Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
Manajemen Nyeri dengan Guide Imagery Relaxation pada Pasien Cedera Kepala Ringan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) : Literature Review
Latar Belakang: Cedera kepala ringan (CKR) adalah suatu keadaan dimana GCS antara 13-15, dapat terjadi kehilangan kesadaran tidak lebih dari 10 menit. Manifestasi klinis pasien CKR ditemukan nyeri kepala, diziness atau keduanya sebanyak 57%. Penanganan CKR dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi yaitu guide imagery. Guide imagery suatu terapi menggunakan kekuatan pikiran untuk menyembuhkan diri/ relaksasi melalui komunikasi dalam tubuh. Tujuan: tujuan dari literature review ini adalah untuk mengidentifikasi manajemen nyeri non farmakologi pada pasien CKR di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Metode: Pencarian database ini dilakukan dengan penelusuran di Google Scholar dengan kata kunci guide imagery, cedera kepala ringan, nyeri. Kriteria inklusi dari literature review ini yaitu artikel yang dipublikasikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dengan tahun terbit 2015-2020, full text, menggunakan bahasa indonesia, artikel yang digunakan adalah artikel eksperimental. Hasil: intervensi yang dapat dilakukan pada saat terjadi nyeri pada cidera kepala ringan yaitu guide imagery serta dapat dikombinaksian dengan sloowdeep breathing. Kesimpulan: semua intervensi hasil luteratur review ini berupa pemberian gudie imagery serta pemberian relaksasi nafas dalam atau sloowdeep breathing
PENGARUH PEMBERIAN AQUATIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA LOW BACK PAIN DI RST Dr. SOEDJONO MAGELANG
Sakit pinggang atau LBP termasuk salah satu penyakit muskuloskeletal yang paling banyak, sekitar 40% penduduk Jawa Tengah berusia antara 65 tahun pernah menderita nyeri punggung. Penyakit ini menyebabkan disabilitas dan kerugian materi. Penanganan LBP yang paling efektif masih menjadi pembahasan para praktisi kesehatan danilmuwan antara Aquatic Exercise. Terapi aquatic mengacu pada perawatan berbasis air atau latihan dengan maksud terapeutik, khususnya untuk relaksasi, kebugaran, dan rehabilitasi fisik. Sifat fisis yang dimiliki air seperti: daya apung, tekanan hidrostatik, viskositas, dan teganan permukaaan memiliki efek langsung pada tubuh. Tujuan : Membuktikan bahwa latihan aquatic exercise dapat menurunkan nyeri pada low back pain dalam 3 minggu latihan. Metode : Penelitian ini adalah experimental dengan pendekatan quasi experimental dengan desain penelitian one grup pretest and posttest design dilaksanakan di RST Dr. Soedjono Magelang. Dengan menggunakan teknik simple random sampling, dan dengan jumlah 15 orang sample. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Analog Scale. Hasil : Uji pengaruh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Marginal Homogenity. Hasil uji pengaruh menunjukan nilai p= 0,000, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan p < 0,005. Kesimpulan: Ada pengaruh aquatic exercise untuk menurunkan nyeri pada low back pain myogenic secara signifikan
Developing a Counseling Tool for Determining the Choice of Contraceptives in Women of Fertile Age
In 2016, the CPR (Contraceptive Participant Rate) was 57.9%. Efforts to increase CPR are pursued by launching a family planning program, through an educational approach and introducing various contraceptives at childbearing age, the government is striving to reduce population growth very quickly (BKKBN, 2016).Research Objectives: To develop counseling aids. Research Methods Using the research action cycle, qualitative methods with 5 midwives and 5 patients.Research location in Sleman Regency, Yogyakarta.Analysis techniques using thematic analysis.Research Results: Communication patterns between providers and patients tend to be in two-way communication patterns. In the use of assistive devices, all providers do not use ABPK in the KB counseling process for various reasons. Although the impact is positive, namely the availability of a complete source of information from each contraceptive Conclusion: The development of counseling aids has changed from a manual design to a digital-based tool, which is an application installed on Androi
Gambaran Kesiapsiagaan Masyarakat di Daerah Rawan Longsor
Latar Belakang: Tanah longsor merupakan bencana yang sering terjadi di daerah dataran tinggi serta dapat meninmbulkan kerugian. Perilaku kesiapsiagaan merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif jika terjadi suatubencana. Kesiapsiagaan adalah upaya/tindakan yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana dengan tujuan mengurangi adanya korban jiwa, luka-luka, kerugian harta benda dan berubahnya pola kehidupan warga. Kesiapsiagaan didukung oleh beberapa Indikator yaitu pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana dan mobilisasi sumberdaya Metode: Penelitian diskriptif, tehnik pengambilan data dengan proporsionate stratified random sampling, sampel 60 responden, instrument penelitian kuesioner Hasil: analisis univariat diketahui tingkat pengetahuan tentang resiko bencana cukup baik (80%), sikap terhadap resiko bencana baik (66.7%) dan cukup baik (33.3%), rencana tanggap darurat baik (45%), sistem peringatan bencana kurang baik (85%) dan mobilisasi sumberdaya kurang baik (73.3%). Kesimpulan: Masyarakat mempunyai tingkat pengetahuan cukup baik, sikap baik, rencana tanggap darurat baik, sistem peringatan bencana kurang baik, mobilisasi sumberdaya kurang baik dan indeks kesiapsiagaan masuk pada kategori hampir siap
EDUKASI KEBIASAAN CUCI TANGAN DENGAN PENERAPAN METODE BERNYANYI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR PADA MURID SD NEGERI TUADALE KABUPATEN KUPANG
Children are an age group that is susceptible to infectious diseases such as ARI and diarrhea. Application of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in children can prevent the spread of disease. One indicator of a healthy life is the habit of washing your hands. The hand is the main medium of transmission of disease because the hands often make direct contact with various objects that are contaminated with germs that cause disease. The aim of community service is to educate the habit of washing hands as an effort to prevent primary transmission of disease. Problem-solving in this activity uses interactive learning media, namely simulations with singing methods and audiovisual based movements. The target of this activity is students of class II (11 people) and teachers (2 people) in SDN Tuadale, Kupang Regency. The results of the implementation of handwashing habit education greatly affect the number of children's participation at each stage of the activity which reaches 100%. Knowledge and skills of children in the practice of washing hands using the singing method increased to 98%. At the end of the activity the children are already adept at practicing the stages of washing hands properly. Based on these results, the school is an effective forum for implementing health programs, because handwashing habits need to be educated early on. The singing method with audiovisual based movement is effective to be recommended in PHBS counseling especially for children
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA MELALUI LATIHAN RELAKSASI PROGRESIF DI LINGKUNGAN SEKARBELA MATARAM
Perkembangan jumlah penduduk berusia lanjut mencapai 60% populasi dunia (UNESCAP). Nusa Tenggara Barat sendiri menduduki angka 915.000 jiwa (BPS NTB, 2013). Proses menua adalah kondisi yang akan terus terjadi tanpa ada obat yang dapat menghentikan laju penurunan fungsi organ pada manusia. Kondisi degenerative berdampak pada perubahan biologis-kognitif-psikologis-sosial individu. Perubahan ini menimbulkan berbagai gangguan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Salah satunya ada gangguan pola tidur (insomia). Perubahan pada kualitas tidur lansia menyebabkan ganggaun pada efesiensi, frekuensi dan efektifitas dari tidur lansia. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas daya tahan tubuh, kelelahan terus menerus, depresi dan gangguan social lainnya. Penggunaan obat tidur sangat dibatasi, tidak dapat digunakan terus menerus atau bahkan tidak dianjurkan karena kondisi degenerative pada lansia. Latihan relaksasi progresif merupakan latihan yang efektif untuk merileksasikan otot, mengurangi kecemasan, meningkatkan aktivitas parasimpatis, memperbaiki tidur dan menurunkan tekanan darah yang jika dilakukan terus menerus, dapat meningkatkan kualitas hidup pada lansia. Pengalaman untuk melakukan relaksasi progresif ini digunakan untuk membantu para lansia di lingkungan Sekarbela, Mataram. Kami dibantu oleh para kader mendapatkan hasil angka lansia dengan hipertensi dan kualitas tidur buruk cukup tinggi, sehingga latihan relaksasi progresif menjadi solusi dari kondisi tersebut untuk mencapai kemandirian lansia dalam meningkatkan kualitas hidupnya
MANAJEMEN STRES DENGAN LATIHAN BERPIKIR POSITIF DI MASA PANDEMI COVID-19
The Covid-19 pandemic affects many aspects of people's lives, both in health, socially and economically where it can cause stress. Positive thinking training through health education is one way to reduce stress. Positive Thinking Therapy is a source of strength and a source of freedom. It is called a source of strength because it helps someone think of a solution until they get it. That way a person becomes more proficient, trusting, and stronger. It is called the source of freedom because with it a person will be free from suffering and confinement of negative thoughts and their effects on the physical. Stress was measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). The method of activities carried out is the health education method, efforts to overcome stress with positive thinking exercises during the Covid-19 pandemic in Palur Wetan, Rt 01/05, Palur, Mojolaban, Sukoharjo, and was carried out for 1 month in November 2020. Results of the evaluation after counseling is carried out, namely most participants understand the problems or disturbances experienced and how the exercises can be carried out. There was a change and an increase in the participants' knowledge from not knowing to knowing
Personal Sosial Anak Pre School di PAUD Fullday dan Reguler di Wilayah Surakarta
Latar Belakang: Masa usia dini adalah masa keemasan , masa ini merupakan masa terbaik dalam proses belajar yang hanya sekali dan tidak pernah terulang kembali. Hal yang terpenting dalam perkembangan anak ialah perkembangan sikap sosialnya. Likungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan personal sosialnya. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap personal sosial anak. Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah dan teratur akan berkembang dengan baik, salah satunya pada pendidikan prasekolah seperti pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD dilihat dari jenisnya dibedakan menjadi PAUD fullday dan PAUD regular. Metode: observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang membandingkan anak yang sekolah di PAUD full day dan PAUD regular. Sampel terdiri dari 68 anak yang sekolah di PAUD full day dan 97 anak yang sekolah di PAUD regular di Surakarta. Teknik pengambilan sempel secara simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan tes Denver. Hasil: Setelah dilakukan analisis data menggunakan uji Mann Whitney didapatkan nilai p<0.005 (p<0.005) untuk perkembangan personal social Kesimpulan: Perkembangan personal sosial anak yang sekolah di PAUF fullday lebih baik dari pada anak yang sekolah di PAUD regular
Hubungan Tingkat Kebugaran dengan Lama Persalinan Kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Surakarta
Latar Belakang: Persalinan adalah proses pergerakan keluarnya janin, plasenta, membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Proses persalinan bisa terjadi lama dan sulit yang mengakibatkan komplikasi pada ibu dan bayi. Penyebab kematian ibu juga dapat terjadi karena pendaran, eklamsi, infeksi, partus lama, abortus. Kebugaran jasmani diperlukan saat persalinan untuk menjaga intensitas dan kekuatan otot menjadi lebih baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran dengan lama persalinan kala I. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional. Populasi penelitian adalah ibu hamil TM III pada Januari-April 2018 sebanyak 55 responden dengan teknik sampling accidental sampling. Teknik analisa menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: 1) sebagian besar ibu hamil mempunyai tingkat kebugaran kurang sekali sebanyak 30 responden (85,7%); 2) sebagian besar ibu hamil mempunyai lama persalinan kala I tergolong normal (4-16 jam) sebanyak 32 responden (91,4%); dan ada hubungan signifikan antara tingkat kebugaran ibu hamil dengan lama persalinan kala I (P value 0,003). Kesimpulan: ada hubungan signifikan anatara tingkat kebugaran ibu hamil dengan lama persalinan kala I
The Effect of Otago Home Exercise Programme on Decreasing the Risk of Falling in the Elderly
Latar Belakang; Seiring bertambahnya usia banyak perubahan yang terjadi pada lansia salah satunya penurunan fungsi fisiologis yang mengakibatkan terjadinya gangguan degeneratif yaitu penurunan fungsi keseimbangan dan peningkatan resiko jatuh. Angka kejadian jatuh pada pasien dengan usia lebih dari 65 tahun sebesar 30 %, dan usia lebih dari 80 tahun sebesar 50 % setiap tahunnya. Salah satu modalitas fisioterapi dalam kasus ini dengan pemberian latihan. Otago Home Exercise Programme adalah program latihan untuk lansia yang didesain khusus untuk mengurangi kejadian jatuh, dengan cara meningkatkan kekuatan anggota gerak bawah, meningkatkan keseimbangan dan memberikan latihan jalan. Tujuan; Mengetahui adanya pengaruh Otago Home Exercise Programme terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia. Metode; Penelitian kuantitatif jenis pre-experimental design dengan teknik one group pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 17 lansia. Instrument penelitian menggunakan TUG (Time Up and Go test). Hasil; Hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa data dari nilai TUG sebelum dan sesudah diberikan otago home exercisi programme diperoleh signifikansi sebesar p=0,025 (p<0,05). Kesimpulan; Terdapat pengaruh pemberian otago home exercise programme terhadap penurunan resiko jatuh pada lansia di Panti ‘Aisyiyah Sumber Baluarti Surakarta