Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Peran Karang Taruna dalam Penguatan UMKM Melalui Media Fotografi di Kelurahan Sukajaya
Kegiatan pelatihan Media Fotografi bagi UMKM di Kelurahan Sukajaya merupakan respon dari pihak terkait. Di tengah kondisi ketidakpastian saat ini, pemerintah Indonesia terus menerus mendukung UMKM agar terus berinovasi. Saat New Normal sekarang ini, keadaan tidak menjadi lebih baik daripada masa pandemic sebelumnya. Universitas Indo Global Mandiri Palembang, berkomitmen untuk selalu berusaha melakukan pengabdian kepada masyarakat secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian civitas akademika untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indo Global Mandiri Palembang bermaksud menjalin kerjasama dengan UMKM di Kelurahan Sukajaya dengan skema pelayanan internal yaitu: 1) Memberikan gambaran mengenai UMKM. 2). Memberikan keterampilan fotografi umum. 3). Mendorong dan membimbing peserta agar menjadi lebih baik orang-orang yang mandiri dan mempunyai kemampuan mengaplikasikan fotografi pada bisnisnya, baik bisnis yang sudah ada maupun yang akan datang.. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan Media Fotografi ini adalah Metode Sosialisasi dan Ceramah, Metode Demonstrasi & Bimbingan & Metode Partisipatif. Kegiatan pelatihan UMKM di Kelurahan Sukajaya, para peserta dapat membuat Foto Produk yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat diaplikasikan ke E-Commerce dan dapat bersaing baik di tingkat lokal, nasional bahkan internasional.
The Role of Karang Taruna in Strengthening MSMEs Through Photography Media in Sukajaya Village
Photography Media training activities for MSMEs in Sukajaya Village are a response from related parties. In the midst of current conditions of uncertainty, the Indonesian government continues to support MSMEs to continue to innovate. During the current New Normal, the situation is no better than during the previous pandemic. Indo Global Mandiri University Palembang is committed to always trying to provide continuous community service as a form of concern for the academic community to improve the quality of life of the community. Therefore, the Indo Global Mandiri University Palembang Community Service Team intends to collaborate with MSMEs in Sukajaya Village with an internal service scheme, namely: 1) Providing an overview of MSMEs. 2). Provides general photography skills. 3). Encourage and guide participants to become better people who are independent and have the ability to apply photography to their business, both existing and future businesses. The methods used in this Photography Media training activity are the Socialization and Lecture Method, Demonstration Method & Guidance & Participatory Methods. MSME training activities in Sukajaya Village, participants can create product photos that have economic value so that they can be applied to E-Commerce and can compete at local, national and even international levels
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Dodol Jagung Pasca Panen di Labuapi Lombok Barat
Permasalahan yang dihadapi petani jagung di wilayah Labuapi adalah mereka belum terbiasa dengan teknik pengolahan jagung, karena upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk jagung dan minat masyarakat terhadap pangan berbahan dasar jagung masih rendah. Alasannya antara lain kurangnya pengetahuan tentang nilai gizi jagung, tampilan makanan berbahan jagung yang tidak menarik, dan adanya anggapan bahwa hanya masyarakat ekonomi lemah yang boleh mengonsumsi jagung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk jagung dengan memanfaatkan teknologi produksi dodol jagung yang hemat biaya dan mudah digunakan oleh petani jagung. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan pada semester genap tahun ajaran 2022 dengan melibatkan mitra dari tiga desa yakni Desa Telagawaru, Desa Gubuq Aida dan Desa Paok Kambut. Metode yang digunakan adalah metode workshop berupa pelatihan dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan antara lain: persiapan, pelatihan dan pendampingan langsung tahapan produksi produk olahan jagung berupa dodol jagung. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilakukan diperoleh skor pemahaman dan keterampilan masyarakat (petani jagung) desa Telagawaru sebesar 80%, desa Gubuq Aida sebesar 84% dan desa Paok Kambut sebesar 78% dengan kategori baik dan kompeten, sedangkan hasil uji organoleptik dodol jagung pada ketiga desa secara keseluruhan berada pada kategori layak dikonsumsi dan disukai disukai masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan produksi dodol jagung dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai tambah pasca panen jagung.
Community Empowerment through Post-Harvest Corn Dodol Making Training in Labuapi, West Lombok
The problem faced by corn farmers in the Labuapi area is that they are not familiar with corn processing techniques, because efforts to provide added value to corn products and public interest in corn-based food are still low. The reasons include lack of knowledge about the nutritional value of corn, the appearance of unattractive corn-based foods, and the assumption that only economically weak people should consume corn. This service activity aims to increase the added value of corn products by utilizing corn dodol production technology that is cost-effective and easy to use by corn farmers. This service activity was carried out for one month in the even semester of the 2022 academic year by involving partners from three villages, namely Telagawaru Village, Gubuq Aida Village and Paok Kambut Village. The method used is a workshop method in the form of training and mentoring. Based on the results of the training conducted, the score of understanding and skills of the community (corn farmers) of Telagawaru village was 80%, Gubuq Aida village was 84% and Paok Kambut village was 78% in the good and competent category, while the results of the corn dodol organoleptic test in the three villages as a whole were in the category of suitable for consumption and liked by the community. Thus, it can be concluded that corn dodol production training activities can be used as an alternative to increase the added value of corn post-harvest
Sosialisasi dan Edukasi Pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kalimantan Barat dalam Memperingati Ocean Day 2023
Ocean Day atau hari laut sedunia diperingati setiap tanggal 8 Juni, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut dan sumberdaya alam bagi kehidupan manusia, permasalahan, serta aksi kita dalam melindungi potensi yang ada untuk pembangunan secara berkelanjutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura dalam memperingati Ocean Day adalah seminar tentang sosialisasi dan edukasi pengawasan kawasan konservasi perairan daerah Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat terkait pembagian zonasi kawasan konservasi dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan dalam melakukan aktivitas di kawasan konservasi. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid, dengan total peserta yaitu 100 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, berisi materi edukasi dan sosialisasi tentang kawasan konservasi perairan Kalimantan Barat dan pengawasannya, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner terkait materi yang telah disampaikan, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dengan rata-rata 40% menjadi 90-100% dalam memahami pengelolaan dan pengawasan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kalimantan Barat.
Socialization and Education on Monitoring of West Kalimantan Regional Marine Protected Areas in Ocean Day 2023
World Oceans Day is celebrated every June 8th, where the aim of increasing awareness about the important role of the ocean and natural resources in human life, problems, and our actions in protecting the existing natural resources potential for sustainable development. One of the activities carried out by the Marine Science Department, Universitas Tanjungpura was a seminar on socialization and education on monitoring of the West Kalimantan regional Marine Protected Area. This activity aimed to increase students' and the public's understanding regarding the conservation areas zone and increase the awareness of fisheries business in carrying out activities in conservation areas. This activity was carried out in a hybrid, with a total of 100 participants. The activity used a lecture method, containing educational and socialization about the West Kalimantan marine conservation area and its monitoring, which was followed by an interactive discussion between participants and presenters. Based on the evaluation carried out through questionnaires related to the subject presented, it showed that there had been an increase in the ability participants with an average of 40% to 90-100% in understanding the management and monitoring of the West Kalimantan Regional Water Conservation Are
Sosialisasi Pembentukan Tim Desa Tanggap Bencana dan Edukasi Mitigasi Bencana berbasis Masyarakat di Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kalimantan Barat
Potensi bencana di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor geografis, geologis, hidrologis, dan demografis. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan bencana alam, baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh tindakan manusia. Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di desa untuk menghadapi bencana telah menghasilkan konsep "desa tanggap bencana," baik dalam bentuk komunitas maupun di tingkat desa. Penanganan bencana akan lebih efektif jika semua pihak yang terlibat berperan dalam mengurangi kemungkinan terjadinya bencana dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyebarkan informasi tentang pembentukan "desa tanggap bencana" (Destana) dan memberikan pelatihan kepada tim Destana yang telah terbentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang mewakili tiga dusun di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan Penelitian adalah melalui ceramah dan diskusi, diikuti dengan pengukuhan tim Destana Desa Rodaya serta memberikan pendidikan kepada tim yang telah terbentuk. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa tim Destana desa yang terdiri dari 10 orang telah berhasil dikukuhkan, dan pengetahuan tentang teknik-teknik penanggulangan bencana di wilayah Desa Rodaya telah disampaikan kepada 25 peserta kegiatan melalui kuis sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan..
Socialization of the Formation of a Village Disaster Response Team and Community-based Disaster Mitigation Education in Rodaya Village, Ledo District, West Kalimantan
The potential for disasters in Indonesia is greatly influenced by geographical, geological, hydrological and demographic factors. These factors can lead to natural disasters, whether caused by nature or by human actions. Efforts to increase community preparedness in villages to face disasters have resulted in the concept of "disaster response villages," both in the form of communities and at the village level. Disaster management will be more effective if all parties involved play a role in reducing the possibility of disasters and the risks posed by these disasters. This research aims to disseminate information about the formation of "disaster response villages" (Destana) and provide training to the Destana team that has been formed to increase their knowledge and skills in dealing with disasters. This activity was attended by 25 participants representing three hamlets in the area. The research implementation method is through lectures and discussions, followed by the inauguration of the Rodaya Village Destana team and providing education to the team that has been formed. Evaluation of the activity showed that the village Destana team consisting of 10 people had been successfully confirmed, and knowledge about disaster management techniques in the Rodaya Village area had been conveyed to 25 activity participants through quizzes before and after the activity was carried out
Pengembangan Teknologi Pengolahan Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi Potong pada Kelompok Ternak di Desa Sawojajar Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara
Pengabdian ini bertujuan untuk membantu kelompok ternak dalam mengatasi kendala terkait pengolahan pakan yang kurang baik menjadi lebih tepat dan efisien. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada anggota kelompok ternak. Sosialisasi dilakukan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya pengolahan pakan yang baik dan teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas sapi potong. Pelatihan dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada anggota kelompok ternak mengenai pengolahan pakan yang optimal. Selain itu, pendampingan dilakukan secara berkesinambungan untuk memastikan penerapan teknologi pengolahan pakan yang tepat dan memantau perkembangan produktivitas sapi potong. Dalam pengabdian ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok ternak mengenai pentingnya pengolahan pakan yang baik dan teknologi yang dapat digunakan. Dengan penerapan teknologi pengolahan pakan yang tepat, diharapkan kelompok ternak dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pakan ternak, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas sapi potong. Selain itu, penggunaan teknologi pengolahan pakan yang efisien juga diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan bagi kelompok ternak. Melalui kegiatan pengabdian ini, berhasil dicapai hasil yaitu, Peningkatan Pengetahuan peternakan tentang teknologi pakan, Penerapan Teknologi Pengolahan Pakan, Peningkatan Kualitas Pakan, Peningkatan Produktivitas Ternak, dan Pengurangan Biaya Produksi dan Peningkatan Keuntungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi kelompok ternak di Desa Sawojajar. Peningkatan produktivitas ternak sapi potong berkontribusi pada kesejahteraan peternak, pembangunan ekonomi lokal, dan peningkatan sektor peternakan secara keseluruhan. Pada kegiatan selanjutnya diharapkan untuk dapat melakukan pengabdian dengan menggunakan jenis teknologi pakan ternak lainnya, seperti pengawetan dan peningkatan kualitas pakan melalui pembuatan pakan silase.
The Development of Feed Processing Technology to Improve The Productivities of Beef Cattle in Farmer Groups In Sawojajar Village, Kotabumi Utara Sub-District, North Lampung District.
In an agribusiness-oriented livestock development program, resources, facilities and infrastructure must be mobilized together and synergistically towards efficient and resilient farming. To obtain optimal cattle production, farmers have to understand the proper feed management. Feed management consists of the ingredients of the feed, the substances contained in the feed ingredients, the ration formula, and the preparation of the ration composition. This service activity consists of three stages, i.e. planning, implementation and supervision. Feed processing is one of the solutions for sustainable or continuous feed availability. One of the most practiced feed processing is feed processing with ammoniation and fermentation techniques. After the manufacturing process, ammoniated feed will be stored and will be opened after fermentation which is 14-21 days. After passing that period, the ammoniated feed was opened and seen whether the process of making ammoniated feed was successful or not. After the ammoniation was opened, the results of the training in the previous 3 weeks were opened and the results were as expected. Then the ammoniated feed was tested on cattle owned by farmers or activity partners. Farmers gave a very good response, this was evidenced by the level of enthusiasm of farmers to participate in each activity session. During the activities, the target partners were very enthusiastic in paying attention to the feed processing training. In addition, partners also feel very helpful in solving the problem of unutilized harvest waste that can be used as feed ingredients for cattle. In the next activity, feed that has undergone processing should be tested for the quality and feasibility of feed for consumption by livestock, so that this activity can give farmers more confidence in processed feed from ammoniated straw
Pelatihan Perancangan Komunikasi Visual Pada Media Sosial Resmi Organisasi Di Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung
Seiring meningkatnya perkembangan teknologi informasi, proses berkomunikasi haruslah mengikuti perkembangan jaman. Penyaluran informasi dari komunikator kepada komunikan mengalami perubahan, media baru dengan koneksi internet mulai bermunculan tidak hanya sebagai media hiburan namun dipakai sebagai media untuk bersosialisasi. Hal tersebut secara tidak langsung membuat para penggiat organisasi turut serta menggunakan media sosial sebagai media informasi. Proses perancangan media sosial ini menjadi problematika organisasi karena tidak semua sumberdaya manusia yang dimiliki memiliki kemampuan merancang yang baik secara grafis, visual dan verbal. Maka dari itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk pemecahan masalah yang dialami mitra yakni Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII (BPTD VII) dengan mengadakan pelatihan perancangan komunikasi visual pada media sosial organisasi resmi dengan narasumber dari bidang desain komunikasi visual. Dalam pelatihan ini jumlah peserta yang dilibatkan berjumlah 40 orang staff kehumasan dari BPTD VII yang dimana 85% peserta belum menguasai kemampuan desain komunikasi visual dan grafis. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini menggunakan metode design thinking lima tahap yaitu emphatize, define, ideate, prototype dan test. Metode ini dianggap efektif sebagai pemecah masalah dari suatu perancangan visual dengan harapan kegiatan ini mampu memberikan edukasi terhadap peserta agar mampu menciptakan konten media sosial yang baik, kreatif dan estetis secara visual maupun verbal sebagai sarana informasi yang tepat dan mudah diterima di masyarakat. Secara teknis peserta mendapatkan peningkatan kemampuan kreatif dalam menggunakan aplikasi desain grafis diatas 70% dengan nilai kebermanfaatan di angka 83%. Semoga pelatihan ini dapat dilaksanaan secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas dari konten media sosial yang selalu berkembang mengikuti perkembangan jaman.
Visual Communication Design Training on Organizational Official Social Media at the Region VII Land Transportation Management Center in South Sumatra and Bangka Belitung Provinces
Along with the increasing development of information technology, the communication process must keep up with the times. The distribution of information from communicators to communicants has changed, new media with internet connections have begun to emerge not only as entertainment media but are used as media for socializing. This indirectly makes organizational activists participate in using social media as a medium of information. The process of designing social media is an organizational problem because not all human resources have the ability to design well graphically, visually and verbally. Therefore this community service is carried out as a form of solving problems experienced by partners, namely BPTD VII by holding training on visual communication design on official organizational social media with resource persons from the field of visual communication design. In this training the number of participants involved was 40 public relations staff from BPTD VII where 85% of the participants had not mastered visual and graphic communication design skills. The method used in this service uses a five-stage design thinking method, namely empathize, define, ideate, prototype and test. This method is considered effective as a problem solver of a visual design with the hope that this activity will be able to educate participants so that they are able to create good, creative and aesthetically pleasing social media content both visually and verbally as a means of accurate information and easily accepted in society. Technically the participants get an increase in creative ability in using graphic design applications above 70% with a usefulness value of 83%. Hopefully this training can be carried out on an ongoing basis so as to be able to improve the quality of social media content which always evolves with the times
Optimasi Promosi Digital Budidaya Bibit Lele Menggunakan Website Pada Abay Farms
Media promosi adalah rancangan untuk mengomunikasikan suatu produk atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk kasat mata dengan cara mempengaruhi konsumen secara langsung maupun tidak langsung untuk menciptakan jual beli dalam pemasaran. Website sebagai media promosi atau biasa disebut pemasaran online merupakan salah satu dari pemasaran langsung (direct marketing). Keuntungan dari pemasaran online adalah akses informasi retrieval dan tidak ada pembatasan materi promosi yang dilakukan dengan biaya relatif murah. Tujuan penyelenggaraan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membangun sebuag website promosi pada Abay Farms yang berfungsi sebagai alat marketing untuk memperoleh pembeli dan sebagai sarana mitra untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan budidaya lele. Abay Farm sebagai mitra kegiatan merupakan salah satu sentral produsen bibit lele terbaik yang ada di Kota Tangerang Selatan. kegiatan ini diikuti oleh pemilik Abay Farm dan juga karyawannya yang akan dijadikan admin website untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengelola website Abay Farm. Hasil kegiatan pengabdian ini, memberikan solusi atas permasalahan mitra yang belum memiliki sarana dalam mempromosikan bibit lele dan menyebarluaskan eksistensinya didunia digital. Selain hal tersebut, Universitas Budi Luhur sebagai penyelenggara mendapatkan nilai baik dimata masyarakat umum, serta sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi.
Optimizing Digital Promotion for Cultivating Lele Seeds Using the Website at Abay Farms
Promotional media is a design for communicating a product or service provided by a company in visible form by influencing consumers directly or indirectly to create buying and selling in marketing. Websites as promotional media or what is usually called online marketing are one of direct marketing. The advantage of online marketing is access to information retrieval and no restrictions on promotional materials which are carried out at relatively low costs. The aim of organizing this community service activity is to build a promotional website for Abay Farms which functions as a marketing tool to obtain buyers and as a means for partners to convey information related to catfish cultivation. Abay Farm as an activity partner is one of the best central producers of catfish seeds in South Tangerang City. This activity was attended by the owner of Abay Farm and also his employees who will become website admins to be given training and assistance in managing the Abay Farm website. The results of this service activity provide solutions to the problems of partners who do not yet have the means to promote catfish seeds and spread their existence in the digital world. Apart from this, Budi Luhur University as the organizer has received good marks in the eyes of the general public, as well as being a partner in community service activities in realizing the tridharma of higher education
Pelatihan Desain Pembelajaran di Masa Post-Pandemi Covid-19 dengan Integrasi Lingkungan Lahan Basah
Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada 45 Guru MGMP Bahasa Inggris SMA se-kota Banjarmasin mengenai desain pembelajaran berbasis kurikulum merdeka pada lingkup topik lahan basah. Metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Narasumber menjelaskan Language Features in Writing, Genre-based Approach, dan pendekatan desain pembelajaran yang dapat diaplikasikan post-pandemi dengan integrasi teknologi pada fokus topik lingkungan lahan basah dilanjutkan pembimbingan langsung praktik penggunaan aplikasi pendukung. Hasil angket pada tahap evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa 91% peserta pelatihan menyatakan bahwa mereka mendapatkan pemahaman baru/ tambahan mengenai Genre-based approach. Selain itu, peserta juga memiliki pengetahuan yang baik tentang Genre-based approach yaitu 73% dari peserta dapat menjelaskan tahap building knowledge of the field dengan tepat dan 86% dari peserta dapat menjelaskan tahap modelling of the text dengan tepat. Sedangkan, penjelasan tahap joint construction of the text dijelaskan dengan baik oleh 91% dan tahap independent writing dijelaskan dengan tepat oleh seluruh peserta. Selain itu, peserta menyatakan bahwa genre-based approach dapat dipertimbangkan untuk digunakan agar dapat memfasilitasi siswa dalam menulis secara lebih mudah (91%) karena memberi siswa kesempatan untuk bekerja dalam tim secara bertahap dan lebih terarah. Secara keseluruhan, pelaksanaan pelatihan dinilai sangat bermanfaat oleh peserta (73%) dan 27% peserta menyatakan bermanfaat. Kesimpulan yang didapat yaitu setelah menghadapi dampak pandemi COVID-19, penting bagi guru untuk melakukan adaptasi dan bagi akademisi perguruan tinggi untuk terus memperkenalkan dan menarik benang merah Kurikulum Merdeka di dunia Pendidikan serta mendiseminasikannya pada guru-guru di sekolah agar terjalin pemahaman selaras dalam dimulai dari bentuk desain pembelajaran.
Workshop on Learning Design in the Post-Pandemic Covid-19 Era with Wetland Environment Integration
The aim of this service is to provide insight to 45 high school English MGMP teachers throughout the city of Banjarmasin regarding independent curriculum-based learning designs on the topic of wetlands. The method for implementing this training consists of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The resource person explained Language Features in Writing, Genre-based Approach, and learning design approaches that can be applied post-pandemic with technology integration focusing on wetland environmental topics followed by direct practical guidance in using supporting applications. The results of the questionnaire at the training evaluation stage showed that 91% of training participants stated that they gained new/additional understanding regarding the Genre-based approach. Apart from that, the participants also had good knowledge about the Genre-based approach, namely 73% of the participants could explain the building knowledge of the field stage correctly and 86% of the participants could explain the modeling of the text stage correctly. Meanwhile, the explanation of the joint construction of the text stage was explained well by 91% and the independent writing stage was explained correctly by all participants. Apart from that, participants stated that a genre-based approach could be considered to be used to facilitate students in writing more easily (91%) because it gives students the opportunity to work in teams gradually and in a more focused manner. Overall, the implementation of the training was considered very useful by participants (73%) and 27% of participants said it was useful. The conclusion obtained is that after facing the impact of the COVID-19 pandemic, it is important for teachers to adapt and for higher education academics to continue to introduce and draw out the common thread of the Independent Curriculum in the world of education and disseminate it to teachers in schools so that there is a harmonious understanding starting from form of learning design
Iptek Pemberdayaan Masyarakat Disabilitas Melalui Usaha Kebun Anggur
Kaum disabilitas tidak lagi dipandang sebagai orang yang bermasalah atau terbelakang, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memerlukan kesamaan akses dan inklusivitas. Persamaan peran bagi difabel harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat, termasuk hak atas pendidikan dan penghidupan yang layak, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara. Pemberdayaan difabel melalui keterampilan dan pendidikan formal maupun nonformal menjadi dasar untuk hidup mandiri. Pengabdian Kemitraan Wirausaha dilaksanakan selama delapan bulan, dari Desember 2022 hingga Juni 2023, di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat penyandang disabilitas melalui kelompok usaha "Kebun Kesetaraan". Dalam kegiatan ini, difabel dilibatkan secara penuh pada semua kegiatan, seperti pelatihan dan penyuluhan, dengan tujuan memberikan pemahaman bahwa mereka penting dan layak untuk dibina dan didampingi agar mampu mandiri dan bersaing dengan masyarakat lain melalui usaha kebun anggur. Pada kegiatan ini, kelompok disabilitas yang tergabung pada kelompok usaha kebun kesetaraan dilibatkan dalam membuat pupuk organik dari kotoran ternak yang merupakan potensi desa Taman Ayu. Tim pengabdian memberikan bantuan berupa bibit anggur impor sebanyak 30 bibit yang ditanam di kebun kesetaraan dengan melibatkan 25 penyandang disabilitas. Hasil pengabdian memberikan manfaat kepada difabel melalui kemampuan hidup secara mandiri melalui usaha kebun anggur dan kemampuan membuat pupuk organic berasal dari kotoran ternak. Hasil dari pengabdian kemitraan wirausaha ini adalah terbentuknya kebun kesetaraan usaha anggur, pupuk kompos dari kotoran ternak, kesepakatan kerjasama antara tim pengabdian dengan kelompok kebun kesetaraan, dengan penandatanganan kerjasama dan petisi pemanfaatan hasil pengabdian dari pemerintah desa Taman Ayu dan kelompok kebun kesetaraan.
Science and Technology Empowerment of the Disability Community through Grape Farming Business.
People with disabilities are no longer seen as problematic or backward, but as part of a community that requires equal access and inclusivity. Equality of opportunity for people with disabilities should be a top priority for the government and society, including the right to education and a decent standard of living, so that they can make positive contributions to society and the country. Empowering people with disabilities through formal and non-formal education and skills training is the basis for living independently. The Entrepreneurial Partnership Service is implemented for eight months, from December 2022 to June 2023, in Taman Ayu Village, Gerung District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara (NTB), with a focus on empowering the economic livelihoods of people with disabilities through the "Equality Garden" business group. In this activity, people with disabilities are fully involved in all activities, such as training and counseling, with the aim of providing an understanding that they are important and deserving of support to become independent and compete with other communities through grape farming businesses. In this activity, the disabled group involved in the Equality Garden business group is involved in making organic fertilizer from livestock manure, which is a potential resource of Taman Ayu Village. The service team provides assistance in the form of 30 imported grape seedlings planted in the Equality Garden involving 25 people with disabilities. The results of this service provide benefits to people with disabilities through the ability to live independently through grape farming businesses and the ability to make organic fertilizer from livestock manure. The result of this entrepreneurial partnership service is the formation of the Equality Garden grape business, compost fertilizer from livestock manure, agreement of cooperation between the service team and the Equality Garden group, with the signing of a cooperation agreement and petition for the use of the results of the service from the Taman Ayu village government and the Equality Garden group
Peningkatan Pelayanan Melalui Sosialisasi Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kantor Camat Sumberasih Kabupaten Probolinggo
Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) merupakan suatu inovasi pelayanan guna mendekatkan jarak antara pemerintah sebagai penyedia layanan dengan masyarakat sebagai penerima layanan, yang didasari oleh adanya pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada Camat. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan hari senin 21 Mei 2023 selama 1 hari dengan durasi 5 jam, yaitu dimulai pada pukul 08.00 WIB di kecamatan Sumberasih sampai dengan 13.00 WIB, yang diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari masyarakat dan perangkat desa, serta dari pihak kecamatan sumberasih. Pengabdian ini bertujuan Untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat sekitar tentang adanya Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Pada Kantor Camat Sumberasih Kabupaten Probolinggo tersebut. Diharapkan dari kegiatan pengabdian ini Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di kecamatan Sumberasih bisa berjalan dengan baik dan dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat. Dalam implementasi kebijakan PATEN dari Persyaratan Substantif sudah cukup jelas, Persyaratan Administratif, dan Persyaratan Teknis sudah baik. Dalam pengabdian masyarakat di kecamatan sumberasih ini diperoleh hasil pengetahuan masyarakat meningkat tentang bagaimana menggunakan pelayanan kecamatan melalui kebijakan PATEN di Kecamatan Sumberasih dan munculnya kerjasama antara pihak kecamatan dengan desa-desa untuk melakukan sosialisasi di setiap desa dengan tujuan untuk memberitahukan secara luas adanya kebijakan PATEN untuk mempermudah masyarakat untuk menerima pelayanan yang lebih prima.
Improving Services Through Dissemination Of Integrated Administrative Service Policies (PATEN) St The Sumberasih Sub-District Office, Probolinggo District
The District Integrated Administration Service (PATEN) is a service innovation to bring the distance between the government as a service provider and the community as service recipients, based on the delegation of authority from the Regent to the Camat. This socialization activity was carried out on Monday 21 May 2023 for 1 day with a duration of 5 hours, starting at 08.00 WIB in the Sumberasih sub-district until 13.00 WIB, which was attended by 40 participants from the community and village officials, as well as from the Sumberasih sub-district. This service aims to provide awareness and knowledge to the surrounding community about the existence of the District Integrated Administrative Service Policy (PATEN) at the Sumberasih District Office, Probolinggo Regency. It is hoped that from this service activity the District Integrated Administrative Services in the Sumberasih sub-district can run well and can provide satisfaction to the community. In the implementation of the PATENT policy, the Substantive Requirements are clear enough, the Administrative Requirements and the Technical Requirements are good. In this community service in Sumberasih sub-district, the result was an increase in community knowledge about how to use sub-district services through the PATEN policy in Sumberasih Sub-district and the emergence of cooperation between the sub-district and the villages to conduct outreach in each village with the aim of widely informing them of the existence of a PATENT policy to facilitate community to receive better service