Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PROGRAM GERAKAN SADAR IMUNISASI (GESAMUN) "DIFTERI"
Latar Belakang: Difteri merupakan penyakit bakteri akut yang menyerang faring, laring, tonsil, hidung, terkadang menyerang selaput lendir atau kulit, konjungtiva, dan vagina. Difteri merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Edukasi mengenai imunisasi harus senantiasa diberikan oleh setiap petugas kesehatan pada setiap kesempatan bertemu orang tua pasien. Pelaksanaan tindakan preventif dan kuratif terhadap difteri dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media lokal seperti radio, TV, surat kabar, atau majalah, serta menyebarkan leaflet berisi penjelasan tentang penyakit, penanggulangan serta pencegahannya.  Metode Pelaksanaan: Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan kesehatan tentang difteri dan tindakan pencegahannya dengan gerakan sadar imunisasi “GESAMUNâ€. Hasil dari kegiatan ini peserta aktif dalam mengkuti kegiatan dan mampu berperan serta dalam meningkatkan gerakan sadar imunisasi bagi masyarakat.. Kesimpulan:. Pemberdayaaan kader melalui penyuluhan kesehatan tentang difteri dan tindakan pencegahannya dengan gerakan sadar imunisasi “GESAMUN mampu meningkatkan pengetahuan tentang penyakit difteri dan imunisasinya pada kader kesehatan untuk menggerakkan kesadaran masyarakat dalam partisipasi keikutsertaan imunisasi
Dukungan Suami Terhadap Perilaku WUS (30-50 Tahun) dalam Melakukan Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Tahun 2018
Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa, yang terjadi pada serviks atau leher rahim dan sering disebut sebagai “silent killerâ€. Salah satu upaya untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan IVA. Cakupan IVA di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Tahun 2016, cakupan IVA di Indonesia hanya 5% dan Jawa Barat sampai tahun 2016 baru 3%. Sementara itu, cakupan IVA Puskesmas Bondongan tahun 2017 sebanyak 0,8% dan merupakan cakupan yang terendah diantara 25 Puskesmas yang ada di Kota Bogor. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Bondongan, Kota Bogor Tahun 2018. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dengan responden WUS (30-50 tahun) sebanyak 59 orang. Hasil: WUS yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 27,1% dan WUS yang mendapat dukungan suami sebanyak 50% yang melakukan pemeriksaan IVA. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh tidak ada hubungan karakteristik (usia, nilai p=0,791, pendidikan, nilai p=0,956, pekerjaan, nilai p=0,116) dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA. Ada hubungan antara dukungan suami (p=0,001) dengan perilaku WUS (30-50 tahun) dalam melakukan pemeriksaan IVA. Diharapkan kepada petugas kesehatan Puskesmas Bondongan untuk terus mensosialisasikan tentang pemeriksaan IVA kepada WUS (30-50 tahun) dan juga kepada suam
Resiko Terjadinya Gangguan Keseimbangan Dinamis dengan Kondisi Forward Head Posture (FHP) pada Pegawai Solopos
Forward head posture adalah salah satu jenis postural yang paling umumdan digambarkan sebagai posisi kepala ke anterior. Salah satu dampak antara lain terjadinyapenurunan proprioseptif dan penurunan kemampuan keseimbangan. Keseimbangan dibutuhkanuntuk mempertahankan posisi dan stabilitas ketika bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain.Tujuan:untuk mengetahui resiko terjadinya gangguan keseimbangan dinamis dengan kondisi forward head posture.Metode:korelasi dengan pendekatan penelitian cross sectional. Pengambilan sample pada penelitian inimenggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan forward head menggunakan metode foto dengan melihatsudut derajat dari cervical. Hasil analisis data menggunakan uji product moment pearson didapakan nilai korelasi-0,784 dengan nilai signifikansi 0,000.Hasil:p < 0,05 maka dapat diartikan bahwa ada terdapat resiko gangguan keseimbangan dinamis denganforward head posture. Tingginya resiko gangguan keseimbangan dinamis dengan forward head posturedapat dilihat dari nilai correlation coeffcient sebesar -0,784 yang berarti termasuk sangat tinggi.Kesimpulan: forward head posture mempunyai resiko gangguan keseimbangandinamis
EDUKASI DAN DEMONSTRASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK SEHAT DAN BERPRESTASI
School-age children tend to have poor eating behavior and lack of knowledge regarding nutrition, whereas that age group is the most vulnerable to malnutrition. This activity aimed to increase the knowledge about balanced nutrition guideline among students in State Elementary School Pulogebang 11, East Jakarta. This activity was conducted among all 4th grade students which numbered 109 students, in February 2019. The details of the activity are (1) education and demonstration about balanced nutrition guideline, in the form of lectures, games, singing, and exercise; (2) nutritional status assessment by measuring body weight and height of the students; and (3) food safety measurement by checking borax and formalin contained in snacks. The results of this activity shows an increase in knowledge related to balanced nutrition guideline, evidenced by students being able to answer and complete the game correctly. In terms of food safety, there are no snacks that contain formalin and borax. However, some snacks still contain other food additives, such as artificial sweetener, coloring, and flavoring. Food vendors also still lack of hygiene and sanitation. Based on nutritional status measurements, the prevalence of very thi, thin, normal, overweight, and obese were 4.6%, 7.3%, 59.6%, 12.8%, and 15.6% respectively
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG IVA TES UNTUK DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM
 Background: Cervical cancer in Indonesia occupies the top position as a malignancy that causes death in women. Cervical cancer that infects women can actually be detected in various ways. One of them is through IVA examination. IVA examination is easy and inexpensive. But there are many obstacles that occur, so the majority of women are reluctant to do so. Embarrassed, feeling that there are no complaints and lack of knowledge dominates many women who are not willing to do an IVA examination. Objective: Community service is to increase knowledge about early detection of cervical cancer through IVA examination. Method: This activity was conducted one day in the form of an interactive discussion with material about early detection of cervical cancer. Based on observations during community service activities, several positive results were obtained, such as: 1). Participants consisting of 45 participants consisting of student guardians and teachers 2). The participants were active in the question and answer session. Results: Increased knowledge regarding methods of early detection of cervical cancer. The post-test results found 35 participants or 78% of participants answered correctly. The conclusion of this activity is education with interactive discussion can increase knowledge about how to detect early cervical cancer.   Background: Cervical cancer in Indonesia occupies the top position as a malignancy that causes death in women. Cervical cancer that infects women can actually be detected in various ways. One of them is through IVA examination. IVA examination is easy and inexpensive. But there are many obstacles that occur, so the majority of women are reluctant to do so. Embarrassed, feeling that there are no complaints and lack of knowledge dominates many women who are not willing to do an IVA examination. Objective: Community service is to increase knowledge about early detection of cervical cancer through IVA examination. Method: This activity was conducted one day in the form of an interactive discussion with material about early detection of cervical cancer. Based on observations during community service activities, several positive results were obtained, such as: 1). Participants consisting of 45 participants consisting of student guardians and teachers 2). The participants were active in the question and answer session. Results: Increased knowledge regarding methods of early detection of cervical cancer. The post-test results found 35 participants or 78% of participants answered correctly. The conclusion of this activity is education with interactive discussion can increase knowledge about how to detect early cervical cancer
Kebijkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif Sebagai Faktor Penentu Pola Menyusui Ibu Dengan ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Mondokan Sragen
Kebijakan program pemberian ASI Eksklusif 6 bulan bertujuan untuk mengurangi angka kematian bayi (AKB) di Indonesia.Namun demikian kebijakan yang ada belum seluruhnya dinilai efektif oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan ASI Eksklusif sebagai faktor penentu pola menyusui ibu dengan ASI Eksklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan desain potong lintang (cross sectional). Populasinya yaitu semua ibu menyusui yang mempunyai anak usia 0 – 6 bulan periode tahun 2018 yang tercatat di puskesmas mondokan sragen sebanyak 92. besar sampel dihitung dengan rumus dan diperoleh 64 sampel ibu yang benar – benar telah menyusui. sampel diambil dengan simple random sampling. Analisis data dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebijakan (X1). (X2),(X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola menyusui ibu secara eksklusif pada nilai P<0.05. Nilai Pseudo R2=0,617 bahwa variabel kebijakan (X1). (X2),(X3) mampu menjelaskan pola menyusui ibu secara ekslusi sebesar 61,7% dan sisanya yaitu 38,3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Simpulan penelitian ini adalah kebijakan yang paling efektif sebagai penentu pola menyusui ibu secara eksklusif adalah kebijakan (X3) terkait promosi ASI Ekslusif oleh Staff layanan kesehatan
PERILAKU REMAJA PUTRI DENGAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SMA ETIDLANDIA MEDAN TAHUN 2018
Pendahuluan:Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk memelihara kesehatan, baik fisik maupun psikisnya. Berdasarkan survei awal peneliti yang dilakukan pada bulan Juli di SMA Etislandia dengan jumlah siswi 45 orang, melalui wawancara kepada 7 orang siswi 4 orang siswi mengatakan bahwa mereka mengalami rasa gatal pada daerah kewanitaan mereka ketika 3 orang siswi diantaranya mengalami keputihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui hubungan perilaku remaja putri dengan personal hygiene pada remaja putri Di SMA Etislandia Medan Tahun 2018. Metode:Metode penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 45 siswi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini teknik total populasi (total population) dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden. data menggunakan uji univariat dan bivariat Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05).Hasil:Hasil uji statistik dengan Chi Square,diperoleh hasil pengetahuan(0,033), sikap (0,49), dan tindakan (0,032) dengan Personal hygiene saat menstruasi di SMA Etislandia Medan Tahun 2018Kesimpulan:Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan remaja putri dengan personal hygiene saat menstruasi di SMA Etislandia Medan tahun 2018. Diharapkan agar para guru dapat memberi motivasi kepada remaja putri untuk menerapkan dan menjaga personal hygiene dalam kehidupan sehari-har
PENENTUAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DENGAN SERUM DAN REAGEN ANTI-SERA METODE SLIDE
Golongan darah ABO pada manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. Pemeriksaan golongan darah untuk mendeteksi keberadaan antigen di permukaan membran sel darah merah dengan cara mereaksikan darah manusia dengan anti A dan anti B. Penggunaan serum untuk pemeriksaan golongan darah jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan golongan darah sistem ABO menggunakan serum dan reagen dengan metode slide. Bahan yang digunakan adalah darah manusia golongan A,B,AB dan O serta reagen anti A, anti B dan anti AB. Pemeriksaan golongan darah dengan metode slide, penilaian menggunakan skoring ( likert scale). Hasil penelitian menunjukkan grade aglutinasi yang dihasilkan oleh serum berbeda dengan grade aglutinasi menggunakan  reagen anti-sera, karena di dalam serum tidak hanya berisi antibodi tetapi ada komponen yang lainnya yang mempengaruhi reaksi aglutinasi antara antigen pada permukaan eritrosit dengan serum anti A, anti B maupun anti AB. Pemeriksaan Golongan darah manusia hasilnya lebih baik menggunakan reagen antiser
DETERMINAN KEJADIAN UNMET NEED DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Jumlah penduduk di Indonesia sebesar 237 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen, dan data sensus tahun 2012 menunjukkan penduduk Indonesia berjumlah 244,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk masih tetap sebesar 1,49 persen miskin (Data Badan Pusat Statistik, 2012). Salah satu penyebab lajunya pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka unmet need yang pada tahun 2016 sebesar 6.5%. Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk sepuluh Propinsi dengan angka Unmet Need yang tinggi. Pada tahun 2014 peserta KB aktif mencapai 73.29% dari 34.737 PUS dan untuk angka unmet need mencapai 13.69% dari 5.729 PUS, dengan rincian Ingin Anak Tunda (IAT) 5,29%, Tidak Ingin Anak Lagi (TIAL) 6,8%. Dari 5 Kabupaten di Yogyakarta (Kulon Progo, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kota) Kabupaten Sleman merupakan kabupaten tertinggi kedua dengan angka unmet Need  yang tinggi. Pada tahun 2014 angka Unmet Need mencapai 9,27% dari total Pasangan Usia Subur 153,337 Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Unmet Need Pasangan Usia Subur di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross sectional. Populasi PUS yang ada di kecamatan Ngemplak sejumlah 2.678 Sampel 61 WUS, dengan teknik proportional simple random sampling. Metode analisis menggunakan Regresi linear Berganda. Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan 55,57 % kategori baik, 70,49% berada pada usia reproduksi sehat, 86,88% mempunyai sikap mendukung terhadap penggunaan kontrasepsi, 66,67% mempunyai anak 1-2 anak, 70,22 % sebagai met need. Kesimpulan: Dua variabel pengetahuan dan paritas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian unmet need di Kecamatan Ngemplak Sleman Yogyakarta Kata Kunci: Unmet Need, pengetahuan, sikap, paritas dan umur
Pengaruh Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi
Kondisi stres akan meningkatkan pelepasan kortisol sehingga akan menyebabkan peningkatantekanan darah. Terapi Emotional Freedom Technique (EFT) dipercaya mampu untukmenghilangkan emosi berlebihan seperti stres, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasipengaruh terapi EFT terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitianini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with controlgroup design. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling, dengankriteria inluksi (1) bersedia menjadi responden, (2) Tekanan Darah Sistolik (TDS) 140-160mmHg dan Tekanan Darah Diastolik (TDD) 90-100 mmHg, (3) tidak menderita gagal ginjal,penyakit kardiovasuler lainnya, dan diabetes, (4) pasien yang mengkonsumi obat anti hipertensi.sedangkan kriteria eksklusi adalah (1) pasien yang tidak mengikuti semua tahapan terapi, (2)menggunakan obat atau teknik untuk menurunkan stres, (3) mengalami penurunan kesadaran,(4) mempunyai masalah pendengaran. Sebanyak 32 lansia hipertensi, dibagi menjadi duakelompok, masing-masing 16 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol. TerapiEFT dilakukan selama 20 menit setiap hari selama seminggu. Alat untuk mengukur tekanandarah menggunakan sphignomanometr air raksa manual, merk Sphymed Medical. Analisis datamenggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna TDS sebelumdan setelah diberikan terapi EFT (p<0,001), tetapi tidak ada perbedaan yang bermakna padaTDD pada kelompok intervensi (p=0,699). Pada kelompok kontrol baik TDS maupun TDD tidakada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,343), (p=0,620), berurutan.Namun, ditemukan adanya perbedaan yang bermakna penurunan TDS antara kelompok intervensidan kelompok kontrol (p=0,014), namun tidak demikian pada TDD (p=0,582). Dapat disimpulkanbahwa EFT mampu menurunkan tekanan darah sistolik pada lansia hipertensi