Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Lampu Otomatis Berbasis Photocell pada Pemuda di Desa Laren Kabupaten Lamongan
Tujuan dari pengabidan ini yaitu untuk memudahkan warga menghidupkan lampu secara otomatis sehingga lebih efektif dan efisien. Selain itu, photocell juga dapat menghemat energi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi terkait Photocell dan pelatihan pembuatannya. Sasaran yang dituju yaitu warga Desa Laren. Peserta pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Laren sekitar yang sebagian besar adalah pelajar dan pekerja/karyawan swasta. Jumlah peserta yang terlibat yaitu 19. Hasil dari pelatihan pembuatan lampu otomatis berbasis photocell, adanya peningkatan pengetahuan warga tentang photocell sebesar 62%. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Desa Laren tentang teknologi modern. Pemakaian saklar otomatis berbasis photocell bagi warga Desa Laren diharapkan dapat berhasil dan berguna bagi masyarakat sekeliling, karena lampu bisa menyala secara otomatis sehingga masyarakat tidak harus menyalakan secara manual ketika gelap maupun hujan serta menghindari kelupaan yang mungkin terjadi.
Photocell-Based Automatic Lamp Making Training for Youth in Laren Village, Lamongan Regency
The purpose of this application is to make it easier for citizens to turn on lights automatically so that they are more effective and efficient. In addition, photocells can also save energy. This service activity is carried out with a socialization method related to Photocell and training in its manufacture. The intended target is Laren Village residents. Participants in this community service activity are the surrounding Laren Village community, most of whom are students and workers / private employees. The number of participants involved was 19. The results of the training in making photocell-based automatic lights, there was an increase in residents' knowledge about photocells by 62%. This activity is expected to add insight to the people of Laren Village about modern technology. The use of automatic switches using photocell sensors for residents of Laren Village will be very beneficial for the surrounding area, because the lights can automatically turn on. Residents do not need to manually turn on the lights when it rains and dark or avoid forgetfulness that might occur
Pelatihan Keterampilan Pembuatan Batik Shibori Bagi Atlet Paralimpik Sidoarjo
Pelatihan keterampilan pembuatan batik shibori bagi Atlet Paralimpik Sidoarjo merupakan salah satu bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UNESA yang bertujuan sebagai upaya peningkatan keterampilan vokasional. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk membuka peluang berwirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian para atlet, baik atlet yang masih aktif maupun telah purna. Dalam program pelatihan ini diikuti oleh 10 atlet paralimpik yang tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC) Sidoarjo. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagian besar atlet belum mempunyai perencanaan usaha setelah masa kejayaan sebagai atlet usai. Batik shibori dipilih sebagai salah satu produk yang dapat dikembangkan sebagai ide berwirausaha karena selain proses pembuatan yang tidak membutuhkan alat kompleks, bahan baku pembuatan batik shibori yang mudah ditemui, serta dapat dipelajari dengan mudah dari berbagai sumber. Selain itu, saat ini batik shibori banyak digemari karena motif yang unik, warna yang cenderung cerah, serta dinilai cocok digunakan oleh setiap jenjang usia. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode metode tatap muka dengan pendekatan keterampilan experimental learning dan on the job training sehingga para atlet dapat langsung mencoba bereksperiman dalam pembuatan batik shibori. Dalam pelatihan ini, para atlet juga dibekali dengan berbagai teori mengenai sejarah, cara pembuatan, serta berbagai teknik pembuatan batik shibori yang dapat menghasilkan motif yang beranekaragam.
Shibori Batik Making Skills Training For Sidoarjo Paralympic Athletes
The training of shibori batik making skills for Sidoarjo Paralympic Athletes is one part of the UNESA Community Service Program (PKM) which aims to improve vocational skills. This training is also intended to open entrepreneurial opportunities so as to improve the economy of athletes, both active and retired athletes. The training program was attended by 10 paralympic athletes who are members of the National Paralympic Committee (NPC) Sidoarjo. This training was motivated by several factors, including most of the athletes do not have business plans after the heyday as athletes is over. Shibori batik was chosen as one of the products that can be developed as an entrepreneurial idea because in addition to the manufacturing process that does not require complex tools, the raw materials for making shibori batik are easy to find, and can be learned easily from various sources. In addition, shibori batik is currently popular because of its unique motifs, colors that tend to be bright, and is considered suitable for use by every age level. This training is carried out using a face-to-face method with an experimental learning and on the job training skills approach so that athletes can directly try to experiment in making shibori batik. In this training, athletes are also provided with various theories about the history, how to make, and various techniques for making shibori batik that can produce diverse motifshi
Menumbuhkan Jiwa dan Sikap Maritime preneur bagi Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan
Bonus demografi adalah kondisi di mana jumlah kelompok usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non produktif, baik usia muda maupun manula. Kondisi ini dapat menjadi berpotensi menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan baik, terutama dengan munculnya kecerdasan buatan yang dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk industri atau institusi pemerintah. Menyikapi hal tersebut, sangat penting untuk menanamkan atau menumbuhkan jiwa, sikap dan nilai kewirausahaah sejak dini. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa program studi Ilmu Kelautan Universitas Tanjungpura, yang berorientasi pada wirausaha produk dan jasa kelautan (maritime preneur). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yaitu perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan, dan kegiatan dilaksanakan berdasarkan metode ceramah dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan kegiatan sudah berhasil meningkatkan kemampuan pemahaman mahasiswa terkait dengan wirausaha berbasis jasa dan produk kelautan.
Developing Maritimepreneur Spirit, Attitudes and Values ??for Marine Science Study Program Students
The demographic bonus is a condition where the number of the productive age group is much greater than the non-productive age group, both young and elderly. This condition can potentially become a big problem if not managed well, especially with the emergence of artificial intelligence which can reduce labor requirements for industry or government institutions. In response to this, it is very important to instill or foster an entrepreneurial spirit, attitudes and values ??from an early age. The aim of this community service activity (PKM) is to provide an early understanding of entrepreneurship to students of the Tanjungpura University Marine Science study program, which focuses on maritime product and service entrepreneurship (maritime preneur). The activity was attended by 40 participants, namely student representatives from each class, and the activity was carried out based on interactive lecture and discussion methods. Based on the evaluation results, it shows that the activity has succeeded in increasing students' understanding abilities related to marine product and service-based entrepreneurship.
Literasi Digital Anak Usia Dini Bagi Orang Tua di Desa Putat Lor Kabupaten Malang
Makalah penelitian ini mengeksplor tentang literasi digital untuk orangtua dalam mendidik anak-anak mereka di jaman teknologi yang semakin canggih. Tidak bisa dipungkiri penggunaan gawai oleh anak kecil menjadi tantangan besar bagi para orang tua. Oleh karena itu, literasi digital sangat penting bagi orang tua, terutama untuk menghindari penyebaran informasi hoaks.. Dalam kegiatan ini, Raudhatul athfal (RA) Miftahul Ulum 02 Putat Lor Gondanglegi kab, Malang menjadi Mitra pelaksanaan aktifitas pengabdian masyarakat dengan melibatkan orang tua siswa. selain itu UNISMA juga bekerja sama dengan MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia dalam memberikan edukasi. Metode penugasan, ceramah, diskusi, praktik diharapkan mampu memberikan pengetahuan yang baik tentang pendampingan penggunaan gawai untuk anak. Kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian: 1) pelatihan literasi digital terkait konten berbahaya dan hoaks dan 2) pelatihan cara memilih dan memilah aplikasi game edukasi dan berbahaya di gadget. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan wawancara kepada kepala sekolah dan analisa kebutuhan orang tua. Kegiatan selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan oleh perwakilan Mafindo dan dosen UNISMA. Sebelum pelatihan dimulai, peserta diberikan pre-test mengenai pemahamannya terhadap literasi digital. Di akhir sesi, peserta diberikan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap literasi digital. Hasil analisis pre-test dengan nilai rata-rata 5,74 dan hasil nilai post-test adalah 7,62 menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi digital yang signifikan. Dari hasil diskusi, peserta akan menerapkan pemahamannya seperti mengecek berita hoax dan memilih permainan serta aplikasi untuk anak.
Early Childhood Digital Literacy for Parents in Putat Lor, Malang
This research paper explores digital literacy for parents in educating their children in an era of increasingly sophisticated technology. It cannot be denied that the use of gadgets by young children is a big challenge for parents. Therefore, digital literacy is very important for parents, especially to avoid the spread of hoax information and the use of applications that are dangerous for children's development. In this activity, Raudhatul Athfal (RA) Miftahul Ulum 02 Putat Lor Gondanglegi Malang became a partner in implementing community service activities by involving the students' parents. Apart from that, UNISMA also collaborates with MAFINDO (Indonesian Anti-Defamation Society) in providing education. The assignment, lecture, discussion and practice methods are expected to be able to provide good knowledge about assisting children in using devices. This activity is divided into two parts: 1) digital literacy training related to dangerous content and hoaxes and 2) training on how to select and sort educational and dangerous game applications on gadgets. This community service activity begins with an interview with the school principal and an analysis of parents' needs. The next activity was the implementation of training by Mafindo representatives and UNISMA lecturers. Before the training begins, participants are given a pre-test regarding their understanding of digital literacy. In the final session, participants were given a post-test to measure their level of understanding of digital literacy. The results of the pre-test analysis with an average score of 5.74 and the post-test score of 7.62 indicate a significant increase in understanding of digital literacy. From the results of the discussion, participants will apply their understanding, such as checking hoax news and choosing games and applications for children
Penguatan Kompetensi Siswa SMA Negeri 4 Praya Menuju Kompetisi Sains Nasional (KSN) Biologi Tingkat Kabupaten Melalui Pemberian Motivasi dan Metode Drill
Siswa-siswi peserta Kompetisi Sains Nasional (KSN) Biologi SMA Negeri 4 Praya memiliki masalah dalam hal penguasan materi yang tidak pernah diajarkan di kelas dan kurangnya motivasi belajar. Hal tersebut akan menghambat proses pembelajaran efektif yang melibatkan daya analisis, nalar, dan berpikir kritis siswa dalam menjawab soal-soal olimpiade berkarakter High Order Thinking Skills (HOTS). Selain itu, dorongan sekolah agar siswa dapat meraih prestasi olimpiade menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi akademik siswa dalam memperisapkan diri menuju KSN Biologi tingkat kabupaten. Metode yang digunakan adalah pemberian motivasi dan latihan soal melalui metode drill. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan seleksi peserta tingkat sekolah, pembinaan akademik, evaluasi, dan survey tingkat pemahaman dan kepuasan siswa terhadap metode yang diterapkan. Kegiatan pembinaan siswa berjalan dengan efekif dan lancar selama 19 kali pertemuan tatap muka di kelas. Hasil survey tingkat pemahaman dan kepuasan siswa setelah mengikuti pembinaan menunjukkan bahwa 2 dari 5 peserta merasa paham/puas (42,60%) dan 2 dari 5 peserta merasa sangat paham/puas (36,00%) terhadap pembinaan yang diberikan. Selain itu, 2 dari 4 peserta yang mengikuti lomba tahun 2020 berhasil meraih juara I dan II. Hasil ini menyimpulkan bahwa metode yang diterapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kepuasan siswa terhadap materi Biologi, motivasi diri, metode pembinaan, pendampingan akademik, dan keterampilan dirinya yang berujung pada keberhasilan akademik siswa. Harapannya metode ini dapat diterapkan secara intensif dan komprehensif di sekolah lain tanpa mengesampingkan faktor-faktor lain guna menunjang keberhasilan akademik siswa peserta olimpiade.
Strengthening the Competencies of Students of SMA Negeri 4 Praya towards Biology Olympiad at District Level through Delivering the Motivation and Drill Method
Students of SMA Negeri 4 Praya who participated in the National Science Competition (KSN) of the Biology Olympiad had a problem mastering academic content that had never been taught in class and lack of motivation. This issue will impede the learning process that involves students' analytical, reasoning, and critical thinking skills in answering High Order Thinking Skills (HOTS)-type questions. In addition, the school's encouragement so the students can succeed in the competition is another challenge. Therefore, this community service aims to strengthen the student's academic competency in preparing for the competition. The method used is delivering motivation and the drill method. The stages were carried out by selecting participants at the school level, academic coaching and learning, evaluating, and surveying regarding understanding and satisfaction of students. Student coaching activities run effectively and smoothly during 19 face-to-face learning in class. The survey showed that 2 out of 5 students felt understood/satisfied (42.60%) and 2 out of 5 felt very understanding/satisfied (36.00%) with the coaching provided. In addition, 2 out of 4 participants who took part in the 2020 competition succeeded in winning 1st and 2nd place. These results conclude that the methods applied were able to increase students' understanding and satisfaction of Biology material, self-motivation, coaching method, academic coaching, and students' self-skills, and leads to the success in academic context. This method hopefully can be applied intensively and comprehensively in other schools without putting aside other factors to support the academic success of the Olympiad participating students.
Pendampingan Budidaya Madu Lebah Kelulut pada Masyarakat Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat
Kelulut atau lebah tanpa sengat atau dikenal juga dengan istilah trigona, menghasilkan madu yang kualitas dan rasanya lebih bagus daripada yang dihasilkan oleh lebah bersengat. Hal ini menjadi faktor menarik bagi masyarakat untuk membudidayakan kelulut, terutama di wilayah yang berada di sekitar hutan. Beberapa keluarga petani di desa Arang Limbung menjadi petani pembudidaya kelulut atau lebah tanpa sengat secara sederhana dan menjadi usaha kecil keluarga.Pendampingan petani pembudidaya kelulut di daerah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan secara mandiri. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madu kelulut di daerah Desa Arang Limbung. Kegiatan ini bersifat partisipatif, melibatkan petani yang aktif berbudidaya dan diberikan edukasi melalui ceramah dan demonstrasi ke kebun-kebun budidaya kelulut secara langsung. Mitra kegiatan ini adalah keluarga peternak kelulut yang diwakili oleh masing-masing kepala keluarga sebanyak 10 orang. Dari kegiatan PKM ini menunjukkan 10 orang peserta dari keluarga peternak kelulut telah menerapkan praktek berbudidaya yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dari madu yang dihasilkan dari masing-masing peternahan.
Assistance for the Cultivation of Kelulut Honey Bees for the Community of Arang Limbung Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province
Kelulut or stingless bees, also known as trigona, produce honey with better quality and taste than those produced by stingless bees. This is an attractive factor for the community to cultivate kelulut, especially in areas around forests. Several farming families in the village of Arang Limbung became kelulut cultivators or stingless bees simply and became small family businesses. Assistance for kelulut cultivators in the area is carried out through Community Service activities which are carried out independently. The activity aims to improve the quality and quantity of kelulut honey in the Arang Limbung Village area. This activity is participatory, involving farmers who are actively cultivating and given education through lectures and demonstrations in direct kelulut cultivation gardens. The partners of this activity are kelulut breeder families, represented by 10 heads of each family. From this PKM activity, it shows that 10 participants from kelulut farmer families have implemented cultivation practices that can increase the productivity and quality of the honey produced from each farm
Pendidikan Kesehatan Pencegahan Penularan HIV AIDS pada Kelompok Remaja di Tulungagung
HIV/AIDS merupakan penyakit yang menjadi momok bagi manusia di seluruh dunia, dimana kekebalan tubuh penderita menurun sehingga penderita rentan mengalami berbagai macam penyakit dan komlpikasi lainnya, apalagi sampai detik ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV/AIDS. Ironisnya, jumlah kasus AIDS tertinggi terjadi pada remaja kelompok usia 20 sampai 29 tahun yang mengindikasikan mereka telah terinfeksi HIV sejak 5 hingga 10 tahun sebelumnya, dimana saat itu mereka masih pada tahap remaja pertengahan. Pengabdian ini bertujuan memberikan Pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai pencegahan penularan HIV AIDS. Jumlah siswa yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 100 orang. Tahapan yang diterapkan dalam pelaksanaan pengabdian ini terbagi dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pre dan post test. Pengetahuan remaja mengalami perubahan positif yang signifikan (65%) yang sebelumnya 35%. Hasil menunjukkan bahwa peserta yang telah menerima edukasi Pendidikan kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan penularan HIV AIDS. Kegiatan Pendidikan kesehatan ini memberikan pengetahuan mengenai cara pencegahan HIV AIDS kepada remaja dan pemahaman remaja tentang status kesehatan yang baik. Kegiatan Pendidikan kesehatan ini memberikan efek positif kepada para remaja guna keberlangsungan hidup yang lebih baik. Kegiatan ini perlu dilakukan karena mengingat akan manfaatnya.
Health Education on Prevention of HIV AIDS Transmission in Youth Groups in Tulungagung
HIV/AIDS is a disease that is a scourge for humans all over the world, where the patient's immune system decreases so that sufferers are susceptible to various kinds of diseases and other complications, especially since until now there is no drug that can cure HIV/AIDS. Ironically, the highest number of AIDS cases occurred in adolescents in the age group of 20 to 29 years which indicated that they had been infected with HIV since the previous 5 to 10 years, at which time they were still in their mid-adolescence stage. This service aims to provide health education to adolescents regarding the prevention of HIV AIDS transmission. The number of students involved in this activity was 100 people. The stages applied in the implementation of this service are divided into preparation, implementation and evaluation. Methods of data collection is done by pre and post test. Adolescent knowledge experienced a significant positive change (65%) from 35% previously. The results show that participants who have received health education experience increased knowledge about preventing the transmission of HIV AIDS. This health education activity provides knowledge on how to prevent HIV AIDS to adolescents and adolescents' understanding of good health status. This health education activity has a positive effect on adolescents for a better life. This activity needs to be done because of its benefit
Pelatihan Manajemen Stres Pada Mahasiswa Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Selama Perkuliahan Hybrid
Banyak mahasiswa yang mengalami kebingungan dengan perubahan metode pembelajaran dari pembelajaran offline, online, dan hybrid. Selain itu banyak mahasiswa yang mengalami tingkat stress sedang hingga tinggi karena diakibatkan oleh perubahan metode perkuliahan. Tujuan pelatihan ini adalah menurunkan tingkat kecemasan dan stress secara berlebihan dengan mengenalni kondisi emosional dan meregulasinya dengan manajemen stress akibat permasalahan yang diuraikan sebelumnya. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini meliputi 4 tahapan, yakni (1) persiapan/perencanaan, (2) survei kebutuhan, (3) pelaksanaan, (4) evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 50 mahasiswa. Manajemen emosi dan kesehatan mental peserta dianalisis secara deskriptif berdasarkan jurnal aktifitas yang diisi selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan peserta merasakan dampak positif dengan 75% peserta bisa menganalisis jenis emosional yang dimilikinya. Berdasarkan hasil kegitan dapat disimpulkan bahwa manajement stress dapat meningkatkan kesehatan mental peserta selama perkuliahan hybrid di Universitas Negeri Surabaya.
Stress Management Training for Students to Improve Mental Health During Hybrid Lectures
Abstract
Many students experience confusion due to changes in learning methods from offline to online and hybrid learning. Additionally, a significant number of students experience moderate to high levels of stress as a result of the changes in the teaching methods. The objective of this training is to reduce excessive anxiety and stress by understanding the emotional conditions and regulating them through stress management related to the aforementioned issues. The method employed in this community service consists of 4 stages: (1) preparation/planning, (2) needs survey, (3) implementation, and (4) evaluation. This activity involves 50 students. The emotional management and mental health of the participants were analyzed descriptively based on activity journals filled out during the program. The results of this training show that participants experienced positive impacts, with 75% of them being able to analyze their emotional types. Based on the results of the activity, it can be concluded that stress management can improve the mental health of participants during hybrid lectures at Universitas Negeri Surabaya
Pelatihan Membuat Soal Ujian Online Bentuk Pilihan Ganda Pada Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Halu Oleo
Paradigma modern beranggapan bahwa ilmu pengetahuan berkembang secepat banyaknya pemikiran dan inovasi manusia. Paradigma ini bertujuan untuk memudahkan dan memberikan nilai kebaruan dalam khasanah ilmu pengetahuan khusunya bertindak dalam bidang Pendidikan dan pengajaran. Untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi calon guru yang professional yaitu dengan cara meningkatkan kompetensinya. Tim PKM melihat permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UHO semester ngkat akhir. Pendidikan Sejarah FKIP UHO yaitu belum memahami bagaimana cara membuat soal online jenis pilihan ganda. Untuk itu tim PKM melakukan pelatihan cara membuat soal ujian online yang diselenggarakan di ruangan Pendidikan Sejarah dengan jumlah mahasiswa 19 orang. Metode pelatihan ini meliputi tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evalyasi. yaitu: (1) penyampaian materi langsung oleh tim PKM, (2) praktek langsung oleh mahasiswa dan tim PKM. Hasil pelatihan ini menunjukan bahwa pada awalnya mahasiswa belum mengetahui cara membuat soal ujian online yang dibuktikan dengan uji coba kepada mahasiswa. Setelah dilakukan pelatihan maka semua mahasiswa yang terdiri dari 19 orang mahasiswa telah mengetahui cara membuat ujian online baik soal bentuk pilihan ganda.
Training On How To Make Multiple-Choice Online Exam Questions For History Education Students of FKIP Halu Oleo University
The modern paradigm assumes that science develops as fast as human thought and innovation. This paradigm aims to facilitate and provide novelty value in the realm of knowledge, especially in the field of education and teaching. To prepare students to become professional teacher candidates, namely by increasing their competence. The PKM team looked at the problems faced by final semester FKIP UHO History Education students. FKIP UHO History Education means they don't understand how to make online multiple choice questions. For this reason, the PKM team conducted training on how to create online exam questions which was held in the History Education room with a total of 19 students. This training method includes the stages of planning, preparation, implementation and evaluation. namely: (1) delivery of material directly by the PKM team, (2) direct practice by students and the PKM team. The results of this training show that initially students did not know how to create online exam questions as proven by testing with students. After the training, all 19 students knew how to make online exams, including multiple choice questions.
Pencatatan Keuangan Sederhana untuk Meningkatkan Literasi Keuangan bagi Kelompok UMKM Kerupuk Kuin Utara Banjarmasin
Saat ini, situasi keuangan dari enam kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor produksi kerupuk di wilayah Kuin Utara Banjarmasin dapat dianggap stabil. Meskipun mereka berhasil bertahan, tetap mampu memproduksi dan memasarkan produk mereka selama dan setelah masa pandemi, namun potensi yang dimiliki oleh kelompok-kelompok ini belum diimbangi dengan catatan keuangan yang memadai. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan untuk memberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan yang sederhana dan mudah dipahami kepada para mitra UMKM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam melaksanakan pencatatan transaksi keuangan. Proses pelatihan ini akan melibatkan tahap pemberian materi oleh narasumber, penyelesaian kasus-kasus terkait, dan evaluasi berupa ujian akhir. Secara menyeluruh, hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa para mitra UMKM memberikan tanggapan yang positif terhadap pelatihan tersebut. Pelaksanaan pelatihan ini dinilai berjalan lancar oleh 66,7% peserta dan sangat lancar oleh 33,3% peserta. Selain itu, kemampuan tim yang menyampaikan materi pelatihan dinilai sangat baik oleh 66,7% peserta pelatihan dan dinilai baik oleh 33,3% peserta. Dengan menerapkan pencatatan yang benar terkait pemasukan dan pengeluaran keuangan dalam bisnis mereka, mitra UMKM dapat menghindari percampuran antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi, dengan demikian mereka dapat lebih jelas mengenai biaya yang telah dikeluarkan dan menghindari kerugian yang tak terduga.
Simple Financial Recording to Enhance Financial Literacy Among Tapioca Chips UMKM Groups in Northern Kuin, Banjarmasin
Presently, the financial landscape of the six Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) groups operating in the chips production sector within the northern Kuin region of Banjarmasin, is considered to exhibit a state of stability. Despite their commendable resilience in enduring, sustaining production, and marketing their products during and beyond the pandemic era, the latent potential inherent in these collectives remains incongruent with a commensurate level of financial record-keeping. Consequently, there exists a requisition for the dissemination of comprehension regarding rudimentary and easily comprehensible financial documentation to the MSME partners. The underlying objective of this training is to elevate the understanding as well as proficiency in the execution of financial transaction recording. This pedagogical process will encompass phases of didactic delivery by a resource person, resolution of pertinent cases, and culminate in an evaluative denouement in the form of a concluding assessment. Overall, the outcomes emanating from this pedagogical endeavor manifest that the MSME collaborators proffered sanguine responses towards the instructional intervention. The orchestration of this instructional program is adjudged to have transpired seamlessly by 66.7% of the participants, while being deemed exceptionally smooth by 33.3% of the cohort. Furthermore, the adeptness demonstrated by the instructional team garners an appraisal of utmost excellence from 66.7% of the training attendees, with a laudable endorsement from 33.3% of the participants. Through the meticulous application of accurate financial delineation encompassing inflows and outflows within their commercial pursuits, the MSME partners are poised to avert the intermingling of business and personal finances, thereby affording them heightened lucidity pertaining to the disbursed costs and preempting unforeseen losses.