Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
    733 research outputs found

    PELATIHAN METODE AKTIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) PULAU PANJANG TIMUR

    No full text
    This training aimed to improve the quality of learning in Junior High Schools (Sekolah Menengah Pertama, SMP) in Pulau Panjang Timur through active learning method training for teachers. The quality of education in remote areas such as Pulau Panjang Timur often faces challenges such as limited access to innovative teaching methods and low student engagement in the learning process. Therefore, training in active learning methods serves as a solution to enhance student participation, improve understanding of subject matter, and strengthen teachers' teaching skills. This research employed a qualitative approach using a case study method involving observations and in-depth interviews with teachers and students who participated in the training. The results show that the active learning method training successfully improved teacher competence. Prior to the training, the teachers’ understanding of digital media was only at 58% (categorized as "adequate"). However, after conducting intensive training and mentoring for three days, the post-training evaluation revealed a significant improvement, reaching 84% (categorized as "good"). Trained teachers were also able to manage classrooms more effectively and implement more creative techniques, supporting a more enjoyable and interactive learning environment. However, the study also identified challenges, particularly the lack of facilities and infrastructure, which affects the full implementation of active methods. Therefore, further support from the government and related stakeholders is needed to improve educational facilities and resources in the region. This research provides a positive contribution to the development of more inclusive and relevant teaching methods for the Pulau Panjang Timur are

    ULTRASOUND, STRETCHING EXERCISE DAN KINESIOTAPING SEBAGAI ALTERNATIF MODALITAS FISIOTERAPI DALAM KASUS CARPAL TUNNEL SYNDROME: CASE STUDY

    Full text link
    Latar Belakang : Gangguan berupa carpal tunnel syndrome merupakan penyakit neuromuscular karena kompresi nervus medianus yang terletak pada terowongan yang berada pada daerah karpal di pergelangan tangan. Pada kasus ini diikuti oleh rasa nyeri, kesemutan, mati rasa, kelemahan dan keluhan ini terasa terlebih saat malam hari. Faktor resiko CTS adalah obesitas, usia, kehamilan, dan diabetes. Tujuan penelitian pada kasus ini yaitu mengetahui penatalaksaan fisioterapi pada Carpal Tunnel Syndrome dengan Ultrasound, Stretching Exercise, serta Kinesiotaping. Metode pada penelitian yang digunakan adalah studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2023 – 28 Desember 2023 di RSUD Gambiran Kota Kediri. Hasil: penelitian dengan modalitas Ultrasound, Stretching Exercise, dan kinesiotaping sebanyak 6 kali dalam 3 minggu didapatkan adanya penurunan nyeri, terdapat peningkatan kekuatan otot, peningkatan pada lingkup gerak sendi, dan peningkatan kemampuan fungsional tangan. Kesimpulan: Carpal Tunnel Syndrome dengan Ultrasound, Stretching Exercise, serta Kinesiotaping berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan kemampuan fungsional pada kondisi Carpal Tunnel Syndrome

    PERAN FISIOTERAPI PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU AKTIF: CASE STUDY

    Full text link
    Latar Belakang : Tuberculosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh mycrobacterium tuberculosis. Tuberculosis dapat menyebabkan permasalahan yakni mengi, batuk, penumpukan sputum yang belebih dan sesak nafas. Pemberian terapi nebulizer dan breathing exercise salah satunya yaitu untuk mengurangi permasalahan yang disebabkan karena tuberculosis. Nebulizer sebagai bronkodilator dapat mengencerkan lender dan mengurangi sesak nafas, serta breathing exercise dapat meningkatkan fungsi paru dan menjaga otot-otot pernafasan tetap bekerja. Metode : Penelitian ini menggunakan case study dengan single subject research. Dilakukan pada pasien Tn P berusia 55 tahun dengan pekerjaan sebagai petani datang ke IGD RSUD Dungus Madiun sejak 22 Oktober 2024 dengan keluhan sesak nafas, batuk berdahak, lemas , dan tidak nafsu  makan dengan  BP : 130/90 mmHg ,SpO2 : 95% (terpasang nasal kanul lpm 5), RR : 30 X/menit, HR : 98 x/menit, kemudian dilakukan intervensi dan dievaluasi sebanyak 5 kali. Hasil :  Terapi nebulizer dan breathing exercise (breathing control, pursed lip breathing, deep breathing, dan mobilisasi sangkar thorak) diberikan 3 kali sehari  dapat meningkatkan ekspansi sangkar thorak dan mengurangi sesak nafas. Kesimpulan : Pemberian intervensi nebulizer dan breathing exercise dapat mengurangi sesak nafas pada pasien. Sesi fisioterapi dan observasi perlu dilakukan lebih lama agar dapat diketahui perkembangan dalam jangka panjang

    MANFAAT PROGRAM PHYTY DM (PHYSICAL ACTIVITY DIABETES MELITUS) UNTUK PENANGANAN KEGAWATAN PHYSICAL ACTIVITY PADA LANSIA DIABETES MELITUS

    Full text link
    Sebagian besar penderita diabetes pada lansia mengalami kerusakan saraf yaitu dengan gejala neuropati perifer, yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, kelemahan sampai nyeri pada tangan dan kaki. Kegawatan dari gejala neuropati perifer tersebut mengakibatkan efek samping lebih berat pada lansia contohnya resiko jatuh. Pemberian terapi dengan obat-obatan digunakan untuk mengatasi masalah tersebut, tapi apabila pemberian secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Sehingga terapi non farmakologi dapat digunakan untuk mengatasi salah satu gejala neuropati tersebut. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap permasalahan yang terjadi pada lansia dengan diabetes melitus khususnya mengenai kegawatan physical activity dengan program PHYTY DM. Metode pengabdian masyarakat ini melalui bebarapa tahapan untuk memastikan efektifitas program PHYTY DM dalam meningkatkan aktifitas fisik dan mencegah kegawatan padan lansia dengan diabetes melitus, tahapannya adalah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa nilai pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  sebelum dilaksanakan pengetahuan di dapatkan bahwa kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 15 lansia, cukup 45 lansia dan baik 9 lansia. Sedangkan setelah dilaksanakan penyuluhan program PHYTY DM kategori pengetahuan dengan nilai kurang ada 7 lansia, cukup 23 lansia dan baik 13 lansia. Dari hasil tersebut dibuktikan bahwa ada peningkatan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus  tentang program PHYTY DM. Kesimpulan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY DM. Rencana tindak lanjut untuk kegiatan ini adalah melaksanakn kerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pembinaan, bimbingan dan pemantauan kepada lansia dengan diabetes melitus tentang program PHYTY D

    Midwives’ Experiences in Providing Maternal Health Services during the COVID-19 Pandemic: A Qualitative Study at Sedayu I Primary Health Centre

    No full text
    Background During the COVID-19 pandemic, midwives experienced increased physical and emotional fatigue, elevating their risk of burnout and potentially impacting the quality of maternal healthcare services. Objective This study aimed to explore midwives’ lived experiences in delivering antenatal and childbirth care during the COVID-19 pandemic. Methods A qualitative study was conducted using a phenomenological approach. Seven midwives from Sedayu I Primary Health Centre were selected through purposive sampling. One-on-one in-depth interviews were carried out using an interview guide, audio recording, and field notes. Data were analyzed using Colaizzi’s thematic analysis method. Ethical approval was obtained from the Research Ethics Committee of Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Results Five major themes emerged: (1) psychological conditions, including anxiety and preparedness; (2) service changes during the pandemic, encompassing antenatal care, childbirth, and adaptation to new health protocols; (3) constraints, such as challenges in PPE usage and referral systems; (4) internal and external support systems; and (5) needs and expectations, including human resource support and access to updated information. Conclusion This study offers valuable insights into the challenges and adaptations experienced by midwives during the COVID-19 pandemic. Findings highlight the importance of integrating midwives’ experiences into healthcare system planning and policy formulation for future pandemic preparedness and maternal service resilience

    Klasifikasi Data Tak Seimbang menggunakan Algoritma Random Forest dengan SMOTE dan SMOTE-ENN (Studi Kasus pada Data Stunting)

    Full text link
    The random forest algorithm is one of the widely used machine learning classification methods because it has the advantage of reducing the risk of overfitting while improving general prediction performance. However, for data with unbalanced classes, this algorithm lacks to achieve its best performance, particularly in predicting data in the minority class. As a result, this article proposes two resampling approaches to balance the data: the Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) and the Synthetic Minority Oversampling Technique with Edited Nearest Neighbors (SMOTE-ENN). For the data classification technique, the random forest algorithm is applied to the original data, then to the resampling results using both SMOTE as well as SMOTE-ENN. The case study was applied to stunting data consisting of 421 cases in the majority class and 79 in the minority class. An accuracy of 89% was obtained on the original data, 90% on the resampled data with SMOTE-ENN, and 91% on the resampled data with SMOTE.  The best accuracy was obtained using resampling technique with SMOTE, however it was not particularly significant.Algoritma random forest merupakan salah satu metode klasifikasi pembelajaran mesin yang banyak digunakan karena memiliki keunggulan dalam mengurangi resiko overfitting sekaligus meningkatkan kinerja prediksi secara umum. Namun untuk data dengan kelas tidak seimbang, algoritma ini tidak mampu mencapai performa maksimal khususnya dalam memprediksi data pada kelas minoritas. Untuk itu artikel ini menawarkan dua metode resampling untuk menyeimbangkan data, yaitu Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) dan Synthetic Minority Oversampling Technique with Edited Nearest Neighbors (SMOTE-ENN). Untuk klasifikasi data diterapkan algoritma random forest terhadap data asli dan hasil resampling baik menggunakan SMOTE maupun SMOTE-ENN. Studi kasus diterapkan pada data stunting yang berjumlah 421 pada kelas mayoritas dan 79 pada kelas minoritas. Diperoleh akurasi 89% pada data asli, 90% pada data hasil resampling dengan SMOTE-ENN, dan 91% pada data resampling dengan SMOTE. Walaupun tidak terlalu signifikan, teknik resampling dengan SMOTE memberikan akurasi terbaik

    Efektivitas Teh (Camelia sinensis), Melon (Cucumis melo) dan Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Diuretik Alami

    No full text
    Latar Belakang: Diuretik merupakan senyawa yang meningkatkan ekskresi cairan tubuh melalui urin, namun penggunaan diuretik sintetis seperti furosemid dan hidroklorotiazid berisiko menimbulkan efek samping sehingga bahan alami seperti teh, semangka, dan melon mulai dilirik sebagai alternatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teh, semangka, dan melon sebagai diuretik alami pada manusia. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest control group dilakukan pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Karanganyar yang dibagi acak dalam empat kelompok (kontrol, teh, semangka, melon), dengan pengukuran frekuensi berkemih sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Konsumsi teh dan semangka terbukti meningkatkan frekuensi berkemih secara signifikan (p<0,05), sedangkan melon menunjukkan peningkatan yang tidak bermakna. Kesimpulan: Teh dan semangka berpotensi sebagai diuretik alami dan dapat dimanfaatkan sebagai terapi komplementer pada pasien dengan hipertensi, gout, maupun urolitiasis

    KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA SMART BOX TERHADAP TINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SDN PETAPAN 1 BANGKALAN

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media smart box dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas II pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Petapan 1 Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi bellajar berdasarkan indikator teori ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa setelah menggunakan media smart box. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,776 atau 77,57% yang termasuk dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media smart box efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Guru disarankan untuk menggunakan media pembelajran inovatif guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan

    STUNTING ACCELERATION PROGRAM BY USING APPROACH TO OPTIMIZING THE HEALTH OF TEENAGE GIRLS WHO IS FREE FROM IRON DEFICIENCY ANEMIA IN THE CITY OF BANJARMASIN

    No full text
    Stunting is the condition in which children under 5 years of age are less high than their height-for-age. In 2018, the prevalence of stunting in South Kalimantan was ranked 9th nationally. In 2019, based on Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), Indonesian Toddler Nutrition Status Survey, stunting proportion of children under 5 years of age in South Kalimantan attained 31.75% or at ranked 7th nationally. In 2021, there was a decline on stunting proportion which attained 30.0%. Nevertheless, at national rank was at ranked 6th. One of the prominent factors is anaemia on teenage girls’ case. On the latest condition, the problem which is faced by partner is the lack of knowledge on teenage girls about anaemia. Thus, it is considered important to give elucidation to share knowledge, measure HB blood levels on teenage girls, and distribute iron tablet (Fe) to teenage girls. These activities are aimed to prevent anaemia on teenage girls. Elucidation about anaemia was held at Banjarmasin Junior High School number 20 in May 2023. The target is female students at Banjarmasin Junior High School number 20. The methods used in the community service are survey, lecture, and discussion. The results obtained are SMPN 20 students who are able to understand the ways of preventing anemia in adolescents after following the counseling. There are 2 participants who have anemia with HB 9 grams/dL and 85 other students have normal HB levels after undergoing hemoglobin levels as part of the counseling event. The granting of the blood-booked tablet is directly drunk at the entire counseling in an effort to prevent iron anemia

    BUDIDAYA DAN PRODUKSI MAKANAN SEHAT DARI KELOR UNTUK MENCEGAH STUNTING DENGAN MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT KELURAHAN SONOREJO

    Full text link
    Stunting incidents currently tend to increase, especially in the Sonorejo sub-district. Stunting can occur due to less than optimal nutritional intake. Stunting can be prevented by processing food from Moringa oleifera L. leaves. No one has cultivated it and does not know the benefits of Moringa leaves for health, especially for preventing stunting. The target of this service is to empower the community in cultivating Moringa plants, producing Moringa leaf-based food preparations and marketing the processed products. The outputs achieved are copyright, scientific publications in accredited journals and mass media publications. Methods for implementing activities include counseling, practice and evaluation. Empowerment was carried out for PKK and Posyandu cadres in Sonorejo Village, parents of stunted toddlers and farmer groups. Counseling takes the form of understanding stunting, how to prevent it by introducing Moringa leaf-based food preparations, and how to cultivate Moringa. Practical activities include making Moringa leaf-based preparations, packaging and marketing methods. Moringa cultivation is done by cuttings and seeds. Evaluation of activities can be concluded that there has been an increase in community knowledge and an increase in community empowerment

    620

    full texts

    733

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇