Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
    733 research outputs found

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI FOOT MASSAGE DAN AROMATERAPI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KELETIHAN PADA PASIEN YANG SEDANG MENJALANI HEMODIALISIS

    No full text
    Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition in which the kidneys are damaged and unable to filter blood effectively. One of the common treatment options for managing CKD is hemodialysis. However, long-term hemodialysis can lead to a decreased quality of life, with fatigue being a frequently reported complaint among patients. To address this fatigue, complementary therapies such as foot massage and aromatherapy can be administered. This study aims to examine the effect of a combination of foot massage and aromatherapy on reducing fatigue levels in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. The study employed a case study design using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy (FACIT) as the measurement instrument. The intervention was conducted over 8 days, with each session lasting 15 minutes, and took place during hemodialysis either in the hospital or at home with support from family members. Evaluations were conducted on days 1, 5, and 8. The results showed a reduction in fatigue levels, with an initial score of 11 (severe category), increasing to 15 (still severe) on day 5, and 20 (moderate category) on day 8. These findings indicate that the combination of foot massage and aromatherapy can effectively reduce fatigue in patients undergoing hemodialysis. This intervention may be considered by nurses as a non-pharmacological approach to enhance patient comfor

    EDUKASI GIZI IBU: UPAYA PREVENTIF MENEKAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN SUKOHARJO JAWA TENGAH

    Full text link
    Stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi isu prioritas di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, dengan prevalensi sebesar 19,8%, melebihi target nasional 14%. Edukasi gizi bagi ibu hamil dan ibu dengan balita menjadi strategi utama dalam pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pemahaman ibu terkait gizi seimbang dan pencegahan stunting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test yang diolah menggunakan Orange Data Mining dan SPSS 22. Data dikumpulkan dari 37 peserta seminar penyuluhan gizi di Kecamatan Kartasura. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test 58,37 meningkat menjadi 74,05 pada post-test (p<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif, efektif dalam meningkatkan literasi gizi ibu. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi gizi yang berkelanjutan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan balit

    EDUKASI PROGRAM PENCEGAHAN ANEMIA MENGGUNAKAN PEDOMAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH

    Full text link
    Anemia in women of childbearing age, including teenagers, is still become a world health problem. The prevalence of anemia is >40% in fertile women. Women of childbearing age have low compliance with taking iron tablets, which is influenced by several factors, one of which is knowledge. Prolonged anemia can lead to stunting in children if the woman becomes pregnant. The aim of the service is to increase the knowledge of students as teenagers regarding the consumption of blood supplement tablets. The solution to the problem is to increase the knowledge of students as teenagers about the importance of consuming blood supplement tablets to prevent anemia, which is the basis for preventing stunting. The expected output is an increase in students' understanding of the role of iron in preventing stunting. Another output is the publication of a community service journal

    Pulmonary Complaints Among Gas Station Operators: A Descriptive Study in Klaten Region

    No full text
    Background Gas station environments pose a high risk for exposure to vehicle emissions, which may lead to respiratory health issues due to the accumulation of hazardous pollutants. Continuous exposure, particularly among gas station operators, increases susceptibility to pulmonary disorders. Objective This study aimed to describe the prevalence and characteristics of pulmonary complaints among gas station workers in the Klaten region. Methods A descriptive study was conducted at two gas stations (44.57406 and 44.57403), both located on major traffic routes and operating daily. The total sampling technique was employed, involving 51 workers. Data were collected using structured questionnaires that assessed personal characteristics, smoking habits, mask usage behavior, and respiratory symptoms. Descriptive statistics using frequency distribution were applied in the data analysis. Results Findings showed that 41.2% of respondents experienced pulmonary complaints. The most frequently reported symptoms included shortness of breath while walking briskly, shortness of breath after physical exertion, productive cough, and persistent coughing throughout the day. Contributing factors identified were long working hours, smoking behavior, and inconsistent use of face masks. Conclusion A significant proportion of gas station operators reported respiratory complaints potentially linked to prolonged exposure to vehicle emissions. Additional risk factors such as smoking and improper personal protective equipment use may further compromise respiratory health. These findings underscore the need for preventive measures, including occupational health education, routine screening, and environmental interventions

    KOLABORASI KREATIF: PEMBINAAN KELOMPOK WANITA PROGRAM KELUARGA HARAPAN

    Full text link
    Program Keluarga Harapan (PKH) adalah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin melalui pemberian bantuan sosial bersyarat. Dalam program ini, pemberdayaan wanita menjadi fokus utama, mengingat peran sentral wanita dalam keluarga dan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembinaan wanita dalam PKH dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan usaha kecil, dan pemanfaatan bantuan sosial melalui platform daring Zoom Meeting yang melibatkan 30 wanita dari berbagai kalangan sebagai peserta yang dilakukan pada 02 Desember 2024. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa 84% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka mengenai peran wanita dalam PKH, dan 72% merasa lebih terbuka untuk berbagi pengalaman dalam komunitas daring yang terbentuk. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan akses internet dan kesulitan dalam membagi waktu, umpan balik peserta umumnya positif, dengan rata-rata nilai 4,4 dari 5 untuk kualitas penyampaian materi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga menciptakan wadah kolaborasi kreatif yang berkelanjutan. Untuk kegiatan selanjutnya, disarankan untuk memperluas jangkauan peserta melalui sesi tatap muka dan memperkuat forum diskusi daring sebagai platform untuk berbagi informasi dan pengalaman. Dengan dukungan yang tepat, PKH dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan wanita dan peningkatan kesejahteraan keluarg

    Terapi Hand and Foot Massage dengan Minyak Sereh untuk Menurunkan Tekanan Darah

    No full text
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi. Berdasarkan data WHO (2023), sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun di seluruh dunia mengalami tekanan darah tinggi. Tingginya angka tersebut memerlukan intervensi suportif, seperti terapi hand and foot massage, untuk membantu menstabilkan atau menurunkan tekanan darah. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian terapi hand and foot massage menggunakan minyak sereh terhadap penurunan tekanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 74 responden hipertensi berusia 21–60 tahun di wilayah kerja Puskesmas Getasan, yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=37) dan kelompok kontrol (n=37) melalui teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan. Kesimpulan: Terapi hand and foot massage dengan minyak sereh efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi suportif nonfarmakologis bagi penderita hipertensi

    SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEBUGARAN PADA LANSIA DI POSYANDU MELATI ARUM JEBRES SURAKARTA

    No full text
    Physical fitness is a crucial aspect for the elderly to maintain independence and quality of life. The decline in bodily functions with age often leads to a decrease in their fitness. Regular and planned interventions are needed to maintain their physical condition. This community service activity aims to improve the physical fitness of the elderly through outreach and the practice of elderly exercises at Posyandu Melati Arum Jebres Surakarta. The method used in the outreach was a participatory rural appraisal approach, involving the active participation of 24 elderly individuals at Posyandu Melati Arum Jebres Surakarta. The results of the community service prior to the activity showed that 83% of the elderly understood the benefits of the exercise, while 17% did not. After the activity was implemented, 92% of the elderly at the Posyandu understood the benefits of the elderly exercise, and 8% did not. This exercise has now become a routine program at the Posyand

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK 'AISYIYAH DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEBAKARAN DI KECAMATAN KEDUNGTUBAN

    No full text
    'Aisyiyah's group empowerment programme in Kedungtuban Sub-district, Blora Regency, was motivated by the high number of fires and the low disaster literacy of the community, especially women. This research aims to increase the community's capacity in fire prevention and management through an educative and participatory approach. The method used was a combination of participatory education and action research, which included socialisation, training, simulation and evaluation. The results of the activities showed a significant increase in participants‘ knowledge, with 85.7% of respondents achieving a post-test score above 130 out of 150. Findings also showed that factors such as age, educational background and intensity of engagement influenced participants’ understanding. The programme not only improved technical preparedness, but also built collective awareness through a community-based approach. Innovations such as the use of digital media and real condition-based simulations are recommended for further programme development. Empowering ‘Aisyiyah groups proved effective as a strategy to strengthen community resilience to fire risk in the domestic environmen

    Pengaruh Pembayaran Secara Cash On Delivery Pada E-Commerce Terhadap Keputusan Pembelian

    Full text link
    Penelitian ini dilator belakangi oleh semakin canggihnya metode pembayaran dalam dunia digitalisasi untuk melakukan transaksi secara online salah satunya yaitu pembayaran secara cash on delivery. Dalam hal ini para pengguna e-commerce seperti shopee bukan berarti tidak memiliki kendala-kendala atau permasalahan dalam setiap transaksinya.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembayaran secara cash on delivery pada e-commerce terhadap keputusan pembelian pada setiap pelanggan shopee khususnya di daerah Yogyakarta dan Lampung. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan  pendekatan kuantitatif. Dalam hal ini teknik pengumpulan datanya yaitu membuat beberapa pertanyaan melalui google form,lalu menyebarkannya melalui whatsapp. Hasil kuisioner terdapat 104 responden. Hasil jawaban responden menemukan bahwa mayoritas pengguna e-commerce seperti shopee melakukan pembelian produk/jasa dengan menggunakan metode pembayaran secara cash on delivery. Hal ini membuktikan bahwa pembayaran secara cash on delivery sangat mempengaruhi suatu keputusan pembelian pada e-commerce. Metode pembayaran secara cash on delivery (COD) juga menjadi alasan banyaknya peminat dari jual beli online. Proses pembayaran yang dilakukan ditempat sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berbagai kalangan. Pengaruh Pembayaran Secara Cash On delivery Pada E-commerce terhadap keputusan pembelian Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin canggihnya metode pembayaran dalam dunia digitalisasi untuk melakukan transaksi secara online salah satunya yaitu pembayaran secara cash on delivery. Kemajuan teknologi yang cepat pasti memaksa setiap organisasi untuk meningkatkan kualitas setiap penawaran yang mereka berikan.Dalam hal ini para pengguna e-commerce seperti shopee bukan berarti tidak memiliki kendala-kendala atau permasalahan dalam setiap transaksinya.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembayaran secara cash on delivery pada e-commerce terhadap keputusan pembelian pada setiap pelanggan shopee khususnya di daerah yogyakarta dan Lampung. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Dimana penulis menggunakan metode survey dari pengguna shopee khususnya di yogyakarta dan lampung yang dimana data yang dihasilkan yaitu dengan cara menyebar kuisioner melalui aplikasi whatsapp. Dalam hal ini teknik pengumpulan datanya yaitu membuat beberapa pertanyaan melalui google form,lalu menyebarkannya melalui whatsapp,lalu jika sudah terkumpul penulis akan menganalisis data dan fakta serta mencermati semua data yang masuk.Dalam hasil kuisioner terdapat 104 responden. Dari hasil jawaban responden menemukan bahwa mayoritas pengguna e-commerce seperti shopee melakukan pembelian produk/jasa dengan menggunakan metode pembayaran secara cash on delivery.Hal ini membuktikan bahwa pembayaran secara cash on delivery sangat mempengaruhi suatu keputusan pembelian pada e-commerce.Transaksi jual beli online dengan sistem pembayaran COD pada marketplace seringkali menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha dan dibutuhkannya perlindungan hukum bagi pelaku usaha. Metode pembayaran secara cash on delivery (COD) juga menjadi alasan banyaknya peminat dari jual beli online. Proses pembayaran yang dilakukan ditempat sehingga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berbagai kalangan. Maka saat ini toko online diberbagai e-commerce berlomba-lomba menyediakan fasilitas metode pembayaran COD ini. Akuntabilitas dalam jual beli online melalui Shopee juga dikedepankan, dengan perwujudan konsumen bisa mengembalikan barang jika terjadi cacat atau kerusakan pada barang yang dibeli, namun tentunya melalui beberapa proses, hal itu yang membuat konsumen lebih baik menerima barang daripada harus mengurus pengembalian. COD mempermudah transaksi untuk konsumen yang tidak terjangkau oleh sistem pembayaran digital, metode ini juga memiliki kelemahan. Kelemahan utama termasuk risiko penipuan, pengelolaan uang tunai yang sulit, dan potensi keterlambatan dalam aliran kas untuk pengecer.             &nbsp

    Comparison of Compression and Noncompression Forearm Sleeve On Grip Muscle Strength In Badminton Players

    Full text link
    Background: Badminton players need good grip muscle strength to hit the ball while playing. Muscle strength can be increased by training and using forearm sleeves. There are two types of forearm sleeves, namely compression forearm sleeves and non-compression forearm sleeves. Both types differ in the materials used. The compression type has polyamide material, and the non-compression type has polyester material. Both have different elasticity. Elasticity affects the compression of the muscles. The more elastic a material is, the more it will compress. Purpose: to find out whether there is a difference in the use of compression forearm sleeves and non-compression forearm sleeves on grip muscle strength in badminton players. Method: This research method is quasi experimental with a two group pretest posttest design. The population in this study was 40 with a total sample of 22 players taken using purposive sampling techniques according to the predetermined inclusion and exclusion criteria. Results: This test used a paired t-test and obtained a p value of 0.000 for the compression type with an average difference of 1 with an increase of 4.6%. The non-compression group used the Wilcoxon test with a p value of 0.003. Has an average difference of 0.5909 with an increase of 2%. Conclusion: The use of compression forearm sleeves is better for increasing grip muscle strength in badminton players than the use of non-compression forearm sleeves

    620

    full texts

    733

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇