Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Interaksi Kualitas Informasi Konten Pariwisata Dengan Niat Berkunjung Kembali: Peran Perceived Authenticity dan Travel Constraint
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi dalam konten yang dihasilkan perusahaan (FCC) dan konten yang dihasilkan pengguna (UGC) terhadap perceived authenticity destinasi wisata dan niat wisatawan untuk kembali berkunjung. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan dari 317 responden yang telah mengunjungi destinasi wisata lokal di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas FCC berpengaruh positif terhadap perceived authenticity, yang kemudian meningkatkan niat kunjungan kembali wisatawan. Selain itu, kualitas UGC terbukti memoderasi hubungan antara FCC dan perceived authenticity, memperkuat dampak positif FCC terhadap niat kunjungan kembali. Namun, faktor kendala perjalanan seperti keterbatasan waktu, biaya, dan aksesibilitas dapat melemahkan pengaruh perceived authenticity terhadap niat kunjungan kembali. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan konten yang authentic dan relevan baik dari pengelola wisata maupun pengguna untuk meningkatkan kunjungan kembali wisatawan dan mendukung keberlanjutan destinasi wisata.
Analisis Kualitas Butir Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA di Kota Merauke
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA di Kota Merauke dengan melihat tingkat kesukaran, daya beda dan efektivitas pengecohnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kesukaran butir soal memiliki sebaran dengan perbandingan sukar 40%: sedang 56%: mudah 4%, daya beda butir soal terdapat 20 % baik, 44 % cukup dan 36 % buruk. Efektivitas pengecoh butir soal secara keseluruhan dikatakan efektif karena dari 75 butir soal yang diujikan terdapat 54 butir soal yang efektivitas pengecoh berfungsi. Kualitas butir soal TKA SMA di kota Merauke secara keseluruhan telah dikatakan cukup baik ditinjau dari teori klasik. Penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi pendidik, perancang tes, dan lembaga pendidikan karena hasil analisis dapat dijadikan rujukan untuk memperkuat standar penilaian akademik di sekolah yang ada di Merauke. Selain itu, temuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bank soal yang lebih representatif serta memperbaiki pola konstruksi pertanyaan pada asesmen berikutnya.
This study aims to examine the quality of the Academic Ability Test (TKA) items for Senior High School in Merauke City by examining the difficulty level, discrimination power, and the effectiveness of the distractors. The type of research employed is quantitative descriptive research. The data collection technique used is documentation. The results indicate that the distribution of item difficulty levels consists of 40% difficult items, 56% moderate items, and 4% easy items, while the discrimination power of the items comprises 20% good, 44% fair, and 36% poor. The distractor effectiveness of the items is generally considered effective, as 54 out of 75 items have functioning distractors. Overall, the quality of the TKA items for senior high schools in Merauke City is classified as reasonably good when reviewed from the perspective of classical test theory. This research provides practical benefits for teachers, test designers, and educational institutions because the analysis results can be used as a reference to strengthen academic assessment standards in schools in Merauke. Additionally, these findings can be utilized to develop a more representative question bank and improve question construction patterns for subsequent assessments
Pengaruh Metode Drill Berbantuan Media Gambar Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas 1 di SDN Sembak Dui Tahun Ajaran 2025/2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode drill berbantuan media gambar terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1 di SDN Sembak Dui Tahun Ajaran 2025/2026. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen dan desain penelitian adalah nonequavalent control grup, dimana terdapat dua kelompok yang dipilih secara tidak random yang dilaksanakan di SDN Sembak Dui. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes, lembar observasi dan lembar wawancara, sedangkan teknik analisi data menggunakan statistik parametris yang dianalisis menggunakan uji t sampel bebas atau independent sample t tes. Populasi dan sampel penelitian ini terdiri dari 36 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Nilai rata-rata tes kemampuan menulis permulaan siswa kelas eksperimen adalah 86,17, sedangkan nilai rata-rata tes kemampuan menulis permulaan siswa kelas kontrol adalah 74,70. Hasil perhitungan statistik menggunakan uji t independent sample t test yang menunjukkan dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai signifikan sebesar 0,001 dan p value 0,05. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis dimana p value < nilai signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Bunyi Ha adalah ada pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan metode drillberbantuan media gambar terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas I. Penulis mengajukan beberapa saran diantaranya adalah (1) saran bagi peneliti selanjutnya (2) saran bagi guru (3) saran bagi kepala sekolah
Model Konseptual Pendidikan Multikultural Trasnformasional Bali: Revitalisasi Nilai Tri Parartha sebagai Penguatan Sosial and Emotional Learning (SEL) Siswa di Era Pluralitas Budaya
Penelitian ini mengembangkan model Pendidikan Multikultural Transformasional Bali berbasis nilai kearifan lokal Tri Parartha (Asih, Punia, Bhakti) untuk memperkuat Social and Emotional Learning (SEL). Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kritis dengan menganalisis buku, artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan penelitian terkait pendidikan multikultural, kearifan lokal, serta SEL. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi nilai Tri Parartha sebagai basis etika sosial dengan kerangka SEL, menghasilkan model yang relevan secara kultural dan operasional. Hasil kajian menunjukkan implementasi pendidikan multikultural di Bali masih bersifat normatif, dengan nilai Tri Parartha diajarkan simbolik tanpa transformasi signifikan dalam karakter atau kompetensi SEL siswa. Revitalisasi Tri Parartha terbukti efektif memperkuat dimensi pendidikan multikultural dan kompetensi SEL, seperti empati, kesadaran sosial, keterampilan relasi, pengelolaan diri, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Model konseptual yang dihasilkan mencakup input, proses pembelajaran, output, outcome, serta mekanisme penguatan dan evaluasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi Tri Parartha dalam kurikulum dan budaya sekolah dapat meningkatkan toleransi, empati, dan harmoni sosial siswa, meski masih memerlukan uji coba empiris untuk menilai efektivitasnya.
This study develops a Transformational Multicultural Education model for Bali based on the local wisdom values of Tri Parartha (Asih, Punia, Bhakti) to strengthen Social and Emotional Learning (SEL). The method used is a critical descriptive literature review, analyzing books, scholarly articles, policy reports, and research related to multicultural education, local wisdom, and SEL. The novelty of this research lies in the integration of Tri Parartha values as a basis for social ethics with the SEL framework, resulting in a culturally relevant and operational model. The findings show that the implementation of multicultural education in Bali remains normative, with Tri Parartha values being taught symbolically without significant transformation in students' character or SEL competencies. The revitalization of Tri Parartha proves effective in strengthening multicultural education dimensions and SEL competencies such as empathy, social awareness, relational skills, self-management, and responsible decision-making. The conceptual model developed includes input, learning processes, output, outcomes, and mechanisms for reinforcement and evaluation. The research findings emphasize that integrating Tri Parartha into the curriculum and school culture can enhance tolerance, empathy, and social harmony among students, although empirical testing is still needed to assess its effectiveness
Integrasi Authentic Materials dan Praktik Lapangan di Arboretum untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Forest Incidents Report Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam Menulis Forest Incidents Report melalui penggabungan bahan ajar autentik (authentic materials) dan praktik lapangan yang dilakukan di Arboretum kampus. Mahasiswa program Studi Pengelolaan Hutan harus memiliki kemampuan untuk melaporkan insiden Hutan. Namun, kemampuan Menulis teknis dan pemahaman tentang struktur laporan profesional sering menjadi hambatan. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, penelitian ini melibatkan 18 mahasiswa semester dua di Jurusan Kehutanan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Rubrik penilaian Menulis, observasi aktivitas pembelajaran, dan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data dari laporan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen struktur teks, isi dan relevansi, penggunaan terminologi teknis, kohesi dan koherensi tulisan semuanya meningkat secara signifikan. Nilai rata-rata untuk Kedua siklus meningkat dari 76,4 menjadi 87,2. Menurut observasi dan wawancara, penggabungan praktik lapangan dan authentic materials tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan menulis mahasiswa, tetapi juga mendorong mereka untuk berpartisipasi lebih aktif, bekerja sama dalam tim, dan berpikir kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual yang didasarkan pada pengalaman nyata sangat penting untuk pendidikan vokasi kehutanan. Peneliti juga menyarankan agar pendekatan ini diterapkan secara lebih luas di institusi vokasional lainnya terutama dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk tujuan khusus (English for Specific Purposes).
Kata kunci: authentic materials, praktik lapangan, forest incidents report, pendidikan vokasional, ESP 
Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan fisik dan psikologis, termasuk hipertensi dan depresi. Hipertensi kerap tidak disadari oleh lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, sedangkan depresi dapat memengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan dan memperburuk kondisi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan derajat hipertensi pada lansia di Kelurahan Rawa Makmur, wilayah kerja Puskesmas Palaran Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 135 lansia penderita hipertensi dipilih secara purposive dari populasi 204 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21 untuk depresi dan alat sphygmomanometer manual untuk tekanan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat depresi normal (37,78%) dan hipertensi derajat 1 (60%). Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat depresi dan derajat hipertensi (p = 0,000; r = 0,611), menunjukkan korelasi positif yang kuat. Hasil ini menegaskan pentingnya penanganan aspek psikologis, khususnya depresi, dalam pengendalian hipertensi pada lansia.
Elderly people are an age group that is vulnerable to physical and psychological health problems, including hypertension and depression. Hypertension is often not recognized by the elderly and can cause serious complications, while depression can affect compliance with treatment and worsen blood pressure conditions. This study aims to determine the relationship between depression levels and hypertension levels in the elderly in Rawa Makmur Village, the Palaran Samarinda Health Center working area. The study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and cross-sectional method. A sample of 135 elderly people with hypertension was selected purposively from a population of 204 people. Data were collected using the DASS-21 questionnaire for depression and a manual sphygmomanometer for blood pressure. Analysis using the Spearman Rank test. The results showed that the majority of respondents had normal depression levels (37.78%) and grade 1 hypertension (60%). The Spearman test showed a significant relationship between depression levels and hypertension levels (p = 0.000; r = 0.611), indicating a strong positive correlation. These results emphasize the importance of handling psychological aspects, especially depression, in controlling hypertension in the elderly.
Kajian Degradasi Lahan dan Pengelolaan Lahan Berkelanjutan
Degradasi lahan merupakan permasalahan lingkungan global yang berdampak pada produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan keseimbangan ekosistem. Secara global, lebih dari 33% lahan dunia telah terdegradasi dengan penurunan produktivitas mencapai 25–40% (FAO, 2021). Di Indonesia, luas lahan terdegradasi mencapai 24,3–48,3 juta hektar, terutama di wilayah upland dan enklave hutan (KLHK, 2023). Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika degradasi lahan, faktor penyebab, dan efektivitas pengelolaan lahan berkelanjutan (PLB) dalam pemulihan ekosistem. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui kajian literatur dan analisis SWOT terhadap lebih dari 70 sumber ilmiah dan kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa degradasi lahan dipicu oleh deforestasi, konversi hutan, pertanian intensif, penggunaan pupuk kimia berlebih, dan perubahan iklim yang memicu kekeringan serta banjir. Dampaknya berupa penurunan hasil padi hingga 40%, erosi mencapai 60 ton/ha/tahun, dan hilangnya 70% biodiversitas tanah pada lahan intensif. Strategi PLB efektif melalui konservasi tanah dan air, agroforestri, serta pemberdayaan masyarakat, seperti agroforestri aren dan kopi di Lombok Tengah yang meningkatkan pendapatan petani hingga 35%. Meskipun PLB memiliki potensi besar dalam konservasi dan kolaborasi multipihak, kendala seperti kapasitas lokal dan konflik tata ruang masih terjadi. Diperlukan sinergi kebijakan, restorasi berbasis komunitas, dan diversifikasi ekonomi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Land degradation is a global environmental problem impacting agricultural productivity, food security, and ecosystem balance. Globally, more than 33% of the world's land has been degraded, with productivity declines reaching 25–40% (FAO, 2021). In Indonesia, the area of ??degraded land reaches 24.3–48.3 million hectares, primarily in upland areas and forest enclaves (KLHK, 2023). This study aims to analyze the dynamics of land degradation, its causal factors, and the effectiveness of sustainable land management (SLM) in ecosystem restoration. A descriptive qualitative approach was used through a literature review and a SWOT analysis of more than 70 scientific and policy sources. The study results indicate that land degradation is triggered by deforestation, forest conversion, intensive agriculture, excessive use of chemical fertilizers, and climate change that triggers drought and flooding. The impacts include a 40% decrease in rice yields, erosion reaching 60 tons/ha/year, and a 70% loss of soil biodiversity in intensive land. Effective PLB strategies include soil and water conservation, agroforestry, and community empowerment, such as sugar palm and coffee agroforestry in Central Lombok, which has increased farmer incomes by up to 35%. While PLB holds significant potential for conservation and multi-stakeholder collaboration, challenges such as local capacity and spatial planning conflicts persist. Policy synergy, community-based restoration, and economic diversification are needed to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs)
The Role of Compensation, Job Satisfaction, and Work Environment in Shaping Employee Loyalty
This study investigates the impact of compensation, job satisfaction, and the work environment on employee loyalty at CV. Graha Abadi Surabaya, a footwear manufacturing SME in Indonesia. In the broader context of Indonesian small and medium-sized enterprises (SMEs), employee loyalty plays a critical role in ensuring operational continuity and long-term organizational success. Addressing a gap in the literature concerning the integrated influence of these three variables within the SME sector, this research contributes novel insight into workforce dynamics specific to Indonesia’s manufacturing industry. A quantitative method was applied using a structured 5-point Likert scale questionnaire distributed to 32 full-time employees, representing the entire workforce of the company. The instruments were validated and tested for reliability prior to analysis. Multiple linear regression was employed via SPSS software, supported by classical assumption tests to ensure model robustness.Results reveal that job satisfaction significantly enhances employee loyalty. In contrast, compensation and work environment, while positively correlated with loyalty, do not individually demonstrate statistically significant effects. However, the combination of all three factors yields a significant joint influence on loyalty levels. The adjusted R² value of 0.824 indicates that 82.4% of the variance in employee loyalty can be explained by the model. The findings underline job satisfaction—particularly through aspects such as employee recognition, role clarity, and supportive internal communication—as the primary driver of loyalty. Although compensation and the work environment may not independently exert strong effects, their alignment with job satisfaction contributes to a more stable and loyal workforce. These insights offer practical implications for SME management and HR policy, especially in strengthening retention strategies and enhancing commitment among employees through a holistic approach to workplace satisfaction
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Video Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X di MAN 2 Mataram
Model discovery learning adalah salah satu model yang digunakan dalam proses pembelajaran agar siswa dapat memahami konsep atau pengertian serta hubungannya melalui proses intuitif dengan cara melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, danpenentuan sehingga akan sampai kepada kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model discovery learning berbantuan video terhadap hasil belajar biologi pada perserta didik kelas X MAN 2 Mataram pada topik plantae. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (kuasi eksperimen) dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X di MAN 2 Mataram. Kelas X-6 sebagai kelas eksperimen menggunakan model discovery learning berbantu video sedangkan kelas X-7 sebagai kelas kontrol menggunakan model discovery learning. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel yang terpilih yaitu 76 siswa terdiri dari 2 kelas X. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Analisa data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis menggunakan uji t dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (sig < 0,05). Pada kelas eksperimen terjadi peningkatan dalam kategori tinggi. Hal ini dikarenakan pembelajaran discovery learning berbasis video siswa mendapatkan gambaran tentang konsep yang dipelajari. Sedangkan pada kelas kontrol pada saat pembelajaran guru tidak bervariasi dalam menggunakan media yang hanya terbatas pada media seperti papan tulis, PPT dan software pelajaran biologi yang kurang melibatkan para siswa untuk berinteraksi dengan media pembelajaran secara langsung sehingga siswa merasa bosan yang menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar siswa
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Video Terhadap Berpikir Kritis Dan Berpikir Komputasional Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Pujut
Kemampuan berpikir seperti pemrograman komputer, terutama berpikir algoritma, sangat membantu seseorang dalam memahami prinsip teknologi sehingga siswa dapat menguasai teknologi baru dengan cepat dan kritis menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Kombinasi berpikir kritis dan komputasional membuat individu lebih siap beradaptasi dan berinovasi di dunia yang terus berubah dan dipenuhi teknologi digital. Oleh karena itu, kedua pola pikir ini penting untuk dilatih pada siswa, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan seperti Biologi yang kompleks dan membutuhkan kemampuan pemecahan masalah. Hasil wawancara dengan guru Biologi Harniwati di SMA Negeri 2 Pujut tahun 2024 menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih menggunakan papan tulis dan buku paket, sedangkan penggunaan media video jarang dan belum optimal karena keterbatasan LCD proyektor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Problem Based Learning berbantuan video terhadap berpikir kritis dan komputasional pada materi sistem sirkulasi di SMA Negeri 2 Pujut. Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain Pretest-Posttest Control Group dan purposive sampling untuk pemilihan sampel. Uji normalitas dengan SPSS 25 menunjukkan nilai signifikansi posttes berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 0,390 ? 0,05 dan kelas kontrol 0,260 ? 0,05, serta posttes berpikir komputasional untuk kelas eksperimen 0,251 ? 0,05, menunjukkan data normal. Uji normalitas kemampuan posttes berpikir komputasional kelas kontrol sebesar 0,43 ? 0,05 dikatakan normal. Uji homogenitas berpikir kritis kelas eksperimen 0,369 dan kelas kontrol 0,143 ? 0,05 menunjukkan data homogen. Hasil uji hipotesis Manova dengan Pillar’s Trace, Wilk’s Trace, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root menunjukkan nilai signifikansi 0,04 < 0,05, artinya terdapat pengaruh Problem Based Learning berbantuan video terhadap berpikir kritis dan komputasional siswa Biologi di SMA Negeri 2 Pujut