Rumah Jurnal Universitas Al-Falah As-Sunniyah Jember
Not a member yet
    956 research outputs found

    Membangun Madrasah Ibtidaiyah Unggul: Peran Manajemen Pendidikan Islam bagi Calon Guru MI

    Full text link
    This study examines the role of Islamic educational management in preparing pre-service teachers of Islamic Elementary School Teacher Education (PGMI) to build excellent Madrasah Ibtidaiyah (MI). Contemporary MI teachers not only serve as instructors but also as learning managers and change agents who require solid managerial competencies. This research aims to analyze PGMI students' understanding of Islamic educational management, identify Islam-based managerial competencies needed, and formulate an integration model of Islamic educational management in developing PGMI students' competencies. Employing a mixed methods approach with explanatory sequential design, the study involved 300 PGMI students for the quantitative phase and 26 informants consisting of students, lecturers, and MI principals for the qualitative phase. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, Focus Group Discussions, classroom observations, and document analysis. Results indicate that the majority of PGMI students (67%) have moderate understanding of Islamic educational management with an average score of 3.2/5.0. Understanding is limited to classroom management aspects while weak in institutional management, reflecting a curriculum gap that allocates only 3.5% of credits for management learning. The research identifies five domains of Islam-based managerial competencies: Planning (Takhthith), Organizing (Tanzhim), Leadership (Qiyadah), Supervision (Riqabah), and Evaluation (Taqwim). As a solution, the study formulates the PRIMA Model (Professional-Religious Integrated Management for MI Teachers) consisting of four components: Integrated Curriculum, Experience-Based Learning, Managerial Character Development, and Holistic Evaluation. This model received high validation from stakeholders with 85% of lecturers, 90% of MI principals, and 88% of students rating it as highly relevant and needed. This research contributes theoretically by enriching Islamic educational management literature from a teacher preparation perspective, practically by providing a blueprint for PGMI curriculum development, and policy-wise for standardizing national PGMI graduate competencies. Implementation of the PRIMA Model is expected to improve the quality of PGMI graduates and subsequently accelerate the transformation of MI towards excellence..Penelitian ini mengkaji peran manajemen pendidikan Islam dalam mempersiapkan calon guru Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk membangun Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang unggul. Guru MI kontemporer tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai manajer pembelajaran dan agen perubahan yang memerlukan kompetensi manajerial yang solid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa PGMI tentang manajemen pendidikan Islam, mengidentifikasi kompetensi manajerial berbasis nilai Islam yang dibutuhkan, dan merumuskan model integrasi manajemen pendidikan Islam dalam pengembangan kompetensi mahasiswa PGMI. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan explanatory sequential design, penelitian melibatkan 300 mahasiswa PGMI untuk fase kuantitatif dan 26 informan terdiri dari mahasiswa, dosen, dan kepala MI untuk fase kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa PGMI (67%) memiliki pemahaman kategori sedang tentang manajemen pendidikan Islam dengan skor rata-rata 3,2/5,0. Pemahaman terbatas pada aspek manajemen kelas sementara lemah pada manajemen lembaga, mencerminkan gap dalam kurikulum yang hanya mengalokasikan 3,5% SKS untuk pembelajaran manajemen. Penelitian mengidentifikasi lima domain kompetensi manajerial berbasis nilai Islam: Perencanaan (Takhthith), Pengorganisasian (Tanzhim), Kepemimpinan (Qiyadah), Pengawasan (Riqabah), dan Evaluasi (Taqwim). Sebagai solusi, penelitian merumuskan Model PRIMA (Profesional-Religious Integrated Management for MI Teachers) yang terdiri dari empat komponen: Kurikulum Terintegrasi, Pembelajaran Berbasis Pengalaman, Pengembangan Karakter Manajerial, dan Evaluasi Holistik. Model ini mendapat validasi tinggi dari stakeholder dengan 85% dosen, 90% kepala MI, dan 88% mahasiswa menilainya sangat relevan dan dibutuhkan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur manajemen pendidikan Islam dari perspektif preparasi guru, kontribusi praktis berupa blueprint pengembangan kurikulum PGMI, dan kontribusi kebijakan untuk standardisasi kompetensi lulusan PGMI nasional. Implementasi Model PRIMA diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan PGMI dan pada gilirannya mempercepat transformasi MI menuju keunggulan

    Pengaruh Metode Microlearning Berbasis Video Terhadap Kelancaran Komunikasi Siswa Kelas IV pada Pelajaran Bahasa Indonesia SDN Tugusari 04 Bangsalsari Tahun 2025

    Full text link
    This study aims to determine the influence of the microlearning method on the communication fluency of fourth-grade students in Indonesian language lessons at State Elementary School of Tugusari 04 Bangsalsari, specifically the effect of video-based learning. This study draws on Mayer's cognitive learning theory and multimedia learning theory, which emphasize the importance of conveying information through visual and auditory channels simultaneously. Furthermore, constructivist theory also underpins the approach, encouraging students to construct knowledge through active learning experiences. This study employed a quantitative approach with a descriptive design, using a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 25 fourth-grade students from State Elementary School Tugusari 04. The instruments used included tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using normality tests, one-sample t-tests (one-sample t-test), and effect size analysis

    Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar

    Full text link
    Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Di sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis sebagai wahana internalisasi nilai moral, sosial, budaya, dan kebangsaan. PKn tidak sekadar menyampaikan konsep tentang hak dan kewajiban warga negara, melainkan sarana membiasakan siswa untuk berpikir kritis, logis, serta mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai moral yang luhur. Penelitian ini bertujuan mengkaji penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran PKn dengan metode kajian literatur. Sumber data diperoleh dari delapan artikel, buku, dan penelitian relevan yang dipublikasikan antara tahun 1991 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dicapai melalui berbagai strategi, di antaranya: (1) penerapan pembelajaran inovatif berbasis proyek, teknologi, dan kearifan lokal; (2) pengembangan budaya sekolah yang konsisten melalui kegiatan religius, literasi, pembiasaan disiplin, dan pemberian penghargaan; (3) integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian ke dalam kurikulum dan perangkat pembelajaran PKn; serta (4) keterlibatan aktif guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sebagai faktor pendukung. Selain itu, penggunaan instrumen penilaian karakter memungkinkan guru untuk memantau perkembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara lebih terukur.penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui PKn harus dilakukan secara holistik, melibatkan pembelajaran inovatif, budaya sekolah, integrasi kurikulum, keteladanan guru, serta dukungan keluarga. Dengan demikian, sekolah dasar dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berempati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila

    Perilaku Kekerasan terhadap Anak dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam: Analisis Faktor Penyebab, Dampak Psikologis, dan Upaya Penanggulangan

    Full text link
    This study aims to analyze violent behavior against children from the perspective of Islamic family law by examining the causative factors, psychological impacts, and efforts to overcome them through positive legal instruments and Islamic values. The research method used is a qualitative approach with literature study techniques, where the author examines various written sources, such as books, scientific articles, and legal regulations related to child protection. The data obtained were analyzed descriptive-analytically with a normative juridical approach to uncover the relationship between the factors that cause violence against children, the psychological impact it causes, and the relevant coping mechanisms. The results of the study show that violence against children is caused by complex individual, family and social factors, and negatively impacts children's physical, emotional, and psychological development. In terms of positive law, regulations in Indonesia have provided quite comprehensive protection, although their implementation still faces cultural barriers and weak law enforcement. Meanwhile, in Islamic family law, children are seen as the mandate of Allah SWT that must be cared for and treated with affection, so that violence in parenting cannot be justified. The recommendations of this study emphasize the importance of synergy between positive legal instruments and Islamic values in building a complete child protection system, by involving families, communities, and the state collaboratively

    OPTIMALISASI PEMBELAJARAN CALISTUNG UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PEMANFAATAN APE DI RA MUSLIMAT NU 08

    Full text link
    Salah satu keterampilan dasar yang penting untuk distimulasi sejak dini adalah kemampuan calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Meskipun dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menekankan konsep belajar sambil bermain, stimulasi calistung tetap perlu diberikan secara bertahap dan menyenangkan agar anak memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru ditemukan beberapa masalah yakni sebagian anak kelompok B mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan Calistung. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dipilih karena sesuai dengan kondisi permasalahan, yakni keterbatasan media pembelajaran atau alat permainan edukatif (APE) dalam menunjang kemampuan calistung anak. Tim pengabdi dengan pendekatan PAR yang terdiri atas identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi dan refleksi secara tepat merancang, membuat, dan menerapkan APE yang dapat digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan adanya APE yang kreatif dan inovatif tersebut dapat terlihat aspek perkembangan anak sebelum dan sesudah menggunakan APE, yakni anak-anak menjadi lebih antusias, aktif, serta menunjukkan peningkatan keterampilan literasi dan numerasi secara bertaha

    Strategi Psikopedagogis dalam Mengatasi "Short Attention Span” pada Anak Usia Sekolah Dasar Akibat Konsumsi Konten Digital Singkat

    Full text link
    The development of digital technology has brought about major changes in the information consumption patterns of elementary school-aged children. Platforms such as TikTok, YouTube Shorts and Instagram Reels provide short-form video content that is dense with visual and audio stimuli, but have the effect of decreasing children's attention span in the learning process. This short attention span phenomenon is a serious challenge in the world of basic education. This study aims to examine psychopedagogical strategies that can be applied to overcome concentration disorders in children due to the consumption of short digital content. This research uses a qualitative approach with a literature study method, which examines a number of scientific articles from various national and international databases. The results of the study show that children who habitually consume instant videos show decreased focus, difficulty completing long-term tasks, and decreased learning perseverance. In response, psychopedagogical strategies identified include mindfulness-based learning, reflective learning, project-based learning, and integration of local and spiritual values. These strategies not only stimulate concentration, but also shape children's character to be resilient in the face of instant culture. This research recommends the need for collaboration between teachers and parents, as well as the development of contextual learning modules to answer this challenge. Psychopedagogical strategies can be an applicable integrative solution in shaping a healthy learning culture in the digital er

    Teknik Hafalan Berantai untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Surah Pendek Kelas V Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    This study aims to improve the ability of fifth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah to memorize short surahs of the Qur’an Hadith subject. Memorizing short surahs is a funtamental aspect of islamic education as it is closely related to daily worship and the development of students’ religius character. This reserch amployed a Classroom Action Reserch (CAR) apporach, carried out in two cycles consisting of planning, action, observation, and refklection. The subjesubjects werw 20 students who dad difficulties in memorizing and reciting qur’anic verses. The chain memoeization technique was implemented through repetitive group recitation and individual turns, fostering an interactive and collaborative learning environment. The result indicated a signivicant improvement and students’ memorization skills, with the class average increasing from 62,65 in the pre-cycle (66% mastery) to 75.65 in cycle I (76%) and 81,6 in cycle II (82%). In addition to quantitative gains, students also showed increased self-confidence, cocetration, and participation.The succes of this technique was akso supported by the teacher’s  role as a ficilitator and parental involvement at home. Chain memorization proved to be effection and is recommended for regular use in Qur’anic learning at the elementary level.Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghafal surah-surah pendek siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah melalui penerapan teknik hafalan berantai pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist. Hafaklan surah pendek menjadi aspek penting dalam pendidikan dasar karena berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah dan pembentukan karakter religius. Penelitian ininmenggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitiaan berjumlah 20 siswa yang menunjukkan kesulitan dalam menghafal dan melafalkan ayat Al-Qur’an. Teknik Hafalan berantai diterapkan melalui pengulangan bersama dan bergilir antarsiswa guna menciptkakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan hafalan secara signifikan, dan rata-rata prasiklus sebesar 62,25 dengan ketuntasan klasikal 66%, menjadi 75,65 pada siklus I (76%) dan 81,6 pada siklus II (82%). Selain peningkatan kuantitatif,ditemukan pula perkembangan dalam aspek afektif seperti kepercayaan diri, konsentrasi, dan partisipasi aktif siswa. Keberhasilan strategi ini ditunjang oleh keterlibatan guru dan dukungan orang tua. Teknik hafalan berantai terbukti efektif dan direkoendasikan untuk diterankan secara rutin dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadist di madrasah ibtidaiyah

    Intervensi Bimbingan dan Konseling untuk Mengatasi Perundungan Mahasiswa di Perguruan Tinggi Indonesia

    Full text link
    Abstract This paper stems from the phenomenon of rampant bullying among students, which has recently been frequently highlighted in social media and repeatedly occurred in a number of national universities, raising serious questions about how to resolve it. This study aims to examine cases of bullying that occurred throughout 2025 and previous years and offer solutions based on guidance and counseling science, emphasizing the role of lecturers in the Guidance and Counseling Study Program. The method used is library research through searching academic sources such as books, journals, and reliable references. The results of the study show that bullying occurs frequently on campus, involving students and lecturers, while Guidance and Counseling lecturers have a special role in handling it through various individual guidance and counseling services, information, consultation, and group guidance. Based on these findings, this study recommends that guidance and counseling services be optimally utilized by lecturers and the academic community to resolve the issue of bullying in higher education institutions. Abstrak Tulisan ini berangkat dari fenomena perundungan yang merajalela di kalangan mahasiswa, yang belakangan ini sering menjadi sorotan di media sosial dan berulang kali terjadi di sejumlah perguruan tinggi nasional, menimbulkan pertanyaan serius tentang cara mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kasus-kasus perundungan yang terjadi sepanjang tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya, serta menawarkan solusi berdasarkan ilmu bimbingan dan konseling, dengan tekanan peran dosen dalam Program Studi Bimbingan dan Konseling. Metode yang digunakan adalah penelitian perpustakaan melalui pencarian sumber akademik seperti buku, jurnal, dan referensi yang dapat diandalkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan sering terjadi di kampus, melibatkan mahasiswa dan dosen, sementara dosen Bimbingan dan Konseling memiliki peran khusus dalam menangani hal ini melalui berbagai layanan bimbingan dan konseling individu, informasi, konsultasi, dan kelompok bimbingan. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini merekomendasikan agar layanan bimbingan dan konseling dimanfaatkan secara optimal oleh dosen dan komunitas akademik untuk menyelesaikan masalah perundungan di lembaga pendidikan tinggi

    Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa di SDN Gadingrejo 02

    Full text link
    Disiplin adalah pendidikan yang menggunakan pendidikan karakter untuk membentuk kepribadian seseorang. Hasil-hasilnya, seperti perilaku yang sangat baik, kejujuran, tanggung jawab, penghormatan terhadap hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya, dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Isu menarik seputar kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam mendefinisikan disiplin murid adalah sebagai kekuatan pendorong .penerapan kegiatan pramuka ini guna untuk mendisiplinkan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam membentuk karaktrer disiplin siswa di SDN Gadingrejo 02. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kegiatan pramuka dalam pembentukan kedisiplinan siswa. Penelitian ini bersifat kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, kualifikasi siswa dalam pendidikan karakter disiplin masih dalam tahap sedang. Masih ada beberapa siswa yang masih belum sepenuhnya menerapkan karakter disiplin dalam kegiatan kepramukaan yang berpedoman pada metode kepramukaan

    Pencarian Jalur Evakuasi Terdekat Siaga Tsunami Pantai Selatan Jember Menggunakan Algoritma DIJKSTRA

    Full text link
    Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Jember berada dibagian Selatan Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Dalam catatan sejarah, daerah Pantai Selatan Kabupaten Jember pernah terkena gelombang tsunami yang berasal dari Samudera Hindia, yaitu pada tahun 1818, 1921, dan 1994. Hal ini memiliki dampak yang sangat besar, upaya yang harus ditanggulani ketika terjadi bencana tsunami adalah segera mencari jalur evakuasi terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jalur evakuasi terdekat apabila terjadi bencana tsunami. Data yang diperoleh dari metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan.  Dalam mencari jalur evakuasi terdekat tersebut, peneliti menggunakan Algoritma Dijkstra dengan merepresentasikan objek dengan titik dan jalan dengan sisi. Dalam penelitian ini diperoleh jalur evakuasi terdekat dari beberapa titik terdampak tsunami. Penggunaan algoritma Dijkstra lebih efektif dalam mencari rute terpendek jalur evakuasi dibandingkan dengan menggunakan google maps. &nbsp

    892

    full texts

    956

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Universitas Al-Falah As-Sunniyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇