Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
733 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI DEEP BREATHING EXERCISE DENGAN CORE STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 1 MATESIH
Remaja putri sering mengalami nyeri saat menstruasi atau disebut dengan dismenore. Dismenore yang sering terjadi adalah dismenore primer dimana dirasakan saat hari pertama atau selama menstruasi di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%) yang terdiri dari 59,671 jiwa (54,89%) mengalami dismenore primer. Rasa nyeri saat menstruasi ini dirasakan disekitar bagian bawah perut yang mengakibatkan kesulitan berjalan, tidak nafsu makan, mual, muntah, bahkan sampai pingsan. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi deep breathing exercise dengan core strengthening exercise terhadap dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Matesih. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental design dengan jenis one group pre tes and post test design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini WaLLID. Penelitian ini dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p=<0,005) hal ini bermakna bahwa ada pengaruh pemberian kombinasi deep breathing exercise dengan core strengthening exercise terhadap dismenore pada remaja putri di SMP N 1 Matesih
PENGARUH GERAKAN SENAM IRAMA TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TKIT ‘AISYIYAH LABAN MOJOLABAN SUKOHARJO
Latar belakang; Perkembangan motorik kasar pada anak merupakan suatu proses aktifitas fisik yang selalu berhubungan dengan gerak meliputi penggunaan otot-otot besar dan kecil yang melibatkan otot, saraf, dan otak yang terdiri dari unsur keterampilan. Aktifitas fisik yang melibatkan kerja dari otot besar dapat mengoptimalkan perkembangan motorik kasar seperti pada kegiatan olahraga, menari, modeling, dan drama. Salah satu modalitas fisioterapi untuk meningkatkan motorik kasar pada anak yaitu dengan pemberian senam irama. Tujuan; Mengetahui adanya pengaruh pemberian senam irama terhadap peningkatan motorik anak usia 4-5 tahun di TKIT ‘Aisyiyah Laban Mojolaban Sukoharjo. Metode; Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian iniadalah semua anak yang berusia 4-5 tahun di TKIT ‘Aisyiyah Laban Mojolaban Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi, dengan responden sebanyak 25 anak diberikan perlakuan selama 2 minggu setiap minggu 2 kali pertemuan. Pengukuran motorik kasar menggunakan TGMD-2. Hasil; Hasil penelitian menggunakan uji Paired T-Test diketahui bahwa hasil pengukuran motorik kasar dengan TGMD-2 sebelum dan sesudah diberikan senam irama diperoleh hasil signifikan dengan nilai p=0,001 (p<0,005). Kesimpulan; Adanya pengaruh pemberian senam irama terhadap peningkatan motorik kasar anak usia 4-5 tahu
Strategi Human Capital Development Guna Membangun Sustainable Organization dengan Maqasid Syariah Pada Pegawai Kementrian Agama Kabupaten Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan sumber daya manusia (Human Capital Development) dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dengan pendekatan Maqasid Syariah pada pegawai Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan human capital yang efektif melibatkan pelatihan berkelanjutan, peningkatan kompetensi profesional, dan penanaman nilai-nilai syariah dalam budaya organisasi. Implementasi Maqasid Syariah dalam pengembangan sumber daya manusia tidak hanya meningkatkan kinerja pegawai tetapi juga memastikan kesejahteraan holistik yang mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial.Hasil penelitian mengungkapkan beberapa temuan penting: (1) Pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai syariah telah meningkatkan motivasi dan produktivitas pegawai; (2) Peningkatan kompetensi profesional melalui program pengembangan karir telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik; (3) Penanaman nilai-nilai Maqasid Syariah dalam budaya organisasi telah menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan beretika tinggi. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan pegawai dalam pengambilan keputusan strategis memperkuat komitmen mereka terhadap tujuan organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yang diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pemerintah lainnya.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan sumber daya manusia (Human Capital Development) dalam membangun organisasi yang berkelanjutan dengan pendekatan Maqasid Syariah pada pegawai Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan human capital yang efektif melibatkan pelatihan berkelanjutan, peningkatan kompetensi profesional, dan penanaman nilai-nilai syariah dalam budaya organisasi. Implementasi Maqasid Syariah dalam pengembangan sumber daya manusia tidak hanya meningkatkan kinerja pegawai tetapi juga memastikan kesejahteraan holistik yang mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial.Hasil penelitian mengungkapkan beberapa temuan penting: (1) Pelatihan berkelanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai syariah telah meningkatkan motivasi dan produktivitas pegawai; (2) Peningkatan kompetensi profesional melalui program pengembangan karir telah berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik; (3) Penanaman nilai-nilai Maqasid Syariah dalam budaya organisasi telah menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan beretika tinggi. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan pegawai dalam pengambilan keputusan strategis memperkuat komitmen mereka terhadap tujuan organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yang diharapkan dapat menjadi model bagi lembaga pemerintah lainnya.
Kata kunci: Human Capital Development, Sustainable Organization, Maqasid Syariah, Kementerian Agam
Studi Korelasi Persepsi Risiko Bencana dengan Kesiapsiagaan Banjir pada Masyarakat di Bantaran Sungai Bengawan Solo
Latar Belakang: Salah satu bentuk ancaman yang dihadapi Indonesia adalah bencana alam, dalam hal ini banjir. Sepanjang tahun 2021 hingga 2023, berbagai kejadian banjir dilaporkan terjadi dan berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk Surakarta. Menurut BPBD Surakarta terkena banjir karena berada di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo yang sering banjir di kala musim hujan, dan berdampak pada kesehatan. Dampak banjir yang banyak yaitu di Kelurahan Sangkrah. Untuk meminimalisir dampak tersebut maka diperlukan kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan individu dipengaruhi oleh persepsi risiko bencana. Masyarakat di Sangkrah persepsinya tinggi, sedangkan kesiapsiagaannya kurang siap. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan persepsi risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat di Kelurahan Sangkrah. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel didapatkan dari perhitungan rumus Slovin yaitu 82 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner skala guttman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat di Kelurahan Sangkrah Kota Surakarta. Hasil uji Rank Spearman didapatkan koefisien korelasi (r) = 0,614 arah hubungan yang positif dengan nilai signifikasi 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi risiko bencana dengan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat di Kelurahan Sangkrah Kota Surakarta
Meningkatkan Kontrol Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Melalui Transformasional Leadership: Literature Review
Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat akhir memasuki fase banyak tekanan dan tuntutan untuk menyelesaikan studi. Tekanan dan tuntutan menjadi stresor yang berpengaruh dan menyebabkan kecemasan. Stresor yang dihadapi seperti proses pengerjaan tugas akhir yang dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Mahasiswa memerlukan metode dalam mengatasi masalah stresor yang terjadi seperti pengaplikasian Transformasional Leadership (TL) dengan metode motivasi dan dorongan untuk menajemen masalah stresor. Mahasiswa dapat menerapkan TL sebagai ketrampilan untuk menyelesaikan masalah. Terutama dalam mengatasi kecemasan akibat stresor yang terjadi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara atau upaya dalam meningkatkan kontrol kecemasan mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui TL. Metode: Pencarian artikel melalui Sciencedirect, PubMed, Ebsco Host, dan Google scholar dengan tahun terbit 2019 hingga 2024. Proses pencarian mengutamakan artikel lengkap dengan abstrak, penelitian kuantitatif, baik secara RCT ataupun Quasy Experimental, dianalisa menggunakan Arksey dan O'Malley scoping review. Hasil: Kepemimpinan transformasional dalam mengatasi kontrol kecemasan pada mahasiswa keperawatan tingkat terangkum dalam komponen: 1) individual consideration, 2) inspirational motivation, 3) intellectual stimulation, and 4) idealistic influence. Kesimpulan: Pengaplikasian TL efektif dalam membantu mahasiswa yang mengalami kecemasan menjalani proses perkuliahan tingkat semester akhir dan membantu mahasiswa dalam mengontrol kecemasan
Studi Korelasi Pengetahuan dan Sikap Perawat mengenai Pemanfaatan Nyamuk Wolbachia sebagai Upaya Pencegahan DBD di Kabupaten Sumedang
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik dengan angka kematian tinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumedang. Teknologi Wolbachia, yang terbukti efektif menekan penularan virus dengue, diperkenalkan sebagai inovasi pengendalian DBD. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang berperan penting dalam edukasi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat terkait pemanfaatan nyamuk Wolbachia dalam pencegahan DBD di Kabupaten Sumedang. Metode: Desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasional digunakan dengan 297 perawat yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (74%) dan sikap negatif (61%). Analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,303; r = 0,060). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap pemanfaatan nyamuk Wolbachia. Untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan perawat, diperlukan edukasi berbasis bukti, pelatihan teknis, dan kampanye yang terstruktur. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan program sosialisasi untuk mendukung implementasi teknologi Wolbachia sebagai upaya pencegahan DBD
PENGARUH MC KENZIE CERVICAL EXERCISE TERHADAP NECK PAIN AKIBAT FORWARD HEAD POSTURE DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA PEKERJA KANTOR
Latar belakang: Neck pain merupakan spasme atau ketegangan otot pada area leher yang menyebabkan keterbatasan pergerakan leher jadi fungsional leher akan terhambat. Mc kenzie Cervical Exercise merupakan latihan untuk mengurangi rasa nyeri pada leher juga dapat meningkatkan fleksibilitas otot leher, dapat membantu dalam peningkatan range of motion yang terbatas, pengurangan spasme pada otot. Tujuan: Mengetahui tentang pengaruh mc kenzie cervical exercise terhadap neck pain akibat forward head posture di masa pandemi covid 19 pada pekerja kantor. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan one group pre and post test dengan jumlah sampel 25 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale. Intervensi Mc Kenzie Cervical Exercise dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 minggu. Analisis data menggunakan uji pengaruh Marginal Homogenity. Hasil: Marginal Homogenity test berdasarkan pengukuran nyeri menggunakan NRS terhadap neck pain pada pekerja kantor sebelum dan sesudah perlakuan, menunjukkan hasil signifikansi p=0,001 yang berarti (p<0.05). Kesimpulan: Ada pengaruh Mc Kenzie Cervical Exercise terhadap Neck Pain akibat Forward Head Posture di masa pandemi covid 19 pada pekerja kantor
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN STOK (SIPN) DALAM PENGELOLAAN STOK
Di era digitalisasi saat ini, para pelaku usaha dituntut untuk dapat melakukan inovasi dan perkembangan sistem. Tidak terkecuali pada industri percetakan dan penerbitan. Dalam pengelolaan stok Lembar Kerja Siswa atau LKS Putra Nugraha masih dilakukan secara manual. Maka program pengabdian ini menawarkan solusi sebuah Sistem Informasi Manajemen Stok (SIPN) dalam pengelolaan stok mitra. Product clustering dapat membantu perusahaan dalam mengontrol stok produk di gudang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode wawancara, pelatihan dan pendampingan dalam kegiatannya. Dari hasil kegiatan, mitra mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi terkait manajemen stok yang masih belum baik dengan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Stok (SIPN) yang ditawarkan. Mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru di era perkembangan digital yang menuntut semua pelaku usaha untuk melakukan inovasi baru
PENINGKATAN KUALITAS TIDUR DENGAN BENSON’S RELAXATION TECHNIQUES DI POSYANDU LANSIA SERUNI 29 JEBRES SURAKARTA
Pada tahap perkembangan lanjut usia, banyak sel tubuh yang hilang. Ini menyebabkan metabolisme sel tubuh menurun, yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh, perubahan komposisi tubuh, dan penurunan kesehatan dan kekuatan fisik. Sulit untuk tidur, sering terbangun di malam hari, dan merasa tidak segar saat bangun tidur adalah salah satu masalah yang muncul. Terapi farmakologis biasa digunakan untuk mengatasi permasalahan diatas, namun pemberian obat yang diberikan secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Untuk itu diperlukan terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia yang efektif dan aman, salah satunya adalah Benson’s Relaxation Techniques. Teknik relaksasi ini dipilih selain untuk meningkatkan aktivitas spiritual pasien juga untuk mengatasi masalah ketidaknyamanan, salah satunya kualitas tidur yang terganggu. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai permasalahan yang mugkin saja terjadi pada lansia khususnya mengenai gangguan terhadap kualitas tidur dan bagaiaman cara pencegahannya menggunakan magement Benson’s Relaxation Techniques. Metode yang digunakan adalah edukasi penyuluhan, diskusi, pelatihan, demonstrasi, dan evaluasi yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Seruni 29 pada 09 Maret 2024 dengan media Leaflet. Hasil pengabdian ini para seluruh lansia yang mengikuti kegiatan 100% mengalami peningkatan wawasan dan pengetahuan mengenai gangguan kuliatitas tidur dan management penggunakan Benson’s Relaxation Techniques. Diharapkan para lansia mampu menerapkan dan mempraktikkan sendiri sebagai homeprogra
Effect Walking Exercise In Patient With Diabetic Peripheral Neuropathy : A Follow Study
High blood sugar levels are a symptom of diabetes mellitus (DM), a metabolic condition brought on by insulin insufficiency as a result of pancreatic dysfunction and insulin resistance. Reduced perception of touch, warmth, pain, and proprioceptive input are symptoms of diabetic peripheral neuropathy (DPN), which impairs perception of ambulation and raises the risk of falls. A doctor diagnosed the patient, a 62-year-old woman, with type 2 diabetes ten years ago. The patient is free of cerebral ataxia, neurological, and cardiovascular conditions, and is able to walk without the need for assistance. It was noted that the patient had fallen once in the previous twelve months. The patient has good verbal comprehension skills. Between the patients who exercised walking and those who did not, there was a notable difference. The sixth exercise, when the score displays the maximum number, is where the average training score indicates improvement. The T6 score on the MNSI exam revealed a value of 1.5. Pain during rest, standing, walking, and during vigorous activity all showed a maximum decline in measurements at T6. Similar to previous measurements, T6 is where the maximum value is found. Walking is thought to help diabetes patients with peripheral neuropathy with their balance, strengthen their lower limb muscles, reduce discomfort, enhance cognitive function, enhance psychosocial elements, enhance quality of life, and enhance social interaction