Journal of Authentic Research
Not a member yet
    242 research outputs found

    Analisis Energi, Ekonomi, dan Lingkungan pada Penerapan Sistem Combined Heat and Power (CHP) dan Absorption Chiller di Sektor Perhotelan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi penghematan energi primer, keuntungan ekonomi, dan dampak lingkungan dari penerapan sistem Combined Heat and Power (CHP) yang dikombinasikan dengan penyejuk absorpsi untuk pasokan energi di sebuah hotel yang terletak di Düsseldorf, Jerman. Analisis beban energi (listrik dan panas), simulasi operasi sistem dengan berbagai skenario modul CHP berbahan bakar minyak pemanas, dan perhitungan ekonomi dan emisi adalah semua metode yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan sistem konvensional (pemisahan produksi listrik dan panas), sistem CHP dapat menghemat energi primer hingga 37% dan emisi CO2 hingga 56,6%. Konfigurasi tiga modul CHP menghasilkan penghematan tahunan tertinggi sebesar €54.676,27 dengan periode pengembalian investasi yang menarik, menurut analisis ekonomi. Sistem ini sangat layak untuk diterapkan di industri perhotelan karena tidak hanya meningkatkan efisiensi energi secara signifikan tetapi juga memberikan keuntungan finansial dan kontribusi positif terhadap perlindungan lingkungan. &nbsp

    Analisis Kinerja Pengelolaan Hutan Pada Balai KPH Toffo Pajo Soromandi

    No full text
    Hutan merupakan ekosistem penting yang didominasi oleh pepohonan dan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan, perambahan, dan pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan hutan, termasuk di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah membentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Toffo Pajo soromandi sebagai unit pengelola hutan di tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPH Toffo Pajo Soromandi dalam pengelolaan hutan lestari. Penelitian dilakukan pada Mei–Juni menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan indeks kinerja berdasarkan 13 kriteria yang dapat mendefinisikan aspek aspek penting yang harus di capai dalam penelitian yaitu 1. Kriteria kelembagaan pengelolaan hutan 2. Tata hutan dan rencana pengelolaan hutan 3. Pemanfaatan hutan dan penggunaaan kawasan hutan 4. Perlindungan hutan dan konservasi alam 5. Rehabilitasi dan reklamasi hutan 6. Pemberdayaan 7. Peran serta masyarkat 8. Kerjasama 9. Monitoring dan evaluasi 10. Sistem informasi kehutanan 11. Pembinaan dan pengawasan 12. Pendanaan 13. Sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kinerja keseluruhan adalah 2,14, dikategorikan sedang. Kriteria dengan skor tertinggi adalah Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (2,85), sedangkan skor terendah terdapat pada Kerjasama (1,00) selain itu dari hasil analisis data dan temuan di lapangan di temukan kriteria kelembagaan pengelolaan hutan dengan skor sebesar 2,54 menjadi salah satu kriteria yang cukup berperan penting dalam kinerja penegelolaan hutan Kategori ini dapat menunjukkan bahwa fondasi kelembagaan, seperti struktur organisasi, pembagian tugas dan tanggung  jawab, serta adanya prosedur operasional standar, kemungkinan besar sudah terbentuk dan berfungsi. Hasil ini mencerminkan bahwa meskipun terdapat beberapa aspek yang telah berjalan optimal, masih diperlukan perbaikan terutama dalam aspek kolaborasi lintas pihak, pemanfaatan potensi ekonomi hutan, serta dukungan infrastruktur dan pendanaan. Evaluasi ini penting untuk memperkuat peran KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat daera

    Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pada Muatan Pelajaran IPAS Kelas VI di SDN 1 Suela

    No full text
    Kemampuan berpikir tingkat tinggi atau biasa dikenal dengan HOTS sangat dibutuhkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di abad 21 ini. HOTS tidak hanya menuntut siswa untuk menghafal tetapi menuntut siswa untuk berikir kritis, kreatif, dan analitis sehingga mampu memecahkan masalah kompleks dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS pada Muatan Pelajaran IPAS kelas VI di SDN 1 Suela. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas VI SDN 1 Suela. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang diberikan sebanyak 6 soal muatan esai IPAS berbasis HOTS yaitu indikator C4, C5, dan C6. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Milles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6 siswa berkemampuan tinggi, 11 siswa berkemampuan sedang, dan 12 siswa berkemampuan rendah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan soal HOTS pada muatan pelajaran IPAS kelas VI di SDN 1 Suela. Penelitian ini dapat melatih kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang membutuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS)

    Learning Strategies Used by English Students in Coping with Extensive Reading Assignments: A Mixed Method Approach

    No full text
    This study examines the learning strategies used by fourth-semester English students at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, in coping with extensive reading assignments. Students face with too much materials and experience cognitive overload that makes them hard to process and remember what they have read. To address these issues, this research aimed to identify the specific strategies students use and evaluate their effectiveness in enhancing reading comprehension. A mixed-methods approach was applied, combining quantitative data from reading comprehension tests with qualitative data from interviews and observations. Forty students participated, representing varying proficiency levels. Descriptive statistics showed that students performed best in identifying main ideas (82%) and factual information (80%) but struggled with drawing conclusions (55%) and understanding vocabulary (60%). Thematic analysis of interviews showed that students commonly applied cognitive strategies such as note-taking, highlighting, summarizing, and mapping, along with metacognitive strategies including planning and time management. Quantitative data showed that students who tend to get high scores on reading comprehension tests use cognitive strategies, this is aligned with qualitative data from interviews and observations which explain that they use cognitive strategies to understand the text in depth. The results indicate that although students are proficient in lower-order strategies, they struggle with higher-order thinking abilities like evaluation and inference.  In order to improve overall comprehension, the study emphasizes the important of teaching that focused on vocabulary development and critical reading. This study concludes that students' independence, confidence, and performance in English reading tasks can be improved by incorporating explicit strategy training into comprehensive reading tasks. It contributes to the existing body of knowledge on language learning strategies, particularly in the context of extensive reading assignments in higher education

    Pengembangan Media Video Mendesain Motif Batik dengan Aplikasi IbisPaint X Pada Elemen Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan Kelas XI Busana SMKN 1 Lubuk Sikaping

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaranmendesain batik di SMKN 1 Lubuk Sikaping masih bersifatkonvensional. Guru menyampaikan materi melalui penjelasanlisan dan contoh visual statis tanpa dukungan media interaktif.Selain itu, siswa sebenarnya telah memiliki perangkat digital seperti smartphone Android, tetapi belum dimanfaatkan secaraoptimal dalam proses belajar. Berdasarkan hal tersebut, penelitianini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran“Mendesain Motif Batik dengan Aplikasi IbisPaint X” sebagaisarana pembelajaran digital yang interaktif dan relevan dengankebutuhan siswa jurusan Busana di SMK. Penelitian inimerupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan guru serta siswa untuk mengidentifikasikebutuhan media pembelajaran. Tahap desain dan pengembanganmencakup penyusunan naskah, pembuatan storyboard, sertaproduksi video pembelajaran yang berisi pengenalan aplikasiIbisPaint X, teori dasar batik, dan praktik mendesain motif flora dan fauna secara digital. Uji validitas dilakukan oleh ahli materidan ahli media, sedangkan uji praktikalitas dilakukan oleh guru dan siswa. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata 89,5 % (sangat valid), sedangkan ahli media sebesar 90% (sangat valid). Uji praktikalitas oleh guru memperoleh hasil 94,64% (sangat praktis), dan oleh siswa sebesar 83,72% (sangat praktis). Berdasarkan hasil tersebut, media video pembelajaran inidinyatakan layak dan praktis digunakan. Media video berbasisaplikasi IbisPaint X ini membantu siswa memahami langkah-langkah mendesain motif batik digital, meningkatkan motivasibelajar, serta mendorong kreativitas dalam pembelajaran desainbusana

    Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar: Mereduksi Kesenjangan Karakter dan Pewarisan Budaya di Era Globalisasi

    No full text
    Fungsi utama pendidikan di tingkat nasional adalah mengembangkan potensi dan membentuk karakter bangsa yang memiliki martabat dan peradaban tinggi. Namun, penetrasi budaya asing dan kemajuan teknologi di era globalisasi memicu krisis karakter dan erosi pemahaman kearifan lokal di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi urgensi inovasi, menganalisis kesenjangan implementasi, dan memformulasikan model pembelajaran berbasis kearifan lokal di SD. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dari  artikel jurnal terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal berfungsi vital sebagai fondasi penanaman nilai karakter positif dan pelestarian identitas budaya. Kesenjangan utama (gap) terletak pada: 1) Aspek Pedagogis, yaitu rendahnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum; dan 2) Aspek Sosiokultural, yaitu dampak globalisasi yang menyebabkan generasi muda perlahan meninggalkan nilai luhur lokal. Inovasi yang diusulkan adalah model terpadu melalui tiga jalur kegiatan (intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler) dengan memanfaatkan media digital untuk relevansi di era modern

    Integrasi Edpuzzle dalam Pembelajaran Digital: Analisis Perkembangan Riset dan Praktiknya di Sekolah: Integrating Edpuzzle in Digital Learning: An Analysis of Research Developments and School Based Practices

    No full text
    Penelitian ini memetakan perkembangan riset Edpuzzle dalam pembelajaran digital melalui analisis bibliometrik terhadap publikasi tahun 2019–2025 dengan pendekatan kuantitatif berbasis visualisasi tren, kata kunci, dan kolaborasi ilmiah. Hasil menunjukkan peningkatan publikasi yang konsisten, termasuk lonjakan pada masa pandemi dan stabilitas setelahnya sebagai tanda pergeseran dari eksplorasi menuju evaluasi pedagogis yang lebih mendalam. Analisis kata kunci menempatkan Edpuzzle sebagai pusat inovasi video interaktif dengan tema dominan seperti hasil belajar, motivasi, flipped classroom, dan pembelajaran aktif, disertai perubahan fokus dari isu motivasional menuju dampak pedagogis. Pemetaan kolaborasi mengungkap kontribusi global lintas negara dan disiplin, sementara sitasi tinggi pada konteks pendidikan jasmani menegaskan fleksibilitas Edpuzzle dalam pembelajaran teori maupun praktik. Secara keseluruhan, studi ini memperkuat posisi Edpuzzle sebagai teknologi kunci dalam ekosistem pembelajaran digital. Kata kunci: Edpuzzle, Blended Learning, Flipped Classroo

    Profil Zone of Proximal Development (ZPD) Mahasiswa Calon Guru sebagai Landasan Pengembangan Model Inkuiri Scaffolding Terintegrasi Kearifan Lokal Sasambo

    No full text
    Efektivitas penerapan scaffolding dalam pembelajaran inkuiri sangat bergantung pada akurasi diagnosis terhadap kemampuan awal pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil Zone ofProximal Development (ZPD) mahasiswa calon guru sebagai tahap diagnostik awal (preliminary research) dalam pengembangan model inkuiri terintegrasi kearifan lokal Sasambo. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 33 mahasiswa calon guru PGSD di Universitas Muhammadiyah Mataram. Data dikumpulkan melalui instrumen tes diagnostik berbentuk esai yang dirancang untuk mengukur kesenjangan antara kemampuan aktual dan potensial mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (84,85%) berada pada kategori ZPD Sedang, sementara 12,12% berada pada kategori Rendah, dan hanya 3,03% pada kategori Tinggi. Dominasi kategori sedang mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan dasar yang memadai namun belum mampu menyelesaikan masalah inkuiri kompleks secara mandiri. Temuan ini menjadi landasan empiris bahwa strategi intervensi yang tepat bukanlah instruksi langsung maupun pelepasan penuh, melainkan adaptive scaffolding berupa pertanyaan arahan (guiding questions) dan pemodelan dengan mekanisme fading bertahap. Selain itu, integrasi kearifan lokal Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) terkonfirmasi urgensinya sebagai jembatan kognitif (cognitive bridge) untuk menurunkan beban kognitif mahasiswa dalam memahami konsep sains yang abstrak.

    Gambaran Personal Higiene, Sanitasi Peralatan Makan, Dan Keberadaan Escherichia Coli Pada Alat Makan Di rumah Makan Wilayah Pelabuhan Manado

    No full text
    Personal higiene merupakan upaya menjaga kebersihan dan kesehatan individu yang penting untuk mencegah kontaminasi silang, terutama pada peralatan makan. Higiene yang buruk, seperti tidak mencuci tangan dan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), dapat menyebabkan kontaminasi peralatan makan dan penyakit bawaan makanan (foodborne disease), salah satunya diare akibat Escherichia coli. Di wilayah Pelabuhan Manado, tercatat tiga kasus diare pada tahun 2022 dan empat kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran personal higiene, sanitasi peralatan makan, dan keberadaan E. coli pada alat makan di rumah makan sekitar Pelabuhan Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan teknik total sampling pada sembilan rumah makan. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, serta pemeriksaan laboratorium terhadap usapan piring, gelas, sendok, dan garpu. Hasil menunjukkan 55,6% rumah makan memiliki personal higiene yang kurang baik, 100% memiliki sanitasi peralatan makan yang baik, dan 44,4% menunjukkan keberadaan E. coli pada alat makan yang tidak memenuhi syarat. Kesimpulannya, meskipun sanitasi peralatan makan tergolong baik, personal higiene pekerja masih perlu ditingkatkan karena sebagian alat makan masih terkontaminasi E. coli. Diperlukan peningkatan edukasi, fasilitas pendukung, dan evaluasi berkala.

    Identifikasi Kelimpahan Dan Karakteristik Fisik Mikroplastik Pada Lahan Sawah Di Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Jalupang Kabupaten Karawang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelimpahan dan karakteristik fisik mikroplastik pada lahan sawah yang berada di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang, Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif di lima petak sawah yang berjarak kurang dari 50 meter dari TPAS. Metode yang digunakan mencakup pengambilan lumpur sedalam 0–20 cm, preparasi menggunakan metode modifikasi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dan identifikasi menggunakan mikroskop binokuler. Hasil menunjukkan kelimpahan mikroplastik berkisar antara 266–746 partikel/kg, Hasil pengamatan menunjukan bentuk mikroplastik dominan berupa fragmen (60%), diikuti oleh pellet (16.2%), foam (7.3%), fiber (9.6%), dan film (6.8%). Mikroplastik yang ditemukan umumnya berukuran <1 mm (82%) dan berwarna hitam (42%). Sumber mikroplastik diduga berasal dari limpasan air hujan dari TPAS, aktivitas pertanian, dan deposisi atmosferik. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas manusia di sekitar TPA, sistem irigasi terbuka, serta faktor lingkungan seperti angin dan hujan menjadi jalur utama penyebaran mikroplastik ke lahan pertanian. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan perlunya edukasi kepada petani dalam penggunaan bahan yang ramah lingkungan, guna mengurangi potensi kontaminasi mikroplastik di sistem pertanian.pentingnya strategi mitigasi untuk mencegah akumulasi lebih lanjut. Sampling was conducted purposively in five plots located within 50 meters of the TPAS. The methodology involved collecting soil samples to a depth of 0–20 cm, followed by preparation using a modified protocol from the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) and identification using a binocular microscope. The results indicated that microplastic abundance ranged from 266 to 746 particles per kilogram. Observations revealed that the dominant form of microplastic was fragments (60%), followed by pellets (16.2%), foam (7.3%), fibers (9.6%), and films (6.8%). Most of the detected microplastics were smaller than 1 mm (82%) and predominantly black in color (42%). The sources of microplastics are suspected to include runoff from the TPAS, agricultural activities, and atmospheric deposition. These findings suggest that human activities around the landfill site, open irrigation systems, and environmental factors such as wind and rainfall are major pathways for microplastic dispersion into agricultural land. This research emphasizes the importance of improved waste management and the need to educate farmers on the use of environmentally friendly materials to reduce the potential for microplastic contamination in agricultural systems. Mitigation strategies are crucial to prevent further accumulation.

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Authentic Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇