Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Perkembangan Kurikulum Merdeka di SD dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar (SD) dalam menghadapi tantangan globalisasi, dengan menyoroti prinsip, implementasi, dan relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang dianalisis melalui analisis isi (content analysis) terhadap berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan, dan artikel penelitian terkini yang relevan dengan topik Kurikulum Merdeka dan globalisasi pendidikan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi kurikulum yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan berbasis pada penguatan profil pelajar Pancasila. Kurikulum ini memberikan otonomi lebih luas kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks globalisasi, Kurikulum Merdeka berfungsi sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kompetensi literasi, numerasi, berpikir kritis, kreativitas, dan karakter adaptif siswa terhadap perubahan global. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala seperti disparitas sumber daya sekolah, kesiapan guru, dan keterbatasan fasilitas digital. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kompetensi guru, digitalisasi sumber belajar, serta sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan pendidikan dalam menyusun strategi peningkatan mutu pembelajaran dasar yang relevan dengan dinamika global.
This study aims to analyze the development of the Merdeka Curriculum in primary schools in responding to the challenges of globalization, with an emphasis on its principles, implementation, and relevance to the needs of 21st-century education. The study employs a library research approach, analyzed through content analysis of various literature sources such as scholarly journals, books, policy reports, and recent research articles relevant to the topics of the Merdeka Curriculum and educational globalization. Data were analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the review indicate that the Merdeka Curriculum emerges as an innovative curriculum that is flexible, learner-centered, and based on strengthening the Pancasila Student Profile. This curriculum provides greater autonomy for educational institutions and teachers to design learning that aligns with local contexts and students’ needs. In the context of globalization, the Merdeka Curriculum functions as a national strategy to enhance students’ literacy, numeracy, critical thinking, creativity, and adaptive character in facing global changes. However, its implementation in practice still encounters challenges such as disparities in school resources, teacher readiness, and limitations in digital facilities. Practically, this study recommends strengthening teachers’ competencies, digitalizing learning resources, and fostering synergy among the government, schools, and communities to ensure the sustainable implementation of the Merdeka Curriculum. These findings are expected to serve as a foundation for education policymakers in formulating strategies to improve the quality of primary education that aligns with global dynamics
Peran Administrasi dalam Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Tajungsari
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah instrumen vital bagi pengembangan ekonomi desa yang keberhasilannya tergantung pada manajemen administrasi yang baik. Penelitian terdahulu umumnya terfokus pada kinerja ekonomi dan keuangan makro, sehingga terdapat kesenjangan dalam pemahaman mendalam mengenai fondasi operasional BUMDes, yaitu sistem administrasi internal dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran administrasi BUMDes Tajungsari, mengidentifikasi masalah, dan mengeksplorasi upaya peningkatannya. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan kunci (Kepala Desa, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara). Temuan utama menunjukkan administrasi berperan kunci dalam pencatatan transaksi keempat unit usaha dan pelaporan berkala. Namun, tantangan utama yang ditemukan adalah keterbatasan SDM, risiko sistem manual, dan rendahnya literasi digital. Kebaruan penelitian (novelty) terletak pada analisis peran administrasi secara komprehensif pada BUMDes dengan multi unit usaha, serta mengevaluasi solusi berbasis tindakan yang sedang berjalan di lapangan. Upaya peningkatan dilakukan melalui kolaborasi intensif, studi banding, dan perencanaan digitalisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas administrasi BUMDes sangat penting untuk menciptakan manajemen yang profesional dan berkelanjutan.
Village-Owned Enterprise (BUMDes) is a vital instrument for rural economic development whose success depends on sound administrative management. Previous research generally focuses on macroeconomic performance and financial aspects, thus creating a research gap in understanding the deep operational foundation of BUMDes: its internal administrative system and governance. This study aims to analyze the role of administration in BUMDes Tajungsari, identify the problems, and explore strategies for improvement. A qualitative descriptive method was utilized through in-depth interviews with four key informants (Village Head, Chairman, Secretary, and Treasurer). The main findings demonstrate that administration plays a key role in transaction recording for all four business units and periodic reporting. However, the main challenges identified are limited human resources, the risk of manual systems, and low digital literacy. The novelty of this study lies in its comprehensive analysis of the administrative role within a BUMDes with multi-business units, alongside the evaluation of action-based solutions currently implemented in the field. Improvement efforts include intensive collaboration, benchmarking studies, and digitalization planning. The study concludes that strengthening BUMDes administrative capacity is critical for achieving professional and sustainable management
Uji Validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA berbasis inkuiri terbimbing yang valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D yang terdiri dari empat tahap, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Artikel ini dibatasi pada bagian pengembangan khususnya pada uji validitas. Data uji validitas diperoleh dari hasil validasi. Untuk menguji validitas LKPD, dilakukan menggunakan lembar instrumen uji validasi LKPD kemudian dianalisis menggunakan Aiken’s V dan data dikumpulkan berdasarkan hasil validasi LKPD. Validasi didasarkan pada 3 aspek, yaitu (1) Aspek format, (2) Aspek isi dan (3) Aspek kebahasaan. Hasil penilaian validator LKPD IPA berbasis inkuri terbimbing yang dinilai dari aspek format memperoleh rata-rata 0,88 dengan kategori sangat valid. Pada aspek kelayakan isi memperoleh rata-rata 0, 77 dengan kategori valid, dan pada aspek bahasa memperoleh rata-rata 0, 81 dengan kategori sangat valid.Dari tiga aspek penilaian validitas LKPD IPA berbasis inkuiri terbimbing diperoleh rata-rata 0, 82 dengan kategori sangat valid. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD IPA berbasis inkuiri terbimbing layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran yang valid dalam meningkatkan aktivitas serta pemahaman konsep peserta didik.
Preliminary Study of Dominance and Ethnobotany of Medicinal Plants on the Mayung Polak Trail, Mount Rinjani National Park
This research examines the ecological dominance and ethnobotanical potential of medicinal plants found along the Mayung Polak Waterfall Trail, located in the Timbanuh Resort of Mount Rinjani National Park (MRNP). By combining vegetation analysis with descriptive ethnobotany, the study investigates how plant community structure correlates with the medicinal potential of the species in the area. Vegetation data were obtained by placing 2 × 2 m plots (4 m²) at 200-meter intervals along the trail, alternating between the left and right sides. The vegetation analysis calculated density, frequency, and the Important Value Index (IVI) to evaluate the dominance of species. Ethnobotanical information was collected through direct field observations and a review of existing ethnobotanical and ethnopharmacological literature, without conducting formal interviews. The results show that the medicinal plant community is dominated by species with high IVI values, such as Chloranthus officinalis, Piper nigrum, and Elephantopus mollis. These species act as key elements in the understory and have been widely recognized for their medicinal uses in traditional practices. Their ecological dominance indicates strong adaptability to the moderate disturbances of the trail environment. The combined use of IVI analysis and ethnobotanical data underscores that species with higher ecological dominance are more likely to have significant medicinal uses, offering valuable insights for the sustainable management and conservation of medicinal plants along MRNP's tourist trails
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Eksresi di Kelas XI IPA-2 MA Al Hidayah
Penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif peserta didik dan Kecenderungan siswa untuk memilih teman berdasarkan tingkat kemampuan akademis sehingga terjadi perbedaan dalam interaksi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem ekskresi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) di kelas XI IPA-2 MA Al Hidayah. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas XI IPA 2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketuntasan belajar klasikal, yaitu dari 34,7% pada pra-siklus menjadi 57,7% di siklus I dan meningkat lagi menjadi 88,5% pada siklus II. Selain itu, partisipasi siswa juga mengalami peningkatan dari 50% menjadi 90% setelah penerapan STAD. Model ini terbukti efektif dalam mendorong interaksi antar siswa, memperkuat pemahaman konsep melalui diskusi kelompok, serta meningkatkan tanggung jawab individu dalam belajar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD direkomendasikan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran Biologi, khususnya untuk materi yang bersifat kompleks
Pengembangan Buku Cerita Digital Berbasis Kearifan Lokal Sasak dalam Menguatkan Profil Pelajar Pancasila di Kelas IV SDN 46 Cakranegara
Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai landasan karakter bangsa menjadi sangat penting di era digital ini, dimana karena arus informasi global dapat memengaruhi nilai dan identitas generasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita digital berbasis kearifan lokal Sasak dalam meguatkan Profil Pelajar Pancasila di kelas IV SDN 46 Cakranegara yang valid dan praktis. Kearifan lokal Sasak memiliki nilai-nilai luhur seperti religius, nilai kemanusiaan, gotong royong yang dapat menjadi sumber inspiratif dalam menguatkan karakter karena relevan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan R&D (Research & Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluatioan) karena model ini sistematis, fleksibel, dan sesuai untuk pengembangan media pembelajaran digital yang dikembangkan. Adapun evaluasi dilakukan secara formatif melalui validasi ahli, evaluasi kelompok kecil, serta evaluasi lapangan untuk perbaikan produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 22 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, angket validasi ahli, angket respon siswa, dan angket respon guru. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan penilaian validator media memperoleh skor 57 dengan kategori sangat valid. Sementara penilaian dari validator materi memperoleh skor 63 dengan kategori sangat valid. Hasil respon peserta didik pada uji coba kelompok kecil memperoleh skor rata-rata 46,2 dan 45,2 pada uji coba kelompok besar dengan kategori sangat praktis. Selanjutnya, hasil respon guru memperoleh skor 50 (skor sempurna), sehingga menempati kategori sangat praktis juga. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku cerita digital berbasis kearifan lokal Sasak yang dikembangkan tidak hanya menarik dan layak digunakan, tetapi juga sangat praktis digunakan sebagai sarana dalam menguatkan Profil Pelajar Pancasila, mendorong siswa lebih tertarik untuk membaca, melatih keterampilan menyimak, dan dapat diterapkan di sekolah lain yang memiliki karakteristik siswa yang serupa
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri 5E terhadap Kemampuan Menalar Ilmiah (Scientific Reasoning) dan Literasi Biologi Siswa Kelas X SMAN 3 Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri 5E terhadap kemampuan menalar ilmiah (scientific reasoning) dan literasi biologi siswa kelas X SMAN 3 Mataram. Model inkuiri 5E dipilih karena sintak atau tahapannya terdiri dari Engage, Explore, Explain, Elaborate, Evaluate yang selaras dengan proses dan indikator penalaran ilmiah dan literasi biologi, memungkinkan siswa membangun pengetahuan secara aktif. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent kontrol group design. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dalam tiga minggu pada tanggal 21 April sampai dengan 10 Mei 2025. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X.7 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model inkuiri 5E dan kelas X.11 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan metode konvensional, masing-masing kelas berjumlah 39 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian berupa tes kemampuan menalar ilmiah berdasarkan LCTSR dan literasi biologi yang mengacu pada PISA 2018 dan kerangka PISA 2025 berjumlah masing-masing 15 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Hasil uji ancova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 untuk kemampuan menalar ilmiah dan 0,000 < 0,05 untuk literasi biologi, artinya bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rata-rata post-test kemampuan menalar ilmiah pada kelas eksperimen adalah 73,6 dan literasi biologi 76,8, lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Nilai pre-test kelas eksperimen meningkat 24,9 poin (dari 50,0 menjadi 79,8), sedangkan pada kelas kontrol hanya meningkat 19,7 poin (dari 46,8 menjadi 66,5). Keberhasilan pembelajaran juga dilihat dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75, dimana siswa pada kelas eksperimen mencapai KKM jauh lebih banyak dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri 5E berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan menalar ilmiah dan literasi biologi siswa
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Wow Experience Bintan Atv Riders Dalam Meningkatkan Minat Wisatawan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh WOW Experience Bintan ATV Riders dalam meningkatkan minat wisatawan. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan bauran komunikasi pemasaran menurut Kotler dan Keller, yang mencakup periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut, serta penjualan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada staf pengawasan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mengimplementasikan tujuh dari delapan elemen bauran secara terintegrasi. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat wisatawan, yang tercermin dari pertumbuhan jumlah pengunjung, peningkatan transaksi paket wisata, serta tingginya ulasan positif di platform digital. WOW Experience berhasil menjangkau segmen wisatawan rekreasi dan petualangan melalui kombinasi promosi daring-luring, kerja sama media, pemasaran influencer, serta interaksi langsung di lokasi. Strategi komunikasi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas pelanggan, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi elemen komunikasi pemasaran dalam menciptakan pengalaman wisata yang menarik dan kompetitif.
This study aims to analyze the effectiveness of marketing communication strategies implemented by WOW Experience Bintan ATV Riders in increasing tourist interest. The research focuses on the application of Kotler and Keller's marketing communication mix, which includes advertising, sales promotion, events and experiences, public relations and publicity, direct marketing, interactive marketing, word-of-mouth marketing, and personal selling. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with supervisory staff. Data were analyzed thematically to identify communication patterns and their impact. The results show that the company implemented seven out of eight elements of the communication mix in an integrated manner. These strategies proved effective in boosting tourist interest, as indicated by increased visitor numbers, higher sales of tour packages, and a large number of positive online reviews. WOW Experience successfully reached the recreational and adventure tourism segments through a combination of online and offline promotions, media partnerships, influencer marketing, and direct staff interactions. The communication strategies not only enhanced brand awareness and customer loyalty but also contributed to sustainable business growth. These findings highlight the importance of integrating various elements of marketing communication to create a compelling and competitive tourism experience
Explorasi Potensi Mikrobium Bahan Pangan sebagai Biodetergent
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya cuci mikrobium dari bahan pangan lokal, menilai potensinya dalam mengurangi penggunaan detergen kimia, serta mengidentifikasi kemungkinan keberadaan enzim-enzim penting yang berperan dalam proses pembersihan. Mikrobium dari berbagai bahan pangan dikultur, dan supernatan ekstrak kasar (mengandung enzim) digunakan dalam uji pencucian dengan bahan pengotor berupa minyak zaitun. Pengukuran daya cuci didasarkan pada pengurangan residu minyak zaitun setelah proses pencucian. Efektivitas ekstrak kasar diuji pada tiga tingkat konsentrasi detergen: 0%, 0.5%, dan 1.0%, untuk mengevaluasi apakah mikrobium dapat mengurangi kebutuhan detergen kimiawi. Hasil menunjukkan bahwa mikrobium bahan pangan memiliki daya cuci signifikan, yang berbeda tergantung jenis bahan dan konsentrasi. Terdapat interaksi signifikan antara jenis bahan dan konsentrasi, yang menunjukkan bahwa efektivitas daya cuci tergantung pada kombinasi keduanya. Meskipun belum sepenuhnya menggantikan peran detergen, mikrobium bahan pangan menunjukkan potensi untuk meningkatkan efektivitas pencucian, terutama pada konsentrasi detergen rendah (0.5%). Uji aktivitas enzim menunjukkan bahwa mikrobium dari air kelapa memiliki aktivitas selulase, protease, dan amilase, sementara aktivitas lipase belum terdeteksi dalam uji ini
Efektivitas Permainan Tradisional Gobak Sodor Terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 10-12 Tahun Pada Siswa SD
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas permainan tradisional Gobak Sodor dalam meningkatkan kepercayaan diri anak usia 10–12 tahun. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengembangan kepercayaan diri pada anak usia sekolah dasar serta minimnya pemanfaatan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 18 siswa kelas 5 dan 6 SDN 1 Bade. Teknik pengumpulan data mencakup angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah perlakuan, dengan nilai signifikansi (p) < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa permainan Gobak Sodor efektif meningkatkan kepercayaan diri anak. Temuan ini merekomendasikan guru dan orang tua untuk memanfaatkan permainan tradisional sebagai metode stimulasi sosial-emosional. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan dalam melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter anak.