UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENERAPAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA, KEJELASAN SASARAN ANGGARAN TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH (BPKPD) KOTA TOMOHON
Anggaran merupakan suatu rencana keuangan yang disusun untuk mencatat dan mengatur pendapatan dan pengeluaran selama periode tertentu yang harus direncanakan dengan benar agar dapat dipastikan sumber daya keuangan dikelola dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Penerapan anggaran berbasis kinerja adalah metode pengelolaan keuangan yang diterapkan organisasi, di mana alokasi sumber daya dilakukan untuk berbagai program berdasarkan hasil yang diharapkan. Kejelasan sasaran anggaran mengacu pada pemahaman spesifik dan terperinci mengenai tujuan atau target pengeluaran dalam sebuah anggaran. Akuntabilitas kinerja menjadi suatu unsur penting karena merupakan bentuk pertanggungjawaban individu atau suatu organisasi untuk mencapai tujuan, standar, harapan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan anggaran berbasis kinerja dan kejelasan sasaran anggaran terhadap akuntabilitas kinerja pada Badan Pengeolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan data primer yaitu kuesioner (angket). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Tomohon yang mengelola keuangan daerah, anggaran pemerintah dan yang bertanggung jawab terhadap laporan kinerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial penerapan anggaran berbasis kinerja tidak berpengaruh terhadapan akuntabilitas kinerja, sedangkan kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja. Serta secara simultan penerapan anggaran berbasis kinerja dan kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja.
Kata kunci : Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja, Kejelasan Sasaran Anggaran, Akuntabilitas Kiner
ANALISIS HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT ANSIETAS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO
Latar Belakang : Mengingat tantangan akademik dan stress yang sering dialami oleh mahasiswa tingkat akhir, penting untuk memhami factor-faktor yang mempengaruhi mereka. Dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan mekanisme koping dengan tingkat ansietas pada mahasiswa Tingkat akhir. Objektif : Mengetahui hubungan self-efficacy dengan mekanisme koping terhadap tingkat ansietas pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado Metode : Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Waktu penelitian mei 2024 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat ansietas yang ada pada mahasiswa Tingkat akhir. Begitu pula dengan mekanisme koping juga memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat ansietas Kesimpulan : Self-efficacy dan mekanisme koping memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat ansietas pada mahasiswa.
Kata kunci : Self-efficacy, mekanisme koping, tingkat ansietas
Kepustakaan : 4 buku, 43 jurna
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS KELUARGA TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA TENTANG PENANGANAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMAKO
Latar Belakang : Penyakit Tuberculosis Paru ini menjadi masalah kesehatan dan juga merupakan program kesehatan internasional di dunia dalam mengatasi masalah penyakit Tuberculosis Paru. Tuberculosis Paru ini disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dengan penyebarannya melalui droplet saat seseorang batuk dan gejalanya biasanya batuk lebih dari 3 minggu. Pendidikan kesehatan sangat penting untuk sikap dari keluarga dalam memberikan semangat terutama dukungan kepada pasien Tuberculosis Paru. Keluarga yang menerima materi edukasi kesehatan yang baik dan benar dan dapat dimengerti tentang Masalah kesehatan Tuberculosis Paru dengan pemberian secara merata.
Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga Tentang Penanganan Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamako.
Metode : Dalam penyusunan pemelitian ini yaitu eksperimen mengggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan pre-eksperimen dengan metode one-group pretest posttest design yang menjadi tujuan yaitu apakah ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga Tentang Penanganan Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamako
Hasil : Hasil uji wilcoxon dari pretest dan posttest didapatkan hasil < 0.05 dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dikatakan ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan ksehatan berbasis keluarga terhadap dukungan keluarga tentang penanganan Tuberculosis Paru di wilayah kerja pueskesmas tamako sebelumm dan sesdudah diberikan intervensi.
Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan pada pengaruh pendidikan kesehatan berbasis keluarga terhadap dukungan keluarga tentang penanganan Tuberculosis Paru di wilayah kerja puskesmas tamako sebelum dan sesudah diberikan intervensi
Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan Berbasis Keluarga, Tuberclosis Paru
Kepustakaan : 34 Jurnal, 4 Buku, 8 Artikel (tahun 2020-2024)
ANALISIS YURIDIS KEWENANGAN BAWASLU DALAM MENGAWASI PELAKSANAAN PILKADA DI INDONESIA
Bawaslu Regulation No. 7 of 2018 on Handling Findings and Reports of Election Violations serves as the legal basis for the investigative process in addressing election and regional head election violations. The aim of this research is to analyze the authority of the Election Supervisory Board (BAWASLU) in overseeing the implementation of Regional Elections (PILKADA) in Indonesia, particularly regarding investigations and law enforcement against violations occurring during the election process. Bawaslu plays a crucial role in maintaining the integrity of PILKADA by supervising each stage of the election to ensure that it is conducted fairly, honestly, and democratically. The method used in this study was normative juridical, analyzing the legislation related to Bawaslu's authority, specifically Law No. 10 of 2016 on Regional Elections. The findings indicated that Bawaslu's authority in overseeing PILKADA is primarily focused on handling administrative violations, such as campaign procedure violations and the use of state facilities. The sanctions imposed by Bawaslu are administrative in nature, including warnings, reprimands, or disqualification of candidates. However, Bawaslu lacks the authority to address criminal violations, such as vote buying, which falls under the jurisdiction of the police and judicial institutions. The conclusion drawn is that while Bawaslu has a significant role in maintaining the quality of PILKADA, its authority is still limited to administrative sanctions. Therefore, there is a need to strengthen Bawaslu's authority and enhance coordination with other law enforcement agencies to improve the effectiveness of law enforcement in regional elections.
Keywords: BAWASLU, Supervision, PILKADA
Asuhan Keperawatan Penerapan Kombinasi Kompres Hangat Jahe Untuk Menurunkan Nyeri Asam Urat Pada Tn. S.M Di Desa Waleo Dua Kecamatan Kema
Latar Belakang : Asam urat adalah senyawa nitrogen yang dihasilkan dari proses katabolisme atau pemecahan purin baik dari diet maupun dari asam nuklead endogen, upaya pencegahan untuk mengurangi nyeri pada penderita asam urat dengan terapi kompres hangat jahe.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan kombinasi kompres hangat jahe untuk menurunkan nyeri pada Tn. S. M di desa waleo dua kecamatan kema
Metode: Desain yang digunakan adalah studi kasus. Dengan pengambilan data menggunakan pendekatan kuantitatif proses keperawatan yaitu: pengkajian, analisa data dan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi. Data studi kasus ini melibatkan sebanyak 2 orang.
Hasil: Setelah dilakukan penerapan kombinasi kompres hangat jahe dapat berpengaruh dalam menurukan nyeri dengan skala nyeri 5 setelah diberikan kompres hangat jahe di dapatkan skala nyeri 2
Kesimpulan: penerapan terapi kompres hangat jahe mampu memberikan respon positif dimana menurunkan nyeri persendian.
Kata Kunci: Asam urat, kompres hangat jahe, nyeri persendian
Kepustakaan: 16 jurnal (Tahun2013-2023
DIGITALISASI PEMETAAN TOPOGRAFI MENGGUNAKAN DRONE SERTA PERHITUNGAN KETELITIAN DENGAN GROUND CONTROL POINT (GCP)(Studi Kasus: Area Pembangunan Perumahan Citraland Winangun)
Seiring dengan berkembangnya zaman dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, pembangunan infrastruktur baik dari pemerintah dan juga swasta menjadi semakin marak. Dalam berbagai rencana pembangunan, informasi topografi di area tersebut sangat penting untuk diketahui terlebih dahulu. Adapun pada saat ini, ada satu teknologi yang sedang berkembang untuk pemetaan topografi, yang tidak memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama, yaitu pemetaan topografi dengan menggunakan Drone.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi topografi/bentuk permukaan tanah asli di area pembangunan perumahan Citraland Winangun dan mengetahui hasil perhitungan ketelitian pemetaan menggunakan Drone dengan Ground Control Point (GCP). Data yang diperlukan adalah koordinat GCP dari GPS serta foto udara dari Drone.
Berdasarkan hasil Orthomosaic dan DEM yang didapatkan pada area pembangunan Citraland Winangun, terlihat area telah melalui proses pematangan lahan, dan sudah dilakukan penyesuaian ketinggian sesuai dengan rencana pembangunan perumahan dari developer/pengembang. Terlihat juga elevasi tertinggi yang ada pada area tersebut ada pada 87.4 m dan elevasi terendahnya ada pada 67 m. Untuk elevasi GCP pada area tersebut berada pada 72 m untuk A1; 69.5 m untuk A2; 74.4 m untuk A3; 73.9 m untuk A4 dan 79.4 m untuk A5. Hasil perhitungan data GCP dari peta yang dihasilkan drone dan data GCP dari pengambilan di lapangan menggunakan GPS, didapatkan nilai, 0.000048 m untuk nilai error horizontal dan 3.4 m untuk nilai error vertikal.
Kata Kunci: Drone, Pemetaan, Ground Control Point (GCP)