UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Skizofrenia Pada Gangguan Presepsi Sensorik: Halusinasi Pendengaran Kepada Klien Tn.M Di Ruangan Nuri Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Grogol Jakarta Barat
Pendahuluan: Skizofrenia merupakan sekelompok reaksi psikotik yang mempengaruhi berbagai area fungsi individu, termasuk berpikir, berkomunikasi, merasakan, dan mengekspresikan emosi, serta gangguan otak yang ditandai dengan pikiran yang tidak teratur, delusi, halusinasi, dan perilaku aneh, dengaan diberika Asuhan keperawatan yang tepat membantu dalam proses menguranggi halusinasi pendengaran yang dialami pasien,dengan pemberian terapi nonfarmakologi seperti cara menghardik halusinasi, bercakap-cakap, melakukan aktivitas dan patuh minum obat.
Tujuan: Secara umum tujuan dari penulisan Karya Ilmua Akhir Ners ini adalah untuk memaparkan Asuhan keperawatan, menganalisis gambaraan kasus pasien. Menganalisis Asuhan keperawatan dan menganalisis praktik pengelolaan pasien dengan masalah Skizofrenia dengan gangguan presepsi sensorik: Halusinasi pendengaran.
Metode: Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara dari pasien langsung dan beberapa perawat serta narasumber lainnya dan juga ada artikel-artikel yang telah dipilih dan dianalisis dari beberapa sumber sehingga menjadi bahasan baru.
Hasil: Ditemukan bahwa pemberian Asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengsn gsnggusn presepsi sensorik halusinasi pendengaran efektif dalam menbantu mengurangi halusinasi pendengaran dan membuat pasien lebih nyaman.
Kata Kunci: Skizofrenia, Halusinasi pendengaran, Gangguan presepsi sensori
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.A.M DENGAN GANGGUAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI RUANGAN FRANSISKUS RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON
IMPLEMENTASI CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) DALAM PENDETEKSIAN KONDISI BAN MOBIL UNTUK KEAMANAN BERKENDARA
Kendaraan bermotor, termasuk mobil, adalah sarana transportasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari di seluruh dunia. Teknologi pendeteksian otomatis yang menggunakan algoritma Deep Learning, khususnya Convolutional Neural Networks (CNN), telah menarik perhatian dalam konteks ini. Data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari situs Kaggle yang terdiri dari 1028 gambar ban mobil pada tahun 2021.
Membuat sistem pendeteksian kondisi ban mobil untuk keamanan berkendara menggunakan CNN sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan perbaikan atau penggantian ban mobil lebih awal.
Pada tugas akhir ini menggunakan confusion matrix yang digunakan untuk mengukur kinerja sebuah model atau sistem klasifikasi dengan membandingkan hasil prediksi dengan hasil sebenarnya dari data uji. Dengan menggunakan algoritma CNN dan metode confusion matriks, tingkat keakuratan aplikasi mencapai nilai 82%.
Kata Kunci: Kendaraan Bermotor, Deep Learning, CNN, Confusion Matrix, Ban Mobil
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RS GUNUNG MARIA TOMOHON
Latar Belakang : Hiperbilirubin adalah warna kuning yang dapat terlihat pada sklera, selaput lendir, kulit, atau organ lain akibat penumpukan bilirubin.
Peningkatan kadar bilirubin terjadi pada hari ke-2 dan ke-3 dan mencapai puncaknya pada hari ke-5 sampai hari ke-7, kemudian menurun kembali pada hari ke-10 sampai hari ke-14 (Dewi, 2014).
Tujuan : Karya ilmiah akhir Ners ini dapat mengetahui gambaran masalah Asuhan Keperawatan pada bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia.
Metode : Pelaksanaan Asuhan Keperawatan dilakukan dengan perencanaan keperawatan yang dilakukan selama 3 x 24 jam.
Hasil : Asuhan Keperawatan dalam kasus hiperbilirubinemia dinilai dari kriteria hasil dan dievaluasi didapati masalah keperawatan teratasi dibuktikan dengan Ikterus neonatus
Kesimpulan : Kasus Hiperbilirubinemia pada pasien kelolaan teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan.
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Hiperbilirubinemi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.B.T DENGAN GOUT ARTHRITIS DI BPSLUT SENJA CERAH PANIKI
Latar Belakang: Gout arthritis adalah penyakit yang mengakibatkan nyeri pada sendi akibat menumpuknya kristal asam urat berlebih yang tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh
dikarenakan gangguan metabolisme purin. Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi tubuh, hal ini menyebabkan lansia beresiko tinggi menderita penyakit kronik degeneratif seperti gout arthritis. Asuhan keperawatan yang komprehensif diberikan untuk mengatasi nyeri dan meminimalisir resiko infeksi.
Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada klien dengan gout arthritis di BPSLUT Senja Cerah Paniki.
Metode: Menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Hasil: Peneliti menemukan tiga masalah keperawatan yang diangkat sebagai diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut, gangguan pola tidur, dan resiko jatuh. Setelah dilakukan
asuhan keperawatan selama tiga hari, terdapat perubahan dimana masalah keperawatan nyeri dan gangguan pola tidur teratasi dengan keluhan nyeri dan sulit tidur menurun serta
resiko jatuh teratasi sebagian.
Kesimpulan: pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif dapat mengatasi masalah keperawatan yang dialami klien.
Kata Kunci: Gout Arthritis, Asam Urat, Lansia, Asuhan Keperawatan
Kepustakaan: 8 buku, 32 jurna
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA TOMOHON
Lewat otonomi daerah pemerintah pusat memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk dapat mengembangkan daerahnya tanpa bergantung pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan kekayaan serta potensi yang ada di dalam daerahnya demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Sumber pendanaan suatu daerah terdiri dari beberapa komponen, yang salah satunya yaitu pendapatan asli daerah. Dalam pendapatan asli daerah juga terdiri dari beberapa komponen penunjang. Pajak daerah juga merupakan salah satu komponen penunjang dalam pendapatan asli daerah. Pajak daerah terdiri dari beberapa komponen dan satu diantaranya yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas dan kontribusi dari
Efektivitas merupakan ukuran tentang berhasil atau tidaknya sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Kontribusi merupakan iuran atau sumbangan yang diberikan suatu entitas atau organisasi dalam rangka memajukan entitas atau organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan efektivitas dari penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Tomohon di tahun 2017-2021 sudah dapat dikategorikan efektif, karena presentasenya ada yang telah mendekati 100% dan ada pula yang sudah melebihi 100%. Sedangkan, untuk kontribusi dari penerimaan BPHTB terhadap PAD Kota Tomohon dari tahun 2017-2021 menunjukkan masih sangat kurang.
Kata Kunci: Efektivitas, Kontribusi, BPHTB, Pendapatan Asli Daera
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGONTROLAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA EHE KEPULAUAN BANGKA KECAMATAN LIKUPANG TIMUR
Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan kematian di dunia dan penderita hipertensi terbanyak terdapat di negara-negara berkembang. Data dari World Health Organization. Hipertensi juga tercatat sebagai penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang paling banyak di diagnosis dan berada pada urutan ke dua berdasarkan data 10 penyakit menonjol tahun 2022 di dinas kesehatan minut sebanyak 996 kasus setelah ISPA dengan 6602 kasus Menurut Dinkes Minut,tahun 2022.
Tujuan: Untuk mengatahui faktor faktor yang berhubungan dengan Aktivitas fisik,dukungan keluarga,peran petugas kesehatan dengan pengontrolan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik/kuantitatif,dengan pendekatan deskriptif korelasi dan mengunakan uji chi square.Teknik pengambilan sampel yaitu Total sampling n=53.
Hasil:Dalam penelitian ini berdasarkan hasil analisis chi square menunjukan nilai pvalue aktivitas fisik,dukungan keluarga melebihi dari >0,005maka Ho diterima dan Ha ditolak sedangkan Peran petugas kesehatan kurang dari <0,005 maka Ha diterima dan Ho di tolak.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang singnifikan antara Aktivitas fisik,dukungan keluarga dengan pengontrolan tekanan darah tapi terdapat juga hubungan antara peran petugas kesehatan dengan pengontrolan tekanan darah penderita hipertensi di desa Ehe
Kata kunci: Aktivitas fisik,dukungan keluarga peran petugas kesehatan, pengontrolan tekanan darah
Kepustakaan :25 Jurnal
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGANHIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TATELI SATU
Latar Belakang : Hipertensi adalah penyakit kardiovaskular yang menandakan sebuah kondisi tekanan darah tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Seiring bertambahnya usia timbulnya berbagai masalah mungkin akan terjadi diantaranya gangguan kualitas tidur. Tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologis yang memiliki pengaruh dalam memulihkan kondisi tubuh dari kegiatan yang di lakukan.
Tujuan : Diketahui hubungan kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia di Desa Tateli Satu.
Metode : Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia dengan hipertensi yang berada di Desa Tateli Satu. ditentukan menggunakan total sampling sehingga sampel berjumlah 55 orang lansia.
Hasil : Hasil analisis uji chi-square dengan p value >0,05 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan hipertensi pada lansia di Desa Tateli Satu.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kulitas tidur dengan hipertensi
Kata Kunci: Kualitas Tidur, Hipertensi, Lansi
IDENTIFIKASI BAHAYA KERJA DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI UD. RIORIA LANGOWAN
Pengolahan kayu adalah industri yang terdiri dari berbagai tahap kerja yang melibatkan sejumlah bahaya potensial. Identifikasi dan penilaian bahaya yang tepat adalah langkah penting untuk dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja yang terkait dengan pekerjaan ini. Salah satu metode yang umum digunakan dalam upaya ini ialah Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC). Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran umum tentang penggunaan metode HIRARC dalam identifikasi bahaya kerja di pengolahan kayu. Metode HIRARC melibatkan beberapa langkah untuk mengidentifikasi bahaya, mengevaluasi resiko yang terkait, dan mengendalikan resiko tersebut. Langkah terakhir dalam metode HIRARC ialah pengendalian resiko yang melibatkan langkah-langkah untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya, serta mengimplementasikan tindakan pencegahan dan perlindungan yang sesuai. Selain itu dapat melibatkan perubahan dalam metode kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan pekerja, atau perbaikan fasilitas kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode HIRARC dapat efektif digunakan dalam identifikasi bahaya kerja di pengolahan kayu. Dengan melalui langkah-langkah yaitu setelah identifikasi bahaya dapat menilai bahaya yang terjadi dan dapat mengendalikan resiko secara lebih baik, sehingga meningkatkan keselamatan dan kesehatan para pekerja.
Kata Kunci : Identifikasi bahaya kerja, HIRARC, pengolahan kayu, identifikasi bahaya,penilaian resiko, pengendalian resiko