Journal of Authentic Research
Not a member yet
    242 research outputs found

    Analisis Pengujian Tarik dan Impak Material komposit buah Gambas, Resin dan Fiber Glass

    No full text
    Bidang industri penerbangan, material komposit yang ringan dan kuat menjadi komponen penting dalam desain pesawat, terutama pada bagian wingspan (rentang sayap) yang berfungsi untuk menghasilkan gaya angkat. Saat ini, berbagai bahan digunakan untuk pembuatan wingspan seperti aluminium, serat karbon, dan bahan komposit lainnya. Namun, material tersebut mempunyai kekurangan terkait bahan material dan biaya produksi terlalu mahal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pemanfaatan bahan yang lebih murah, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Buah gambas (Luffa cylindrica), yang dikenal di Indonesia sebagai sayuran, memiliki potensi sebagai bahan alternatif dalam pembuatan wingspan pesawat. Struktur dalam buah gambas yang berbentuk serat alami dengan densitas rendah, namun cukup kuat, menjadikannya menarik untuk diteliti lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan impak material komposit gambas, resin dan fiber glass pada komposisi tertentu. Metode pembuatan spesimen komposit dengan variasi fraksi volume gambas, resin dan fiberglass, kemudian dilakukan pengujian kekuatan tarik dan impak. Hasil penelitian ini, didapatkan karakteristik mekanik dari uji tarik dan uji impak. Uji tarik yang paling tinggi adalah dengan fraksi volume 94% resin, 3% fiberglass dan 3% serat gambas yaitu sebesar 11,31 MPa begitu juga dengan uji impak yang paling tinggi sama yaitu fraksi volume 94% resin, 3% fiberglass dan 3% serat gambas sebesar 0,43 J/mm2. Proses pembuatan dan pengujian buah gambas kering menunjukkan bahwa material ini dapat diintegrasikan ke dalam desain wingspan pesawat. Pengujian mekanik yang dilakukan membuktikan bahwa material ini memiliki potensi alternatif penguat dalam komposit. In the aviation industry, lightweight and strong composite materials are an important component in aircraft design, especially in the wingspan section (wing span) which functions to generate lift. Currently, various materials are used for wingspan manufacturing such as aluminum, carbon fiber, and other composite materials. However, these materials have shortcomings related to material and production costs are too expensive. Therefore, innovation is needed in the use of cheaper, easily obtained, and environmentally friendly materials. Luffa cylindrica fruit, known in Indonesia as a vegetable, has the potential as an alternative material in making aircraft wingspans. The structure of the luffa fruit in the form of natural fibers with low density, but quite strong, makes it interesting for further research. The purpose of this study is to determine the tensile strength and impact strength of luffa, resin and fiberglass composite materials at certain compositions. The method of making composite specimens with varying volume fractions of luffa, resin and fiberglass, then subjected to tensile strength and impact tests. The results of this study, obtained mechanical characteristics from tensile tests and impact tests. The highest tensile test was with a volume fraction of 94% resin, 3% fiberglass and 3% luffa fiber, which was 11.31 MPa, as well as the highest impact test, namely a volume fraction of 94% resin, 3% fiberglass and 3% luffa fiber, which was 0.43 J/mm2. The process of making and testing dried luffa fruit showed that this material can be integrated into the aircraft wingspan design. The mechanical tests carried out proved that this material has the potential to be an alternative reinforcement in composites

    Validitas E-LKPD Berbasis PBL Berbantuan Augmented Reality Pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital dan Berpikir Komputasi

    No full text
    E-LKPD merupakan salah satu bahan ajar yang saat ini banyak digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menggunakan media digital peserta didik. Perkembangan media digital saat ini menuntut peserta didik untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Pengembangan E-LKPD berbasis PBL berbantuan Augmented Reality (AR) menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan meningkatkan kemampuan literasi digital dan berpikir komputasi peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan E-LKPD berbasis PBL berbantuan AR yang valid. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian Research and Development (R&D). Validator ahli terdiri dari 3 orang dosen yang ahli dibidangnya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang terdiri dari angket untuk ATP, Modul Ajar, E-LKPD Berbasis PBL Berbantuan AR, serta Soal Tes Literasi Digital dan Berpikir Komputasi. Data yang diperoleh dari validator diolah menggunakan rumus Aiken’s V. Hasil yang diperoleh dari validator menunjukkan bahwa validasi instrumen masuk ke dalam kategori valid dengan rincian ATP sebesar 0,96, Modul Ajar sebesar 0,95, E-LKPD Berbasis PBL Berbantuan AR sebesar 0,95, serta Soal Tes Literasi Digital 0,98 dan Berpikir Komputasi sebesar 0,90. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis PBL berbantuan AR pada pembelajaran IPA layak untuk di implementasikan di sekolah guna meningkatkan kemampuan literasi digital dan berpikir komputasi

    The Influence of the Use of Digital Technology on Improving Understanding of Mathematical Concepts in Secondary School Students

    No full text
    This study aims to examine the effect of using digital technology on improving the understanding of mathematical concepts in secondary school students. The research was conducted at SMAN 1 Terara by involving 30 students of class X and XI as respondents. The method used was a quasi-experiment with a pre-test and post-test design to measure changes in students' understanding before and after the application of digital technology in mathematics learning. The digital technology used in this study includes interactive math applications and learning videos integrated in the learning process. The results showed a significant increase in the mean scores of the pre-test and post-test, with the pre-test score of 65.4 and the post-test score increasing to 82.1. A paired t-test showed that this difference was statistically significant (p < 0.05). This finding indicates that digital technology can significantly improve students' understanding of mathematical concepts. Technology-based learning assists students in understanding difficult mathematical concepts through visualization, interactivity, and self-directed learning. However, the successful implementation of technology is also influenced by teacher readiness and adequate access to technological devices. The conclusion of this study is that the use of digital technology has the potential to improve the quality of mathematics learning in secondary schools. Therefore, it is recommended to further integrate technology in the mathematics curriculum and provide training to teachers to maximize its utilization in learning

    Pengaruh LKPD Etnomatematika Rumah Adat Sade Terhadap Pemahaman Matematika Peserta Didik

    No full text
    Pemahaman matematika peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran yang kontekstual dan menarik, sehingga peserta didik kesulitan mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan nyata. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis etnomatematika rumah adat Sade terhadap pemahaman matematika peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain posttest only control group design, yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Pujut pada tahun ajaran 2024/2025. Populasinya adalah seluruh peserta didik kelas VIII dengan sampel 59 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, terdiri dari 30 peserta didik kelompok eksperimen dan 29 peserta didik kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan LKPD berbasis etnomatematika, sedangkan kelompok kontrol menggunakan LKPD konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman matematika dan dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai = 2.372 >  = 2.002, yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Besarnya pengaruh dihitung menggunakan rumus effect size dengan nilai ???? = 0.60 yang termasuk dalam kategori sedang. Sehingga, penggunaan LKPD berbasis etnomatematika rumah adat Sade berpengaruh positif terhadap pemahaman matematika peserta didik. Temuan ini mendukung penerapan media pembelajaran yang berbasis budaya lokal sebagai alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah

    Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk Membentuk Karakter Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penanaman nilai karakter dalam pendidikan jasmani masih menjadi tantangan di sekolah dasar, khususnya dalam membentuk sikap sosial, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran pendidikan jasmani berbasis Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) dalam membentuk karakter siswa. Model dikembangkan melalui pendekatan Research and Development (R&D) Borg & Gall dan diuji melalui dua tahap: uji coba terbatas dan uji coba skala besar. Sampel terdiri dari 29 siswa SD pada uji terbatas dan 54 siswa pada uji skala besar. Instrumen penelitian meliputi angket sikap sosial, kecerdasan emosional, dan spiritual yang telah divalidasi dan reliabel. Analisis data menggunakan uji N-Gain dan ANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPSR efektif meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual secara signifikan (p < 0,05), sementara peningkatan sikap sosial belum signifikan secara statistik. Temuan kualitatif melalui observasi dan refleksi mendukung adanya peningkatan perilaku tanggung jawab, kesadaran diri, dan empati siswa. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa model TPSR layak diterapkan dalam pembelajaran jasmani sebagai pendekatan pedagogis yang membentuk karakter siswa secara holistik. Rekomendasi ditujukan pada perluasan konteks implementasi, integrasi lintas mata pelajaran, serta pengembangan instrumen otentik dan dukungan pelatihan guru untuk keberlanjutan pembelajaran berbasis nilai

    Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Minat Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X di MA Plus Nurul Islam Sekarbela

    No full text
    Keberhasilan pembelajaran di sekolah dipengaruhi oleh model pemelajaran yang digunakan. Minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah model Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di MA Plus Nurul Islam Sekarbela tahun ajaran 2024/2025. Jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimen semu (Quasy eksperimental). Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X yang terdiri dari dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh, dimana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu kelas XA dan XB. Teknik analisis data pada penelitian menggunakan uji MANCOVA. Data minat belajar dikumpulkan dengan instrumen berupa angket dan data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Hasil uji hipotesis untuk data minat belajar didapatkan nilai sig < 0,05 (0,00 < 0,05). Hasil uji Hipotesis untuk data berpikir kritis didapatkan nilai sig < 0,05 (0,00 < 0,05). Hasil minat belajar pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata 74,72 sedangkan pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 66,04. Hasil kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata 68 sedangkan pada kelas kontrol dipeoleh nilai rata-rata 60. Dari data tersebut dapat dismpulkan bahwa data minat belajar dan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Sehingga dapat dikatakan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X di MA Plus Nurul Islam Sekarbela tahun ajaran 2024/2025

    Hubungan Pengetahuan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Ibu Hamil K1 Dengan Gingivitis

    No full text
    Gingivitis merupakan gangguan kesehatan mulut yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada kunjungan antenatal pertama (K1), akibat perubahan hormonal yang meningkatkan sensitivitas gingiva terhadap plak dan iritasi lokal. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil K1 mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan periodontal dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil K1 tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan gingivitis di Puskesmas Karanggeneng Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 37 ibu hamil K1 yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan serta pemeriksaan klinis gingivitis menggunakan lembar observasi berdasarkan Indeks Gingiva (Gingival Index Loe & Silness). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil K1 mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan status gingivitis (r = 0,46; p = 0,003). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil K1 berpengaruh terhadap kondisi kesehatan gingiva selama kehamilan. Gingivitis is a common oral health disorder experienced by pregnant women, particularly during the first antenatal care visit (K1), due to hormonal changes that increase gingival sensitivity to plaque and local irritation. Limited knowledge of K1 pregnant women regarding oral health maintenance may negatively affect both periodontal health and overall health. This study aimed to analyze the relationship between knowledge of K1 pregnant women on oral health maintenance and gingivitis at Karanggeneng Primary Health Center, Lamongan Regency. This research employed an analytical survey with a cross-sectional design. A total of 37 K1 pregnant women were included using a total sampling technique. Data were collected through a knowledge questionnaire and clinical examination of gingivitis using an observation sheet based on the Gingival Index (Loe & Silness). Data were analyzed using Spearman correlation test. The results revealed a significant correlation between knowledge of K1 pregnant women regarding oral health maintenance and gingivitis status (r = 0.46; p = 0.003). The study concludes that the level of knowledge of K1 pregnant women significantly influences gingival health during pregnancy

    Peran Sosial Remaja dalam Tradisi Begawe Beleq Merarik di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah

    No full text
    Tradisi begawe beleq merarik menjadi bagian penting dari upacara pernikahan masyarakat Sasak, karena tradisi ini dilaksanakan secara besar-besaran dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda dalam membantu setiap proses acara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan peran sosial remaja dalam tradisi begawe beleq merarik di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami secara mendalam nilai-nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam tradisi tersebut. Adapun jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder, dengan sumber data yang berasal dari subjek dan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan subjek  6 orang remaja dari usia 17-25 tahun, sedangkan 4 orang informen mulai dari bapak kepala Desa Pejanggik, bapak tetua Adat, pembayun, dan mangku adat yang paham terkait peran sosial yang dilakukan remaja dalam tradisi begawe beleq merarik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran sosial remaja yang dapat ditemukan dalam tradisi begawe beleq merarik diantaranya; 1) Peran sosial remaja dalam gotong royong terlihat pada saat penganjeng taring (mendirikan terop), pinaq jaje (membuat jajan), serta ikut persiapan alat dan bahan makanan; 2) peran sosial remaja kebersamaan pada saat pergi menyilak (mengundang), begibung (makan bersama) dan kegitan nyongkolan; 3). peran sosial remaja kerjasama, terlihat pada saat remaja perempuan sambut temoe (menyambut tamu), atong jaje, (menganter jajan), dan remaja laki-laki besatuk (menyajikan makan). The begawe beleq merarik tradition is an important part of the Sasak wedding ceremony, because this tradition is carried out on a large scale and involves active participation of the community, including the younger generation in helping with every process of the event. This study aims to determine and describe the social role of teenagers in the begawe beleq merarik tradition in Pejanggik Village, Praya Tengah District, Central Lombok. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods to deeply understand the cultural and social values ??contained in the tradition. The types of data collected consist of primary and secondary data, with data sources originating from subjects and informants selected through purposive sampling techniques with subjects of 6 teenagers aged 17-25 years, while 4 informants ranging from the head of Pejanggik Village, the traditional elders, Pembayun, and Mangku Adat who understand the social roles carried out by teenagers in the begawe beleq merarik tradition. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study found that the social roles of teenagers that can be found in the begawe beleq merarik tradition include; 1) The social role of teenagers in mutual cooperation is seen when penganjeng taring (setting up a canopy), pinaq jaje (making snacks), and participating in preparing tools and food ingredients; 2) the social role of teenagers in togetherness when going to menyilak (inviting), begibung (eating together) and nyongkolan activities; 3). The social role of teenagers in cooperation, is seen when teenage girls sambut temoe (welcoming guests), atong jaje, (delivering snacks), and teenage boys besatuk (serving food).

    Development of Picture Story Books Based on Sasak Local Wisdom For Grade V Students at SDN 2 Sakra

    No full text
    Indonesian language learning in elementary schools requires attractive and contextual learning media to increase students' learning interest. This research aims to develop learning media in the form of picture story books based on Sasak local wisdom that are feasible and practical to use for grade V students at SDN 2 Sakra. The research method used is Research and Development (R&D) using the ADDIE development model. This research was conducted at SDN 2 Sakra with grade V students as research subjects. Research instruments included media and material expert validation sheets, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively by calculating feasibility and practicality percentages. The novelty of this research is the use of two languages in story presentation, namely Indonesian and Sasak regional language. The research results show that the picture story book based on Sasak local wisdom obtained validation from media experts of 95.78% with very feasible category, material expert validation of 94.67% with very feasible category, teacher response of 96.62% with very practical category, small-scale student response of 90.95% with very practical category, and large-scale student response of 86.94% with very practical category. Based on these results, it can be concluded that picture story books based on Sasak local wisdom are very feasible and practical to use as Indonesian language learning media for elementary school grade V students

    Gaya Bahasa Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Tk Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa guru dalam membentuk karakter siswa di TK Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, dengan menggunakan pendekatan pragmatik sebagai landasan teoretis. Pendekatan ini memandang bahasa sebagai tindakan komunikatif yang memiliki makna dan fungsi dalam konteks sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas satu orang guru dan 15 siswa TK Anggaraksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai jenis gaya bahasa seperti penegasan, perbandingan, sindiran, retorika, dan bahasa lokal (Sasak) dalam proses pembelajaran. Penggunaan gaya bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana pragmatik yang mampu membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, rasa percaya diri, serta kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi keterampilan guru, konsistensi penggunaan bahasa, serta lingkungan sekolah yang kondusif, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan media pembelajaran dan pengaruh negatif media digital. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat kajian pragmatik dalam konteks pendidikan karakter anak usia dini, sementara secara praktis memberikan kontribusi bagi guru PAUD dalam menerapkan gaya bahasa yang efektif dan berkarakter dalam pembelajaran

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Authentic Research
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇