Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KEBUGARAN FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANJUT USIA DI DESA BENDOSARI, SUKOHARJO
Latar belakang: Seiring dengan peningkatan jumlah populasi lansia, maka kualitas hidup lansia juga perlu diperhatikan. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Lansia mengalami perubahan pada strukur di berbagai sistem organ serta perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh pada keseimbangan tubuh, kebugaran fisik, serta kualitas hidup pada lanjut usia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan keseimbangan tubuh dan kebugaran fisik dengan kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo serta mencari faktor dominan apa saja yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari, Sukoharjo. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 94 lansia didesa Bendosari pada bulan Desember 2021. Instrumen yang digunakan adalah Modified Clinical Test of Sensory Interaction in Balance (mCTSIB), Timed Up and Go test (TUG), Two Minutes Walking Test (2MWT) serta WHOQOL-BREF versi Ina. Hasil: Terdapat hubungan antara keseimbangan dinamik dan kebugaran fisik terhadap kualitas hidup dengan koefisien korelasi masing-masing yaitu -0,299 dan 0,240. Keseimbangan dinamik sebagai variabel yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR -0,401, 95% CI: (-0,707) – (-0,095), P=0,011] dan Body Mass Index menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup dengan [OR 0,379, (95% CI: 0,022 – 0,736, P=0,038]. Kesimpulan: Variabel yang paling dominan mempengaruhi kualitas hidup lansia di desa Bendosari adalah keseimbangan dinamik serta Body Mass Index.Â
RELATIONSHIP OF PHYSICAL ACTIVITY WITH FINE MOTOR SKILLS IN 3-4 YEARS OLD CHILDREN
Introduction: The creative potential of children will develop best through systematic physical activity and adapted to the age group of growth and development. If the child's fine motor skills are often stimulated, then he will grow well and be able to do physical activities well, and if the child can do physical activities well it will affect his fine motor development.The purpose : to see whether there was a relationship between physical exercise and fine motor skills in PAUD children. Method : used is quantitative with a correlational approach. The population in this study was PAUD Islam Makarima children aged 3-4 years. The instruments used are physical activity questionnaires and DDST. The data analyzed using the Kendall test. The results : obtained p-value 0.000 <0.05, which means that there is a relevant relationship between the two variables, namely physical activity and fine motor skills in PAUD children. The conclusion is that Physical Activity is very influential in the development of children's fine motor skills.Keywords : Physical Activity; Fine Motor Skills; Early ChildhoodÂ
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU BALITA DALAM DETEKSI STUNTING DAN PENENTUAN STATUS GIZI
Stunting was a disruption growth problems because of deficiency nutritional intake in a long periode and unappropriate feeding practice. Riskesdas stated that Bondowoso’s stunting rate  was still the third highest in East Java. The stunting rate in Bondowoso was 38% of total childrens under five, meanwhile the threshold determined by WHO was 20%. This activity aimed to increase the knowledge about stunting and skills to determine the toddler’s nutritional status of the mother in TK Kartika IX-37 Bondowoso. This activity was conducted among 35 toddler’s mother in TK Kartika IX-37 Bondowoso. The details of the activity were (1) education about stunting;(2) demonstration about anthropometry measurement and read the Z score curve; (3) education about determined the appropriate source of protein. The results of this activity showed an increased in knowledge related to stunting and appropriate protein source for children growth, evidenced by the mothers were able to answer and demonstrated anthropometry measurement correctly. Â
Manajemen Fisioterapi pada Gangguan Fungsional Tangan Penyintas Tennis elbow Tipe 2: Case Report
Tennis elbow atau yang biasa dikenal sebagai lateral epicondylitis merupakan masalah yang terjadi di sekitar tendon siku, yang bekerja sebagai penggerak otot ekstensor tangan. Selain pada pemain tenis, kasus ini juga sering terjadi pada pekerja yang menggunakan alat berat atau melakukan tugas mencengkram, mengangkat dengan gerakan yang berulang, atau gerakan memutar pada lengan secara berulang dan berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah modalitas Fisioterapi berupa microwave diathermy (MWD), mill’s manipulation, pain free grip strength dan kinesio taping efektif digunakan dalam penanganan kasus tennis elbow tipe 2. Dengan metode penelitian case report (studi kasus) yang dilakukan pada seorang pasien tennis elbow di klinik Fisioterapi Muskuloskeletal Esa Unggul yang dilakukan pada bulan Desember 2021. Hasil penelitian di dapatkan bahwa intervensi Fisioterap yang dilakukan selama 4 kali pertemuan menunjukkan hasil akhir berupa penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot tangan dan peningkatan kemampuan fungsional pasien
OPTIMALISASI DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN UKS DAN CEDERA OLAH RAGA PADA ANAK SISWA SD MUHAMMADIYAH 4 KOTA MALANG
AbstrakPendahuluan: Dalam lingkungan sekolah dasar Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) mempunyai tugas yang sangat penting dalam menunjang kesehatan sekolah. Anak-anak sangat menyukai kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik seperti olahraga, kegiatan permainan, serta melakukan rekreasi yang dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosional pada anak. Cedera olahraga yang sering terjadi pada anak biasanya adalah Ankle Sprain yang merupakan salah satu cedera akut yang sering terjadi pada sendi pergelangan kaki karena adanya penekanan. Metode: Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan berupa promosi kesehatan tentang cedera Ankle Sprain kepada siswa/siswi serta menggunakan poster sebagai media dalam penyuluhan. Hasil: Proses penyuluhan mendapatkan respon baik dari siswa/siwi yang berjumlah 27 orang, para siswa/siswi tersebut mendengarkan dengan baik mengenai materi-materi penyuluhan yaitu definisi, gejala, penyebab, penanganan dan latihan mandiri dirumah dan pencegahan agar tidak cedera Ankle Sprain. Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan juga dapat meningkatkan pengetahuan peserta siswa/siswi mengenai Ankle Sprain dan terjadi perubahan yang cukup signifikan mengenai cara untuk pertolongan pertama pada cedera Ankle Sprain.Â
EDUKASI BAHAYA COVID-19 DAN 5M SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA SISWA KELAS 6 SD NEGERI 3 KROBOKAN
Pemerintah daerah dapat mengeluarkan izin kepada satuan pendidikan yang telah memenuhi seluruh persyaratan berjenjang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun pada kondisi nyata penerapan protokol kesehatan tersebut tidak dilakukan dengan baik oleh para siswa di SD Negeri 3 Krobokan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Krobokan dapat disimpulkan bahwa mereka tahu apa itu Covid-19 dan 5M secara umum. Namun, mereka belum memahami bagaimana virus itu menyebar dan bagaimana 5M menyikapi penyebaran virus Covid-19, sehingga kesadaran siswa akan pentingnya menerapkan 5M masih kurang. Untuk membantu menguraikan masalah, metode kegiatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi pada siswa kelas 6 SD Negeri 3 Krobokan tentang bahaya Covid-19 dan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas) sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Edukasi dilakukan dengan media video animasi yang disertai dengan praktik 7 langkah mencuci tangan serta pembuatan poster bertema Covid-19
UPAYA PENURUNAN ANSIETAS PADA MASYARAKAT TERHADAP VARIAN BARU COVID-19 DENGAN PEMBERIAN TERAPI HOPNOSIS LIMA DI DESA JATI KABUPATEN KARANGANYAR
Ansietas adalah perasaan takut akan sesuatu terjadi yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya dan merupakan sinyal yang membantu individu untuk bersiap mengambil tindakan terhadap ancaman. Pengaruh tuntutan, persaingan, dan bencana yang terjadi dalam kehidupan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikis. Terapi hipnosis lima jari memungkinkan pasien untuk mengontrol rasa sakit, stres fisiologis dan emosional. Seseorang dapat kembali belajar merasakan peristiwa-peristiwa dalam hidupnya yang menyenangkan melalui gambar-gambar yang disajikan kembali. Seseorang yang telah dihipnotis akan merasakan tingkat relaksasi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan dan pelatihan kesehatan, Upaya Mengurangi Kecemasan Masyarakat Terhadap Varian Baru COVID-19 Dengan Pemberian Terapi Five-Hopnosis di Desa Jati Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar dan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022. hasil evaluasi setelah penyuluhan sebagian besar peserta memahami permasalahan yang dihadapi. Terjadi perubahan penurunan tingkat kecemasan, sebelumnya tingkat kecemasan responden ringan (45%), sedang (36%) dan berat (18%), kemudian setelah penyuluhan terjadi perubahan tingkat sedang kecemasan (40%), tidak ada kecemasan sebanyak (37%) dan ringan (23%). Kesimpulannya terdapat penurunan tingkat kecemasan masyarakat yang signifikan setelah dilakukan terapi hipnotis lima jari.
Kata kunci: Ansietas; Hipnosis Lima Jari;Covid-1
Pengenalan E-Health kepada Masyarakat untuk Pengurangan Mobilitas ke Fasilatas Kesehatan di Kelurahan Pucangsawit Jebres
Perkembangan teknologi, khususnya dibidang kesehatan selalu menjadi tujuan pemerintah dalam upaya peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Telemedice adalah pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. electronic health atau e-health diartikan sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang hemat biaya dan aman untuk mendukung berbagai hal di bidang kesehatan. dalam hal ini tujuan Pengabdian masyrakat yang telah dilaksanakan adalah untuk mengenalkan E-health kepada masyrakat di kelurahan pucangsawit, agar setiap warga dapat memanfaatkan e-health sebagai penunjang untuk pelayanan kesehatan secara jarak jauh atau daring tanpa membuat masyarakat di kelurahan pucangsawit harus melakukan perjalanan keluar rumah, sehingga hasil akhir dari pengenalan E-health tersebut banyak warga yang mulai memanfaatkan E-health guna sebagai media informasi kesehatan dan perawatan kesehetan
PENERAPAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENINGKATAN HIPERTENSI DI KECAMATAN JEBRES SURAKARTA
Hypertension or commonly referred to as high blood pressure is a non-communicable disease where the working conditions of the blood vessels work with strong pressure. Hypertension is also called the silent killer because the symptoms are not obvious. The highest prevalence of hypertension occurs at the age of 55-64 years with a percentage of 55.2% and the lowest at the age of 18 years with a percentage of 34.1%. In the area of RT 02 RW 12, Jebres District, hypertension is the most common disease. To deal with this, hypertension counseling and Slow Deep Breathing Exercise training were carried out as an effort to reduce the increase in hypertension. Slow Deep Breathing Exercise is an exercise that is used to reduce the level of increased hypertension by taking a deep breath in with the stomach inflated and exhaling slowly through the lips by contracting the stomach. The results obtained from hypertension counseling activities and Slow Deep Breathing Exercise training, the community of RT 02 RW 12 Jebres District became educated and had non-pharmacological solutions to reduce hypertension
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN BUNGA TELANG SEBAGAI PENGENDALI FAKTOR RISIKO COVID-19 PADA KADER POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN GEDANGAN
Elderly are residents aged 60 years and over. The determination of 60 years as the baseline for the elderly is because at this age there is a significant physical and physiological decline. This makes elderly people susceptible to various diseases, including the Corona virus caused by the Sars-Cov-2 virus. A weakened immune system plus the presence of chronic disease can increase the risk of Corona virus in the elderly. This study aims to determine the level of knowledge of the people of Gedangan Village , Sukoharjo Regency on the benefits of Bunga Telang as a risk factor for Corona virus control. The method used is the offline method using the media pre-test and post-test which was held at the Gedangan Village Meeting Hall. There is a difference with an increasing trend in the post-test scores compared to the pre-test scores in line with the increase in understanding of the extension material of the community service participants. The results of the analysis conducted showed that the level of public knowledge about the benefits of Bunga Telang increased after counseling was carried out