Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
Pengembangan Keterampilan Praktis Mahasiswa melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa Program Studi Fisika di Universitas Pendidikan Mandalika melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA. Mitra yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa semester 2 dan 4 dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, dengan total peserta sebanyak 15 mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah In-Service Training (IST) dan On-Service Training (OST), yang mencakup sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung di laboratorium. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa. Nilai pretest berkisar antara 40 hingga 65, sedangkan nilai posttest berkisar antara 85 hingga 100. Peningkatan nilai terbesar adalah 57 poin, dan yang terkecil adalah 25 poin. N-Gain untuk semua responden berada di atas 0.7, menunjukkan efektivitas tinggi dari program pelatihan ini. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat, dengan 75 respons menyatakan bahwa kontribusi mereka dihargai selama sesi praktek, dan masing-masing 70 respons untuk lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan dari instruktur. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk memperluas program pelatihan ini ke skala yang lebih besar dan mengimplementasikannya pada bidang studi lain yang memerlukan keterampilan laboratorium. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap kinerja akademik dan karir profesional mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa.
Developing Student Practical Skills through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program
This study aims to enhance the practical skills of Physics Study Program students at Universitas Pendidikan Mandalika through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program. The partners involved in this program are second and fourth-semester students from the Faculty of Applied Science and Technology, with a total of 15 students participating. The implementation methods used are In-Service Training (IST) and On-Service Training (OST), which include theoretical sessions, demonstrations, and hands-on practice in the laboratory. The results of this program show a significant improvement in students' understanding and practical skills. The pretest scores ranged from 40 to 65, while the posttest scores ranged from 85 to 100. The highest increase in scores was 57 points, and the lowest was 25 points. The N-Gain for all respondents was above 0.7, indicating high effectiveness of the training program. Students' active participation also increased, with 75 responses indicating that their contributions were valued during practice sessions, and 70 responses each for a conducive learning environment and instructor support. The recommendations from this study are to expand this training program to a larger scale and implement it in other fields of study that require laboratory skills. Additionally, further research is needed to evaluate the long-term impact of this program on students' academic performance and professional careers. This program is expected to serve as a model for other educational institutions in developing students' practical skills
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Jeruk Subak Tegalan Mabi, Kintamani - Bangli
Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota Kelompok Wanita Tani Jeruk di Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli dalam budidaya dan pengolahan jeruk. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari 20 orang anggota kelompok. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif dan pendampingan partisipatif, fokus pada pengolahan jeruk menjadi produk bernilai tambah, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah jeruk menjadi produk olahan seperti manisan dan sirup serta memasarkan produk melalui media sosial dan platform e-commerce. Hal ini bisa dilihat dari nilai rata-rata skor pemahaman peserta dalam aspek pengolahan (X1) sebelum adanya pendampingan dari tim pengabdian sebesar 1,062 yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk tidak paham dalam mengolah buah jeruk menjadi produk olahan. Setelah dilakukan pendampingan oleh tim pengabdian rata-rata skor nya sebesar 3, yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk paham dalam mengolah buah jeruk menjadi produk olahan. Sedangkan dari aspek pemasara (X2) nilai rata-rata skor pemahaman peserta sebelum dilakukan pelatihan sebesar 1,066 yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk tidak paham tentang strategi pemasaran digital. Setelah dilakukan pendampingan oleh tim pengabdian rata-rata skornya meningkat menjadi 3,01 yang artinya bahawa kelompok Wanita tani jeruk sudah paham tentang pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah melanjutkan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, memperluas akses ke pasar yang lebih luas, dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga terkait untuk mendukung keberlanjutan ekonomi kelompok. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberdayakan anggota kelompok wanita tani, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menciptakan model usaha tani jeruk yang berkelanjutan di Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli.
Empowerment of the Orange Farming Women's Group in Subak Tegalan Mabi, Kintamani - Bangli
Abstract
The objective of this empowerment activity is to enhance the skills and knowledge of the members of the Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani Jeruk) in Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli, in citrus cultivation and processing. The activity involves 20 members of the group. The implementation methods include intensive training and participatory mentoring, focusing on proper citrus cultivation techniques, processing citrus into value-added products, and digital marketing strategies. The results of the activity show a significant increase in the members' knowledge and skills in processing citrus into products such as candied fruit and syrup and marketing these products through social media and e-commerce platforms. This can be seen from the average score of participants understanding in the processing aspect (X1) before the training from the service team was 1,062, which means that the group of women orange farmers did not understanding how to process orange fruit into processed product. After training was carried out by the service team, the average score was 3, which means that the women’s orange farming group understands how to process orange fruit into processed product. Meanwhile, from the marketing aspect (X2), the average score of participants understanding before the training was 1,066, which means that the group of women orange farmers did not understand digital marketing strategies. After training was carried out by the service team, the average score increased to 3,01, which means that the women’s orange farming group already understands the use of social media to market products. Recommendations from this activity include continuing sustainable mentoring and training, expanding market access, and strengthening collaboration with related institutions to support the economic sustainability of the group. Therefore, this activity successfully empowers the members of the Women Farmers Group, enhances their economic independence, and creates a sustainable citrus farming model in Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli
Sosialisasi Penulisan Artikel Ilmiah pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP UHO
Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa melalui sosialisasi penulisan artikel ilmiah. Metode yang digunakan yaitu demonstasi dengan langsung memberikan pengarahan kepada peserta. Permasalahan yang terjadi yaitu kesulitan memahami struktur yang benar dari artikel ilmiah, termasuk bagaimana menyusun bagian-bagian seperti pendahuluan, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Kesulitan dalam mengevaluasi literatur yang relevan untuk mendukung argumen mereka dalam artikel bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama jika mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan penelitian. Keterampilan penulisan yang kurang matang dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan ide dan argumen mereka dengan jelas dan persuasif. Hal ini termasuk masalah dalam tata bahasa, gaya penulisan, dan struktur kalimat. Mahasiswa kesulitan mengakses sumber daya yang diperlukan untuk menunjang penelitian mereka, seperti jurnal-jurnal akademik atau perangkat lunak analisis data. Hasil yang diperoleh dari sosialisasi penulisan artikel ilmiah pada mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur dan format penulisan artikel ilmiah. Pengetahuan tentang cara melakukan penelitian yang benar, termasuk pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Belajar teknik-teknik penulisan yang efektif, termasuk penggunaan bahasa akademik, penulisan abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, diskusi, dan kesimpulan. Penggunaan alat bantu seperti mendeley untuk manajemen referensi dan sitasi. Dari 100 orang mahasiswa terdapat 83% mengerti dengan tata cara penulisan artikel ilmiah, dan sisanya sebanyak 17% masih belum mengerti. Pelaksanaan sosialisasi penulisan artikel ilmiah pada mahasiswa yaitu dengan adanya sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa. Mereka menjadi lebih terampil dalam menyusun artikel yang terstruktur dan sesuai dengan standar akademik.
Socialization of Scientific Article Writing for Students of the Department of Sports Science FKIP UHO
Abstract
The purpose of this study is to provide students with an understanding through the socialization of scientific article writing. The problems that occur are the difficulty in understanding the correct structure of scientific articles, including how to organize sections such as introduction, methodology, results, and conclusions. Difficulty in evaluating relevant literature to support their arguments in articles can be a challenge for students, especially if they do not have enough experience in conducting research. Immature writing skills can hinder students' ability to convey their ideas and arguments clearly and persuasively. This includes problems with grammar, writing style, and sentence structure. Students have difficulty accessing the resources needed to support their research, such as academic journals or data analysis software. The results obtained from the socialization of scientific article writing for students are getting a better understanding of the structure and format of writing scientific articles. Knowledge of how to conduct proper research, including data collection, analysis, and interpretation of results. Learning effective writing techniques, including the use of academic language, writing abstracts, introductions, methodology, results, discussions, and conclusions. Using tools such as Mendeley for reference and citation management. Out of 100 students, 83 people understand the procedures for writing scientific articles, and the remaining 17 people still do not understand. The implementation of socialization of scientific article writing for students, namely through socialization, can improve students' understanding and scientific writing skills. They become more skilled in compiling articles that are structured and in accordance with academic standards
Pengukuran Tingkat Kebugaran dan Skrining Kesehatan Atlet Akademi Sepak Bola di Kota Malang
Pendidikan olahraga pada usia dini sangat penting dalam menciptakan kualitas atlet yang baik. Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) adalah akademi sepak bola internasional yang berorientasi pada prestasi unggul melalui pendidikan olahraga yang baik. Namun, proses seleksi di ASIFA lebih menitikberatkan pada postur dan kemampuan teknis pemain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan skrining kesehatan komprehensif pada siswa ASIFA guna memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran mereka serta memberikan rekomendasi intervensi kesehatan yang diperlukan. Skrining kesehatan dilakukan pada total 72 siswa ASIFA. Skrining ini meliputi pengukuran tekanan darah dan laju nadi menggunakan sphygmomanometer digital, tinggi badan menggunakan stature meter, berat badan, persen lemak, body age, BMI, kebutuhan kalori, dan lemak visceral menggunakan body composition analyzer, serta antropometri lain dari lingkar tubuh menggunakan pita ukur. Pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) digunakan untuk memastikan pendekatan yang sistematis dalam skrining dan intervensi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia rata-rata siswa adalah 15,71 tahun dengan mayoritas berada dalam rentang usia 14-17 tahun (63,9%). Berat badan rata-rata siswa adalah 55,51 kg dan tinggi badan rata-rata 163,46 cm. Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mayoritas siswa berada dalam kategori normal (68,1%), sementara 25% siswa masuk dalam kategori underweight dan 6,9% siswa berada dalam kategori overweight. Kondisi underweight pada 25% siswa menunjukkan adanya potensi masalah nutrisi yang perlu segera ditangani untuk memastikan kebugaran dan performa optimal. Intervensi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan performa atlet muda.
Fitness Level Measurement and Health Screening of Football Academy Athletes in Malang City
Abstract
Early-age sports education is crucial in creating high-quality athletes. Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) is an international soccer academy focused on achieving excellence through quality sports education. However, the selection process at ASIFA emphasizes players' posture and technical skills. The aim of this activity is to conduct comprehensive health screenings on ASIFA students to provide a complete overview of their health and fitness conditions and to provide necessary health intervention recommendations. Health screenings were conducted on a total of 72 ASIFA students. These screenings included measuring blood pressure and pulse rate using a digital sphygmomanometer, height using a stature meter, weight, body fat percentage, body age, BMI, caloric needs, and visceral fat using a body composition analyzer, as well as other anthropometric measurements of body circumference using a measuring tape. The PDCA (Plan-Do-Check-Act) approach was used to ensure a systematic approach to health screening and intervention. The results showed that the average age of the students was 15.71 years, with the majority being in the age range of 14-17 years (63.9%). The average weight of the students was 55.51 kg and the average height was 163.46 cm. Based on the Body Mass Index (BMI), the majority of students were in the normal category (68.1%), while 25% of students were underweight and 6.9% of students were overweight. The underweight condition of 25% of the students indicates potential nutritional problems that need to be addressed immediately to ensure optimal fitness and performance. Health interventions are necessary to improve the performance of young athletes
Sosialisasi Mendesain Rancangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Melalui Komponen Utama: Tujuan, Bukti Penilaian, Kegiatan Belajar
Lokakarya tentang merancang perangkat kurikulum untuk implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menciptakan alat pembelajaran yang efektif dan komprehensif. Inisiatif ini menangani kebutuhan pendekatan yang terstruktur dalam desain kurikulum, memastikan keselarasan dengan standar dan tujuan pendidikan. Metodologi yang digunakan meliputi sesi interaktif, kegiatan kelompok kolaboratif, dan latihan praktis, yang memfasilitasi pengalaman langsung dan pembelajaran bersama. Peserta menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang meningkat dalam desain kurikulum, seperti yang dibuktikan oleh penilaian sebelum dan sesudah lokakarya. Hasil dari lokakarya ini menunjukkan dampak positif terhadap kemampuan pendidik untuk merancang dan mengimplementasikan perangkat kurikulum, yang berkontribusi pada peningkatan keseluruhan proses pendidikan dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dan skalabilitas program pelatihan serupa.
Socialization of Designing Independent Curriculum Learning Devices Through Main Components: Objectives, Assessment Evidence, Learning Activities
Abstract
The workshop on designing curriculum devices for Merdeka Curriculum implementation aimed to enhance educators' competencies in creating effective and comprehensive learning tools. This initiative addressed the need for a structured approach to curriculum design, ensuring alignment with educational standards and objectives. The methodology included interactive sessions, collaborative group activities, and practical exercises, facilitating hands-on experience and peer learning. Participants demonstrated improved understanding and skills in curriculum design, as evidenced by pre- and post-workshop assessments. This workshop's outcomes indicate a positive impact on educators' ability to design and implement curriculum devices, contributing to the overall improvement of the educational process within the Merdeka Curriculum framework. Further research is recommended to explore long-term effects and scalability of such training programs
Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Tawar pada Kelompok Swadaya Masyarakat "Balesemi" di Desa Bakalan Kabupaten Pasuruan
Desa Bakalan berada di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, mempunyai potensi wilayah yang dilewati aliran sungai yang cukup melimpah airnya, sehingga dimanfaatkan untuk mengairi tanaman dan memelihara ikan antara lain nila, tombro ataupun lele. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah teknologi budidaya perikanan air tawar kurang berkembang, pengetahuan tentang perikanan masih cukup rendah, dan penggunaan alat produksi serta sarana prasaran masih sederhana. Rendahnya pengetahuan mengenai teknologi dalam budidaya menyebabkan kegiatan produksinya tidak berjalan secara kontinyu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Balesemi” desa Bakalan. Anggota kelompok berjumlah 20 orang, yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra guna menjaga kontinyuitas produksi dengan penerapan teknologi wadah kolam terpal sebagai media budidaya. Kegiatan dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan sampai dengan pendampingan. Tahap persiapan dengan cara survei dan wawancara, melakukan pendekatan dan identifikasi masalah, diskusi bersama tentang pemecahan masalah. Adapun tahap pelaksanaan Bimtek meliputi: 1) Penyiapan kolam, 2) Pemilihan bibit, 3) Penebaran benih 4) Pemilihan pakan berkualitas; 5) Cara panen dan pasca panen. Solusi selanjutnya adalah pemberian bantuan kolam terpal yang dapat digunakan untuk budidaya ikan yang lebih baik. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui hasil survei dan kuisioner. Hasil survei didapat bahwa peningkatan pemahaman peserta sebelum Bimtek terhadap materi pada kisaran paling rendah 25% dan persentase pemahaman tertinggi 50%. Kemudian setelah dilakukan Bimtek mengalami peningkatan pemahaman tertinggi pada materi persiapan kolam mencapai 100% sedangkan terendah pada materi mengenai pakan sebesar 80%. Hasil pengabdian ini penting artinya bagi perkembangan budidaya perikanan pada umumnya dan peningkatan pendapatan bagi kelompok mitra.
Technical Guidance for Freshwater Fish Cultivation at the "Balesemi" Community Self-Help Group in Bakalan Village, Pasuruan Regency
Abstract
Bakalan Village is located in Purwosari District, Pasuruan Regency, has the potential of an area crossed by a river with abundant water, so it is used to irrigate plants and raise fish including tilapia, tombro or catfish. One of the problems faced is that freshwater fisheries cultivation technology is underdeveloped, knowledge about fisheries is still quite low, and the use of production tools and infrastructure is still simple. The low knowledge of technology in cultivation causes production activities not to run continuously. The activity partner is the Community Self-Help Group (KSM) "Balesemi" in Bakalan Village. This activity aims to improve the knowledge and skills of partner groups in order to maintain production continuity by implementing tarpaulin pond technology as a cultivation medium. Activities start from the preparation stage, socialization, implementation to mentoring. The preparation stage is by means of surveys and interviews, approaching and identifying problems, and discussing together about solving problems. The implementation stages of the Technical Guidance include: 1) Preparation of ponds, 2) Selection of seeds, 3) Spreading seeds, 4) Selection of quality feed; 5) How to harvest and post-harvest. The next solution is to provide assistance in the form of tarpaulin pools that can be used for better fish farming. Evaluation of success is carried out through survey results and questionnaires. The survey results showed that the increase in participants' understanding before the Technical Guidance on the material was in the range of the lowest 25% and the highest percentage of understanding was 50%. Then after the Technical Guidance was carried out, there was the highest increase in understanding in the material on pond preparation reaching 100% while the lowest was in the material on feed at 80%. The results of this service are important for the development of fisheries cultivation in general and increasing income for partner groups
Penerapan KIT Listrik Dinamis Berbasis Energi Terbarukan dengan Pendekatan Steam-Kontekstual bagi Guru-Guru SMP Se Kabupaten Siak
Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dibidang IPA fisika pada jenjang Sekolah Menengah Pertama adalah terjadinya proses pembelajaran yang masih menggunakan buku-buku dan KIT nasional memberikan pembahasan secara universal dengan contoh-contoh yang bersifat umum, belum menyentuh kehidupan nyata dilingkungan peserta didik sehingga penyerapan ilmu yang diberikan belum maksimal, sehingga pengembangan dan penerapan KIT Listrik Dinamis Berbasis Energi Terbarukan dengan Pendekatan STEAM-Kontekstual merupakan solusi yang dirasa sangat diperlukan. Pengintegrasian media kontekstual dan pendekatan STEAM mempunyai keunggulan dibandingkan dengan media lain. Media ini memberikan pengalaman belajar siswa dengan kehidupan dihadapi siswa, semua percobaan akan dilatihkan kepada guru dalam keterampilan proses, keterampilan psikomotor, keterampilan Tingkat tinggi, berfikir kritis tanpa meninggalkan sikap ilmiah, KIT disertai dengan LKPD dan panduan penggunaannya dengan menggunakan azas atau prinsip kolaboratif. Integrasi dari sains, teknologi, teknik, seni dan matematika merupakan keterpaduan yang tidak bisa dipisahkan, beberapa percobaan listrik dinamis dapat dibuktikan dan dilatihkan dengan mengunakan KIT listrik ini, adapun percobaan-percobaan yang bisa dilatihkan yaitu percobaan hukum Ohm, Rangkaian listrik Seri, paralel dan rangkaian gabungan seri dan paralel, energi terbarukan. Pengabdian ini telah melibatkan 25 Guru SMP di Kabupaten Siak. Pengabdian ini sudah berhasil baik dari segi pelaksanaannya maupun dari respon guru terhadap KIT dan LKPDnya dengan kategori Sangat Tinggi.
Implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with Steam-Contextual Approach for Junior High School Teachers in Siak Regency
Abstract
The problem faced in learning in the field of physics science at the Junior High School level is the occurrence of a learning process that still uses books and national KIT that provide universal discussions with general examples, have not touched on real life in the student environment so that the absorption of knowledge provided is not optimal, so the development and implementation of Dynamic Electricity KIT Based on Renewable Energy with the STEAM-Contextual Approach is a solution that is considered very necessary. The integration of contextual media and the STEAM approach has advantages compared to other media. This media provides students with learning experiences with the lives faced by students, all experiments will be trained to teachers in process skills, psychomotor skills, high-level skills, critical thinking without leaving a scientific attitude, KIT is accompanied by LKPD and a guide to its use using collaborative principles or principles. The integration of science, technology, engineering, art and mathematics is an inseparable integration, several dynamic electricity experiments can be proven and practiced using this electricity KIT, the experiments that can be practiced are Ohm's law experiments, Series, parallel and combined series and parallel circuits, renewable energy. This service has involved 25 Junior High School Teachers in Siak Regency. This service has been successful both in terms of its implementation and in terms of teacher responses to the KIT and LKPD with the Very High category
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biochar
Banyaknya limbah pertanian yang tidak dimanfaatkan oleh petani dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Salah satu limbah pertanian yang biasa dibuang dilahan pertanian yaitu limbah sekam padi. Sekam padi merupakan kulit pembungkus padi yang dipisahkan dari biji padinya. Limbah sekam padi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah dengan mengubahnya menjadi biochar. Biochar limbah sekam padi dapat meningkatkan kandungan karbon dan nitrogen dalam tanah. Desa Sukadana merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang baik, disisi lain Masyarakat belum memanfaatkan limbah pertaniannya. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan baku pembuatan biochar. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode edukatif dan sosialisasi aktif dengan diskusi dan sharing yang melibatkan seluruh peserta pengabdian. Dari kegiatan pengabdian yang dilakukan telah diketahui bahwa kelompok tani 1.) Sebagian besar anggota kelompok tani belum bisa baca tulis; 2.) kegiatan pretest dan posttest perlu dilakukan dalam bentuk diskusi tanpa adanya kegiatan tulis menulis; 3.) Pengetahuan tentang pemanfaatan limbah pertanian yang rendah; 4) Setelah adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin paham dalam mengelola limbah pertanian, terutama sekam padi; 5.) Perlu adanya tindak lanjut praktik pembuatan biochar limbah pertanian.
Socialization of the Use of Rice Husk Waste as Raw Material for Making Biochar
Abstract: The large amount of agricultural waste that is not utilized by farmers can cause environmental pollution. One of the agricultural wastes that is usually disposed of on agricultural land is rice husk waste. Rice husks are the skin covering the rice which is separated from the rice grains. This rice husk waste can be used as a soil amendment by turning it into biochar. Rice husk waste biochar can increase carbon and nitrogen content in the soil. Sukadana Village is one of the villages that has good agricultural potential, on the other hand, the community has not utilized its agricultural waste. Therefore, this service activity was carried out with the aim of increasing farmers' knowledge in using rice husk waste as raw material for making biochar. Service activities are carried out using educational methods and active socialization with discussions and sharing involving all service participants. From the community service activities carried out, it is known that the farmer groups 1.) Most of the members of the farmer groups cannot read and write; 2.) pretest and posttest activities need to be carried out in the form of discussions without any writing activities; 3.) Knowledge about low utilization of agricultural waste; 4) After this socialization, people understand more about managing agricultural waste, especially rice husks; 5.) There needs to be follow-up on the practice of making biochar from agricultural waste
Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Destinasi Wisata Pantai Batu Burung Kota Singkawang
Pantai Batu Burung adalah salah satu destinasi wisata berbasis lingkungan pantai di Singkawang yang di tepian pantainya dikeiling pohon mangrove. Salain sebagai tempat wisata, wilayah ini juga digunakan sebagai jalur transportasi dan wilayah penangkapan ikan. Dengan aktivitas tersebut, memungkinkan terjadinya perubahan garis pantai, dan tentunya berpengaruh terhadap kualitas ekosistem mangrove yang dimilikinya. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan rehabilitasi mangrove di pantai Batu Burung dengan tujuan untuk mengedukasi peserta kegiatan melalui ceramah edukatif tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove, dirangkaikan dengan giat langsung penanaman mangrove di kawasan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yaitu mahasiswa bersama masyarakat setempat untuk bersinergi dalam rehablitasi mangrove di kawasan Pantai Batu Burung. Edukasi tentang bagaimana memelihara lingkungan pesisir agar tidak terdegradasi akibat aktivitas manusia, dilakukan di areal penanaman mangrove dengan metode ceramah. Selanjutnya dilakukan penanaman pohon mangrove Rhizopora sp. sebanyak 33 batang bibit untuk setiap peserta. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan keberhasilan penanaman 1000 pohon mangrove Rhizopora di pantai Batu Burung, dan kuisioner yang dibagikan di awal dan akhir kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami pentingnya melakukan rehabilitasi terhadap \ ekosistem pesisir dan menjaganya dari kerusakan terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia.
Rehabilitation of the Mangrove Ecosystem in the Batu Burung Beach Tourism Destination Area, Singkawang City
Abstract: Batu Burung Beach is one of the environmentally based coastal tourist destinations in Singkawang, with mangrove trees lining its shoreline. Apart from serving as a tourist attraction, this area is also used for transportation routes and fishing activities. With these activities, it is possible for changes in the coastline to occur, which, of course, have an impact on the quality of its mangrove ecosystem. In this Community Service activity, mangrove rehabilitation is carried out at Batu Burung Beach with the aim of educating participants through informative lectures on the importance of preserving the mangrove ecosystem, coupled with direct mangrove planting in the area. This activity is attended by 30 participants, including students and local residents, to work together in rehabilitating the mangroves at Batu Burung Beach. The evaluation of this activity shows the successful planting of 1000 Rhizophora mangrove trees at Batu Burung Beach. Education on how to maintain the coastal environment so that it is not degraded due to human activities is carried out in mangrove planting areas using the lecture method. Next, 33 Rhizopora mangrove seeds were planted for each participant and questionnaires distributed at the beginning and end of the activity show an increase in students' ability to understand the importance of rehabilitating the condition of coastal ecosystems and protecting them from damage, especially caused by human activities
Peningkatan Kualitas Implementasi Project-Based Learning Pada Guru IPA Sekolah Muhammadiyah Kota Batu
Majelis Pendidikan dasar dan Menengah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu memiliki program peningkatan kualitas pembelajaran untuk semua bidang studi. Rintisan program ini dimulai dengan pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA sangat relevan bila dibelajarkan menggunakan model Project-based Learning (PjBL) yang direkomendasikan oleh kurikulum merdeka. Permasalahan yang dijumpai pada mitra adalah guru yang dimiliki kurang memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam mengimplementasikan PjBL. Masalah ini perlu dicarikan solusi, oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan implementasi model PjBL. Kegiatan ini telah dilaksanakan di SMP, SMA dan SMK Muhammadiyah Kota Batu dengan langkah terdiri atas sosialisasi pelatihan, workshop, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan dengan ceramah terkait PjBL dan strategi pengabdian, workshop dilakukan dengan penyusunan rencana pembelajaran model PjBL. Pendampingan dilakukan dengan lesson study (plan, do, see). Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan refleksi atas pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan PjBL. Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peingkatan pemahaman, keterampilan dan sikap guru terhadap PjBL yang diindikasikan dari peningkatan skor kualifikasi peformansi guru dalam menyusun modul maupun praktek real teaching PjBL.
Improving the Quality of Implementation of Project-Based Learning in Science Teachers at Muhammadiyah Schools in Batu City
Abstract
The Elementary and Secondary Education Council, Muhammadiyah Regional Leadership of Batu City has a program to improve the quality of learning for all fields of study. The pilot program begins with science learning. Science learning is very relevant when taught using the Project-based Learning (PjBL) model recommended by the independent curriculum. The problem encountered by partners is that the teachers they have lack the knowledge, skills and experience in implementing PjBL. This problem needs to be solved, therefore the purpose of this community service activity is training and mentoring in implementing the PjBL model. This activity has been carried out in junior high schools, senior high schools and vocational schools of Muhammadiyah Batu City with steps consisting of training socialization, workshops, mentoring, monitoring and evaluation. Socialization is carried out with lectures related to PjBL and service strategies, workshops are carried out by preparing a PjBL model learning plan. Mentoring is carried out with lesson study (plan, do, see). Monitoring and evaluation are carried out by reflecting on the teacher's understanding and skills in designing and implementing PjBL. It can be concluded that there has been an increase in teachers' understanding, skills and attitudes towards PjBL as indicated by an increase in teachers' performance qualification scores in compiling modules and real PjBL teaching practices