UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN IKAN CAKALANG FUFU MENGGUNAKAN METODE PENGASAPAN DI DESA TAMBALA KAMPUNG BARU KABUPATEN MINAHASA
Ikan cakalang fufu merupakan suatu produk olahan makanan yang menggunakan bahan dasar daging ikan cakalang yang diolah menggunakan metode pengasapan dengan cara dijepit dengan kerangka bambu.
Pengasapan merupakan salah satu cara pengawetan yang memanfaatkan sumber panas yang berasal dari asap hasil pembakaran bahan organik seperti kayu dan sabut kelapa. Pada umumnya, jenis pengasapan yang sering digunakan yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin.
Dalam sektor pertanian ada komoditi yang sifatnya mudah mengalami pembusukan (Perishable Food) jika tidak mendapat penanganan yang tepat, sehingga perlu adanya perlakuan seperti pengolahan, pengawetan, pengemasan dan manajemen mutu untuk menambah dan menghasilkan nilai tambah hingga harga produk komoditas menjadi tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai tambah yang diperoleh pelaku usaha melalui proses pengolahan ikan cakalang fufu menggunakan metode pengasapan di Desa Tambala Kampung Baru Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari pengolahan ikan cakalang fufu. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena data yang terkumpul dianalisis berdasarkan angka.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rasio nilai tambah beberapa pelaku usaha di Desa Tambala melalui pengolahan ikan cakalang fufu belah lebih besar yaitu 25,70% dengan nilai tambah sebesar Rp 130.413 dari pada pengolahan ikan cakalang fufu utuh dengan rasio nilai tambah sebesar 13,15% dengan nilai tambah sebesar Rp 63.163.
Kata Kunci : Ikan Cakalang Fufu, Pengasapan, Nilai Tambah
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM RESPIRASI : PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON
Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan yang menyebabkan adanya sumbatan pada aliran napas dan dapat mengancam jiwa. Pasien PPOK akan mengalami kelemahan otot inspirasi dan disfungsi otot yang berkontribusi terjadinya sesak nafas. Tujuan : Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk memaparkan analisis asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem respirasi penyakit paru obstruktif kronik di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
Metode : Penulisan ini menggunakan metode studi kasusyang diambil dari pasien di ruang Paula RS Gunung Maria Tomohon
Hasil : Hasil akhir evaluasi terkait intervensi yang dilakukan untuk mengatasi diagnosis keperawatan dirumuskan dan dinilai berhasil hal ini dibuktikan dengan napas berkurang, batuk berkurang
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, PPOK
Kepustakaan : 4 Buku, 10 jurna
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL DAN TRAUMA MASA LALU BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA KELOMPOK DEWASA MUDA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB PEREMPUAN MANADO DI TOMOHON
Latar Belakang: Kecemasan sosial memiliki dampak signifikan pada kehidupan seseorang, baik dampak secara fisik maupun emosional. Dampak dari perubahan tersebut termasuk perilaku yang berubah, seperti menghindar dari lingkungan, kesulitan berkonsentrasi dalam melakukan aktivitas. Sebagai hasilnya, dampak kecemasan sosial pada seseorang dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan dengan cara yang merugikan. Dengan demikian dampak kecemasan sosial yang ditimbulkan pada seseorang itu tidak hanya terbatas pada aspek psikologis, tetapi juga memengaruhi kesehatan fisik secara signifikan.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor lingkungan dan trauma masa lalu berhubungan dengan tingkat kecemasan sosial pada kelompok dewasa awal muda.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah warga binaan yang berusia 20-30 tahun dengan jumlah sampel 35 orang di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Manado di Tomohon dengan waktu penelitian Mei-Juli 2023.
Hasil: Data statistik yang diperoleh, menunjukkan untuk hasil korelasi antara faktor lingkungan dengan tingkat kecemasan sosial dengan hasil p value 0,035 yang dimana nilai tersebut kurang dari nilai signifikan α<0,05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara kedua variable tersebut dan selanjutnya untuk trauma masa lalu dengan tingkat kecemasan sosial mendapatkan hasil p value 0,001 dimana nilai tersebut kurang dari nilai signifikan α<0,05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara kedua variable tersebut.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dan trauma masa lalu dengan tingkat kecemasan sosial pada warga binaan di lapas.
Kata Kunci: Faktor lingkungan, faktor trauma masa lalu, tingkat kecemasan sosial.
Kepustakaan: Buku dan Jurnal (2018-2023
Penerapan Intervensi Edukasi Berbasis Vidio Animasi Dalam Asuhan Keperawatan Keluarga Gangguan Pola Tidur Terhadap Kecanduan Game Online Di Desa Termaal Likupang Barat
Latar Belakang: Game online adalah permainan memakai jaringan internet menggunakan smartphone dan PC (personal computer) yang dapat mengakses game secara bersamaan dengan pemain lain tanpa bertemu serta dapat bermain diwaktu yang
sama. Remaja lebih dapat terpengaruh dalam bermain game online. Bermain game online dapat terjadinya gangguan pola tidur dan mampu menyebabkan daya tahan tubuh
menurun sehingga tubuh menjadi lemah, juga menurunnya konsentrasi. Tujuan : Pemberian asuhan keperawatan keluarga ini bertujuan untuk mengedukasi remaja yang kecanduan game online terhadap pola tidur. Metode : Asuhan keperawatan ini menggunakan metode edukasi berbasis vidio animasi
desain penelitian Pre Eksperimen (One Group pre test – post test design). Jumlah 3 klien. Hasil: Hasil evaluasi bahwa dengan pemberian edukasi selama 7 hari pada klien J.R,
B.K, F.R kualitas tidur dapat meningkat Kesimpulan: Setelah diberikan edukasi pola tidur dan kecanduan game online dapat
berpengaruh pada pengetahuan pada klien
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI TRANCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN TRAKSI- TRANSLASI TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PADA KASUS CAPSULITIS ADHESIVA
Latar Belakang: Capsulitis Adhesiva atau sering disebut dengan bahu beku merupakan kondisi dimana terjadi peradangan pada bahu yang ditandai dengan adanya nyeri dan keterbatasan lingkup gerak sendi. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksaan fisioterapi untuk mengurangi nyeri menggunakan Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada kondisi Capsulitis Adhesiva dan penatalaksanaan fisioterapi Traksi-Translasi untuk meningkatkan lingkup gerak sendi pada kasus Capsulitis Adhesiva. Metode: Studi kasus yang dilakukan kepada seorang responden yang berumur 64 tahun dengan keluhan nyeri pada bahu sebelah kiri. Hasil: Setelah mendapatkan penanganan fisioterapi menggunakan modalitas Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Traksi-Translasi sebanyak 8 kali terapi dan dievaluasi menggunakan Visual Descriptive Scale (VDS) dan Goniometer, menunjukan adanya penurunan tingkatan nyeri dan adanya peningkatan lingkup gerak sendi dirasakan pasien yang awalnya pada terapi pertama pasien merasakan nyeri diam 1, nyeri gerak 4, nyeri tekan 3 dan pada terapi ke delapan didapatkan skor nyeri diam 1, nyeri gerak 2, nyeri tekan 2, kemudian pada lingkup gerak sendi pada terapi pertama didapatkan nilai Exorotasi (30° - 0°), Abduksi (80° - 0°), Endorotasi (0°- 35°) dan pada terapi ke delapan didapatkan nilai Exorotasi (50° - 0°), Abduksi (110° - 0°), Endorotasi (0°- 45°). Kesimpulan: dengan dilakukannya penanganan fisioterapi menggunakan modalitas Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Traksi-Translasi yang dilakukan sebanyak 8 kali terapi didapatkan hasil adanya penurunan tingkatan nyeri dan adanya peningkatan lingkup gerak sendi
Kata kunci : Capsulitis Adhesiva, Trancutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS),Traksi-Translasi
Kepustakaan : 7 Jurnal (2016-2022), 10 E-book (2011-2021)
ANALISIS HUBUNGAN FAKTORDUKUNGAN KELUARGA DAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI KELOMPOK DEWASA AWAL DI LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA MANADO
Latar B e lakang : Masalah Psikososial seperti cemas kekhawatiran yang berlebihan merasa
takut dan selalu merasa rendah diri, marah, agresif dan tidak bisa kontrol diri merupakan suatu masalah yang masih banyak terjadi dimasyarakat terlebih khusus pada kelompok dewasa awal usia 20-30 tahun. Dari permasalahan yang terjadi ini kebanyakan individu tidak ada cara dalam menyelesaikan suatu masalah atau kurang memiliki strategi koping ya ng mengakibatkan stres pada kelompok dewasa.
Tujuan : Untuk Mengetahui hubungan faktor dukungan keluarga dengan mekanisme koping yang mempengaruhi tingkat kepercayaan diri pada kelompok dewasa awal
Me tode : Pada Penelitian ini menggunakan deskriptif Korelasi. Dengan pendekatan cross sectional. Tujuan untuk dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menguji faktor dukunga n keluarga dengan mekanisme koping yang mempengaruhi tingkat kepercayaan pada kelompok dewasa awal dalam rentang usia 20-30 tahun yang ada di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Manado di Tomohon, dengan waktu penelitian Mei-Juli 2023
Has il : Penelitian ini menggunkan uji spearmans’rho untuk menguji apakah ada hubungan antara mekanisme koping dengan kepercayaan diri. Dengan data statistic yang telah diperoleh, menunjukan p value = 0,235 yang dimana nilai tersebut lebih tinggi dari nilai signifikan α<0,05, maka H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kepercayaan diri kelompok dewasa awal dan selanjutnya nilai diperoleh, menunjukan p value = 0,581 yang dimana nilai tersebut lebih tinggi dari nilai signifikan α<0,05 maka H0 diterima yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga dengan Kepercayaan diri kelompok dewasa awal di lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Manado di Tomohon
Ke s impulan : Dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan antara Dukungan Keluarga dan Mekanisme Koping dengan Kepercayaan diri pada kelompok dewasa awal di lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Manado di Tomohon, faktor dukungan keluarga dan Mekanisme koping ternyata tidak menjadi faktor dominan yang mempengaruhi tingkat kepercyaan diri karena yang menjadi faktor utama yang meningkatkan kepercayaan diri pada kelompok dewasa awal di lapas yaitu dari faktor yang ada di lingkungan lapas seperti program-program yang ada yaitu program-program kreatifitas kerja dan, program pembinaan rohani serta dukungan dari teman sesama lapas dan petugas lapas. Yang dia mana dari faktor tersebut membuat kepercayaan diri para warga binaan lapas menjadi relatif bagus
Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Mekanisme Koping ,Tingkat Kepercayaan Diri
Kepustakaan : 9 buku dan 35 jurnal (2018-2023