi Mendeley sebagai Instrumen Citation dan Reference Manager pada Penulisan Karya Ilmiah

    No full text
    Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang pelatihan aplikasi mendeley sebagai instrumen citation dan reference manager pada penulisan karya ilmiah. Metode pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan metode demonstrasi yaitu pemateri secara langsung mengajarkan tentang penggunaan aplikasi mendeley. Pelaksanaan pelatihan penggunaan aplikasi mendeley ini dilakukan secara langsung di lokasi pengabdian dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan pada tanggal 8 September 2023 yang dihadiri oleh tim pengabdian kepada masyarakat serta mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Pelaksanaan pelatihan aplikasi mendeley sebagai instrumen citation dan reference manager pada penulisan karya ilmiah untuk mahasiswa, dapat diambil beberapa kesimpulan penting yaitu pelatihan mendeley merupakan komponen penting dalam membantu mahasiswa mengelola referensi dan mematuhi prinsip akademik dalam penulisan karya ilmiah mereka. Ini adalah keterampilan yang diperlukan dalam dunia akademik dan profesional. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan manfaat signifikan. Mendeley membantu mahasiswa menghemat waktu dalam manajemen referensi, meningkatkan akurasi dalam sitasi dan referensi, serta meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka. Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk berlatih dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam situasi nyata. Latihan praktis, seperti mengimpor referensi atau membuat daftar pustaka, akan membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik. Setelah pelatihan, penting untuk tetap menyediakan dukungan lanjutan kepada mahasiswa. Mendeley Application Training as a Citation and Reference Manager Instrument in Writing Scientific Papers The aim of community service is to provide training to students regarding Mendeley application training as a citation and reference manager instrument in writing scientific papers. The training implementation method is carried out using the demonstration method, namely the presenter directly teaches about using the Mendeley application. The training on using the Mendeley application was carried out directly at the research location and still paying attention to health and safety protocols on September 8 2023, which was attended by the community service team and students from the Department of Physical Education, Health and Recreation. Implementing Mendeley application training as a citation and reference manager instrument in writing scientific papers for students, several important conclusions can be drawn, namely Mendeley training is an important component in helping students manage references and comply with academic principles in writing their scientific papers. This is a necessary skill in the academic and professional world. Students who take part in this training will gain significant benefits. Mendeley helps students save time in reference management, increase accuracy in citations and references, and improve the quality of their scientific work. Students must be given the opportunity to practice and apply the knowledge they gain in real situations. Practical exercises, such as importing references or creating a bibliography, will help them understand concepts better. After training, it is important to continue to provide continued support to students

    Penguatan Literasi Gizi untuk Pencegahan Stunting di Desa Jurangsapi

    No full text
    Stunting dapat dipahami sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan kekurangan gizi. Lokasi yang memiliki kasus stunting cukup tinggi yaitu Kabupaten Bondowoso dengan fokus penanganan pada 14 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan. Salah satu lokasi prioritas percepatan penurunan stunting adalah Desa Jurangsapi di Kecamatan Tapen. Data dari Ponkesdes Jurangsapi sendiri mencatat pada bulan Desember 2022 terdapat 12 balita di Desa Jurangsapi terindikasi mengalami Stunting. Kondisi tingginya angka stunting di Desa Jurangsapi banyak didasarkan pada permasalahan ekonomi seperti penghasilan orang tua yang rendah dan pola asuh anak yang kurang baik menjadikan anak kekurangan asupan gizi. Oleh karena itu, literasi gizi tentang makanan yang baik untuk mencegah stunting sangat diperlukan masyarakat khususnya pada ibu agar bisa diterapkan pada anak balitanya. Pengabdian masyarakat kali ini menggunakan strategi Community-Bassed-Reseacrh (CBR) yaitu dengan memprioritaskan kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi berbagai elemen agar terciptanya solusi yang dapat menjawab permasalahan yang dihadapi. Sebagai upaya peningkatan literasi gizi warga Desa Jurangsapi, disusunlah program kerja berupa bimbingan teknis melalui pendampingan pemanfaatan pangan lokal menjadi makanan pendamping ASI (MPASI). Salah satu bahan pangan lokal kaya gizi yang dapat dioleh menjadi produk MPASI yaitu daun kelor dengan hasil olahan berupa bubur instan dengan nama BURIDOR. Sebagai upaya keberlanjutan program, dilakukan juga kolaborasi dengan PKK Jurangsapi yang dapat menyampaikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Sebagai hasilnya, peserta dalam hal ini kader PKK juga mengusulkan progres pembinaan dan pendampingan ini tetap dilaksanakan berkesinambungan terutama dalam hal produksi BURIDOR untuk dipasarkan. Strengthening Nutritional Literacy for Stunting Prevention in Jurangsapi Village Stunting can be understood as a condition of failure to grow in children under five caused by malnutrition. The location that has a relatively high stunting case is Bondowoso Regency with a focus on handling 14 villages spread across nine sub-districts. One priority location for the acceleration of stunting decreases is Jurangsapi Village in Tapen District. Data from Ponkesdes Jurangsapi itself noted that in December 2022 there were 12 toddlers in Jurangsapi Village indicated stunting. The condition of a high number of stunts in the village of Jurangsapi is widely based on economic problems such as low parental income and poor parenting making children lack nutritional intake. Therefore, nutritional literacy about good food to prevent stunting is very necessary for the community, especially for mothers so they can be applied to their toddlers. This time the community service uses the Community-Basced-Reseacrh (CBR) strategy, namely by prioritizing the needs of the community through collaboration with various elements in order to create solutions that can answer the problems encountered. To increase the nutritional literacy of Jurangsapi villagers, a work program was prepared in the form of technical guidance through the assistance of local food utilization into ASI Food (MPASI). One of the local nutritional foods that can be obtained from MPASI products is Moringa leaves with processed products in the form of instant porridge under the name BURIDOR. As an effort to sustain the program, it is also carried out in collaboration with PKK Jurangsapi which can convey the knowledge gained to the community. As a result, participants in this case PKK cadres also propose the progress of this coaching and assistance is still carried out continuously, especially in terms of BURIDOR production to be marketed

    Pelatihan Vokasional Membuat Damar Kurung Dalam Pengembangan Kemampuan Berwirausaha Bagi Atlet Paralimpik Sidoarjo

    No full text
    Atlet merupakan salah satu pahlawan yang dapat mengharumkan dan  membanggakan nama bangsa. Namun, Atlet Paralimpik (penyandang disabilitas) tidak sekedar membanggakan untuk negara, menjadi atlet paralimpik merupakan kebanggaan tersendiri bagi individu tersebut. Atlet memiliki masa purna atau pensiun setelah masa kejayaan mereka telah berakhir. Kegiatan atau keterampilan perlu dimiliki oleh para atlet dalam meningkatkan ekonomi disamping kegiatan yang dilakukan dalam kejuaraan ataupun saat berada di masa pensiun. Salah satu peluang yang sedang berkembang adalah terkait kebudayaan atau warisan budaya yakni damar kurung. Berdasarkan peluang tersebut, terbentuklah kegiatan pelatihan vokasional dalam membuat damar kurung yang bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sidoarjo sebagai bentuk pengembangan kemampuan berwirausaha bagi atlet paralimpik di sidoarjo. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 2 september 2023 yang dilaksanakan di SLB B Dharma Wanita Sidoarjo. Jumlah peserta dalam pelatihan yakni 10 orang atlet paralimpik Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini yakni metode pelatihan sehingga para atlet dapat membuat damar kurung secara langsung dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Dalam proses pelatihan yang dilaksanakan, para atlet juga dibekali dengan teori Sejarah, proses dan tahapan pembuatan, serta teknik penggambaran dari damar kurung.  Setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, atlet paralimpik sidoarjo memiliki pengetahuan dan pengalaman  dalam  membuat damar kurung sehingga dapat menjadi peluang untuk berwirausaha dalam meningkatkan perekenomian atlet tersebut. Vocational Training In Making Damar Kurung To Develop Entrepreneurial Skills For Paralympic Athletes In Sidoarjo  Athletes are one of the heroes who can make the nation proud. However, Paralympic Athletes (people with disabilities) are not just proud of the country, being a paralympic athlete is a pride for the individual. Athletes have a period of retirement or retirement after their heyday has ended. Activities or skills need to be owned by athletes in improving the economy in addition to activities carried out in championships or while in retirement. One of the growing opportunities is related to culture or cultural heritage, namely damar kurung. Damar kurung is one of the typical Gresik cultures that is being intensively introduced to the younger generation as one of the cultural heritages that needs to be developed and preserved. Based on these opportunities, vocational training activities in making damar kurung were formed in collaboration with the National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sidoarjo as a form of developing entrepreneurial skills for paralympic athletes in Sidoarjo. Training activities were carried out on September 1 to 2, 2023 which was held at SLB B Dharma Wanita Sidoarjo. The number of participants in the training was 10 Sidoarjo paralympic athletes. After participating in this training activity, Sidoarjo paralympic athletes have knowledge and experience in making damar kurung so that it can be an opportunity for entrepreneurship in improving the athlete's economy.

    Pelatihan Pembelajaran Calistung bagi Calon Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Melawi

    No full text
    Calistung merupakan salah satu permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Melawi. Untuk mengatasi hal ini, penting dilakukan pelatihan, terutama di lingkungan pendidikan seperti perguruan tinggi yang mempersiapkan calon guru. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembelajaran calistung bagi calon guru sekolah dasar di Kabupaten Melawi. Pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 dengan mitra kegiatan adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Melawi berjumlah 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta, dalam konteks ruang lingkup pembelajaran alistung dari rata-rata 48 menjadi rata-rata 78, pendekatan pembelajaran calistung dari nilai rata-rata 45 menjadi nilai rata-rata 77, esensi pembelajaran calistung dari nilai rata-rata 47 menjadi 79. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman mengenai calistung semakin meningkat setelah adanya pelatihan terhadap calon guru sekolah dasar di Kabupaten Melawi. Calistung Learning Training for Prospective Elementary School Teachers in Melawi Regency Abstract Calistung is one of the basic education problems in Melawi Regency. To overcome this, it is important to carry out training, especially in educational environments such as universities that prepare prospective teachers. This service aims to provide calistung learning training for prospective elementary school teachers in Melawi Regency. Service is carried out using lecture and demonstration methods. This activity was carried out in March 2022 with the activity partners being 23 STKIP Melawi Primary School Teacher Education Study Program (PGSD) students. The results of the research show that there is an increase in participants' understanding, in the context of the scope of calistung learning from an average of 48 to an average of 78, the calistung learning approach from an average value of 45 to an average value of 77, the essence of calistung learning from an average value 47 to 79. Thus, knowledge and understanding of calistung is increasing after training for prospective elementary school teachers in Melawi Regency

    Pelatihan Model Pembelajaran Abad 21 dengan Flipped Learning untuk Guru SMA

    No full text
    Perkembangan jaman menuntut dunia pendidikan untuk lebih siap dalam menghadapi pembelajaran abad 21. Keterampilan yang dibutuhkan pada pembelajaran abad 21 diantaranya adalah berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Tujuan pelatihan ini adalah agar pendidik dapat menyiapkan peserta didiknya untuk mempunyai kemampuan ketrampilan abad 21, melalui model Flipped Learning. Flipped Learning adalah model pembelajaran dimana komponen pendukungnya bersifat dapat melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan abad 21. Pelatihan dilakukan secara webinar kepada guru di seluruh Indonesia, sejumlah 110 peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, dengan langkah pemberian pemahaman, gambaran dan praktik baik dari model Flipped Learning Setelah pelatihan, dilaksanakan evaluasi terhadap pelasanaan kegatan dengan menggunakan instrumen angket. Hasil jawaban peserta diolah dengan statistik deskriptif dan diperoleh nilai rata rata 3.67.  Nilai tertinggi pada kualitas nara sumber dalam menyampaikan materi yaitu sebesar 3.8 dan nilai terendah pada efisiensi waktu penyelenggaraan, yaitu sebesar 3.5. Kesimpulan yang didapat adalah pendidik menyadari pentingnya Flipped Learning dan timbul kebutuhan untuk menerapkannya, sehingga rekomendasi yang diajukan adalah adanya pelatihan lanjutan berupa workshop pembuatan bahan ajar.   21st Century Education Model Training with Flipped Learning for High School Teachers The development of the era requires the world of education to be better prepared to face 21st-century Learning. The skills needed in 21st-century Learning include critical thinking, creativity, collaboration and communication. This training aims for educators to prepare their students to have 21st-century skills, namely the Flipped Learning model. Flipped Learning is a learning model where the supporting components can train students to master 21st-century skills. The training was conducted in a webinar with teachers throughout Indonesia, with 110 participants. The method used is lectures and discussions, with steps to provide understanding, descriptions and good practices from the Flipped Learning model. After the training, an evaluation of the implementation of activities is carried out using a questionnaire instrument. The results of the participant's answers were processed with descriptive statistics and obtained an average value of 3.67. The highest score for the quality of the resource person in presenting the material is 3.8, and the lowest score is for efficiency in organizing time, which is 3.5. The conclusion obtained is that educators are aware of the importance of flipped Learning and the need arises to apply it, so the recommendations put forward are further training in the form of workshops on making teaching materials.  

    Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Sistem Pertanian Lahan Tanpa Bakar (PLTB) Di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis

    No full text
    Tujuan pengabdian memberi penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan gambut tanpa bakar. Metode pengabdian adalah Participatory Rurral Appraisal dengan melibatkan empat kelompok sasaran atau mitra meliputi Pemerintah Desa Tanjung Leban, kelompok perempuan, lembaga ekonomi desa (BUMDes) dan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan dimulai dengan mengenalkan potensi lahan gambut bagi tanaman pangan menggunakan metode tanpa bakar yang selama ini belum dilaksanakan dengan optimal. Pengabdian ini menggunakan sistem demplot sebagai lahan percontohan yang ditanami jagung, kangkung dan tanaman obat-obatan. Tanaman dirawat bersama secara bergantian dan dilakukan monitoring selama beberapa hari. Hasil monitoring menujukkan pertumbuhan yang baik dengan tambahan pupuk kompos. Tanaman dapat dipanen dan dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga meskipun dalam jumlah yang kecil. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem pertanian tanpa bakar memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala luas bagi komoditas pangan dengan dukungan berbagai pihak. Hal ini dikarenakan dalam praktik sistem pertanian lahan tanpa bakar diperlukan biaya cukup besar mulai dari tahap persiapan hingga penanaman dan perawatan. Strengthening Food Security Through A Non-Burn Farming System in Tanjung Leban Village Bandar Laksamana Sub-District Bengkalis Regency The purpose of the service is to strengthen food security through the utilization of peatlands without burning. The service method is Participatory Rurral Appraisal by involving four target groups or partners including the Tanjung Leban Village Government, women's groups, village economic institutions (BUMDes) and involving students from various disciplines. The activity began by introducing the potential of peatlands for food crops using the no-burn method, which has not been implemented optimally so far. This service uses a demonstration plot system as a pilot land planted with corn, water spinach and medicinal plants. The plants were cared for together in turn and monitoring was carried out for several days. The monitoring results showed good growth with the addition of compost. The plants can be harvested and utilized for household needs even though in small quantities. This success shows that the no-burn agriculture system has the potential to be developed on a wide scale for food commodities with the support of various parties. This is because the practice of no-burn agriculture requires considerable costs from the preparation stage to planting and maintenanc

    Pengelolaan Sampah Berbasis 4R Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dan Lingkungan Lestari Di Kota Lhokseumawe

    No full text
    Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengimplementasikan praktik pengelolaan sampah berbasis 4R guna mencapai lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi yang berkelanjutan, kegiatan pengabdian ini menyasar unsur pemuda, ibu rumah tangga dan perangkat gampong sebagai mitra yang belum produktif untuk diberdayakan. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis 4R masih menjadi persoalan mendasar di tengah-tengah masyarakat. Kondisi tersebut kemudian mendorong timbulnya persoalan baru berkenaan dengan sampah, mulai dari kondisi lingkungan yang terganggu, serta bau yang menyengat. Menggunungnya volume sampah di lokasi pembuangan akhir kemudian juga menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial di sekitarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode dan langkah-langkah yang akan diambil adalah sebagai berikut: sosialisasi implementasi 4R, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan Sampah 4R . Dengan menerapkan program pengelolaan sampah berbasis 4R, masyarakat di Kota Lhokseumawe dapat memaksimalkan sampah sebagai sumber penghasilan. Dengan memilah sampah dan menjualnya ke pengepul, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan dari sampah. Selain itu, program pengelolaan sampah ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dengan mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi dan meningkatkan pendapatan, seperti usaha pengolahan sampah organik menjadi pupuk yang dapat diperjual belikan sampai dengan produksi eco enzym yang dapat menjadi bahan tambahan pembuatan sabun dan lainnya. 4R-Based Waste Management as an Effort to Improve the Community's Economy and Sustainable Environment in Lhokseumawe City Service activities aim to increase public awareness and implement 4R-based waste management practices in order to achieve a cleaner environment and a sustainable economy. This service activity targets youth elements, housewives and gampong officials as unproductive partners to be empowered. Low public awareness of the importance of 4R-based waste management is still a fundamental problem in society. These conditions then lead to the emergence of new problems with regard to waste, starting from disturbed environmental conditions, and strong odors. The mounting volume of waste at the final disposal site has also created environmental and social problems in the vicinity. To achieve this goal, the methods and steps to be taken are as follows: socialization of 4R implementation, training and community empowerment, and 4R waste management. By implementing the 4R-based waste management program, people in Lhokseumawe City can maximize waste as a source of income. By sorting waste and selling it to collectors, people can earn additional income from waste. In addition, this waste management program opens new business opportunities for the community by converting waste into economic value and increasing income, such as processing organic waste into fertilizer that can be traded to the production of eco enzymes which can be used as additives for making soap and others

    Video Edukasi Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan Membuka Jalan Nafas Untuk Menambah Pengetahuan Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat Akhir Sebagai Pemberi Pertolongan Pertama Di Masyarakat

    No full text
    Banyaknya kejadian Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) menjadi ancaman keselamatan. Peran individu di sekitar korban krusial untuk meningkatkan kelangsungan hidup. Pengetahuan masyarakat tentang RJP masih rendah. Mahasiswa keperawatan berperan penting sebagai tenaga terlatih dalam melakukan RJP. Penggunaan video edukasi efektif membantu mahasiswa belajar dengan cepat dan mengembangkan keterampilan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan masukan yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya  mahasiswa tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode sosialisasi video  edukasi RJP secara daring melalui aplikasi WhatsApp. Sasaran kegiatan ini adalah 56 mahasiswa keperawatan STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner yang dibuat tentang prosedur resusitasi jantung paru. Hasil penelitian menunjukkan skor pengetahuan pre-test didapatkan nilai rata-rata 74,14  dengan   nilai   minimal   dan   maksimal   67-83. Setelah   diberikan sosialisasi video edukasi RJP skor pengetahuan post-test didapatkan hasil rata-rata 85,55 dengan skor minimal dan maksimal 75-100. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dapat disimpulkan bahwa Sosialisasi video edukasi dalam memberikan bantuan hidup dasar (BHD) seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan jalan nafas kepada  mahasiswa terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dalam memberikan RJP. Educational Video on Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) and Opening the Airway to Increase Knowledge of Final Level Nursing Undergraduate Students as First Aid Providers in the Community The number of Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) incidents has become a safety threat. The role of the individual around the victim is crucial to increase survival. Public knowledge about CPR is still low. Nursing students play an important role as trained personnel in performing CPR. The effective use of educational videos helps students learn quickly and develop skills. This service aims to provide knowledge to STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung students regarding cardiopulmonary resuscitation procedures through educational video media. The method of implementing community service activities uses the online socialization method of RJP educational videos through the WhatsApp application. The target of this activity is 56 nursing students at STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. In order to see the value of how knowledgeable the service participants are, before and after the service activity, participants will be asked to fill out a questionnaire made about cardiopulmonary resuscitation procedures. The results showed that the pre-test knowledge score obtained an average value of 74.14 with a minimum and maximum value of 67-83. After being given the socialization of the CPR educational video, the post-test knowledge score obtained an average result of 85.55 with a minimum and maximum score of 75-100. Based on the activities carried out by the service team, it can be concluded that the dissemination of educational videos in providing basic life support (BHD) such as Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) and airways to students has proven effective in increasing knowledge in providing CP

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇