UKDLSM Repository (Univ. Katolik De La Salle)
Not a member yet
3958 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN VOLUME DAN BIAYA PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN MENGGUNAKAN APLIKASI AUTODESK REVIT DAN METODE KONVENSIONAL (Studi Kasus : Pelebaran Jembatan Pesawangan)
Jembatan adalah bangunan yang dibangun untuk menyeberangi rintangan seperti sungai, jurang, atau jalan raya. Jembatan dibangun untuk memungkinkan pejalan kaki dan pengendara menyeberangi rintangan tersebut Jembatan Pesawangan adalah tipe jembatan gelagar (Girder Bridge) yang berada di Jl. S.H Sarundajang, Ring Road II, Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Alasan dilakukannya proyek pelebaran jembatan pesawangan karena ukuran jalan yang sudah sangat lebar dibanding jembatan sehingga terjadi beberapa kecelakaan di jembatan tersebut.
Data- data yang dibutuhkan adalah data sekunder yang meliputi : Data As Built Drawing, Bill of Quantity, daftar kuantitas dan harga, dan dari studi literatur. Data As Built Drawing untuk acuan pemodelan struktur, bill of quantity sebagai acuan perbandingan volume, daftar harga dan kuantitas sebagai acuan untuk rekapitulasi biaya.
Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa penggunaan Autodesk revit bisa mengurangi kebutuhan material sekaligus dengan biaya dimana, volume beton menggunakan autodesk revit sebesar 666,28 m3 dengan biaya Rp. 1.332.493.372,00 dan metode konvensional sebesar 667,3 m3 dengan biaya Rp. 1.334.533.270,00 selisih 0,001530888 %. Untuk volume tulangan dengan autodesk revit sebesar
64.640,40 Kg dengan biaya Rp. 1.228.167.600,00, dan metode konvensional sebesar
66.784,82 kg dengan biaya Rp. 1.268.911.580,00 selisih 0,033174609 %.
Kata Kunci : Jembatan, Autodesk Revit, Konvensional, Volume, Biaya
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Penderita Demensia Alzheimer Menggunakan Terapi Kenangan Di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah” Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara
Latar Belakang: Demensia Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyerang saraf otak yang mengatur tentang daya ingat, bahasa, berjalan, berakvititas dan berbicara. Tahun 2019 jumlah penduduk usia 60 tahun adalah 703 juta, sehingga 2050 diperkirakan dapat bertambah dua kali lipat yakni 1,5 miliar. Hal tersebut berkaitan dengan 92 penyakit global adalah penyakit menyangkut lansia dan 3 dari 92 penyakit tersebut adalah penyakit demensia Alzheimer pada lansia. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika penyakit demensia tidak ditangani secara cepat dan tepat maka pada tahun-tahun mendatang masalah terbesar yang akan dialami oleh masyarakat adalah kesejahteraan sosial. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menanggulangi demensia Alzheimer ini adalah terapi kenangan, dimana kenangan adalah salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengembalikan ingatan seseorang yang sudah mengalami demensia Alzheimer. Hasil : berdasarkan evaluasi akhir yang didapatkan maka hasil dari karya ilmiah ini adalah terapi kenangan memiliki keefektifan yang baik dalam menangani demensia alzheimer pada lansia. Kesimpulan: pengaplikasian terapi kenangan untuk lansia dengan demensia alzheimer sangat efektif untuk mengembalikan kualitas hidup lansia.
Kata Kunci : Demensia, Alzheimer, Dan Terapi Kenangan
Penerapan Intervensi Pijat Relaksasi Telapak Kaki Dalam Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Masalah Gangguan Pola Tidur di Panti Werdha Damai Ranomuut
Latar Belakang : Lansia merupakan seseorang yang memiliki usia diatas 65 tahun. Seiring bertambahnya usia, lansia seringkali mengalami penurunan untuk beradaptasi
dengan stress lingkungan, serta timbulnya berbagai penyakit, penurunan fungsi tubuh, keseimbangan tubuh, risiko jatuh, dan gangguan pola tidur. Gangguan pola tidur adalah
masalah yang banyak terjadi pada lansia. Gangguan pola tidur atau kurangnya istirahat menyebabkan lansia mengantuk pada siang hari, cepat pusing dan terjatuh, depresi, dan
merasa cemas. Upaya yang dilakukan perawat untuk mengatasi keadaan ini adalah pemberian terapi non-farmokologi.
Tujuan : Mahasiswa mampu melaksanakan pemberian asuhan keperawatan pada lansia sesuai dengan 5 proses keperawatan dan mampu menerapkan intervensi untuk mengatasi gangguan pola tidur yang dialami lansia. Metode : Pendekatan yang dilakukan yaitu pengkajian, diagnosa, intervensi,
implementasi dan evaluasi keperawatan dalam penerapan terapi pijat relaksasi telapak kaki dalam pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur di Panti Werdha Damai
Ranomuut Hasil : Hasil dari penerapan pijat kaki yang dilakukan selama tiga minggu yaitu terdapat peningkatan kualitas tidur. Lansia sudah dapat tidur nyenyak dan kualitas tidur lansia membaik. Kesimpulan : Pada karya tulis ini disimpulkan bahwa penerapan pijat relaksasi telapak
kaki dalam efektiv terhadap peningkatan kualitas tidur lansia.Kata Kunci :Lansia, Gangguan Pola Tidur, Asuhan Keperawatan Kepustakaan : 12 Jurnal, 6 buku, (2018-2024
APLIKASI MANAJEMEN RUANGAN RAPAT BERBASIS ANDROID (Studi Kasus: PT. Trakindo Utama Cabang Manado)
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA LANGSUNG PEMERINTAH DAERAH KOTA TOMOHON
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah dari sumber-sumber yang berasal dari daerah itu sendiri, seperti pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah. Belanja langsung adalah anggaran yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Sedangkan, belanja tidak langsung adalah anggaran yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja langsung adalah bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan untuk kegiatan yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat atau pembangunan infrastruktur yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data dari penelitian ini adalah data sekunder teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan dokumentasi. Data yang digunakan merupakan data time series yang diambil dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Daerah Kota Tomohon tahun 2021-2023.
Metode analisis data yang di gunakan pada penelitian ini seperti Analisis Statistik Deskriptif, Uji Normalitas yang menggunakan metode One Sample Kolmogrov Smirnov Test, Uji Autokorelasi yang menggunakan metode Run Test, Uji Koefisien Determinasi, dan Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana yang menggunakan uji T. dari hasil uji t dapat dilihat bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak berpengaruh segnifikan terhadap Belanja Langsung. Berdasarka tabel coeffcients di peroleh nilai segnifikansi sebesar 0,141 > 0,05 sehinggah dapat di simpulkan bahwa variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y sehinggah dapat di simpulkan bahwa variabel X tidak berpengaruh segnifikan tehadap variabel Y.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Belanja Langsun
EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG MARIA JOSEPH RS GUNUNG MARIA TOMOHON
Latar Belakang : Kecemasan merupakan perasaan yang memberikan dampak bagi respon psikologis, sehingga pasien cemas memerlukan tindakan keperawatan untuk memengaruhi keadaan emosionalnya. Terapi relaksasi otot progresif adalah salah satu alternatif untuk menurunkan tingkat kecemasan dengan membuat otot-otot yang tegang menjadi rileks dengan cara memusatkan perhatian pada gerakan yang dilakukan. Perasaan rileks yang dirasakan dapat mempengaruhi tanda dan gejala untuk mengurangi tingkat kecemasan.
Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pasien rawat inap di ruang Maria Joseph RS Gunung Maria Tomohon.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimen dan rancangan penelitian one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di ruang Maria Joseph RS Gunung Maria Tomohon dengan populasi 124 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah purposive random sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon.
Hasil : Dari hasil uji wilcoxon didapatkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengatasi tingkat kecemasan dengan nilai p-value 0,001 ( α < 0,05) dengan mean rank pre-test adalah 15.00 dan mean rank post-test adalah 0.00 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengatasi tingkat kecemasan pasien rawat inap di ruang Maria Joseph RS Gunung Maria Tomohon.
Kata Kunci : Terapi Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan, Pasien Rawat Inap, Rumah Sakit.
Jumlah Referensi : 25 Jurnal, 7 Buku, dan 6 Artikel
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TPA SUMOMPO KOTA MANADO
Latar belakang : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satu perilaku kesehatan yang sangat penting di lakukan masyarakat, apabila PHBS ini tidak dilaksanakan dengan baik maka dapat memberikan dampak baik secara individu, sosial dan lingkungan. Dampak bagi individu berupa gagguan penyerapan gizi, gangguan kesehatan mental dan emosional, obesitas dan sindrom metabolik. Dampak sosial berupa kerugian bagi pemerintah yang diakibatkan oleh lingkungan yang rusak oleh masyarakat yang tidak tau menerapkan PHBS dengan baik sehingga berdampak juga bagi pekerjaan. Dampak bagi lingkungan salah satunya bencana alam.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sosial ekonomi kelurga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di TPA Sumompo.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di TPA Sumompo, dengan total sampling n = 82 responden.
Hasil : Dari hasil uji alternatif spearman rho didapatkan hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tidak terdapatnya hubungan Sosial ekonomi keluarga dengan PHBS di TPA Sumompo.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan tidak terdapat hubungan antara Sosial ekonomi keluarga dengan PHBS.
Kata Kunci : PHBS, Pengetahuan, Sosial ekonom
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KAFE TERBAIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DAN SAW
Pada era modern, pemilihan tempat makan seperti kafe menjadi semakin penting, terutama di kota besar seperti Manado yang memiliki banyak pilihan kafe. Setiap individu memiliki preferensi berbeda dalam memilih kafe berdasarkan berbagai kriteria seperti rasa, harga, suasana, pelayanan, fasilitas, dan kebersihan. Perbedaan interpretasi terhadap kriteria-kriteria ini sering kali menyulitkan dalam menentukan kafe yang memenuhi harapan semua orang. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung keputusan (SPK) untuk membantu dalam pemilihan kafe terbaik yang sesuai dengan preferensi pelanggan.
Penelitian Tugas Akhir ini mengembangkan SPK menggunakan metode TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution) dan SAW (Simple Additive Weighting). Metode TOPSIS dipilih karena kesederhanaannya dalam menggunakan indikator kriteria dan variabel alternatif, meskipun memiliki kelemahan dalam penentuan bobot prioritas terhadap kriteria. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, metode SAW diintegrasikan guna memberikan hasil yang lebih optimal dengan memanfaatkan nilai bobot perhitungan.
Penelitian Tugas Akhir ini melibatkan evaluasi beberapa kafe di sekitar Manado seperti Zera, Especto Kafe, Kedai Koel, Sana Kafe, Cetro Coffee, Pulang Kafe, Halu Coffee, Kisah Manies, The Flamb, De Local, Flambo Girlz, Bahug Kafe, Nord Kafe, Black Cup, Twenties, Bagate Coffee, Sugab Coffee, Lup Coffee, Sesuai Coffee, dan Fellow Coffee. Kriteria yang digunakan meliputi harga, lokasi, fasilitas, rasa, dan keindahan tempat. Data preferensi pengguna dikumpulkan melalui kuesioner.
Aplikasi SPK yang dikembangkan dapat memberikan rekomendasi kafe terbaik berdasarkan preferensi pengguna yang diinput sebelumnya, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah menemukan kafe terbaik di sekitar mereka tanpa perlu melakukan pencarian manual, sehingga meningkatkan pengalaman bersantap mereka.
Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, TOPSIS, SAW, Pemilihan Kaf
PENGARUH PEMAHAMAN E-COMMERCE DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERWIRAUSAHA
Perkembangan teknologi terus mengalami peningkatan yang dapat dibuktikan dengan adanya kegiatan jual beli yang dilakukan secara online seperti e-commerce. Memanfaatkan teknologi informasi saat ini dapat memberikan peluang baru bagi seorang wirausaha dalam membangun usahanya serta dapat membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Selain itu, terdapat peran Sistem Informasi Akuntansi untuk membantu proses pencatatan hingga pelaporan suatu usaha. Untuk itu dibutuhkan pemahaman mengenai e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi untuk membantu proses pengambilan keputusan yang tepat. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemahaman e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi terhadap pengambilan keputusan untuk berwirausaha.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2020 dan 2021 di Universitas Katolik De La Salle Manado. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu sampling purposive dan analisis data yang digunakan pada penelitian adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS dan Microsoft excel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pemahaman e-commerce tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan untuk berwirausaha, sedangkan pemahaman Sistem Informasi Akuntansi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan untuk berwirausaha dan secara simultan e-commerce dan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan untuk berwirausaha.
Kata Kunci: E-commerce, Sistem Informasi Akuntansi dan Pengambilan Keputusan Untuk Berwirausah