Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN KELOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA KADER POSYANDU
The World Health Organization (WHO) estimates that 1.13 billion people worldwide suffer from hypertension, most of whom (two-thirds) live in low- and middle-income countries. In 2015, 1 in 4 men and 1 in 5 women experienced hypertension WHO. One way to overcome hypertension is by utilizing moringa leaves. Moringa leaves are widely planted by farmers in Sidorejo but not many people know about their use, therefore community service will be carried out by providing education to posyandu cadres. the method used in this activity is the lecture method, question and answer, and demonstration of making various moringa leaf preparations for preventing hypertension. the results of this activity are that after education related to the material on the benefits of moringa leaves for preventing hypertension, the results previously showed that those who knew about the definition of hypertension were 22 (73.3%) after education became 30 (100%) an increase of 26.7%, while the highest increase was achieved in the material on food variations from moringa leaves which previously only 7 people (23.3%) became 27 people (90%) an increase of 66.7%. Cadres can increase their knowledge regarding the prevention of hypertension with Moringa plants and cadres can make various processed products from Moringa to prevent hypertension
Analisis Bibliometrik dengan PoP dan VOSViewer terhadap Gangguan Pola Tidur pada Wanita Menopouse di Google Scholar
Latar Belakang: Menopause merupakan fase alami yang dialami setiap wanita dan dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya gangguan tidur yang menjadi masalah tersendiri. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan tren penelitian mengenai gangguan tidur pada wanita menopause secara internasional melalui metadata Google Scholar. Metode: Penelusuran dilakukan pada rentang waktu tujuh tahun terakhir (2017–2023) di Google Scholar menggunakan kata kunci menopause dan sleep disorder. Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan tahun terbit publikasi, jumlah, dan persentase artikel per tahun. Pemetaan tren penelitian dilakukan menggunakan Publish or Perish (PoP), sedangkan peta bibliometrik disusun dengan aplikasi VOSviewer. Hasil: Penelitian mengenai gangguan tidur pada wanita menopause dalam tujuh tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Jumlah publikasi tertinggi tercatat pada tahun 2018 (25,53%), menurun menjadi 19,15% pada tahun 2019, dan 2,12% pada tahun 2023. Pemetaan bibliometrik menghasilkan lima kluster utama, yaitu menopause, obstructive sleep apnea, patient, relationship, risk, dan sleep quality. Kesimpulan: Jumlah publikasi terkait kualitas tidur pada wanita menopause yang terindeks h-index dan g-index di Google Scholar mengalami penurunan, namun hingga akhir 2023 topik ini masih diminati. Variabel yang banyak dianalisis dalam beberapa tahun terakhir meliputi sleep disorder, fatigue, dan menopause risk
Pengaruh Terapi Foot Massage dan Dzikir Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Sidomlangean Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan
Latar Belakang: Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan hipertensi permanen dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage dan dzikir terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Populasi berjumlah 38 orang, dan melalui teknik simple random sampling diperoleh 35 responden. Terapi foot massage dan dzikir diberikan 3 kali dalam seminggu selama 15 menit per sesi. Instrumen penelitian meliputi sphygmomanometer, lembar observasi, dan SOP. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi tidak normal (p = 0,024), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), dengan rata-rata selisih tekanan darah sistolik sebesar 35,11 mmHg dan diastolik sebesar 4,85 mmHg. Kesimpulan: Terapi foot massage dan dzikir dapat digunakan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
Penerapan Terapi Thought Stopping dalam Mengontrol Halusinasi pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus
Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama gangguan jiwa berat yang ditandai dengan persepsi sensorik tanpa adanya stimulus eksternal. Selain terapi farmakologis, pendekatan non-farmakologis berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), seperti teknik thought stopping, dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu pasien mengontrol halusinasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua partisipan yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan di RSJD dr. Arif Zainudin pada Juli–Agustus 2025. Tingkat halusinasi diukur menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi diberikan selama tiga hari dalam tiga sesi, masing-masing berdurasi 30 menit. Hasil: Setelah intervensi, terjadi penurunan skor AHRS pada kedua partisipan. Skor pasien pertama menurun dari 30 (kategori berat) menjadi 15 (kategori sedang), sedangkan pasien kedua menurun dari 18 (kategori sedang) menjadi 10 (kategori ringan), yang menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi pendengaran. Kesimpulan: Terapi thought stopping berpotensi menurunkan tingkat keparahan halusinasi pendengaran dan meningkatkan kemampuan kontrol diri pada pasien gangguan jiwa, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis pendamping terapi standar
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN PADA LANSIA MELALUI PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN AKAN PENTINGNYA PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA DI KOTA SEMARANG
The global geriatric population has increased, and this trend is also evident in Semarang, Indonesia. Without proper health management, this condition could contribute to the rise of degenerative diseases. One key aspect of degenerative disease management is increasing preventive measures through regular health monitoring and enhancing knowledge about degenerative diseases. The method used in this community service comprises several stages: health examination, pre-test, health education, and activity evaluation (post-test by questionnaire). The target audience for this community service includes the following groups: The Group of volunteers “posyandu lansia” in Semarang City, BKL (Bina Keluarga Lansia) Semarang City, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) members of Semarang City, PKK District Task Force 1, and PPL-KS of Semarang. Statistical analysis showed that the mean number of correct answers in the post-test (125.33±8.359) surpassed that of the pre-test (118.67±16.391). However, there is an increase in knowledge about degenerative diseases, although it is not statistically significant. There is a need for a more specific target population because, based on the samples we obtained, the pretest results already indicate a high average score. This may have contributed to the nonsignificant results we obtained. The need for research and community service on a broader scale is crucial, with the hope that it can enhance awareness and knowledge about degenerative diseases in the elderly
PEMBERDAYAAN KELUARGA UNTUK SADAR HIPERTENSI MELALUI PELATIHAN AKUPRESUR DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF
Hypertension is a common disease not only in the older age group but also in the productive age group. Various health problems will arise if the hypertension that occurs cannot be controlled properly. Controlling hypertension requires high awareness and adequate skills in self-care management. A family approach needs to be taken to provide more optimal results. Empowering families who are aware of hypertension through acupressure and progressive muscle relaxation carried out in this activity can increase family knowledge and skills in controlling hypertension. The family has a good understanding of hypertension and is able to practice acupressure and progressive muscle relaxation well. Families can teach and accompany family members who suffer from hypertension regarding controlling their hypertension in their daily lives on a regular basis. It is hoped that good understanding and ability to control hypertension can improve health status and improve the quality of life for families with hypertension sufferers
Precision Healthcare: Leveraging Value Chain Analysis of Strategic Information Systems and Information Technology to Enhance Hospital Outcomes
In the healthcare digitalization era, leveraging strategic information systems (IS) and information technology (IT) through value chain analysis has emerged as a pivotal approach to enhance hospital outcomes. This study aims to develop a framework for integrating IS/IT strategies at Datu Sanggul Hospital, a Class C facility in South Kalimantan, to achieve precision healthcare delivery. The research methodology encompasses data collection via document studies, stakeholder interviews, and observations, coupled with rigorous data analysis and validation techniques. A strategic model formulates algorithms and system architectures guiding implementation of critical IS/IT initiatives like telemedicine, customer relationship management, and executive information systems. Robust IT strategies, including data center development, cloud computing, and disaster recovery planning, optimize operations and resource management. Mapping business needs to tailored IS solutions ensures precision across financial reporting, inventory management, employee training, and interdepartmental collaboration. The proposed approach aligns IS/IT strategies with operational objectives through value chain analysis, enhancing patient care quality, operational efficiency, and resource optimization. Positioning the institution for precision medicine, this framework drives innovation and improves health outcomes in healthcare's evolving landscape
Analisis Strategi Pemasaran Usaha Budidaya ikan Lele Dalam Upaya meningkatkan Kesejahteraan (Maqashid Syariah Khususnya Qifdul Al Mal)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi taktik pemasaran dalam usaha budidaya ikan lele serta meninjau dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sudut pandang maqashid syariah, terutama pada aspek hifz al-mal (pelindungan terhadap kekayaan). Budidaya ikan lele menjadi salah satu jenis usaha kecil yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama jika didukung oleh strategi pemasaran yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan strategi pemasaran seperti bauran pemasaran (produk, harga, distribusi, promosi) dengan tepat dapat meningkatkan penghasilan para pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas dan keberkahan kekayaan. Oleh karena itu, usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan pelaksanaan nilai nilai syariah dalam pengelolaan usaha dan pelindungan harta umat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi bauran pemasaran (produk, harga, distribusi, promosi) secara tepat dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha serta mendukung pengelolaan harta yang halal dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi taktik pemasaran dalam usaha budidaya ikan lele serta meninjau dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sudut pandang maqashid syariah, terutama pada aspek hifz al-mal (pelindungan terhadap kekayaan). Budidaya ikan lele menjadi salah satu jenis usaha kecil yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama jika didukung oleh strategi pemasaran yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan strategi pemasaran seperti bauran pemassaran (produk, harga, distribusi, promosi) dengan tepat dapat meningkatkan penghasilan para pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas dan keberkahan kekayaan. Oleh karena itu, usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan secara eekonomi, tetapi juga mencerminkan pelaksanaan nilai nilai syariah dalam pengelolaan usaha dan pelindungan harta uma
Analisis Efektivitas Program Reskilling Dan Upskilling Dalam Mengatasi Kesenjangan Keterampilan di Indonesia
Indonesia menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan di mana peningkatan kuantitas tenaga kerja tidak diikuti dengan peningkatan kualitas, yang menyebabkan tingginya pengangguran dan dominasi sektor informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program reskilling dan upskilling pemerintah Indonesia, khususnya Program Kartu Prakerja, dalam mengatasi kesenjangan keterampilan dan kontribusinya terhadap pencapaian SDG 8. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan kuantitatif deskriptif menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan tenaga kerja dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 96,8% dan pengakuan peningkatan keterampilan sebesar 88,92%, serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,76% pada Februari 2025. Namun, program ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan instruktur, resistensi peserta, dan kurangnya standarisasi sertifikasi. Meskipun demikian, program Kartu Prakerja berkontribusi signifikan dalam mendukung target SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas serta tantangan implementasi program reskilling dan upskilling di Indonesia.Indonesia menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan di mana peningkatan kuantitas tenaga kerja tidak diikuti dengan peningkatan kualitas, yang menyebabkan tingginya pengangguran dan dominasi sektor informal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program reskilling dan upskilling pemerintah Indonesia, khususnya Program Kartu Prakerja, dalam mengatasi kesenjangan keterampilan dan kontribusinya terhadap pencapaian SDG 8. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan kuantitatif deskriptif menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan tenaga kerja dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 96,8% dan pengakuan peningkatan keterampilan sebesar 88,92%, serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 4,76% pada Februari 2025. Namun, program ini masih menghadapi kendala seperti keterbatasan instruktur, resistensi peserta, dan kurangnya standarisasi sertifikasi. Meskipun demikian, program Kartu Prakerja berkontribusi signifikan dalam mendukung target SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Temuan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas serta tantangan implementasi program reskilling dan upskilling di Indonesia
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB-C DHARMA ASIH PONTIANAK
The quality of life for children is largely determined by fulfilling balanced nutrition during the process of growth and development. Nutritional problems in children with special needs who have intellectual limitations tend to be obese. From the results of previous research on SDLB-C Dharma Asih children, it was found that the majority of children had over-nutritional status and were obese. Therefore, parents need a good understanding regarding the fulfillment of balanced nutrition. One method that can be used is through educational seminars regarding the fulfillment of balanced nutrition. To determine the level of knowledge of respondents, pre and posttest questionnaires were filled out. The results of the questionnaire show that there is a difference in parents' knowledge before and after providing education regarding balanced nutrition for children with special needs at SDLB-C Dharma Asih (p 0.40 < 0.05). The method used is felt to be beneficial for parents. In the future, it is hoped that more parents will be able to participate in educational activities. Another solution that can be implemented is providing education indirectly to parents through distributing leaflets or sticking up posters related to balanced nutrition and caring for children with special needs