UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
Asuhan Keperawatan Pada Klien Tn.W.A Dengan Gangguan Sistem Hematologi : Anemia Aplastik di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Menembo-Nembo Bitung
Anemia aplastik adalah kelainan hematologi yang ditandai dengan hipoplastik sumsum tulang dan pansitopenia perifer. Penyakit ini langka dan mengancam jiwa. Anemia aplastik terjadi akibat kelainan primer pada sumsum tulang yang menyebabkan aplasia atau hipoplasia. Kasus anemia aplastik jarang ditemukan, di Eropa hanya ditemui sekitar 2 kasus per satu juta populasi, anemia aplastik diketahui lebih sering terjadi di Asia. Di Indonesia, ditemukan bahwa kasus anemia aplastik sebesar 15,59%, dengan pasien paling banyak pada usia 25-44 tahun.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan pada klien dengan anemia aplastik di ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit Menembo-Nembo Bitung. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi rumah sakit, institusi pendidikan, pasien, dan perawat yang terlibat dalam penanganan anemia aplastik. Proses asuhan keperawatan dilakukan pada seorang pasien pria dengan anemia aplastik yang dirawat di ruang Intensive Care Unit. Data pengkajian meliputi kondisi umum pasien, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan data yang diperoleh, dirumuskan diagnosa keperawatan perfusi perifer tidak efektif, keletihan, dan risiko infeksi. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi vital pasien, pemantauan perfusi perifer, manajemen keletihan, dan pencegahan infeksi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna dalam pengembangan asuhan keperawatan bagi pasien dengan anemia aplastik serta meningkatkan pemahaman tentang kondisi ini.
Kata Kunci : Anemia Aplastik, Gangguan Hematologi, Asuhan Keperawata
Asuhan Keperawatan Gerontik Gout Arthritis Di Panti Sosial Tresna Werdha Bethania Paslaten
Latar Belakang: Arthritis gout merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan monogenic yang menyebabkan kelebihan produksi asam urat melalui kecacatan enzim dalam metabolisme purin, pola hidup yang sering mengonsumsi daging terutama daging merah, makanan laut, serta minum minuman berakohol dan juga faktor genetik.
Tujuan: Penulisan Karya Ilmiah ini agar peneliti mampu melaksanakan asuhan gerontik dengan Gout Arthritis di Panti Sosial Tresna Werdha Bethania Paslaten.
Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus.
Hasil: Nyeri pada kedua lutut 5 nyeri bersifat sementara kemudian muncul lagi lalu hilang. Kedua lutut sakit apabila menggerakkan lutut sehingga klien mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas. Klien tidak paham bagaimana perawatan yang harus ia lakukan dengan penyakit gout arthritis. Diagnose keperawatan yang muncul Nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan deficit pengetahuan. Cara penanganan intervensi disusun berdasarkan parioritas masalah yang ada pada tinjauan kasus dan sesuai dengan tinjauan teoritis. Hasil evaluasi dari implementasi yang dilakukan Tindakan keperawatan selama 3 hari dan masalahnya teratasi
STRES HUBUNGAN TINGKAT DENGAN KUALITAS TID UR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DI UNIVERSITASKA TOLIK DE LA SALLE MANADO
Latar Belakang : Stres adalah suatu keadaan yang diakibatkan oleh situasi sosial, tuntutan fisik yang tidak terkontrol, dan juga lingkungan. Stres adalah penyebab gangguan tidur karena terjadi peningkatan hormone epinerfin, norepinefrin, dan juga kortisol yang mempengaruhi susunan saraf pusat sehingga menimbulkan keadaan terjaga serta meningkatkan kewaspadaan sistem saraf pusat. Dampak Stres secara kognitif yaitu sulit berkonsentrasi, emosional yaitu sulit memotivasi diri, munculnya perasaan cemas, frustasi dan dampak fisiologisnya kesehatan terganggu, daya tahan tubuh menurun dan gangguan pola tidur
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada mahasiswa Fakultas keperawatan di Universitas Katolik De La Salle Manado.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif korelasi dan menggunakan uji chi square. Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling n=56.
Hasil : Dalam penelitian ini berdasarkan hasil analisis chi square menunjukan
nilai pvalue= 0,008 yang dimana α<0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado. Stres yang dialami merupakan tingkat stres sedang berat dan mempengaruhi kualitas tidur responden menjadi kualitas tidur buruk.
Kata Kunci : Tingkat Stres, Kualitas Tidur, Mahasiswa.
Kepustakaan : 25 Jurnal
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG PT. NUSA HALMAHERA MINERALS
Jalan merupakan media dalam melaksanakan transaportasi. Fungsi dari jalan sangatlah penting untuk mobilisasi kendaraan dalam kapasitas kecil, maupun kapasitas besar. Jalan juga terbagi dalam bebrapa jenis sesuai dengan fungsi dan kapasitas dari jalan itu sendiri. Dalam kegiatan pertambangan, hal yang dapat menunjang produksi tambang adalah pengangkutan (hauling). Kondisi dari geometri jalan angkut menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan penambangan dikarenakan proses ini menggunakan alat-alat yang cukup besar.
Evaluasi geometri jalan angkut memiliki tujuan yang esensial. Pertama, tujuannya adalah memverifikasi kecocokan geometri jalan dengan persyaratan teknis dan keamanan yang berlaku. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap dimensi jalan, kelengkungan tikungan, sudut kemiringan, dan elevasi jalan untuk memastikan bahwa lalu lintas kendaraan dapat berjalan dengan aman. Kedua, evaluasi ini membantu mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan atau kekurangan dalam perancangan geometri jalan yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan atau ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
Geometri jalan angkut PT. Nusa Halmahera yang ditinjau meliputi lebar jalan pada jalan lurus, lebar jalan pada belokan, grade jalan, dan cross slope. Berdasarkan hasil pengamatan maka ditemukan kondisi jalan angkut pada jalan lurus sudah sesuai dengan standar lebar minimum berdasarkan perhitungan yaitu 12 meter, sedangkan rata-rata lebar jalan lurus aktual yaitu 14 meter. Untuk lebar minimum pada tikungan ditemukan di lapangan yaitu lebar aktual rata-rata belum memenuhi standar, dan hanya beberapa STA yang memenuhi yaitu pada STA 0+350-0+400,
0+600-0+650, dan STA 1+450-1+500. Untuk grade jalan rata-rata aktual sudah memenuhi standar dan hanya beberapa STA yang tidak memenuhi standar 8% yaitu STA 0+050-0+300, dan STA 0+350-0+400. Untuk perhitungan cross slope berdasarkan data yang disurvey menggunakan alat GPS RTK ditemukan beda tinggi melintang jalan cenderung rata. Namun hal ini bisa disebabkan karena untuk alat GPS RTK akurasi pengukuran untuk elevasi skala kecil masih tergolong kurang akurat.
Penanganan Pada tikungan yang belum memenuhi lebar minimum, harus ditmbahkan lebar jalan kurang lebih sebanyak 3 meter pada setiap tikungan jalan. Dan harus ditambah rambu lalulintas, untuk memperingati agar operator alat harus mengurangi kecepatan dan membunyikan klakson kendaraan. Pada grade jalan yang belum memenuhi standar harus diberikan rambu untuk menjaga jarak aman, agar mencegah jarak antar kendaraan yang terlalu dekat yang ditakutkan terjadi lose power saat melewati tanjakan tersebut. Untuk menjaga kemiringan melintang jalan, perlu dilakukan perawatan rutin pada jalan.
Kata Kunci: Geometri jalan tambang, jalan, geometr
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE EKPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD KATOLIK 07 XAVERIUS MANADO
Masalah penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Katolik 07 Xaverius Manado dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran tipe Experiential Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran tipe Experiential Learning siswa kelas V di SD Katolik 07 Xaverius Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Katolik 07 Xaverius Manado dengan jumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes, observasi aktivitas siswa dan guru, wawancara, dokumentasi dan pre-test. Teknik analisis data menggunakan skala likert dengan 5 penilaian dan menggunakan analisis hasil belajar siswa, analisis aktivitas siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: hasil belajar IPA peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata yaiu 59. Jumlah siswa yang mencapai KKM adalah sebanyak 16 dengan persentase ketuntasan sebesar 47%. Pada siklus II, nilai rata-rata yaitu 77. Jumlah siswa yang mencapai KKM adalah sebanyak 30 dengan persentase ketuntasan sebesar 88%. 2) hasil aktivitas siswa dan siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I, aktivitas siswa mencapai 19 dengan persentase 76%. Aktivitas guru mencapai 58 dengan persentase 72%. Pada siklus II, aktivitas siswa mencapai 23 dengan persentase 92%. Aktivitas guru mencapai 76 dengan persentase 95%. Untuk saran dari penulis agar sekolah menerapkan model-model pembelajaran khususnya model pembelajaran tipe Experiential Learning.
Kata Kunci: Model Kooperatif tipe Experiential Learning, IPA, Hasil Belaja
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN SKABIES PADA WBP (WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN) KELAS IIA MANADO
Latar Belakang : Skabies adalah penyakit yang mengakibatkan rasa gatal pada kulit, dan membuat aktivitas tidak nyaman. Skabies atau kudis disebabkan oleh mite Sarcoptes Scabies yang dapat menyebar dari hewan ke manusia dan transien lewat sanitasi lingkungan, dan personal hygiene yang buruk.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene terhadap kejadian skabies pada WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Cross- Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Warga Binaan Permasyarakatan Kelas IIA Manado dengan populasi 100. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 responden yang ditentukan dengan menggunakan rumus slovin. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah simple random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi- square, dengan Waktu penelitian Februari – Juli 2023.
Hasil : Dari hasil uji bivariat didapatkan tidak terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies yaitu p-value = 0,531 yang berarti Ho1 diterima dan Ha1 ditolak dan terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies yaitu p- value = 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan terhadap kejadian skabies.
Kesimpulan : Sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan penyakit Skabies.
Kata Kunci : Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, Skabies, Lapas.
Jumlah Referensi : 15 Jurnal, 6 Buku, dan 4 Artikel
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI
ABSTRAK
Pingkan Indiana Christy Sual, 2024. “TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI”. Dibimbing oleh James V. L. Pontoh, S.H., M.H dan Dr. Primus Aryesam, S.H., M.H.
Perilaku kejahatan dalam negeri ini seakan tak ada habisnya bahkan hal-hal yang berhubungan dengan sanksi hukum ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi juga oleh anak remaja terutama kasus pembunuhan. Tindak Pidana yang merujuk pada tindakan pembunuhan sudah menjadi masalah yang cukup serius ditengah keberadaan dunia ini. Tindakan kejahatan pembunuhan dalam hal ini memberikan dampak yang buruk dalam aktivitas kehidupan bermasyarakat sebab, kadangkala seseorang yang melakukan hal tersebut sudah tidak lagi menggunakan hati nuraninya untuk berpikir dua kali melakukan hal tersebut tapi seakan kehilangan hikmat dan disertai dendam yang tiada habisnya hingga perilaku yang menentang hukum tersebut dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tindak Pidana yang dilakukan oleh anak dapat dipertanggungjawabkan menurut Hukum Pidana Indonesia dan bagaimana sanksi pidana yang diterapkan bagi pelaku tindak pidana pembunuhan yang masih dibawah umur dalam perspektif kriminologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yakni penelitian hukum perpustakaan yang mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek kecuali aspek terapan atau implementasinya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa peraturan perundang-undangan yang menyangkut kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak dibawah umur harus memperhatikan hak-hak yang diterima oleh anak dalam proses menjatuhkan hukuman lewat sistem peradilan pidana anak. Undang-Undang Perlindungan anak juga perlu untuk diperhatikan sebagaimana tindakan hukum yang berlaku berbeda dengan apa yang didapatkan oleh orang dewasa. Tindak pidana pembunuhan yang dilakukan oleh anak juga memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan hingga seorang anak sebagai pelaku kejahatan berani untuk melakukan hal yang tidak berperikemanusiaan tersebut.
Kata Kunci : Pembunuhan, Anak, Kriminolog