Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
PELATIHAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI PADA ANAK CEREBRAL PALSY
Latar Belakang: Gangguan kronik gerak dan postur tubuhpada anak dengan Cerebral Palsy (CP) akan menyebabkan penurunan fungsi dan ketidakmampuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Keluarga dalam hal ini adalah orang tua merupakan caregiver yang paling efektif dalam melakukan perawatan diri pada anak. Pemberdayaan kelurga difokuskan pada pelatihan perawatan diri diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup anak CP.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Personal Hyigenedengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi dengan audiovisual: video terhadap Kemampuan Keluarga dalam perawatan diri pada anak CP. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis quasi exsperiment, dengan jumlah sampel pada kelompok yang mendapatkan pelatihan sejumlah 32 orang dan kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan sejumlah 30 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2016. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pretest, post test 1, post test 2, post test 3. Nilai pengetahuan dan kemampuan keluarga sebelum dan sesudah pelatihan antarakedua kelompok diujikan dengan uji Mann-whitney dengan taraf signifikansi p<0,05.Hasil: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam perawatan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, tetapi tidak terdapat pengaruh yang signifikan.Taraf signifikansi pengetahuan p = 0,85 dan kemampuan Keluarga p=0,083. Simpulan: Peningkatan nilai rerata pengetahuan dan kemampuan keluarga pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol tidak signifikan
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Keberhasilanprogram ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor karakteristik yang meliputiumur, pendidikan, masa kerja, serta faktor kemampuan yang meliputi pengetahuan, inisiatifdan sikap. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan,masa kerja, pengetahuan, inisiatif dan sikap dengan kinerja bidan dalam pelaksanakan P4K.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatancross sectional. Penarikan sampel dengan proporsi cluster random sampling dengan besarsampel 43 orang. Analisa data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian: hasil analisis datamenunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan adalah masa kerja (nilaip 0,005), sedangkan faktor yang lain tidak ada hubungan, umur (nilai p 0,126), pendidikan(nilai p 0,497), pengetahuan (nilai p 0,266), inisiatif (nilai p 0,649) dan sikap (nilai p 0,716.)Simpulan: terdapat hubungan masa kerja dengan kinerja bidan dalam pelaksanakan P4K diKabupaten Sukoharj
PENGETAHUAN DAN PENERAPAN FIVE MOMENTS CUCI TANGAN PERAWAT DI RSUD SUKOHARJO
Pasien rawat inap di rumah sakit mengalami infeksi nosokomial sebesar 1,4 juta infeksi setiap tahunnya. Infeksi nosokomial dapat dicegah dengan 10% lingkungan dan 90% perilaku. Salah satu perilaku untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial adalah dengan melakukan cuci tangan. WHO (2009) merumuskan strategi pencegahan infeksi nosokomial dengan menerapkan five moments cuci tangan perawat. Tujuan; Mengetahui gambaran pengetahuan dan penerapan five moments cuci tangan perawat di RSUD Sukoharjo. Metode; Penelitian ini adalah jenis penelitian Deskriptif dengan teknik total sampling dengan subyek penelitian adalah perawat ICU dan NICU sebanyak 29 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat. Hasil; Hasil penelitian pengetahuan dengan hasil pengetahuan baik yaitu sebesar 22 responden (75,9%) dan pengetahuan cukup dengan 7 responden (24,1%). Sebagian besar perawat sudah menerapkan five moments cuci tangan yaitu 17 responden (58,6%) dan perawat yang tidak menerapkan five moments cuci tangan yaitu 12 responden (41,4%). Kesimpulan; Pengetahuan perawat tentang five moments cuci tangan adalah baik dan sebagian besar perawat telah menerapkan five moments cuci tanga
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN HEMODIALISA DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Interdialytic Weight Gain (IDWG) diukur sebagai dasar untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik. Interdialytic Weight Gain (IDWG) dihitung berdasarkan berat badan kering pasien setelah menjalani hemodialisa. Berbagai faktor internal yang mempengaruhi Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama hemodialisa. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode Penelitian : deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah pasien yang menjalani hemodialisa secara rutin di RSUD Panembahan Senopati Bantul sebanyak 44 orang dengan purposive sampling. Pengambilan data pasien menggunakan kuesioner. Hasil : Analisis dengan menggunakan regresi linear menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama hemodialisa dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan nilai p value > 0,05. Kesimpulan : faktor internal seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lama hemodialisa tidak mempengaruhi nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Panembahan Senopati Bantul
EFIKASI DIRI DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA SMA
Latar belakang Masa remaja sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa, pada masa ini terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial secara cepat, berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, salah satunya. perilaku seks pranikah. Faktor personal salah satunya, efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja. Tujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja SMA di Kota Surakarta. Metode Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah remaja SMA di Kota Surakarta. Teknik sampling menggunakan proporsional random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 103 responden. Analisis data menggunakan uji t untuk bivariat. Hasil ada pengaruh efikasi diri dengan perilaku seksual pranikah dimana (b2 = -0,200; CI 95%; -0,368 hingga -0,032; p = 0,020). Simpulan efikasi diri berpengaruh terhadap perilaku seksual pranikah dimana semakin tinggi efikasi siswa maka semakin mengurangi perilaku sexsuak pranikah
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 1 SURAKARTA
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 8-9 % wanita akan kanker payudara. Kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Kanker payudara masih mempunyai kemungkinan besar untuk disembuhkan jika ditemukan masih pada tahap awal atau dini. Penemuan kanker payudara sejak dini sangatlah penting. Sekitar 75-85 % keganasan kankerpayudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri. Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini terdapat 1 kasus Fibro Adeno Mammae (FAM). Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri di MAN 1 Surakarta. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling dengan pengambilan proportionate. Subyek penelitian ini adalah siswi kelas X sebanyak 60 responden dari 240 siswa. Analisa data menggunakan chi square (x2). didapatkan hasil nilai x2 hitung (6,733) Â > X2 tabel (3,841) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolah dan H diterima. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap SADARI pada remaja putri di MAN 1 Surakarta, dengan koefisien korelasi renda
TINGKAT DEPRESI MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING (ADL) LANSIA
Latar belakang: Berdasarkan data dari BPS (2011) perkiraan jumlah dan proporsi penduduk lansia pada tahun 2011 di Indonesia telah mencapai 18,27 juta. Seiring dengan hal ini, permasalahan pada lansia juga semakin kompleks. Hal ini dikarenakan proses penuaan yang dialami oleh lansia yang diikuti dengan kemunduran fisik dan mental. Kemunduran pada kedua aspek tersebut dapat berdampak pada terjadinya depresi pada lansia. Dari hasil studi pendahuluan, 6 dari 10 lansia mengalami depresi dan 5 dari 10 lansia mengalami ketergantungan.Tujuan; Menganalisis hubungan tingkat depresi dengan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia di Kelurahan Kadipiro Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen. Metode; Penelitian analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik random sampling dilakukan dengan mengundi anggota populasi (lottery technique), jumlah sampel sebanyak 126 lansia, instrumen penelitian menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil; Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia dengan nilai (? value0,000 < 0,05). Kesimpulan; Ada hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada lansia di Kelurahan Kadipiro Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN BREAST CANCER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT DR.MOEWARDI SURAKARTA
Latar Belakang: Kanker adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetik dari Deoxyribo Nucleid Acid(DNA) seluler. Salah satu kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia adalah breast cancer. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat mengalami perubahan berbagai aspek-aspek kehidupan yang akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Hal ini akan berdampak pada kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Metode: desain penelitian Studi Quasi pra-posttest control satu desain kelompok eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 22 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebagai salah satu responden dengan menangani sesuai dengan standar rumah sakit tanpa diberi relaksasi Benson. Hasil: ada terdapat pengaruh kualitas hidup antara pasien yang diberikan teknik relaksasi Benson dan pasien yang tidak mendapatkan teknik relaksasi Benson (sign. 2-tailed <0.05) pada domain I (KesehatanFisik), II (Psikologis) dan IV (Lingkungan). Kesimpulan: Terapi Relaksasi Benson adalah salah satu jenis teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien breast cancer yang menjalanikemote api di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta
PENGGUNAAN LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI
Kanker payudara merupakan ancaman bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya minat kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini dengan SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri). Saat ini ada kecenderungan kanker payudara dialami oleh perempuan dengan usia (15-20an), ini berarti tidak ada kata terlalu dini untuk memulai memberikan pengetahuan SADARI secara rutin (7-10 hari setelah haid) setiap bulan.Informasi yang dapat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang dapat di peroleh dari berbagai cara salah satunya dengan menggunakan leaflet, dimana leaflet paling sering dipergunakan oleh tenaga kesehatan dalam penyuluhan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan leaflet SADARI terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Bentuk analisis statistik yang digunakan menggunakan Uji -t berpasangan (peried t-test). Penelitian ini dilaksanakan di RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja putri RT 01 RW 14 Kalurahan Kerten Surakarta, sedangkan tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sejumlah 31 orang .Penelitian ini memperoleh hasil.bahwa ada peningkatan pengetahuan SADARI dengan penggunaan leaflet SADARI
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DEMONSTRASI PENANGAN DISMINORHEA PADA REMAJA SMP
Disminnorhea is one of the menstrual disorders that often occur in adolescens. 50% of sufferers often experience lack of disminorerhea the inability of daily activities. Therefore needs to be done as preventive treatment with mild as well as sports consume fruits and vegetables. Almost teens don’t know don’t know about how to handle disminorhea, so need to do some socializing and the demo aboutnstration to handle disminorhea correctly. The target participants are expected external socializtion can understand the importance of the knowledge of the menstrual Disorders especially disminnorhea as well as have the abbility to perform actions handling Disminorhea independently.The activities of socialization in SMPIT Nur Hidayah Surakarta, with using extension lectures method and demonstrations. The results of participant extension can understand and pursuing the action handler disminorhea correctly, so need to be held educations about health is not only limited to the handling of disminorhea but also in adolescent reproduktive health improvemen