UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PENDAYAGUNAAN LIMBAH BUAH SEBAGAI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA BITUNG
PENGARUH DIGITAL STORYTELLING TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK DI KELURAHAN WOLOAN III KOTA TOMOHON
Latar Belakang : Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek yang saat ini ingin dicapai oleh anak usia dini, karena dengan kemampuan ini anak akan mudah berinteraksi dengan orang lain. Digital storytelling adalah salah satu kegiatan yang menarik bagi anak karena anak-anak sangat menyukai gambar, serta animasi yang berwarna karena melalui kegiatan ini anak akan menjadi tertarik untuk bertanya ketika mereka tidak memahami isi cerita dengan demikian anak akan mulai aktif untuk bertanya sehingga melatih kemampuan berbicara pada anak.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh digital storytelling terhadap kemampuan berbicara pada anak di Kelurahan Woloan III Kota Tomohon.
Metode : Metode yang digunakan adalah Pra-eksperiment dengan desain One Group Pre and Post Test Design. untuk melihat pengaruh digital sorytelling terhadap kemampuan berbicara pada anak. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil : Diketahui bahwa sebelum dilakukan pre test kemampuan berbicara pada anak menunjukan kategori kurang setelah diberikan digital storytelling kemampuan berbicara anak menunjukan kategori baik. Hasil analisis data bivariat menunjukan nilai Z -4810 dengan nilai p= 0.000 yang mana (p ≤ 0,05) maka ada pengaruh digital storytelling terhadap kemampuan berbicara pada anak.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh digital Storytelling terhadap kemampuan berbicara pada anak.
Kata Kunci : Kemampuan Berbicara, Digital Storytelling,
Kepustakaan : 6 Buku, 37 jurnal, 5 skripsi, 7 artikel (tahun 2017-2022
PENGARUH TERAPI PSIKOEDUKASI TERHADAP SELF – EFFICACY PADA PENDERITA TUBERCULOSIS PARU YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BITUNG BARAT
Latar Belakang : Tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis penderita. Terapi psikoedukasi adalah pemberian informasi kepada pasien untuk meningkatkan pemahaman seseorang tentang kondisi yang mereka miliki, sehingga penderita dapat menerima dan yakin dalam menjalani pengobatan dengan begitu penderita akan memiliki self – efficacy yang baik.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi psikoedukasi terhadap self – efficacy pada penderita tuberculosis paru yang sedang menjalani pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Bitung Barat.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan Kuasi Eksperimen dengan desain One Group Pre and Post Test Design untuk melihat pengaruh terapi psikoedukasi terhadap self – efficacy pada penderita tuberculosis paru yang sedang menjalani pengobatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan non – probability dengan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita tuberculosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bitung Barat dengan jumlah sampel 33 responden penderita tuberculosis paru dibantu oleh rumus federer. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian yaitu Wilcoxon sign test
Hasil : Diketahui bahwa sebelum dilakukan pre test self – efficacy penderita tuberculosis paru memiliki hasil kurang setelah diberikan terapi psikoedukasi dan diberikan post test menunjukan hasil baik. Hasil analisis data bivariat menunjukan p – value 0.01 ≤ 0.05 maka dinyatakan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima .
Kesimpulan : Terdapat Pengaruh Terapi Psikoedukasi Terhadap Self – Efficacy Pada Penderita Tuberculosis Paru Yang Sedang Menjalani Pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Bitung Barat
Kata kunci : Tuberculosis, Terapi Psikoedukasi, Self – Efficacy
Kepustakaan : 7 buku, 12 jurnal, 12 skripsi, 3 artikel (tahun 2019 – 2023
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PENANGANAN LUKA TERBUKA DENGAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA DI SMP NEGERI 1 TOMPASO
Pendahuluan: Luka terbuka sering terjadi pada anak-anak di sekolah, yang diakibatkan trauma saat bermain atau beraktifitas di sekolah. Walaupun sudah dilakukan penanganan oleh petugas Unit Kesehatan Sekolah (UKS), namun karena cara dan prosedurnya belum tepat sehingga berdampak pada proses penyembuhan yang menjadi lama dan bahkan pada beberapa kasus memerlukan tindakan lebih lanjut dipusat pelayanan kesehatan.
Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh pemberian edukasi dengan metode audio visual terhadap tingkat pengetahuan siswa dalam penanganan luka terbuka pada siswa SMP N 1 Tompaso.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperiment, one group pre test dan post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 72 siswa kelas IX di SMP N 1 Tompaso. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang diambil berdasarkan jumlah siswa pada saat itu yaitu 72 siswa kelas IX yang berada di SMP N 1 Tompaso
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon pada pengetahuan sebelum dan sesudah didapatkan p value 0,000 (< 0,05), yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga ditemukan keduanya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan luka terbuka dengan metode audio visual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMP N 1 Tompaso.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang penanganan luka terbuka dengan metode audio visual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMP N 1 Tompaso.
Kata Kunci: Edukasi, Penanganan Luka Terbuka, Audio Visual, Tingkat Pengetahuan, Sisw
EFEKTIVITAS SENAM ERGONOMIK TERHADAP EFIKASI DIRI DAN KADAR ASAM URAT PENDERITA GOUT ARTRITIS DI DESA TATELI TIGA
Latar Belakang: Penyakit degeneratif yang tidak menular seperti gout artritis biasanya berlangsung lama dan seringkali ditemui pada usia muda dan lansia. Efikasi diri dapat didefinisikan sebagai keyakinan pada kemampuan seseorang dalam melakukan tugas dengan hasil yang diinginkan. Senam ergonomik diberikan
3 kali seminggu kepada penderita gout artritis sebagai terapi nonfarmakologis untuk menurunkan kadar asam urat. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas senam ergonomik terhadap efikasi diri dan kadar asam urat terhadap penderita gout artritis di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, kabupaten Minahasa. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian quasy eksperiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi penderita gout artritis di Puskesmas tateli dan masyarakat Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa sebanyak 68 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: hasil analisa menggunakan uji Wilcoxon pada kadar asam urat sebelum dan sesudah intervensi didapatkan p- value 0,000 (<0,05), dan pada efikasi diri didapatkan hasil p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara senam ergonomik pada efikasi diri dan kadar asam urat penderita gout artritis sebelum dan sesudah diberikan senam ergonomik.
Kata Kunci: Efikasi diri, gout artritis, kadar asam ura
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KUALITAS TIDUR ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 1 TAHUNA
Latar Belakang : Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan seseorang, terutama bagi remaja. Namun sayangnya, banyak remaja mengalami masalah kualitas tidur yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur remaja termasuk penggunaan teknologi sebelum tidur, tingkat stres, pergaulan malam, serta peran orang tua dalam pengaturan jam tidur.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi guided imagery menggunakan media audiovisual terhadap kualitas tidur anak remaja di SMP Negeri 1 Tahuna
Metode : Penelitian kuantitatif desain quasi eksperimen tidak menggunakan kelompok kontrol melalui pendekatan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak remaja di SMP Negeri 1 Tahuna mulai dari kelas 7-9 berdasarkan hasil wawancara yang dengan kualitas tidur yang buruk berjumlah 105 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel 52 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil : Analisis univariat hasilnya nilai mean mengalami penurunan dari 7.56 sebelum diberikan intervensi menjadi 4.48 setelah diberikan intervensi, analisis bivariat uji wilcoxon didapatkan p-value 0,000 (p value<0,05) sehingga dapat dinyatakan Ha diterima artinya ada perbedaan antara kualitas tidur saat pre-test dan post-test.
Kesimpulan : Ada peningkatan kualitas tidur pada anak remaja di SMP Negeri 1 Tahuna setelah dilakukan intervensi artinya ada pengaruh terapi guided imagery terhadap kualitas tidur anak remaja di SMP Negeri 1 Tahuna.
Kata Kunci : Anak Remaja, Guided Imagery, Kualitas Tidu
METODE PELAKSANAAN PONDASI BORED PILE PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA TANAH COKLAT PANIK
PROSEDUR PENARIKAN ANGGARAN DIPA (DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN) DI POLRESTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA
PENGARUH SUHU PENCAMPURAN PADA SAAT PEMADATAN TERHADAP BERAT JENIS BENDA UJI CAMPURAN BERASPAL PANAS AC (ASPHALT CONCRETE)
Suhu merupakan faktor yang penting dalam proses pengujian pencampuran, hal ini dikarenakan aspal memiliki sifat thermoplastic. Maka dari itu, salah satu alasan yang menyebabkan kerusakan pada perkerasan lentur adalah proses pemadatan yang tidak dilakukan pada temperatur yang tepat. Dengan variasi suhu 130°C, 140°C, 150°C. Menggunakan aspal keras penetrasi 60/70, dan hasilnya akan dibandingkan dengan parameter marshall yang mengacu pada Spesifikasi Bina Marga Revisi 2 Tahun 2018.
Dengan hasil pengujian di Laboratorium dengan kadar aspal optimum 8,5% dengan variasi suhu 130ºC, 140ºC dan 150ºC. Nilai VIM pada suhu 130ºC diperoleh 2,336%, pada suhu 140ºC diperoleh 2,336%, pada suhu 150ºC diperoleh 2,336%. Nilai VMA untuk suhu 130ºC diperoleh 11,00%, untuk suhu 140ºC diperoleh 10,98% dan untuk suhu 150ºC diperoleh 11,98%. Nilai hasil pengujian untuk VFB untuk suhu 130ºC diperoleh 84,37%, untuk suhu 140ºC diperoleh 84,22% dan untuk suhu 150ºC diperoleh 84,19%. Nilai Stabilitas untuk suhu 130ºC diperoleh 1188,2 Kg, untuk suhu 140ºC diperoleh 1181,9 Kg dan untuk suhu 150ºC diperoleh 1119,9 Kg. Nilai Kelelehan (Flow) untuk suhu 130ºC diperoleh 3,15 mm, untuk suhu 140ºC diperoleh 3,25 mm dan untuk suhu 150ºC diperoleh 3,15 mm. Nilai Marshall Quotient untuk suhu 130ºC diperoleh 278,39 Kg/mm, untuk suhu 140ºC diperoleh 363,7 Kg/mm dan untuk suhu 150ºC diperoleh 356,53 Kg/mm. Diperoleh nilai Stabilitas setelah perendaman selama 24 jam dengan suhu 24 ºC untuk variasi suhu 130ºC diperoleh 92,92%, untuk suhu 140ºC diperoleh 94,37% dan untuk suhu 150ºC diperoleh 93,22%.
Kata Kunci: Aspal Beton, Parameter Marshall, Suhu
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DAN BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI DESA KASURATAN KECAMATAN REMBOKEN
Latar Belakang: Nyeri sendi adalah terjadinya peradangan dalam sendi yang terdapat tanda pembengkakan pada sendi, panas, berwarna kemerahan, rasa nyeri dan mendapat gangguan pergerakan yang akan membuat lansia terganggu apabila lebih dari satu sendi yang diserang. Ketika mengalami nyeri sendi aktivitas fisik lansia menjadi terbatas, status kesehatan terganggu, dan kualitas hidup menurun sehingga dampaknya yaitu kasus keluhan nyeri sendi pada lansia akan semakin meningkat. Terapi kompres hangat dan back massage merupakan teknik terapi untuk mengatasi nyeri, melancarkan peredaran darah, dan membantu proses penyembuhan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat dan back massage terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia.
Metode: Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan one group pre test-post test design. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Kasuratan Kecamatan Remboken. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia dengan jumlah sebanyak 243 orang di Desa Kasuratan. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling n = 30 responden. Penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon. Penelitian ini menggunakan lembar observasi skala nyeri.
Hasil: Hasil uji statistik yang didapatkan dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai mean pre test 0.00 dan post test 15.50 dengan nilai signifikan yaitu p-value = 0.000 (p-value < 0,05) untuk kelompok eksperimen.
Kesimpulan: Terapi kompres hangat dan back massage berpengaruh secara siginifikan terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia di Desa Kasuratan.
Kata Kunci: Nyeri Sendi Pada Lansia, Terapi Kompres Hangat Dan Back massage
Kepustakaan: 18 Artikel, 26 Jurnal, 16 Buku (2016-2023