Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Kerajinan Dulang Fiber melalui Pelatihan K3 dan Digitalisasi di Desa Lodtunduh, Gianyar

    No full text
    Desa Lodtunduh terletak di Kecamatan Ubud, Gianyar – Bali dimana usaha terkenal dengan kerajinan dulang. Dulang merupakan alat kelengkapan upacara agama Hindu di Bali, yang berfungsi sebagai alas banten atau gebogan. Salah satu usaha kerajinan dulang di Desa Lodtunduh adalah Usaha Kerajinan yang diberi nama “ASTA DALA” yang didirikan oleh Ibu Made Sriasih yang beralamat di Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Usaha kerajinan dulang ini didirikan pada tahun 2015 yang memproduksi Dulang, Bokor, wakul daksina yang terbuat dari fiber serta keben dan sokasi untuk keperluan upacara yadnya. Permasalahan yang dihadapi oleh Mitra kerajinan dulang fiber “ASTA DALA” meliputi pemasaran yang dirasa belum optimal, kurangnya pemahaman terhadap aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), alat penunjang proses produksi yang masih terbatas dan kurangnya pengetahuan dalam pencatatan keuangan usaha. Mengacu pada permasalahan tersebut tim pengabdian membuat kegiatan berupa memberikan pelatihan K3, pelatihan pemasaran di media social dan marketplace, pelatihan pembukuan usaha dan memberikan bantuan alat-alat penunjang proses produksi serta pelatihan penggunaanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan jumlah produksi barang sebanyak 50% dengan bantuan alat produksi serta jangkauan pemsaran yang lebih luas karena menggunakan media sosial. Berdasarkan hasil evaluasi dengan wawancara secara langsung 100% produk sudah ditata dengan baik pada rak display produk, 2 orang mitra sudah dapat menggunakan bantuan alat yang diberikan serta adanya peningkatan jumlah produksi sebanyak 50%, peningkatan pengetahuan mitra terhadap kesehatan dan keselamatan kerja pada saat proses produksi, adanya penambahan media pemasaran online instagram dan marketplace dan 1 orang mitra bisa menggunakan media pemasaran online dan pembukuan usaha. Improving Productivity and Marketing of Fiber Dulang Handicrafts through OHS Training and Digitalization in Lodtunduh Village, Gianyar Abstract Lodtunduh Village is located in the Ubud District, Gianyar – Bali, known for its famous dulang handicrafts. A dulang is a traditional piece used in Hindu religious ceremonies in Bali, functioning as a base for offerings (banten) or fruit arrangements (gebogan). One of the dulang handicraft businesses in Lodtunduh Village is a business named "ASTA DALA," founded by Mrs. Made Sriasih, located on Jalan Raya Lodtunduh, Ubud, Gianyar. This dulang handicraft business was established in 2015 and produces dulang, bokor, wakul daksina made from fiber, as well as keben and sokasi for yadnya ceremonies. The challenges faced by the fiber dulang handicraft partner, "ASTA DALA," include suboptimal marketing, limited understanding of occupational health and safety (OHS), limited production process support tools, and lack of knowledge in business financial record-keeping. To address these issues, the service team conducted activities such as providing OHS training, social media and marketplace marketing training, business bookkeeping training, and supplying tools to support the production process along with training on their usage.The purpose of this service activity was to increase the production output by 50% with the help of production tools and to expand the marketing reach through the use of social media. Based on the evaluation results from direct interviews, 100% of the products were well-arranged on the product display racks, two partners were able to use the provided tools, and there was a 50% increase in production volume. Additionally, the partners' knowledge of health and safety during the production process improved, there was an expansion in online marketing platforms with Instagram and marketplace presence, and one partner could use online marketing platforms and manage business bookkeeping

    Pelatihan Pembuatan Desain Kemasan untuk Meningkatkan Brand Awareness Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Produk UMKM di Kota Cirebon

    No full text
    Desain kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai alat promosi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di Indonesia yang sering kali kurang memanfaatkan desain kemasan yang menarik. Di Kota Cirebon, sekitar 82% pelaku UMKM di sektor makanan belum memiliki pengetahuan memadai tentang desain kemasan yang efektif. Untuk mengatasi hal ini, tim pelaksana kegiatan PKM bekerja sama dengan UMKM di Cirebon mengadakan pelatihan desain kemasan untuk meningkatkan brand awareness dan nilai jual produk. Pelatihan ini diikuti oleh 52 peserta, dan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman tentang desain kemasan sebesar 85% setelah pelatihan, dengan 94% peserta setuju bahwa kemasan yang menarik berperan penting dalam pemasaran. Metode yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi, dan diskusi. Secara keseluruhan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam mengembangkan kemasan produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Training on Packaging Design to Increase Brand Awareness as an Effort to Enhance the Market Value of MSME Products in Cirebon City Abstract Product packaging design not only serves as a protective feature but also as an effective promotional tool to enhance the appeal and market value of products. This remains a challenge for many MSME players in Indonesia, who often lack an attractive packaging design. In Cirebon City, approximately 82% of MSMEs in the food sector lack sufficient knowledge about effective packaging design. To address this, the PKM implementation team collaborated with MSMEs in Cirebon to conduct packaging design training aimed at increasing brand awareness and product value. This training was attended by 52 participants, with evaluation results showing an 85% increase in understanding of packaging design after the training, and 94% of participants agreeing that attractive packaging plays a significant role in marketing. The methods used included presentations, demonstrations, and discussions. Overall, participants demonstrated enthusiasm and active participation in developing product packaging with higher market value

    Pendampingan Literasi Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka

    No full text
    Transformasi pendidikan di era digital memerlukan guru yang memiliki literasi digital yang memadai untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, yang sangat terkait dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Namun, banyak guru, terutama di sekolah dasar, masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital di kelas akibat minimnya pelatihan literasi digital yang komprehensif. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital yang tidak hanya mencakup penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga pemahaman kritis terhadap informasi digital dan kemampuan untuk menciptakan materi pembelajaran berbasis digital yang inovatif. Program pendampingan literasi digital menggunakan metode Goal, Reality, Options, Will (GROW) dilakukan di SDN 03 Bengkayang, Kalimantan Barat untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital sebesar 85%, serta peningkatan kepercayaan diri sebesar 75% dalam mengintegrasikan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, hasil pre-test menunjukkan bahwa 70% guru memiliki pemahaman dasar terhadap Platform Merdeka Belajar, sementara setelah pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan menjadi 85%. Guru berhasil menggunakan teknologi digital secara efektif untuk mendukung pendekatan pembelajaran yang fleksibel. Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menarik, serta mendukung pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka, khususnya di wilayah perbatasan. Digital Literacy Assistance for Elementary School Teachers in Implementing the Merdeka Curriculum Abstract The transformation of education in the digital era requires teachers to possess adequate digital literacy to implement the Merdeka Curriculum. This curriculum emphasizes the development of 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, and collaboration, which are closely linked to the effective use of digital technology in learning. However, many teachers, especially in elementary schools, still face challenges in integrating digital technology in the classroom due to a lack of comprehensive digital literacy training. This study highlights the importance of digital literacy that not only involves the use of technological devices but also includes a critical understanding of digital information and the ability to create innovative digital learning materials. The method used in this study is Goal, Reality, Options, Will (GROW), which is a systematic approach to help teachers understand goals, identify obstacles, explore alternative solutions, and take concrete actions. The digital literacy mentoring program using the GROW method was conducted at SDN 03 Bengkayang, West Kalimantan, to support the implementation of the Merdeka Curriculum. The results showed an 85% increase in teachers' digital literacy competencies, as well as a 75% increase in confidence in integrating technology-based learning applications. In addition, the pre-test results showed that 70% of teachers had a basic understanding of the Merdeka Learning Platform, while post-test results showed an increase to 85% after mentoring. Teachers successfully used digital technology effectively to support a flexible learning approach. This activity is expected to continue to enhance teachers' competencies in creating interactive and engaging learning experiences, and to support the achievement of the Merdeka Curriculum goals, particularly in border areas

    Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Komoditas Kerajinan bagi Sekolah di Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir

    No full text
    Pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan kerajinan di Kecamatan Gaung Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan strategi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Daerah ini memiliki perkebunan kelapa yang luas, tetapi limbah sabut kelapa belum banyak dimanfaatkan, sehingga sering menumpuk dan mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomi dan edukatif bagi guru dan siswa di sekolah. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan partisipatif dimana pada pendekatan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: tahap identifikasi/assessment, tahap perencanaan/desain program, menyusun desain program, tahap pelaksanaan dan pemantauan, serta tahap evaluasi. Secara keseluruhan respon peserta setelah mengikuti kegiatan ini sangat baik dengan persentase 86,74%. Kegiatan ini dinilai positif dan bermanfaat bagi guru dan siswa karena pemanfaatan limbah sabut kelapa tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam menciptakan produk dengan nilai jual yang potensial. Training on Utilization of Coconut Fiber Waste into Craft Commodities for Schools in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency Abstract Utilization of coconut fiber waste as a craft material in Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency, is an effective strategy to reduce negative impacts on the environment and increase the economic value of the community. This area has extensive coconut plantations, but coconut fiber waste has not been widely utilized, so it often piles up and pollutes the environment. This community service activity aims to process coconut fiber waste into craft products that have economic and educational value for teachers and students at school. This activity uses a participatory approach method where this approach consists of several stages, namely: identification/assessment stage, program planning/design stage, compiling program design, implementation and monitoring stage, and evaluation stage. Overall, the response of participants after participating in this activity was very good with a percentage of 86.74%. This activity is considered positive and beneficial for teachers and students because the utilization of coconut fiber waste not only reduces waste but also increases the creativity of teachers and students in creating products with potential selling value

    Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Berbasis Canva

    No full text
    Sekolah SMKN 3 Mataram berada di wilayah Mataram. Lokasi sekolah terletak di Kecamatan Mataram, Kabupaten Mataram. Sekolah ini memiliki cukup banyak torehan prestasi di skala kabupaten maupun nasional. Namun, sebagian besar para guru jarang terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Sebagai dampaknya pengetahuan dan pemahaman para guru di sekolah ini masih kurang terkait dengan pembuatan media pembelajaran interaktif ataupun inovasi-inovasi kegiatan pembelajaran lainnya. Tujuan pelaksanaan program PKM ini adalah: a) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru tentang pembuatan media interaktif berbasis canva, b) melatih guru membuat media interaktif berbasis canva, c) melatih dan mendampingi cara penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas. Metode pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan menggadopsi pola pelaksanaan penelitian tindakan meliputi empat tahap yaitu: 1) tahap perencanaan program dengan membentuk kelompok guru berdasarkan mata pelajaran, 2) tahap tindakan dengan memberikan pelatihan pembuatan media interaktif berbasis canva serta melatih dan mendampingi cara penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas, 3) tahap observasi dan evaluasi yakni observasi dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan yang muncul dalam proses pembuatan dan penggunaan media interaktif berbasis canva dalam pembelajaran kimia di kelas, sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan produk yang dihasilkan, 4) tahap refleksi dilakukan untuk mengetahui kegiatan yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa 20 peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan hanya 15 media interaktif yang dihasilkan sedangkan sisanya 5 media interaktif masih dilakukan proses perbaikan sesuai dengan saran dari tim pengabdi. Pemahaman dan keterampilan peserta setelah kegiatan praktik dan pendampingan langsung dalam pembuatan media pembelajaran interaktif sangat bagus yakni sebesar 100% pseserta sudah mengetahui media canva dan 90% peserta sudah mencoba menggunakan media canva dalam membuat media pembelajaran interaktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini memberikan kebermanfaatan bagi peserta pelatihan baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan dalam menghasilkan media interaktif sehingga secara tidak langsung mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Teacher Competency Improvement Through Canva-Based Interactive Media Creation Training  Abstract SMKN 3 Mataram School is located in the Mataram area. The location of the school is located in Mataram District, Mataram Regency. This school has quite some achievements at the district and national scale. However, most teachers are rarely involved in scientific activities carried out by universities. As a result, the knowledge and understanding of teachers in this school are still not related to creating interactive learning media or other learning activity innovations. The objectives of this PKM program are: a) improving teachers' knowledge and skills about making Canva-based interactive media, b) training teachers to make Canva-based interactive media and c) training and assisting how to use Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom. The method of implementing the activities that will be carried out adopts the pattern of implementing action research includes four stages, namely: 1) the program planning stage by forming teacher groups based on subjects, 2) the action stage by providing training on making Canva-based interactive media and training and assisting how to use Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom, 3) the observation and evaluation stage, namely observations are carried out to find out Obstacles, shortcomings, and weaknesses that arise in the process of making and using Canva-based interactive media in chemistry learning in the classroom, while the evaluation is carried out to find out the extent of the success of the product produced, 4) the reflection stage is carried out to find out the activities that have been carried out. Based on the results of the evaluation of the training activities that have been carried out, it shows that of the 20 participants who took part in the training activities only 15 interactive media were produced while the remaining 5 interactive media are still in the process of being improved according to the advice of the service team. The understanding and skills of participants after practical activities and direct assistance in making interactive learning media are very good, namely 100% of participants already know Canva media and 90% of participants have tried using Canva media in making interactive learning media. Thus, it can be concluded that this PKM activity provides benefits for trainees both in terms of knowledge and skills in producing interactive media so that it is indirectly able to create an interesting and fun learning atmosphere for students

    Pengoptimalan UMKM Jengkol Saus Lalaan Di Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan

    No full text
    Kalimantan Selatan merupakan wilayah pengolah jengkol atau dikenal dengan jaring, salah satu produk olahan jengkol yang terkenal adalah jengkol saus lalaan. UMKM Jaring Acil Ina merupakan salah satu UMKM yang menjual produk Jengkol saus lalaan. Akan tetapi dalam penjualan dan produksinya, UMKM Jaring Acil ina memiliki beberapa kendala diantaranya daya simpan yang relatif singkat. Secara garis besar, metode pengabdian ditentukan dalam penyelesaian permasalahan berdasarkan dengan apa yang dibutuhkan mitra. Proses penyelesaian masalah dilakukan dengan pemberian teknologi, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kemudian dilakukan evaluasi pelaksanaan program keberlanjutan. Hasil dari evaluasi digunakan untuk menentukan tindak lanjut agar program yang sudah diberikan dapat terus berlanjut bahkan dapat diadopsi oleh kelompok tani lain. Berdasarkan hasil pengamatan, bahwa pengawetan jengkol yang paling efektif untuk memperpanjang masa simpan jengkol adalah dengan metode vakum pada proses pengemasan. Selain itu, proses penyimpanan dalam vacuum dan freezer dapat meningkatkan daya simpan produk (1 bulan) dibandingkan tanpa vacuum (3 hari). Selain masa simpan yang lebih lama, sifat organoleptic dari produk juga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan metode vacuum dan metode penyimpanan lain. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa produk jengkol saus lalaan dengan cita rasa uniknya, dapat memiliki nilai jual yang tinggi jika di kemas dengan tepat. Pengoptimalam kemasan tidak hanya dapat meningkatkan daya tarik visual, melainkan juga dapat memperpanjang masa simpan dan menjaga kulitas produknya. Hal ini menandakan adanya peluang besar UMKM untuk mengembangkan produk jengkol saus tahi lala menjadi oleh-oleh khas Kalimantan Selatan atau produk unggulan dengan kualitas yang baik. Optimization of MSMEs Jengkol Lalaan Sauce in Pingaran Ulu Village, South Kalimantan  Abstract South Kalimantan is a Jengkol processing area or known as netting, one of the famous Jengkol processed products is Jengkol saus lalaan. MSMEs Neting Acil Ina is one of the MSMEs that sells Jengkol saus lalaan products. However, in sales and production, Neting Acil ina MSMEs have several obstacles, including a relatively short shelf life. Broadly speaking, the method of service is determined in solving problems based on what the partners need. The problem-solving process is carried out by providing technology, socialization, training, and mentoring and then evaluating the implementation of sustainability programs. The results of the evaluation are used to determine follow-up so that the program that has been given can continue and can even be adopted by other farmer groups. Based on the observation results, the most effective preservation of Jengkol to extend the shelf life of Jengkol is by the vacuum method in the packaging processor. In addition, the vacuum and freezer storage have more shelf life of the product (1 month) than no-vacuum (3 days). In addition to a longer shelf life, the organoleptic properties of the product can also last longer compared to vacuum and other storage methods. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that Jengkol saus lalaan products with their unique taste, can have a high selling value if packaged properly. Packaging optimizers can not only improve visual appeal, but also extend shelf life and maintain product quality. This indicates a great opportunity for MSMEs to develop Jengkol saus lalaan sauce products into souvenirs typical of South Kalimantan or superior products with good quality

    Sosialisasi Teknik Penulisan Artikel Ilmiah dan Proses Submission pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa saat menulis artikel ilmiah dan mengikuti proses pengiriman (submission) ke jurnal ilmiah yaitu kurangnya pengalaman yang cukup dalam menulis artikel ilmiah dan tidak familiar dengan aturan dan pedoman penulisan ilmiah. Kemampuan menulis ilmiah memerlukan keterampilan khusus. Mahasiswa kesulitan dalam merumuskan argumen, merancang metodologi penelitian, atau menyusun artikel dengan struktur yang baik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan. Metode pelaksanaan dilaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu tim PKM langsung memberikan arahan terkait sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP Universitas Halu Oleo yang diikuti sebanyak 60 mahasiswa angkatan 2021. Pelaksanaannya melalui beberapa tahap yaitu melalui tahap Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam bentuk sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 9 September 2023. Sosialisasi teknik penulisan artikel ilmiah dan proses submission pada mahasiswa memiliki dampak yang signifikan dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan mereka. Sehingga dari proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat 60% mahasiswa paham tentang cara penulisan artikel ilmiah dan proses submission, sedangkan 40% masih bingung pada teknik penulisan, sehingga Dengan dukungan yang tepat dari institusi pendidikan dan dosen, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan penulisan yang kuat dan menjadi kontributor berharga dalam dunia ilmiah. Socialization of Scientific Article Writing Techniques and Submission Process for students majoring in sports science FKIP Halu Oleo University Abstract: The problems faced by students when writing scientific articles and following the submission process to scientific journals are lack of sufficient experience in writing scientific articles and unfamiliarity with the rules and guidelines for scientific writing. The ability to write scientifically requires special skills. Students have difficulty formulating arguments, designing research methodologies, or compiling articles with a good structure. The aim of community service is to provide socialization on scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department. The implementation method was carried out using a demonstration method, namely the PKM team directly provided direction regarding the socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students of the Sports Science Department, FKIP, Halu Oleo University, which was attended by 60 students from the class of 2021. The implementation went through several stages, namely through the Preparation, Implementation and evaluation. The results of the implementation of Community Service (PKM) in the form of socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students were carried out on September 9 2023. Socialization of scientific article writing techniques and the submission process to students had a significant impact on developing their knowledge and skills. So that from the process of implementing community service, 60% of students understand how to write scientific articles and the submission process, while 40% are still confused about writing techniques, so that with the right support from educational institutions and lecturers, students can develop strong writing skills and become contributors. valuable in the scientific world

    Manajemen Pengelolaan Dan Pendampingan Legalitas Pokdarwis Kawasan Desa Wisata Desa Banyu Urip, Kec. Kedamean, Kabupaten Gresik

    No full text
    Program Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melaksanakan kegiatan jangka pendek bertujuan untuk melakukan  pembinaan dan pendampingan kegiatan pokdarwis pada proses pengelolaan manajemen dan legalitas pokdarwis desa banyu urip Kec. Kedamean Kabupaten Gresik. Desa banyu urip merupakan desa di kabupaten Gresik yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata, tetapi masih belum tersentuh oleh investor untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan belm ada pengelolaan yang optimal dari aparat desa. Mitra pada pengabdian ini adalah kelompok sadar Wisata yang yang bernama “Sekar Tirto Kahuripan”. Metoda pelaksanaan pengabdian ini dilawali dengan melakukan FGD antara mitra dengan Tim yang menghasilkan SOP Pokdarwis serta organisasi Pokdarwis yang telah di sahkan oleh kepala desa Banyu urip. Selain itu, penentuan Visi dan Misi pokdarwis sebagai dasar implementasi kegiatan. Untuk legalitas pokdarwis. Mitra melakukan pendampingan  untuk proses Legalitas pokdarwis ke dinas Pariwisata Kabupaten Gresik. Untuk pelaksanaan pendampingan manajemen kegiatan pokdarwis akan dilakukan pada tahapan selanjutnya. Untuk mendukung terlaksananya pengelolaan dan pelaksanaan organisasi Pokdarwis, perlu adanya pendampingan dalam implementasi kegiatan sehingga Desa wisata yang diharapkan akan tercapai dengan membentuk Visi dan Misi untuk mencapai tujuan dan menetukan strategi yang tepat sehingga dapat membantu pembangunan ekonomi desa Banyuurip Kecamatan Kedamean kabupaten Gresik. Management and Legality Assistance for Pokdarwis in the Tourism Village Area of ??Banyu Urip Village, Kedamean, Gresik Regency Abstract This community service activity program by carrying out short-term activities aims to provide guidance and assistance to Pokdarwis activities in the management process and legality of Pokdarwis in Banyu Urip village, Kec. The beauty of Gresik Regency. Banyu Urip village is a village in Gresik district that has the potential to be developed into a tourist village, but has not yet been touched by investors for development. This is because there has not been optimal management from village officials. The partner in this service is a tourism awareness group called "Sekar Tirto Kahuripan". The method for implementing this service begins with conducting an FGD between partners and the team that produces the Pokdarwis SOP and the Pokdarwis organization which has been approved by the Banyu Urip village head. Apart from that, determining the Vision and Mission of the Pokdarwis as the basis for implementing activities. For the legality of pokdarwis. Partners provide assistance for the Pokdarwis Legality process to the Gresik Regency Tourism Office. The implementation of management assistance for Pokdarwis activities will be carried out at the next stage. To support the implementation of the management and implementation of the Pokdarwis organization, there is a need for assistance in implementing activities so that the expected tourist village will be achieved by forming a Vision and Mission to achieve goals and determining the right strategy so that it can help the economic development of Banyuurip village, Kedamean subdistrict, Gresik district

    The Enhancement of Skills Through Eco-Printing Training With Pounding Technique Among PKK Groups in Bangunjiwo Village, Bantul

    No full text
    The objective of this Community Service Program (PkM) is to enhance the skills in creating ecoprinting products using the pounding technique for small business owners or novice entrepreneurs, specifically the PKK women’s group in Bangunjiwo Village, Bantul. This program involves twenty participants and a ten-member organizing committee from UNY's Vocational Faculty's Fashion Design Study Program, including five lecturers and five students. The stages of the PkM activities include needs analysis, preparation, implementation, and evaluation, conducted from March to June 2023. The outcomes of the PkM activities indicate that the feedback from the ecoprinting instructors using the pounding technique averaged 4.2 out of 5.0, categorized as good. The increase in participants' knowledge was obtained with an average N-gain value of 0.56 (56.27%) which was categorized as quite effective. The creativity of the products produced had an average score of 84.5 out of 100. Specific skills that need to be considered to produce high-quality products include recognizing the characteristics and experimental treatment of certain leaves, the type of surface of the pounding tool, the position, and accuracy on the stem and vein ends of the leaves, fabric dyeing strategies, and the patterns produced, as well as drying the fabric naturally or by air-drying. Another important aspect is the creativity in arranging leaves to achieve high artistic value and meaningful aesthetics. The quality of ecoprinting products using the pounding technique requires repeated training and experimentation to produce varied colors from leaf pigments and to select leaves with unique and interesting patterns

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Perumahan Samaji Asri Kecamatan Taktakan, Kota Serang

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat harus ada dalam semua hal, termasuk dalam memelihara kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan mencerminkan kondisi masyarakat yang tinggal di dalamnya. Pemberdayaan lingkungan merupakan cita-cita bersama sehingga diciptakan secara bersama-sama. Berdayanya lingkungan ditandai dengan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas masyarakatnya, artinya aktivitas masyarakat tidak akan terganggu dikarenakan alasan lingkungannya. Tujuan pendiri bank sampah di Perumahan Samaji Asri sebenernya bukan hanya berorientasi pada penambahan kesejahteraan tapi juga memberikan kesadaran kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya menjaga lingkungan dan bisa menjadi budaya bagi masyarakat Perumahan Samaji Asri. Penambahan soft skill keterampilan berupa keahlian daur ulang sampah yang ditujukan bagi para pengelola bank sampah dan masyarakat setempat, tujuan diberikannya soft skill ini adalah masyarakat dapat melilah sampah dengan benar dan mampu menghasilkan produk-produk bernilai jual/ekonomis tinggi. Sehingga bisa membuat masyarakat Perumahan Samaji Asri lebih kreatif dan bisa menjaga lingkungan dengan baik. Community Empowerment Through Waste Management at the Samaji Asri Housing Waste Bank, Taktakan District, Serang City Abstract Community empowerment must exist in all matters, including maintaining environmental cleanliness. A clean environment will reflect the condition of the people living in it. Environmental empowerment is a shared ideal so it is created together. Environmental empowerment is characterized by environmental conditions that support community activities, meaning that community activities will not be disturbed due to environmental reasons. The aim of establishing the waste bank at Samaji Asri Housing is actually not only oriented towards increasing welfare but also providing awareness to the community so that people can know the importance of protecting the environment and that it can become a culture for the Samaji Asri Housing community. The addition of soft skills in the form of waste recycling skills is aimed at waste bank managers and local communities. The aim of providing these soft skills is that the community can process waste properly and be able to produce products of high selling/economic value. So that it can make the Samaji Asri Housing community more creative and able to protect the environment well

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇