Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemberdayaan Koperasi Sumber Makmur Sejahtera melalui Diversifikasi Produk Berbasis Sacha Inchi sebagai Produk Unggulan Desa Binangun

    No full text
    Koperasi Sumber Makmur Sejahtera Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal. Salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan tinggi adalah Sacha Inchi (Plukenetia volubilis), yang dikenal sebagai tanaman penghasil minyak nabati berkualitas dengan kandungan asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9. Permasalahan utama yang dihadapi mitra koperasi adalah keterbatasan pengetahuan dalam diversifikasi produk, strategi pengolahan pascapanen, serta pemasaran yang masih tradisional. Untuk menjawab tantangan tersebut, program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas koperasi melalui pelatihan diversifikasi produk berbasis Sacha Inchi, meliputi pembuatan minyak sehat, teh herbal daun, serta olahan pangan fungsional. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan, pendampingan manajemen usaha, serta penguatan branding dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota koperasi dalam mengolah Sacha Inchi menjadi produk bernilai tambah, peningkatan pemahaman mengenai strategi pemasaran, serta terbentuknya rencana pengembangan produk unggulan desa. Secara kuantitatif, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan anggota koperasi sebesar 25–30 poin setelah pelatihan, yang terlihat dari hasil pre-test dan post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan koperasi melalui diversifikasi produk Sacha Inchi mampu meningkatkan nilai ekonomi lokal, memperkuat kemandirian usaha, serta membuka peluang Desa Binangun untuk memiliki produk unggulan yang berdaya saing. Keberlanjutan program diharapkan dapat mendorong koperasi menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis inovasi produk lokal. Empowerment of the Sumber Makmur Sejahtera Cooperative through the Diversification of Sacha Inchi-Based Products as Superior Products in Binangun Village  Abstract The Sumber Makmur Sejahtera Cooperative in Binangun Village, Bantarsari District, has great potential in developing superior products based on local resources. One of the plants that has high economic value and health benefits is Sacha Inchi (Plukenetia volubilis), which is known as a quality vegetable oil-producing plant with a content of omega-3, omega-6, and omega-9 fatty acids. The main problems faced by cooperative partners are limited knowledge in product diversification, post-harvest processing strategies, and traditional marketing. To answer these challenges, this community service program aims to increase the capacity of cooperatives through training on diversification of Sacha Inchi-based products, including the manufacture of healthy oils, herbal tea leaves, and processed functional foods. The method of implementing activities is carried out through counseling, processing technical training, business management assistance, and strengthening branding and digital marketing. The results of the activity showed an increase in the skills of cooperative members in processing Sacha Inchi into value-added products, an increase in understanding of marketing strategies, and the formation of a plan to develop village superior products. Quantitatively, this activity increased the knowledge of cooperative members by 25-30 points after the training, which can be seen from the results of the pre-test and post-test. The conclusion of this activity is that cooperative empowerment through the diversification of Sacha Inchi products is able to increase local economic value, strengthen business independence, and open up opportunities for Binangun Village to have superior competitive products. The sustainability of the program is expected to encourage cooperatives to become the driving force of the village economy based on local product innovation.Koperasi Sumber Makmur Sejahtera Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal. Salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan tinggi adalah Sacha Inchi (Plukenetia volubilis), yang dikenal sebagai tanaman penghasil minyak nabati berkualitas dengan kandungan asam lemak omega-3, omega-6, dan omega-9. Permasalahan mitra koperasi adalah keterbatasan pengetahuan dalam diversifikasi produk, strategi pengolahan pascapanen, serta pemasaran yang masih tradisional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas koperasi melalui pelatihan diversifikasi produk berbasis Sacha Inchi meliputi minyak sehat, teh herbal daun, serta olahan pangan fungsional. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan, pendampingan manajemen usaha, serta penguatan branding dan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anggota koperasi dalam mengolah Sacha Inchi menjadi produk bernilai tambah, peningkatan pemahaman mengenai strategi pemasaran, serta terbentuknya rencana pengembangan produk unggulan desa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan koperasi melalui diversifikasi produk Sacha Inchi mampu meningkatkan nilai ekonomi lokal, memperkuat kemandirian usaha, serta membuka peluang Desa Binangun untuk memiliki produk unggulan yang berdaya saing. Keberlanjutan program diharapkan dapat mendorong koperasi menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis inovasi produk lokal

    Peningkatan Literasi Lingkungan Masyarakat Melalui Sosialisasi Pengolahan Limbah Kopi Menjadi Pupuk Organik Cair dan Teh Cascara

    No full text
    Kulit kopi ceri memiliki potensi tinggi sebagai bahan bernilai guna tetapi pemanfaatan sebagai pertanian berkelanjutan masih terbatas, termasuk di Kampung Batuloceng, Desa Suntenjaya, Lembang. Padahal, limbah kopi dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari ekonomi sirkular melalui pendekatan waste to product untuk mengurangi pencemaran dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Kesenjangan tersebut menunjukkan penerapan model pelatihan partisipatif yang mampu meningkatkan literasi lingkungan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan yang dioperasionalkan melalui tiga aspek: pengetahuan, pemahaman manfaat, dan kesiapan praktik pengelolaan limbah kopi. Enam peserta (masyarakat) mengikuti kegiatan sosialisasi literasi lingkungan dengan pemaparan materi dan diskusi berkaitan dengan pengolahan limbah kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan teh cascara. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan skoring 1–4 sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (12%), pemahaman manfaat (44%), dan kesiapan praktik (24%). Kegiatan ini tidak hanya mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk olahan limbah bernilai jual. Program ini pun diharapkan berkontribusi pula pada capaian SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di samping memperkuat literasi lingkungan berbasis praktik di tingkat masyarakat. Enhancing Community Environmental Literacy Through the Socialization of Coffee Waste Processing into Liquid Organic Fertilizer and Cascara Tea Abstract Cherry coffee husks have high potential as a valuable ingredient but its use as sustainable agriculture is still limited, including in Batuloceng Village, Suntenjaya Village, Lembang. In fact, coffee waste can be used as part of the circular economy through a waste-to-product approach to reduce pollution and increase economic added value. This gap shows the application of a participatory training model that is able to improve community environmental literacy. This community service aims to increase environmental literacy which is operationalized through three aspects: knowledge, understanding of benefits, and readiness for coffee waste management practices. Six participants (the community) participated in environmental literacy socialization activities with presentations and discussions related to the processing of coffee waste into Liquid Organic Fertilizer (POC) and cascara tea. Evaluation was carried out through structured interviews with scoring of 1–4 before and after the activity. Results showed significant improvements in knowledge (12%), understanding of benefits (44%), and readiness for practice (24%). This activity not only reduces the potential for pollution, but also opens up new economic opportunities through processed waste products with selling value. This program is also expected to contribute to the achievement of SDGs 12 regarding sustainable consumption and production in addition to strengthening practice-based environmental literacy at the community level.Kulit kopi ceri merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kampung Batuloceng, Desa Suntenjaya, Lembang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan melalui pelatihan pengolahan limbah kopi menjadi pupuk organik cair (POC) dan teh cascara. Kegiatan dilakukan melalui tahapan analisis permasalahan, wawancara prakegiatan, pemaparan materi dan diskusi, serta wawancara pascakegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan (12%), pemahaman manfaat (44%), dan kesiapan praktik (24%) masyarakat terhadap pengelolaan limbah kopi. Selain memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi pencemaran, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk olahan limbah yang bernilai jual. Secara sosial, program ini memperkuat citra kampung sebagai penghasil kopi yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan masyarakat

    Gerakan “Genting” Sebagai Model Pemberdayaan Orang Tua Asuh Dan Pemanfaatan Ikan Gabus Di Kabupaten Kapuas

    No full text
    Kabupaten Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan serius dalam menurunkan angka stunting pada balita, dengan prevalensi di beberapa wilayah yang melebihi ambang batas 20% menurut standar WHO. Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh rendahnya asupan gizi, tetapi juga oleh faktor pola asuh, pengetahuan orang tua, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Di sisi lain, potensi lokal berupa ikan gabus (Channa striata), yang kaya albumin dan nutrien penting, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan fungsional. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan program Gerakan GENTING (Gerakan Pemberdayaan Orang Tua Asuh dalam Produksi Olahan Ikan Gabus) yang bertujuan meningkatkan status gizi anak berisiko stunting sekaligus memberdayakan masyarakat. Berbeda dari pendekatan stunting konvensional, kegiatan ini mengintegrasikan edukasi gizi, pelatihan usaha, dan pemanfaatan pangan lokal secara simultan, yang belum banyak diterapkan di Kalimantan Tengah. Program ini melibatkan ibu PKK dan tokoh masyarakat melalui pelatihan pengolahan ikan gabus dan pendampingan konsumsi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi sebesar 40% dan perubahan perilaku konsumsi, di mana 70% keluarga sasaran mengonsumsi olahan ikan gabus minimal tiga kali per minggu. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki status gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk olahan ikan lokal. “GENTING” Movement as a Model of Foster Parent Empowerment and Utilization of Snakehead Fish in Kapuas Regency Abstract Kapuas Regency in Central Kalimantan still faces serious challenges in reducing stunting among children under five, with prevalence in several areas exceeding the 20% threshold set by WHO. This problem is not only caused by low nutritional intake but also by parenting patterns, limited nutritional knowledge, and restricted access to nutritious food. On the other hand, the local potential of snakehead fish (Channa striata), which is rich in albumin and essential nutrients, has not been optimally utilized as a functional food source. To address this challenge, the GENTING Movement (Empowerment of Foster Parents in Snakehead Fish Processing) was developed to improve the nutritional status of children at risk of stunting while empowering the community. Unlike conventional stunting interventions, this program integrates nutrition education, entrepreneurship training, and the utilization of local food simultaneously an approach rarely applied in Central Kalimantan. The program involved women’s groups (PKK) and community leaders through training in snakehead fish processing and consumption assistance. The results showed a 40% increase in nutritional knowledge and improved dietary behavior, with 70% of target families consuming snakehead-based products at least three times per week. This activity not only improved children’s nutritional status but also created new economic opportunities through local fish product development

    Pelatihan Penulisan Berita di Media Sosial Bagi Anggota Komunitas Broadcasting Libel SMA Negeri 15 Garut

    No full text
    Kegiatan pelatihan penulisan berita berbasis bahasa jurnalistik bagi anggota Komunitas Broadcasting Libel (KBL) SMA Negeri 15 Garut dirancang untuk memperkuat literasi digital, keterampilan menulis berita, dan kemampuan berpikir kritis siswa di era banjir informasi. Pelatihan dilaksanakan pada 14 Agustus 2025 melalui tiga sesi utama: pengenalan konsep jurnalistik, praktik menulis berita dan feature, serta evaluasi pembelajaran menggunakan pre-test dan post-test. Sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan dan dievaluasi melalui enam butir pertanyaan jurnalistik dasar. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 10% siswa memiliki pemahaman baik, 25% kategori cukup, dan 65% kategori kurang, dengan rata-rata akurasi 50%. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 50% siswa berkategori baik, 30% cukup, dan hanya 20% kurang, dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 91,67%. Peningkatan sebesar 41,67% tersebut memperlihatkan efektivitas pendekatan workshop partisipatif yang mengintegrasikan ceramah interaktif, simulasi penulisan, diskusi, serta evaluasi digital melalui Zep Quis dan Google Form. Produk tulisan siswa memperlihatkan capaian positif dalam menyusun struktur berita berbasis 5W+1H, penggunaan piramida terbalik, serta penerapan bahasa jurnalistik yang ringkas dan objektif. Secara keseluruhan, program ini terbukti mampu memperkuat literasi jurnalistik dan literasi digital siswa serta dapat direplikasi sebagai model pembelajaran berbasis praktik di sekolah menengah. News Writing Training on Social Media for Members of the Broadcasting Libel Community of SMA Negeri 15 Garut Abstract This training program on news writing using journalistic language for members of the Broadcasting Libel Community (KBL) of SMA Negeri 15 Garut was designed to enhance students’ digital literacy, news-writing skills, and critical thinking abilities in an era dominated by information overload. Conducted on August 14, 2025, the workshop consisted of three main sessions: introduction to journalism concepts, practical news and feature writing, and assessment through pre- and post-tests. A total of 20 students participated and were evaluated using six basic journalism questions. The pre-test results revealed that only 10% of students demonstrated good understanding, 25% moderate, and 65% low, with an average accuracy of 50%. Following the training, the post-test results showed a substantial improvement: 50% of students achieved a good level, 30% moderate, and only 20% remained low, with the average score increasing to 91.67%. This 41.67% gain reflects the effectiveness of a participatory workshop model integrating interactive lectures, writing simulations, discussions, and digital assessments through Zep Quis and Google Form. Students’ written products further indicated mastery of news elements such as 5W+1H, inverted pyramid structure, and concise journalistic language. Overall, the program successfully strengthened students’ journalistic and digital literacy skills and offers a replicable model for practice-based journalism education in secondary schools

    PKM Literasi Cerdas: Optimalisasi Perpustakaan Desa Ambalutu sebagai Pusat Edukasi Berbasis Digitalisasi

    No full text
    Penguatan literasi digital masyarakat desa menjadi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan perpustakaan Desa Ambalutu sebagai pusat edukasi berbasis digitalisasi untuk meningkatkan literasi dan akses informasi masyarakat. Metode pengabdian dilakukan melalui pelatihan literasi digital bagi perangkat desa, pengurus PKK, dan siswa sekolah dasar, disertai pendampingan penggunaan aplikasi perpustakaan digital dan monitoring berkelanjutan. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara untuk mengukur peningkatan kemampuan literasi digital serta partisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan layanan perpustakaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan perpustakaan dan kapasitas SDM pengelola, terbukti dari skor tertinggi pada aspek perencanaan kerja berkelanjutan dan pelatihan staf profesional. Digitalisasi perpustakaan membuka akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan digital dan meningkatkan minat baca masyarakat secara inklusif. Kemitraan multipihak antara perangkat desa, kelompok PKK, institusi pendidikan dan sektor swasta memperkuat pengelolaan dan kelangsungan program. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur jaringan dan kesiapan teknologi warga menjadi fokus perbaikan ke depan. Keberlanjutan program dijaga melalui beberapa strategi terstruktur: pertama, pembentukan kader literasi digital dari generasi muda dan pengurus PKK sebagai agen perubahan yang mengelola perpustakaan secara mandiri; kedua, penyusunan dokumen rencana kerja berkelanjutan dan SOP pengelolaan perpustakaan digital; ketiga, pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala minimal tiga kali per tahun untuk mengukur efektivitas program; keempat, pengembangan kemitraan jangka panjang dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk dukungan infrastruktur dan pendanaan; kelima, integrasi perpustakaan digital dalam kegiatan rutin desa dan sistem pembelajaran sekolah setempat. Keberlanjutan diukur melalui indikator kuantitatif seperti jumlah pengguna aktif perpustakaan digital, frekuensi peminjaman buku digital, dan jumlah kegiatan literasi yang dilaksanakan, serta indikator kualitatif berupa peningkatan kompetensi pengelola, kepuasan pengguna (skor 4,5), dan partisipasi aktif masyarakat dalam program literasi. Kesimpulan program ini menegaskan bahwa pengoptimalan perpustakaan berbasis digital efektif meningkatkan literasi digital masyarakat desa dan memperkuat ekosistem edukasi komunitas. Model pengabdian ini layak direplikasi untuk pengembangan perpustakaan desa lainnya dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi. Keberhasilan program membuka peluang pengembangan berkelanjutan dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan literasi digital yang terstruktur. Smart Literacy Community Service Program: Optimization of Ambalutu Village Library as a Digital-Based Education Center  Abstract The digital literacy empowerment of rural communities is crucial for supporting sustainable human resource development. This community service program aims to optimize the Ambalutu Village Library as a digital-based education center to enhance literacy and access to information among the community. The program’s method involves digital literacy training for village officials, PKK administrators, and elementary school students, supplemented by assistance in using digital library applications and continuous monitoring. Data were collected through direct observation, questionnaires, and interviews to measure improvements in digital literacy skills and active community participation in utilizing library services. Evaluation results show significant improvements in the quality of library services and the capacity of human resources managing the library, evidenced by the highest scores in sustainable work planning and professional staff training. The digitalization of the library provides broader access to digital reading materials and inclusively increases public reading interest. Multi-stakeholder partnerships between village officials, PKK groups, educational institutions, and the private sector strengthen the program's management and sustainability. Challenges related to limited network infrastructure and community readiness for technology remain key focuses for future improvement. In conclusion, this program confirms that optimizing libraries based on digitalization effectively enhances the digital literacy of rural communities and strengthens the community’s educational ecosystem. This community service model is worthy of replication for the development of other village libraries aiming to empower communities based on technology. The program’s success opens opportunities for sustainable development supported by infrastructure and structured digital literacy training

    Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools Abstract This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah adalah tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, survei baseline, penyusunan modul, pelatihan guru, workshop siswa, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar gerakan edukasi sebaya dapat terus berjalan di lingkungan pesantren. Program ini membuktikan bahwa integrasi pendidikan vokasional, nilai keagamaan, dan edukasi gender dapat dilaksanakan secara kontekstual, dan berpotensi direplikasi di pesantren lain sebagai upaya menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia

    PENDAMPINGAN LITERASI AI BERBASIS CHATGPT-SCITE.AI DALAM PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA: ANALISIS CAPAIAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI UIN MATARAM

    No full text
    Mahasiswa UIN Mataram, khususnya mantan peserta Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) di Desa Setanggor, menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan skripsi. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan literasi akademik, integrasi teknologi, dan pemahaman terhadap etika penggunaan kecerdasan buatan (AI). Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan literasi penulisan akademik, literasi AI, kemampuan integratif dalam pemanfaatan AI untuk penyusunan skripsi, serta kesadaran etis mahasiswa dalam penggunaannya. Program ini telah melibatkan 18 mahasiswa (12 mantan peserta KKP dan 6 non-KKP) melalui pelatihan dan lokakarya partisipatif yang disertai dengan pendampingan terarah. Alat bantu yang digunakan meliputi ChatGPT dan Scite.AI, yang difungsikan untuk membantu penyusunan argumen, penelusuran pustaka, dan pengelolaan referensi secara etis. Evaluasi dilaksanakan melalui pretest dan posttest pada empat aspek: literasi penulisan akademik (LPA), literasi AI (LAI), integrasi AI dalam penulisan (ILAI), dan etika penggunaan AI (EAI). Analisis bersifat deskriptif pada tingkat kelompok, tanpa pendekatan inferensial. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor total dari 12,39 menjadi 14,00 poin, dengan kenaikan tertinggi pada aspek ILAI (+0,64) dan LPA (+0,53). Aspek EAI mencapai skor penuh, namun terdapat indikasi efek plafon (ceiling effect). Secara umum, efektivitas program tergolong dalam kategori kecil hingga sedang. Rekomendasi mencakup pengembangan instrumen evaluasi yang lebih sensitif, pendalaman materi terkait etika AI, serta pendampingan berkelanjutan untuk memperkuat literasi AI di kalangan mahasiswa. Assisting AI Literacy through ChatGPT–Scite.ai in Undergraduate Thesis Writing: An Analysis of Community Service Program Outcomes at UIN Mataram Abstract Students of UIN Mataram, particularly former participants of the Participatory Community Service Program (KKP) in Setanggor Village, face various challenges in writing their undergraduate theses. These challenges include limited academic literacy, inadequate integration of technology, and a lack of understanding regarding the ethical use of artificial intelligence (AI). This Community Service Program (PkM) aims to enhance academic writing literacy, AI literacy, integrative skills in utilizing AI for thesis writing, and students' ethical awareness in its application. The program involved 18 students (12 former KKP participants and 6 non-KKP) through participatory training and workshops, combined with structured mentoring. The tools employed included ChatGPT and Scite.AI, used to support argument development, literature searching, and ethical reference management. Evaluation was conducted through pretests and posttests on four aspects: academic writing literacy (AWL), AI literacy (AIL), AI integration in writing (AIIW), and ethics of AI use (EAI). The analysis was descriptive at the group level, without inferential statistical testing. The results indicated an increase in the average total score from 12.39 to 14.00 points, with the highest gains in AIIW (+0.64) and AWL (+0.53). The EAI aspect reached full scores, though with indications of a ceiling effect. Overall, the program’s effectiveness was categorized as small to moderate. Recommendations include the development of more sensitive evaluation instruments, deepening of AI ethics content, and continuous mentoring to strengthen students’ AI literacy.Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi penulisan akademik, literasi kecerdasan buatan (AI), kemampuan integratif dalam penggunaan AI untuk penulisan skripsi, serta pemahaman mahasiswa terhadap etika pemanfaatan AI. Kegiatan melibatkan 18 mahasiswa UIN Mataram sebagai mitra, yang terdiri atas 12 alumni Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) di Desa Setanggor dan 6 mahasiswa non-KKP. Sebagian besar peserta berada pada tahap awal hingga menengah dalam proses penyusunan skripsi. Program dilaksanakan melalui pelatihan dan lokakarya partisipatif yang dikombinasikan dengan pendampingan terarah, menggunakan ChatGPT dan Scite AI sebagai alat bantu dalam penulisan akademik dan penelusuran referensi ilmiah secara etis. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest pada empat aspek kompetensi, dengan analisis deskriptif karena data tidak berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pada seluruh aspek, terutama dalam integrasi AI (ILAI) dan literasi penulisan akademik (LPA). Namun, terdapat indikasi ceiling effect pada aspek etika penggunaan AI (EAI). Analisis efektivitas menggunakan Hedges’ g menunjukkan efek yang berkisar antara kecil hingga sedang, mengindikasikan efektivitas program pada level kelompok. Rekomendasi utama meliputi penyempurnaan instrumen evaluasi, penguatan materi terkait etika penggunaan AI, serta pendampingan lanjutan guna mendukung pengembangan literasi AI mahasiswa secara berkelanjuta

    Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Konten Digital Kreatif untuk Learning Management System (LMS)

    No full text
    Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan pendekatan yang fleksibel serta kreatif dalam mengajar dan menghasilkan konten digital untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. Diperlukan pelatihan penyusunan konten digital yang kreatif bagi guru sebagai bekal untuk mempersiapkan pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dengan kemampuan menyusun konten digital yang kreatif untuk Learning Management System (LMS). Konten digital memainkan peran penting dalam meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Jenis-jenis konten digital mencakup statik (e-book, blog, komik, infografik, gambar, poster), audio & motion (video, animasi, GIF, podcast), serta interaktif (quiz/games, chat, forum). Artikel ini menyajikan pelaksanaan pelatihan yang meliputi tahap persiapan (peserta melakukan pendaftaran, pelaksana menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan), pelaksanaan (penampaian materi dan penugasan mandiri), dan evaluasi (mengukur hasil pelaksanaan program). Hasil dari pelaksanaan pelatihan ini efektif yang ditunjukkan dengan dari hasil penilaian peserta bawa pelatihan menambah peningkatan wawasan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan konten digital yang beragam diangka 3,9 dari skala 1 sampai 4. Pada bagian akhir, rekomendasi diberikan untuk keberlanjutan program ini. Enhancing Teachers' Competence in Developing Creative Digital Content for Learning Management Systems (LMS) Abstract Teachers are required not only to master the subject matter but also to develop flexible and creative approaches in teaching and producing digital content to support classroom learning. There is a need for training in the creation of creative digital content to equip teachers with the skills necessary to prepare engaging learning materials. This training aims to provide teachers with the ability to create innovative digital content for Learning Management Systems (LMS). Digital content plays a crucial role in enhancing student interaction and comprehension of learning materials. The types of digital content include static content (e-books, blogs, comics, infographics, images, posters), audio & motion content (videos, animations, GIFs, podcasts), and interactive content (quizzes/games, chats, forums). This article presents the implementation of the training program, which includes the preparation, execution, and evaluation stages. The results indicate that the training was effective in improving teachers' competence in creating a diverse range of digital content. Finally, recommendations are provided for the sustainability of this program

    Penanggulangan Sampah Jatigede: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Talkshow di Radio Trimekar

    No full text
    Kabupaten Sumedang, khususnya Kecamatan Wado, menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah di kawasan wisata Waduk Jatigede. Data dari databoks.com tahun 2023, menunjukkan bahwa komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sisa makanan (41,4%), diikuti oleh sampah plastik (18,6%), serta jenis sampah lain seperti kertas, logam, dan kaca. Di Kecamatan Wado, peningkatan jumlah wisatawan berbanding lurus dengan meningkatnya volume sampah, sementara infrastruktur pengelolaan limbah masih minim. Hal ini berdampak pada estetika lingkungan dan berisiko menurunkan daya tarik wisata daerah tersebut. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim Fikom Unpad. Program ini dilakukan dalam bentuk talkshow interaktif di Radio Trimekar, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku kepentingan, dan interaksi dengan pendengar radio melalui platform komunikasi dua arah. Analisis data dilakukan dengan pendekatan thematic analysis, di mana pola utama dalam persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap isu sampah diidentifikasi dan dikategorikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dorongan pemerintah dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Wado masih belum optimal, sementara kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga rendah. Umpan balik dari pendengar radio menunjukkan bahwa 80% peserta memahami pentingnya pengelolaan sampah setelah mengikuti talkshow, dan 70% merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam program lingkungan. Kesimpulannya, talkshow berbasis radio efektif sebagai media edukasi dan advokasi lingkungan, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap informasi digital. Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan media lokal diperlukan untuk menciptakan solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.  Jatigede Waste Management: Community Service through Talk Show on Trimekar Radio Abstract Sumedang Regency, particularly Wado District, faces serious waste management issues in the Jatigede Reservoir tourism area. Data from databoks.com (2023) shows that Indonesia’s waste composition is dominated by food waste (41.4%), followed by plastic waste (18.6%), along with other types such as paper, metal, and glass. In Wado District, the increasing number of tourists correlates with rising waste volumes, while waste management infrastructure remains inadequate. This situation affects environmental aesthetics and threatens the region’s tourism appeal. This study employs a qualitative descriptive method with a case study approach through a Community Service Program (PKM) conducted by the Fikom Unpad team. The program was carried out in the form of an interactive talk show on Trimekar Radio, aiming to raise public awareness about waste management. Data was collected through field observations, interviews with stakeholders, and engagement with radio listeners via a two-way communication platform. Thematic analysis was used to identify and categorize key patterns in community perceptions and participation regarding waste issues. The results indicate that government efforts in waste management in Wado District remain suboptimal, while public awareness of environmental cleanliness is still low. Feedback from radio listeners revealed that 80% of participants understood the importance of waste management after attending the talk show, and 70% felt more motivated to participate in environmental programs. In conclusion, radio-based talk shows are effective as educational and advocacy tools, particularly in areas with limited access to digital information. Sustainable waste management solutions require continued collaboration between the government, communities, and local media

    Membangun Brand Awareness Produk Roti Lokal melalui Strategi Digital Marketing Implementasi di NADHEA BAKERY Sugihwaras, Bojonegoro

    No full text
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Nadhea Bakery melalui penguatan identitas visual dan implementasi strategi digital marketing. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terbatasnya jangkauan pemasaran dan rendahnya brand awareness di era digital yang kompetitif. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui tiga tahap: (1) perancangan identitas visual meliputi logo dengan kombinasi warna beige muda, terracotta, dan navy, serta tagline "Taste the Love in Every Bite", (2) pelatihan digital marketing mencakup optimalisasi media sosial Instagram dan TikTok, serta teknik editing foto produk menggunakan Canva, dan (3) pengembangan website responsif dengan fitur galeri foto, testimoni, dan integrasi WhatsApp. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan aspek psikologi warna dalam identitas visual dengan analisis behavior mapping pengguna media sosial. Pemilihan strategi digital marketing didasarkan pada analisis preferensi target market yang didominasi generasi milenial dan Gen-Z (65%), dengan investasi hanya 30% dari biaya marketing konvensional namun memberikan jangkauan 5 kali lebih luas. Implementasi strategi dianalisis menggunakan framework AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang dimodifikasi untuk konteks UMKM kuliner, menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap tahapan: penguatan brand recognition dan reach organik (Awareness), peningkatan engagement melalui konten visual (Interest), penguatan brand recall dan trust factor (Desire), serta peningkatan konversi pemesanan (Action). Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui wawancara dan FGD menggunakan teknik analisis tematik, dengan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi identitas visual yang tepat dapat meningkatkan brand recognition hingga 80% dan brand recall sebesar 45%. Optimalisasi media sosial berhasil meningkatkan engagement rate hingga 300%, sementara keberadaan website meningkatkan kredibilitas UMKM sebesar 75%. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi identitas visual yang kuat dan strategi digital marketing yang komprehensif memberikan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan bisnis Nadhea Bakery di era digital. Building Brand Awareness of Local Bakery Products through Digital Marketing Strategy: Implementation at NADHEA BAKERY Sugihwaras, Bojonegoro Abstract This community service initiative aims to enhance Nadhea Bakery's competitiveness through visual identity reinforcement and digital marketing strategy implementation. The primary challenges identified were limited marketing reach and low brand awareness in today's competitive digital landscape. The solution methodology encompassed three phases: (1) visual identity design incorporating a logo with light beige, terracotta, and navy color combinations, complemented by the tagline "Taste the Love in Every Bite"(2) comprehensive digital marketing training focusing on Instagram and TikTok social media optimization and Canva-based product photography editing techniques (3) development of a responsive website featuring photo galleries, testimonials, and WhatsApp integration. The research novelty lies in its integrative approach, combining color psychology principles in visual identity with social media user behavior mapping analysis. The digital marketing strategy selection was informed by target market preference analysis, which revealed a predominance of millennial and Gen-Z consumers (65%), achieving a five-fold increase in reach while requiring only 30% of conventional marketing costs. Strategy implementation was evaluated using the AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) framework modified for culinary MSMEs context, demonstrating significant improvements across all stages: enhanced brand recognition and organic reach (Awareness), increased engagement through visual content (Interest), strengthened brand recall and trust factor (Desire) and improved order conversion rates (Action). Qualitative data analysis was conducted through interviews and FGD utilizing thematic analysis techniques, with data triangulation ensuring finding validity. The findings show that proper visual identity implementation can increase brand recognition by 80% and brand recall by 45%. Social media optimization successfully increased engagement rates by 300%, while website presence improved SME credibility by 75%. It can be concluded that the combination of strong visual identity and comprehensive digital marketing strategies provides a solid foundation for Nadhea Bakery's business growth in the digital era

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇