Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pelatihan Digital Marketing Batik Ecoprint (Bacoprint) Dengan Memanfaatkan Media Sosial Kelompok Nasyiatul Aisiyah Pekalongan
Nasyiatul Aisiyah (NA) Cabang Pekalongan, Lampung Timur merupakan organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah pada kalangan kelompok Perempuan muda keluarga Muhammadiyah yang terletak di kecamatan Pekalongan. Nasyiatul Aisiyah (NA) memiliki potensi potensi SDM yang mumpuni dan produk kewirausahaan hasil karya inovasi bacoprint Perempuan muda Nasyiatul Aisiyah. Namun, dengan potensinya tersebut belum dapat mengoptimalkan pemasaran produk kewirausahaan Batik Ecoprint (Bacoprint) melalui platform digital. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua dan sekretaris, setidaknya terdapat 70% anggotanya telah menggunakan platform digital media sosial instagram. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran produk kewirausahan bacoprint, salah satu cara yang kami terapkan adalah dengan memberikan pelatihan bagi kelompok Nasyiatul Aisiyah (NA) dalam melakukan teknik pemasaran bacoprint melalui digital marketing dengan memanfaatkan media sosial. Pelatihan Digital Marketing Bacoprint diharapkan dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital marketing Batik Ecoprint (bacoprint). Metode yang digunakan dalam pelatihan ini dengan tatap muka dengan penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung oleh para peserta. Hasil pelatihan ini menunjukkan keberhasilan yang mampu membuat peserta sangat antusias dan berminat untuk mengikuti kegiatan serupa untuk meningkatkan soft skill mereka.
Batik Ecoprint (Bacoprint) Digital Marketing Training Utilizing Social Media of the Pekalongan Nasyiatul Aisiyah Group
Abstract
Nasyiatul Aisiyah (NA) Pekalongan Branch, East Lampung is an autonomous organization of the Muhammadiyah Association among young women's groups of the Muhammadiyah family located in Pekalongan sub-district. Nasyiatul Aisiyah (NA) has the potential for qualified human resources and entrepreneurial products resulting from the innovative work of Nasyiatul Aisiyah's young women. However, with this potential it has not been possible to optimize the marketing of Batik Ecoprint (Bacoprint) entrepreneurial products via digital platforms. Based on the results of interviews with the chairman and secretary, at least 70% of members have used the digital social media platform Instagram. To increase knowledge and skills in marketing bacoprint entrepreneurial products, one of the methods we apply is by providing training for the Nasyiatul Aisiyah (NA) group in carrying out bacoprint marketing techniques through digital marketing by utilizing social media. It is hoped that the Bacoprint Digital Marketing Training will provide benefits for increasing Batik Ecoprint (bacoprint) digital marketing knowledge and skills. The method used in this training is face-to-face with interactive delivery of material, demonstrations and direct practice by the participants. The results of this training showed success which made participants very enthusiastic and interested in taking part in similar activities to improve their soft skills
Rumah Belajar Keluarga Pintar Sebagai Solusi Literasi Masyarakat Rawas Desa Noman Lama
Suku Rawas Merupakan suku bangsa pribumi yang berasal dari Sumatra Selatan. Salah satu desa yang banyak dihuni oleh Suku Rawas adalah di desa Noman Lama kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Desa Noman Lama merupakan salah satu desa terpencil yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yang aksesnya hanya dapat dilalui dengan menggunakan jembatan kayu atau alat transportasi air yang dikenal dengan istilah “ketek”. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan yaitu “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)” Tujuan Kegiatan “Rujak Pintar Ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan keterampilan serta minat masyarkat Suku Rawas dalam bidang Literasi Dan Numerasi. Metode yang digunakan pada program “Rujak Pintar” dengan Sosialisasi dan Pelatihan Program “Rujak Pintar” Menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Rawas. Hasil dari pelatihan ini berupa resep masakan dan pantun yang menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa rawas. Disimpulkan dari program “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)” dapat menjadi solusi bagi anak-anak hingga lansia yang tidak bisa menempuh pendidikan secara formal namun, dapat menikmati pendidikan secara non formal yang dilaksanakan Tim ”Rujak Pintar” dalam membantu Masyarakat untuk mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat literasi.
SMART FAMILY LEARNING HOUSE AS A LITERACY SOLUTION FOR THE RAWAS COMMUNITY IN NOMAN LAMA VILLAGE
Abstract
Suku Rawas tribe is an indigenous tribe originating from South Sumatra. One of the villages inhabited by the Rawas tribe is Noman Lama village, Rupit sub-district, North Musi Rawas Regency. Desa Noman Lama is one of the remote villages in North Musi Rawas Regency which can only be accessed using a wooden bridge or a means of water transportation known as "ketek". Therefore, the solution offered is "Rujak Pintar (Smart Family Learning House)". The aim of the "Rujak Pintar" activity is to empower and improve the skills and interest of Suku Rawas Tribe community in the field of Literacy and Numeracy. The method used in the "Rujak Pintar" program is the "Rujak Pintar" Socialization and Training Program using two languages, namely Indonesian and Rawas. The results of this training are recipes and rhymes that use two languages, namely Indonesian and Rawas. It is concluded that the "Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)" program can be a solution for children and the elderly who cannot receive formal education, but can enjoy non-formal education carried out by the "Rujak Pintar" Team in helping the community to develop and channel literacy interests and talents
Penyuluhan Tanaman Yang Memiliki Khasiat Sebagai Obat Anti Nyamuk Alami di Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan
Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki musim hujan dan kemarau. Saat musim hujan dapat ditemukan nyamuk seperti Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Salah satu pencegahan penyebaran nyamuk tersebut adalah dengan menggunakan insektisida seperti lotion, elektrik, bakar, dan semprot. Namun bahan kimia yang terkandung dalam obat nyamuk seperti organofosfat, organoklorin, piretroid, karbamat, dan DEET dengan penggunaan yang berlebih dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan alternatif lain yaitu dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengusir nyamuk alami yang lebih aman. Maka dari itu, penting untuk dilakukan pengabdian mengenai pengenalan tanaman anti nyamuk untuk mencegah penyakit demam berdarah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meingkatkan pengetahuan masyarakat mengnai alternatif potensi tumbuhan sebagai anti nyamuk alami. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan sasaran Ibu-ibu PKK di Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Hasil analisis pengabdian, berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman yang berpotensi sebgai anti nyamuk alami. Hasil nilai posttest (tertinggi 100% dan terendah 91%) terjadi peningkatan terhadap nilai pretest (tertinggi 91% dan terendah 6%) Kesimpulan dari pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman yang berpotensi sebagai anti nyamuk dan dilihat dari persentase peningkatan posttest maka dapat dikatakan pengabdian ini berhasil.
Counseling on plants that have properties as natural anti-mosquito drugs in Podosugih Village, West Pekalongan District, Pekalongan City
Abstract
Indonesia is a tropical country that has a rainy and dry season. During the rainy season, many mosquitoes such as Aedes aegypti are found which cause dengue fever. One way to prevent the spread of these mosquitoes is to use insecticides such as lotions, electric, burning, and sprays. However, chemicals contained in mosquito repellent such as organophosphates, organochlorines, pyrethroids, carbamates, and DEET with excessive use can affect health. To overcome this, another alternative is needed, namely by utilizing plants as a safer natural mosquito repellent. Therefore, it is important to carry out community service regarding the introduction of anti-mosquito plants to prevent dengue fever. The purpose of this service is to increase public knowledge about alternative potential plants as natural mosquito repellents. The service method used is Participatory Action Research (PAR) targeting PKK mothers in Podosugih Village, West Pekalongan District, Pekalongan City. The results of the service analysis, based on the pretest and posttest values, showed an increase in public knowledge about plants that have the potential to be natural mosquito repellents. The results of the posttest scores (the highest 100% and the lowest 91%) showed an increase compared to the pretest scores (the highest 91% and the lowest 6%). The conclusion of this community service is that there has been an increase in public knowledge about plants that have the potential to be mosquito repellent and seen from the percentage increase in the posttest, it can be said that this community service was successful
Optimalisasi Singkong (Cassava) Sebagai Bahan Baku Tepung Mocav Untuk Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Melalui Kelompok Tani Subur III
Singkong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas industri pangan berbasiskarbohidrat. Panen singkong yang cukup banyak di daerah mitra memerlukan pemanfaatan menjadi produk yang lebih tahan lama dengan nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pembuatantepung mocaf (modified cassava flour). Tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan pembuatan danpengemasan tepung mocaf pada kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Kegiatan didahului dengan diawali dengan persiapan, yang meliputi penyamaan presepsi dan pemahaman, pembagian tugas dan tanggungjawab anggota tim dan mahasiswa MBKM yang terlibat serta untuk menggali tentang potensi pemanfaatan singkong dan masalahnya. Selanjutnya dilakukanpelatihan dan pendampingan untuk mengenal tepung mocaf, pembuatan, dan pemanfaatannya diikuti dengan praktik pembuatan menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) serta pengemasan tepung mocaf. Hasil kegiatan berupa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan 80% anggota Kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo terampil dalam diversifikasi olahan berbasis Singkong menjadi Tepung Mocaf (modified cassava flour), serta adanya peningkatan pendapatan anggota kelompok tani pada saat terjualnya tepung mocaf dengan harga Rp.25.000.
Optimizing Cassava as Raw Material for Mocav Flour to Increase Added Value and Welfare Through Kelompok Tani Subur III
Abstract
Cassava has great potential to be developed into a food-based industrial commodity carbohydrate. The large cassava harvest in partner areas requires utilization into a more durable product with a higher selling value. One effort that can be done is manufacturing mocaf flour (modified cassava flour). The purpose of service activities is training in making and packaging of mocaf flour in the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency. The activity was preceded by preparation, which included equalizing perceptions and understanding, dividing tasks and responsibilities of the team members and MBKM students involved as well as exploring the potential use of cassava and its problems. Next is done training and mentoring to get to know mocaf flour, its manufacture and use, followed by manufacturing practices using Appropriate Technology (TTG) and packaging of mocaf flour. The results of the activity include an increase in the knowledge and skills of 80% of the members of the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency, skilled in diversifying cassava-based processed products into modified cassava flour, as well as an increase in the income of farmer group members when selling mocaf flour with price Rp. 25,000
Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sanitasi Melalui Pelatihan Slow Sand Filter dan Biomassa Filter
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan mencegah kasus diare di Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara Lombok Timur melalui pelatihan teknologi pengolahan air bersih. Masalah utama yang dihadapi adalah buruknya sanitasi dan tingginya prevalensi diare akibat pembuangan sampah sembarangan serta pengelolaan air yang tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, program memperkenalkan metode slow sand filter dan biomassa filter berbahan arang aktif dari tempurung kelapa. Pelatihan dilakukan melalui beberapa tahapan: (1) Pemberian materi teori yang meliputi pentingnya sanitasi, pengenalan teknologi pengolahan air bersih, dan prinsip kerja slow sand filter serta biomass filter; (2) Praktik langsung pembuatan dan instalasi filter dengan menggunakan bahan lokal, seperti pasir halus, kerikil, dan arang aktif dari tempurung kelapa; dan (3) Evaluasi kinerja filter berdasarkan parameter kualitas air seperti kekeruhan dan total zat padat terlarut (TDS). Proses pemilihan peserta melibatkan 50 santri yang dipilih berdasarkan ketersediaan waktu dan minat untuk terlibat dalam program, dengan fokus pada mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan air di pesantren. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 45 pada pre-test menjadi 80 pada post-test (peningkatan 41,67%). Dari segi kualitas air, hasil pengukuran menunjukkan penurunan TDS setelah penggunaan filter. Program ini berhasil mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi, serta memberikan solusi praktis bagi perbaikan sanitasi di pesantren.
Empowering Santri of Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW to Improve Sanitation Quality and Prevent Diarrhea Through Slow Sand Filter and Biomass Filter Training
Abstract
This community service program aims to improve sanitation quality and prevent cases of diarrhea at Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW Santong Terara, East Lombok, through training in clean water treatment technology. The main issues faced are poor sanitation and the high prevalence of diarrhea due to improper waste disposal and suboptimal water management. To address these issues, the program introduced the slow sand filter and biomass filter methods, using activated charcoal from coconut shells. The training was conducted in several stages: (1) Theoretical sessions covering the importance of sanitation, an introduction to clean water treatment technology, and the working principles of the slow sand filter and biomass filter; (2) Hands-on practice in constructing and installing the filters using local materials, such as fine sand, gravel, and activated charcoal from coconut shells; and (3) Evaluation of filter performance based on water quality parameters, such as turbidity and total dissolved solids (TDS). The participant selection process involved 50 students, chosen based on their availability and interest in participating in the program, with a focus on those responsible for water management at the pesantren. Participant knowledge improvement was evaluated through pre-test and post-test assessments. The results showed a significant increase in knowledge, with average scores rising from 45 in the pre-test to 80 in the post-test (an increase of 41.67%). In terms of water quality, measurements indicated a decrease in TDS after using the filters. This program successfully supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) related to clean water and sanitation, while also providing practical solutions to sanitation issues at the pesantren
Peningkatan Literasi Digital di RT 029 Kelurahan Lamaru Melalui Sarasehan Penggunaan Internet Bijak, Sosialisasi Instagram, dan Pembuatan Website Administrasi
Meningkatnya penetrasi internet yang tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat literasi digital masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting dan mendesak untuk dimiliki oleh setiap individu. Program pengabdian masyarakat di RT 029 Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, bertujuan untuk meningkatkan literasi digital warga melalui penerapan empat pilar utama Peta Jalan Literasi Digital Nasional 2020-2024, yakni Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture. Kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di era digital, seperti penggunaan media sosial yang produktif, pengelolaan website administrasi RT, serta pemahaman tentang keamanan dan etika digital. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Indikator keberhasilan digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan kegiatan. Indikator ini mencakup penyampaian materi dan kebermanfaatan program sosialisasi sosial media, penggunaan internet dengan bijak dan website administrasi RT .Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa penyampaian materi dinilai cukup baik dengan rata-rata skor 4,00 dari skala 5, sedangkan kebermanfaatan program memperoleh nilai 4,31 dari skala 5. Hal ini menunjukkan bahwa warga merasa bahwa program ini memberikan dampak positif dan bermanfaat, baik dari segi peningkatan keterampilan maupun pemahaman terhadap literasi digital.
Improving Digital Literacy in RT 029 Lamaru Village through Internet Wise Use Workshop, Instagram Socialisation, and Administrative Website Creation
Abstract
Increasing internet penetration is not always directly proportional to the level of digital literacy of the community. In the midst of rapid technological development, digital literacy is one of the most important and urgent skills to be possessed by every individual. The community service programme in RT 029 Lamaru, East Balikpapan Sub-district, aims to improve the digital literacy of residents through the implementation of the four main pillars of the National Digital Literacy Roadmap 2020-2024, namely Digital Skill, Digital Ethics, Digital Safety, and Digital Culture. This activity aims to equip residents with the skills needed to face challenges in the digital era, such as productive use of social media, management of neighbourhood administration websites, and understanding of digital safety and ethics. The methods used in data collection were questionnaires, observation, interviews and documentation. Success indicators were used to measure the level of achievement of the activity objectives. These indicators include the delivery of material and the usefulness of the social media socialisation programme, the wise use of the internet and the RT administration website. The evaluation of the activity indicates that the material delivery was rated fairly well, with an average score of 4.00 out of 5, while the program’s usefulness received a score of 4.31 out of 5.. This shows that residents felt that the programme had a positive and beneficial impact, both in terms of improving skills and understanding of digital literacy
Display Inovasi Produk Holistik Dalam Penerapan Kewirausahaan Keperawatan Berbasis Bukti
Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada produk kesehatan belum diikuti dengan peningkatan inovasi produk kesehatan, perkembangan ilmu pengetahuan tidak diimbangi dengan pemanfaatan hasil penelitian untuk dijadikan dasar dalam pembuatan produk kesehatan yang dapat dijangkau dan dibuat sendiri oleh masyarakat. Kurangnya informasi terkait manfaan bahan alami untuk pembuatan produk kesehatan belum optimal pelaksanaannya. Tujuan: pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan minat masyarakat pada produk kesehatan berbahan alami berdasarkan bukti ilmiah. Metode: pengabdian masyarakat ini menggunakan metode display dengan mengenalkan produk kesehatan berbasis bukti secara visual dapat dilihat dan dirasakan langsung. Hasil: Pengabdian masyarakat dikunjungi oleh 68 civitas akademika STIKES Banyuwangi, sebelum display menunjukkan minat masyarakat 26% kurang dan 74% cukup, setelah display minat masyarakat 12% cukup dan 88 % baik. Terdapat peningkatan minat masyarakat setelah dilakukan display produk inovasi holistic berbasis bukti. Pengabdian masyarakat dilaksanakan sesuai target dan dapat dgunakan sebagai acuan pelaksaan pengabdian masyarakat dengat tema yang sama dengan kerjasama BPPOM untuk menghasilkan produk kesehatan yang tersertifikasi.
Kata Kunci: display, minat konsumen
Holistic Product Innovation Display in Implementing Evidence-Based Nursing Entrepreneurship
Abstract
The increasing public need for health products has not been accompanied by an increase in health product innovation, the development of science has not been balanced with the use of research results as a basis for making health products that can be accessed and created by the public. Lack of information regarding the benefits of natural ingredients for making health products has not been implemented optimally. Objective: community service aims to increase public interest in health products made from natural ingredients based on scientific evidence. Method: This community service uses a display method by introducing evidence-based health products visually that can be seen and felt directly. Results: The community service was visited by 68 STIKES Banyuwangi academics before the display showed community interest was 26% poor and 74% sufficient, after the display community interest was 12% adequate and 88% good. There was an increase in public interest after displaying holistic, evidence-based innovation products. Community service is carried out according to targets and can be used as a reference for implementing community service with the same theme as BPPOM collaboration to produce certified health products
Pelatihan Perancangan Logo Sebagai Identitas Visual Pure Management Palembang
Dengan berkembangnya pemasaran digital, para pengusaha jasa perlu memanfaatkan promosi digital, termasuk penggunaan logo sebagai identitas merek dan penerapannya pada media promosi. Logo sebagai identitas visual penting untuk memudahkan target pasar mengenali dan mengidentifikasi merek. Pure Management, yang bergerak di bidang pelayanan musik rohani, menghadapi tantangan dalam hal ini karena kurangnya divisi promosi dan desain grafis. Akibatnya, penggunaan logo sebagai identitas visual sering terabaikan, mempengaruhi citra perusahaan di mata publik. Untuk mengatasi masalah ini, Pure Management mengadakan pelatihan kolaboratif dengan tim pengabdian masyarakat tentang penerapan logo pada media promosi yang baik. Pelatihan ini menggunakan metode design thinking lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendidik Pure Management tentang pentingnya penggunaan logo sebagai identitas organisasi yang tepat untuk meningkatkan pengenalan dan penggunaan oleh target pasar. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pembelajaran dasar desain komunikasi visual bagi masyarakat umum mengenai pentingnya logo. Diharapkan pelatihan ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas merek Pure Management dan media promosi lainnya. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya sebuah logo yang mampu menjadi identitas visual Pure Management atas dasar pemikiran bersama mulai dari konsep hingga hasil akhir, yang berdampak pada meningkatnya wawasan para peserta akan proses pembuatan logo berdasarkan sudut pandang keilmuan desain komunikasi visual, dan lebih dikenalnya Pure Management di kalangan Masyarakat.
Logo Design Workshop as Visual Identity Pure Management Palembang
Abstract
With the development of digital marketing, service entrepreneurs need to utilize digital promotion, including the use of logos as brand identity and their application in promotional media. Logos as visual identities are essential to make it easier for the target market to recognize and identify the brand. Pure Management, which operates in the field of religious music services, faces challenges in this regard due to the lack of a promotion and graphic design division. As a result, the use of logos as visual identities is often neglected, affecting the company's image in the public eye. To address this issue, Pure Management held a collaborative training with the community service team on the proper application of logos in promotional media. This training uses the five stages of the design thinking method: empathize, define, ideate, prototype, and test. The goal of this community service is to educate Pure Management about the importance of using logos as the correct organizational identity to increase recognition and usage by the target market. This activity also serves as a basic learning experience in visual communication design for the general public regarding the importance of logos. It is hoped that this training can continue to improve the quality of the Pure Management brand and other promotional media. The result of this activity is the creation of a logo that can serve as the visual identity of Pure Management based on shared ideas from concept to final result, which impacts the participants' understanding of the logo creation process from a visual communication design perspective, and increases the recognition of Pure Management in the community
Pelatihan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Siswa di SMAN 3 Kota Prabumulih
Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kerugian yang serius, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama seringkali memperburuk kondisi korban. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, mengingat tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Metode pelatihan mencakup teori dasar pertolongan pertama, simulasi praktis, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan hasil pre-test yang menunjukkan hanya 23% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar, sedangkan hasil post-test menunjukkan 83% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan direkomendasikan untuk diadopsi oleh sekolah lain sebagai bagian dari program pendidikan keselamatan lalu lintas.
Training In Handling Traffic Accident Victims for Students at SMAN 3 Prabumulih City
Abstract
Traffic accidents can cause severe losses, both in terms of casualties and damage. Lack of knowledge and skills in providing first aid often worsens the victim's condition. This training aims to improve students' knowledge and skills in providing first aid to traffic accident victims, considering the high number of accidents in Indonesia. The training methods include basic first aid theory, practical simulations, and case studies. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure the increase in students' knowledge, attitudes, and skills. The training results show a significant increase, with pre-test results indicating only 23% of students answered more than 10 questions correctly, while post-test results showed 83% of students answered more than 10 questions correctly. Additionally, there was an increase in awareness of the importance of road safety. This article concludes that such training is very beneficial and is recommended for adoption by other schools as part of their traffic safety education program
Pelatihan Computational Thinking bagi Mahasiswa melalui CSUnplugged sebagai Penguatan Dasar-Dasar Pemrograman
Dalam era digital, pemahaman mengenai pemrograman dan konsep berpikir komputasional menjadi semakin penting bagi mahasiswa. Kurangnya pemahaman awal tentang konsep-konsep pemrograman dan rasa takut terhadap mata kuliah dasar pemrograman bagi mahasiswa Teknik Kimia menjadi masalah utama. Metode alternatif seperti CSUnplugged, yang mengajarkan konsep pemrograman tanpa komputer, dapat menjadi solusi efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan metode CSUnplugged kepada mahasiswa Teknik Kimia, mengatasi hambatan dalam belajar pemrograman, dan meningkatkan keterampilan berpikir komputasional. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan permainan yang mengajarkan dasar-dasar komputasi seperti Abstraksi, Algoritma, dan Logika. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi memiliki pemahaman yang meningkat terhadap konsep-konsep pemrograman dan keterampilan berpikir komputasional. Rata-rata mahasiswa menyelesaikan soal dan permainan dengan skor 60%, dengan 81% dari mereka menyatakan setuju bahwa metode ini efektif. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pendidikan berkualitas dan inovasi. Hasil pelatihan menunjukkan potensi besar dari metode CSUnplugged dalam meningkatkan keterampilan komputasi yang esensial untuk masa depan mahasiswa.
Training in Computational Thinking for University Students through CSUnplugged as Strengthening Basic Programming Fundamentals
Abstract
In the digital era, understanding programming and computational thinking concepts is increasingly important for students. A lack of initial understanding of programming concepts and fear of basic programming courses are major issues for Chemical Engineering students. Alternative methods like CSUnplugged, which teaches programming concepts without using computers, can be an effective solution. This community service activity aims to introduce the CSUnplugged method to Chemical Engineering students, address barriers to learning programming, and enhance computational thinking skills. The training was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation, using games that teach the basics of computation such as Abstraction, Algorithms, and Logic. The evaluation results show that participating students improved their understanding of programming concepts and computational thinking skills. On average, students completed tasks and games with a score of 60%, with 81% agreeing that the method is effective. This activity supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in quality education and innovation. The training results demonstrate the significant potential of the CSUnplugged method in enhancing computational skills essential for students' future success