Journal of Authentic Research
Not a member yet
    242 research outputs found

    Upaya Kepala Sekolah dalam Menumbuh Kembangkan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya kepala sekolah dalam menumbuhkembangkan karakter disiplin siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Banyumulek. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk strategi kepemimpinan, kebijakan sekolah, serta implementasi program yang berorientasi pada pembentukan nilai-nilai kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif karena dianggap paling memahami konteks pelaksanaan program kedisiplinan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui enam bentuk upaya utama, yaitu: (1) kegiatan rutin dan pembiasaan positif, (2) keteladanan dalam perilaku, (3) integrasi nilai kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran, (4) teguran, nasihat, dan pemberian motivasi, (5) kegiatan literasi keagamaan berupa program mengaji, serta (6) penerapan budaya 3S (senyum, sapa, salam). Faktor pendukung mencakup tersedianya sarana prasarana memadai, kesadaran siswa akan pentingnya disiplin, serta komitmen sumber daya manusia di sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan sosial dan pola asuh keluarga yang kurang mendukung. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian kepemimpinan kepala sekolah berbasis karakter di sekolah dasar. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi kepala sekolah dan guru dalam merancang kebijakan pembiasaan disiplin yang berkelanjutan serta menumbuhkan budaya sekolah yang positif dan religius. This study aims to describe in depth the efforts of the principal in fostering and developing students’ disciplinary character at SD Negeri 1 Banyumulek. The focus of the research is directed toward the forms of leadership strategies, school policies, and the implementation of programs oriented toward cultivating students’ disciplinary values. This study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies involving the principal, teachers, and students who were purposively selected because they were considered to have the most comprehensive understanding of the discipline-related programs. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal plays a strategic role in fostering students’ disciplinary character through six main efforts: (1) routine activities and positive habituation, (2) role modeling in daily behavior, (3) integrating disciplinary values into learning activities, (4) providing admonitions, guidance, and motivation, (5) implementing religious literacy activities such as Qur’an recitation programs, and (6) applying the 3S culture (smile, greet, and salute). Supporting factors include the availability of adequate facilities and infrastructure, students’ awareness of the importance of discipline, and the commitment of school human resources. Meanwhile, inhibiting factors involve social environmental influences and family upbringing that do not adequately support discipline. Theoretically, this study contributes to strengthening the discourse on character-based school principal leadership in elementary schools. Practically, the findings may serve as a reference for principals and teachers in designing sustainable discipline habituation policies and in fostering a positive and religious school culture.

    Deskripsi Motivasi Belajar Peserta Didik SMP Terhadap Pelaksanaan Praktikum IPA Sederhana Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri

    No full text
    Pada penelitian ini dilakukan penyelidikan motivasi belajar peserta didik terhadap pelaksanaan praktikum mata pelajaran IPA melalui pembelajaran berbasis inkuiri pada topik getaran, gelombang, dan bunyi. Pada praktikum ini, peserta didik diminta untuk membuat stetoskop sederhana dari bahan dan alat yang mudah ditemukan, kemudian peserta didik diminta untuk memperhatikan fenomena ketika stetoskop tersebut diletakkan pada jantung mereka atau teman mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan merupakan angket motivasi belajar peserta didik yang disebarkan ke 25 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Dringu. Aspek yang termuat dalam instrumen tersebut adalah aspek relevansi (Relevance), kepuasan (Satisfaction), percaya diri (Confidence), dan perhatian (Attention). Dari hasil perhitungan analisis diperoleh bahwa motivasi belajar peserta didik pada aspek relevansi (Relevance) sebesar 81% dengan kategori sangat baik, perhatian (Attention) sebesar 83% dengan kategori sangat baik, kepuasan (Satisfaction) sebesar 84% dengan kategori sangat baik, dan percaya diri (Confidence) sebesar 79% dengan kategori baik. Penelitian ini memberikan gambaran empiris bahwa praktikum berbasis inkuiri dapat menjadi strategi untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA

    Pengembangan media pembelajaran interaktif powerpoint berbasis aplikasi android pada materi membaca permulaan di kelas 1 SDN Tampar Ampar Praya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif PowerPoint berbasis aplikasi android pada materi membaca permulaan di kelas 1 SDN Tampar Ampr Praya yang valid dan paraktis menurut para ahli serta respon pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiridari 5 tahapan yaitu: analisis (analysis), desain (deisign), pengembangan (Devlopment), implementasi (implementation), evaluasi (evaluatation). Subjek uji coba dalam penelitian ini adala 17 siswa kelas 1 dan 1 guru kelas, dengan validasi ahli dilakukan oleh tiga ahli (ahli materi, ahli media dan ahli bahasa). Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran interaktif PowerPoint berbasis aplikasi android pada materi membaca permulaan di Kelas 1 SDN Tampar Ampar Praya. Konsep yang dibangun dalam media ini adalah berupa penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi membaca permulaan yang dibuat menjadi sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil sebagai berikut; uji validasi terhadap media pembelajaran interaktif Poweroint berbasis aplikasi android pada materi membaca permulaan divalidasi oleh tiga ahli, ahli materi dengan memperoleh nilai rata rata 84, 21% dengan kreteria sangat valid, dari ahli media dengan memperoleh nilai rata rata 80% dengan kreteria valid  dan dari ahli bahasa dengan memperoleh nilai rata rata 84,21% dengan kreteria valid, sehingga produk tersebut dikatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Sementara itu hasil angket respon peserta didik dan respon guru terhadap media pembelajaran interaktif PowerPoint berbasis aplikasi android pada materi membaca permulaan mendapatkan nilai rata rata sebesar 80% dan 80% dengan kreteria sangat praktis. Dapat sisimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif PowerPoint berbasis aplikasi android dikatakan valid dan sangat praktis untuk digunakan, memberikan implikasi positif dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi membaca permulaan yang lebih menyenangkan dan mandiri bagi siswa

    Pengembangan Bahan Ajar Terintegrasi Nilai Anti-Bullying untuk Meningkatkan Pemahaman Sikap Toleransi Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas V SDN 2 Selebung

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai anti-bullying dan sikap toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V Sekolah Dasar. Bahan ajar yang digunakan belum mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying secara eksplisit dan sistematis, sehingga pembentukan karakter saling menghargai belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran Pendidikan Pancasila terintegrasi nilai-nilai anti-bullying serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman dan sikap toleransi siswa kelas V SDN 2 Selebung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru kelas, dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta tes pemahaman pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Data dianalisis untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan produk dengan menggunakan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan berada pada kategori sangat layak dengan hasil validasi ahli materi sebesar 83% dan ahli media sebesar 90%. Modul juga dinilai sangat praktis digunakan dalam pembelajaran dengan respons guru sebesar 92,5% dan respons siswa sebesar 90%. Selain itu, modul terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan sikap toleransi siswa, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest dari 60,25 menjadi 87,25 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,68 pada kategori sedang hingga tinggi. Integrasi nilai anti-bullying dalam modul ini dilakukan secara kontekstual melalui tujuan pembelajaran, materi, contoh kasus, dan aktivitas reflektif, sehingga siswa tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga dapat menginternalisasi nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan sesuai dengan Pancasila. Keunikan modul ini terletak pada penyajian aktivitas yang interaktif dan situasional, yang menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sosial siswa sehari-hari. Dengan demikian, modul pembelajaran ini tidak hanya layak, praktis, dan efektif, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi penguatan pendidikan karakter, pengembangan strategi pembelajaran inovatif bagi guru, serta mendukung upaya pencegahan perilaku bullying di sekolah dasar

    The Effect of a STEM-Integrated Project-Based Learning Science E-Module on Students’ Critical Thinking and Problem-Solving Skills

    No full text
    Innovation in science learning is essential to meet 21st-century skill demands and support the achievement of the Education for Sustainable Development Goals (ESDGs). This study aims to analyze the effect of a Project-Based Learning (PjBL)-based Science E-Module integrated with the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach on students’ critical thinking and problem-solving skills. A quasi-experimental design with a posttest-only control group was employed. The sample consisted of 71 students divided into an experimental group (n = 35), which used the PjBL-STEM E-Module, and a control group (n = 36), which received conventional instruction. Research instruments included tests of critical thinking (CTS) and problem-solving skills (PSS). The assumptions of multivariate normality (Shapiro–Wilk), homogeneity of variance–covariance matrices (Box’s M), and multicollinearity were all met. The MANOVA results revealed a significant simultaneous effect of the treatment on CTS and PSS (p < 0.001). Further univariate tests indicated significant partial effects on CTS (p < 0.001) and PSS (p < 0.001). The mean scores of CTS (Experimental = 80.91; Control = 57.67) and PSS (Experimental = 82.74; Control = 58.47) were significantly higher in the experimental group. Therefore, the STEM-integrated PjBL Science E-Module is effective in improving students’ critical thinking and problem-solving skills. This finding demonstrates that the module serves as a pedagogical innovation aligned with the ESDGs framework and the competencies required for 21st-century education

    The Influence Of Internship Program And Work Motivation On Work Readiness In Student Who Take Part In Internship Program At Pt Aerofood Indonesia Surabaya Unit

    No full text
    Students' work readiness is one of the important indicators in the success of universities that aim to create superior and competent graduates. However, reality shows that there are still many graduates from universities in Indonesia who find it difficult to get a job due to the lack of skills and high work motivation in each individual student. Through the internship programme, students can feel various benefits, namely direct experience, building professional networks, and increasing self-confidence in facing the world of work. On the other hand, the internship programme cannot be the only benchmark in student work readiness, there are other factors that also contribute to it, one of which is motivation in students. There is research that states that motivation is the main factor in the level of work readiness in final year students which also has an impact on the national unemployment rate.This study aims to analyze and evaluate the internship program, work motivation, and work readiness of students who take part in the internship program at PT Aerofood Indonesia Surabaya Unit. This study uses quantitative methods with multiple regression analysis and the sampling technique used is a saturated sample of 59 students of several universities. The results showed that there was a simultaneous influence between the variables of the internship program and work motivation on student work readiness. The results of this study indicate that there is no significant influence between the internship programme variables and work readiness partially. inversely proportional to this, testing on work motivation shows a significant influence on student work readiness while simultaneously showing a significant influence between the internship programme variables and work motivation

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Adobe Flash Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Di MAN 2 Mataram

    No full text
    Keberhasilan pembelajaran biologi di sekolah dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan. Hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah model inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan Adobe Flash terhadap hasil belajar biologi siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X di MAN 2 Mataram yang terdiri dari 15 kelas, dengan sampel kelas X-12 dan X-13 yang ditentukan dengan teknik convinience sampling. Data hasil belajar biologi dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney karena data posttest dan n-gain tidak memenuhi asumsi homogenitas varians. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan nilai posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, sedangkan hasil pretest kedua kelompok tidak berbeda signifikan. Perolehan belajar (n-gain) di kelas eksperimen juga lebih besar (64%) dari pada kelompok kontrol (47%), meskipun keduanya masuk dalam kategori yang sama yaitu sedang, sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan Adobe Flash terhadap hasil belajar biologi siswa

    Self Control Sebagai Prediktor Utama Prokrastinasi Akademik Siswa

    No full text
    Sejumlah penelitian menunjukkan tidak semua siswa memiliki pengelolaan waktu belajar yang baik, termasuk dalam penyelesaian tugas tepat waktu. Pengelolaan waktu belajar yang kurang baik menyebabkan siswa melakukan penundaan dalam tugas-tugas akademiknya. Salah satu faktor penyebab prokrastinasi akademik adalah self control. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self control dan prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Penelitian ini melibatkan 263 siswa dari SMA Pertiwi 1 Padang, yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Instrumen yang digunakan adalah skala self control dan skala prokrastinasi akademik, yang keduanya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product-Moment dengan bantuan SPSS versi 20.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self control siswa berada pada kategori sedang (67,16%), sementara prokrastinasi akademik berada pada kategori sedang (52,51%). Analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan ? = 181,78 – 0,775X sig. 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan self control terhadap prokrastinasi akademik. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,574 menunjukkan bahwa self control berkontribusi (57,4%) terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi konselor sekolah dalam merancang program BK untuk meningkatkan self control guna mereduksi prokrastinasi akademik di kalangan siswa

    Improving The Students’ Speaking Ability Through Conversation Circles For The First Year Students Of Junior High School

    No full text
    This study aims to examine the effectiveness of using Conversation Circles in improving the speaking skills of first-year junior high school students at MTs Al-Ihsan NWDI Gelondong. This research used a one-group pretest-posttest pre-experimental design. To collect the data, the researcher conducted a pre-test, provided treatment using the Conversation Circles method, and then conducted a post-test. The participants included 25 students selected as the research sample. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results revealed a significant improvement in students’ speaking abilities after the implementation of the Conversation Circles method. The average score increased from 61.24 on the pre-test to 74.28 on the post-test, with a gain of 13.04 points. In addition, the standard deviation decreased from 4.01 to 3.73, indicating more consistent improvement across students. The paired samples t-test showed a significance value of p < 0.05, confirming that the method had a statistically significant positive effect on students’ speaking performance.These findings suggest that Conversation Circles can be an effective alternative strategy for EFL teachers to create a more interactive and low-anxiety speaking classroom. The method supports fluency development, builds students' confidence, and encourages active participation in speaking activities

    Pengaruh Keputusan Melanjutkan Pendidikan Tinggi Terhadap Karier dan Kehidupan Sosial Gen Z di Kabupaten Garut

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keputusan melanjutkan pendidikan tinggi terhadap karier dan kehidupan sosial Generasi Z di Kabupaten Garut. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya Jawa Barat, serta minimnya kajian empiris mengenai dampak keputusan melanjutkan studi terhadap aspek karier dan sosial generasi muda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian adalah Generasi Z di Kabupaten Garut dengan jumlah sampel 225 responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan melanjutkan pendidikan tinggi berpengaruh positif dan signifikan terhadap karier (R² = 0,468; p < 0,05) dan kehidupan sosial (R² = 0,403; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keputusan Generasi Z untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, maka semakin baik perkembangan karier serta kualitas kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi strategis yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi melalui peningkatan karier, tetapi juga memperkaya modal sosial. Implikasi praktis penelitian ini mendorong pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan akses, dukungan, serta kemitraan dengan dunia industri, sehingga manfaat pendidikan tinggi dapat dirasakan lebih luas oleh Generasi Z. This study aims to analyze the effect of the decision to pursue higher education on career development and social life among Generation Z in Garut Regency. The research is motivated by the low participation rate in higher education in Indonesia, particularly in West Java, and the lack of empirical studies examining the direct impact of continuing education on career and social aspects of young generations at the regional level. The study employs a quantitative approach with descriptive and associative methods. The population consists of Generation Z in Garut, with 225 respondents selected using purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS 4 software. The results reveal that the decision to pursue higher education has a positive and significant effect on career (R² = 0.468; p < 0.05) and social life (R² = 0.403; p < 0.05). These findings indicate that the higher the tendency of Generation Z to continue their education to university, the better their career development and social quality. The study concludes that higher education serves as a strategic investment that provides dual benefits: improving economic aspects through career opportunities and enriching social capital. The practical implications highlight the need for local governments, educational institutions, and universities to expand access, support systems, and partnerships with industry to maximize the benefits of higher education for Generation Z

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Authentic Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇