Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
Not a member yet
    531 research outputs found

    Sampul Belakang 36 2 2018

    No full text
    Sampul Belakang 36 2 201

    Sampul Depan 37 1 2019: Sampul Depan 37 1 2019

    No full text
    Sampul Depan 37 1 201

    ANALISIS RISIKO DAN INEFISIENSI PADA PRODUKSI PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI SUMATERA SELATAN: APLIKASI MODEL COBB-DOUGLAS

    Full text link
    Di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, produksi karet dicirikan oleh adanya risiko yang menyebabkan variabilitas dalam produksi karet. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat efisiensi perkebunan karet dalam mengestimasi kehilangan produksi akibat risiko produksi dan inefisiensi pada karet rakyat di Sumatera Selatan. Penelitian dengan metode survei dilaksanakan di Sumatera Selatan. Pada penelitian ini, pengambilan sampel sebanyak 380 petani dilakukan dengan metode acak sederhana bertingkat. Dengan menganalisis data cross-sectional, model parametrik Cobb-Douglas digunakan untuk mengestimasi tingkat efisiensi dan risiko produksi, serta menentukan faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi secara simultan. Hasil analisis menggunakan model Cobb-Douglas dengan komponen risiko menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis pada sampel perkebunan dalam penelitian ini mencapai 0,74, yang mengindikasikan bahwa produksi karet pada kebun dalam studi ini belum efisien. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel pupuk berpengaruh nyata secara negatif pada tingkat kepercayaan 5% dalam hubungannya dengan model risiko produksi, yang artinya pupuk merupakan input yang dapat menurunkan risiko produksi. Sebaliknya, input tenaga kerja memberikan efek positif terhadap model risiko produksi, mengindikasikan bahwa tenaga kerja merupakan input yang dapat meningkatkan risiko produksi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa variabel penyuluhan, pengalaman berkebun karet, sistem penyadapan dan bahan tanam klonal yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan inefisiensi pada produksi karet rakyat. Skor efisiensi teknis menunjukkan bahwa produksi karet rakyat masih dapat ditingkatkan sebesar 26%, dengan cara menurunkan efek risiko dan inefisiensi dalam proses produksi

    Sampul Depan 38 2 2020

    No full text
    Sampul Depan 38 2 202

    HETEROSIS DAN HERITABILITAS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA GENOTIPE KARET HASIL PERSILANGAN KLON RRIM 600 X PN 1546

    Full text link
             Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heterosis dan heritabilitas karakter pertumbuhan dan daya hasil lateks beberapa genotipe hasil persilangan klon RRIM 600 X PN 1546. Sebanyak 25 genotipe dan dua tetua  ditanam di Kebun Percobaan, Balai Penelitian Sungei Putih yang berada di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2008 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G689, G541, dan G875 memiliki ukuran lilit batang tanaman umur 4 tahun (TBM 4)  paling tinggi, yaitu 53,78 cm, 51,33 cm, dan 51,28 cm dengan rata-rata pertambahan lilit batang tanaman per tahun masing-masing genotipe sebesar 14,96 cm, 14,11 cm, dan 14,46 cm. Genotipe G776 dan G577 memiliki hasil lateks paling tinggi yaitu 35,10 g/p/s dan35,19 g/p/s. Berdasarkan hasil analisis heterosis menunjukkan bahwa karakter pertumbuhan lilit batang pada genotipe G689, G451, dan G875 memiliki heterosis bernilai positif, sedangkan pada karakter daya hasil nilai heterosis bernilai positif terdapat pada genotipe G689, G776, G518, G576, G577, G571, G876, G874, dan G875. Berdasarkan nilai heritabilitas (h2), karakter lilit batang tanaman, pertambahan lilit batang tanaman, dan hasil lateks memiliki nilai heritabilitas tergolong tinggi yaitu 0,75, 0,63 dan 0,82. Nilai h2 tergolong tinggi tersebut menunjukkan bahwa karakter-karakter tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan dengan faktor lingkungan. Â

    PERTUMBUHAN TBM, KARAKTER FISIOLOGI, DAN KETAHANAN PENYAKIT KLON-KLON KARET IRR SERI 300 DI SUMATERA SELATAN

    Full text link
    Klon-klon karet IRR Seri 300 merupakan hasil persilangan yang dilakukan oleh Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet pada tahun 1991 dan 1992. Pada tahun 2013 mulai dilakukan pengujian lanjutan di Kebun Percobaan Sembawa, Sumatera Selatan pada 22 klon-klon IRR seri 300 terpilih yang ditanam seluas 1 Ha masing-masing klon. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan tanaman, resistensi klon terhadap penyakit daun yang menyerang selama masa tanaman belum menghasilkan (TBM), karakter fisiologi awal, dan produksi tahun pertama. Hasil pengamatan pertumbuhan tanaman TBM pada 22 klon IRR Seri 300, terdapat enam klon yang mempunyai matang sadap pada umur 4,5 tahun yaitu IRR 300, IRR 301, IRR 302, IRR 307, IRR 309, dan IRR 310. Pengukuran lilit batang lanjutan sebelum penyadapan serentak dilakukan, terdapat 20 klon IRR seri 300 memiliki pertumbuhan TBM yang lebih baik daripada klon pembanding BPM 24 kecuali klon IRR 311 dan IRR 314. Selain itu, sebanyak delapan klon IRR seri 300 yang mempunyai lilit batang dan tebal kulit yang lebih baik daripada klon-klon lainnya (lilit batang > 45 cm dan tebal kulit > 5 cm), yaitu IRR 301, IRR 303, IRR 306, IRR 309, IRR 310, IRR 315, IRR 316, dan IRR 323. Kedelapan klon tersebut juga mempunyai tingkat resistensi tergolong resisten-sangat resisten terhadap penyakit gugur daun Corynespora dan Colletotrichum. IRR 306 dan IRR 310 merupakan salah satu klon harapan baru yang dapat dikembangkan di wilayah Sumatera Selatan. Pengamatan lanjutan masih perlu dilakukan untuk mendapatkan data pertumbuhan dan produksi klon-klon IRR Seri 300 pada masa tanaman menghasilkan (TM)

    PEMANFAATAN PARAMETER CHLOROPHYLL-A FLUORESCENCEUNTUK SELEKSI KLON KARET TAHAN KEKERINGAN

    Full text link
    Chlorophyll-afluorescenceadalahperpendaran cahaya yang dilepaskan oleh klorofil untuk membuang kelebihan energi foton yang diterima dari sinar matahari pada prosesfotosintesa.Salahsatuparameterturunan dari chlorophyll-a fluorescence adalah Performance Index(PI). PI menggambarkan informasikualitatifmengenaikebugarantanaman. Pengamatan PI pada saat kondisi normal, tercekam kekeringan moderat, dan tercekam kekeringan parah memungkinkan untuk penghitungan nilai Drought Factor Index (DFI). Nilai DFI menggambarkan tingkat ketahanantanamanterhadapcekamanlingkungan, termasuk cekaman kekeringan. Semakin tinggi nilai DFI, semakin tahan tanamantersebutterhadapcekamanlingkungan dan sebaliknya. Parameter DFI telah berhasil dimanfaatkan untuk menyeleksi genotiptahancekamankekeringanpadatanaman wijen, kacang arab, barley, sawit, dan karet. Penentuan nilai DFI sangat berguna untuk kegiatan seleksi awal klon karet yang tahan terhadap cekaman kekeringan dan dapat menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkanpadaprogrampemuliaantanaman kare

    TINJAUAN BIBLIOMETRIK PENELITIAN MENGENAIKERING ALUR SADAP PADA TANAMAN KARET

    Full text link
    TINJAUAN BIBLIOMETRIK PENELITIAN MENGENAIKERING ALUR SADAP PADA TANAMAN KARETBibliometric Review of Research on Tapping Panel Dryness in Rubber PlantJunaidiUnit Penelitian Karet Sungei Putih, Pusat Penelitian KaretGalang, Deli Serdang, Po. Box 1415 Medan 20001E-mail: [email protected] 26 Juli 2021 / Direvisi 29 Agustus 2021 / Disetujui 3 Oktober 2021AbstrakKering Alur Sadap (KAS) menyebabkan penurunanhasillateksyangsignifikan.Penelitian mengenai KAS terus dilakukan di banyaklembagapenelitianmaupundiperguruan tinggi. Artikel ini menyajikan hasil analisisbibliometrikterhadappenelitian-penelitian mengenai KAS yang diterbitkan di jurnal-jurnalterindeks Scopus. Total251 artikel tentang KAS diterbitkan sejak tahun 1991 sampai 2022 (bulan Juli). Kata kunci spesifik yang paling banyak digunakan adalah geneexpression,transcriptome,ethylene,danethephon. Multiple Component Analysis(MCA) menunjukkan tema yang sedang berkembang saatinimeliputigenes,genomics,danEuphorbiaceae(studi pada spesies penghasil karetalamselainH.brasiliensis).Relungpenelitian yang masih dapat dieksplor meliputi proteomics,proteinanalysis,danmassspectrometry.Namundemikian,penelitianmengenaipenanggulanganKASmasihterbatas dan sangat potensial untuk diteliti. Analisis molekuler merupakan strategi utama untuk mempelajari KAS saat ini sehingga perludipertimbangkanbagilembagapenelitian dalam pengembangan laboratorium dan sumber daya manusia yang relevan. Tantangan bagi peneliti adalah membangun jaringandankolaborasidenganberbagaiinstitusipenelitiandanperguruantinggidengan beragam latar belakang keahlian

    Sampul Belakang 29 2 2011

    No full text
    Sampul Belakang 29 2 201

    EVALUASI KETAHANAN DAN ANALISIS QUANTITATIVE TRAIT LOCI YANG TERPAUT DENGAN KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN KARET

    Full text link
    Pengembangan metode seleksi ketahanan tanaman terhadap penyakit utama perlu dilakukan, salah satunya adalah seleksi dengan bantuan marka molekuler. Penelitian bertujuan mengindenfikasi evaluasi ketahanan tanaman karet terhadap penyakit utama yang menyerang tanaman karet yaitu penyakit gugur daun Corynespora, Colletotrichum, dan Oidium, serta penyakit jamur akar putih (JAP) dan identifikasi QTL yang terpaut dengan penyakit tersebut. Populasi yang digunakan adalah 201 progeni F1 hasil persilangan klon PB 260 x SP 217. Pengamatan gejala setiap penyakit dilakukan setiap tiga bulan sekali sampai TBM 2. Peta pautan genetik yang digunakan adalah peta yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan 263 marka SSR terseleksi. Identifikasi QTL dilakukan dengan menggabungkan data pengamatan penyakit tanaman umur dua tahun dengan peta pautan genetik menggunakan program Map QTL. Pengamatan menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat ketahanan progeni F1 terhadap serangan setiap patogen. Ketahanan F1 terhadap penyakit gugur daun Corynespora dan Colletotrichum serta jamur akar putih menyebar secara normal dengan tingkat keparahan serangan berkisar 0-9%, 0-22,5%, dan 0-7% secara berturut-turut. Sebaliknya terhadap penyakit gugur daun Oidium, semua progeni F1 memiliki ketahanan yang tinggi dimana keparahan penyakit kurang dari 1,5%. Tiga QTL yang terpaut dengan ketahanan terhadap penyakit gugur daun Corynespora berhasil diidentifikasi pada LG 10, 14, dan 15 dengan LOD berkisar 3,1 - 5,19 dan pengaruh QTL tertinggi sebesar 17,7%. Empat QTL yang terpaut ketahanan terhadap penyakit gugur daun Colletotrichum ditemukan pada LG 1, 3, 10, dan 16 dengan LOD 3 – 4,44 serta pengaruh tertinggi terhadap ketahanan sebesar 11,2%. Pada LG 8 LOD 2,9 berhasil diidentifikasi putatif QTL yang terpaut ketahanan terhadap JAP, sedangkan QTL yang terpaut dengan ketahanan terhadap penyakit gugur daun Oidium belum berhasil diidentifikasi. QTL yang berhasil diidentifikasi dengan LOD di atas 3 diharapkan stabil dan akan dianalisis secara berkala sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu seleksi ketahanan

    365

    full texts

    531

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇