UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERMAINAN SORTING COLOR TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK NEGERI PEMBINA BATUPUTIH KOTA BITUNG
Latar Belakang: Perkembangan kognitif pada anak usia dini sangat perlu diperhatikan melalui pendidikan yang benar. Banyak anak yang masih dikatakan memiliki masalah dengan perkembangan kognitif saat ini. Aspek perkembangan kognitif harus dikembangkan karena perkembangan kognitif mengacu pada berbagai proses mental, termasuk kapasitas untuk mengingat, bernalar, memunculkan ide, berfantasi, dan menjadi kreatif. Di Indonesia prevalensi anak balita mengalami keterlambatan perkembangan sekitar 7,51%.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh permainan Sorting Color terhadap perkembangan kognitif pada anak prasekolah di TK Negeri Pembina Batuputih Kota Bitung.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen dengan pendekatan pra-eksperimental dengan model desain one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak prasekolah kelompok B yang berusia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Batuputih dengan jumlah 50 anak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil: Hasil analisis data berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test bahwa ada perbedaan yang signifikan perkembangan kognitif anak sebelum dan sesudah intervensi permainan Sorting Color.
Kesimpulan: Pengaruh antara permainan Sorting Color terhadap perkembangan kognitif pada anak prasekolah meningkat.
Kata Kunci: Perkembangan Kognitif, Sorting Color
Kepustakaan: 8 buku dan 34 jurnal (tahun 2018-2023
Analisis Simulasi Sistem Antrian Pelayanan Terhadap Pelanggan Restoran Cepat Saji (Studi kasus : Kentucky Fried Chicken (KFC) Mega Mall Manado)
Untuk memberikan customer experience yang positif, industri makanan dan minuman membutuhkan sistem antrian yang efektif. Salah satu restoran cepat saji yang paling banyak diminati di pusat perbelanjaan adalah KFC Mega Mall Manado, dengan rata-rata antrean rata-rata 2 menit. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengukur kinerja sistem antrian dengan mempertimbangkan utilitas sibuk di tiga kasir dan memberikan proposal skenario terbaik untuk melakukan analisis simulasi sistem antrian di KFC Mega Mall Manado. Pengujian jenis sebaran data, keacakan, dan kecukupan data semuanya akan dilakukan sebagai bagian dari pengolahan data penelitian ini. Perangkat lunak ProModel akan digunakan dalam simulasi untuk membantu mendeskripsikan dan menganalisis sistem antrian yang ada setelah data diuji.
Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data historis mengenai waktu kedatangan dan waktu pelayanan pada kasir dari KFC Mega Mall Manado. Penulis melakukan pengumpulan data selama 12 hari dengan lama waktu pengambilan jam 11:00 - 14:00 WITA. Data ini kemudian dimanfaatkan untuk membangun model simulasi sistem nyata per satu jam yaitu pada jam 11:00 – 12:00, jam 12:00 – 13:00, dan jam 13:00 – 14:00 WITA dan masing-masing dibuatkan 2 skenario sebagai pembanding dengan mengubah beberapa parameter, seperti jumlah kasir yang tersedia dan waktu pelayanan rata-rata. Hasil simulasi sistem nyata pada jam 11:00-12:00 WITA didapat utilitas pada kasir 1 sebesar 33.44%, kasir 2 sebesar 39.92%, kasir 3 sebesar 51.42%, sedangkan skenario terbaik yaitu skenario 1 dengan pengurangan menjadi 2 kasir dengan hasil utilitas kesibukan pada kasir 1 sebesar 45.61% dan kasir 2 sebesar 46.40%.Hasil simulasi sistem nyata pada jam 12:00-13:00 WITA didapati utilitas kasir 1 48.13%, pada kasir 2 sebesar 84.35%, dan pada kasir 3 sebesar 67.60%, sedangkan skenario terbaik adalah skenario 2 dengan melakukan penambahan 1 kasir dengan hasil utilitas pada kasir 1 sebesar 37.83%, kasir 2 57.39%, kasir 3 67.56%, dan kasir 4 sebesar 48.63%. Hasil simulasi sistem nyata pada jam 13:00-14:00 WITA didapati utilitas kesibukan kasir 1 sebesar 56.72%, pada kasir 2 sebesar 67.81%, dan pada kasir 3 sebesar 69.04%, dengan skenario terbaik adalah skenario 2 dengan melakukan penambahan 1 kasir dan hasil utilitas kesibukan pada kasir 1 adalah 46.48%, kasir 2 sebesar 56.37%, kasir 3 sebesar 59.90%, dan kasir 4 sebesar 53.37.90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada jam 12:00-14:00 WITA dilakukan penambahan menjadi 4 kasir dan pengurangan menjadi 2 daripada jam 11:00-12:00 WITA.
Kata Kunci : Antrian, Simulasi,Promode
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA PULISAN TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PULISAN DI LIKUPANG TIMUR
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang potensial dan strategis dalam pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Dalam pengembangan pariwisata perlu adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan suatu daerah wisata. Penelitian dengan judul “Partisipasi Masyarakat Desa Pulisan terhadap Pengembangan Objek Wisata Pantai Pulisan di Likupang Timur” memiliki rumusan masalah tentang apa saja bentuk partisiapasi masyarakat Pulisan terhadap pengembangan objek wisata Pantai Pulisan dan faktor apa saja yang menghambat masyarakat Desa Pulisan untuk berpartisipasi di dalam pengembangan objek wisata Pantai Pulisan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa Pulisan, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Pulisan, dan Masyarakat Desa Pulisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat sangat berperan penting terhadap pengembangan objek wisata Pantai Pulisan yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan pemberdayaan sumber daya manusia Desa Pulisan. Ada beberapa bentuk partisipasi masyarakat diantaranya partisiapasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan, partisipasi masyarakat dalam pemantauan dan evaluasi, dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan hasil. Adapun faktor-faktor yang menghambat partisipasi masyarakat Desa Pulisan yaitu hambatan faktor internal yang berasal dari tingah laku dan pengetahuan masyarakat dan hambatan faktor eksternal yang berasal dari pemerintah atau stakeholder sebagai pembuat kebijakan masih perlu mengupayakan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pariwisata. Untuk mengatasi hambatan ini deperlukan kerja sama yang baik anatar pemerintah dan masyarakat Desa Pulisan agar pengelolaan objek wisata Pantai Pulisan dapat berkembang sehingga dapat mendatangkan banyak wisatawan yang akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat.
Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Pengembangan, Objek Wisata
PENGARUH PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)BERBASIS APLIKASI DAN SIMULASI TERHADAP KETERAMPILAN REMAJA DI DESA SION KECAMATAN TOMPASO BARU
Latar Belakang: Henti jantung menjadi masalah terbesar pada sistem kardiovaskuler yang bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa sampai menyebabkan kematian pada seseorang. Pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah metode yang cepat dan tepat bagi masalah tersebut sehingga penting untuk diketahui oleh masyarakat luas khususnya bagi remaja.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan RJP berbasis aplikasi dan simulasi terhadap keterampilan remaja di Desa Sion Kecamatan Tompaso Baru.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode pra-experimental menggunakan desain penelitian One Group Pre Test Post Test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 remaja berusia 13 – 19 tahun. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga jumlah responden adalah 15 remaja.
Hasil: Menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon dan memperoleh hasil yaitu nilai Z hitung 3.417 > Z tabel dengan nilai (1.96) dan nilai P -Value dengan nilai 0.001 < 0.05 yang artinya bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga ditemukan ada pengaruh yang signifikan antara keterampilan remaja sebelum dan setelah diberikan pelatihan RJP berbasis aplikasi dan simulasi.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara keterampilan remaja sebelum dan setelah diberikan pelatihan RJP berbasis aplikasi dan simulasi di Desa Sion Kecamatan Tompaso Baru.
Kata Kunci: Henti Jantung, Resusitasi Jantung Paru (RJP), Aplikasi Web, Simulasi, Keterampilan, Remaj
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA TN. E.R DENGAN VULNUS LASERATUM PARIETAL DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON
Latar Belakang : Dalam jurnal Edukasi Berbasis Nutrisi dan budaya pada penderita luka robek kronis (vulnus laceratum) yang ditulis oleh Huda, N., Febriyanti, E., & de Laura, D. tahun 2018, angka kejadian vulnus laceratum setiap tahun semakin meningkat. Sebuah penelitian terbaru di Amerika menunjukkan prevelensi pasien dengan vulnus laceratum adalah 3.500 per 1000 populasi penduduk. Mayoritas vulnus laceratum pada dunia adalah vulnus laceratum karena pembedahan/trauma (48.00%). Pada tahun 2009, sebuah asosiasi luka di Amerika melakukan penelitian tentang insiden luka di dunia berdasarkan etiologi penyakit, diperoleh data untuk luka bedah ada 110.30 juta kasus, luka trauma 1.110 juta kasus, luka lecet ada 20.40 juta kasus, luka bakar 10 juta kasus. (Martono, Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Jilid 1, 2012) 3 Penderita Vulnus Laceratum / luka robek menempati urutan ketiga jenis cedera terbanyak di Indonesia sebanyak 23,2%.
Tujuan : Untuk memaparkan analisis Asuhan keperawatan Gawat Darurat Pada Tn. E.R Dengan Vulnus Laseratum Parietal Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon
Metode : Penulisan ini menggukan metode studi kasus yang diambil dari klien di Ruangan Instalasi Gawat Darurat RS Gunung Maria
Hasil : Hasil akhir evaluasi terkait intervensi yang dilakukan untuk mengatassi diagnose keperawatan dirumuskan dinilai berhasil hal ini dibuktikan dengan Tingkat nyeri menurun, syok menurun, kerusakan jaringan menurun
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Vulnus Laseratu
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DAN SELF CARE TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BITUNG BARAT
Latar Belakang : Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit yang menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan partikel debu yang mengandung bakteri tuberculosis. Diperlukan strategi koping yang baik bagi setiap penderita TB Paru untuk menjalani pengobatan agar bisa sembuh dari penyakitnya. Selain perlu menggunakan strategi koping yang baik, peningkatan self care juga sangat bepengaruh pada kualitas hidup penderita TB Paru.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara strategi koping dan self care terhadap kualitas hidup penderita tb paru di wilayah kerja puskesmas bitung barat.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan desain korelasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas bitung barat. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita tuberculosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bitung Barat dengan jumlah sampel 53 responden penderita tuberculosis paru yang jumlah sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling.
Hasil : Diketahui bahwa penderita TB Paru diwilayah kerja puskesmas bitung barat memiliki strategi koping yang adaptif dan self care yang baik namun memiliki kualitas hidup yang buruk. Hasil korelasi dari strategi koping dan kualitas hidup menunjukkan p-value <0,05 (0.869) dan hasil korelasi dari self care dan kualitas hidup menunjukkan p-value = 0,123. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian H0 diterima dan Ha ditolak.
Kesimpulan : Tidak terdapat Hubungan antara Strategi Koping Dan Self Care Terhadap Kualitas Hidup Penderita TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bitung Barat.
Kata kunci : Tuberculosis, Strategi Koping, Self –Care, Kualitas Hidu