Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pelatihan Dan Penyuluhan Kewirausahaan Bagi Pelaku Usaha Dalam Meningkatkan Daya Saing Dan Inovasi

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi tantangan rendahnya adopsi teknologi digital dan terbatasnya kemampuan inovasi yang menghambat daya saing. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan melalui pelatihan terpadu bagi 100 peserta yang terdiri dari pelaku usaha UMKM, mahasiswa, dan alumni Universitas Tadulako. Metode pelaksanaan menggabungkan ceramah, workshop interaktif, dan praktik langsung selama 2 hari (11-12 September 2025) dengan materi meliputi strategi bisnis, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan pengembangan inovasi produk. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner terstruktur skala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keempat aspek: pemahaman strategi bisnis meningkat 50,3% dengan 67% peserta mencapai target; penguasaan pemasaran digital mencapai 76% peserta mampu mengoperasikan minimal 2 platform; kemampuan pengelolaan keuangan dicapai 73% peserta; dan 54% peserta menghasilkan ide inovasi produk. Pendekatan pembelajaran praktis menggunakan tools gratis seperti Excel, Canva, dan platform media sosial terbukti efektif meningkatkan kapasitas peserta. Pendekatan hybrid dan partisipatif dengan integrasi tools digital berbasis kebutuhan lokal belum banyak dikaji dalam pelatihan kewirausahaan di Indonesia, sehingga model ini menjadi kontribusi baru dalam konteks pendidikan kewirausahaan berbasis komunitas kampus yang dapat direplikasi untuk akselerasi literasi digital UMKM mikro. Keberhasilan program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Entrepreneurship Training and Outreach for Business Actors to Enhance Competitiveness and Innovation Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia face significant challenges regarding low adoption of digital technology and limited innovation capabilities that hinder their competitiveness. This community service activity aimed to enhance entrepreneurial knowledge and skills through integrated training for 100 participants comprising MSME actors, students, and alumni of Tadulako University. The implementation method combined lectures, interactive workshops, and hands-on practice over 2 days (September 11-12, 2025), covering business strategy, digital marketing, financial management, and product innovation development. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using structured Likert-scale questionnaires. Results demonstrated significant improvements across four aspects: business strategy comprehension increased by 50.3% with 67% of participants achieving the target; digital marketing proficiency reached 76% of participants capable of operating at least 2 platforms; financial management competency was attained by 73% of participants; and 54% of participants generated product innovation ideas. The practical learning approach utilizing free tools such as Excel, Canva, and social media platforms proved effective in enhancing participants' capacity. The hybrid and participatory approach with integration of digital tools based on local needs has not been widely studied in entrepreneurship training in Indonesia, making this model a novel contribution in the context of campus-based community entrepreneurship education that can be replicated for accelerating digital literacy among micro-MSMEs. The success of this programme contributes to the achievement of SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), whilst strengthening the entrepreneurial ecosystem within the campus environment

    Pelatihan Perancangan Cover Buku sebagai Media Penguatan Kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual di SMKN 1 Suak Tapeh Banyuasin

    No full text
    Pelatihan perancangan cover buku ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi keahlian desain komunikasi visual (DKV) siswa SMKN 1 Suak Tapeh Banyuasin dalam menerapkan prinsip estetika dan tata letak pada media publikasi pendidikan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan siswa dalam merancang cover buku yang komunikatif dan profesional akibat keterbatasan pengalaman praktik serta minimnya pemahaman terhadap elemen desain grafis digital. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung (learning by doing) yang melibatkan dosen dan mahasiswa program studi DKV sebagai fasilitator. Materi mencakup teori tipografi, komposisi, pemilihan warna, serta penggunaan perangkat lunak desain seperti Canva dan Adobe Illustrator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata 35% pada pemahaman teori dan keterampilan desain siswa. Sebanyak 85% peserta mampu menghasilkan desain cover yang estetis dan komunikatif sesuai kaidah profesional. Dampak pelatihan terlihat pada meningkatnya motivasi berkarya, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja kolaboratif. Selain itu, guru pendamping memperoleh manfaat berupa penguatan strategi pembelajaran berbasis proyek, sementara sekolah mendapatkan peningkatan citra sebagai lembaga vokasi yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif digital. Pelatihan ini mengisi kekosongan kegiatan pengembangan literasi visual terapan yang menggabungkan metode design thinking dan perangkat lunak industri kreatif dalam konteks sekolah menengah kejuruan di luar kawasan industri besar. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi keahlian DKV dan menumbuhkan literasi visual siswa SMK. Training on Book Cover Design as a Medium for Strengthening Visual Communication Design Competencies at SMKN 1 Suak Tapeh, Banyuasin Abstract This training on book cover design aims to enhance the competencies of Visual Communication Design (VCD) students at SMKN 1 Suak Tapeh Banyuasin in applying principles of aesthetics and layout to educational publication media. The main issue faced by the partner school lies in students’ limited ability to create communicative and professional book cover designs due to a lack of practical experience and insufficient understanding of digital graphic design elements. The activity was carried out through a participatory training method based on hands-on practice (learning by doing), involving lecturers and students from the VCD program as facilitators. The materials covered typography, composition, color selection, and the use of design software such as Canva and Adobe Illustrator. The results showed an average improvement of 35% in students’ theoretical understanding and design skills. Approximately 85% of participants successfully produced aesthetic and communicative book cover designs that met professional standards. The training also increased students’ motivation, self-confidence, and ability to work collaboratively. Additionally, the accompanying teachers benefited from strengthened project-based learning strategies, while the school gained an improved image as a vocational institution adaptive to the development of the digital creative industry. This training fills the gap in applied visual literacy development activities that integrate the design thinking approach with creative industry software within the context of vocational schools located outside major industrial areas. Thus, the program proved effective in strengthening students’ VCD competencies and fostering visual literacy among vocational students

    Peningkatan Motivasi Melanjutkan Pendidikan melalui Sosialisasi Jenjang Pendidikan Lanjut di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum, Kabupaten Kubu Raya

    No full text
    Rendahnya motivasi siswa madrasah di daerah pedesaan untuk melanjutkan pendidikan tinggi menunjukkan adanya gap akademik terkait keterbatasan literasi pendidikan lanjut, informasi beasiswa, serta minimnya model pendampingan karier berbasis madrasah yang secara ilmiah jarang dikaji dalam konteks penguatan self-determination siswa. Untuk menjawab urgensi tersebut, kegiatan ini menerapkan sosialisasi partisipatif kepada 80 siswa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum melalui pemaparan materi, sesi motivasi, diskusi interaktif, serta evaluasi deskriptif menggunakan pre-test dan post-test yang berfungsi sebagai indikator awal perubahan pemahaman, bukan sebagai instrumen validasi psikometrik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman dari rata-rata 45% menjadi 88%, dan 90% siswa melaporkan peningkatan minat untuk melanjutkan pendidikan. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan positif setelah intervensi, meskipun tidak dapat diklaim sebagai hubungan kausal karena tidak melibatkan kelompok kontrol. Novelty kegiatan ini terletak pada integrasi model sosialisasi dua arah dengan testimoni alumni dan booklet beasiswa sebagai pendekatan inovasi sosial pendidikan yang memperkaya kajian mengenai motivasi belajar di lingkungan madrasah pedesaan. Enhancing Students’ Motivation for Higher Education through Educational Level Socialization at Madrasah Aliyah Mambaul Ulum, Kubu Raya Regency Abstract The low motivation of madrasah students in rural areas to continue their higher education indicates an academic gap related to limited literacy in further education, scholarship information, and the lack of madrasah-based career mentoring models that are rarely scientifically studied in the context of strengthening student self-determination. To address this urgency, this activity implemented participatory socialization for 80 students of Madrasah Aliyah Mambaul Ulum through material presentations, motivational sessions, interactive discussions, and descriptive evaluations using pre- and post-tests that functioned as early indicators of changes in understanding, not as psychometric validation instruments. The evaluation results showed an increase in understanding scores from an average of 45% to 88%, and 90% of students reported an increased interest in continuing their education. These findings indicate a positive trend after the intervention, although it cannot be claimed as a causal relationship because it did not involve a control group. The novelty of this activity lies in the integration of a two-way socialization model with alumni testimonials and scholarship booklets as a social innovation approach to education that enriches the study of learning motivation in rural madrasah environments

    Sistem Presensi Otomatis dengan Integrasi Notifikasi Real-Time ke Orang Tua Berbasis Android

    No full text
    Digitalisasi pendidikan menuntut sistem presensi yang cepat, akurat, dan transparan. SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura telah memiliki sistem presensi otomatis, namun belum optimal karena keterbatasan koneksi, perangkat, dan belum adanya notifikasi real-time bagi orang tua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan sistem presensi berbasis Android yang terintegrasi dengan notifikasi real-time dan dashboard web, serta meningkatkan kapasitas SDM sekolah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Sistem dikembangkan menggunakan PHP–Laravel, Flutter, dan Firebase. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik dalam proses pencatatan presensi dan pengiriman notifikasi keterlambatan. Respons awal dari guru, admin, dan orang tua menunjukkan penerimaan yang positif, meskipun evaluasi yang dilakukan masih bersifat kualitatif dan observasional. Temuan awal ini mengindikasikan peningkatan efisiensi proses presensi dan transparansi komunikasi sekolah dan orang tua, walaupun pengukuran kuantitatif lebih lanjut masih diperlukan untuk menilai dampak secara lebih komprehensif. Android-based Automatic Attendance System with Real-Time Notification Integration to Parents Abstract The digitalization of education demands a fast, accurate, and transparent attendance system. Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura High School already has an automated attendance system, but it is not yet optimal due to limited connectivity, devices, and the lack of real-time notifications for parents. This community service activity aims to develop an Android-based attendance system integrated with real-time notifications and a web dashboard, as well as to improve the school's human resource capacity. The method used is Participatory Action Research (PAR) with stages of preparation, implementation, monitoring, and evaluation. The system was developed using PHP–Laravel, Flutter, and Firebase. The implementation results show a fast attendance process and successful late notifications are automatically sent to parents' WhatsApp. The web dashboard facilitates daily and monthly data recaps. This system has been proven to increase the efficiency, accuracy, and transparency of student attendance management and supports the implementation of inclusive and sustainable educational technology

    Penguatan Budaya Sekolah Positif dan Inklusif melalui Pencegahan Bullying dan Peningkatan Literasi Digital di SD Negeri 137958 Kota Tanjungbalai

    No full text
    Program pengabdian ini bertujuan memperkuat budaya sekolah positif melalui pencegahan bullying dan peningkatan literasi digital di SD Negeri 137958 Kota Tanjungbalai. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi sistem pelaporan bullying berbasis QR Code, serta pendampingan penggunaan media digital seperti Canva dan Quizizz. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai bullying (25% menjadi 85%) dan peningkatan keterampilan literasi digital guru (21% menjadi 71%). Dampak langsung program terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih aktif melaporkan kasus bullying melalui QR Code dan meningkatnya keberanian mereka menegur tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Guru juga menunjukkan perubahan kebiasaan dengan semakin rutin mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan membuat materi ajar digital secara mandiri. Selain dampak jangka pendek, program ini menghasilkan perubahan perilaku berkelanjutan. Penurunan kasus bullying sebesar 67% dalam tiga bulan menunjukkan efektivitas implementasi sistem pelaporan digital dan keberhasilan pembentukan Tim Anti-Bullying di sekolah. Tindak lanjut dilakukan melalui pemantauan bulanan, pembaruan materi digital oleh guru, dan peningkatan komunikasi antara orang tua dan anak terkait isu bullying dan etika digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk rutinitas baru dalam pencegahan bullying dan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang berkelanjutan. Enhancing a Positive and Inclusive School Culture through Bullying Prevention and Digital Literacy Development at SD Negeri 137958 Kota Tanjungbalai Abstract This community engagement program aims to strengthen a positive and inclusive school culture through anti-bullying prevention and digital literacy enhancement at SD Negeri 137958 Kota Tanjungbalai. The activities consisted of awareness campaigns, training sessions for teachers and students, the implementation of a QR Code–based bullying reporting system, and mentoring for the use of digital learning tools such as Canva and Quizizz. Pre-test and post-test results indicate substantial improvements in students’ understanding of bullying (from 25% to 85%) and teachers’ digital literacy skills (from 21% to 71%). Immediate impacts were observed through behavioral changes, with students becoming more proactive in reporting bullying incidents and demonstrating greater confidence in addressing inappropriate peer behavior. Teachers also showed significant changes in practice, regularly integrating digital media into classroom instruction and independently creating interactive learning materials. Beyond the short-term outcomes, the program generated sustainable behavioral changes. A 67% decrease in bullying cases within three months demonstrates the effectiveness of the digital reporting system and the establishment of the School Anti-Bullying Team. Follow-up actions included monthly monitoring, continuous development of digital learning materials by teachers, and strengthened communication between parents and children regarding bullying and digital ethics. Thus, the program not only improved knowledge but also fostered long-term routines in bullying prevention and the sustainable use of educational technology

    Integrasi Literasi Digital Security, Edukasi Pinjaman Online Ilegal, dan Sosialisasi Waste Management dalam Pengembangan UMKM Binaan Yayasan Bina Mulia Depok

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional dengan kontribusi 61% terhadap PDB, namun masih menghadapi tantangan dalam literasi keuangan digital dan maraknya pinjaman online ilegal yang mengancam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap keamanan digital, risiko pinjaman ilegal, serta memperkenalkan prinsip pengelolaan sampah berbasis 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) sebagai bagian dari pengembangan usaha berkelanjutan. Program dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning melalui pelatihan interaktif kepada 50 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman binaan Yayasan Bina Mulia, Kota Depok. Materi disampaikan oleh narasumber ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilengkapi dengan penyerahan modul pelatihan untuk implementasi mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan metode N-Gain, yang menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 77,61% dan tergolong efektif. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami legalitas pinjaman online, perlindungan data pribadi, dan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah usaha. Kegiatan ini mengidentifikasi tantangan implementasi seperti keterbatasan akses digital dan ruang usaha, yang diatasi melalui strategi pendampingan berkelanjutan dan sistem dukungan terstruktur. Dampak jangka panjang yang diharapkan mencakup peningkatan daya saing UMKM melalui stabilitas finansial dan akses ke green financing, serta keberlanjutan lingkungan melalui praktik ramah lingkungan yang meningkatkan brand image dan efisiensi operasional. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif terpadu dengan dukungan pasca-pelatihan mampu membentuk literasi digital dan kesadaran berkelanjutan untuk pengembangan UMKM yang tangguh dalam konteks ekonomi digital dan tantangan lingkungan global. Integration of Digital Security Literacy, Illegal Online Loan Education, and Waste Management Socialization in The Development of MSMEs Assisted by The Bina Mulia Depok Foundation Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy, contributing 61% to GDP, yet they still face challenges in digital financial literacy and the proliferation of illegal online loans that threaten business sustainability. This community service activity aims to enhance MSMEs' understanding of digital security, illegal loan risks, and introduce waste management principles based on 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) as part of sustainable business development. The program was implemented using a Service Learning approach through interactive training for 50 food and beverage sector MSME operators under Yayasan Bina Mulia, Depok City. Materials were delivered by expert speakers from the Financial Services Authority (OJK) and the National Research and Innovation Agency (BRIN), complemented by training module distribution for independent implementation. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using the N-Gain method, showing a 77.61% improvement in understanding, categorized as effective. Participants demonstrated significant improvement in understanding online loan legality, personal data protection, and environmental awareness through business waste management. This activity identified implementation challenges such as limited digital access and business space, which were addressed through continuous mentoring strategies and structured support systems. Expected long-term impacts include enhanced MSME competitiveness through financial stability and access to green financing, as well as environmental sustainability through eco-friendly practices that improve brand image and operational efficiency. This program demonstrates that an integrated educational approach with post-training support can build digital literacy and sustainability awareness for resilient MSME development in the context of the digital economy and global environmental challenges

    Penguatan Keterampilan Ecoliteracy Siswa SMA Melalui Pembelajaran Geografi Berbasis Praktikum dan Observasi Lapangan pada Materi Pedosfer

    No full text
    Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi observasi dan praktikum lapangan siswa SMA dalam mengenali karakteristik pedosfer, dengan tujuan akhir memperkuat keterampilan ecoliteracy siswa. Pendekatan ini dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis teori, memungkinkan siswa untuk menghubungkan konsep akademik dengan fenomena nyata, sehingga meningkatkan efektivitas pembelajaran. Praktikum geografi dan observasi lapangan memiliki potensi besar untuk memperkaya pemahaman siswa mengenai keterkaitan teori geografi dan fenomena nyata di lapangan. Namun, implementasi metode ini di SMA Indonesia masih tergolong rendah akibat kendala finansial, kesiapan guru, dan kurangnya fasilitas praktikum yang memadai. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberdayaan siswa dalam memahami dan menerapkan pengetahuan pedosfer melalui metode praktikum langsung di lapangan. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pembelajaran di dalam kelas untuk memberikan dasar teori dan pengetahuan teknis, serta observasi lapangan di lokasi terdekat untuk mempraktikkan keterampilan yang dipelajari. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman siswa dari 58,4 menjadi 85,2, dengan 80% siswa mencapai nilai di atas 80 setelah kegiatan. Analisis uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan (? < 0,05), menegaskan efektivitas metode ini dalam meningkatkan ecoliteracy siswa. Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran berbasis lapangan bagi guru, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan lebih luas pada kurikulum geografi di masa mendatang. Selain itu, keterbatasan alat praktikum dan kesiapan guru menjadi kendala utama dalam implementasi, namun dapat diatasi dengan memanfaatkan laboratorium sekolah dan memberikan pelatihan kepada guru. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu memperkuat keterampilan ecoliteracy siswa dan memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara manusia dan lingkungan. Strengthening High School Students' Ecoliteracy Skills Through Geography Learning Based on Practical Activities and Field Observations on Pedosphere Topics Abstract The aim of this community service activity is to enhance high school students' competencies in field observation and practical activities related to recognizing pedosphere characteristics, with the ultimate goal of strengthening their ecoliteracy skills. Compared to conventional theory-based learning methods, this approach allows students to connect academic concepts with real-world phenomena, thereby improving learning effectiveness. Geography practicum and field observations hold great potential in enriching students' understanding of the relationship between geographical theories and real-world phenomena. However, the implementation of this method in Indonesian high schools remains limited due to financial constraints, teacher readiness, and insufficient practical facilities. This community service program focuses on empowering students to understand and apply pedosphere knowledge through direct field practice. The methodology employed includes classroom learning to provide theoretical foundations and technical knowledge, followed by field observations at nearby locations to apply the acquired skills. The results of pre-test and post-test assessments indicate a significant improvement in students' understanding, with an average score increase from 58.4 to 85.2, and 80% of students achieving scores above 80 after the activity. A paired t-test analysis shows a statistically significant difference (? < 0.05), confirming the effectiveness of this method in enhancing students' ecoliteracy. Furthermore, this activity contributes to the development of field-based learning methods for teachers, with the expectation of broader implementation within the geography curriculum in the future. Additionally, the primary challenges in implementation, such as limited practical equipment and teacher readiness, can be addressed by utilizing school laboratories and providing training for teachers. Thus, this activity successfully achieves its main objective of strengthening students' ecoliteracy skills and facilitating a deeper understanding of human-environment interactions

    Pendampingan Pembuatan Katalog Digital Terintegrasi E-Commerce Untuk Mendorong Brand Exposure Produk Unggulan UMKM BUMDes Lingsar

    No full text
    BUMDes Lingsar saat ini masih mengalami kesulitan dalam menjaga keberlangsungan produk-produk khas desa, terutama yang dihasilkan oleh kelompok usaha bersama (KUBE) yang digerakan secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu, BUMDes Lingsar masih belum memiliki produk unggulan khas desa yang menjadi penciri keunikan desa di pasar digital. Meskipun terkenal dengan beberapa kuliner legendaris seperti ikan bakar Lingsar, namun produk tersebut masih hanya mampu menjangkau pasar lokal. Pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi proses penyusunan katalog digital guna meningkatkan brand exposure produk unggulan masyarakat melalui collaborative brand yang nantinya akan digerakan oleh BUMDes Lingsar. Kegiatan ini menyasar 3 KUBE yang memiliki produk khas masing-masing. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap: pra-pendampingan, pendampingan, dan pasca-pendampingan. Pada tahap pra-pendampingan, dilakukan pengumpulan informasi dari pemangku kepentingan untuk mengkurasi produk-produk yang mencerminkan identitas Desa Lingsar. Pada tahap ini, dikurasi 26 produk yang kemudian dieliminasi menjadi 6 produk unggulan yang memiliki keunggulan unutk menjadi produk penciri desa. Selanjutnya, tahap pendampingan mencakup pelatihan pengambilan foto produk dan penyusunan narasi produk, seperti deskripsi, sejarah, serta dampak sosialnya. Narasi ini digunakan dalam penyusunan katalog digital. Pada tahap pasca-pendampingan, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas dan keberlanjutan katalog yang telah dibuat. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terbentuknya E-Katalog produk unggulan Desa Lingsar yang dapat dimanfaatkan BUMDes untuk memperluas pasar melalui strategi branding kolaboratif, serta memperkenalkan produk-produk masyarakat lokal yang dikelola secara profesional. Facilitation of Integrated E-Commerce Digital Catalog Development to Promote Brand Exposure of Featured MSME Products of BUMDes Lingsar Abstract BUMDes Lingsar is currently facing challenges in sustaining the village’s signature products, especially those produced by community-driven Joint Business Groups (KUBE). Additionally, BUMDes Lingsar has yet to establish a flagship product that reflects the village’s unique identity in the digital market. Although known for its legendary culinary offerings such as Lingsar grilled fish, these products still only reach the local market. This community engagement program aims to support the development of a digital catalog to enhance the brand exposure of selected local products through a collaborative branding strategy led by BUMDes Lingsar. The program targets 5 KUBEs, each with its own specialty. Implementation consists of three stages: pre-assistance, assistance, and post-assistance. During the pre-assistance stage, information was gathered from stakeholders to curate products representing Lingsar’s identity. From 26 items, six standout products were selected. The assistance stage involved training in product photography and developing product narratives, including descriptions, history, and social impact, for inclusion in the digital catalog. The post-assistance stage focused on monitoring and evaluating the catalog’s effectiveness and sustainability. The final output is a digital catalog of Lingsar’s flagship products, enabling BUMDes to expand market reach and promote local products through professional and collaborative branding

    Pendampingan Penguatan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Berbasis Praktik Profesional Dan Inkuiri Profesional (PPIP) di UIN Sumatera Utara

    No full text
     Pelaksanaan PLP di sekolah belum sepenuhnya mengusung komponen planning, do dan memberikan umpan balik (feedback). Terdapat beberapa masalah terkait dengan proses pendampingan kegiatan PLP seperti: 1) kurangnya pendampingan dari DPL, hal ini titunjukkan dengan ketidakhadiran DPL saat monitoring dan evaluasi. DPL hanya mengantar mahasiswa di awal kegiatan setelah itu dating ke sekolah pada saat penjemputan mahasiswa di akhir pelaksanaan PLP. 2) Pendampingan dari guru pamong yang belum maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tidak ada nya proses pendampingan dalam penyusunan RPP, menentuan media pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar, pembuatan bahan ajar dan jarang mengamati siswa saat praktik di kelas. 3) Kurangnya keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh mahasiswa praktikan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada DPL dan GP dalam melakukan pendampingan kegiatan PLP berbasis Praktik Profesional dan Inkuiri Profesional

    Pelatihan dan Pemberdayaan Pengelolaan Limbah Organik dan Anorganik di Lingkungan PTPN IV Regional 1 Banten Kebun Sanghyang Damar, Pandeglang

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dan anorganik melalui pelatihan berbasis praktik langsung dan pendekatan partisipatif. Pelatihan dilaksanakan di lingkungan PTPN IV Regional 1 Banten, Kebun Sanghyang Damar, Pandeglang, dengan melibatkan 43 anggota IKBI (Ikatan Keluarga Besar Istri). Metode yang digunakan adalah participatory action learning, mencakup sosialisasi, praktik pembuatan pupuk organik cair (POC), dan pelatihan kerajinan tangan dari limbah anorganik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Sebelum pelatihan, hanya 23% peserta yang memahami pengelolaan limbah secara benar; setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 88%. Keterampilan dalam membuat POC meningkat dari 18% menjadi 81%, dan 76% peserta berhasil menghasilkan kerajinan tangan yang layak pakai dari bahan bekas. Program ini juga mendorong munculnya inisiatif usaha mikro dan kesadaran akan nilai ekonomi limbah. Keberhasilan ini ditunjang oleh keterlibatan aktif peserta, pendekatan pelatihan berbasis pengalaman, serta dukungan dari mitra lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 5, 8, 11, 12, dan 17. Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung dalam durasi terbatas, pelatihan ini berhasil menanamkan pemahaman ekologis dan sikap partisipatif dalam pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga. Rekomendasi diberikan agar program ini direplikasi, dilengkapi dengan pelatihan kewirausahaan, dan didukung dengan penyediaan alat serta pendampingan jangka panjang. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan teknologi tepat guna dalam pendekatan partisipatif dapat menjadi strategi efektif untuk memberdayakan komunitas dalam mengatasi permasalahan limbah secara berkelanjutan. Training and Empowerment of Organic and Inorganic Waste Management in the Environment of PTPN IV Regional 1 Banten Sanghyang Damar Plantation, Pandeglang Abstract This community service program aimed to enhance community capacity in managing organic and inorganic waste through hands-on training and a participatory approach. The training was conducted at PTPN IV Regional 1 Banten, Sanghyang Damar Plantation, Pandeglang, involving 43 members of IKBI (Association of Plantation Workers’ Wives). The method employed was participatory action learning, which included socialization sessions, practical training on producing liquid organic fertilizer (POC), and workshops on crafting recycled products from inorganic waste. Evaluation results showed a significant improvement in participants' knowledge and skills. Prior to the training, only 23% of participants understood proper waste management; this figure increased to 88% post-training. Skills in POC production rose from 18% to 81%, and 76% of participants successfully created functional recycled crafts. The program also encouraged micro-entrepreneurial initiatives and increased awareness of the economic value of waste. The success was supported by active participant involvement, experiential learning methods, and local partner collaboration. This activity contributes to achieving Sustainable Development Goals (SDGs) 5, 8, 11, 12, and 17. Although conducted within a limited timeframe, the training effectively fostered ecological awareness and participatory attitudes in household-based waste management. Recommendations include replicating the program in other areas, integrating entrepreneurship training, and providing equipment and long-term mentoring. The outcomes demonstrate that integrating environmental education and appropriate technology in a participatory framework is an effective strategy for empowering communities to address waste challenges sustainably

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇