Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemasangan Teknologi Filter Air Teknologi Hydro Pure Pro (HPP) Berbasis Slow Sand Filter dan Biomassa Filter Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Keselamatan Siswa di Sekolah TK IT Gemilang Yayasan Al Basri

    No full text
    Ketersediaan air bersih yang aman sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah. TK IT Gemilang Yayasan Al Basri sebelumnya bergantung pada air galon isi ulang tanpa sistem pengolahan mandiri. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dipasang teknologi Hydro Pure Pro (HPP) berbasis slow sand filter dan biomassa filter yang terbukti efektif dan aman. Teknologi HPP ini berbeda dari sistem filtrasi biasa karena menggabungkan pasir lambat, biomassa, dan membran 0,1 mikron dalam satu alat yang ringkas dan mudah dirawat oleh pihak sekolah tanpa bantuan teknisi. Instalasi dilakukan pada 11 Agustus 2025, mencakup satu unit alat HPP dan dua cadangan filter RO 0,1 mikron. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kualitas air, dengan kejernihan lebih baik serta penurunan kadar Fe dan TDS. Berdasarkan wawancara dengan delapan responden (guru, staf, dan pengurus yayasan), diperoleh tingkat kepuasan rata-rata 93,2%, dengan nilai tertinggi pada kejernihan air (95%), penghematan biaya (93%), dan kemudahan perawatan (88%). Program ini juga memberikan kontribusi melalui pendampingan langsung berbasis sekolah, sehingga guru dan staf mampu mengelola sistem secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menyelesaikan masalah air bersih, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kemandirian sekolah dalam pengelolaan air berkelanjutan, sekaligus mendukung kesehatan dan keselamatan siswa secara nyata. Installation of Hydro Pure Pro (HPP) Water Filtration Technology Using Slow Sand and Biomass Filters to Improve Student Health and Safety at TK IT Gemilang, Al Basri Foundation  Abstract Safe and clean water availability is essential to protect student health and safety in school environments. TK IT Gemilang, under the Al Basri Foundation, previously relied on refillable bottled water without an independent treatment system. Through this community service program, a Hydro Pure Pro (HPP) system based on slow sand filtration and biomass media was installed to provide an effective and safe water treatment solution. This HPP technology differs from conventional filtration systems by combining slow sand, biomass, and a 0.1-micron membrane in one compact unit that can be easily maintained by school staff without technical assistance. The installation was carried out on 11 August 2025, consisting of one HPP unit and two spare RO 0.1-micron filters. Evaluation results showed a significant improvement in water quality, with clearer appearance and reduced iron (Fe) and TDS levels. Based on interviews with eight respondents (teachers, staff, and foundation administrators), the average satisfaction level reached 93.2%, with the highest scores in water clarity (95%), cost savings (93%), and ease of maintenance (88%). This program also contributes to capacity-building through a school-based mentoring approach, enabling teachers and staff to independently operate and manage the system sustainably. Overall, this initiative not only solves the clean water problem but also fosters awareness and self-reliance in sustainable water management, supporting student health and safety in a tangible manner

    Board Game ‘Save The Planet’ as an Educational Tool for Sustainable Tourism Among Children

    No full text
    Pariwisata desa semakin banyak diminati sebagai alternatif destinasi wisata yang dapat menawarkan pengalaman autentik dan juga unik, salah satunya ialah Rammang-Rammang, Maros. Tetapi, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, muncul tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. Peningkatan kesadaran lingkungan dan pemahaman tentang konsep sustainable tourism sejak usia dini menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di kawasan desa wisata.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan board game “Save The Planet” sebagai media pembelajaran interaktif bagi kelompok anak-anak di desa wisata Rammang-rammang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif guna memahami pengaruh board game edukatif pada peningkatan pengetahuan lingkungan anak-anak di desa Salenrang, Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game ini efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mengadopsi perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mekanisme permainan yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar tentang dampak positif dan negatif dari tindakan manusia terhadap lingkungan. Permainan ini memiliki potensi untuk digunakan dalam konteks pendidikan yang lebih luas, menjadi media untuk memperkenalkan konsep ekosistem, daur ulang, dan efek perubahan iklim dalam kurikulum IPA. Dengan sedikit modifikasi, permainan ini bisa digunakan untuk mengajarkan konsep ekonomi berkelanjutan, seperti efisiensi sumber daya dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, permainan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam pendidikan pariwisata berkelanjutan di desa wisata dan berpotensi memperkuat peran masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.  Board Game ‘Save The Planet’ as an Educational Tool for Sustainable Tourism Among Children Abstract Rural tourism is increasingly favored as an alternative travel destination, offering authentic and unique experiences, such as those found in Rammang-Rammang, Maros. However, with the rising number of tourists, challenges emerge in preserving the local environment and culture. Enhancing environmental awareness and understanding of sustainable tourism concepts from an early age is crucial for supporting tourism sustainability in rural areas.This study aims to develop and implement the board game "Save The Planet" as an interactive learning medium for children in the tourism village of Rammang-Rammang, Maros Regency, South Sulawesi. Employing a descriptive qualitative method with a participatory approach, the community service activity sought to explore the influence of this educational board game on improving environmental knowledge among children in Salenrang Village, Maros. The findings revealed that the board game effectively increased children's understanding of the importance of environmental preservation and encouraged them to adopt environmentally friendly behaviors in their daily lives. Through engaging game mechanics, children learn about the positive and negative impacts of human actions on the environment. This game has the potential to be applied in broader educational contexts, serving as a medium to introduce concepts such as ecosystems, recycling, and the effects of climate change in science curricula. With slight modifications, the game can also teach sustainable economic concepts, such as resource efficiency and social responsibility. Thus, this board game is expected to become an innovative approach to sustainable tourism education in rural areas, strengthening the role of local communities in environmental conservation

    Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Menuju Pariwisata Berkelanjutan

    No full text
    Kreativitas, inovasi serta keterampilan sangat diperlukan sebagai bentuk pengembangan ekonomi kreatif, dimana cara ini merupakan salah satu cara agar bisa bersaing dalam bisnis. Pengembangan bisnis dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya yang semakin tidak terbatas dimana secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi dari yang tidak bernilai menjadi nilai ekonomi yang tinggi. Pengembangan ini disebut dengan pengembangan ekonomi kreatif. PKm ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menggali potensi, pemetaan, dan manajemen usaha pariwisata, potensi pelatihan yang dibutuhkan dan strategi pemasaran produk di Desa Masingi. Hasil PKm menunjukkan  bahwa sektor wisata kuliner sebanyak 25%, wisata alam sebanyak 20%, perikanan sebanyak 25% merupakan skala prioritas untuk dikembangkan di Desa Masaingi, adapun sektor lain yang menjadi peluang untuk dikembangkan yaitu pertanian 10%, Perkebunan sebesar 15%, dan ekowisata sebesar 5 %. Adapun pelatihan yang dibutuhkan dalam mengembangkan potensi ini yaitu pelatihan pengembangan produk wisata seperti kuliner, pelatihan manajemen pariwisata, dan pelatihan digitalisasi dan pemasaran produk local. Creative Economy Development Based on Local Wisdom Towards Sustainable Tourism Abstract Creativity, innovation and skills are needed as a form of creative economic development, which is one way to compete in business. Business development can be done through the utilization of increasingly unlimited resources which will indirectly have an impact on increasing economic value from no value to high economic value. This development is called creative economic development. This PKm aims to increase knowledge and explore the potential, mapping, and management of tourism businesses, potential training needed and product marketing strategies in Masingi Village. The PKm results show that the culinary tourism sector by 25%, nature tourism by 20%, fisheries by 25% is a priority scale to be developed in Masaingi Village, while other sectors that are opportunities to be developed are agriculture by 10%, plantations by 15%, and ecotourism by 5%. The training needed in developing this potential is training in the development of tourism products such as culinary, tourism management training, and training in digitalization and marketing of local products

    Pendampingan Kegiatan P5 Tema Kearifan Lokal (Inovasi Kue Ilat Sapi Khas Samarinda dengan Sentuhan Kacang Mete ) di SDN 002 Loa Janan Ilir

    No full text
    Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Kearifan Lokal, yang bertujuan untuk melestarikan budaya tradisional melalui inovasi kuliner khas daerah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap kearifan lokal, mengembangkan kreativitas dalam menciptakan inovasi kuliner, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada pendekatan inovatif dalam pelestarian kuliner tradisional melalui modifikasi resep dengan mempertahankan nilai budaya tetapi tetap relevan dengan selera generasi muda. Dalam kegiatan ini, dilakukan inovasi terhadap kue tradisional Ilat Sapi khas Samarinda dengan menambahkan kacang mete sebagai bahan utama guna meningkatkan cita rasa, tekstur, dan daya tarik bagi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2024 di SDN 002 Loa Janan Ilir, melibatkan 30 siswa kelas V A, B, dan C, dengan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD). Siswa tidak hanya diajarkan tentang sejarah dan makna budaya dari kue Ilat Sapi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya serta eksplorasi inovasi dengan penambahan kacang mete. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari siswa, dengan 85% siswa menyatakan lebih tertarik terhadap kuliner tradisional setelah mengikuti kegiatan ini, dan 90% siswa merasa lebih percaya diri dalam berkreasi dengan inovasi kuliner. Selain itu, 70% siswa menyatakan bahwa metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran teoretis dalam memahami kearifan lokal. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kuliner lokal sebagai warisan budaya, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk baru. Pendekatan ini dapat direplikasi dalam skala yang lebih luas, baik di sekolah dasar lainnya maupun dalam komunitas yang lebih besar, dengan mengadaptasi metode partisipatif berbasis praktik langsung untuk mengenalkan berbagai aspek kearifan lokal lainnya. Model pendidikan ini diharapkan dapat menjadi strategi efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan pengembangan keterampilan kreatif siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya. Assistance in P5 Activities on The Theme of Local Wisdom: Innovation of Samarinda’s Traditional Ilat Sapi Cake with a Cashew Twist at SDN 002 Loa Janan Ilir Abstract This activity is part of the Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) program under the theme of Local Wisdom, aimed at preserving traditional culture through culinary innovation. The program is designed to enhance students’ understanding of local wisdom, develop their creativity in culinary innovation, and foster a sense of pride and appreciation for local culture. The novelty of this initiative lies in its innovative approach to preserving traditional cuisine by modifying recipes to maintain cultural value while making them more appealing to younger generations. In this activity, an innovation was introduced to Ilat Sapi, a traditional cake from Samarinda, by adding cashew nuts as a key ingredient to enhance its taste, texture, and appeal among students. The program was conducted on November 23, 2024, at SDN 002 Loa Janan Ilir, involving 30 fifth-grade students from classes A, B, and C, using the Asset-Based Community Development (ABCD) method. Students were not only taught about the history and cultural significance of Ilat Sapi but were also actively involved in its preparation and the exploration of cashew nut innovation in the recipe. The results of this activity showed a positive response from students, with 85% reporting an increased interest in traditional cuisine after participating in the program, and 90% expressing greater confidence in experimenting with culinary innovations. Furthermore, 70% of students stated that hands-on learning was more effective than theoretical lessons in understanding local wisdom. This program not only heightened students’ awareness of the importance of traditional cuisine as a cultural heritage but also encouraged their creative and innovative thinking in developing new products.This approach can be replicated on a larger scale, both in other elementary schools and broader communities, by adapting participatory, hands-on learning methods to introduce various aspects of local wisdom. This educational model is expected to be an effective strategy in integrating cultural preservation with the development of students’ creative skills, ensuring that they are well-prepared to face modernization while maintaining their cultural identity

    Pelatihan Pembuatan Kue Berbahan Baku Lokal Sebagai Penguatan Perekonomian Bagi Masyarakat Di Desa Talio, Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2024 di Desa Talio, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan keterampilan ibu-ibu rumah tangga di Desa Talio untuk memanfaatkan hasil perkebunan holtikultura yang cukup melimpah di desa tersebut. Hasil hortikultura tersebut adalah pisang dan singkong yang tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Umumnya hasil tersebut dijual dalam bentuk bahan mentah dan belum ada diversifikasi pengolahan dari hasil perkebunan tersebut. Dalam sebuah kegiatan Focus Group Disscussion yang dilakukan pada kegiatan penelitian sebelumnya, masyarakat Desa Talio menginginkan penambahan ketetrampilan dalam bidang tata boga. Mengingat banyaknya hasil panen pisang dan singkong di Desa Talio, maka pelatihan pembuatan kue berbahan baku lokal tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat terutama ibu-ibu sehingga dapat menambahkan penghasilan/pendapatan dalam rumah tangga. Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga menjadi solusi bagi masyarakat untuk membantu menanggulangi kerusakan ekosistem lahan gambut. Hasil pelatihan ini memberikan pengetahuan yang baru kepada masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga terkait dengan diversifikasi pengolahan hasil perkebunan hortikultura dan dapat memberikan manfaat secara finansial dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan sebelum pelaksanaan pelatihan terlihat bahwa hanya 14% ibu-ibu rumah tangga yang mengetahui bahwa pisang dan singkong dapat diolah menjadi berbagai jenis bentuk olahan makanan terutama untuk bahan baku kue, sedangkan 86% yang lainnya mengatakan bahwa mereka belum mengetahui diversifikasi olahan makanan dari kedua bahan tersebut. Namun, setelah pelaksanaan pelatihan terlihat ada peningkatan dari segi pengetahuan dari ibu-ibu rumah tangga yaitu sebesar 100% peserta mengatakan bahwa mereka semua mengetahui tentang diversifikasi olahan pisang dan singkong dari pelatihan yang dilakukan. Local Raw Materials Cake Making Training as Economic Strengthening for the Community in Talio Village, Pulang Pisau Regency Abstract This community service activity was conducted on 19 May 2024 in Talio Village, Pandih Batu Sub-district, Pulang Pisau Regency. This activity is one of the efforts to improve the skills of the Talio Village community to utilize the horticultural plantation products that are quite abundant in the village. The horticultural products are banana and cassava, which are not optimally utilized by the community. Generally, these products are sold in the form of raw materials and there is no diversified processing of these plantation products. In a Focus Group Discussion activity conducted during the previous research, the community of Talio Village willing to have some additional skills especially in culinary arts. Considering the abundance of banana and cassava harvests in Talio Village, the local raw material cake-making training was conducted to improve the skills of the community, especially housewives, so that they can increase their household income. In addition, this training activity is also a solution for the community to help mitigate damage to the peatland ecosystem. The results of this training provide new knowledge to the community related to the diversification of processing horticultural plantation products and can provide financial benefits in the household

    Hirilisasi Penggunaan Media Immersive Biogenetics: VR Class Assistant sebagai Media Pembelajaran Genetika bagi MGMP Biologi Kota Malang

    No full text
    Materi genetika seringkali dianggap sebagai materi yang sulit untuk dipelajari bagi siswa. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan hirilisasi ini adalah untuk menyebarluaskan media pembelajaran permainan peran Media Immersive Biogenetics: VR Class Assistant pada materi genetika, kepada peserta hirilisasi melalui giat rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, dengan melakukan diskusi untuk rincian kegiatan yang akan dilakukan, (2) persiapan, dengan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan saat tahap pelaksanaan (3) pelaksanaan, dengan penyampaian materi terkait media pembelajaran yang dikembangkan, dan (4) evaluasi, dengan menganalisis hasil diseminasi melalui angket respon peserta hirilisasi terkait keterlaksanaan kegiatan dan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan peserta sepakat bahwa kegiatan hirilisasi dan produk media pembelajaran memiliki kebermanfaatan yang baik. Dengan demikian, kegiatan hirilisasi ini telah memberikan manfaat bagi guru biologi untuk dapat mengembangkan media pembelajaran serupa agar siswa dapat mengatasi kesulitannya dalam mempelajari materi genetika. Hirilization of the Use of Immersive Biogenetics Media: VR Class Assistant as Genetics Learning Media for MGMP Biology Malang City Abstract Genetics material is often considered a difficult material to learn for students. This difficulty can be overcome with interactive and fun learning media. The purpose of this hirilization activity is to disseminate the role-playing learning media Immersive Biogenetics Media: VR Class Assistant on genetics material, to hirilization participants through routine activities of the Malang City Biology Subject Teacher Conference (MGMP). The method used in this activity consists of four stages, namely: (1) planning, by conducting discussions for the details of the activities to be carried out, (2) preparation, by preparing the things needed during the implementation stage (3) implementation, by delivering materials related to the learning media developed, and (4) evaluation, by analyzing the results of dissemination through the response questionnaire of the hirilization participants related to the implementation of activities and learning media products. The results of these activities show that participants agree that the hirilization activities and learning media products have good usefulness. Thus, this hirilization activity has provided benefits for biology teachers to be able to develop similar learning media so that students can overcome their difficulties in learning genetics material

    Pelatihan Typography Kepada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palembang

    No full text
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan desain Typography kepada anggota Perhimpunan Mahapeserta Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palembang. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian beberapa target dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan vokasi dan teknis, eliminasi kesenjangan gender dalam pendidikan, serta pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; dan Tujuan 17: Kemitraan untuk Tujuan, melalui kerja sama dalam bidang teknologi dan sains. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menciptakan karya digital berbasis Typography dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung. Metode pelatihannya yaitu metode Observasi; metode Demonstrasi dan; Metode Diskusi dan Kritik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil mendorong kreativitas dan kompetensi peserta, meskipun terdapat variasi dalam tingkat penguasaan teknis. Sebanyak 71% responden menilai kegiatan ini sangat baik, 14% menginginkan lebih banyak sesi praktik, dan 19% mengharapkan materi yang lebih mutakhir. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya mendukung pengembangan keterampilan digital mahapeserta tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan global. Disarankan agar program serupa dilaksanakan secara rutin untuk menjawab tantangan pendidikan dan keterampilan abad ke-21, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Typography Training for the Indonesian Catholic Student Association (PMKRI) Palembang Branch  Abstract This Community Service Activity (PKM) aims to provide Typography design training to members of the Indonesian Catholic Student Association (PMKRI) Palembang Branch. This program contributes to the achievement of several targets within the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 4: Quality Education, through vocational and technical training, elimination of gender gaps in education, and education for sustainable development; and Goal 17: Partnerships for the Goals, through collaboration in the fields of technology and science. This training is designed to enhance participants' skills in creating digital works based on Typography with a participatory approach and hands-on practice. The training methods are the Observation method; the Demonstration method; and the Discussion and Critique method. The evaluation results show that this training successfully encouraged the creativity and competence of the participants, although there were variations in the level of technical mastery. As many as 71% of respondents rated this activity as very good, 14% wanted more practical sessions, and 19% expected more up-to-date material. In conclusion, this training not only supports the development of students' digital skills but is also relevant to the global development agenda. It is recommended that similar programs be conducted regularly to address the challenges of 21st-century education and skills, as well as to strengthen the role of higher education institutions in sustainable development through cross-sector collaboration

    Kegiatan Penanaman Pohon Sebagai Upaya Keberlanjutan Lingkungan Hidup di Desa Sembalun

    No full text
    Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan penebangan pohon yang tidak terkendali di Desa Sembalun menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan ekosistem lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan melalui program penanaman pohon secara partisipatifserta penanaman. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama: pengenalan kegiatan, penyerahan bibit pohon produktif sebanyak 580 bibit (Pohon Modang 100 bibit, Pohon Kelokos 100 bibit, Pohon Jukut 100 bibit, Pohon Bajur 150 bibit, dan Kelincu 130 bibit) seluas 2 ha, dan penanaman pohon bersama elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pokdarwis dan relawan sebagai bentuk sinergi melestarikan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di titik-titik lahan kritis atau gundul. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif masyarakat, peningkatan pemahaman tentang fungsi ekologis pohon, serta komitmen jangka panjang untuk menjaga dan merawat tanaman yang ditanam sebagai bentuk sinergi semua kalangan dan bantuan dari berbagai pihak. Kesimpulannya, pendekatan edukatif dan kolaboratif dalam kegiatan penanaman pohon terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan berbasis komunitas dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah kaki TNGR. TREE PLANTING ACTIVITIES AS AN ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY EFFORT IN SEMBALUN VILLAGE Abstract Environmental damage due to land conversion and uncontrolled tree cutting in Sembalun Village is a serious threat to the sustainability of the local ecosystem. This service activity aims to increase community awareness of the importance of environmental conservation through a participatory tree planting program. The implementation method consists of three main stages: introduction to the activity, handing over productive tree seedlings (candlenut, Calliandra, coffee, and cinnamon), and planting trees with the community at critical land points. The results of the activity showed the enthusiasm and active involvement of the community, increased understanding of the ecological functions of trees, and long-term commitment to maintain and care for the planted plants. In conclusion, the educational and collaborative approach in tree planting activities proved to be effective in fostering a sense of community ownership and responsibility for the environment. The implications of this activity show that community-based environmental conservation can be a sustainable strategy to maintain ecosystem balance in the foothill area

    Pelatihan Penyusunan Anggaran Koperasi Tingkat Provinsi Di Kalimantan Selatan Dalam Meningkatkan RAPBK

    No full text
    Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyusunan anggaran pengurus koperasi di Provinsi Kalimantan Selatan melalui pelatihan partisipatif. Kegiatan menjawab masalah mendasar dalam pengelolaan keuangan koperasi, di mana hanya 30% koperasi aktif yang memiliki dokumen anggaran akibat keterbatasan pemahaman akuntansi dan perencanaan partisipatif yang lemah. Pelatihan mengombinasikan pembelajaran konseptual dengan simulasi praktis menggunakan data riil koperasi untuk menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK). Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre–post comparison dengan instrumen tes berbasis 10 soal pilihan ganda, yang dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 45% (pre-test) menjadi 85% (post-test), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,01). Selain itu, format standar RAPBK yang dihasilkan diadopsi oleh 92% koperasi peserta (11 dari 12) sebagai pedoman penyusunan anggaran, yang mencakup komponen pendapatan, pengeluaran operasional, dan investasi. Metode berbasis kasus partisipatif terbukti efektif meningkatkan keterlibatan anggota dalam penyusunan anggaran sebesar 60% serta mengatasi 80% kendala awal. Program ini membuktikan bahwa pelatihan praktis berbasis lokal signifikan memperkuat tata kelola koperasi dan mendukung target peningkatan 30% koperasi dengan dokumen anggaran resmi di Kalimantan Selatan pada 2025. Provincial-Level Cooperative Budgeting Training in South Kalimantan to Improve RAPBK Abstract This community service program aimed to enhance the budgeting skills of cooperative administrators in South Kalimantan Province through participatory training. The initiative addressed critical issues in cooperative financial management, where only 30% of active cooperatives possessed proper budget documents due to limited accounting knowledge and weak participatory planning. The training combined conceptual learning with hands-on simulation, using real cooperative data to develop practical skills in preparing Annual Income and Expenditure Budget Plans (RAPBK). Results showed a 75% improvement in participants' technical understanding, with post-test scores averaging 85% compared to 45% in pre-tests. Key outcomes included standardized RAPBK templates adopted by 92% of participating cooperatives (11 of 12), covering income (member contributions, loan services), operational expenses (salaries, utilities), and investments (asset procurement). The participatory case-based method proved effective, increasing member involvement in budgeting by 60% and addressing 80% of initial challenges. The program demonstrated that practical, localized training significantly enhances cooperative governance and supports South Kalimantan's target to increase cooperatives with formal budget documents by 30% in 2025

    Pelatihan Korpus Dengan Implementasi Deep Learning Di SMP Muhammadiyah Godean

    No full text
    SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Godean memiliki fasilitas yang baik untuk mendukung pembelajaran siswa. Meskipun begitu masih ada masalah yang membutuhkan perhatian khusus. Permasalahan tersebut adalah kurangnya pemahaman guru terhadap korpus dan deep learning. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi guru-guru SMP Muhammadiyah 1 dan 2 Godean akan korpus dan deep learning. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi inovatif penguatan literasi teknologi guru berbasis corpus-informed pedagogy dan deep learning. Dengan kegiatan ini, bahan ajar berbasis korpus akan dapat dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa-siswa di kedua sekolah. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam dua pertemuan yang diawali dengan pelaksanaan pre-test, pelatihan dan diakhiri dengan post-test. Peserta pelatihan ini adalah 38 guru dari SMP Muhammadiyah 1 Godean dan 28 guru SMP Muhammadiya 2 Godean. Materi pelatihan adalah pengenalan deep learning dan korpus, sketch engine dan demonstrasi penggunaan sketch engine. Pada sesi pre-test dan post-test, peserta diminta untuk menjawab 10 pertanyaan tentang korpus dan 10 pertanyaan tentang deep learning  melalui google form. Soal-soal tersebut berupa pilihan ganda yang disusun dari yang paling mudah sampai yang kompleks. Soal-soal tersebut juga telah divalidasi oleh ahli. Dari hasil perbandingan pre-test dan post-test, 75,25% rata-rata peserta menjawab dengan benar pada pre-test korpus. Rata-rata ini mengalami kenaikan pada 89,51% peserta menjawab dengan benar pada sesi post-test dengan materi korpus. Untuk materi deep learning rata-rata peserta yang menjawab dengan benar adalah 90,87% pada sesi pre-test, dan naik menjadi 97,13% pada post-test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setelah mendapatkan pelatihan, pengetahuan dan literasi peserta akan korpus dan deep learning mengalami kenaikan. Hal ini memberikan dampak yang positif mengingat peserta akan membuat materi ajar berbasis korpus pada tahapan kegiatan selanjutnya.  Workshop on Corpus with the Implementation of Deep Learning in SMP Muhammadiyah Godean Abstract Muhammadiyah 1 and 2 Junior High Schools in Godean have good facilities to support student learning. However, there are still issues that require special attention. This problem is the lack of teachers’ understanding regarding corpus and deep learning. The purpose of this activity is to improve the teachers’ literacy in corpus and deep learning. This training is part of an innovative strategy to strengthen teachers' technological literacy based on corpus-informed pedagogy and deep learning. This activity will enable teachers and students at both schools to utilize corpus-based teaching materials. This workshop was carried out in two meetings. The meetings began with pre-test, workshop, and post-test. The workshop participants were 38 teachers from Godean Muhammadiyah 1 Junior High School and 28 teachers from Godean Muhammadiyah 2 Junior High School. The training materials covered the introduction to deep learning and corpus, sketch engine, and a demonstration of the use of sketch engine. In the pre-test and post-test sessions, participants were asked to answer 10 questions about corpus and 10 questions about deep learning via Google Form. These multiple-choice questions are arranged from easiest to most complex. They have also been validated by experts. From the results of the pre-test and post-test, an average of 75.25% of participants answered correctly on the corpus pre-test. This average increased to 89.51% in the post-test session with corpus material. For deep learning material, the average number of participants answering correctly was 90.87% in the pre-test session, rising to 97.13% in the post-test. Therefore, it can be concluded that after receiving training, teachers' knowledge and literacy in corpus and deep learning increased. This has a positive impact considering that participants will create corpus-based teaching materials in the next activity stage

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇