The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
7815 research outputs found
Sort by
KEMUNDURAN DEMOKRASI TATA KELOLA SDA: PENGUATAN OLIGARKI DAN PELEMAHAN PARTISIPASI CIVIL SOCIETY
The democratization process is directly proportional to the participation of civil society. Meanwhile, thestrengthening of the oligarchy is directly proportional to the weakening of civil society. So far, there have beenseveral studies on the decline of democracy related to the participation of civil society in the field of elections andthe formulation of public policies. This study complements these studies from a natural resources governanceperspective. The strengthening of the oligarchy narrows the space for civil society involvement in naturalresource management, causing natural resource management policies to increase the potential for more seriousenvironmental damage. In addition, the repression of civil society that fights for sustainable natural resourcemanagement has experienced many threats of violence and criminalization. This paper intends to investigatethe declining quality of democracy in natural resource management in Indonesia by analyzing the relationshipbetween the strengthening of oligarchic politics and the narrowing of democratic space for civil society
DAMPAK MULTIDIMENSI COVID-19 UNI EROPA
Artikel ini membahas mengenai dampak multidimensi Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) di Uni Eropa. Uni Eropa sebagai rezim internasional yang paling stabil saat ini mendapatkan ujian dari mewabahnya Covid-19. Hal tersebut membuat kestabilan Uni Eropa menjadi terganggu. Dengan demikan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dampak Covid-19 di Uni Eropa pada sektor kesehatan, ekonomi, dan keamanan perbatasan negara. Adapun konsep yang digunakan adalah konsep rezim internasional yang diperdalam dengan desk study. Secara umum dampak dari pandemi Covid-19 di Uni Eropa terlihat dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara anggota pada triwulan I dan II, bahkan beberapa negara sudah masuk dalam kategori resesi. Korban Covid-19 terus bertambah membuat isu kesehatan semakin memburuk. Selain itu dampak lain yang terlihat adalah ketegangan yang disebabkan karena perbedaan kebijakan publik dari beberapa negara anggota seperti penutupan perbatasan antarnegara anggota. Hal kebijakan tersebut menyulitkan perpindahan barang, jasa, dan orang sehingga berdampak pada menurunnya ekonomi. Merespon hal tersebut, kerja sama dan kekompakan antarnegara Uni Eropa menjadi mutlak untuk mengatasi dampak multidimensi dari Covid-19, serta mempercepat pemulihan ekonomi yang tidak dapat dilakukan secara singkat menimbang perbedaan dampak dari Covid-19 pada masing-masing negara anggota sehingga tidak dapat ditangani dengan mekanisme yang serupa
PROBLEMATIKA PERAN BADAN INTELIJEN NEGARA DALAM PENANGANAN COVID-19 DI INDONESIA
Persoalan pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam satu tahun terakhir telah mendorong pemerintahan di berbagai negara untuk melibatkan banyak aktor, termasuk salah satunya intelijen. Di Indonesia sendiri, Badan Intelijen Negara (BIN) telah aktif terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020. Pengerahan lembaga telik sandi dalam penanganan pandemi merupakan suatu praktik yang banyak dilakukan negara-negara demokrasi. Namun, intelijen perlu bekerja sesuai mandat, fungsi, dan di dalam koridor prinsip demokrasi. Tulisan ini akan meninjau problematika peran BIN dalam penanganan pandemi di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, sumber data dari studi ini diperoleh dari studi pustaka dan tinjauan literatur dalam periode Januari 2020 sampai dengan Februari 2021. Tulisan ini berhasil mengidentifikasi empat jenis operasi yang dilakukan oleh BIN dalam skala nasional dan lokal, yaitu penyelidikan, pengamanan, penggalangan, dan penanggulangan. Terlepas dari berbagai kontribusi BIN terhadap penanganan pandemi selama ini, tulisan ini masih menemukan beberapa persoalan, seperti: kecenderungan pelibatan yang eksesif, persoalan proporsionalitas, dan persoalan akuntabilitas. Sebagai rekomendasi, diperlukan upaya lebih lanjut untuk membenahi posisi BIN dalam tata kelola sektor keamanan secara umum, akselerasi pengawasan, serta reorientasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia
SOSOK PRESIDEN IDEAL DAN TANTANGAN ISU-ISU GLOBAL: MENIMBANG ASPEK KEPEMIMPINAN CAPRES PADA PILPRES 2014: Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 sudah dekat, tetapi belum nampak calon presiden (capres) yang tepat yaitu punya kepribadian kuat, cerdas, dan menjunjung tinggi etika sehingga mampu memimpin dengan efektif dan menjawab tantangan global. Tulisan ini dimaksudkan ingin berkontribusi dalam diskursus tentang Pilpres 2014 dalam kaitannya dengan tekanan arus globalisasi yang melanda Indonesia. Upaya ini mengajak masyarakat ikut menentukan masa depan Indonesia dengan cara memilih capres secara benar yaitu sesuai dengan kriteria di atas pada Pilpres 2014 mendatang. Fokus tulisan ini adalah masalah momentum Pilpres 2014 yang berlangsung di tengah krisis ketersediaan kader kepemimpinan nasional yang relevan dengan tantangan global. Akhirnya, tulisan ini berpegang pada hukum bahwa peristiwa sejarah tidak berulang, tetapi polanya bisa berulang. Presiden-Presiden Indonesia di masa lalu telah memberi kontribusi kepada permasalahan dunia, maka Presiden Indonesia di masa depan seharusnya juga mampu menjawab tantangan global agar juga punya kontribusi kepada dunia.
Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 sudah dekat, tetapi belum nampak calon presiden (capres) yang tepat yaitupunya kepribadian kuat, cerdas, dan menjunjung tinggi etika sehingga mampu memimpin dengan efektif danmenjawab tantangan global. Tulisan ini dimaksudkan ingin berkontribusi dalam diskursus tentang Pilpres 2014dalam kaitannya dengan tekanan arus globalisasi yang melanda Indonesia. Upaya ini mengajak masyarakat ikutmenentukan masa depan Indonesia dengan cara memilih capres secara benar yaitu sesuai dengan kriteria di ataspada Pilpres 2014 mendatang. Fokus tulisan ini adalah masalah momentum Pilpres 2014 yang berlangsung ditengah krisis ketersediaan kader kepemimpinan nasional yang relevan dengan tantangan global. Akhirnya, tulisanini berpegang pada hukum bahwa peristiwa sejarah tidak berulang, tetapi polanya bisa berulang. Presiden-PresidenIndonesia di masa lalu telah memberi kontribusi kepada permasalahan dunia, maka Presiden Indonesia di masadepan seharusnya juga mampu menjawab tantangan global agar juga punya kontribusi kepada dunia
KOALISI MODEL PARLEMENTER DAN DAMPAKNYA PADA PENGUATAN KELEMBAGAAN SISTEM PRESIDENSIAL DI INDONESIA
Penerapan model koalisi sistem parlementer dalam pelaksanaan sistem presidensial di Indonesia mendatangkanmasalah di lembaga legislatif. Artikel ini menjelaskan dampak yang muncul dari model koalisi sistem parlementeryang diterapkan dalam sistem presidensial. Akibatnya, perdebatan program pemerintah di lembaga legislatif tidaklagi dalam rangka pemenuhan kepentingan masyarakat, akan tetapi sekedar menunjukan sikap berseberangandengan pemerintah. Menariknya, partai pemerintah berkuasa justru melibatkan partai oposisi untuk terlibat dalampenyelenggaraan pemerintahan untuk menghindari ketegangan yang terjadi di lembaga legislatif. Pembentukankoalisi pemerintahan seperti ini justru tidak mencerminkan konsistensi dalam melaksanakan undang-undang dasar.Bahkan koalisi yang terbentuk justru hanya mengutamakan kepentingan politik ketimbang memperkuat ideologidalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Artikel ini menjelaskan lebih mendalam dampak praktik koalisi modelparlementer ini terhadap penguatan kelembagaan politik dalam sistem presidensial
MENAKAR KEKUATAN MEDIA SOSIAL MENJELANG PEMILU 2014
Globalisasi, yang salah satunya ditandai dengan kemajuan informasi dan teknologi, menuntut parpol danpolitisi untuk mendayagunakan kekuatan media sosial dalam aktivitas politiknya. Hal ini penting dalam upayamelakukan komunikasi politik dengan masyarakat. Media sosial memungkinkan institusi politik, misalnya parpol,dan pemilih untuk saling berinteraksi secara langsung. Sementara itu, media sosial merupakan sarana bagi masyarakat umum untuk berkomunikasi secara interaktif dan dialogis dengan para pembuat kebijakan atau parpol danmenyampaikan aspirasinya. Dalam konteks inilah, media sosial dapat menjadi salah satu alat, sarana, dan wadahbagi bentuk baru partisipasi politik masyarakat sebagai bagian dari aktivitas politik. Untuk itu, tulisan ini berupayamengukur kekuatan media sosial dalam mendorong partisipasi politik masyarakat Indonesia pada Pemilu 2014seiring dengan adanya kecenderungan semakin menurunnya tingkat partisipasi pemilih dalam sejumlah pemilihanumum di daerah dan nasional
KECENDERUNGAN HUBUNGAN ANGGOTA LEGISLATIF DAN KONSTITUEN : Studi DPRD Provinsi Banten Hasil Pemilu 2009
This research report is about relations ofMember ofParliament and his her constituent in Banten ProvinceThe MPs are those who elected by General Election 2009 One ofthe reasons behind this study is critics towards MPs who does not perform their duty optimally Because of that MPs does not have close relations with his herown constituent This study suggests some evaluation to the current conditio
MEMBACA “PHK MASSAL”: RANTAI NILAI INDUSTRI ELEKTRONIK, MEA, DAN TANTANGAN BAGI GERAKAN BURUH DI INDONESIA
“PHK Massal†sempat menjadi isu dalam politik perburuhan, khususnya di industri elektronik, pada awal tahun 2016 setelah kemunculan paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan dalam rangka menyambut peran/keterlibatan Indonesia dalam MEA. Meskipun konstruksi kata “massal†dalam isu PHK ini tidak sejalan dengan data ketenagakerjaan, namun penting untuk menganalisis isu ini karena terkait erat dengan politik dalam produksi industri elektronik. Dalam konteks MEA, kerentanan gerakan buruh di sektor elektronik pun kian meningkat seiring dengan meningkatnya fleksibilitas pasar tenaga kerja dalam rezim pasar bebas. Tulisan ini membahas hubungan antara isu PHK massal dengan rantai nilai industri elektronik di tingkat global, MEA, dan tantangan bagi gerakan buruh di Indonesia. Tujuannya untuk menunjukkan peran gerakan buruh dalam menghadapi skema ekonomi seperti MEA terutama di dalam industri elektronik melalui analisis teori rantai nilai. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, tulisan ini menemukan bahwa gerakan buruh di Indonesia memiliki peluang yang besar untuk membangun kekuatan di tingkat regional dengan memahami posisi dirinya di dalam governance dari rantai nilai global dan rezim pasar tenaga kerja fleksibel
PENAPISAN SENYAWA FITOKIMIA DAN PENGUJIAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN POHON MERAPAT (Combretocarpus rotundatus (Miq.) DARI HUTAN KERANGAS
Kerangas forests typifies as tropical-rain vegetation trees, characterized by among others their low nutrients contents and sparse biodiversities, thereby denying their tree uses. The kerangas forests grow widespread in Kalimantan (e.g. South Kalimantan). Among the species that can grow and with stand such extreme condition is merapat (Combretocarpus rotundatus) trees. Their leaves contains particular chemical compounds that indicatively afford physiological bioactivities e.g. antioxidants. Consequentys this could expectedly emulate the added values for merapat tree uses.
In relevant, scrutiny on phytochemical compounds and testing of such antioxidant efficacy were conducted on the samples of dry merapat tree-leaves taken from the kerangas forest in South Kalimantan. Initially, the dry leaves were extracted with methanol solvent, which yielded the methanol extract (i.e. sample 1), further fractionated by the column chromatography using chloroform eluant. The obtained chloroform-eluted fractions (sample 2) were fractionated again by the misced ethyl acetate-chloroform solvents (in equal proportion), which yielded the so-called sample 3. Phytochemical scrutiny revealed that the methanol extracts contained particular compounds such as flavonoids, phenol derivatives, bydroquinone, tannin, and triterpenoids, wich among them afforded the anticocidant efficacy. The methanol extract (sample 1) exchibited the very strongest antioxidant action by inflicting such reduction reaction on the free radicals released by the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), while such action exerted by the chloroform-eluted fractions' sample 2 and the ethyl-acetate-chloroform-eluted fractions' sample 3 was very little. The inhibition of free-radical formation from DPPH as much as 50% (IC50) occurred at 21.82 ppm of the methanol-extract concentration. Meanwhile, vitamin C and BHT as the control antioxidants performed more efficiently at much less than 21.82 ppm (i.e. 6.74 and 6.28 ppm, respectively). However, such IC50 value strongly suggests that the merapat leaves' methanol extract afforded the potential bioactivity as antioxidant
PENGARUH JENIS BAMBU, WAKTU KEMPA DAN PERLAKUAN PENDAHULUAN BILAH BAMBU TERHADAP SIFAT PAPAN BAMBU LAMINA
The objectives of this study were to determine the effects of bamboo species, pressing time and pre-treatment of bamboo strips on the properties of laminated bamboo board (LBB). Bamboo strips for LBB fabrication were prepared from mature culms (± 4 years old) of andong bamboo (Gigantochloa pseudoarundinacea) and mayan bamboo (Gigantochloa robusta) collected from private gardens in West Java. The stript from each bamboo species were assigned into 3 groups iry pre-treatment methods, untreated, cold soaking in 7% boron solution for 2 hours, and bleached with 15% bydrogen perocide solution. The LBB was manufactured wring urca formaldeiryde (UF) added with wheat flour equal to 10% of UF. The cold pressing time applied were 4 hours and 5 hours.
The results showed that the average density, moisture content and thickness swelling of laminated bamboo boards were 0.76 g) cum', 9.70% and 3.97% respectively. No delamination occurred in all samples using UF Jur, abich indicating high bonding quality. The average bonding strength (dry tests of laminated bamboo board made from andong was bigber (74.8 kg) cnl) than that of mayan bambou (67.9 kylen). Preservation and bleaching treatment of bamboo strips reduced the strength of 1.BB. Several properties of 1.BB were not significantly affected try bamino species esccept the compression strength. In general three-layer thick laminated bamboo board either made from andong or masan bambos hal strength values cumparable to wood strength clars 1. ubereas those stripe bleached witi 15% bydrogen perascide solution bad strength valuer similar to wood strength dair H. Laminated bamboo board is suitable for solid wood sulistitute and performs as alternative material for furniture, interior dezen and building materials