The National Research and Innovation Agency's Ejournal Portal
Not a member yet
7815 research outputs found
Sort by
DEVELOPMENT OF MATERIALS FOR IMMOBILIZATION OF CESIUM AND CERIUM BASED ON A COMBINATION OF NOCHAR SUPER ADSORBENT AND UNSATURATED POLYESTER FOR PRODUCTION WASTE RADIOISOTOPE 99Mo
This research aims to develop unsaturated polyester-based materials combined with Nochar superabsorbent as radioactive waste immobilization materials. The focus is to lock up radioactive elements such as cesium (Cs) and cerium (Ce), which are used as surrogates for 99Moradioisotope waste. This study evaluates the performance of immobilized materials in adsorbing and stabilizing radioactive elements using various waste loading percentages of 10%, 15%, 20%, and 25%. The characterization results showed that the combination of unsaturated polyester and Nochar was able to absorb the waste effectively without any migration of radioactive elements to the environment, according to the leaching test results. However, based on the compressive strength test, a high increase in waste loading resulted in a decrease in the mechanical strength of the composite. Thus, an optimal waste loading of 20% provides a balance between absorption capacity and mechanical strength. This study demonstrates the potential of using unsaturated polyester and Nochar as safe and effective immobilization materials for radioactive waste, especially in the context of long-term radioactive waste management
Survei Arkeologis di Kawasan Halmahera Bagian Tengah
Halmahera merupakan salah satu daratan utama di timur laut kawasan Wallasea. Tidak hanya memiliki profil lingkungan yang khas, Halmahera juga merupakan rumah bagi proses panjang sejarah budaya kawasan. Termasuk bagi studi arkeologis. Berbagai kajian awal telah dilakukan untuk memahami dinamika budaya masa lalu di wilayah ini. Meski demikian kuantitas dan kedalamannya kiranya belum berbanding lurus dengan potensi raya sejarah budaya Halmahera sebagai sebuah kawasan. Kajian ini merupakan bagian dari upaya dalam berkontribusi melengkapi pengetahuan terkait dinamika sejarah budaya di wilayah Halmahera. Fokus penelitian diarahkan untuk menemukan segenap potensi arkeologis dalam lingkup geografis Halmahera Bagian Tengah. Pembukaan tambang nikel berskala besar di wilayah ini yang mengancam kelestarian warisan budaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penentuan lokus. Survei penjajakan diadopsi sebagai metode dalam kajian ini. Hasil penelitian menemukan bahwa wilayah Halmahera Tengah memiliki potensi tinggi secara arkeologis mengacu pada bentang luas kawasan karst yang potensial sebagai hunian masa lalu dan segenap jejak tradisi yang masih melekat dalam keseharian masyarakat. Tindakan penyelamatan dan pelestarian atas situs-situs dalam pertambangan nikel mutlak diperlukan untuk menjaga eksistensi segenap warisan budaya dalam kawasan
Gerabah Situs Wayputih sebagai Komoditi Barter di Kerajaan Hoamoal
Situs pemukiman Wayputih dalam berbagai sumber sejarah maupun tradisi tutur merupakan wilayah pemerintahan dari Kerajaan Hoamoal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan permukiman situs Wayputih sebagai wilayah sebagai salah satu wilayah pusat penghasil cengkeh bagi kerajaan Hoamoal. Selain itu menggambarkan proses perdagangan dan pertukaran antara komoditi yang dihasilkan dengan komoditi dari luar wilayah. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk melihat jejak-jejak permukiman berdasarkan data utama artefak gerabah, selanjutnya melakukan analisis secara kuantitatif dan kualitatif data untuk menjelaskan penggunaan dan perkembangan sistem pertukaran komoditi di wilayah tersebut. Hasil penelitian, ditemukan sebaran gerabah dengan kuantitas yang tinggi di wilayah situs tersebut. Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan intensitas gerabah dan tidak dihasilkan di wilayah setempat, maka untuk memperolehnya dari wilayah luar dengan melakukan barter dengan cengkeh yang dihasilkan di wilayah setempat. Perdagangan dan pertukaran gerabah dengan cengkeh di Wayputih, mendukung perkembangan niaga di wilayah Kerajaan Hoamoal
Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila Leinitu Kecamatan Nusalaut
Tidak banyak gereja di Indonesia yang masih mempertahankan sifat keaslian sejak gereja tersebut didirikan. Meskipun menjadi gereja tertua di Kepulauan Ambon Lease, Gereja Ebenhaezer di desa Sila Leinitu kecamatan Nusa Laut yang dibangun pada tahun 1715, adalah salah satu dari sekian banyak gereja di Maluku yang masih mempertahankan sifat keaslian tersebut, walau telah beberapa kali mengalami renovasi bangunan. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan teknik arsitektur dan tata ruang gereja. Selain itu juga, penulisan ini menjelaskan tentang hasil temuan perlengkapan peribadatan di dalam ruang gereja yang kini sudah sangat jarang ditemui pada gereja lainnya di Maluku
Kejayaan Kesultanan Buton Abad Ke-17 & 18 dalam Tinjauan Arkeologi Ekologi
Kesultanan Buton merupakan kesultanan bercorak maritim yang cukup besar pada masa jayanya. Daratan Kesultanan Buton tidak begitu subur dan tidak banyak menghasilkan komoditi namun cukup terkenal karena lokasinya terletak di jalur niaga, sehingga menjadi lokasi singgah bagi kapal-kapal yang melintas. Penelitian ini berisi tinjauan arkeologi ekologi terhadap kasus kejayaan kesultanan Buton abad ke-17-18. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan tinjauan teori melalui tinjauan model cultural ecology dan environmental determinism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek ekologi berpengaruh terhadap kejayaan Kesultanan Buton. Kesultanan Buton tidak banyak menghasilkan komoditi utama, namun berhasil menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dan sukses memaksimalkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari aspek ekologis. Dengan menerapkannya pada struktur masyarakat Kesultanan, jaringan perniagaan, budaya material, Kesultanan Buton mempertahankan legitimasi dalam hegemoni kekuatan besar di wilayahnya. Kesuksesan dalam ‘menaklukan’ lingkungan menjadikan Kesultanan Buton berjaya, bahkan hingga saat ini identitas ‘kebutonan’ masih melekat di dalam masyarakat Buton
PEMETAAN STRUKTUR BIDANG ILMU MENGGUNAKAN ANALISIS JEJARING SOSIAL: PERUBAHAN BIDANG ILMU PUBLIKASI PENELITIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN INDONESIA
Indonesia is a maritime country with two-third of its total area consist of water. Research on marine and fisheries studies should be considered as an important matter in Indonesia. Studies on research development can be a way to evaluate and to determine research policy direction. The increasing of scientific publication database draws the need for enhancement to their quantitative techniques analysis to understand research structure; social and science structure. This study aims to map the subject area, that covered research on marine and fisheries studies and carried out by institution located in Indonesia. Social network analysis is used to show the relationship of subject area in the related research. Data that is used in this research is based on marine and fisheries studies that conducted in Indonesia and indexed by Scopus for the last ten years (2006-2015). The network map shows that the publication has changed in terms of the covered subject areas and the relationship among them. The result of this study can be used to evaluate and to support marine and fisheries research policy direction in Indonesia
ANALISIS REFERENSI PADA JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KAYU TROPIS TAHUN 2013 – 2017
Reference analysis of articles in online journals was conducted, namely Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis in 2013 – 2017. The study aims to: (1) find out the distribution of articles and references based on years; (2) know the reference composition based on the type of document; (3) know the patterns of authorship in reference; (4) know the update of the reference year; (5) find out the ranking of journals that are used as references; (6) know the authorship affiliation pattern. The research was carried out by descriptive method. Data was taken from the Journal of Tropical Wood Science and Technology for five years (2013-2017). Data collection was conducted in October 2018 from the journal webpage available at http://ejournalmapeki.org/index.php/JITKT. Details of each article published , such as the number of articles in each journal number, article distribution, authorship patterns for each article have been recorded and analyzed to make observations.The collected data was compiled and analyzed using an MS-Excel spreadsheet.The results showed that the average number of articles per year was 20,2 and and references per year is 385,8. The highest reference composition is articles totaling 1063, around 55,11 %.The pattern of authorship shows that more than half of writers prefer to work in collaboration because 51,44% of citations are multi-authors, while 48,56% of writers prefer to work in isolation, more reference skills in the span of 0-10 years (current category) namely as many as 1.108 citations/references and 821 citations/references classified as not up-to-date, namely over ten years as many as 821 citations / references. The most used ranking reference journal used by the author was taken from the Journal of Tropical Wood Technology
PUSTAKAWAN MEMANDANG KNOWLEDGE MANAGEMENT
It is already more than a decade that the word of Knowledge Management (KM) have been discussed by librarians within the International Federation of Library Associations (IFLA). Many librarians then became interested in studying KM in order to implement it in their organizations. The discussions about KM then become broad and have been expanded into some fields, including tacit knowledge, implicit knowledge, explicit knowledge, and procedural knowledge. The crucial dimension of KM is collecting and connecting, so that dissemination of knowledge in organization becomes broader and deeper than before. This paper discusses the perception of Indonesian librarians toward KM
MENGENALI PROFIL BUKAN PENGGUNA JASA INFORMASI
Pusat dokumentasi/Perpustakaan/unit dokumentasi adalah suatu organisasi penyedia dan pengelola jasa informasi. Unit dokumentasi/perpustakaan didirikan untuk melayani kepeduan informasi lembaga induk, maka jasa informasi yang disediakan harus disesuaikan dengan tugas, fungsi dan tujuan dari unit dokumentasi/perpustakaan tersebut serta organisasi induk. Jadi ada kaitan erat antara jenis organisasi badan induk, organisasi unit dokumentasi/perpustakaan, jasa informasi yang disediakan, dan jenis kelompok pengguna jasa. Dari gambaran di atas, secara garis besar kelompok sasaran pengguna jasa sudah dapat diketahui. Pihak pengelola atau manajemen harus selalu memperhatikan kelompok pengguna inti ini, jangan sampai berubah menjadi kelompok minoritas dari pengguna secarakeseluruhan