Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Cerita Fabel Dalam Menguatkan Profil Pelajar Pancasila Peserta Didik Kelas IV di SDN 36 Cakranegara
Kurikulum merdeka dalam satuan pendidikan diwujudkan dalam bentuk Profil Pelajar Pancasila, dengan enam elemen dimensi profil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita fabel yang valid dan praktis guna menguatkan karakter gotong royong dan mandiri pada peserta didik kelas IV di SDN 36 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research & Development (R&D) dengan model 4D, yang terdiri atas empat tahap: Define (analisis kebutuhan penelitian), Design (perancangan produk awal), Development (validasi ahli dan uji coba produk), Disseminate (pendistribusian produk ke sekolah). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket validasi ahli media dan ahli materi, serta angket respon guru dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita fabel yang dikembangkan memperoleh persentase hasil uji validasi ahli media secara keseluruhan sebesar 87% (sangat valid), persentase hasil uji ahli materi secara keseluruhan sebesar 98,5% (sangat valid), respon peserta didik tahap I sebesar 91,38% (sangat praktis), respon peserta didik pada tahap II sebesar 97,86% (sangat praktis), dan respon guru sebesar 95% (sangat praktis). Hal ini menunjukkan bahwa buku cerita fabel yang dikembangkan sangat valid dan praktis serta sangat menarik digunakan sebagai media penguatan Profil Pelajar Pancasila sekaligus mampu meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran
Metode Pembelajaran Talking Stick dengan Origami Questions Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VIII MTs Miftahul Ulum Kalisat Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Miftahul Ulum Kalisat pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi sistem pernapasan manusia melalui penerapan metode pembelajaran Talking Stick dengan Origami Questions. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah, kurangnya vasiasi media pembelajaran, serta rendahnya partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mc. Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Talking Stick dengan Origami Question berhasil meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa belajar, yang berdampak positif pada peningkatan hasil belajar kognitif. Pada pra-siklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 27,2% dengan nilai rata-rata 57. Setelah diterapkan siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 59% dengan nilai rata-rata 69, dan pada siklus II, ketuntasan mencapai 91% dengan nilai rata-rata 83. Dengan demikian, metode ini terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang menarik dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA
Pemanfaatan Powtoon Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Mendukung Minat Belajar Peserta Didik Di Sdn Puntik Luar 1
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media Powtoon dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila guna meningkatkan minat belajar peserta didik kelas IV di SDN Puntik Luar 1. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila yang disampaikan secara konvensional. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Powtoon memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Penggabungan unsur visual, audio, dan animasi dalam Powtoon berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Guru menyatakan bahwa materi abstrak, seperti Keberagaman Budaya di Indonesia, menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Selain itu, peserta didik terlihat lebih antusias dan aktif selama pembelajaran berlangsung. Powtoon juga dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, terbukti dari tingginya ketertarikan mereka dibandingkan saat menggunakan metode konvensional. Dengan demikian, Powtoon dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, yang mampu membangun minat belajar serta memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila di tingkat sekolah dasar.
This study aims to describe the use of Powtoon media in teaching Pancasila Education to enhance the learning interest of fourth-grade students at SDN Puntik Luar 1. The research was motivated by the low student interest in Pancasila Education, which has traditionally been delivered using conventional methods. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. The findings show that Powtoon media had a positive impact on the learning process. The integration of visual, audio, and animated elements in Powtoon successfully created a more engaging and enjoyable learning atmosphere. Teachers reported that abstract topics—such as Cultural Diversity in Indonesia—became more concrete and easier for students to understand. Moreover, students appeared more enthusiastic and actively participated during the lessons. Powtoon was also considered effective in increasing student engagement, as evidenced by their higher levels of interest compared to conventional teaching methods. Therefore, the use of Powtoon as a learning medium can serve as an innovative and contextual alternative that supports the achievement of learning objectives, particularly in fostering students’ interest and understanding of Pancasila values at the elementary school level
The Effect of Total Physical Response (TPR) on The Vocabulary Mastery of Seventh Grade Students at SMPN 1 Labuapi
This study aims to examine the effectiveness of the Total Physical Response (TPR) method in enhancing the vocabulary mastery of seventh-grade students, especially in learning daily activity verbs and prepositional phrases. TPR, introduced by James Asher, is a teaching approach that integrates language with physical movement, helping students associate words with actions to make learning more engaging. This research used a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using TPR and a control group taught using conventional methods. In the control group, the teacher applied a traditional approach, including explanation of vocabulary, translation into Indonesian, and memorization exercises without physical movement. A total of 64 students participated, with 32 students in each group. The intervention was carried out over four meetings. Both groups were given a pre-test and post-test to measure vocabulary improvement, and the results were analyzed using an independent samples t-test. The findings revealed a significant improvement in the experimental group’s vocabulary scores (mean score = 76.09) compared to the control group (mean score = 65.78), with a t-value of -3.325. Beyond academic performance, classroom observations indicated that TPR reduced students’ anxiety and encouraged more active participation. These results suggest that TPR is not only effective in improving vocabulary mastery but also supports a more enjoyable and motivating learning environment for junior high school students
Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard Terhadap Kemampuan Siswa Bakul (Baca Kurang Lancar)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran flashcard terhadap kemampuan siswa BAKUL (baca kurang lancar) kelas I SD Negeri 3 Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur Tahun Pembelajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 15 siswa. Berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh bahwa populasi berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 67,93, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 87,00. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, diperoleh nilai, yaitu 7,654 > 1,761, dengan derajat kebebasan (db) = N - 1 = (15 - 1) = 14 dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis H? ditolak dan H? diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest kemampuan membaca siswa. Penelitian ini menyoroti penggunaan media visual dalam konteks pembelajaran remedi untuk siswa dengan hambatan membaca permulaan, yang menjadi kebaruan (novelty) dari penelitian ini karena jarang dikaji secara spesifik pada kelompok siswa BAKUL di kelas rendah sekolah dasar. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi guru sekolah dasar, yaitu penggunaan media flashcard dapat menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran membaca permulaan, khususnya bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca. Selain itu, hasil ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi pembelajaran berbasis media visual yang selaras dengan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa kelas rendah
Perancangan Jaringan dengan Menerapkan Protokol Routing Dinamis Open Shortest Path First (OSPF) Berbasis Cisco Packet Tracer
Di zaman digital sekarang ini, tuntutan akan jaringan komputer yang handal, efektif, dan mudah beradaptasi menjadi semakin krusial, terutama di lingkungan pendidikan yang bergantung pada koneksi yang stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu jaringan komputer yang memanfaatkan protokol routing dinamis Open Shortest Path First (OSPF) sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam pengaturan rute dan kinerja jaringan itu sendiri. Pendekatan yang digunakan melibatkan simulasi perancangan jaringan dengan bantuan perangkat lunak Cisco Packet Tracer. Protokol OSPF dipilih karena kemampuannya untuk menciptakan jalur tercepat menggunakan algoritma Dijkstra, serta mendukung skalabilitas dan adaptasi otomatis terhadap perubahan dalam topologi jaringan. Hasil dari desain ini memperlihatkan bahwa implementasi OSPF mampu meningkatkan keandalan jaringan melalui distribusi rute yang lebih baik dan juga mempercepat proses konvergensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan sistem jaringan di institusi yang memerlukan manajemen jaringan dengan skala menengah hingga besar yang dapat memberikan performa optimal.
 
Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif Di Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Negeri Semarang
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengelolaan arsip dinamis aktif dilaksanakan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (UNNES), sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan maupun hambatan dalam proses pengelolaan arsip tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kondisi di lapangan. Subjek penelitian meliputi Kepala Administrasi/Arsiparis Ahli Muda, Kasi Umum SDM dan Kerjasama, serta Penata Usaha atau Sekretaris Pimpinan yang memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas pengarsipan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan terdiri dari wawancara mendalam, observasi terhadap proses pengelolaan arsip, serta dokumentasi berbagai dokumen pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan serta verifikasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip dinamis aktif di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNNES pada dasarnya telah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari adanya tahapan pengelolaan yang mencakup penciptaan arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip, hingga penyusutan arsip. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah faktor penghambat yang dihadapi, di antaranya keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga arsiparis yang memadai, serta belum meratanya pemahaman pegawai mengenai prosedur pengelolaan arsip yang benar. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi SDM dan penyediaan fasilitas pendukung agar pengelolaan arsip dinamis aktif dapat dilakukan secara optimal.
Kata Kunci : Arsip Dinamis Aktif, Pengelolaan, Pemeliharaan
The main objective of this research is to analyze how active dynamic records are managed at the Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang (UNNES), as well as to identify the factors that influence both the success and obstacles in the management process. This study employs a descriptive method with a qualitative approach in order to provide a more in-depth picture of the actual conditions in the field. The research subjects consist of the Head of Administration/Young Expert Archivist, the Head of General Affairs, Human Resources and Cooperation Division, and the Administrative Officer/Secretary of the Leadership, all of whom are directly involved in archival activities. The instruments used to collect data include in-depth interviews, direct observation of archival management processes, and documentation of supporting records. The collected data were analyzed through several stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions followed by verification to ensure the validity of the findings. The results of the study indicate that the management of active dynamic records at the Faculty of Economics and Business UNNES has generally been carried out properly. This can be seen in the existence of management stages that cover record creation, record utilization, record maintenance, and record disposition. Nevertheless, there are still some inhibiting factors, such as limited facilities and infrastructure, insufficient numbers of qualified archivists, and the fact that not all staff fully understand the proper procedures of record management. These findings highlight the need to strengthen human resource competencies and provide adequate facilities to ensure that active dynamic records management can be implemented optimally.
Keywords : Active Archives, Management, Maintenanc
Rancang Bangun Carbon Capture Storage (CCS) Fotobioreaktor Mikroalga untuk Mereduksi Emisi Karbon CO2
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa polusi udara merupakan masalah utama pencemaran lingkungan yang menyebabkan 7 juta kematian setiap tahunnya. Gas buang pada kendaraan bermotor berupa pollutan CO, CO2, NO, SO, dan Pb yang menjadi penyebab pencemaran udara. Mikroalga adalah tumbuha mikroskopis sel tunggal yang dapat menyerap CO2 sehingga dapat menurunkan kadar CO2 yang ada di udara. Untuk mendukung kultur dan pertumbuhan mikroalga, fotobioreaktor menjadi komponen krusial dalam penelitian ini. Fotobioreaktor adalah reaktor tembus pandang yang untuk digunakan mendukung kultivasi mikroalga dan menyerap CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun fotobireaktor mikroalga dan cara kerjanya, serta mengamati proses perbanyakan mikroalga dan metode tahap pemanenannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan eksperimen dan observasi secara langsung sehingga diperoleh data asli sesuai dengan hasil pengujian prototype fotobioreactor mikroalga dalam menyerap CO2, O2 yang dihasilkan dan proses pemanenan mikroalga. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terciptanya rancang bangun fotobioreaktor yang menggabungkan sistem terbuka dan tertutup sehingga dapat memaksimalkan proses kultivasi mikroalga. Teknologi fotobioreaktor memungkinkan mikroalga menangkap karbon melalui proses fotosintesis, meningkatkan produktivitas mikroalga hingga dua hingga lima kali lipat dari kondisi normal.
Based on data from the World Health Organization (WHO), air pollution is a major environmental pollution issue that causes 7 million deaths each year. Emissions from motor vehicles, including pollutants such as CO, CO2, NO, SO, and Pb, contribute significantly to air pollution. Microalgae are microscopic single-celled plants capable of absorbing CO2 to help reduce CO2 levels in the air. To support the culture and growth of microalgae, a photobioreactor becomes a crucial component in this research. A photobioreactor is a transparent reactor equipped with media supply installations and gas emissions for culturing microalgae and absorbing CO2. This study aims to understand the design and mechanism of a microalgae photobioreactor, as well as to observe the process of microalgae propagation and the harvesting method. Data collection in this study was conducted through experiments and direct observation to obtain original data based on the results of testing a microalgae photobioreactor prototype in absorbing CO2, the O2 produced, and the microalgae harvesting process. The result obtained in this research is the construction of a photobioreactor design that combines open and closed systems to maximize the microalgae cultivation process. Photobioreactor technology allows microalgae to capture carbon through the process of photosynthesis, increasing microalgae productivity by two to five times over normal conditions.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa polusi udara merupakan masalah utama pencemaran lingkungan yang menyebabkan 7 juta kematian setiap tahunnya. Gas buang pada kendaraan bermotor berupa pollutan CO, CO2, NO, SO, dan Pb yang menjadi penyebab pencemaran udara. Mikroalga adalah tumbuha mikroskopis sel tunggal yang dapat menyerap CO2 sehingga dapat menurunkan kadar CO2 yang ada di udara. Untuk mendukung kultur dan pertumbuhan mikroalga, fotobioreaktor menjadi komponen krusial dalam penelitian ini. Fotobioreaktor adalah reaktor tembus pandang yang untuk digunakan mendukung kultivasi mikroalga dan menyerap CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun fotobireaktor mikroalga dan cara kerjanya, serta mengamati proses perbanyakan mikroalga dan metode tahap pemanenannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan eksperimen dan observasi secara langsung sehingga diperoleh data asli sesuai dengan hasil pengujian prototype fotobioreactor mikroalga dalam menyerap CO2, O2 yang dihasilkan dan proses pemanenan mikroalga. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terciptanya rancang bangun fotobioreaktor yang menggabungkan sistem terbuka dan tertutup sehingga dapat memaksimalkan proses kultivasi mikroalga. Teknologi fotobioreaktor memungkinkan mikroalga menangkap karbon melalui proses fotosintesis, meningkatkan produktivitas mikroalga hingga dua hingga lima kali lipat dari kondisi normal.
Kata kunci: Mikroalga, Fotobioreaktor, CO
Analisis Kesulitan Menulis Kalimat Majemuk Berkonjungsi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SDN 11 Cakranegara
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V SDN 11 Cakranegara dalam menulis kalimat majemuk berkonjungsi serta menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Jumlah siswa 28 yang terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan, terdapat 8 orang siswa yang mengalami kesulitan dalam membedakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi: menulis kalimat majemuk berkonjungsi (28,6%), membedakan kalimat tunggal dan majemuk (21,4%), menentukan jenis kalimat majemuk (25%), dan menggunakan konjungsi secara tepat (32,1%). Strategi guru yang diterapkan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain: guru memberikan contoh berbagai bentuk kalimat majemuk, baik setara maupun bertingkat, agar siswa memahami perbedaannya secara konkret. Penggunaan media kartu kata membantu siswa menyusun kata menjadi kalimat yang benar dengan cara yang menarik dan interaktif. Kegiatan latihan berkelompok dilakukan untuk menumbuhkan kerja sama, diskusi, dan saling membantu antar siswa dalam memahami materi. Guru memberikan umpan balik langsung saat siswa melakukan kesalahan agar mereka dapat segera memperbaikinya. Kerja sama dengan orang tua diperlukan untuk mendukung pembelajaran di rumah sehingga proses belajar siswa menjadi berkelanjutan antara sekolah dan lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sebagian siswa kelas V SDN 11 Cakranegara masih mengalami kesulitan menulis kalimat majemuk berkonjungsi, namun penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan dukungan dari orang tua mampu membantu siswa meningkatkan keterampilan menulisnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V SDN 11 Cakranegara dalam menulis kalimat majemuk berkonjungsi serta menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi: menulis kalimat majemuk berkonjungsi (28,6%), membedakan kalimat tunggal dan majemuk (21,4%), menentukan jenis kalimat majemuk (25%), dan menggunakan konjungsi secara tepat (32,1%). Strategi guru yang diterapkan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain: memberikan contoh kalimat majemuk, penggunaan media kartu kata, latihan berkelompok, pemberian umpan balik langsung, serta kerja sama dengan orang tua siswa. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa sebagian siswa kelas V SDN 11 Cakranegara masih mengalami kesulitan menulis kalimat majemuk berkonjungsi, namun penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan dukungan dari orang tua mampu membantu siswa meningkatkan keterampilan menulisnya
The Effectiveness Of Using Wordwall To Improve Students Vocabulary: An Experimental Study At Seventh Grade Students Of Smp IT Abata Lombok Academic Year 2025/2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Wordwall dalam meningkatkan kosakata bahasa Inggris, terutama kata sifat, di kalangan siswa kelas tujuh di SMP IT Abata Lombok pada tahun ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kosakata siswa, yang memengaruhi kemampuan mereka untuk memahami teks dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pre-test and post-test. Sampelnya adalah 27 siswa kelas tujuh yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian adalah tes kosakata pre-test dan post-test yang terdiri dari 20 pertanyaan. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, uji homogenitas menunjukkan bahwa variansnya homogen, dan uji-t sampel berpasangan memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (H?) ditolak sementara hipotesis alternatif (H?) diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kosakata siswa meningkat secara signifikan setelah menggunakan Wordwall, dengan skor rata-rata pra-tes sebesar 45,93, meningkat menjadi 87,96 pada pasca-tes. Penelitian ini merekomendasikan agar guru bahasa Inggris memanfaatkan Wordwall sebagai media pembelajaran inovatif seperti permainan Wordwall dengan kuis, permainan mencocokkan, dan anagram untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa