The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
    7815 research outputs found

    Karakter Keberagamaan di Java Pasca Geertz

    No full text
    Karakter keberagaman Geertz yang sering digunakan sebagai gambaran situasi keagamaan di Indonesia telah berubah secara drastis setelah peristiwa politik tahun 1965. Konteks perang dingin yang menggunakan Wahabi-salafisme sebagai instrumen pengendalian komunisme telah menciptakan tekanan dan ancaman yang memungkinkan terbentuknya otoritarianisme keagamaan. Dalam struktur dominasi dan sub-ordinasi, pemerliharaan otoritarianisme itu dilakukan melalui pemeliharaan agama resmi yang diakui pemerintah dan penggunaan diskursus toleransi sebagai instrumen hegemoni terhadap kepercayaan-kepercayaan sub-ordinat. Gus Dur merupakan aktor yang memainkan peranan penting dalam pembongkaran otoritarianisme itu. Tetapi sepeninggalnya, kecenderungan otoritarianisme semakin mengeras ketika bersinggungan dengan oligarkhi yang menguasai sumber daya ekonomi-politik. Kelompok pedesaan terutama petani kecil dan buruh tani adalah yang paling dipinggirkan dengan instrumen penjinakan ganda yaitu revolusi hijau dan otoritarianisme keagamaan

    MENANCAPKAN TIANG-TIANG “KAYU BESI”: ADAT DAN SIASAT PARA ELIT DI KABUPATEN TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT

    No full text
    Memperkuat adat bisa bermata dua jika hanya terfokus pada romantisasi “ideologi harmoni†tanpa memeriksa relasi produksi dan kelas dalam masyarakat adat kontemporer. Merespon kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh negara dan investasi, gerakan masyarakat adat di Tanah Papua harus mampu merefleksikan diri dalam hubungan dengan perubahan di internal diri mereka merespon perubahan yang diangkut oleh pembangunan dan investasi. Hanya dengan memahami konteks inilah masyarakat adat di Papua akan mampu untuk mengambil langkah-langkah aksi dalam menegakkan martabatnya

    REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM LEMBAGA POLITIK DI INDONESIA

    No full text
    Jumlah perempuan yang menjadi anggota parlemen pusat dan daerah selalu tidak representatif sejak Republik Indonesia berdaulat. Bahkan dengan diberlakukannya sistem kuota untuk perempuan dalam undang-undang politik agar ketimpangan gender di parlemen bisa berkurang, tetap saja secara kuantitas anggota parlemen perempuan tidak proporsional dibandingkan dengan jumlah anggota parlemen laki-laki. Penyebabnya bukan karena melulu terletak pada faktor internal perempuan sendiri, tetapi ada pada lembaga dan proses politik yang cenderung masih menonjolkan ciri-ciri politik yang maskulin dan patriarkhis. Selama sistem kuota tidak mengandung sanksi tegas, hanya sekedar himbauan seperti yang tertera pada undang-undang Pemilu, jumlah perempuan di parlemen tidak akan dapat bertambah secara berarti. Meski demikian, sistem kuota masih menjadi persoalan, anggota parlemen perempuan yang jumlahnya sedikit itu perlu bekerja sama untuk menelorkan kebijaksanaan yang pro-perempuan dan rakyat kebanyakan, karena kinerja mereka akan memperoleh dukungan yang kian luas dari masyarakat atas pentingnya posisi perempuan di parlemen

    PERAN GLUKOMANAN-ARANG AKTIF SEBAGAI HIPOKOLESTEROLEMIK PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY

    No full text
    Cholesterol is a metabolite which contains sterol fat, which is important to support cell functions and generate vitamin D, cortisol and reproduction hormones. Higher cholesterol content known as hypercholesterolemia is a predisposing towards cardiovascular disease. Previous study reported that glucommanan and activated charcoal individually can lower cholesterol levels, however combination both of them for lowering the cholesterol level has not been studied intensively. This paper examines the ability of glucommannan derived from Amorphophallus flour and activated charcoal in reducing cholesterol level of Sprague Dawley rat. Firstly, glucommanan was isolated from Amorphophallus flour and activated charcoal was produced from teak sawdust and coconut fiber. Both component were formulated and characterized using Fourier Transform Infra Red (FTIR), x-ray diffractometer and scanning electron microscope. Thirty five adult male Sprague Dawley rat with body weight of 160 to 200 g were divided into seven treatment groups: high-fat diet (DTL) and glucommanan, DTL and teak's activated charcoal (TC), DTL and cocout fiber's activated charcoal (CC), DTL and glucommanan and CC (1:1), DTL and glucommanan and CC (2:1), DTL and glucommanan and CC (1:2) and DTL without treatment as control. Initial rat cholesterol level was measured and it was compared with those after five weeks. Results show that the greatest cholesterol reduction (37.4%) is recorded from rat with DTL and glucommanan and CC (1:1) and low density lipoprotein reduction by about 49.7% and triglyceride reduction by 18.3%

    TO THE KNOWLEDGE OF THE VELVET ANT GENUS BISCHOFFITILLA LELEJ (HYMENOPTERA: MUTILLIDAE) IN INDONESIA

    No full text
    Seven species of the genus Bischoffitilla Lelej were previously known from Indonesia. Bischoffitilla selangorensis (Pagden, 1934) is newly recorded from Indonesia. Bischoffitilla palaca (Cameron, 1902) is newly recorded from Java, and B. saffica (Zavattari, 1914) from Sumatra. Keys to the Indonesian species of Bischoffitilla are given

    BEITRAG ZUR KENNTNIS DER INDO-MALAYISCHEN MALACODERMATA (COL.)

    No full text

    HERPETOLOGISCHE NOTIZEN XVIII.

    No full text

    Knospung Und Verwandte Erscheinungen Bei Fungia Fungites und Fungia Actiniformis

    No full text

    ON JALORENSIS-RATS AND OTHER MAMMALS FROM THE KRAKATAU ISLANDS.

    No full text

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇