Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Socialization of Product Innovation and Financial Literacy for Malay Culinary Businesses among the Community of Kampung Bandar, Senapelan District, Pekanbaru City

    No full text
    Kontribusi UMKM dalam lingkup perekonomian nasional bergerak signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar lebih dari 60% atau sekitar Rp8.573 Triliun setiap tahunnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi produk dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM Kampung Bandar kawasan heritage Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Sebagian besar UMKM di wilayah ini menjual produk unggulan daerah terutama cita rasa Melayu. Permasalahan yang muncul yakni persaingan usaha di sekitar kawasan Kampung Bandar pada bidang FnB yang didominasi dengan aneka kuliner kekinian. Selain itu, observasi tim pengabdian menemukan bahwa sebagian besar pelaku usaha masih menggunakan cara-cara non konvensional dalam mencatat laporan keuangan. Kondisi ini terkadang menyebabkan pembukuan laba-rugi tidak dapat dilakukan dengan rapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang difokuskan pada dua aspek utama, yaitu pengembangan inovasi produk kuliner (rasa, kemasan, dan branding) dan penguatan literasi keuangan dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan produk yang lebih menarik serta pengelolaan keuangan usaha yang lebih terstruktur. Inovasi produk dan literasi keuangan terbukti menjadi kombinasi yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk serta mendorong minat beli konsumen terhadap kuliner khas Melayu. Ke depan, diperlukan intervensi dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dari instansi terkait untuk memastikan bahwa UMKM di Kampung Bandar adaptif dari segi inovasi maupun pencatatan keuangan. Hal ini dikarenakan inovasi yang berorientasi pada perkembangan zaman dan metode pencatatan keuangan yang terstruktur merupakan kebutuhan dasar untuk mendorong UMKM maju. Socialization of Product Innovation and Financial Literacy for Malay Culinary Businesses among the Community of Kampung Bandar, Senapelan District, Pekanbaru City  Abstract The contribution of MSMEs in the national economy has a significant impact on the Gross Domestic Product (GDP) of more than 60% or around IDR 8,573 trillion annually. This community service activity aims to provide information about product innovation and financial literacy for MSME actors in Kampung Bandar, a heritage area in Pekanbaru City, Riau Province. Most SMEs in this area sell regional specialty products, particularly those with Malay flavors. The issue that arises is business competition in the Kampung Bandar area in the F&B sector, which is dominated by various modern culinary offerings. Additionally, the outreach team's observations revealed that most business operators still use non-conventional methods in recording financial statements. This situation sometimes results in profit and loss accounting that is not properly organized. The methods used in this activity include socialization, training, and mentoring focused on two main aspects: culinary product innovation (flavor, packaging, and branding) and strengthening basic financial literacy. The results of the activities showed an increase in participants' knowledge and skills in developing more attractive products and more structured business financial management. Product innovation and financial literacy proved to be an effective combination in increasing product competitiveness and encouraging consumer interest in purchasing Malay culinary products. Going forward, intervention in the form of ongoing assistance from relevant agencies is needed to ensure that MSMEs in Kampung Bandar are adaptive in terms of innovation and financial record-keeping. This is because innovation that is oriented towards the times and structured financial record-keeping methods are basic requirements for encouraging MSMEs to progress.Kampung Bandar is one of the heritage areas in Pekanbaru City that holds great potential for the development of he creative economy sector, particularly in traditional Malay culinary arts. However, the culinary products offered by local entrepreneurs in this area are still limited in terms of innovation and have not been optimally managed from a financial perspective. This community service activity aims to enhance the appeal of Malay culinary products through product innovation and to strengthen the financial literacy of business owners as an effort to increase consumer purchasing interest. The methods used in this program include socialization, training, and mentoring, focusing on two main aspects: the development of culinary product and the enhancement of basic financial literacy (transaction recording, capital management, and business planning). The participants of this activity were culinary MSME actors in Kampung Bandar.The results of the program indicate an improvement in participants’ knowledge and skills in creating more attractive products and in managing business finances more systematically. Product innovation and financial literacy have proven to be an effective combination in increasing product competitiveness and stimulating consumer interest in traditional Malay cuisine. This activity is expected to contribute to strengthening the local economy based on cultural wisdom

    Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Bagi Pengajar Kampung Inggris Transmigrasi di Kabupaten Barito Kuala

    No full text
    Pengenalan bahasa Inggris sedini mungkin merupakan hal yang positif dan mutlak untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Akan tetapi, banyak anak-anak yang menganggap bahwa Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. Untuk mengenalkan Bahasa Inggris yang menyenangkan kepada anak-anak, diperlukan media pembelajaran yang membuat anak tertarik, bersemangat dan termotivasi untuk belajar. Mengingat hal tersebut, maka kegiatan pengabdian dilaksanakan. Selain itu, pengabdian ini juga dilakukan untuk memberikan pelatihan tentang pembuatan media pembelajaran kepada mitra sasaran dan juga pengaplikasian media tersebut dalam pembelajaran agar suasana belajar Bahasa Inggris menjadi menyenangkan dan dapat menghindari kejenuhan dan rasa bosan melalui media pembelajaran yang atraktif dan menarik. Mitra sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah 4 orang tenaga pengajar yang mengajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Transmigrasi di Desa Karang Indah Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini menggunakan metode Community Based Research (CBR), dengan tujuan menjawab permasalahan riil dan menawarkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, dalam hal ini adalah media pembelajaran Bahasa Inggris yang murah dan mudah dibuat oleh tenaga pengajar. Kegiatan ini meliputi proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para pengajar dapat memahami cara pembuatan dan kemudian dapat membuat sendiri media pembelajaran yang telah dilatihkan. Selain itu, mereka juga mengetahui bagaimana menggunakan media tersebut dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dari observasi di kelas yang dilakukan, 100% siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris secara aktif dan lebih termotivasi. Training for the Creation of English Language Instructional Media for the Tutors at the Transmigration English Village in Barito Kuala Regency Abstract: Introduction to English as early as possible is a positive and essential step to enhance the quality of human resources in Indonesia, especially in facing the current era of globalization. However, many children perceive English as a difficult and intimidating subject. To introduce English in an enjoyable manner to children, it is necessary to have learning media that captivate, excite, and motivate them to learn. Considering this, a community service activity is carried out. Additionally, this service is also conducted to provide training on creating media to target partners and the application of these media in teaching to make the English learning environment enjoyable, avoiding boredom and monotony through attractive and interesting learning media. The target partners in this community service activity are four English teachers who teach at the Transmigration English Village in the Karang Indah Village, Barito Kuala Regency. This activity uses the Community Based Research (CBR) method, to address real problems and offer solutions to the issues faced by the community, specifically in creating affordable and easily producible English learning media for teachers. The activity includes planning, implementation, and evaluation processes. The results of this community service show that the teachers can understand the process of creating and subsequently producing the learning media they have been trained for. Moreover, they also know how to use these media in English teaching. Through classroom observations, it was noted that 100% of students actively participated in English learning and were more motivated

    Penguatan Pendidikan dan Literasi Politik Dikalangan Muda

    No full text
    Partisipasi politik merupakan cara nyata bagi individu untuk mempengaruhi arah bangsa mereka melalui pemilihan umum. Dengan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030 dan peningkatan populasi, melibatkan pemilih muda menjadi semakin penting. Studi ini mengevaluasi dampak pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda tersebut. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang proses politik di kalangan pemilih muda, sehingga meningkatkan partisipasi mereka. Proyek ini dilaksanakan oleh tim PKM FISIP UNTAN bekerja sama dengan Mafindo, menggunakan diskusi dan simulasi sebagai metode pembelajaran. Metode sosialisasi atau penyuluhan digunakan. Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi, 42,73% pemilih muda menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang pendidikan dan literasi politik, serta efektif dalam menggunakan alat pemeriksa fakta. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan politik yang ditargetkan dapat berkontribusi signifikan terhadap partisipasi pemilih yang terinformasi dan aktif. Strengthening Political Education and Literacy Among Young People Abstract: Political participation represents a tangible way for individuals to influence the direction of their nation through elections. With the anticipated demographic bonus by 2030 and a rising population, engaging young voters has become increasingly critical. This study examines the impact of political education on enhancing the participation of these young voters. The objective of this initiative is to increase the knowledge and understanding of political processes among young electorates, thereby boosting their participation. The project was carried out by the PKM FISIP team at UNTAN in collaboration with Mafindo, employing discussions and simulations to facilitate learning. The method of socialization or educational outreach was used. Results indicate that after the intervention, 42.73% of the young voters demonstrated a better understanding of political education and literacy, and effectively utilized fact-checking tools. This suggests that targeted political education can significantly contribute to informed and active voter participation

    Optimalisasi Produktifitas Guru SDN Tingal 1 Blitar melalui Pendampingan Pembuatan Media Literasi Big Book

    No full text
    Kegiatan pendampingan penyusunan media literasi merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan jumlah media literasi bagi peserta didik, sehingga guru maupun peserta didik mendapatkan tambahan media literasi selain buku yang disediakan oleh pemerintah. SDN Tingal 1 Blitar terletak di Blitar, Jumlah guru di SDN Tingal 1 adalah 8 orang. Pendampingan ini berfokus pada media literasi big book. Hal tersebut dilakukan karena big book ini memberikan motivasi dan kesan berbeda jika peserta didik membacanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktifitas guru dalam menyusun media literasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahapan diantaranya ialah Workshop, Pendampingan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menghasilkan karya media literasi berupa big book yang disesuaikan dengan tingkatan kelas peserta didik. Terdapat 2 big book yang dihasilkan dengan tema yang berbeda. Guru merasa produktif dan bangga atas kemampuannya dalam menyusun media literasi. Bertambahnya kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan literasi, dan kemampuan peserta didik terkait literasi juga meningkat. Guru lebih mudah melakukan kegiatan literasi bersama peserta didik menggunakan media big book. Peserta didik juga merasa lebih tertarik dan semangat dalam melakukan kegiatan literasi. Aktivitas literasi peserta didik lebih meningkat dengan menggunakan big book. Optimizing the Productivity of SDN Tingal 1 Blitar Teachers through Assistance in Making Big Book Literacy Media Abstract Assistance in preparing literacy media is an activity that can increase the number of literacy media for students so that teachers and students get additional literacy media besides books provided by the government. Tingal 1 Blitar Primary School is located in Blitar, with 8 teachers at Tingal 1 Primary School. This mentoring focuses on big book literacy media. This is done because this big book provides motivation and a different impression if students read it. This service activity aims to optimize teacher productivity in developing literacy media. This service activity is carried out in several stages including workshops, mentoring, implementation, and evaluation. The results of this assistance activity produced literacy media works in the form of big books that are tailored to the grade level of students. There are 2 big books produced with different themes. Teachers feel productive and proud of their ability to develop literacy media. Teachers' ability to carry out literacy activities increased, and students' abilities related to literacy also increased. Teachers find it easier to do literacy activities with learners using big book media. Learners also feel more interested and enthusiastic in doing literacy activities. Learners' literacy activities are improved by using big books

    Penyuluhan Keamanan Pangan dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada UMK Susu Kambing Amaq Farm Desa Penujak

    No full text
    Keamanan pangan menjadi syarat utama dalam mengkonsumsi produk pangan. Selain itu yang lebih utama adalah terjaminnya kehalalan produk. UMK Amaq Farm yang memproduksi susu kambing perah belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait praktik hygiene dan sertifikasi halal produknya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan: 1) penyuluhan praktik baik keamanan pangan produksi susu kambing perah; dan 2) pendampingan sertifikasi halal gratis (SEHATI) melalui skema self declare. Metode pelaksanaan menggunakan metode kombinasi Participatory  Rapid  Appraisal  (PRA) dan Participatory  Learning and Action (PLA). Tahapan kegiatan antara lain analisis kebutuhan, analisis dan perencanaan, penyuluhan dan pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan 1) UMK Amaq Farm telah mampu melakukan praktik baik keamanan pangan setelah diberikan penyuluhan; dan 2) UMK Amaq Farm telah memperoleh sertifikasi halal atas produk susu kambing perahnya melalui skema self declare dengan nomor ID52110009293610823. Diharapkan setelah kegiatan pendampingan keamanan pangan dan terbitnya sertifikat halal ini, produk susu kambing UMK Amaq Farm jangkauan pemasarannya semakin luas. Food Safety Counseling and Free Halal Certification Assistance (SEHATI) at Amaq Farm Goat Milk MSEs in Penujak Village Abstract Food safety is the key requirement when consuming food. More importantly, the product must be guaranteed halal. Amaq Farm Micro Small Enterprise (MSEs) producing goat milk do not have sufficient knowledge about hygiene practices and halal certification of their products. This program aims to provide: 1) advice on good handling practices for goat milk production; and 2) support for free halal certification (SEHATI) through a self-declare scheme. The implementation methodology combines Participatory Rapid Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) methods. The stages of activity include needs assessment, analysis and planning, guidance and mentoring, and evaluation. The results of this service showed that 1) Amaq Farm MSEs were able to implement good food safety practices after being advised, and 2) Amaq Farm MSEs obtained Halal certification for their goat milk dairy products through a self-declaration scheme with the number ID52110009293610823. It is expected that the Amaq Farm MSEs' goat milk products will have a wider marketing reach following the food safety assistance activities and the issuance of halal certificates

    Sosialisasi dan Bimtek Pembuatan Biosaka untuk Tanaman Pakcoy di Dusun Montong Lauq, Desa Selat, Narmada

    No full text
    Desa Selat adalah salah satu desa utama penghasil beras di Kecamatan Narmada menghadapi berbagai tantangan seperti produktivitas tanaman dan ketergantungan pada pupuk kimia. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) memperkenalkan Biosaka sebagai inovasi berbasis bahan baku lokal untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman bagi petani di Dusun Montong Lauq, Desa Selat, Kecamatan Narmada. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara partisipatif dan observasi langsung di lapangan. Pelatihan mencakup diskusi kelompok, praktek pembuatan Biosaka, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 23 anggota kelompok tani “Pamansam” Dusun Montong Lauq. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, 47% petani memiliki pemahaman sangat rendah tentang Biosaka, dan hanya 3% yang sangat baik. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan 36% petani kini memahami Biosaka dengan sangat baik, 37% baik, dan hanya 9% yang tetap pada pemahaman rendah. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan kegiatan PkM dalam meningkatkan pengetahuan petani.  Socialization and Training on Biosaka Production for Pakcoy Plants in Montong Lauq, Selat Village, Narmada Abstract Selat Village is one of the primary rice-producing villages in the Narmada District, facing various challenges such as crop productivity and reliance on chemical fertilizers. The Community Service Program (PkM) introduced Biosaka as an innovation based on local raw materials to enhance plant growth and yields for farmers in Montong Lauq Hamlet, Selat Village, Narmada District. Data collection methods included participatory interviews and direct field observations. The training comprised group discussions, practical Biosaka production, and evaluations, involving 23 members of the "Pamansam" farmer group. Results indicated that prior to training, 47% of farmers had a very low understanding of Biosaka, with only 3% demonstrating a very good understanding. Post-training, the results showed that 36% of farmers now understood Biosaka very well, 37% well, and only 9% remained at a low understanding level. This improvement demonstrates the success of the PkM program in enhancing farmers' knowledge

    Mengubah Limbah Menjadi Berkah: Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Sebagai Media Budidaya Jamur dan Sayuran Organik

    No full text
    Pengabdian ini bertujuan melaitih mitra memanfaatkan limbah organik jerami, ampas sagu dan serbuk gergaji sebagai media tanam jamur merang. Selanjutnya limbah jamur diolah sebagai media tanam sayur mayur. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum mampu memanfaatkan limbah organik menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis. Teknik yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah PRA (Participatori Rural Appraisal) dimana dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar dalam seluruh kegiatan dan stakeholder setempat. Keunggulan metode ini adalah mampu meningkat keterampilan mitra karena terlibat langsung dalam proses produksi jamur merang. Penggunaan teknik ini bertujuan agar masyarakat dapat saling berbagi dan meningkatkan pengetahaun mereka tentang kondisi dan kehidupan masyarakat, membuat rencana dan bertindak. Keberhasilan proses pengabdian dinilai dari kompetensi mitra dalam budidaya jamur dan sayur mayur pada limbah jamur merang. Mitra telah mampu membudidayakan jamur merang dan sayur mayur ini terbukti dari hasil panen jamur yang sangat baik. Sayur mayur juga tumbuh subur pada media limbah jamur jika dibandingkan dengan media tanah. Suhu yang dijaga tetap setabil pada kumbung mikro terbukti mampu meningkatkan produksi 5 kg setiap raknya. Jika dipersentasekan secara keseluruhan terjadi peningkatan produksi 10% jika dibandingkan ukuran kumbung yang biasa dipakai oleh petani jamur merang. Berdasarkan hasil panen dan uji coba tanaman cabe pada limbah jamur merang dapat disimpulkan masyarakat desa Bengkaung telah mampu memanfaatkan limbah organik menjadi media tanam jamur merang serta mampu memanfaatkan limbah jamur sebagai media tanam sayur. Turning Waste into Blessings: Training on Processing Organic Waste as a Media for Cultivating Organic Mushrooms and Vegetables Abstract This service aims to train partners to utilize organic waste straw, sago dregs and sawdust as a growing medium for straw mushrooms. Next, the mushroom waste is processed as a vegetable growing medium. The main problem faced by partners is that they have not been able to utilize organic waste into materials that have economic value. The technique used in this community empowerment activity is PRA (Participatory Rural Appraisal) where the implementation involves the local community in all activities and local stakeholders. The advantage of this method is that it can improve the skills of partners because they are directly involved in the straw mushroom production process. The aim of using this technique is so that people can share and increase their knowledge about the conditions and life of the community, make plans and act. The success of the service process is assessed from the partner's competency in cultivating mushrooms and vegetables from straw mushroom waste. Partners have been able to cultivate straw mushrooms and vegetables as proven by the excellent mushroom harvest. Vegetables also grow well on mushroom waste media when compared to soil media. The temperature that is kept stable in micro barns has been proven to be able to increase production by 5 kg per shelf. If taken as a whole, there was a 10% increase in production compared to the size of the kumbung usually used by straw mushroom farmers. Based on the harvest results and trials of chili plants on straw mushroom waste, it can be concluded that the people of Bengkaung village have been able to use organic waste as a growing medium for straw mushrooms and are able to use mushroom waste as a medium for growing vegetables

    Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Konstruktivis Dalam Konteks Kurikulum Merdeka di MTs. NWDI Tangi - Lombok Timur

    No full text
    Pendampingan penyusunan modul ajar berbasis konstruktivis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pendekatan konstruktivis menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, di mana mereka membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung, eksplorasi, dan refleksi. Pendampingan penyusunan modul ajar berbasis konstruktivis ini tidak hanya akan meningkatkan kompetensi profesional guru, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di MTs NWDI Tangi, sejalan dengan visi dan misi Kurikulum Merdeka. Tujuan pendampingan penyusunan modul ajar ini yaitu Memberikan pemahaman bagi guru-guru Madrasah Tsanwiyah tentang modul ajar dalam konteks kurikulum merdeka, dan Mendampingi guru-guru dalam menyusun modul ajar dalam konteks kurikulum merdeka. Sekolah mitra yang dilibatkan dalam program kegiatan yaitu MTs NWDI Tangi. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Rural Apraisal. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan dari bulan September – Desember 2024 dengan rincian kegiatan yaitu, survey dan observasi sekolah, sosialisasi, serta pendampingan penyusunan modul ajar sampai dihasilkan produk modul ajar mata pelajaran. Hasil pendampingan setelah diadakan sosialisasi menunjukkan lebih dari 50% guru memahami konsep kurikulum merdeka (79%), guru-guru sudah memahami makna implementasi kurikulum merdeka; komponenen-komponen kurikulum merdeka (84,2%), guru-guru telah mengetahui komponen kurikulum yaitu Capaian pembelajaran, profil pelajar pancasilan, Tujuan pembelajaran, Alur tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, strategi pembelajaran, instrument penilaian, cara membuat lembar kerja, cara menyusun bahan ajar; pembelajaran berdiferensiasi (63,1%), guru-guru telah mengetahu cara melakukan asesmen pembelajaran deferensiasi siswa; pembelajaran konstruktivis (78,9%), guru-guru mengetahui jenis-jenis pembelajaran konstruktivis yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran; dan sintaks pembelajaran (63,2%), guru-guru mengetahui langkah-langkah pembelajaran konstruktivis yang dapat membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Assistance in the Preparation of Constructivist-Based Teaching Modules in the Context of kurikulum merdeka MTs. NWDI Tangi - Lombok Timur Abstract Assistance in the preparation of constructivist-based teaching modules aims to improve teacher competence in designing effective, innovative, and relevant learning tools in accordance with the principles of the Independent Curriculum. The constructivist approach places students as the center of learning, where they build knowledge through direct experience, exploration, and reflection. Assistance in the preparation of constructivist-based teaching modules will not only improve teacher professional competence, but also contribute to improving the quality of education at MTs NWDI Tangi, in line with the vision and mission of the Independent Curriculum. The purpose of assistance in the preparation of this teaching module is to provide an understanding for Madrasah Tsanwiyah teachers about teaching modules in the context of the independent curriculum, and to assist teachers in preparing teaching modules in the context of the independent curriculum. The partner school involved in the program activities is MTs NWDI Tangi. The implementation method used is Participatory Rural Appraisal. This mentoring activity was carried out from September to December 2024 with the following activities: school surveys and observations, socialization, and mentoring in compiling teaching modules until subject teaching module products were produced. The results of mentoring after the socialization showed that more than 50% of teachers understood the concept of the independent curriculum (79%), teachers understood the meaning of implementing the independent curriculum; components of the independent curriculum (84.2%), teachers knew the components of the curriculum, namely learning outcomes, Pancasila student profiles, learning objectives, learning objective flow, meaningful understanding, trigger questions, learning strategies, assessment instruments, how to make worksheets, how to compile teaching materials; differentiated learning (63.1%), teachers knew how to conduct student differentiation learning assessments; constructivist learning (78.9%), teachers knew the types of constructivist learning that could be implemented in the learning process; and learning syntax (63.2%), teachers knew the steps of constructivist learning that could build students' high-level thinking skills

    Peningkatan Kualitas Proposal Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Pelatihan Soft Skill Dan Hard Skill

    No full text
    Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan meningkatkan mutu proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di bidang kewirausahaan dengan memperkuat keterampilan Soft Skill dan Hard Skill melalui pelatihan. Kegiatan pengabdian  ini melibatkan 15 mahasiswa Sarjana Sains Teknik dan Terapan (S1 FSTT) Universitas Pendidikan Mandalika. Implementasinya menggunakan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kewirausahaan mahasiswa dalam Soft Skill dan Hard Skill. Pemahaman yang lebih baik terhadap kedua keterampilan ini berpotensi meningkatkan kualitas proposal PKM kewirausahaan. Sukses ini tercermin dalam respons positif yang tinggi dari mahasiswa, dengan 96.1% dari mereka menyatakan kepuasan terhadap program, menegaskan efektivitas pelatihan tersebut. Penemuan ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan pelatihan Soft Skill dan Hard Skill untuk meningkatkan kualitas proposal PKM kewirausahaan mahasiswa, yang bisa dijadikan landasan untuk pengembangan lebih lanjut di perguruan tinggi. Dalam pengembangan program serupa di masa depan, disarankan untuk memperluas peserta agar lebih representatif dari berbagai disiplin ilmu, memperpanjang durasi pelatihan, dan menyelaraskan materi dengan kebutuhan pasar kerja. Pemantauan yang berkelanjutan terhadap dampak jangka panjang dari pelatihan juga sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Improving the Quality of Student Entrepreneurship Proposals Through Soft Skill and Hard Skill Training Abstract: The Community Partnership Program (PKM) aims to improve the quality of Student Creativity Program (PKM) proposals in the field of entrepreneurship by strengthening Soft Skills and Hard Skills through the training provided. This research involved 15 Bachelor of Applied Science and Technology (S1 FSTT) students from the Mandalika University of Education. The implementation uses the science and technology transfer method with planning, implementation and evaluation stages. The results show a significant increase in students' entrepreneurial abilities in Soft Skills and Hard Skills. A better understanding of these two skills has the potential to improve the quality of entrepreneurial PKM proposals. This success was reflected in the high positive response from students, with 96.1% of them expressing satisfaction with the program, confirming the effectiveness of the training. These findings emphasize the importance of integrating Soft Skills and Hard Skills training to improve the quality of students' entrepreneurial PKM proposals, which can be used as a basis for further development in higher education. In the development of similar programs in the future, it is recommended to expand the participants to be more representative of various disciplines, extend the duration of training, and align the material with the needs of the job market. Ongoing monitoring of the long-term impact of training is also critical to ensuring program sustainability and effectiveness

    Pengoptimalan Olahan Blondo untuk Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan

    No full text
    Desa Pingaran Ulu merupakan salah satu desa yang terletak diwilayah Kecamatan Astambul, Kalimantan Selatan. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai produsen Jengkol saus tahi lala. Pengolahan tahi lala secara lanjut dapat menghasilkan blondo. Blondo mengandung protein dan asam amino dan baik untuk dimanfaatkan sebagai makanan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan olahan blondo sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pingaran Ulu, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan dengan melibatkan sekitar 10 produsen saus tahi lala. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi. Evaluasi program dilakukan dengan mengukur partisipasi masyarakat, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dan perubahan perilaku. Selama kegiatan masyarakat diberikan informasi terkait proses pembuatan blondo dari saus tahi lala dan demontrasi pembuatan bolu dan brownis dari blondo. Berdasarkan hasil kegiatan, sekitar 60% dari 40 peserta memahami teknik pengolahan blondo menjadi produk. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pelatihan dan berniat untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam usaha mereka. Kegiatan ini dinilai berhasil karena antusias warga untuk terlibat sangat tinggi. Masyarakat juga mampu mengolah blondo menjadi bolu dan brownies sebagai opsi penambahan pendapatan. Optimizing The Blondo Product to Improve the Economy of Pingaran Ulu Village Community, South Kalimantan Abstract Pingaran Ulu Village is one of the villages located in Astambul District, South Kalimantan. Most of the people work as producers of Jengkol tahila sauce. Further processing of tahilala sauce could produce blondo. Blondo contains protein and amino acids and is suitable for use as a food. Therefore, the aim of this service activity is to optimize the blondo product to improve the economy of Pingaran Ulu Village community, South Kalimantan. The activity was carried out for 3 months involving around 10 tahilala sauce producers. Service activities are carried out through socialization, coercion, and discussion. Program evaluation is carried out by measuring community participation, increased knowledge and skills, and behavior changes. During the activity, the community was given information regarding the process of making blondo from tahilala sauce and a demonstration on making sponge cake and brownies from blondo. Based on the results of the activity, about 60% of the 40 participants understood the technique of processing blondo into products. Participants also showed high enthusiasm in attending the training and intended to apply the knowledge and skills gained in their business. This activity was successful because the enthusiasm of the communities was very high. The community was also able to process blondo into cakes and brownies as an option to increase income

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇