Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
Not a member yet
531 research outputs found
Sort by
UJI JENIS PENAMPUNG DAN BAHAN PENGGUMPAL LATEKS BERBAHAN BAKU SISA PRODUKSI PERTANIAN ASAM GELUGUR DAN NANAS BAGI KARET RAKYAT
Rendahnya mutu bahan olah karet rakyat (bokar) antara lain disebabkan rendahnya penanganan pasca panen, seperti wadah penampung lateks yang sembarangan, penggumpal lateks yang tidak bermutu, dan belum memenuhi syarat. Faktor penampung lateks dan bahan penggumpal dinilai sebagai faktor utama penyebabnya. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan penelitian yang berhubungan dengan penampung lateks, bahan penggumpal, dan teknik penanganan bokar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi mutu bokar yang rendah. Penelitian dilakukan pada kebun karet rakyat di desa Sari Laba Jahe (Kecamatan Sibirubiru, Deli Serdang, Sumatra Utara). Desa tersebut merupakan penghasil asam gelugur dan nanas. Penelitian dilakukan dengan menguji 3 jenis penampung lateks (penampung lateks standar, ruas bambu, dan tempurung kelapa), dan empat jenis bahan penggumpal (ekstrak asam gelugur, ekstrak nanas, asam semut, dan pupuk TSP). Kombinasi dari kedua bahan tersebut diulang sebanyak 3 kali. Hasil dalam bentuk bokar kemudian dijepit pada media anyaman bambu, masing-masing selama 2, 4, dan 6 hari. Pengamatan meliputi berat bokar dan kadar karet kering (KKK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampung lateks standar merupakan penampung lateks terbaik untuk menghasilkan berat bokar tertinggi. Sedangkan penggumpal ekstrak asam gelugur dan ekstrak nanas dengan masa penyimpanan 6 hari menghasilkan bokar dengan KKK tertinggi, yakni > 70%
KARAKTERISASI ISOLAT PESTALOTIOPSIS PADA KARET (Hevea brasiliensis) MENGGUNAKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER
Penyakit gugur daun Pestalotiopsis yang disebabkan oleh Pestalotiopsis sp. pada tanaman karet telah menjadi penyakit yang merugikan sejak tahun 2017 di pertanaman karet Indonesia. Hampir semua klon rekomendasi dan semua stadia tanaman karet terserang penyakit yang mengakibatkan penurunan produksi lateks. Informasi patogen mengenai karakter morfologi dan molekuler diperlukan untuk mengetahui siklus hidup dan biologi patogen tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeteksi spesies Pestalotiopsis yang menyerang tanaman karet di wilayah Sumatra Selatan secara morfologi dan molekuler. Sampel daun yang terinfeksi penyakit gugur daun diambil dari Kebun Percobaan Pusat Penelitian Karet, Desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Pusat Penelitian Karet dan Laboratorium Mikologi dan Biomolekuler Karantina Tumbuhan, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP), Jakarta pada bulan April hingga Desember 2019. Metode pada penelitian ini diawali pengambilan sampel dari beberapa tanaman inang yang bergejala, kemudian dilakukan isolasi pada media PDA, dimurnikan, kemudian dilakukan identifikasi morfologi pada masing-masing isolat, selanjutnya dilakukan analisa PCR dan hasil PCR yang terpilih dilanjutkan dengan sequencing. Hasi penelitian ini menunjukkan morfologi Pestalotiopsis dibedakan berdasarkan bentuk konidia, ukuran konidia, jumlah septat, warna pigmen, serta bentuk sel basal dan sel tengah. Spesies Pestalotiopsis yang diperoleh berdasarkan pengamatan morfologi yaitu P. microspore, P. linearis, P. quepinii, P. kunmingensis, P clavate, dan P. cocos. Hasil amplifikasi cendawan daun karet ini diperoleh 7 jenis isolat yang memiliki ukuran pita DNA yang berbeda, dan diperoleh 2 jenis cendawan gugur daun dari hasil sequensing yaitu Pseudopestalotiopsis coccos strain CBS 272,29 dan Neopestalotiopsis cubana strain CBS 600,96
POTENSI ASAP CAIR DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN PESTALOTIOPSIS PADA TANAMAN KARET DI LABORATORIUM
Pestalotiopsis microspora penyebab penyakit gugur daun pada tanaman karet menjadi salah satu faktor pembatas terhadap produksi tanaman karet. Daun karet yang gugur akibat penyakit ini menyebabkan tajuk tanaman menjadi tipis dan tanaman kehilangan produksi lateks lebih dari 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi asap cair tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dalam menghambat pertumbuhan P. microspora. Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan metode peracunan media menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu konsentrasi asap cair 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Peubah yang diamati adalah diameter koloni pertumbuhan P. microspora, berat basah dan berat kering isolat P. microspora, serta efektivitas daya hambat asap cair terhadap P. microspora. Hasil penelitian berdasarkan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 1% menunjukkan bahwa perlakuan asap cair TKKS menghambat secara nyata pertumbuhan P. microspora. Perlakuan asap cair dengan konsentrasi 3% mampu menekan pertumbuhan P. microspora lebih dari 60%, bahkan sampai 100% pada perlakuan konsentrasi 4%
DINAMIKA HARGA KARET DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEREKONOMIAN PETANI KARET KECAMATAN MUARA KUANG KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2009-2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi perekonomian petani karet dalam menghadapi kondisi harga karet yang berfluktuasi di Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan ekonomi dan antropologi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa komoditas karet memiliki peran penting dalam memenuhi perekonomian masyarakat, karena karet di wilayah ini digunakan sebagai komoditas unggulan utama. Karet merupakan salah satu mata pencaharian utama di wilayah Muara Kuang. Selama tahun 2009-2020, harga karet cenderung berfluktuasi sehingga hal ini turut memengaruhi perekonomian masyarakatnya. Pada penelitian ini peneliti membagi tiga periode dinamika harga karet, periode pertama tahun 2009-2013 dimana pada tahun ini harga karet pernah menyentuh harga jual tertinggi, kemudian periode kedua tahun 2014-2016 pada tahun ini harga karet merosot sangat jauh bahkan pernah menyentuh angka Rp 5.000/kg dan periode terakhir tahun 2017-2020 alasannya karena di Indonesia khususnya Kecamatan Muara Kuang pada tahun-tahun ini harga karet mulai kembali merangkak naik
PENGARUH FILLER BENTONIT TERMODIFIKASI TERHADAP PERILAKU SIFAT MEKANIK EBONIT KARET ALAM
Karet ebonit mempunyai keunggulan karena sifat mekanik yang tinggi, kaku, dan keras namun cenderung mudah getas. Penambahan filler clay yang mengandung bentonit dinilai dapat mengurangi sifat getas karet ebonit. Studi ini mencoba membuat karet ebonit berbasis karet alam dengan variasi bentonit sebagai filler 0, 2, 4, 6, 8, 10 phr yang dicampur sebagai masterbatch karet alam yang menggunakan surfaktan kationik, dengan karet alam jenis RSS 1, belerang 30 phr dan bahan aditif lain dengan waktu 90 menit dan suhu vulkanisasi 1600C. Uji sifat rheologi menunjukkan semakin bertambahnya masterbatch yang mengandung bentonit dan dan surfaktan kationik ditambahkan akan memberikan pelunakan pada komposit. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan kenaikan dengan bertambahnya bentonit yang digunakan. Pengujian kuat tarik komposit b4 (4 phr bentonit) menghasilkan nilai tertinggi 41,3 N/mm2 dan modulus young 362,77 N/mm2. Hasil uji SEM menunjukkan permukaan lebih halus pada b4 dengan terbentuk agregat yang sangat kecil dibanding dengan b10 yang cenderung lebih besar ukuran agregat. komposit b4 mengindikasikan filler terdistribusi baik karena ukuran agregat kecil sehingga memberikan pengaruh terhadap kekuatan mekanik lebih tinggi dibanding dengan komposit b10 dengan agregat besar yang cenderung terjadi aglomerasi sehingga filler tidak terdistribusi dengan baik
TRANSMISI HARGA KARET INTERNASIONAL TERHADAP PETANI DAN KONTRIBUSI SETIAP PROVINSI PADA PERUBAHAN HARGA KARET INDONESIA
Harga karet alam yang berfluktuasi sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani karet. Produk berupa SIR 20 Indonesia mengacu pada harga Singapura Commodity (SICOM) yakni pasar berjangka internasional. Dalam 10 tahun terakhir harga karet berfluktuasi tinggi sehingga perlu kajian. Belum ada yang mengkaji apakah harga karet alam di tingkat internasional tertransmisi dengan baik ke tingkat petani, mengingat ada beberapa lembaga pemasaran dan pelaku usaha yang terlibat dalam industri karet di Indonesia, sehingga menarik juga untuk dikaji prediksi kontribusi setiap provinsi utama penghasil karet alam di Indonesia terhadap perubahan-perubahan harga karet. Manfaat penelitian untuk mengetahui ketersampaian harga di suatu pasar akan menyebabkan terjadinya perubahan pada pasar pengikutnya. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling yakni data harga di tingkat SICOM dan petani di 8 provinsi produsen karet alam utama Indonesia. Data harga yang digunakan yakni sejak Januari 2016 hingga Desember 2021. Transmisi harga karet alam diukur dari harga internasional ke harga di tingkat petani digunakan analisis regresi linier sederhana, sedangkan untuk menganalisis integrasi pasar karet alam antar provinsi utama menggunakan metode analisa Vector Autoregressive (VAR) dan Vektor Error Correction Model (VECM) dengan menggunakan software Rstudio. Hasil penelitian menunjukan bahwa harga karet pada tingkat pasar internasional telah tertransmisi dengan baik dengan harga di tingkat petani, artinya petani dengan mudah mengakses informasi harga internasional yaitu harga di SICOM. Hasil prediksi kontribusi perubahan harga/FEVD (Forcest Error Varians Decomposition) yang menunjukkan bahwa beberapa provinsi di Indonesia saling mempengaruhi terhadap perubahan harga di setiap provinsi produsen karet di Indonesia
EFEK JANGKA PENDEK GUNCANGAN HARGA TSR 20 TERHADAP FLUKTUASI HARGA PRODUK HULU AGRIBISNIS KARET ALAM DI SUMATERA SELATAN
Pandemi covid-19 memberikan efek jangka pendek seperti penurunan harga produk hulu agribisnis karet alam di tingkat petani secara drastis. Di sisi lain, terdapat efek jangka pendek yang positif yaitu transmisi harga yang elastis terhadap produk hulu agribisnis karet alam di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan data time series selama dua puluh empat bulan yaitu dari Januari 2019 - Desember 2020. Variabel harga karet di tingkat petani diperoleh dari 28 UPPB di Sumatera Selatan, Harga Free On Board (FOB) karet Indonesia diperoleh dari Gapkindo Sumatera Selatan, dan harga karet internasional (SICOM). Metode yang digunakan adalah regresi sederhana dengan bantuan software RStudio. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi harga TSR 20 di Pasar Internasional tertransmisi dengan baik terhadap produk hulu agribisnis karet alam di Sumatera Selatan dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi covid-19. Menguatnya nilai transmisi harga memiliki manfaat untuk pelaku ekonomi dalam hal alokasi yang efisien dari sumber daya ekonomi. Elastisitas transmisi harga saat pandemi di ketiga tingkatan pemasaran dapat dikatakan sempurna, peningkatan dan penurunan harga di tingkat internasional dan pabrik dapat ditransmisikan sempurna ke petani melalui UPPB. Transmisi harga saat covid lebih tinggi karena pasokan karet tahun 2020 berkurang karena banjir besar di Thailand dan berkurangya pasokan dari Indonesia dan Malaysia karena penyakit gugur daun
KARAKTERISTIK KARET ALAM TERGRAFTING PATI (STARCH) DARI KULIT PISANG YANG DIMODIFIKASI DENGAN ASAM AKRILAT (NR-g-St/AA)
Modifikasi karet alam dilakukan dengan pencangkokan starch kulit pisang termodifikasi asam akrilat pada rantai utama karet alam. Penggunaan starch kulit pisang termodifikasi asam akrilat bertujuan untuk meningkatkan sifat alamiah karet alam seperti sifat daya tarik dan menjadikan karet alam mudah untuk terurai secara hayati. Optimalisasi proses dilakukan dengan memvariasikan rasio bahan baku starch:lateks dengan variasi rasio 1:1; 1:1,5; 1:2; 1:2,5; 1:3, jenis inisiator Kalium Persulfate (KPS) dan Ammonium Persulfate (APS), dan temperatur reaksi (60°C, 70°C, 80°C). Karakterisasi sampel dilakukan dengan analisa FTIR, SEM, dan persen pencangkokan. Hasil FTIR rasio bahan baku terbaik adalah rasio 1:1 pada penggunaan inisiator KPS dan 1:2 pada penggunaan inisiator APS. Pada rasio yang sama, inisiator yang bekerja lebih baik yaitu APS dan temperatur reaksi optimum berada pada temperatur 80°C. Hasil SEM menunjukkan sampel dengan inisiator APS menghasilkan morfologi lebih baik karena tidak memiliki gap dan retakan pada permukaannya. Perhitungan persen pencangkokan menunjukkan sampel dengan variasi rasio bahan baku 1:1 memiliki persen pencangkokan yang paling besar. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan produk berbahan dasar karet
KETAHANAN SELANG DAN MEMBRAN REGULATOR GAS LPG EKSISTING TERHADAP DME BERDASARKAN UJI KINERJA FUNGSIONAL DAN UJI LABORATORIUM
Impor LPG terus meningkat dari tahun ke tahun, hingga akhir 2020, impor LiquefiedPetroleum Gas (LPG) Indonesia bahkan berada di kisaran 76% atau sebesar 6,1 juta ton. Berbagai upaya untuk menekan impor LPG terus dilakukan salah satunya dengan mendorong pemanfaatan dimetil eter (DME). DME merupakan salah satu senyawa yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar baru yang terbarukan saat ini karena ketersediaan bahan baku untuk pembuatan DME di dalam negeri cukup melimpah diantaranya dapat dihasilkan dari pengolahan gas alam, batubara, hasil olahan dari hidrokarbon lainnya maupun energi terbarukan seperti biomassa. Pemanfaatan DME sebagai bahan bakar rumah tangga diharapkan dapat mengurangi impor LPG sehingga dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk memperoleh informasi teknis tentang ketahanan selang karet, selang termoplastik elastomer, dan membran karet regulator pada kompor gas terhadap paparan DME yang diamati selama 3 (tiga) bulan uji fungsional non stop. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh informasi teknis bahwa semua sampel selang kompor gas LPG eksisting yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ketahanan terhadapat paparan DME, sedangkan 3 (tiga) dari 4 (empat) total sampel regulator yang diuji memiliki ketahanan terhadap paparan DME. Hasil ini menunjukkan bahwa sampel selang yang ada di pasaran secara fungsional telah siap, layak, dan aman untuk dapat digunakan pada aplikasi gas DME sebagai bahan bakar rumah tangga, sedangkan regulator yang ada di pasaran secara fungsional cukup siap, layak, dan aman untuk dapat digunakan pada aplikasi gas DME sebagai bahan bakar rumah tangga
PROSPEK TRANSAKSI KOMODITAS KARET INDONESIA SESUDAH PANDEMI COVID 19 : KAJIAN PUSTAKA
Karet merupakan komoditas ekspor yang selama ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Namun dampak pandemi Covid-19 telah membuat ekspor karet mengalami penurunan. Artikel ini membahas mengenai pasokan dan kebutuhan karet sebelum, saat, dan prediksi sesudah masa Pandemi Covid-19 dan perkembangannya dimasa yang akan datang. Tujuannya adalah untuk menganalisis prospek transaksi komoditas karet Indonesia setelah masa pandemi sehingga dapat memberikan gambaran kepada stakeholder dan menjadi masukan dalam mengambil kebijakan. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan dan menggunakan data sekunder. Data transaksi yang digunakan adalah tahun 2013–2019 masa sebelum pandemi, tahun 2020-2021 saat pandemi berlangsung, dan memprediksi transaksi empat tahun ke depan, dengan asumsi saat itu pandemi Covid-19 sudah berakhir. Masalah harga karet yang rendah diharapkan dapat di atasi dengan tumbuhnya industri hilir karet, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Temuanyang diperoleh dari kajian literatur ini adalah walaupun Indonesia memiliki lahan perkebunan karet tahun 2016 seluas 3.639.048 ha dan Indonesia mempunyai perkebunankaret terbesar di dunia namun negara pengekspor karet terbesar adalah Vietnam yang menyumbang 54,4% dari kebutuhan dunia. Fokus ekspor karet Indonesia adalah Amerika yaitu sebesar 22,57%, dan tidak melirik pasar lain. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 3,2% dibanding tahun 2019 . Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ekonomi diberbagai negara akibat pandemi Covid-19 dan upaya untuk mengatasinya. Pertumbuhan pasar karet diperkirakan akan segera pulih dan tumbuh dengan CAGR 7% pada tahun 2021 dan diperkirakan akan mencapai US$ 433.000 juta pada tahun 2023