Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Analisis Sentimen Pada Tweet Buzzer Politik Indonesia Menggunakan Metode SVM
Menjelang periode pemilihan umum di Indonesia, aktivitas buzzer politik di media sosial, khususnya Twitter, menunjukkan peningkatan signifikan. Keberadaan mereka memiliki potensi besar dalam memengaruhi opini publik dan memperkuat polarisasi politik di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen dan identifikasi topik terhadap tweet yang dipublikasikan oleh akun-akun yang terindikasi sebagai buzzer politik di Indonesia. Data dikumpulkan dari tweet akun-akun yang telah terverifikasi sebagai buzzer, kemudian melalui tahapan preprocessing, ekstraksi fitur menggunakan metode Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), klasifikasi sentimen dengan algoritma Support Vector Machine (SVM), serta pemodelan topik. Hasil menunjukkan bahwa model SVM mencapai akurasi sebesar 0,66, dengan precision 0,64, recall 0,66, dan F1-score 0,63. Capaian ini mengindikasikan bahwa metode SVM cukup efektif dalam mengklasifikasikan sentimen dalam konteks opini politik digital. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika komunikasi politik di media sosial serta peran buzzer dalam membentuk opini publik secara daring.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kimia Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik SMA Tahun Pelajaran 2024/2025
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan konsep dan kemampuan literasi sains peserta didik SMA dalam pembelajaran kimia, yang memerlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ilmiah. Tujuan penelitian adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan literasi sains. Metode penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan subjek uji coba siswa SMA tahun pelajaran 2024/2025. Hasil validasi ahli menunjukkan LKPD memenuhi kriteria kelayakan dengan nilai rata-rata di atas 3,5 (skala 4), sementara uji kepraktisan melalui respons guru dan peserta didik mencapai kategori sangat praktis. Efektivitas LKPD terbukti signifikan dalam meningkatkan penguasaan konsep (N-gain 0,72) dan literasi sains (N-gain 0,68) berdasarkan uji statistik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran. Implikasinya, produk ini dapat dijadikan alternatif untuk mendorong pembelajaran aktif dan keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam konteks kimia
The Use of ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer) as a Supporting Tool in Writing Research Proposals
Academic writing is an essential component of formal education, particularly for English as a Foreign Language (EFL) students who are required to produce research proposals before conducting their thesis. Several students used ChatGPT as a supporting tool in writing their research proposals. The objectives of this study are to explore how EFL students perceive the use of ChatGPT as a supporting tool in writing research proposals and to examine the challenges EFL students faced when using ChatGPT in the research proposal writing process. This study employed a qualitative research approach with a case study design, incorporating data from close-ended questionnaires and semi-structured interviews. A total of 20 EFL students from the English Education Department at the University of Mataram participated in the questionnaire phase, while 6 were selected for in-depth interviews. The findings revealed that the majority of students responded positively to ChatGPT. ChatGPT is useful in organizing ideas, as a writing tool, and in enhancing the academic quality of their proposals. However, challenges such as difficulties in designing effective prompts to produce results that match the commands remain. Therefore, prompt engineering training is important for students. These results highlight ChatGPT's potential in supporting proposal writing, but also emphasize the need for critical engagement and proper training to ensure ethical and effective use in higher education.
Pengaruh Model Think Pair Share (TPS) Berbantuan Media Pop-Up Book Terhadap Keterampilan Kolaborasi Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penerapan model Think Pair Share (TPS) yang dipadukan dengan pop-up book terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Sosiologi. Metode kuasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Posttest-Only Control Group Design digunakan pada penelitian ini. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Gerung. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik simple random sampling dengan mempertimbangkan kesetaraan kelas, yang menghasilkan kelas X- D sebanyak 36 siswa sebagai kelompok kontrol dan X- I juga sebanyak 36 siswa sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik melalui Independent Samples T-Test, setelah data dinyatakan memenuhi syarat normalitas dan homogenitas dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor kolaborasi siswa pada kelas eksperimen mencapai 45,16 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh skor rata-rata 41,75. Berdasarkan temuan tersebut, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) <0,001 lebih rendah dari batas probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model TPS berbantuan media pop-up book memiliki pengaruh signifikan terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Sosiologi.
This study aims to determine whether or not there is an effect of implementing the Think Pair Share (TPS) model combined with a pop-up book on students’ collaboration skills in Sociology subjects. A quasi-experimental method with a Non-Equivalent Posttest-Only Control Group Design was employed in this research. The population consisted of all 10th-grade students at SMAN 1 Gerung. The sample was selected using a simple random sampling technique by considering class equivalence, resulting in class X-D with 36 students as the control group and class X-I with 36 students as the experimental group. Data were collected through questionnaires distributed to students. The data obtained were then analyzed using parametric statistical tests through the Independent Samples T-Test, after being confirmed to meet the requirements of normality and homogeneity at a significance level of 0.05. The analysis showed that the average collaboration score of students in the experimental class reached 45.16, higher than the control class with an average score of 41.75. Based on these findings, the significance value (2-tailed) <0.001 was lower than the probability threshold of 0.05, indicating that the TPS model assisted by pop-up books had a significant effect on students’ collaboration skills in Sociology subjects
Using Memrise Application To Learn Adjectives: An Experimental Study At The Second Grade Students of SMPN 1 Kediri
Penelitian ini menyelidiki efektivitas aplikasi Memrise dalam meningkatkan penguasaan kosakata kata sifat di antara siswa kelas delapan di SMPN 1 Kediri. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya penguasaan kata sifat dalam bahasa Inggris oleh siswa, yang berdampak pada kemampuan mereka untuk memahami dan menggunakan deskripsi dalam konteks kalimat. Penelitian ini mengisi celah dalam penelitian sebelumnya yang belum secara khusus mengevaluasi efektivitas aplikasi Memrise pada penguasaan kata sifat secara eksperimental. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan dua kelompok: kelompok eksperimen diajar menggunakan Memrise, sedangkan kelompok kontrol menerima instruksi konvensional, yang masing-masing terdiri dari 26 siswa. Data dikumpulkan melalui penilaian pra-tes dan pasca-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan skor rata-rata meningkat dari 60,77 menjadi 75,38, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat sedikit, dari 55,38 menjadi 60,77. Analisis statistik menggunakan uji-t sampel berpasangan dan uji-t independen menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Memrise lebih efektif daripada metode tradisional dalam meningkatkan penguasaan kosakata kata sifat siswa. Studi ini menunjukkan bahwa Memrise dapat diintegrasikan ke dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai perangkat digital yang menarik dan efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Melalui Metode Storytelling Kelompok B di TK Sengeh Rempek
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini melalui metode storytelling pada kelompok B di TK Sengeh Rempek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 15 anak. Indikator keterampilan berbicara mencakup kelancaran, kosakata, pelafalan, intonasi, dan keberanian. Prosedur penelitian melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada tahap pelaksanaan, guru menggunakan metode storytelling dengan menyampaikan cerita menarik dan memberi kesempatan anak untuk menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa mereka sendiri. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi perkembangan berbicara anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara anak, dari tahap prasiklus 60% (Belum Berkembang), kemudian meningkat pada siklus I menjadi 66% (Mulai Berkembang), dan pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 80% (Berkembang Sesuai Harapan). Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah subjek yang terbatas, sehingga hasilnya belum dapat mewakili seluruh populasi anak usia dini. Namun demikian, metode storytelling terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak di TK Sengeh Rempe
Studi Deskriptif Kuantitatif: Gambaran Kepuasan Hidup pada Pelaku shopping addiction
Kepuasan hidup merupakan penilaian kognitif mengenai seberapa baik dan memuaskan kehidupan yang telah dijalani individu secara keseluruhan. Kepuasan hidup dapat bersumber dari berbagai aspek, salah satunya melalui aktivitas berbelanja yang memberikan kepuasan psikologis berupa perasaan senang dan gembira. Namun, individu yang memperoleh kepuasan psikologis dari berbelanja cenderung meningkatkan frekuensi belanjanya, yang dapat berkembang menjadi shopping addiction. Meskipun penelitian tentang shopping addiction telah banyak dilakukan, pemahaman mengenai kepuasan hidup pada individu dengan kecenderungan adiksi belanja masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk pengembangan intervensi psikologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan hidup pada pelaku shopping addiction di kalangan dewasa muda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 14 orang berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala shopping addiction dan skala kepuasan hidup (Satisfaction With Life Scale/SWLS). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 subjek, 6 orang (42,9%) memiliki kepuasan hidup rendah, 4 orang (28,6%) dengan kepuasan hidup sedang, 2 orang (14,3%) dengan kepuasan hidup tinggi, dan 2 orang (14,3%) dengan kepuasan hidup sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas individu dengan shopping addiction memiliki tingkat kepuasan hidup yang rendah hingga sedang, yang dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan dan intervensi perilaku adiktif berbasis peningkatan kepuasan hidup.
Life satisfaction is a cognitive evaluation of how well and satisfying an individual's life has been overall. Life satisfaction can stem from various aspects, one of which is through shopping activities that provide psychological satisfaction in the form of pleasure and happiness. However, individuals who derive psychological satisfaction from shopping tend to increase their shopping frequency, which can develop into shopping addiction. Although research on shopping addiction has been extensively conducted, understanding of life satisfaction among individuals with shopping addiction tendencies remains limited, even though this information is crucial for developing appropriate psychological interventions. This study aims to describe the level of life satisfaction among individuals with shopping addiction in young adults. The research employed a descriptive quantitative approach with purposive sampling technique. The research subjects consisted of 14 individuals aged 18-25 years residing in Bukittinggi City, West Sumatra. Data were collected using questionnaires comprising a shopping addiction scale and the Satisfaction With Life Scale (SWLS). Data were analyzed using quantitative descriptive statistics. The results showed that out of 14 subjects, 6 individuals (42.9%) had low life satisfaction, 4 individuals (28.6%) had moderate life satisfaction, 2 individuals (14.3%) had high life satisfaction, and 2 individuals (14.3%) had very high life satisfaction. These findings indicate that the majority of individuals with shopping addiction have low to moderate levels of life satisfaction, which can serve as a basis for developing prevention programs and interventions for addictive behavior based on improving life satisfaction.
Pengembangan Model Pembelajaran Olahraga Inklusif Berbasis Pendekatan Diferensiasi untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Mahasiswa FIKK UNM
Penelitian ini mengembangkan model pembelajaran olahraga inklusif berbasis pendekatan diferensiasi untuk mengatasi tantangan perbedaan fisik, minat, dan gaya belajar mahasiswa di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM). Model ini mengintegrasikan prinsip Differentiated Instruction (DI) dan Universal Design for Learning (UDL) yang menekankan fleksibilitas dan aksesibilitas dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dalam dua siklus yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi untuk menemukan pola pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi aktif mahasiswa dari 58% pada pra-siklus menjadi 86% pada siklus kedua, disertai perubahan positif dalam sikap dan perilaku mahasiswa, seperti lebih percaya diri, saling menghargai, dan mampu bekerja sama dalam suasana inklusif. Dosen juga menunjukkan peningkatan kemampuan pedagogis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran olahraga berbasis diferensiasi dan UDL di pendidikan tinggi untuk mendukung keberagaman dan partisipasi aktif semua mahasiswa.
This study developed an inclusive sports learning model based on a differentiation approach to address the challenges of differences in physical abilities, interests, and learning styles of students at the Faculty of Sport and Health Sciences, Makassar State University (FIKK UNM). This model integrates the principles of Differentiated Instruction (DI) and Universal Design for Learning (UDL), emphasizing flexibility and accessibility in learning. The study used an action research method in two cycles involving lecturers and students. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection to find effective learning patterns. The results showed an increase in active student participation from 58% in the pre-cycle to 86% in the second cycle, accompanied by positive changes in student attitudes and behavior, such as greater self-confidence, mutual respect, and the ability to work together in an inclusive atmosphere. Lecturers also demonstrated improved pedagogical skills. This study recommends the implementation of a differentiation-based sports learning model and UDL in higher education to support diversity and active participation of all students
Inovasi dalam Pendidikan: Pemetaan Tiga Tahun Penelitian tentang Pembelajaran Berbasis Masalah dan Berpikir Kritis
Perubahan cepat dalam pendidikan abad ke-21 menuntut strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memetakan lanskap penelitian terkait Problem-Based Learning (PBL) dan critical thinking selama 2023–2025 melalui analisis bibliometrik terhadap 105 artikel yang terindeks di Scopus, menggunakan teknik co-occurrence, co-authorship, dan thematic mapping dengan bantuan VOSviewer versi 1.6.19. Hasil menunjukkan tren publikasi yang dinamis dengan pola naik–puncak–stabilisasi, menekankan dua kluster utama: pengembangan kurikulum dan desain pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan analitis, serta penerapan PBL dalam pendidikan profesional, khususnya keperawatan, untuk meningkatkan kompetensi praktis. Analisis kolaborasi internasional menyoroti dominasi negara-negara Asia, dengan Australia dan Kanada sebagai knowledge hubs, memperlihatkan keterhubungan global dalam pengembangan PBL dan berpikir kritis. Temuan penelitian menegaskan bahwa PBL berfungsi sebagai kerangka transformasional yang mengintegrasikan teori, praktik, dan konteks belajar, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis secara multidimensional. Namun, terdapat gap penelitian terkait keterbatasan representasi konteks, desain metodologis, dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan studi PBL yang multidimensional dan inklusif, menganalisis proses kognitif, diversifikasi konteks, adaptasi lintas budaya, serta integrasi teknologi, guna memperkuat bukti empiris dan menyediakan panduan praktis bagi implementasi pendidikan inovatif yang relevan dengan tuntutan abad ke-21
Upaya Meningkatkan Keterampilan Siswa Menulis Kalimat Sederhana Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II SDN 3 Mantang Tahun Pelajaran 2025/2026
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis kalimat sederhana melalui penggunaan media gambar pada siswa kelas II SDN 3 Mantang tahun pelajaran 2025/2026. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang melibatkan 16 siswa kelas II SDN 3 Mantang. Pada Siklus I, ketuntasan keterampilan menulis kalimat sederhana siswa hanya mencapai 62,50% dengan rata-rata nilai 82,25, sehingga belum memenuhi ketuntasan klasikal 85%. Namun, setelah tindakan perbaikan pada Siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 93,75% dengan rata-rata nilai 86,88. Selain nilai, siswa juga mengalami perkembangan dalam menyusun unsur kalimat, memilih kosakata, serta menerapkan huruf kapital dan tanda baca dengan lebih tepat.
Dengan demikian, media gambar terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis kalimat sederhana. Media ini tidak hanya mempermudah pemahaman konsep, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, media gambar layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas rendah