Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
MENGENAL LEBIH DINI KANKER LEHER RAHIM BERSAMA FORUM KAJIAN DAN KOMUNIKASI MUSLIMAH
Cervical cancer is a health issue for women around the world. In Indonesia, the case of cervical cancer ranks first with a number of cases 14,368 people. Of that amount, 7,297, died, and the prevalence of 10,823 people every year. A simple method of early detection of cancer of the cervix is quite effective for today's society IVA (Visual inspection with acetic acid). This method is already standardized, tested and expressed easier, simpler, and cheaper than the pap smear test. The methods used in this activity is healthy talk and the introduction of how to sign symptoms of cervical cancer early. The model is developed in this activity Talkshow and Brainstorming. The targets are for the mother's in the Forum for study and communication of Muslim Pucangan Kartosuro. The purpose of these activities are the participant has the ability to know the telltale symptoms of cervical cancer early and to having curiousity to detect cervical cancer early and understand what should they do if they find another signs of symptoms of cervical cancer
Gambaran Anak Thalasemia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri
Latar Belakang : Thalasemia merupakan salah satu penyakit kronis yang terjadi pada anak yang dibawa sejak lahir yang diturunkan secara herediter. Di Indonesia sendiri penderita penyakit thlasemia tergolong tinggi dan termasuk dalam negara yang beresiko tinggi, karena setiap tahunnya 3.000 bayi yang lahir berpotensi terkena thalasemia. Tujuan: Mengetahui gambaran anak thalasemia di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini 16 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data kualitas hidup menggunakan kuesioner PedsQL. Hasil: penelitian ini mendatpatkan hasil umur anak antara 7-11 tahun (37,5%), jenis kelamin laki-laki (62,5%), tingkat pendidikan SD (50%), jenis thalasemia beta (75%), kadar hb pra transfusi <9 g/dl (87,5%), penatalaksanaan medis medikamentosa&transfusi darah (100%) dan kualitas hidup baik (75%). Kesimpulan: umur anak 7-11 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan SD, jenis thalasemia beta, kadar hb pra transfusi <9 g/dl, penatalaksanaan medis medikamentosa & transfusi darah dan kualitas hidup baik
Efektivitas Latihan The Otago Home Exercise Program Terhadap Keseimbangan pada Lansia
Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang dalam mempertahakan posisi tubuh ketika ditempatkan di berbagai posisi. Bertambahnya usia menyebabkan penurunan fisiologis tubuh sehingga akan berpengaruh pada pengontrol keseimbangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas latihan the otago home exrcise program terhadap keseimbangan pada lansia. Penelitian dilaksanakan di Panti Usia Lanjut ’Aisyiyah Surakarta pada periode Juni-Agustus 2020 sebanyak 15 orang. Metode penelitian menggunakan metode pre eksperimental, dengan desain penelitian one group pretest - posttest design, dengan membandingkan hasil dari pretest dan posttest. Latihan the otago home exercise program dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan the otago home exercise meningkatkan keseimbangan statis dengan nilai signifikansi p=0,002 dan keseimbangan dinamis dengan signifikansi sebesar p=0,003 (p<0,05). Simpulan, latihan the otago home exercise efektif meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia
Informed Consent Pelayanan Kebidanan di PMB Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta
Dalam melaksanakan praktik/kerja, bidan berkewajiban untuk memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan, meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan, melakukan pencatatan asuhan kebidanan dan pelayanan lainnya secara sistematis.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan informed consent pelayanan kebidanan di praktik mandiri bidan Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta. Metode penelitian yuridis sosiologis. Lembar persetujuan tindakan KB dari 7 rekam medic, 2 diantaranya tidak sah karena tidak ada lembar persetujuan tindakan sedangkan persalinan 10 rekam medic sah
Dampak Sosial Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Berupa Sikap Apatis di SMP Kabupaten Sukoharjo
Teknologi informasi di era globalisasi berkembang sangat pesat di dalam kehidupan masyarakat. Berkat teknologi baru seperti internet, segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi. Banyaknya fasilitas yang disediakan oleh internet terutama di media sosial, memicu peningkatan penggunaan oleh remaja. Intensitas penggunaan media sosial menciptakan bentuk-bentuk interaksi yang berbeda dengan sebelumnya. Hal ini merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial dimasyarakat.  Ketika remaja dengan intensitas penggunaan media sosial tinggi, maka akan berengaruh pada kesehatan mentalnya seperti interaksi sosialnya menjadi bersifat tak langsung, sosiabilitasnya cenderung rendah dan kepekaan sosialnya cenderung rendah. Hal ini biasa disebut dengan sikap apatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dampak sosial yang ditimbulkan akibat dari penggunaan media sosial terhadap sikap apatis di lingkungan sekitar.Desain penelitian dengan menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus univariat (rumus distribusi frekuensi) dan bivariat  (rumus Pearson product moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki dampak sosial pada remaja yaitu timbulnya gangguan kesehatan mental berupa sikap apatis. Nilai korelasi 0.528 dan nilai signifikansi p(<0.001) < 0.05 dengan arah hubungan positif sehingga semakin tinggi tingkat intensitas penggunaan media sosial maka sikap remaja semakin apatis
Kecerdasan Emosional, Spiritual, Sosial dan Efikasi Diri Relawan Gaca di Lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah
Pendahuluan: GACA merupakan sebuah gerakan masif dalam upaya membentuk generasi penerus yang kokoh, unggul dan berkemajuan dalam hal mengantisipasi terjadinya kekerasan pada anak, termasuk kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Gerakan Aisyiyah ini selaras dengan program Pemerintah dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap anak. Masyarakat yang bersedia melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak di bawah Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Propinsi Jawa Tengah biasa disebut dengan relawan GACA. Studi pendahuluan yang dilakukan data bahwa hampir 50% dari kasus anak  yang masuk di PWA Propinsi Jawa Tengah merupakan anak korban penelantaran. Uraian tersebut melatarbelakangi penulis untuk meneliti tentang fenomena relawan GACA dalam pendampingan anak bermasalah di lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah. Tujuan: mendeskripsikan kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan efikasi diri yang dimiliki relawan GACA di lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah. Metode : jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan April-Nopember 2019 di PWA Jawa Tengah khususnya PDA Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 10 orang.Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumen.  Hasil: Wawancara dilakukan kepada 10 orang informan dengan karakteristik informan berdasarkan umur termuda 50 tahun sedangkan umur tertua 74 tahun, rata-rata umur informan yaitu 65 tahun. Karakteristik informan berdasarkan jenis kelamin, yaitu 7 informan berjenis kelamin perempuan dan 3 informan berjenis kelamin laki-laki. Karakteristik informan berdasarkan lama berkecimpung di Aisyiyah Muhammadiyah rata-rata sebelum masuk sebagai relawan GACA informan tersebut sudah aktif dalam organisasi Aisyiyah dan Muhammadiyah kurang lebih sudah 30 tahun, sedangkan untuk pengalaman sebagai relawan GACA bervariasi lamanya berkisar 10 tahun, 5 tahun, 3 tahun dan 2 tahun. Simpulan: fenomena relawan GACA digambarkan dalam beberapa aspek antara lain kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan efikasi diri
PROMOSI GIZI MELAUI METODE EMO DEMO UNTUK MERUBAH PERSEPSI IBU TENTANG MAKANAN JAJANAN BERBASIS PANGAN LOKAL
High consumption of food snacks can cause decreased of food intake of children aged 0-5 years. It is due to the children feel full so they refuse meal. Impact of this behaviour is decreasing level of energy adequacy and level of protein adequacy so eventually decreasing their nutritional status. Food snacks contain much of sucrose and salt but a little protein. In addition food snack often contains food additives and also not guaranteed of its safety. To solve this problem, mothers can make food snack by themselves from local foods. Promoting local food is very important to introduce and to increase of understanding of mother about composition and nutritional contain of local food. The aim of this activity was changing mother perception about used of local foods (breadfruit and Tilapia fish) as raw materials of food snack for children aged 0-5 years. This activity used Emo Demo method with theme “cheap food snack, Rich of nutritionâ€. Subjects were 30 mothers who had child aged 0-5 years and also always came to Posyandu in Sukarame, Tasikmalaya. Change of perception was measured by comparing pre test and post test results,and wilcoxon was used to analyze the difference of pre test and post test results. Mean of pre test score was 9,2 and post test score was 12,9. The result of wilcoxon test shown there was the difference of pre test and post test (p < 0,001). Based on this activity, the suggestion was to continue this activity with training so the subjects were able to make foods snack using local foods (Breadfruit and Tilapia fish) as raw materials
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENTINGNYA MINUM TABLET Fe SAAT MENSTRUASI DI SMA BK 06 JUWANGI
Abstract In young women, menarche and mensis begin to occur accompanied by the disposal of a number of Fe (Djaeni, 2004). Menarche is the first menstruation of women that generally occurs around the age of 10-11 years. The output produced is an increase in adolescent knowledge about anemia and the benefits of Fe. The method of service used in the partner group was counseling to young women at BK 06 Vocational High School class X which amounted to 35 female students, who had previously conducted a pre-test and post-test to determine adolescent knowledge about anemia and the benefits of Fe. Community service conducted at BK 06 Juwangi High School was carried out by involving 35 X grade students. At the beginning of the activity the extension team introduced activities followed by giving a questionnaire to determine the level of knowledge of young female students about anemia and the benefits of Fe. Of the 35 adolescents all have experienced menstruation. The results of the pre-test and post-test analysis were carried out, it was seen that the level of knowledge of the counseling participants before and after the provision of information experienced an increase in knowledge. Before giving counseling to teenagers who knew about the benefits of Fe there were 10 female students, after being given counseling there were 30 female students. Providing information to adolescents in the form of counseling on Mentrasi, Anemia, and the Importance of Fe is very necessary for adolescents who experience anemia, because one of the effects of anemia is affecting student achievement
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN KESGILUT BAYI DAN BALITA MELALUI SEKOLAH IBU: BALITA SEHAT DAN BERKUALITAS DENGAN GIGI YANG SEHAT
Dental and oral health problems are still not become a priority among Indonesian societies. According to the Basic Health Research data in 2018, oral and dental health problems are still quite high up to 57.6%. Oral and Dental health problems are the issues which are prone to be found in infancy that will disrupt the process of a proper growth and development. Most of Indonesian society in general and many mothers in particular do not understand correctly how to care the toddlers' teeth and to keep it healthy with a good quality. The Mother School of ‘Bunda Sholihah’ is a local community empowerment organization whose main program is to increase the capacity of mothers in optimizing child development. This activity is designed to train the mothers to have the ability to care for children's dental health and play an active role in educating the wider community. The method utilized in this community service activities were training and educational practices. The training that has been carried out consists of education in lectures, two-way discussions and role analogies, followed by assignments in the field. The number of participants in this activity was up to 45 members from the foundation of the Bunda Sholihah society in the area of Kasihan, Bantul with a total full and active participation which reached 75.5%. This activity is carried out in groups, in once a week for 4 weeks activity, so that the total implementation was 4 meetings. This program involved the service-voluntary team as the educators, members and administrators of the foundation of Bunda Sholihah School by using modules that have been prepared by the service-voluntary team. The activity partner was the Mother School of Bunda Sholihah, Bantul, Yogyakarta. The results of this program showed a significant increase in the level of mother’s knowledge in infant and toddler dental health (p <0.05) including mother’s personal motivation and consideration regarding early dental examination in toddler.Â
PEMERIKSAAN KESEHATAN GURU DAN SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH NGAWEN GUNUNGKIDUL
Gunungkidul merupakan kabupaten yang terdapat di Yogyakarta dan memiliki tingkat kecukupan gizi yang rendah. Banyak kasus tentang kekurangan gizi yang terjadi di beberapa kecamatan di Gunungkidul. Rendahnya angka kekurangan gizi tersebut diperparah dengan tingginya tingkat penderita anemia di Gunungkidul, salah satunya di Kecamatan Ngawen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pemeriksaan gizi kepada siswa dan guru SMK Muhammadiyah di Kecamatan Ngawen. Kegiatan dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang kecukupan gizi dan anemia, baik dari segi penjelasan ataupun cara penanggulangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi guru dan siswa SMK. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan adalah pemeriksaan TB (tinggi badan), BB (berat badan), HB (hemoglobin), tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa. Untuk siswa dilakukan pemeriksaan TB, BB, HB dan tekanan darah, sedangkan untuk guru semua pemeriksaan dilakukan. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan guru dan murid yang didapatkan masih dalam masuk kisaran normal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi siswa dan guru di SMK Muhammadiyah Ngawen tergolong normal dan perlu adanya pengontrolan kondisi kesehatan guru dan murid.Â