Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Students’ Ability and Difficulty In Writing Narrative Text : Case Study in Junior High School In Lombok, Indonesia
This study aims to determine the level of students' writing ability in narrative texts and to identify the specific challenges they face in the process. The research employed a descriptive qualitative method using a case study design. Data were collected through writing tests and questionnaires, which were analyzed to assess students' performance across five aspects of narrative writing: content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. The participants consisted of 30 students from Class IX.4 of SMPN 2 Sekotong, located in Sekotong District, West Lombok, Indonesia. The findings from the writing test indicated a moderate to good level of performance, with an average score of 76.76%, suggesting that students demonstrated basic proficiency in narrative composition. However, the questionnaire results, with an average response rate of 69.42%, revealed discrepancies in students' self-perceived abilities, particularly highlighting difficulties in grammar and vocabulary usage. Prior to administering the questionnaire during the second session, the researcher clearly explained its purpose to ensure informed participation. These findings suggest that while students may perform adequately in structured writing assessments, they still face underlying difficulties in linguistic aspects of narrative writing. Practically, the results imply the need for targeted instructional support focusing on grammar and vocabulary development to improve students' overall narrative writing skills
Efektivitas E-Comic AVIS (AudioVisual) Berbasis Cerita Rakyat Sasak Batu Golog Terhadap Literasi Membaca Siswa
Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa di Indonesia, yang tercermin dari hasil PISA yang stagnan, mendorong kebutuhan akan inovasi media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan (validity dan practicality), serta efektivitas media E-Comic Audio Visual (AV) yang mengangkat kearifan lokal Cerita Rakyat Sasak “Batu Golog” untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model uji coba pretest-posttest control group design. Validitas produk diukur melalui angket validator ahli, kepraktisan diukur melalui angket respons guru dan siswa, dan efektivitas diukur menggunakan Independent Samples t-Test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Cakranegara. Produk E-Comic AV dinilai Sangat Valid oleh validator dan Sangat Praktis bagi guru dan siswa. Hasil uji efektivitas menunjukkan perbedaan yang signifikan. Uji-t menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan Mean Difference 10,79, yang berarti hipotesis nol ditolak. Media E-Comic AV berbasis Cerita Rakyat Sasak “Batu Golog” terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Efektivitas ini didukung oleh integrasi audio-visual (Teori Kognitif Multimedia) dan relevansi konten budaya lokal yang berhasil meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa
Analisis Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Penguatan Karakter Siswa Kelas IV SDN Manggong Tahun Ajaran 2024/2025
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk implementasi, nilai-nilai karakter yang dominan muncul serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan P5 dalam penguatan karakter siswa kelas IV di SDN Manggong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah membentuk tim fasilitator, menentukan dimensi, tema, alokasi waktu, dan menyusun modul proyek. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pengenalan, kontekstualisasi, aksi, dan refleksi dengan fokus pada pengolahan sampah plastik menjadi hiasan dinding bertema “Kurangi Plastik, Hidup Jadi Asyik”. Tahap evaluasi menekankan penilaian proses menggunakan lembar observasi dan rubrik. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana dan antusiasme siswa, sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan karakter serta kurangnya dukungan orang tua.
 
Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Berbantuan KAHOOT! Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Siswa XII F B1 SMAN 2 Jonggat
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi melalui penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Kahoot!. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan yang mencakup empat tahapan utama, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar observasi kegiatan guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan baik dalam proses maupun hasil pembelajaran. Tingkat keterlaksanaan pembelajaran dengan model STAD berbantuan Kahoot! mencapai 80% pada siklus I dan mengalami peningkatan menjadi 100% pada siklus II. Di sisi lain, pencapaian hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu 53% siswa tuntas belajar pada siklus I, dan meningkat menjadi 78% pada siklus II, berdasarkan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan. Penerapan model pembelajaran STAD yang dipadukan dengan media interaktif Kahoot! efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar pada mata pelajaran Sosiologi kelas XII F B1 SMAN 2 Jonggat.
Abstract
This study aims to improve student learning outcomes in Sociology through the application of the Student Teams Achievement Division (STAD) learning model assisted by Kahoot! media. This study is a type of Classroom Action Research (CAR) implemented in two cycles. Each cycle consists of three meetings covering four main stages, namely: planning, implementation of actions, observation, and reflection. Instruments used to collect data include observation sheets of teacher and student activities, learning outcome tests, and documentation of the learning process. The results of the study showed an increase in both the process and learning outcomes. The level of learning implementation with the STAD model assisted by Kahoot! reached 80% in cycle I and increased to 100% in cycle II. On the other hand, student learning outcomes also showed a significant increase, namely 53% of students completed learning in cycle I, and increased to 78% in cycle II, based on the criteria for achieving learning objectives (KKTP) that have been set. The application of the STAD learning model combined with the interactive media Kahoot! effective in increasing student engagement and learning outcomes in Sociology for grade XII F B1 of SMAN 2 Jonggat
Manajemen Energi Terbarukan sebagai Penanggulangan Emisi Karbon Perspektif Al-Qur’an
Penelitian ini bertujuan merumuskan model manajemen energi terbarukan dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi penanggulangan emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen mencakup perencanaan (at-takhth??), pengorganisasian (at-tanzh?m), pelaksanaan (at-tans?q), pengendalian (ar-riq?bah), kompetensi (al-kaf?’ah), dan akhlak (al-akhlaq). Energi matahari dipandang sebagai alternatif strategis karena selaras dengan fitrah Islam, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dalam isyarat Al-Qur'an, penulis mengungkap temuan yang menarik dari penelitian ini bahwa matahari tidak hanya disebut secara eksplisit, melainkan tersebar dalam berbagai bentuk kosakata yang sarat makna seperti misbah, dhiy?', dan sir?j, secara umum diartikan sama yakni cahaya atau pelita. Berdasarkan sains dan Al-Qur’an setiap kosakata memiliki makna yang khas yang menggambarkan peran matahari sebagai pemberi cahaya yaitu misbah adalah pelita besar yang berada dalam reaksi fusi matahari atau reaksi fusi matahari itu sendiri, dhiy?' adalah sinar-sinar yang ada dalam gelombang elektromagnetik matahari, dan sir?j adalah foton yang membawa gelombang elektromagnetik matahari. Pemilihan energi yang bersumber dari energi matahari, dilakukan dengan menggunakan metode SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats), ini merupakan pendekatan yang efektif untuk mengevaluasi potensi dan tantangan terkait penggunaannya. Dengan analisis SWOT menunjukkan bahwa energi matahari memiliki banyak kelebihan yang dapat dimanfaatkan, terutama sumbernya yang melimpah dan dalam jangka panjang dengan biaya operasional terjangkau serta dampak lingkungan yang minimal terhadap perubahan iklim dan pemanasan global (global warming).
 
Evektifitas, Efisiensi, dan Akuntabilitas Dalam Manajemen Mutu Pendidikan Islam
Penelitian ini membahas efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam manajemen mutu pendidikan Islam sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai Islami. Fokus kajian terletak pada bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat mengelola sumber daya secara optimal untuk mencapai hasil yang maksimal tanpa mengabaikan prinsip tanggung jawab moral dan spiritual. Metodologi pengukuran seperti Data Envelopment Analysis (DEA) dan Stochastic Frontier Analysis (SFA) digunakan sebagai pendekatan kuantitatif dalam menilai kinerja lembaga, mengidentifikasi area yang kurang efisien, serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terukur. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas manajemen mutu pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pencapaian tujuan akademik dan penerapan nilai-nilai etis Islami. Efisiensi dapat ditingkatkan melalui optimalisasi sumber daya manusia dan finansial, sedangkan akuntabilitas menuntut transparansi dalam proses pengelolaan dan pelaporan kinerja. Dengan demikian, penerapan konsep efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas secara terpadu melalui pendekatan analitis seperti DEA dan SFA dapat menjadi strategi komprehensif dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan
The Phonological Interference of Sasak Meno-Mene Dialect on English Pronunciation: A Case Study of Eleventh Grade Students at SMA Negeri 1 Janapria
This study employs a qualitative approach with a case study design to examine the phonological interference of the Sasak Meno-Mene dialect (L1) on English (L2) pronunciation among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Janapria. The primary objective is to identify phonological differences and determine recurring patterns of pronunciation errors. Data were collected from 75 native speakers of the Meno-Mene dialect through minimal-pair testing, observations, and semi-structured interviews. The analysis reveals that the phonological system of the first language, which is comparatively simpler, lacks several key English phonemes, such as interdental fricatives (/?/, /ð/) and vowel length distinctions. The findings indicate consistent negative transfer, predominantly in the substitution of interdental fricatives with alveolar stops (/?/ ? /t/). Furthermore, the substitution of /f/ with /p/ suggests that the labiodental fricative, although present in loanwords, has not yet been fully internalized by the learners. Non-linguistic factors also contribute to the learners’ difficulties, including language anxiety and fear of ridicule, which discourage students from practicing spoken English and limit opportunities for self-correction. This research supports the Contrastive Analysis Hypothesis (CAH) and recommends that pronunciation instruction be targeted and psychologically supportive in order to enhance learner performance
Pengembangan Media Pembelajaran Smart Box Pada Materi Bhinneka Tunggal Ika Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Di Kelas II Sdn 1 Batunyala Kec. Praya Tengah Kab. Lombok Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaranSmart Box pada materi Bhinneka Tunggal Ika guna meningkatkanpemahaman peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran cendrung monoton dan kurang menarik. Smart Box dirancang sebagai media konkret, intraktif, dan menyenangkan yang berisi gambar lambing pancasila, kantong prilaku pancasila, kartu pahlawan, serta permainan edukatif untuk membantu siswa memahami konsep persatuan dalam keberagaman melalui pengelaman belajar langsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah (Researcah and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Proses pengembangan melalui validasi ahli media dan ahli materi untuk mengujikelayakan Smart Box sebagai media pembelajaran. Subjek uji coba terdiri dari 14 peserta didik kelas II SDN I Batunyala. Instumen penelitian meliputi angket validasi, serta dokumentasi. Uji coba dilakukan dalam skala kecil untuk melihat kepraktisan, kemenarikan, serta efektivitas media dalam pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukan bahwa media Smart Box sangat layak digunakan, dengan hasil validasi ahli media sebesar 95% dan validasi ahli materi sebesar 80%. Respon siswa terhadap penggunaan Smart Box juga sangat baik dengan rata-rata persentase 84%, yang menandakan bahwa penggunaan media ini mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi Bhinneka Tunggal Ika. Guru yang memberikan penilaian dangat baik dengan skor 85%, menandakan media mudah digunakan dan mampu menjelaskan materi dengan mudah
Pengembangan Modul Pembelajaran IPAS Bermuatan Nilai Budaya Sasak pada Materi Kearifan Lokal di Masyarakat Sekitarku untuk Kelas IV SDN 3 Gerung Selatan
Pembelajaran di SDN 3 Gerung Selatan sudah tergolong baik, dan sudah menggunakan bahan ajar berupa buku paket, namun kebanyakan siswa kurang sistematis dalam proses berpikir dan masih kesulitan dalam pengorganisasian dalam materi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan dan kepraktisan modul pembelajaran IPAS bermuatan nilai budaya Sasak pada materi kearifan lokal di masyarakat sekitarku. Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar yang mempunyai karakteristik prinsip kemandirian dalam belajar. Pada modul terdapat capain pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang eksplisit dengan mengintegrasikan konsep IPAS dengan kearfan lokal seperti tradisi dan nilai-nilai adat Sasak, sehingga kegiatan pembelajaran siswa menjadi terarah dalm mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian Research and Deplovment, menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, tahap Analisi (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Deplovment), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Kelima tahapa ADDIE ini yang digunakan dalam proses pengembangan modul pembelajaran IPAS bermuatan nilai budaya Sasak, mulai dari menganalisis permasalahan yang ada di kelas IV SDN 3 Gerung Selatan, mendisain modul pembelajaran yang dikembangkan mulai dari kemenarikan modul dan penyesuaian materi, mengembangkan modul sesuai dengan rancangan, kemudian modul yang telah disusun akan divalidasi oleh para ahli, yaitu ahli materi, ahli modul, dan ahli bahasa untuk mengetahui kelayakan dari modul yang telah dikembangkan, kemudian modul yang telah dikembangkan diuji cobakan untuk mengetahui kepraktisannya yang dilakukan pada kelas IV, dan terakhir mengevaluasi modul yang telah dikembangkan dari tahapan pertama. Dalam penelitian ini, dilakukan uji coba di SDN 3 Gerung Selatan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV sebanyak 19 siswa. Instrument penilaian yang digunakan adalah lembar validasi kelayakan dan dan kepraktisan. Hasil uji coba kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan telah masuk kategori valid/layak. Untuk mengetahui kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan peneliti menggunakan validator ahli materi, ahli modul, dan ahli bahasa dengan menggunakan penilain berupa angket dalam bentuk skala likert. Peresentase yang diperoleh dari ahli materi pada validasi pertama 68, 42%, sedangkan validasi kedua memperoleh nilai 88%. Peresentase dari ahli modul yang pertama 65,26, sedangkan validasi kedua memperooleh nilai 92%. Peresentase ahli bahasa yang pertama memperoleh nilai 71,57%, sedangkan yang kedua memperoleh nilai 88%. Dari ketiga ahli tersebut dikategorikan modul pembelajaran yang telah dikembangkan layak/valid digunakan dalam proses pembelajaran. Pada tahap penilain guru memperoleh nilai 90%, pada saat uji coba kepada siswa memperoleh nilai 84,42%. Dari hasil penilaian guru dan uji coba kepada siswa dikategorikan modul pembelajaran yang dikembangkan praktis untuk digunakan. Modul ini dinyatakan layak dan praktis jika mencapai peresentase minimal 75%. Implikasi dari pengembangan modul ini adalah tersedianya bahan ajar kontekstual yang dapat meningkatkan pemahaman konsep IPAS dan menumbuhkan karakter cinta terhadap budaya lokal Sasak selaku daerah tempat tinggal siswa
Pengembangan Media Papan Gambar Bermuatan Makanan Tradisional Sasak Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN 1 Ubung
Media pembelajaran digunakan sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media papan gambar bermuatan makanan tradisional Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prototipe, kevalidan, dan kepraktisan media papan gambar bermuatan makanan tradisional Sasak pada pembelajaran Bahasan Indonesia Siswa kelas IV SDN 1 Ubung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE dengan lima tahapan yakni Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (penerapan), dan Evaluation (evaluasi). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 28 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, lembar angket validasi ahli materi dan media serta angket respon siswa dan guru. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan skala likert dengan skor penilaian 1 sampai 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe media papan gambar terdiri dari beberapa bagian yaitu tempat untuk menempel nama media, nama makanan, gambar alat-alat dan nama alat-alatnya, gambar bahan-bahan dan nama bahan-bahannya, dan tempat menempel gambar langkah-langkah dan kalimat sesuai yang ada pada gambar langkah-langkahnya. Adapun penilaian dari ahli materi mendapat persentase 94% dengan kriteria sangat valid, persentase 92% dengan kategori sangat valid dari ahli media, respon guru memperoleh persentase 95% kategori sangat praktis, dan respon siswa memperoleh persentase 98% kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media papan gambar sudah valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas IV SDN 1 Ubung