Empiricism Journal
Not a member yet
400 research outputs found
Sort by
Museum Olahraga Nasional Sebagai Pusat Data dan Kajian Sejarah Olahraga
Manusia sejak awal beraktivitas, tidak lepas dari olahraga. Oleh karena itu, manusia dapat disebut sebagai makhluk bermain dan olahraga merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah permainan. Permainan olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan antar negara menjadi suatu pamor dan memiliki nilai yang melekat pada suatu negara. Sejarah perkembangan olahraga dan prestasi yang tercipta dalam kompetisi internasional memiliki jejak otentik, salah satunya disimpan dalam museum bertema olahraga. Indonesia memiliki Museum Olahraga Nasional yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi museum olahraga nasional sebagai pusat data dan studi sejarah olahraga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan cara studi pustaka dan studi dokumen dari Kemeterian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Museum Olahraga Nasional memiliki peran penting untuk dijadikan sebagai pusat data dan studi di bidang olahraga. Uraian komprehensif terkait hasil penelitian lebih lanjut disajikan pada artikel ini.
National Sports Museum as a Data Center and Study of Sports History
Abstract
Since the beginning of their activities, humans can not be separated from sports. Therefore, humans can be called playing creatures, and sports are one of the manifestations of human values ??in a game. Sports games competed in championships between countries become prestigious and have an inherent value in a country. The history of sports development and the achievements made in international competitions has authentic traces, one of which is stored in a sports-themed museum. Indonesia has a National Sports Museum, which the Ministry of Youth and Sports manages. This study aimed to identify the potential of the national sports museum as a data center and study of sports history in Indonesia. This study uses research methods employing literature studies and document studies from the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia. The results show that the National Sports Museum is essential in serving as a data center and study in sports. A comprehensive description of the research results, further presented in this article
Pengaruh Penerapan Metode Everyone is a Teacher Here Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Everyone Is A Teacher Here terhadap kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy ekperiment. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Maronge berjumlah 91. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling (pengambilan sampel acak), Kelas VII A yang terdiri dari 23 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B yang terdiri dari 23 siswa sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian diperoleh dari nilai keterampilan berbicara siswa pada pre-test dan post-test. Validitas yang digunakan dalam penelitian adalah validitas isi dan analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis keterampilan berbicara dengan menggunakan statistik uji t (t-test) yang menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel ( 4.727 > 1684) dengan taraf signifikan 5% artinya hipotesis alternatif (Ha) di terima dan (Ho) ditolak, Dengan demikian terdapat pengaruh penerapan Metode Everyone is teacher here terhadap keterampilan berbicara siswa SMP Kelas VII.
The Effect Implementation of Everyone is a Teacher Here Method to the Speaking Skills of Junior High School Students
Abstract
This study aims to know effect the implementation of everyone is a teacher here method on students’ speaking skill. This study was quantitative study which used quasi experiment method. The populations in this study were all VII graders students of SMPN 1 Maronge with number of students were 91. The sample determination technique used in this study was cluster random sampling consisted of two classes namely class VII A consisted of 23 students as experiment class and class VII B consisted od 23 students as control class. The data in this study obtained through students’ speaking skill grade on pre-test and post-test. The validity used in this study was content validity. The data was analyzed used t-test. Based on the speaking skill analysis result which used t-test showed that the t-value was higher than t-table (4.726 > 1.684) with significance degree of 5%, it means that alternative hypothesis (Ha) was accepted and Ho was rejected. Thus there is an effect of applying the Everyone is teacher here method to the speaking skills of Grade VII Junior High School students.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berdasarkan Konsep Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan konsep mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa . Populasi pada penelitian ini berjumlah 33 orang sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak15 orang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model dick and carey. Tehnik penyusunan LKPD berdasarkan konsep mind maping yaitu melakukan analisis Kompetensi dasar dan indikator, melakukan analisis materi stoikiometri dan analisis mind mapping. Validasi ahli media pembelajaran dilakukan oleh dua orang dosen senior bidang pendidikan dan di peroleh kelayakan sebesar 80%. Validasi ahli materi oleh dua orang dosen pakar bidang keahlian kimia di peroleh kelayakan sebesar 82,5%. Setelah di validasi kemudian di lakukan uji kelayakan pengembangan LKPD menggunakan skala linker terhadap 15 orang siswa diperoreh hasilkonversi persentase yaitu pada model atau design LKPD diperoleh kelayakan 90,67% (sangat layak), kesesuaian materi diperoleh kelayakan 88%( layak), bahasa komunikatif diperoleh 92% (sangat layak). Untuk penghitungan menggunakan rumus presentase menganalisis peningkatan hasil belajar dengan perbandingan pre-test 34% , sementara post-test nya 41% , hal ini membuktikan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik sehingga Lembar Kerja Peserta Didik Berdasarkan konsep Mind Mapping ini terbukti meningkatkan hasil belajar dan layak untuk digunakan.
Development of Student Worksheets based on the Concept of Mind Mapping to Improve Students’ Learning Outcomes
Abstract
This study aims to determine the feasibility of developing Student Worksheets (SW) based on the concept of mind mapping to improve student learning outcomes. The population in this study amounted to 33 students while the sample used in this study was 15 students. This research is development research with a dick and carey model. The technique of preparing student worksheet is based on the concept of mind mapping, namely analyzing basic competencies and indicators, analyzing stoichiometric material and analyzing mind mapping. The validation of learning media experts was carried out by two senior lecturers in the field of education and obtained a feasibility of 80%. Material expert validation by two expert lecturers in the field of chemistry obtained a feasibility of 82.5%. After being validated, the student worksheets development feasibility test was carried out using a linker scale on 15 students, the percentage of conversion results, namely the student worksheets model or design obtained 90.67% feasibility (very feasible), material suitability obtained 88% feasibility (feasible), communicative language obtained 92 % (very decent). For calculations using the percentage formula to analyze the increase in learning outcomes with a pre-test comparison of 34%, while the post-test is 41%, this proves an increase in student learning outcomes so that the Mind Mapping concept-based worksheet is proven to improve learning outcomes and is feasible to use
Analisis Keberadaan Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Daerah Lombok Tengah
Penyelidikan air tanah dibutuhkan untuk mengetahui ketersediaan air baku di daerah penelitian yaitu Kabupaten Lombok Tengah. Metode geofisika menggunakan alat geolistrik dapat diaplikasikan utuk mendapat gambaran kondisi geologi bawah permukaan terkait persediaan air baku. Metode ini mempelajari sifat aliran listrik di bumi dan menggambungkannya dengan nilai resistivitas. Penelitian dilakukan menggunakan konfiguasi Schlumberger yang selanjutnya diolah dengan software IPI2Win dan Progress untuk mendapatkan nilai tahanan jenis yang sebenarnya. Dari nilai resistivity di 5 (lima) Desa yaitu Desa Selebung, Desa Barabali, Desa Mertak Tombok, Desa Banyu Urip, dan Desa Mangkung Kabupaten Lombok Tengahdapat diperkirakan kondisi air tanah adalah lapisan akuifer air tawar (fresh water). Hasil interpretasi data geolistrik, menunjukkan adanya keberadaan lapisan muka air (akuifer) pada kedalaman sekitar 12 meter – 28 meter
Pengembangan Alat Peraga Sistem Peredaran Darah Manusia dari Barang Bekas pada Pembelajaran IPA Siswa Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan alat peraga sistem peredaran darah manusia dari barang bekas pada pembelajaran IPA siswa Sekolah Dasar Kelas V Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model desain pengembangan 4D. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket lembar validasi ahli. Teknik analisis data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan interval kevalidan yang telah ditentukan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Media pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan sebagai media pembelajaran, dimana hasil validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata yaitu 90,2% dengan kriteria sangat valid dan ahli media memperoleh skor rata-rata 85,7% dengan kriteria sangat valid.
Development of Teaching Aids for the Human Circulatory System from Used Goods in Learning Science for Elementary School Students
Abstract
The purpose of this study was to find out how to develop teaching aids for the human circulatory system from used goods in learning science for elementary school students in Class V for the 2021/2022 academic year. This type of research is research and development (Research and Development) using the 4D development design model. The data collection technique in this study used an expert validation sheet questionnaire. Data analysis techniques in this study were analyzed descriptively with predetermined validity intervals. The results of data analysis show that the developed learning media is suitable for use as learning media, where the validation results of material experts obtain an average score of 90.2% with very valid criteria and media experts obtain an average score of 85.7% with very valid criteria
Identifikasi Jenis dan Pemanfaatan Bambu di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur
Masyarakat di Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur memiliki interaksi yang kuat dengan tanaman bambu. Bambu merupakan salah satu komoditi Hasil Hutan Bukan Kayu yang mampu menunjang perekonomian mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bambu dan mengetahui pemanfaatan dari setiap bambu yg ditemukan. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pengumpulan data jenis bambu dan pemanfaatannya dilakukan dengan cara penjelajahan untuk mengiventarisasi jenis bambu yang ada di Desa Loyok. Selanjutnya dilakukan wawancara melalui purposive random sampling dilakukan terhadap 9 responden petani hutan untuk mengetahui pemanfaatan bambu. Data hasil inventarisasi jenis bambu ditabulasikan. Berdasarkan hasil inventarisasi, Jenis bambu yang ditemukan di Desa Loyok sebanyak 3 genus, yaitu 2 bambu Gigantochloa, 2 bambu Bambusa, dan 1 bambu Dendrocalamus. Jenis bambu tersebut yaitu: Bambu Ater (Gigantochloa atter), Bambu Kuning (Bambusa vulgaris cv Vittata), Bambu Tali (Gigantochloa apus), Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dan Bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schard). Masyarakat di Desa Sikur memanfaatkan bambu tersebut untuk bahan bangunan, bahan konsumsi, dan mengembangkannya menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang lebih bernilai.
Identification of Types and Utilization of Bamboo in Loyok Village, Sikur District, East Lombok Regency
Abstract
Loyok Village, Sikur District, and East Lombok Regency communities strongly interact with bamboo plants. Bamboo is a non-timber forest product that could benefit these communities economically. This study aims to find out the types of bamboo and the utilization of each bamboo found. This research is used descriptive explorative method. Data collection on bamboo species and their utilization was conducted using exploration to take inventory of bamboo species in Loyok Village.Furthermore, interviews based on purposive random sampling were conducted to determine the use of bamboo. The results of the inventory of bamboo species are tabulated. Based on the inventory results, 3 genera of bamboo species are found in Loyok Village, namely 2 Gigantochloa bamboos, 2 Bambusa bamboos, and 1 Dendrocalamus bamboo. The types of bamboo are: Ater Bamboo (Gigantochloa atter), Yellow Bamboo (Bambusa vulgaris cv Vittata), Tali Bamboo (Gigantochloa apus), Petung Bamboo (Dendrocalamus asper) and Ampe Bamboo (Bambusa vulgaris Schard). The people in Sikur Village use the bamboo for building materials, consumption materials, and develop it into various more valuable handicraft products
Analisis Kemampuan Abstraksi Reflektif Siswa dalam Merekonstruksi Konsep Limit Fungsi ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menggambarkan kemampuan abstraksi reflektif siswa dalam merekonstruksi konsep limit fungsi ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri terdiri dari dua siswa (laki-laki and perempuan) kelas XI MIPA MA Darul Mahmudien NW Montonggamang dengan kemampuan matematika tinggi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes dan wawancara. Penelitian ini menggunakan struktur mental teori APOS (Aksi, Proses, Objek, Skema) untuk menggambarkan mekanisme mental interiorisasi, enkapsulasi, dan tematisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap tahap, (1) Siswa Laki-laki (SL) mampu menghubungkan pengetahuan matematika yang dimiliki yang terkait dengan materi limit fungsi untuk menemukan jawaban (aksi), (2) menjelaskan bagaimana menemukan jawaban (proses), (3) belum dapat menjelaskan aturan yang digunakan (objek), dan (4) belum dapat menyelesaikan soal yang lebih kompleks (skema). Di pihak lain, Siswa Perempuan (SP) hanya mencapai tahap aksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan abstraksi reflektif SL lebih baik dari pada SP dalam merekonstruksi konsep limit fungsi.
Analysis of Students' Reflective Abstraction Ability in Reconstructing the Concept of Function Limits in terms of Gender Differences
Abstract
This study aims to reveal and describe students' reflective abstraction skills in reconstructing the concept of limit function in terms of gender differences. This research is qualitative research with research subjects consisting of two students (male and female) class XI MIPA MA Darul Mahmudien NW Montonggamang with high mathematical ability. The data in this study were obtained through tests and interviews. This study uses the mental structure of APOS theory (Action, Process, Object, Schema) to describe the cognitive mechanisms of interiorization, encapsulation, and thematization. The results showed that at each stage, (1) male students (SL) were able to relate their mathematical knowledge related to the limit function material to find answers (action), (2) explain how to find answers (process), (3 ) has not been able to explain the rules used (objects), and (4) have not been able to solve more complex problems (schemas). On the other hand, female students (SP) only reached the action stage. So it can be concluded that the reflective abstraction ability of SL is better than SP in reconstructing the concept of limit function
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa SMP
Pembelajaran di dalam kelas yang cenderung berpusat pada guru disinyalir menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Penggunaan mode pembelajaran yang tepat diharapkan mampu membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Siswa pada kelas VIII4 (34 siswa) dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan siswa pada kelas VIII6 (34 siswa) sebagai kelompok control yang dipilih menggunakan claster random sampling technique. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen tes objektif yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Perbedaan prestasi belajar siswa dianalisis menggunakan uji-t setelah dinyatakan memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas data. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 36,17 dan kelompok kontrol sebesar 39,5. Sedangkan skor rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 65,41 dan kelas kontrol sebesar 50. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 6,07 > ttabel = 2,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Inkuiri Terbimbing berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika siswa SMP.
The Effect of the Use of Guided Inquiry Learning Model on the Physics Learning Achievement of Junior High School Students
Abstract
Learning in the classroom that tends to be teacher-centered is allegedly the cause of the low student achievement. The use of appropriate learning modes is expected to be able to make students play an active role in the learning process. This study aims to determine the effect of the guided inquiry learning model on students' physics learning achievement. This type of research is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. Students in class VIII4 (34 students) were used as the experimental group and students in class VIII6 (34 students) as the control group were selected using the cluster random sampling technique. The research data were collected using an objective test instrument that had been tested for validity, reliability, discriminatory power and difficulty index. Differences in student achievement were analyzed using t-test after being declared to meet the prerequisite tests for normality and data homogeneity. Based on the results of data analysis, the average pretest score of the experimental group was 36.17 and the control group was 39.5. While the posttest average score of the experimental group is 65.41 and the control class is 50. The t-test results show tcount = 6.07 > ttable = 2.00, so it can be concluded that the use of guided inquiry learning model has a significant effect on junior high school students’ physics learning achievement
Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Terintegrasi Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Metakognitif Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran inquiry terintegrasi laboratorium virtual terhadap pemahaman konsep dan keterampilan metakognitif siswa. Quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 56 siswa yang terbagi ke dalam 2 (dua) kelas parallel yang dipilih menggunakan cluster random sampling technique. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep dan instrumen lembar penilaian (LP) keterampilan metakognitif yangtelah dinyatakan valid dan reliabel. Data penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan persamaan n-gain dan statistic dengan bantuan software IBM SPSS 23 Version. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelompok eksperimen (mean= 79,19; n-gain= 0,76 dengan kategori tinggi) lebih baik dari kelompok kontrol (mean= 43,08; n-gain= 0,36 dengan kategori sedang) dan berbeda secara signifikan (p < 0.05). Keterampilan metakognitif siswa menunjukkan hal serupa, kelompok eksperimen (pertemuan I= 54,69 (pertemuan II= 67,86; pertemuan III= 79,24) ditemukan lebih baik dari kelompok control (pertemuan I= 46,09; pertemuan II= 53,01; dan pertemuan III= 55,13). Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran inquiry terbimbing terintegrasi laboratorium virtual efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan metakognitif siswa dalam pembelajaran kimia materi larutan penyangga.
Virtual Laboratory Integrated Guided Inquiry Learning Model to Improve Students' Concept Understanding and Metacognitive Skills
Abstract
This study aims to determine the effectiveness of the virtual laboratory integrated guided-inquiry learning model on students' concept understanding and metacognitive skills. Quasi experimental with nonequivalent control group design was used in this study. The sample of this study was 56 students who were divided into 2 (two) parallel classes which were selected using the cluster random sampling technique. The instruments used were in the form of a concept understanding test and a metacognitive skill assessment sheet (LP) which had been declared valid and reliable. The research data were analyzed descriptively using the n-gain equation and statisticaly with the help of IBM SPSS 23 Version software. The results showed that students' concept understanding in the experimental group (mean = 79.19; n-gain = 0.76 in the high category) was better than the control group (mean = 43.08; n-gain = 0.36 in the medium category) and significantly different (p < 0.05). Students’ Metacognitive skills showed the same thing, the experimental group (meeting I = 54.69; meeting II = 67.86; meeting III = 79.24) was found to be better than the control group (meeting I = 46.09; meeting II = 53, 01, and meeting III = 55.13). The results showed that the virtual laboratory integrated guided-inquiry learning model was effective in improving students’ concept understanding and metacognitive skills in buffer solution chemistry learning subject
Pengaruh Model Siklus Belajar Hipotesis-Deduktif terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model siklus belajar hipotesis-deduktif terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini melibatkan 66 siswa di dua kelas pada Madrasah Aliyah Darul Mahmudien NW Lombok Tengah sebagai sampel. Kelompok eksperimen (29 siswa) dan kelompok control (37 siswa) dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar siswa dianalisis sesara statistic menggunakan independent t-test dengan bantuan software IBM SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model siklus belajar hipotesis-deduktif berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap hasil belajar matematika siswa. Temuan tersebut didukung hasil skor rata-rata kelompok eksperimen (mean= 81,0345) yang lebih tinggi dari kelompok control (mean= 76,9730) sehingga dapat disimpulkan bahwa model siklus belajar hipotesis-deduktif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa.
The Effect of Hypothetical-Deductive Learning Cycle Model on Mathematics Learning Outcomes of High School Students
Abstract
This study aims to describe the effect of the hypothetical-deductive learning cycle model on students' mathematics learning outcomes. This research is a quasi-experimental research with pretest-posttest control group design. The sample of this study involved 66 students in two classes at Madrasah Aliyah Darul Mahmudien NW Central Lombok as a sample. The experimental group (29 students) and the control group (37 students) were selected using cluster random sampling technique. Data on student learning outcomes were analyzed statistically using an independent t-test with the help of IBM SPSS version 23 software. The results showed that the hypothesis-deductive learning cycle model had a significant effect (p < 0.05) on students' mathematics learning outcomes. This finding is supported by the average score of the experimental group (mean = 81.0345) which is higher than the control group (mean = 76.9730) so it can be concluded that the hypothetical-deductive learning cycle model has a significant effect on students' mathematics learning outcomes