Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemanfaatan Teknologi Komputer untuk Pembelajaran Ilustrasi Digital pada Siswa Raudhatul Athfal Ma’had di Kota Palembang

    No full text
    Salah satu pemanfaatan teknologi komputer di era modern saat ini adalah untuk pembelajaran ilustrasi digital. Melalui kegiatan Pelayanan kepada Masyarakat (PkM) ini penulis ingin berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi komputer sebagai media pembelajaran ilustrasi digital untuk siswa-siswa Raudhatul Athfal pada Ma’had di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan PkM ini adalah menumbuhkan minat siswa Raudhatul Athfal untuk mencoba teknologi berbasis komputer sebagai media pembuatan ilustrasi digital. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini terdiri dari dua tahap, pertama, pemaparan cara pembuatan ilustrasi digital kepada para siswa. Kedua, membimbing para siswa untuk mencoba langsung pembuatan ilustrasi digital menggunakan perangkat komputer yang telah disediakan tim PkM. Hasil dari kegiatan PkM ini memperlihatkan besarnya minat para siswa yang tertarik untuk membuat ilustrasi digital yaitu sebesar 75 persen. Adapun persentase jumlah siswa yang ingin mencoba langsung adalah sebesar 75 persen. Sedangkan jumlah siswa yang tidak tahu atau tidak memberi tanggapan hanya sebesar 25 persen. Berdasarkan feedback hasil kegiatan PkM ini dapat dilihat secara keseluruan siswa Raudhatul Athfal memiliki ketertarikan yang besar untuk mencoba dan menggunakan teknologi berbasis komputer sebagai media pembuatan ilustrasi digital. Utilization of Computer Technology for Digital Illustration Learning for Raudhatul Athfal Students in Palembang City  One of the uses of computer technology in the modern era is for learning digital illustrations. Through this Community Service (PkM) activity, the author wants to share knowledge about the use of computer technology as a digital illustration learning medium for Raudhatul Athfal students at Ma'had in Talang Jambe Village, Palembang City. The goal to be achieved of this PkM activity is to foster the interest of Raudhatul Athfal students to try computer-based technology as a medium for making digital illustrations. The method for implementing this PkM activity consists of two stages, first, explaining how to make digital illustrations to students, second, guiding students to try directly making digital illustrations using computer apps that have been provided by the PkM team. The results of this PkM activity show the high interest of students who are interested in making digital illustrations, namely 75 percent. The percentage of students who want to try directly is 75 percent. Meanwhile, the number of students who did not know or did not respond was only 25 percent. Based on the feedback on the results of this PkM activity, it shows that as a whole Raudhatul Athfal's students have a great interest in trying and using computer-based technology as a medium for making digital illustrations

    Introduksi Bahaya Penggunaan Pestisida Dan Pemanfaatan Daun Sirsak Sebagai Biopestisida Pada Masyarakat Palam

    No full text
    Desa Palam merupakan salah satu kecamatan Cempaka yang memiliki banyak rumah tangga petani, dan sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah petani. Pertanian menjadi salah satu sektor penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Permasalahan yang dihadapi oleh petani desa Palam adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut mengakibatkan kerugian besar bagi. Untuk mengatasi hal tersebut, petani menggunakan pestisida kimia. Kegiatan pemberdayaan dilakukan untuk mengedukasi bahaya penggunaan pestisida kimia dan memperkenalkan daun sirsak sebagai bahan baku biopestisida. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 di desa Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan melibatkan sekitar 20 peserta. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap input (pendataan), proses (sosialisasi dan pendistribusian benih sirsak), dan tahap output. Hasil program menunjukkan bahwa indikator kegiatan telah tercapai. Setelah diberikan sosialisasi, sebanyak 90% peserta menjadi lebih memahami akan bahaya pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu, petani juga mengetahui potensi daun sirsak sebagai biopestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendapatkan pendampingan lebih intensif dari pemerintah. Introduction Of Pesticide Hazard And Utilization Of Soursop Leaves As Biopesticide In The Palam Society Palam Village is one of the Cempaka sub-districts, which has many farmer households, and most of the people's livelihoods are farmers. Agriculture is one of the crucial sectors in supporting the stability of food availability. Pests and plant diseases are a problem for farmers. It resulted in significant losses. To overcome this, farmers use chemical pesticides. Empowerment programs are carried out to educate the hazards of using chemical pesticides and introduce soursop leaves as biopesticides. This activity was held in July 2021 in Palam village, Cempaka district, Banjarbaru, and involved about 20 participants. This activity consists of 3 stages: the input stage (data collection), the process (socialization and distribution of soursop seeds), and the output stage. The results of the program indicate that the activity indicators have been achieved. After being given socialization, 90% audiens become more aware of the hazards of chemical pesticides to the environment and health. In addition, farmers also know the potential of soursop leaves as a biopesticide. This activity is expected to be sustainable and get more intensive assistance from the government

    Pelatihan Manajemen Event Olahraga Bagi Siswa SMAN 1 Wonoayu

    No full text
    Kompetensi utama yang harus dikuasai, perlu juga kompetensi pendukung. Era digital yang terjadi saat ini mulai merubah kegiatan dalam masyarakat. Salah satunya adalah memanfaatkan platform digital untuk membuat kegiatan berbasis digital. Event Organizer atau EO adalah istilah untuk penyedia jasa professional penyelenggara acara. Tugas dari EO adalah membantu kliennya untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bagaimana memahami strategi manajemen event khususnya olahraga dan melatih keterampilan siswa dalam membuat sebuah proposal event. Metode pelaksanaannya ini meliputi 5 tahapan, yakni (1) analisis kebutuhan pelatihan, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi SMAN 1 wonoayu mampu membuat proposal event Olahraga dan siswa-siswi memilki semangat yang tinggi untuk mengeksplorasi kemampuan mereka terkait peneyelenggaraan sebuah event olahraga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Siswa dalam mengelola suatu manajemen event olahraga.  Sports Event Management Training for Students of SMAN 1 Wonoayu Abstract The main competencies that must be mastered, also need supporting competencies. The digital era that is happening now is starting to change activities in society. One of them is utilizing digital platforms to create digital-based activities. Event Organizer or EO is a term for professional event organizer service providers. The EO's job is to help its clients to be able to organize the desired event. The purpose of this community service activity is to provide knowledge to students about how to understand event management strategies, especially sports and to train students' skills in making an event proposal. The implementation method includes 5 stages, namely (1) training needs analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The results of this community service activity are that SMAN 1 Wonoayu students are able to make sports event proposals and students have high enthusiasm to explore their abilities related to organizing a sports event. This community service activity aims to increase students' knowledge and skills in managing a sports event management

    Program Kemitraan Masyarakat: Pemberdayaan Bank Sampah Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan Dalam Menperpanjang Umur Bumi di Desa Paksebali Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung

    No full text
    Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat desa paksebali tentang lingkungan, khususnya tata cara pengelolaan sampah, dan pemilahan sampah. Selain untuk melatih pengurus bank sampah dalam hal tata Kelola keuangan dan tata Kelola organisasi yang baik.  Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi serta latihan. Dengan dilakukan Program Kemitraan Masyarakat ini pihak pengelola bank sampah “Wangun Arta” dapat memahami prosedur atau proses pengelolaan bank sampah dengan baik dan benar serta dapat melakukan pencatatan keuangan secara manual. Selain Itu PKM ini dapat meningkatkan kualitas dan kesadaran penduduk di desa Pakse Bali Klungkung dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.  Community Partnership Program: Empowerment of Waste Banks as a Form of Concern for the Environment in Prolonging the Life of the Earth in Paksebali Village, Dawan District, Klungkung Regency  The aim of this community partnership program is to increase the insight and knowledge of the Paksebali village community about the environment, especially waste management procedures and waste sorting. Apart from training waste bank administrators in terms of financial management and good organizational governance. The implementation of Community Partnership Program activities is carried out using lecture, tutorial, discussion and training methods. By carrying out this Community Partnership Program, the management of the "Wangun Arta" waste bank can understand the procedure or process of managing the waste bank properly and correctly and can carry out financial records manually. Apart from that, this PKM can improve the quality and awareness of residents in Pakse Bali Klungkung village in maintaining cleanliness and the surrounding environment

    Pemberdayaan Kelompok Budidaya ikan Melalui Pembuatan Pelet Mandiri Berbasis Black Soldier Fly Larva

    No full text
    Limbah rumah tangga, khususunya sampah makanan merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan. Pengelolaan sampah makanan dengan menggunakan BSFL dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah organik. Disisi lain, proses biokonversi limbah organik menghasilkan biomassa serangga yang mengandung protein dan lemak cukup tinggi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberdayakan kelompok budidaya ikan melalui pengelolaan limbah sisa makanan dengan BSFL (black soldier fly larva) untuk dihasilkan pelet ikan. Pellet yang dihasilkan dapat menjadi alternatif pakan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Kalimantan Selatan. Kegiatan melibatkan 20 orang dari kelompok budidaya ikan. Tahapan kegiatan pengabdian dari Identifikasi masalah atau kebutuhan, analisis kebutuhan, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah organik untuk dihasilkan bahan baku produksi pelet. Para petani ikan juga mampu melakukan produksi pelet mandiri dengan memanfaatkan biomassa BSFL. Empowerment of Fish Farming Groups Through Pellets Production Using Black Soldier Fly Larvae Household waste, especially food waste, was a source of environmental pollution. Food waste management using BSFL can be an alternative to organic waste treatment. Furthermore, it produced insect biomass high in protein and fat. This study aimed to authorize fish farming groups by food waste treatment using BSFL (black soldier fly larvae) to produce fish pellets. The pellet was used as alternative fishmeal. This activity was conducted in Syamsudin Noor Village, Landasan Ulin, South Kalimantan, and involved 20 farmers. The activity stage involved problem identification, needs analysis, preparation, implementation, assistance, and evaluation. The activity increased the community's knowledge and skills in managing organic waste to produce feedstock for pellet production. Fish farmers are also able to produce pellets using BSFL biomass

    Participatory Action Research pada Komunitas Pekerja Indonesia di Malaysia: Upaya Meningkatkan Manajemen Diri

    No full text
    Survey awal komunitas wanita yang bekerja di Johor, Malaysia menunjukkan pertama rata-rata usia 32-37. Kedua Masalah Pendidikan: 63.6% mitra berpendidikan SMA dan 18,2% berpendidikan SMP. Mereka juga kurang memiliki keterampilan khusus. Kedua, Masalah Manajemen diri: 45.5% mitra mengalami kesulitan manajemen diri.  Ketiga, Masalah Orientasi masa depan  : Hanya 9% dari mitra yang mempersiapkan diri  menghadapi masa depan jika harus kembali ke tanah air. Tujuan pengabdian: pertama mengadakan pelatihan goal setting. Kedua memberikan pelatihan kewirausahaan yang difokuskan pada pelatihan membuat batik Shibori. Adapun metode yang ditempuh dalam pengabdian ini adalah  pertama mengeksplorasi masalah, ekplorasi sumberdaya mitra kemudian memberikan mereka pelatihan Manajemen Diri, Pelatihan Membatik. Hasil pengabdian adalah terciptanya manajemen diri  bagi para perempuan pekerja di Johor. Ada peningkatan pengetahuan tentang manajemen diri, jika dilihat dari peningkatan skor pre tes dibandingkan dengan skor post tes. Hasil pre-test menunjukkan bahwa peserta yang mendapatkan skor antara 14-20 sebesar 70%, tetapi prosentase turun menjadi 40% setelah tes. Prosentase peserta yang mendapatkan skor 21-27 juga mengalami perubahan, sebesar 40% pre tes dan sebesar 60% post test. Prosentase peserta yang mendapatkan skor 28-34 juga meningkat, sebesar 40% pre  tes dan sebesar 50%  post test. Participatory Action Research on Indonesian Worker Communities in Malaysia: Efforts to Improve Self-Management Preliminary surveys of working women's communities in Johor, Malaysia showed the first average age of 32-37. Second Education Issues: 63.6% of partners are high school educated and 18.2% are middle school educated. They also lack special skills. Second, Self-management Problems: 45.5% of partners have difficulty self-management. Third, The Problem of Future Orientation: Only 9% of partners prepare for the future if they have to return to the country. The devotion aims to: first hold goal setting training. The second provides entrepreneurship training focused on training in making Shibori batik. The method taken in this service is to first explore the problem, explore partner resources then provide them with Self-Management training, Batik Training. There was an increase in knowledge about self-management, when seen from the increase in pre-test scores compared to post-test scores. The pre-test results showed that participants who scored between 14-20 amounted to 70%, but the percentage dropped to 40% after the test. The percentage of participants who scored 21-27 also changed, amounting to 40% pre-test and 60% post-test. The percentage of participants who scored 28-34 also increased, 40% pre test and 50% post test

    Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Kotoran Sapi Bagi Petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar

    No full text
    Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar dalam membuat pupuk organik berbahan kotoran sapi. Khalayak sasaran PKM berupa penyuluhan teknik pembuatan pupuk organik berbahan kotoran sapi dalam rangka menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar. Kegiatan PKM dilaksanakan pada 14 Juni 2023, bertempat di BPP Sambung Makmur, Kabupaten Banjar dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari anggota kelompok tani dan karang taruna di wilayah Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani di Kecamatan Sambung Makmur Kabupaten Banjar mengenai pembuatan pupuk organik berbahan kotoran sapi. Sebanyak 100% peserta mengetahui apa itu pupuk organik, 100% peserta mengetahui jenis-jenis pupuk organik, 100% peserta mengetahui apa itu pupuk organik kotoran sapi, 100% peserta mengetahui manfaat pupuk organik bagi tanah dan tanaman, 96% peserta mengetahui keunggulan pupuk organik dibanding pupuk kimia, 100% peserta mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik kotoran sapi, 100% peserta mengetahui kotoran ternak dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik kotoran sapi, 94% peserta mengetahui proses pembuatan pupuk organik kotoran sapi secara baik dan benar, 88% peserta mengetahui ciri-ciri pupuk organik kotoran sapi yang telah selesai di fermentasi, dan 100% peserta mengetahui cara penggunaan pupuk organik kotoran sapi ke tanaman. Training on Making Organic Fertilizer Made from Cow Manure for Farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency This community service aims to increase the knowledge and skills of farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency, in making organic fertilizer from cow manure. Community service's target audience is in the form of providing information on techniques for making organic fertilizer from cow manure in order to increase knowledge and skills for farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency. The community service activity was carried out on June 14, 2023, at the Sambung Makmur Agricultural Extension Center, Banjar Regency, with a total of 25 participants consisting of members of farmer groups and youth organizations in the Sambung Makmur District, Banjar Regency. The community service results show an increase in the knowledge and skills of farmers in Sambung Makmur District, Banjar Regency, regarding making organic fertilizer from cow manure. As many as 100% of participants know what organic fertilizer is; 100% of participants know the types of organic fertilizer; 100% of participants know what organic cow manure fertilizer is; 100% of participants know the benefits of organic fertilizer for soil and plants; 96% of participants know the advantages of organic fertilizer compared to chemical fertilizers; 100% of participants know the ingredients used in making organic cow manure fertilizer; 100% of participants know that livestock manure can be used as raw material for making organic cow manure fertilizer; and 94% of participants know the process of making organic cow manure fertilizer properly. That's right, 88% of participants know the characteristics of organic cow manure fertilizer that has been fermented, and 100% of participants know how to use organic cow manure fertilizer on plants.

    Pelatihan Pembuatan Telur Asin Bebek untuk Peningkatan Daya Saing Usaha Ternak Satwa Sari di Kabupaten Jembrana

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat di Usaha Ternak Satwa Sari bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendukung ekonomi lokal melalui diversifikasi produk telur bebek menjadi telur asin. Dalam kegiatan ini, 15 anggota Usaha Ternak Satwa Sari dilatih dalam pembuatan telur asin melalui tahapan penyuluhan, praktek langsung, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 28.93% menjadi 88%. Diversifikasi ini mengurangi risiko pasar, menambah nilai produk, dan membantu perkembangan pasar baru, mendukung keberlanjutan usaha ternak. Keberhasilan kegiatan ini memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, meningkatkan kemandirian peternak, serta membuka peluang pasar dan pengembangan usaha peternakan. Dukungan berkelanjutan seperti penyediaan modal, infrastruktur, akses pasar yang lebih luas, dan pengembangan produk olahan bernilai tambah diperlukan. Kolaborasi tim PKM Unmas Denpasar dan Usaha Ternak Satwa Sari memberikan manfaat nyata dalam mengembangkan hasil ternak bebek dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Jembrana. Duck Salted-Egg Production Training for Improving the Business Competitiveness of Satwa Sari in Jembrana Regency Community service activities at the Sari Animal Farm Business aim to improve the welfare of farmers and support the local economy by diversifying duck egg products into salted eggs. In this activity, 15 members of the Sari Animal Farm Business were trained in making salted eggs through the stages of counseling, direct practice and evaluation. The results of the training showed an increase in participants' knowledge from 28.93% to 88%. This diversification reduces market risk, adds product value, and helps the development of new markets, supporting the sustainability of livestock businesses. The success of this activity has had a positive impact on the local economy, increasing the independence of breeders, as well as opening up market opportunities and livestock business development. Continuous support such as providing capital, infrastructure, wider market access and development of value-added processed products is needed. The collaboration between the PKM Unmas Denpasar team and the Sari Animal Farming Business has provided real benefits in developing duck livestock products and supporting local economic growth in Jembrana Regency

    Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Pemanfaatan limbah rumah Tangga Plastik Kresek Pada Gampong Paloh Lada Kabupaten Aceh Utara

    No full text
    Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi dan kemandirian sosial di Gampong Paloh Lada, yang saat ini masih dalam kategori ekonomi rendah. Fokusnya adalah pada pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pengelolaan limbah plastik kresek menjadi kerajinan bernilai ekonomis. Mitra kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu PKK Gampong Paloh Lada yang ingin meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan menghasilkan produk dari limbah plastik. Pelatihan melibatkan 20 ibu rumah tangga dan anak perempuan di Gampong Paloh Lada. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama: pertama, peningkatan pendapatan keluarga melalui pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Kedua, pembinaan ketrampilan usaha sesuai dengan keinginan mitra, namun tetap menghasilkan produk yang memiliki nilai jual di pasar. Ketiga, dukungan pembinaan motivasi dan ketrampilan manajerial kewirausahaan. Meskipun mengalami kendala, seperti adanya kenduri di salah satu dusun yang mengundur jadwal pelatihan, kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kesuksesan pelatihan terlihat dari antusiasme dan partisipasi peserta yang cukup banyak. Pasca-pelatihan, pendapatan rumah tangga di Gampong Paloh Lada meningkat 30% berkat peningkatan penjualan produk kerajinan hasil olahan limbah plastik oleh ibu rumah tangga. Creative Economy Development Model by Utilizing Plastic Household Waste in Paloh Lada Village, North Aceh Regency  This service activity aims to develop economic and social independence in Gampong Paloh Lada, which is currently still in the low economic category. The focus is on empowering the creative economy through managing plastic waste into economically valuable crafts. The partners for this activity are the PKK Gampong Paloh Lada women's group who want to improve the household economy by producing products from plastic waste. The training involved 20 housewives and girls in Gampong Paloh Lada. Activities are carried out in three main stages: first, increasing family income through processing household waste into economically valuable products. Second, developing business skills according to partners' wishes, but still producing products that have selling value in the market. Third, support for fostering entrepreneurial motivation and managerial skills. Despite experiencing obstacles, such as a kenduri in one of the hamlets which postponed the training schedule, this activity was successfully implemented well. The success of the training was seen from the enthusiasm and participation of quite a lot of participants. After the training, household income in Gampong Paloh Lada increased by 30% thanks to increased sales of handicraft products made from plastic waste by housewive

    Pelayanan Kesehatan Melalui Standarisasi Peralatan Kesehatan Di Puskesmas Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    No full text
    Pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan kecenderungannya hanya dilakukan saat akan menghadapi akreditasi puskesmas saja. Kegiatan ini belum dilakukan secara terencana dan kontinu. Minimnya sosialisasi, terbatasnya sebaran personil dan jumlah laboratorium kalibrasi yang memenuhi syarat, ditambah lagi dengan tidak terpenuhinya anggaran pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan, membuat upaya kegiatan pemeliharaan dan kalibrasi pada sejumlah alat kesehatan yang ada di sarana pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta. Sasaran pengabdian adalah Puskesmas Barabai yang merupakan instansi pelayanan kesehatan masyarakat yang terdampak bencana banjir pada tahun 2021 dimana membutuhkan tindakan berupa perbaikan, perawatan dan kalibrasi internal peralatan kesehatan.  Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan melakukan kegiatan maintenance berupa perbaikan serta kalibrasi peralatan kesehatan dan sosialisasi serta penyuluhan tentang manajemen perawatan dan pemakaian alat kesehatan. Kegiatan merupakan kolaborasi dari berbagai pihak diantaranya adalah Puskemas Barabai, Program Studi DIII Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan, Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan (BPFK) Banjarbaru, HIMA Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan, Ikatan Alumni Teknik Elektromedik Politeknik Unggulan Kalimantan dan pihak DPD Ikatemi Kalimantan Selatan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan banyak peralatan kesehatan yang perlu dilakukan maintenance karena berbagai kerusakan dan kurangnya pemeriharaan serta pemakaian alat yang tidak sesuai prosedur penggunaan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ditemukan masih banyaknya puskesmas di daerah Provinsi Kalimantan Selatan dengan kategori wilayah terdampak bencana dan wilayah terpencil yang membutuhkan standarisasi peralatan kesehatan serta edukasi tentang pemeliharaan dan kalibrasi alat kesehatan. Health Services Through Health Equipment Standardization at the Barabai Community Health Center, Hulu Sungai Tengah District  Medical equipment is typically only calibrated and maintained when applying for puskesmas accreditation. This action was not conducted in a deliberate and continuous manner. In order to maintain and calibrate a variety of medical devices in healthcare facilities, both public and private, efforts have been made. However, these efforts have been hampered by a lack of outreach, a limited distribution of personnel, and a lack of calibration laboratories that meet the requirements.The dedication is intended for Puskesmas Barabai, a public health care organization that will need to take action to repair, maintain, and internally calibrate its medical equipment as a result of the flood disaster in 2021. The approach of performing community service activities entails engaging in maintenance tasks including repairing and calibrating medical equipment as well as outreach and counseling regarding maintenance administration and the use of medical devices. Puskemas Barabai, Diploma III Electromedical Engineering Study Program at Polytechnic Unggulan Kalimantan, Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan Banjarbaru (BPFK), HIMA of Electromedical Engineering at Polytechnic Unggulan Kalimantan, Alumni Association of Electromedical Engineering of the Polytechnic Unggulan Kalimantan, and the DPD IKATEMI South Kalimantan were among the organizations that collaborated on the activity.Following the completion of the community service projects, it was discovered that a significant amount of medical equipment required maintenance due to various damages, lack of maintenance, and the use of instruments that were not in compliance with the recommended process. Based on the outcomes of community service projects, it was discovered that there were still a lot of puskesmas in the province of South Kalimantan that fell into the category of remote areas and disaster-affected areas that needed medical equipment standardization as well as education about the upkeep and calibration of medical devices

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇