Journal of Authentic Research
Not a member yet
    242 research outputs found

    Pengaruh Kemampuan E-Readiness Terhadap Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas X Di SMAN 6 Mataram

    No full text
    Revolusi digital telah membawa perubahan yang signifikan di berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. E-readiness menjadi faktor penting dalam pembelajaran, namun belum banyak penelitian yang mengkaji hubungannya dengan hasil belajar biologi di tingkat SMA, khususnya di Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh E-readiness terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 6 Mataram. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket E-readiness dan hasil belajar biologi peserta didik yang merupakan nilai hasil Ujian Tengah Semester dalam bentuk angka. Analisis data menggunakan  Regresi Linear Berganda dengan analisis Spearman Rank dengan bantuan program SPSS 16. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.039 (< 0.05), yang berarti bahwa kemampuan e-readiness memiliki hubungan yang bermakna dengan hasil belajar. Besar pengaruh hanya sebesar 5.4% dengan nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0.054, yang mengindikasikan bahwa terdapat variabel lain yang juga memengaruhi hasil belajar biologi peserta didik. Temuan ini menekankan bahwa perlunya peningkatan literasi informasi digital siswa untuk mendukung pembelajaran biologi berbasis teknologi

    Perspektif Mahasiswa Terhadap Implementasi Gender Equality And Social Inclusion (GESI) Dalam Pembelajaran

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif mahasiswa terhadap implementasi prinsip-prinsip kesetaraan gender dan inklusi sosial (gender equality and social inclusion/GESI) dalam pembelajaran di pendidikan tinggi. Isu GESI menjadi penting karena pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk nilai-nilai keadilan, keberagaman, dan non-diskriminasi di lingkungan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui angket tertutup berskala Likert 1–5 yang telah divalidasi. Subjek penelitian berjumlah 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, yaitu distribusi frekuensi, persentase, dan rata-rata skor per indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap implementasi GESI, dengan 55% menyatakan sangat setuju, 42,5% setuju, dan 2,5% menyatakan netral. Temuan ini mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip GESI telah mulai terinternalisasi dalam proses pembelajaran, meskipun tetap diperlukan penguatan dalam praktik pedagogis yang lebih konkret. Student Perspectives on the Implementation of Gender Equality and Social Inclusion (GESI) in Learning Abstract This study aims to describe students' perspectives on the implementation of gender equality and social inclusion (GESI) principles in learning in higher education. The issue of GESI is important because education has a strategic role in shaping the values ??of justice, diversity, and non-discrimination in the academic environment. This study uses a descriptive quantitative approach, with data collection techniques through a validated Likert-scale 1–5 closed questionnaire. The research subjects were 30 students of the Mathematics Education Study Program selected using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using descriptive statistics, namely frequency distribution, percentage, and average score per indicator. The results showed that the majority of students had a positive perception of the implementation of GESI, with 55% stating that they strongly agree, 42.5% agree, and 2.5% state that they are neutral. This finding indicates that the principles of GESI have begun to be internalized in the learning process, although reinforcement in more concrete pedagogical practices is still needed

    Fraud Hexagon: Kecurangan Laporan Keuangan Di Sektor Healthcare Di Indonesia

    No full text
    Transparansi kasus kecurangan di sektor kesehatan Indonesia masih relatif minim dibandingkan dengan negara lain, padahal keterbukaan ini penting agar publik dapat memahami risiko dan konsekuensi dari praktik kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2022 dengan menggunakan perspektif fraud hexagon. Variabel dependen adalah kecurangan laporan keuangan yang diproksikan melalui akrual diskresioner. Sementara itu, tujuh variabel independen dikembangkan dari fraud hexagon, yaitu target keuangan, stabilitas keuangan, ketidakefektifan pengawasan, pergantian auditor, pergantian direksi, pendidikan CEO, dan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan 21 perusahaan dari 32 perusahaan sektor kesehatan yang memenuhi kriteria, sehingga menghasilkan 84 data observasi yang dianalisis melalui regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun auditor baru dapat menghadirkan perspektif berbeda dalam mendeteksi potensi kecurangan, pergantian auditor juga membuka peluang bagi manajemen untuk menyembunyikan praktik kecurangan yang telah berlangsung. Transparency in fraud cases in the Indonesian healthcare sector remains relatively low compared to other countries, yet this openness is crucial for public understanding of the risks and consequences of fraudulent practices. This study aims to detect financial statement fraud in healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019–2022 period using the fraud hexagon perspective. The dependent variable is financial statement fraud, proxied by discretionary accruals. Seven independent variables were developed from the fraud hexagon: financial targets, financial stability, ineffective oversight, auditor turnover, board of directors turnover, CEO education, and state-owned enterprise (SOE) status. This study used a purposive sampling method, selecting 21 of the 32 healthcare companies that met the criteria, resulting in 84 observational data points analyzed through logistic regression. The results indicate that auditor changes have a positive effect on financial statement fraud. This finding indicates that while new auditors can bring a different perspective to detect potential fraud, auditor changes also open up opportunities for management to conceal existing fraudulent practices.

    Peran Media Pembelajaran Youtube Dalam Mendesain Busana Menggunakan Aplikasi Photoshop Pada Mata Kuliah Komputer Desain Mahasiswa D3 Tata Busana Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga

    No full text
    Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar pada pendidikan, termasuk desain busana. Mahasiswa D3 Tata Busana perlu menguasai keterampilan desain digital menggunakan Adobe Photoshop, namun pembelajaran konvensional sering kurang efektif. YouTube sebagai media pembelajaran visual menawarkan materi fleksibel, menarik, dan mudah diakses, sehingga berpotensi meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran YouTube dalam mendesain busana menggunakan Photoshop pada mata kuliah Komputer Desain, dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi selama dua minggu pada semester genap 2025. Hasil menunjukkan YouTube berperan signifikan dalam memahami teknik desain busana digital; 100% dari 15 responden mengatakan adanya peningkatan keterampilan desain setelah memanfaatkan video tutorial, dengan mayoritas menyatakan materi mempermudah pemahaman Photoshop dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengerjakan proyek digital. Video tutorial memberi kemudahan akses, fleksibilitas waktu, dan memungkinkan pengulangan materi sesuai kebutuhan, sekaligus mengatasi keterbatasan waktu tatap muka dan mendorong kemandirian belajar. Meskipun terdapat keterbatasan interaksi langsung dan kualitas video yang bervariasi, mahasiswa secara umum merespons positif penggunaan YouTube, sehingga media ini direkomendasikan sebagai alternatif efektif dalam pembelajaran desain busana berbasis komputer

    Pengembangan Media Pembelajaran Science World dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Lancar Siswa Kelas IV SDN 56 Kota Bima

    No full text
    Studi ini dimaksudkan untuk mengembangkan media science world dalam meningkatkan keterampilan membaca lancar siswa kelas IV SDN 56 Kota Bima. Lokasi penelitian ini dipilih karena berdasarkan 70% siswa kelas IV belum mampu membaca lancar dengan lafal, intonasi, dan pemahaman yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development R&D dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap utama: Analisis,Desain,Pengembangan,Implementasi, dan Evaluasi. Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa media dinilai sangat layak digunakan (81% ahli media, 97% ahli materi). Uji coba lapangan dengan 12 siswa menunjukan bahwa media science world parktis digunakan (respon guru 100%, siswa 85%) dan efektif meningkatkan keterampilan membaca lancar berdasarkan hasil pretest dan posttest dengan peningkatan  rata-rata sebesar 17,75%.  Media ini menggambungkan teks sains bergambar, glosarium, peta konsep dan aktivitas pratikum sederhana yang disesuaikan dengan konteks lokal dan perkembangan kognitif siswa. Temuan ini mengimplikasikan  bahwa science world dapat dijadikan altenatif inovatif dalam pembelajaran literasi membaca berbasis sains di sekolah dasar.

    Implementasi Pendekatan Curturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Naskah Drama Siswa XI-5 SMAN 8 Denpasar

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tujuan: (1) mengetahui implementasi pendekatan culturally responsive teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas XI-5 SMA Negeri 8 Denpasar, serta (2) mengetahui langkah-langkah implementasi culturally responsive teaching (CRT) dalam pembelajaran menulis naskah drama. Subjek penelitian berjumlah 46 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis naskah drama setelah penerapan pendekatan CRT. Nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 75,5 meningkat menjadi 82,8 pada siklus II. Langkah-langkah penerapan CRT meliputi: (1) orientasi, yaitu mengaitkan materi dengan pengalaman budaya siswa; (2) mengorganisasi, membimbing siswa menggali ide berdasarkan pengalaman budaya; (3) membimbing penyelidikan, membantu siswa menyusun kerangka tulisan menjadi naskah drama utuh; (4) mengembangkan dan menyajikan, yaitu siswa membacakan karya dan saling memberi apresiasi; serta (5) menganalisis dan mengevaluasi, melalui refleksi dan kesimpulan terhadap proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan culturally responsive teaching dalam pembelajaran menulis naskah drama dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta hasil belajar siswa, sekaligus membantu guru mengaitkan materi dengan latar budaya peserta didik. This research is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles with the following objectives: (1) to determine the implementation of the culturally responsive teaching (CRT) approach in improving the ability to write drama scripts in grade XI-5 students of SMA Negeri 8 Denpasar, and (2) to determine the steps for implementing culturally responsive teaching (CRT) in learning to write drama scripts. The research subjects were 46 students. Data collection was carried out through observation and tests, then analyzed using qualitative and quantitative methods. The results of the study showed an increase in the ability to write drama scripts after the implementation of the CRT approach. The average score of students in cycle I was 75.5, increasing to 82.8 in cycle II. The steps for implementing CRT include: (1) orientation, namely linking the material to students' cultural experiences; (2) organizing, guiding students to explore ideas based on cultural experiences; (3) guiding investigations, helping students compile a writing framework into a complete drama script; (4) developing and presenting, namely students reading their work and giving each other appreciation; and (5) analyzing and evaluating, through reflection and conclusions on the learning process. These findings indicate that the application of culturally responsive teaching in learning to write drama scripts can increase students' motivation, involvement, and learning outcomes, while also helping teachers relate the material to the students' cultural background

    Pengembangan E-Modul Interaktif Fisika Dasar Berbasis Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan keterampilan Berpikir Kritis

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan e-modul Interaktif Fisika Dasar berbasis Project Based Learning untuk meningkatkan keterampilan Proses sains dan Keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dengan mengadopsi lima tahap model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate). Instrumen Keterampilan proses sains mengacu pada indikator keterampilan proses sains yaitu 1) mengamati, 2) menanya, 3) mengumpulkan informasi, 4) mengasosiasikan, dan 5) mengkomunikasikan. Sedangkan untuk indikator keterampilan berpikir kritis meliputi 1) memberikan penjelasan sederhana, 2) membangun keterampilan dasar, 3) Penarikan kesimpulan, 4) Memberikan penjelasan lebih lanjut, 5) Mengatur strategi dan taktik. Instrumen ini dikembangkan berdasarkan peninjauan dosen pengampu Mata kuliah, penilaian dosen ahli, teman sejawat dan uji coba pada mahasiswa. Tahap implement meliputi penerapan e-modul yang telah dikembangkan pada mahasiswa. Disain eksperimen yang digunakan pada tahap ini adalah pretest-postest control group design. Tahap evaluate meliputi bentuk evaluasi yang dilakukan pada setiap tahap ADDIE. Teknik analisis data yang digunakan adalaha uji N Gain, dan uji manova. Berdasarkan hasil perhitungan validitas Aiken V, diperoleh nilai rata-rata validitas e-modul interaktif model PjBl sebesar 0,98 %. Berdasarkan tabel aiken V untuk kevalidan dengan peneliti menetapkan nilai p<0,05 maka dihasilkan kevalidan e-modul adalah 0,96 dalam kategori valid. Aspek yang dinilai pada uji validitas E-modul ini diantaranya adalah kesusaian materi, keakuratan materi, kemutakhiran materi, teknik penyajian dan pendukung penyajian Validitas E-modul dilihat dari kesesuaian materi didapatkan rata-rata 0,98, keakuratan materi diperoleh 0,95 dan kemutakhiran materi   1,00 dengan kriteria valid. Hal  ini  karena  pada E-modul telah  dirancang  sesuai dengan kurikulum yang meliputi kesesuaian materi dengan  capaian  pembelajaran  mata kuliah  dan  tujuan  pembelajaran,  selain  itu isi E-modul yang  dikembangkan disusun sesuai dengan  perkembangan mahasiswa pada  tingkat Semester I  serta  sesuai  dengan  kebutuhan  bahan  ajar yang  diperlukan  oleh  mahasiswa, dari  segi materi E-modul merujuk pada buku-buku  yang sahih dan up to date serta  terpercaya selain  itu bahan ajar  yang dikembangkan  dilengkapi  contoh kontekstual dengan  fakta,  konsep  dan  prinsip  materi yang  jelas

    Interaksi Polutan Dari Budidaya Keramba Ikan Di Sungai Kapuas Sebagai Kajian Dasar Pada Regulasi Lingkungan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi polutan dari aktivitas budidaya keramba ikan di Sungai Kapuas dan memberikan rekomendasi dasar untuk regulasi lingkungan daerah. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel air pada berbagai kedalaman (0–150 cm) di lokasi budidaya, diikuti analisis laboratorium terhadap 17 parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter oksigen terlarut (DO) dan kekeruhan (turbiditas) melebihi ambang batas mutu air untuk budidaya ikan, yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas air dan berdampak negatif pada produktivitas ikan. Analisis regresi menunjukkan bahwa parameter seperti BOD?, amoniak, dan minyak & lemak memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas air. Kedalaman optimal untuk budidaya ikan ditemukan pada kisaran 50–150 cm. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pembentukan regulasi lingkungan daerah berupa Peraturan Daerah (PERDA) tentang zonasi budidaya, pengelolaan limbah, perlindungan mutu air, serta perlindungan masyarakat pembudidaya. Penelitian ini menjadi kajian dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan kualitas lingkungan secara berkelanjutan di kawasan Sungai Kapuas. This study aims to examine the interaction of pollutants resulting from fish cage farming activities in the Kapuas River and to provide basic recommendations for regional environmental regulations. The method used is a quantitative approach through water sampling at various depths (0–150 cm) at aquaculture sites, followed by laboratory analysis of 17 water quality parameters. The research findings indicate that dissolved oxygen (DO) and turbidity levels exceed the water quality standards for fish farming, contributing to water quality degradation and negatively affecting fish productivity. Regression analysis shows that parameters such as BOD?, ammonia, and oil & grease have a significant impact on water quality. The optimal depth for fish farming was found to be in the range of 50–150 cm. Based on these findings, the study recommends the establishment of environmental regulations in the form of a Regional Regulation (PERDA) concerning aquaculture zoning, waste management, water quality protection, and the protection of fish-farming communities. This research serves as an important foundational study for local governments in formulating sustainable environmental quality management policies in the Kapuas River area

    Analisis Penerapan Transfer Pricing (Harga Transfer) pada PT Indonesia Power

    No full text
    Penelitian ini membahas penerapan transfer pricing (harga transfer) pada PT Indonesia Power dengan menitikberatkan pada konsep harga transfer negosiasi, khususnya dalam penetapan komponen biaya transfer serta peluang dan kendala pengembangannya. Transfer pricing memiliki peran strategis dalam penentuan harga energi listrik yang ditransfer kepada PT PLN (Persero), mengingat transaksi tersebut terjadi dalam satu kelompok usaha antara perusahaan induk dan anak perusahaan sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan transaksi bisnis murni. Penelitian ini mengkaji penerapan pusat pertanggungjawaban di PT Indonesia Power, mekanisme penetapan dan penerapan sistem transfer pricing, serta dampak pemilihan metode transfer pricing terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga menelaah sejauh mana sistem transfer pricing mampu mendorong unit pembangkitan dalam menjaga tingkat ketersediaan instalasi tenaga listrik dan meningkatkan akurasi pengukuran energi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus, dengan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Indonesia Power memperlakukan setiap unit pelapor sebagai pusat biaya untuk menilai kinerja manajerial. Penerapan mekanisme transfer pricing digunakan sebagai alat pengukuran optimalisasi operasi unit pembangkitan dengan mempertimbangkan kendala teknis sistem pasokan tenaga listrik. Namun demikian, sistem penetapan harga transfer yang diterapkan dinilai belum sepenuhnya efektif sebagai sinyal pengambilan keputusan manajerial dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan secara simultan. This study examines the implementation of transfer pricing at PT Indonesia Power by focusing on the concept of negotiated transfer pricing, particularly in the determination of transfer cost components as well as the opportunities and constraints for its development. Transfer pricing plays a strategic role in determining the price of electrical energy transferred to PT PLN (Persero), considering that such transactions occur within a business group between a holding company and its subsidiary and therefore do not fully represent arm’s length transactions. This study analyzes the application of responsibility centers at PT Indonesia Power, the determination and implementation of the transfer pricing system, and the impact of transfer pricing method selection on corporate performance. In addition, it explores the extent to which the transfer pricing system encourages power generation units to maintain the availability of electricity generation facilities and to improve the accuracy of energy measurement. The research employs a descriptive analytical method with a case study approach, using data obtained from field research and literature review. The findings indicate that PT Indonesia Power treats each reporting unit as a cost center for the purpose of evaluating managerial performance. The transfer pricing mechanism is applied as a tool to measure the optimization of power plant operations while considering technical constraints within the electricity supply system. However, the transfer pricing system implemented is considered insufficient as a managerial decision signal for simultaneously improving the company’s financial and operational performance.

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok Terhadap Literasi Sains dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas X di SMA Attohiriyah Alfadiliyah

    No full text
    Kemampuan literasi sains peserta didik di Indonesia menunjukkan tingkat yang belum optimal, sebagaimana tercermin dari capaian PISA 2022 yang mencapai 383 poin, berada cukup jauh dari standar rata-rata negara-negara OECD yang mencapai 485 poin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui dampak penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan investigasi kelompok terhadap kemampuan literasi sains dan sikap ilmiah pada siswa kelas X di SMA Attohiriyah Alfadiliyah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group design, melibatkan 47 siswa sebagai subjek penelitian yang terbagi dalam kelompok eksperimen (23 siswa) dan kelompok kontrol (24 siswa). Instrumen yang digunakan meliputi tes untuk mengukur literasi sains (28 item soal) dan kuesioner untuk menilai sikap ilmiah (22 butir pernyataan). Validitas konten diperoleh melalui evaluasi dari para pakar (nilai Aiken's V > 0,80), sedangkan validitas konstruk dianalisis menggunakan korelasi product moment, dan tingkat reliabilitas diuji dengan Cronbach's Alpha (? literasi = 0,914; ? sikap ilmiah = 0,972). Proses analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, Mann-Whitney U, dan ANCOVA. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan literasi sains pada kelompok eksperimen (20,34 poin) menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (10,72 poin), dengan hasil uji Mann-Whitney U = 58,0; p < 0,001; r = 0,68 (kategori efek besar). Pada aspek sikap ilmiah, analisis ANCOVA mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan (F = 11,300; p < 0,05; ?² = 0,21). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model investigasi kelompok memberikan pengaruh yang signifikan dan berdampak positif terhadap peningkatan literasi sains serta pembentukan sikap ilmiah peserta didik. Penelitian ini menyarankan penerapan model investigasi kelompok dalam pembelajaran biologi sebagai upaya mengembangkan kompetensi yang diperlukan pada era abad ke-21.Literasi sains siswa Indonesia masih rendah berdasarkan hasil PISA 2022 dengan skor 383, berada jauh di bawah rata-rata OECD (485). Pembelajaran sains di sekolah masih kurang mendukung perkembangan literasi sains dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok terhadap literasi sains dan sikap ilmiah. Penelitian ini dilaksanakan dengan desain quasi-experimental. Sampel penelitian terdiri atas (47 siswa) yang berasal dari 2 kelas (eksperimen dan kontrol). Literasi sains diuji menggunakan tes pilihan ganda berdasarkan indikator PISA 2022, sedangkan sikap ilmiah diukur menggunakan angket skala Likert. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen sangat layak digunakan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, serta uji hipotesis dengan Mann-Whitney U dan ANCOVA sesuai karakteristik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data literasi sains pada kelas kontrol berdistribusi normal (p = 0,092), sedangkan kelas eksperimen tidak normal (p = 0,046). Oleh karena itu, analisis literasi sains dilanjutkan dengan Mann-Whitney U, yang menghasilkan nilai  U = 58,0 dengan p < 0,001, menandakan adanya perbedaan signifikan. Rata-rata peningkatan literasi sains pada kelas eksperimen sebesar 20,34 poin, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 10,72 poin. Untuk variabel sikap ilmiah, hasil uji menunjukkan data normal dan homogen (p > 0,05), sehingga analisis dilanjutkan dengan ANCOVA. Hasilnya diperoleh nilai   F = 11,300 dengan p < 0,05, yang berarti penerapan pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok berpengaruh signifikan terhadap sikap ilmiah siswa. Peningkatan rata-rata sikap ilmiah pada kelas eksperimen sebesar 11,82 poin, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 9,35 poin. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok berpegaruh secara signifikan terhaap literasi sains dan sikap ilmiah siswa kelas X di SMA Attohiriyah Alfaildiyah

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Authentic Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇